Di banyak fasilitas industri, laboratorium, dan gudang, kelembapan sering kali baru diperhatikan ketika sudah muncul masalah: lantai beton mengelupas, kardus kemasan mengempis, label produk mengkerut, hingga jamur tumbuh di rak penyimpanan. Di pabrik makanan dan minuman, kelembapan berlebih di gudang bahan baku dapat merusak kemasan kertas, memengaruhi stabilitas produk, bahkan berpotensi mengganggu kepatuhan terhadap regulasi keamanan pangan.
Hal yang sama terjadi di industri farmasi dan kosmetik. Bahan baku yang disimpan dalam kantong kertas atau karton sangat sensitif terhadap kelembapan. Kelembapan terlalu tinggi bisa membuat kemasan melemah dan mempercepat degradasi bahan, sementara kelembapan terlalu rendah dapat memicu masalah listrik statis dan memengaruhi sifat fisik tablet atau granul. Di laboratorium riset dan teaching lab, pengujian kelembapan kayu, kertas, tekstil, atau spesimen bangunan sering dilakukan secara manual dengan metode oven. Metode ini akurat, tetapi memakan waktu berjam-jam, membutuhkan timbangan analitik, serta tidak praktis untuk inspeksi rutin di lapangan.
Di sisi lain, tim QA/QC bangunan, kontraktor, dan konsultan HVAC juga menghadapi tantangan yang mirip. Mereka harus mengecek kelembapan kayu, panel gipsum, dan beton sebelum pemasangan lantai, cat, atau lapisan finishing. Jika pengukuran dilakukan secara acak, tanpa alat yang andal, risiko kegagalan lapisan permukaan dan biaya rework menjadi tinggi. Tambahan lagi, mereka perlu memahami kondisi lingkungan: suhu dan kelembapan relatif udara di ruangan, yang sangat memengaruhi proses pengeringan material.
Kebutuhan nyata di lapangan adalah alat portabel yang dapat:
-
Mengukur kadar air pada material berbeda (kayu, kertas, tekstil, beton, bahan bangunan) dengan cepat.
-
Sekaligus memantau suhu dan kelembapan relatif udara di ruangan.
-
Memberikan hasil yang mudah dibaca dan konsisten sehingga dapat dipakai sebagai dasar keputusan teknis (boleh dipasang, harus dikeringkan lagi, atau perlu investigasi lanjutan).
Di sinilah PCE-MMK 1 menempati posisi menarik: sebuah alat genggam yang mencoba menjembatani kebutuhan pengukuran kelembapan material dan kondisi udara dalam satu paket yang ringkas.
Teknologi Resistansi Listrik untuk Menilai Kelembapan Material
PCE-MMK 1 menggunakan prinsip pengukuran berbasis resistansi listrik. Secara sederhana, kadar air di dalam material seperti kayu, kertas, atau beton akan memengaruhi kemampuan material tersebut mengalirkan arus listrik. Semakin tinggi kandungan air, semakin mudah arus mengalir, sehingga nilai resistansinya menurun. Alat kemudian mengonversi nilai resistansi ini menjadi persentase kadar air berdasarkan kurva kalibrasi untuk jenis material tertentu.
Pada PCE-MMK 1, pengukuran dilakukan dengan elektroda yang ditancapkan atau ditempelkan ke permukaan material. Jarum pendek dan panjang digunakan untuk penusukan ke dalam kayu atau bahan bangunan, sementara elektroda khusus kertas dibuat rata agar bisa menekan lembaran kertas atau karton tanpa merusaknya. Prinsip kerjanya tetap sama: dua titik logam dihubungkan melalui material, kemudian alat “membaca” bagaimana arus listrik merespons.
Pendekatan resistansi ini banyak digunakan di industri karena:
-
Memberikan hasil yang sangat cepat, cocok untuk inspeksi berkala dan sampling di lapangan.
-
Tidak memerlukan penimbangan sampel atau pengeringan oven yang memakan waktu.
-
Cocok untuk penilaian tren: apakah material cenderung mengering atau justru menyerap kelembapan selama penyimpanan.
Untuk jangka panjang, penggunaan teknologi ini membantu perusahaan mengembangkan data historis kelembapan material. Misalnya, pabrik kemasan karton dapat memetakan kelembapan kertas terhadap performa cetak dan kekuatan kotak, atau kontraktor dapat menghubungkan data kelembapan beton dengan kegagalan atau keberhasilan pekerjaan finishing. Dengan data tersebut, kebijakan operasional seperti lama waktu curing, setelan HVAC di gudang, atau standar penerimaan material dapat dibuat lebih berbasis bukti.
Dibanding metode oven gravimetri yang menjadi standar laboratorium, metode resistansi memang tidak ditujukan sebagai pengganti absolut untuk keperluan referensi. Namun di sisi praktis, kombinasi keduanya sering ideal: oven untuk validasi dan kalibrasi internal, meter resistansi portabel seperti PCE-MMK 1 untuk pengawasan harian yang cepat, sering, dan ekonomis.
PCE-MMK 1: Moisture Meter Material dan Hygrometer
PCE-MMK 1 adalah meter genggam multifungsi yang dirancang untuk mengukur:
-
Kadar air kayu, kertas, tekstil, dan berbagai material organik serupa.
-
Kadar air beton dan bahan bangunan lain dalam rentang rendah.
-
Suhu lingkungan.
-
Kelembapan relatif (relative humidity, RH) udara.
Alat ini dilengkapi elektroda internal dan eksternal sehingga pengguna dapat memilih metode kontak yang paling sesuai dengan bentuk material. Ada jarum pendek dan panjang untuk penusukan, elektroda ramming untuk permukaan keras, serta elektroda khusus kertas untuk lembaran tipis. Hal ini membuat satu unit alat dapat dipakai lintas departemen: dari QC bahan baku kayu, gudang kertas, hingga tim pemeliharaan bangunan.
Keistimewaan PCE-MMK 1 dibanding banyak moisture meter sederhana adalah kemampuannya mengukur kondisi lingkungan (suhu dan RH) sekaligus. Dalam praktik, ini sangat berguna:
-
Di gudang farmasi atau F&B, staf tidak hanya ingin tahu kelembapan karton kemasan, tetapi juga ingin memastikan ruangan memenuhi batas suhu dan RH sesuai regulasi.
-
Pada inspeksi bangunan, menghubungkan kelembapan material dengan kondisi udara membantu menilai apakah masalah berasal dari kebocoran lokal pada material, atau dari iklim ruangan yang terlalu lembap secara umum.
Selain itu, alat ini menyediakan mode pengukuran khusus berdasarkan jenis material. Pengguna dapat memilih jenis bahan di menu sehingga algoritma pengonversi resistansi ke kadar air disesuaikan. Self-test dan probe uji internal memungkinkan pengecekan fungsi alat secara berkala tanpa peralatan tambahan. Hasil pengukuran ditampilkan dalam bentuk angka dan bar graph, lengkap dengan indikator kualitatif kering–normal–basah sehingga teknisi lapangan dapat mengambil keputusan cepat.
Desain dan Ergonomi untuk Inspeksi Lapangan
Secara fisik, PCE-MMK 1 dirancang sebagai alat genggam yang ringan dan mudah dibawa. Dimensi unit utama adalah sekitar 139 × 47 × 25 mm dengan berat kurang dari 100 gram (tanpa elektroda). Ukuran ini kurang lebih setara dengan remote TV kecil atau multimeter saku, sehingga nyaman digenggam ataupun disimpan di kantong jaket kerja. Housing terbuat dari plastik tahan benturan yang membantu melindungi elektronik internal dari guncangan ringan selama inspeksi lapangan.
Elektroda eksternal dihubungkan melalui kap konektor khusus. Dalam paketnya sudah disertakan: elektroda ramming, elektroda penetrating, elektroda kertas, serta perpanjangan batang 300 mm. Kombinasi ini memungkinkan teknisi menjangkau lokasi yang sulit, misalnya bagian dalam tumpukan kayu, panel dinding di area sempit, atau permukaan beton yang tidak mudah diakses.
Dari sisi catu daya, PCE-MMK 1 menggunakan tiga baterai kancing CR2032 yang mudah didapat dan diganti. Konsumsi daya ditopang fungsi auto power-off: alat akan mati otomatis setelah tiga menit tanpa aktivitas, sedangkan lampu latar LCD akan padam setelah sekitar sepuluh detik untuk menghemat baterai. Untuk penggunaan lapangan, ini berarti teknisi dapat membawa alat seharian penuh tanpa khawatir baterai cepat habis, selama tidak digunakan terus-menerus dalam mode backlight menyala.
Batas kondisi operasi alat ini berada pada rentang suhu 0–40 °C dan kelembapan udara hingga 85% RH. Rentang ini sejalan dengan mayoritas lingkungan laboratorium, ruang produksi, serta gudang tertutup. Untuk penggunaan di luar ruangan tropis yang sangat panas atau sangat lembap, penting memastikan alat tidak dibiarkan terlalu lama di luar batas tersebut, terutama demi menjaga umur baterai dan stabilitas sensor.
Informasi mengenai tingkat ketahanan terhadap debu dan air (IP rating) tidak disebutkan di spesifikasi resmi. Karena itu, pendekatan aman adalah memperlakukan PCE-MMK 1 sebagai instrumen elektronik biasa: hindari paparan langsung terhadap hujan, kondensasi, tumpahan cairan, atau debu sangat pekat. Penggunaan di area WTP/WWTP atau pada inspeksi kelembapan bangunan yang dekat dengan sumber air sebaiknya tetap memperhatikan perlindungan tambahan, misalnya menyimpan alat di pouch kedap air ketika tidak digunakan.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
PCE-MMK 1 menggunakan layar LCD dengan tampilan digital dan bar graph. Layar ini dilengkapi lampu latar (backlight) yang bisa menyala otomatis untuk memudahkan pembacaan di area kurang cahaya, seperti gudang tertutup, ruang bawah tanah, atau area konstruksi pada malam hari. Nilai pengukuran disajikan sebagai angka utama, sedangkan bar graph memberikan gambaran visual mengenai posisi kadar air atau kelembapan udara dalam rentang minimum–maksimum.
Tata letak tombol dibuat minimalis sehingga mudah dipelajari oleh teknisi baru. Umumnya hanya ada beberapa tombol utama, misalnya:
-
Tombol daya (ON/OFF).
-
Tombol pemilihan mode atau jenis material.
-
Tombol fungsi sekunder seperti memanggil nilai maksimum/minimum.
Menu navigasi bersifat step-by-step, sehingga pengguna memilih jenis material terlebih dahulu, lalu melakukan pengukuran. Mode preset berdasarkan bahan ini membantu meminimalkan kesalahan interpretasi, terutama di organisasi yang menggunakan alat secara bergantian oleh banyak orang.
Beberapa fitur kenyamanan yang disediakan antara lain:
-
Indikator dry–moist–wet di layar, sehingga operator bisa langsung mengategorikan hasil tanpa harus menghafal angka batas.
-
Tampilan nilai maksimum dan minimum, berguna saat melakukan serangkaian pembacaan di sepanjang dinding atau rak gudang.
-
Backlight otomatis yang padam jika tidak ada aktivitas, menjaga keseimbangan antara kenyamanan dan penghematan baterai.
PCE-MMK 1 tidak dirancang sebagai data logger dengan memori internal besar. Oleh karena itu, praktik terbaik di industri adalah mengombinasikannya dengan lembar cek inspeksi, aplikasi pencatatan di tablet/smartphone, atau sistem LIMS/QA internal. Operator membaca nilai di layar dan langsung mencatatnya ke formulir atau sistem. Pendekatan ini sederhana tetapi efektif untuk inspeksi rutin yang membutuhkan dokumentasi demi tujuan audit.
Fitur Praktis yang Mendukung Konsistensi Inspeksi
Beberapa fitur PCE-MMK 1 yang paling bermanfaat di lapangan antara lain:
-
Pengukuran kelembapan multi-material
Alat mampu mengukur:-
Kayu, kertas, dan tekstil dalam rentang 1–75% kelembapan.
-
Beton dan bahan bangunan lain dalam rentang 0,1–2,4% kelembapan.
Ini memungkinkan satu tim memakai satu alat untuk berbagai jenis material yang sering muncul di proyek atau fasilitas yang sama, sehingga investasi peralatan menjadi lebih efisien.
-
-
Pengukuran suhu dan kelembapan relatif udara
Dengan rentang suhu -40 hingga 70 °C dan RH 0–100%, alat ini dapat digunakan sebagai hygrometer portabel. Bagi pengelola gudang, farmasi, F&B, atau laboratorium penyimpanan sampel, kombinasi pengukuran material dan lingkungan dalam satu perangkat sangat membantu memahami “gambar besar” kondisi kelembapan. -
Kompensasi suhu dan mode material
Kadar air yang dihitung berdasarkan resistansi sangat dipengaruhi suhu. PCE-MMK 1 dilengkapi kompensasi suhu serta pilihan jenis material, sehingga algoritma internal dapat menyesuaikan bacaan. Pengguna tidak perlu menghitung koreksi manual atau menggunakan tabel koreksi tambahan. -
Self-test dan probe uji
Dalam paket terdapat probe self-test yang memungkinkan pengguna memastikan fungsi dasar alat sebelum digunakan. Ini penting bagi laboratorium atau tim QA yang harus mendokumentasikan bahwa alat diperiksa secara rutin dan memberikan respon yang konsisten. -
Fungsi auto power-off dan pengelolaan baterai
Dengan mematikan sendiri setelah sekitar tiga menit tanpa aktivitas, risiko kehabisan baterai karena lupa mematikan alat berkurang. Untuk tim yang menggunakan alat secara bergantian, fitur ini sederhana namun sangat membantu menjaga ketersediaan alat di lapangan.
Secara keseluruhan, kombinasi fitur ini membuat PCE-MMK 1 cocok untuk inspeksi berulang yang membutuhkan pola kerja cepat, ringkas, dan konsisten.
Integrasi dengan Sistem QA/QC dan Alur Data
PCE-MMK 1 tidak memiliki antarmuka digital untuk transfer data langsung ke komputer (seperti USB atau Bluetooth). Artinya, tidak ada fungsi ekspor otomatis ke Excel atau LIMS. Bagi sebagian pengguna, ini justru menyederhanakan pengoperasian karena alat tidak bergantung pada software atau driver khusus.
Untuk integrasi dengan sistem QA/QC modern, pendekatan yang lazim digunakan antara lain:
-
Mencatat hasil pengukuran ke lembar inspeksi kertas dengan kolom: tanggal, lokasi, material, nilai kelembapan, suhu, dan RH. Lembar ini kemudian diarsipkan atau dimasukkan ke sistem ERP/LIMS oleh staf administrasi.
-
Menggunakan aplikasi form digital di tablet/ponsel (misalnya formulir inspeksi berbasis cloud). Operator membaca angka di PCE-MMK 1, lalu langsung mengetikkan nilai tersebut ke dalam aplikasi yang terhubung ke database pusat.
-
Mengambil foto layar alat pada titik-titik kritis (misalnya lokasi dengan kelembapan sangat tinggi) sebagai dokumentasi visual yang dapat dilampirkan pada laporan audit.
Meskipun tidak ada koneksi fisik ke komputer, fleksibilitas workflow masih tinggi karena karakter pengukuran kelembapan ini pada dasarnya berupa angka tunggal per lokasi. Dengan desain alat yang cepat dan mudah dipindahkan dari satu titik ke titik lain, integrasi lebih menekankan pada prosedur operasional dan dokumentasi yang konsisten.
Spesifikasi Teknis PCE-MMK 1
Tabel spesifikasi utama
| Parameter | Nilai / Rentang | Keterangan singkat |
|---|---|---|
| Rentang kelembapan kayu, kertas, tekstil | 1 … 75% kelembapan | Pengukuran kadar air material organik |
| Rentang kelembapan beton & bahan bangunan | 0,1 … 2,4% kelembapan | Untuk screed, beton, dan material mineral |
| Rentang suhu lingkungan | -40 … 70 °C / -40 … 158 °F | Sensor suhu internal |
| Rentang kelembapan relatif udara (RH) | 0 … 100% RH | Pengukuran kondisi udara sekitar |
| Resolusi | 0,1 (unit mengikuti parameter) | Ketajaman angka tampilan |
| Akurasi kayu, kertas, tekstil | 1 … 30%: ±1%; 31 … 60%: ±2%; 61 … 75%: ±4% | Akurasi meningkat di rentang kerja menengah |
| Akurasi beton & bahan bangunan | ±0,5% | Untuk rentang 0,1–2,4% |
| Akurasi suhu | -40 … -10 °C dan 40 … 70 °C: ±2 °C; -10 … 40 °C: ±1 °C | Rentang ruang normal lebih presisi |
| Akurasi RH | 0 … 20% & 80 … 100%: ±5%; 20 … 80%: ±3,5% | Ketelitian optimal di 20–80% RH |
| Auto power-off unit | Setelah ±3 menit tanpa aktivitas | Menghemat baterai |
| Auto off backlight LCD | Setelah ±10 detik tanpa aktivitas | Menghemat baterai |
| Bahan housing | Plastik tahan benturan | Untuk penggunaan lapangan |
| Sumber daya | 3 × baterai kancing CR2032, dapat diganti | Mudah diperoleh |
| Kondisi operasi | 0 … 40 °C; 0 … 85% RH | Lingkungan penggunaan yang direkomendasikan |
| Dimensi | 139 × 47 × 25 mm | Alat genggam kompak |
| Berat | 100 g / < 1 lb (tanpa elektroda) | Ringan untuk inspeksi lama |
| Isi paket | Unit utama, jarum 30 mm (2 pcs), jarum 150 mm (2 pcs), cap konektor elektroda, elektroda ramming, elektroda penetrating, elektroda kertas, probe self-test, perpanjangan 300 mm (2 pcs), manual | Siap digunakan untuk berbagai material |
Untuk membantu membayangkan angka-angka tersebut:
-
Rentang 1–75% untuk kayu/kertas menggambarkan mulai dari material yang hampir kering hingga sangat basah. Dalam praktik, kayu konstruksi biasanya di bawah 20%; nilai di atas itu mengindikasikan risiko deformasi dan jamur meningkat.
-
Rentang 0,1–2,4% untuk beton tampak kecil, tetapi dalam dunia bahan bangunan, perubahan 0,5% dapat sangat berpengaruh terhadap proses pengeringan dan penerimaan finishing.
-
Akurasi suhu ±1 °C di rentang -10 hingga 40 °C sudah memadai untuk kebanyakan ruangan laboratorium dan gudang.
-
Rentang RH 0–100% berarti alat mampu menangkap kondisi sangat kering (misalnya ruang pengering) hingga sangat lembap (ruang yang hampir kondensasi).
Panduan Memilih Elektroda dan Aksesori
Tabel pemilihan elektroda dan contoh aplikasi
| Elektroda / Jarum | Material utama | Contoh penggunaan | Catatan |
|---|---|---|---|
| Jarum 30 mm | Kayu tipis, panel, papan partikel | Pengecekan rak penyimpanan, panel pintu, furnitur ringan | Cocok untuk material yang tidak terlalu tebal |
| Jarum 150 mm | Kayu tebal, balok, tumpukan papan | Inspeksi kayu konstruksi, pallet, balok struktural | Menjangkau bagian dalam tumpukan |
| Elektroda ramming | Beton, screed, bahan bangunan keras | Cek lantai beton sebelum pemasangan lantai vinil/epoxy | Dipukul ringan ke permukaan untuk kontak baik |
| Elektroda penetrating | Material keras atau padat dengan kebutuhan penusukan lebih dalam | Dinding bata, blok beton aerasi | Pastikan penusukan tidak merusak struktur kritis |
| Elektroda kertas | Lembaran kertas, karton, tekstil tipis | QC kertas cetak, kemasan karton, label | Tekanan merata, mengurangi risiko bekas jejak |
| Perpanjangan 300 mm | Lokasi sulit dijangkau | Plafon, ruang sempit di balik panel | Digunakan dengan elektroda tertentu |
Aksesori yang disertakan
-
Jarum penusuk pendek dan panjang.
-
Elektroda ramming, penetrating, dan kertas.
-
Batang perpanjangan 300 mm (dua buah).
-
Probe self-test.
Karena paket sudah cukup lengkap, biasanya pengguna tidak memerlukan aksesori tambahan khusus, kecuali mungkin tas pelindung atau foam case untuk mobilitas yang lebih aman.
Beberapa faktor yang memengaruhi hasil pengukuran yang perlu diperhatikan:
-
Suhu material: jika material sangat dingin atau sangat panas, nilai resistansi akan berubah sehingga perlu menunggu keseimbangan suhu atau memperhatikan kompensasi.
-
Homogenitas material: kayu dengan banyak simpul, beton dengan agregat besar, atau karton berlapis dapat menunjukkan variasi lokal; lakukan beberapa pembacaan di area berbeda.
-
Kontak elektroda: pastikan elektroda menempel atau menusuk dengan baik. Kontak yang buruk dapat memberikan angka rendah palsu.
-
Riwayat material: material baru diturunkan dari ruang ber-AC ke gudang panas lembap mungkin belum mencapai keseimbangan kelembapan; lakukan pengukuran berkala untuk melihat tren.
Contoh Penerapan PCE-MMK 1
Studi kasus 1 – QC lantai beton di fasilitas produksi minuman
Sebuah pabrik minuman sedang meng-upgrade lantai produksinya dengan lapisan epoxy anti-slip. Sebelumnya, mereka pernah mengalami kasus lapisan mengelupas dalam waktu kurang dari satu tahun. Investigasi internal menunjukkan bahwa aplikator lantai terlalu cepat mengaplikasikan epoxy sebelum screed beton benar-benar kering.
Pada proyek berikutnya, pabrik memutuskan menggunakan PCE-MMK 1 sebagai alat screening cepat. Tim maintenance mengukur kelembapan beton di beberapa titik: sepanjang jalur pipa, dekat drain, serta di area yang dulunya sering tergenang. Data diambil setiap dua hari setelah proses curing dimulai.
Dengan memantau tren nilai kelembapan 0,1–2,4%, mereka menetapkan batas internal sebelum epoxy boleh diaplikasikan. Aplikator diminta menunda pekerjaan di area yang nilai kelembapannya masih terlalu tinggi. Hasilnya, setelah dua tahun operasi, kerusakan lapisan lantai menurun drastis, dan tidak ada lagi kasus pengelupasan masif seperti sebelumnya. Biaya rework dan downtime berkurang, sementara dokumentasi inspeksi kelembapan menjadi bagian standar dari laporan proyek.
Studi kasus 2 – Pengendalian kelembapan gudang kertas untuk label farmasi
Sebuah perusahaan yang mencetak label untuk industri farmasi dan kosmetik mengalami masalah: beberapa batch label mengkerut dan sulit diaplikasikan pada botol plastik, terutama pada musim hujan. Setelah meninjau proses, mereka menyadari bahwa kelembapan gudang kertas tidak pernah dipantau secara sistematis.
Perusahaan kemudian mulai menggunakan PCE-MMK 1 untuk dua hal:
-
Mengukur kelembapan relatif udara di gudang, beberapa kali sehari.
-
Mengukur kelembapan lembaran kertas dan karton di rak yang berbeda.
Dengan data ini, mereka menemukan bahwa ketika RH ruangan konsisten di sekitar 50–60%, kadar air kertas berada di rentang yang memberikan performa cetak dan adhesi terbaik. Jika RH naik mendekati 80%, kadar air kertas meningkat dan masalah mengkerut kembali muncul.
Sebagai tindak lanjut, mereka menambahkan dehumidifier dan menyesuaikan setelan AC untuk menjaga RH di rentang target. PCE-MMK 1 menjadi alat verifikasi harian: jika bacaan kelembapan udara dan kertas mulai keluar dari rentang yang diinginkan, tim gudang langsung melakukan penyesuaian. Dalam beberapa bulan, komplain dari pelanggan turun signifikan dan catatan inspeksi kelembapan menjadi bagian dokumen yang ditunjukkan saat audit pelanggan.
Panduan Menggunakan PCE-MMK 1 Langkah demi Langkah
Sebagai contoh, bayangkan tim QA sebuah pabrik yang akan mengecek kelembapan beton dan kelembapan udara di area produksi baru sebelum mesin dipasang. Berikut alur praktis penggunaannya:
-
Persiapan
-
Pastikan baterai dalam kondisi baik dan semua aksesori lengkap.
-
Pilih elektroda yang sesuai: misalnya elektroda ramming untuk beton lantai.
-
Siapkan formulir pencatatan atau aplikasi digital untuk merekam data.
-
-
Menyalakan alat dan memilih mode material
-
Nyalakan PCE-MMK 1 dengan tombol daya.
-
Masuk ke menu pemilihan material dan pilih kategori “bahan bangunan/beton”.
-
Tunggu beberapa detik hingga alat menstabilkan pengukuran suhu dan RH lingkungan.
-
-
Mengukur kelembapan beton
-
Pasang elektroda ramming pada cap konektor.
-
Tekan elektroda ke permukaan beton di titik pertama, pastikan kontak kuat dan stabil.
-
Tunggu pembacaan stabil di layar; catat nilai kelembapan (%), suhu, dan jika perlu RH udara.
-
Ulangi di beberapa titik lain (dekat drain, dekat dinding luar, area tengah ruangan).
-
-
Mengukur kelembapan udara ruang produksi
-
Lepaskan elektroda eksternal, gunakan sensor internal untuk pengukuran suhu dan RH.
-
Pegang alat di ketinggian kerja operator (sekitar 1–1,5 m dari lantai), jauh dari sumber panas langsung.
-
Biarkan beberapa detik agar sensor menyesuaikan; catat nilai suhu dan RH.
-
Jika ruangan besar, lakukan pengukuran di beberapa zona untuk melihat distribusi kelembapan.
-
-
Interpretasi hasil
-
Bandingkan nilai kelembapan beton dengan standar internal atau panduan pemasok lantai/epoxy.
-
Jika nilai masih tinggi di area tertentu, tunda pemasangan atau tingkatkan ventilasi/pengeringan lokal.
-
Gunakan data suhu dan RH untuk mengevaluasi apakah pengaturan HVAC sudah sesuai target.
-
-
Dokumentasi dan tindak lanjut
-
Simpan formulir atau data digital sebagai bukti inspeksi.
-
Jika ditemukan area bermasalah, tandai di denah ruangan dan jadwalkan inspeksi ulang setelah beberapa hari.
-
Lakukan kalibrasi berkala sesuai prosedur internal, misalnya dengan membandingkan pembacaan PCE-MMK 1 dengan metode referensi di laboratorium untuk beberapa sampel material.
-
Alur yang sama dapat diadaptasi untuk aplikasi lain: monitoring kelembapan kayu di gudang furnitur, kertas di pabrik kemasan, atau panel dinding di gedung perkantoran yang dicurigai lembap.
Kesimpulan dan Rekomendasi
PCE-MMK 1 menawarkan kombinasi yang menarik antara pengukuran kelembapan material dan pemantauan kondisi udara dalam satu perangkat portabel. Dengan rentang pengukuran yang mencakup kayu, kertas, tekstil, beton, serta suhu dan kelembapan relatif, alat ini cocok untuk berbagai sektor:
-
Tim QA/QC di industri bangunan dan kontraktor finishing lantai/dinding.
-
Gudang bahan baku kertas, karton, dan tekstil untuk F&B, farmasi, dan kosmetik.
-
Laboratorium pengujian material atau teaching lab yang membutuhkan alat demonstrasi praktis untuk konsep kelembapan dan pengaruhnya pada material.
Kelebihan utama PCE-MMK 1:
-
Desain ringkas dan ringan dengan banyak pilihan elektroda.
-
Metode pengukuran berbasis resistansi yang cepat dan praktis.
-
Kemampuan mengukur suhu dan kelembapan udara, bukan hanya material.
-
Fitur operasional sederhana seperti auto power-off, self-test, dan indikator kualitatif dry–moist–wet.
Alat ini paling pas untuk organisasi yang membutuhkan inspeksi rutin dan dokumentasi sederhana, bukan untuk logging jangka panjang secara otomatis. Jika perusahaan Anda sering berhadapan dengan masalah jamur, pengelupasan lantai, kemasan kertas melemah, atau perlu bukti pengendalian kelembapan di gudang dan area produksi, PCE-MMK 1 layak dipertimbangkan sebagai bagian dari toolkit QA/QC.
FAQ Singkat
1. Apakah PCE-MMK 1 bisa menggantikan metode oven sebagai referensi laboratorium?
Tidak sepenuhnya. PCE-MMK 1 sangat berguna untuk inspeksi cepat dan pemantauan rutin, tetapi untuk penentuan referensi kadar air yang sangat akurat biasanya laboratorium tetap menggunakan metode oven gravimetri. Keduanya dapat dipakai bersama: oven sebagai rujukan, PCE-MMK 1 untuk pengawasan harian.
2. Seberapa sering alat perlu dikalibrasi?
Tidak ada interval baku, karena sangat bergantung pada kebijakan mutu internal. Banyak pengguna melakukan verifikasi berkala menggunakan probe self-test dan, bila perlu, membandingkan pembacaan dengan metode referensi setidaknya setahun sekali atau sesuai jadwal audit kualitas.
3. Apakah PCE-MMK 1 aman digunakan di area dengan kelembapan sangat tinggi seperti dekat bak air limbah?
Selama kondisi lingkungan masih dalam rentang operasi (hingga 85% RH dan 0–40 °C) dan alat tidak terkena percikan langsung, penggunaan di area tersebut bisa dilakukan. Namun alat tidak dirancang tahan air, sehingga perlu hati-hati dan sebaiknya disimpan di tempat kering setelah digunakan.
4. Bisakah data dari PCE-MMK 1 dikirim langsung ke komputer?
Tidak. Alat ini tidak memiliki port USB atau komunikasi nirkabel. Pencatatan data dilakukan secara manual melalui formulir kertas atau aplikasi digital yang diisi operator berdasarkan nilai yang muncul di layar.
5. Apakah PCE-MMK 1 cocok untuk pertanian atau budidaya tanaman?
Alat ini lebih dioptimalkan untuk kayu, kertas, tekstil, dan bahan bangunan. Untuk pertanian, PCE-MMK 1 dapat membantu mengukur kelembapan kayu pada rak pengeringan atau kelembapan udara di rumah kaca, tetapi untuk kelembapan tanah biasanya digunakan instrumen lain yang khusus dirancang untuk tanah.
6. Apakah elektroda mudah diganti jika rusak?
Elektroda terpasang menggunakan konektor dan dapat diganti. Jika elektroda mengalami kerusakan mekanis, biasanya dapat dipesan sebagai suku cadang melalui pemasok resmi.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium serta instrumen industri, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengendalian kelembapan material dan udara dalam menjaga kualitas produk dan keandalan fasilitas Anda. Kami melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti PCE-MMK 1 Air Humidity Meter dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengawasan kelembapan, mencegah kerusakan material, dan memenuhi standar mutu yang ketat. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pemantauan kelembapan pada gudang, fasilitas produksi, ataupun laboratorium, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Humidity Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
Referensi
- Sari, Y. W., Rahadiyanti, M., & Atmaka, D. R. (2021). EVALUASI SUHU DAN KELEMBAPAN RUANG PENGOLAHAN DAN RUANG DISTRIBUSI INSTALASI GIZI DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO. Amerta Nutrisi, 5(1), 68–74. Retrieved from https://e-journal.unair.ac.id/AMNT/article/download/20429/13613
- Karlida, I., & Musfiroh, I. (2017). REVIEW: SUHU PENYIMPANAN BAHAN BAKU DAN PRODUK FARMASI DI GUDANG INDUSTRI FARMASI. Farmaka, 15(4), 58–66. Retrieved from https://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/view/15142


















