Seorang engineer Indonesia menempelkan moisture meter PCE-PMM 10 ke permukaan dinding untuk memeriksa kelembapan secara non-destruktif saat inspeksi bangunan pasca kebocoran.

PCE-PMM 10 – Building Material Moisture Meter (Pinless, 10 Material Types) | Inspeksi Cepat & Non-Destruktif

Daftar Isi

Di lapangan, masalah kelembapan pada material bangunan jarang “terlihat jelas” di awal. Dinding tampak rapi, cat terlihat kering, lantai sudah mengilap—namun di balik permukaan, masih ada sisa air dari kebocoran pipa, rembesan atap, kondensasi, atau proses pengeringan yang belum tuntas setelah pekerjaan plester/aci dan pengecoran. Dalam pekerjaan building inspection, quality control, maupun due diligence properti, kelembapan yang luput terdeteksi sering menjadi akar masalah lanjutan: cat menggelembung, perekat lantai gagal, timbul bau lembap, hingga muncul jamur yang merusak material dan menurunkan kualitas udara dalam ruang.

Risikonya bukan hanya kosmetik. Kelembapan yang tersimpan dapat mempercepat degradasi material, memperbesar peluang kerusakan berulang, dan memicu biaya perbaikan yang tidak kecil—terutama pada proyek renovasi, restorasi pasca banjir/kebocoran, atau saat commissioning sebelum finishing. Karena itu, inspeksi modern makin mengandalkan pengukuran cepat yang bisa diulang (repeatable) untuk memetakan area berisiko dan memvalidasi kesiapan material. Di sinilah alat ukur moisture meter yang praktis dan non-destruktif menjadi kebutuhan kerja, bukan sekadar aksesori.

Deskripsi Singkat PCE-PMM 10

PCE-PMM 10 adalah moisture meter pinless (tanpa pin) untuk material bangunan yang mengandalkan sensor induktif dengan prinsip ukur kapasitif. Alat ini dirancang untuk menganalisis kelembapan pada 10 jenis material, mulai dari drywall dan masonry hingga beton, kayu, dan berbagai jenis screed (anhydrite/cement) dalam satu unit portabel.

Dalam praktik, PCE-PMM 10 cocok untuk inspeksi cepat di dinding, lantai, dan plafon: Anda menempelkan sensor ke permukaan, memilih jenis material, lalu membaca angka kelembapan secara real-time di layar. Kombinasi tampilan angka dan bar graph dengan alarm batas (limit value) membantu tim lapangan mengambil keputusan lebih cepat—misalnya menentukan area mana yang perlu pengeringan tambahan, mana yang aman untuk finishing, atau mana yang harus diinvestigasi lebih lanjut.

Keunggulan utamanya ada pada workflow yang rapi untuk inspeksi: non-destruktif, pemilihan material yang spesifik, indikator visual-auditori untuk batas kelembapan, fungsi HOLD, dan auto power-off untuk pekerjaan mobile.

Fungsi & Kegunaan Produk

Pertanyaan paling sering dari tim inspeksi dan QC biasanya sederhana: “Bisa dipakai buat apa saja, dan seberapa praktis dipakai di lapangan?” Berikut fungsi PCE-PMM 10 dalam konteks material bangunan.

1) Pengukuran kelembapan relatif/indikatif pada material bangunan (10 tipe material)

PCE-PMM 10 mendukung pengukuran pada 10 tipe material berikut (pemilihan material melalui mode/nomor material): drywall, masonry, hardwood, softwood, anhydrite screed (Wt%), anhydrite screed (CM%), cement screed (Wt%), cement screed (CM%), concrete, gypsum screed/plaster.

Dalam pekerjaan lapangan, pemilihan “jenis material” ini penting karena respons sensor terhadap material berbeda—itulah sebabnya pengukuran kelembapan pada beton tidak bisa diperlakukan sama seperti kayu atau gypsum.

2) Deteksi non-destruktif area lembap (scan cepat)

Mode kerja PCE-PMM 10 bersifat pinless: Anda melakukan scan cepat tanpa melubangi permukaan. Ini ideal untuk:

  • Pemetaan area lembap pada dinding/plafon pasca kebocoran

  • Screening awal sebelum memutuskan titik investigasi lanjutan

  • Pemeriksaan area luas pada unit apartemen, hotel, rumah sakit, atau gedung perkantoran

Karena non-destruktif, alat ini relevan untuk inspeksi properti yang menuntut minim gangguan pada aset (misalnya real estate due diligence atau facility audit).

3) Identifikasi titik risiko sebelum renovasi dan sebelum finishing

Sebelum pekerjaan finishing (cat, wallpaper, epoxy, vinyl, parquet), kelembapan residual sering menjadi penyebab kegagalan adhesi dan munculnya defect. Moisture meter membantu:

  • Memvalidasi kesiapan substrat sebelum aplikasi finishing

  • Mengurangi risiko rework akibat blistering/delaminasi

  • Memperjelas acceptance criteria internal tim QC (berbasis angka dan pola sebaran)

4) Monitoring pengeringan pada restorasi dan remediasi

Pada pekerjaan restoration & remediation pasca banjir/kebocoran, tujuan kerja biasanya bukan “sekadar kering”, tetapi “cukup kering dan stabil” sebelum ruang dikembalikan berfungsi. Dengan pengukuran berulang, tim bisa:

  • Membandingkan tren kelembapan hari ke hari

  • Mengidentifikasi area yang lambat kering (indikasi trapped moisture)

  • Mendokumentasikan progres untuk koordinasi pemilik, kontraktor, dan asuransi

Pemisahan mode pengukuran (penting untuk seri PMI vs PMM vs WMT)

  • Mode non-destruktif (scan cepat): tersedia. PCE-PMM 10 bekerja dengan prinsip kapasitif dan sensor induktif (pinless).

  • Mode pin/penetrasi: tidak tersedia pada PCE-PMM 10 (karena seri ini pinless). Bila proyek Anda membutuhkan pembacaan berbasis penetrasi (misalnya pada kayu tertentu atau kebutuhan korelasi spesifik), biasanya dipilih kategori moisture meter pin-type, bukan model ini.

Bidang / Industri Pengguna

  • Building Inspection & Property Assessment

  • Construction Quality Control

  • Restoration & Remediation (pasca banjir / kebocoran)

  • Real Estate Technical Due Diligence

  • Facility Maintenance & Preventive Maintenance

  • Green Building & Sustainability Audit

Keunggulan / Highlights

  • Pinless, non-destruktif: meminimalkan kerusakan permukaan saat inspeksi dan audit.

  • 10 jenis material dalam satu alat: drywall, masonry, kayu keras/lunak, beton, gypsum, serta screed (anhydrite/cement) dengan opsi Wt% dan CM%.

  • Prinsip ukur kapasitif dengan sensor induktif: cocok untuk scan cepat area luas dan pembacaan real-time.

  • Dua level alarm batas: peringatan visual (LED/bar) dan bunyi untuk membantu keputusan cepat di lapangan.

  • Layar LCD backlight 2 inci: terbaca di area gelap (plafon, ruang servis, koridor).

  • Fungsi HOLD: membantu pencatatan hasil saat posisi ukur sulit.

  • Auto power-off 10 menit dan indikator baterai lemah: mendukung kerja mobile dan mengurangi downtime akibat baterai habis mendadak.

  • Dimensi ringkas dan bobot ringan: 155 × 70 × 35 mm, 144 g, mudah masuk toolkit inspeksi.

Perbandingan / Posisi Produk

Berikut posisi PCE-PMM 10 dibandingkan pendekatan umum yang sering dipakai di inspeksi kelembapan.

Metode Dampak ke material Kecepatan Repeatability Kesesuaian untuk commissioning/acceptance
Observasi visual/manual (noda, bau, sentuh) Tidak merusak Cepat Rendah (subjektif) Rendah, sulit dipertanggungjawabkan
Tes destruktif (bor, core sampling, pembukaan finishing) Merusak (lokal) Lambat Tinggi (jika prosedur ketat) Tinggi, tetapi mahal dan invasive
Moisture meter analog lama (indikatif) Umumnya minim Sedang Sedang Sedang, sering kurang spesifik material
Moisture meter pinless portabel (kategori PCE-PMM 10) Tidak merusak Cepat Tinggi untuk pemetaan dan pembandingan area Tinggi untuk screening, pemetaan, dan dokumentasi tren

Intinya: PCE-PMM 10 kuat untuk pekerjaan screening dan pemetaan cepat—terutama ketika Anda perlu memeriksa banyak titik, membuat baseline, dan membandingkan antar lokasi secara konsisten tanpa merusak permukaan. Untuk kebutuhan pembuktian yang benar-benar forensik (misalnya sengketa besar), pendekatan destruktif kadang tetap dipakai—namun biasanya setelah area target dipersempit dengan metode pinless.

Spesifikasi Teknis

Spesifikasi berikut dirangkum dari dokumen produk dan manual PCE-PMM 10.

Spesifikasi pengukuran per material

Material Rentang ukur Resolusi Akurasi
Drywall / dry construction 0 – 100 % 0,1 % ±4 % of Rd
Masonry 0 – 89,5 % 0,1 % ±4 % of Rd
Hardwood 0 – 35 % 0,1 % ±4 % of Rd
Softwood 0 – 55 % 0,1 % ±4 % of Rd
Anhydrite screed (Wt%) 0 – 3,5 % 0,1 % ±0,4 % of Rd
Anhydrite screed (CM%) 0 – 1,5 % 0,1 % ±0,2 % of Rd
Cement screed (Wt%) 0 – 4,7 % 0,1 % ±0,5 % of Rd
Cement screed (CM%) 0 – 3,0 % 0,1 % ±0,4 % of Rd
Concrete 0 – 6,0 % 0,1 % ±0,7 % of Rd
Gypsum screed 0 – 10,0 % 0,1 % ±1,1 % f.s.

Catatan praktis: istilah CM% mengacu ke carb method dan Wt% ke water weight method sebagai pendekatan pelaporan pada jenis screed tertentu.

Data teknis umum

Parameter Nilai
Prinsip ukur Capacitive measuring method (pinless)
Sensor Inductive
Fungsi ukur HOLD, ALARM
Tampilan LCD dengan backlight, ukuran 2 inci
Alarm Optical dan acoustic; mode lower limit dan upper limit
Pengaturan alarm 20 – 100 %
Auto power-off 10 menit
Kelas proteksi perangkat IP20
Catu daya 1 × baterai 9 V (9V block), zinc carbon; kapasitas 550 mAh
Kondisi operasi 0 – 40 °C; 0 – 80 % RH
Kondisi penyimpanan -10 – 40 °C; 0 – 70 % RH
Dimensi 155 × 70 × 35 mm
Berat 144 g

Tata Cara Pemakaian

Berikut langkah ringkas yang biasanya efektif untuk inspeksi lapangan (5–7 langkah), mengikuti logika operasi perangkat:

  1. Persiapan alat

    • Pastikan baterai 9 V dalam kondisi baik (indikator baterai muncul saat lemah).

    • Bersihkan permukaan material dari air yang menggenang atau kotoran tebal agar kontak sensor stabil.

  2. Nyalakan perangkat

    • Tekan tombol ON/OFF untuk startup.

  3. Pilih jenis material

    • Tekan tombol MODE untuk memilih material (nomor 0–9).

    • Pastikan jenis material sesuai area ukur (misalnya drywall vs masonry vs concrete).

  4. Tempelkan sensor ke permukaan

    • Tempelkan area sensor induktif pada permukaan dan tunggu pembacaan stabil secara real-time.

  5. Gunakan HOLD bila perlu

    • Aktifkan HOLD untuk “mengunci” nilai ketika posisi ukur sulit atau Anda perlu mencatat hasil.

  6. Atur alarm batas (opsional untuk kerja QC)

    • Masuk ke pengaturan alarm (SET) dan tentukan ambang batas sesuai kebutuhan pemeriksaan.

  7. Dokumentasikan hasil dan lakukan pemetaan

    • Ukur beberapa titik per area (grid sederhana) untuk memetakan sebaran kelembapan, bukan hanya satu titik.

Catatan penting lapangan: saat mengukur, upayakan tangan tidak menutupi area sensor dan jaga posisi stabil agar pembacaan tidak “loncat” karena gerakan.

Cara Kerja / Metode Pengukuran

PCE-PMM 10 menggunakan metode pinless berbasis capacitive / dielectric dengan sensor yang bekerja secara induktif.

Secara praktis, yang terjadi saat sensor ditempelkan:

  • Sensor membangkitkan medan elektromagnetik lemah dan membaca respons material terhadap medan tersebut. Material yang lebih lembap mengubah karakteristik dielektrik/kapasitif, sehingga alat dapat mengestimasi tingkat kelembapan secara indikatif.

  • Karena tidak memakai pin, alat cenderung nyaman untuk inspeksi cepat pada area luas dan permukaan yang harus tetap rapi (cat, finishing, panel).

Kenapa bisa mendeteksi kelembapan “di bawah permukaan” (secara indikatif):

  • Medan yang dipakai tidak hanya membaca lapisan paling luar. Ia merespons kondisi material yang berada dekat permukaan hingga kedalaman tertentu secara fungsional (bergantung material, densitas, dan kondisi lapisan). Karena itu, alat pinless efektif untuk menemukan pola area lembap yang terperangkap, terutama saat Anda membandingkan titik ke titik.

Batasan yang perlu dipahami (tanpa defensif, tapi berguna untuk keputusan):

  • Pembacaan dapat dipengaruhi oleh variasi densitas, komposisi material, lapisan finishing tertentu, dan keberadaan elemen logam di balik permukaan.

  • Untuk kebutuhan pembuktian absolut pada kasus tertentu, pengukuran pinless sering dipakai sebagai screening dan pemetaan; verifikasi lanjutan bisa dilakukan dengan metode lain bila diperlukan.

Kelengkapan Produk

Komponen umum yang terkait dengan unit PCE-PMM 10 (berdasarkan deskripsi perangkat dan kebutuhan operasi):

  • Unit utama PCE-PMM 10 dengan sensor induktif terintegrasi

  • Baterai 9 V (9V block) untuk pengoperasian

  • Dokumentasi/manual penggunaan

Manfaat bagi Pengguna

  • Efisiensi kerja: inspeksi cepat area luas tanpa melubangi, cocok untuk survey multi-ruangan dan audit rutin.

  • Peningkatan kualitas: membantu QC memastikan substrat lebih siap sebelum finishing, sehingga mengurangi defect akibat kelembapan residual.

  • Penghematan biaya: menekan risiko rework (cat ulang, bongkar pasang lantai, penggantian panel) dengan mendeteksi area lembap lebih awal.

  • Pengurangan kesalahan: alarm batas, bar graph, dan fungsi HOLD membantu konsistensi pembacaan dan pencatatan di lapangan.

  • Dokumentasi lebih rapi: memudahkan pembuatan laporan inspeksi berbasis data (pola sebaran dan tren), berguna untuk remediasi dan preventive maintenance.

FAQ

1) Apakah alat ini merusak dinding?

Tidak. PCE-PMM 10 adalah moisture meter pinless (tanpa pin), sehingga pengukuran dilakukan tanpa melubangi permukaan.

2) Seberapa “dalam” alat mendeteksi untuk beton?

Alat pinless mendeteksi secara indikatif berdasarkan respons material terhadap medan kapasitif/induktif. Dalam praktik, ia efektif untuk screening dan pemetaan area lembap dekat permukaan hingga kedalaman fungsional tertentu yang bergantung pada material dan kondisi lapisan. Untuk kebutuhan pembuktian absolut pada kedalaman spesifik, biasanya diperlukan metode verifikasi tambahan.

3) Apakah bisa digunakan untuk dinding berlapis cat?

Umumnya bisa untuk screening, namun hasil dapat dipengaruhi oleh jenis lapisan (misalnya cat berlapis tebal, coating tertentu) dan kondisi substrat. Praktik yang aman adalah membandingkan beberapa titik pada area yang serupa, lalu fokus pada perbedaan pola (anomali) untuk menentukan titik investigasi lanjutan.

4) Apakah hasil bisa dibandingkan antar lokasi?

Bisa, dan ini justru kekuatan workflow inspeksi. Gunakan jenis material yang sama (mode material yang tepat), lakukan pengukuran pada titik-titik yang konsisten (grid), lalu bandingkan tren dan pola sebaran. Hindari membandingkan material berbeda secara langsung (misalnya beton vs gypsum) karena respons sensornya berbeda.

5) Kapan perlu kalibrasi ulang?

Untuk perangkat lapangan, praktik baiknya adalah melakukan pemeriksaan fungsi secara berkala (misalnya sebelum proyek besar, setelah perangkat terbentur/terjatuh, atau jika hasil terasa tidak konsisten). Jika organisasi Anda memiliki prosedur QA internal, jadwalkan verifikasi tahunan atau sesuai kebijakan mutu. Manual lebih menekankan pengoperasian dan indikator baterai; jadi pendekatan yang paling aman adalah “function check” rutin dan penggantian baterai saat indikator low-power muncul.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya moisture meter dalam inspeksi bangunan, quality control konstruksi, serta pekerjaan restorasi pasca kebocoran atau banjir. Kami mengkhususkan diri melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti PCE-PMM 10 dan perangkat pengukuran lainnya untuk membantu tim Anda mempercepat assessment, meningkatkan konsistensi pemeriksaan, dan mengurangi risiko rework akibat kelembapan yang terlewat. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pemeriksaan kelembapan material bangunan di proyek atau aset yang Anda kelola, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi Moisture Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.