Di banyak laboratorium, ruang produksi, dan area penyimpanan, suhu dan kelembaban sering kali baru disadari pentingnya setelah muncul masalah: hasil uji tidak konsisten, sampel rusak, bahan baku menggumpal, atau kemasan produk pangan berembun. Ruang penyimpanan bahan baku kering di pabrik minuman, gudang farmasi, hingga teaching lab kampus, semuanya sangat bergantung pada stabilitas suhu dan kelembaban relatif (RH).
Tim QA/QC biasanya sudah punya prosedur monitoring, tetapi pelaksanaannya sering terhambat oleh beberapa hal:
-
Pengukuran hanya mengandalkan termometer ruangan murah yang tidak jelas akurasinya.
-
Tidak ada data kelembaban, padahal banyak prosedur mensyaratkan rentang RH tertentu.
-
Instrumen yang ada terlalu besar atau rumit, sehingga teknisi enggan membawanya saat inspeksi rutin.
-
Pengukuran manual di beberapa titik ruangan (pojok rak, dekat pintu, dekat AC) terasa melelahkan, sehingga inspeksi jadi jarang dilakukan.
-
Di fasilitas kecil atau teaching lab, anggaran untuk sistem monitoring permanen/HVAC canggih pun terbatas.
Akibatnya, masalah seperti kondensasi di permukaan botol, perubahan kadar air bahan baku, atau kerusakan stabilitas obat dan media biologi baru terlihat setelah terjadi penyimpangan mutu. Di industri yang sangat dikontrol seperti farmasi, makanan & minuman, dan bioteknologi, hal ini bisa berujung pada:
-
Penolakan batch produk karena tidak memenuhi syarat penyimpanan.
-
Pemborosan energi karena setelan AC/HVAC dipaksa “super dingin” tanpa data yang jelas.
-
Tambahan beban kerja untuk investigasi deviasi dan pengulangan pengujian.
Di sinilah alat ukur suhu dan kelembaban yang ringkas, hemat daya, dan cukup akurat menjadi penting. Bukan untuk menggantikan sistem monitoring permanen, tetapi sebagai “alat inspeksi cepat” yang bisa dibawa siapa saja, kapan saja, untuk memverifikasi apakah lingkungan kerja masih dalam rentang yang dapat diterima.
PCE-PTH 10 hadir tepat di ruang kebutuhan itu: sebagai thermo-hygrometer saku yang sederhana namun fungsional untuk inspeksi rutin di laboratorium, ruang penyimpanan, hingga area produksi kecil.
Prinsip Kerja Thermo-Hygrometer Digital PCE-PTH 10
PCE-PTH 10 adalah kombinasi termometer dan hygrometer digital. Di dalam bodinya yang kecil terdapat dua elemen sensor:
-
Sensor suhu yang membaca perubahan temperatur udara.
-
Sensor kelembaban yang merespons kadar uap air di udara, lalu mengubahnya menjadi nilai kelembaban relatif (%RH).
Secara sederhana, sensor-sensor ini bekerja dengan prinsip perubahan sifat material ketika dipengaruhi suhu dan kelembaban. Perubahan itu diterjemahkan menjadi sinyal listrik kecil oleh rangkaian elektronik, lalu dikonversi menjadi angka yang muncul di layar LC (liquid crystal). Prosesnya berlangsung otomatis dan berkala, sehingga pengguna tinggal mengarahkan alat ke area yang ingin diukur dan membaca angka yang stabil di layar.
Mengapa teknologi thermo-hygrometer digital seperti ini penting dalam jangka panjang?
-
Konsistensi pengukuran
Berbeda dengan termometer analog murah atau hygrometer mekanis, alat digital yang baik dirancang dengan toleransi dan akurasi yang jelas. PCE-PTH 10, misalnya, punya rentang dan akurasi yang tersedia dalam angka terukur, sehingga tim QA/QC dapat menyusun SOP berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan. -
Respon cepat untuk inspeksi spot-check
Dengan laju pengukuran sekitar setiap 10 detik, pengguna bisa mengamati perubahan suhu/kelembaban saat berpindah lokasi—misalnya dari rak paling bawah ke rak paling atas atau dari area dekat pintu ke area tengah ruangan. -
Pendamping sistem monitoring permanen
Di fasilitas yang sudah punya logger atau sistem BMS/HVAC terintegrasi, thermo-hygrometer portable seperti PCE-PTH 10 membantu melakukan verifikasi di lapangan (cross-check). Misalnya, apakah suhu yang terbaca di panel sistem sama dengan kondisi aktual di rak penyimpanan obat. -
Pemahaman proses yang lebih baik
Untuk teaching lab, penelitian kampus, atau plant kecil, penggunaan thermo-hygrometer digital membantu mahasiswa dan operator memahami bagaimana perubahan suhu dan kelembaban memengaruhi proses—dari pengeringan bahan pangan, inkubasi mikroba, hingga kenyamanan kerja operator.
Dibandingkan mengandalkan “rasa dingin/panas” manusia atau alat analog tanpa spesifikasi jelas, pendekatan dengan thermo-hygrometer digital memberikan dasar teknis yang lebih kuat untuk pengambilan keputusan operasional, validasi, dan audit.
Mengapa PCE-PTH 10 Menarik bagi QA/QC, Lab, dan Ruang Penyimpanan
Secara garis besar, PCE-PTH 10 adalah air humidity meter kompak yang dirancang untuk orienting measurement, yaitu pengukuran orientatif atau pemeriksaan awal. Artinya, alat ini sangat cocok sebagai alat inspeksi harian, bukan sebagai data logger 24 jam.
Beberapa hal yang membuat PCE-PTH 10 menarik dibanding banyak produk sekelas:
-
Rentang suhu dan kelembaban yang relevan untuk aplikasi umum
-
Suhu: -10 hingga 50 °C
-
Kelembaban: 20 hingga 90 %RH
Rentang ini mencakup sebagian besar kondisi ruangan, gudang, ruang ber-AC, hingga beberapa ruang produksi yang tidak terlalu ekstrem. Untuk teaching lab atau QA pabrik F&B, ini sudah sangat memadai.
-
-
Ukuran mini, benar-benar saku
Dengan dimensi hanya sekitar 138 × 27 × 19 mm dan berat sekitar 40 g, alat ini bisa disimpan di saku jas lab, pouch teknisi, atau tas kecil operator. Hal ini meningkatkan kemungkinan dipakai secara rutin, bukan hanya dipajang di laci. -
Fungsi MIN/MAX built-in
Mode MIN/MAX membantu pengguna mengamati nilai suhu atau kelembaban terendah dan tertinggi yang tercapai selama periode pengukuran. Fitur ini berguna saat pendataan singkat selama inspeksi—misalnya ketika teknisi mengitari ruang produksi selama beberapa menit. -
Konsumsi daya sangat rendah
Dengan konsumsi daya kurang dari 10 µA dan hanya menggunakan 1 baterai kancing 1,5 V tipe LR44, PCE-PTH 10 dirancang untuk masa pakai baterai panjang. Ini penting untuk alat portable yang sering dibiarkan di tas atau laci tetapi sewaktu-waktu dibutuhkan. -
Desain fungsi seperlunya, tanpa kompleksitas
Banyak pengguna lapangan lebih menyukai alat simpel tanpa menu yang berlapis-lapis. PCE-PTH 10 menawarkan display LC, pilihan satuan °C/°F, dan mode normal plus MIN/MAX—cukup untuk inspeksi cepat tanpa kurva belajar yang rumit.
Kombinasi faktor ini menjadikan PCE-PTH 10 menarik bagi:
-
QA/QC di industri F&B dan farmasi yang butuh alat inspeksi ruangan, cold room kecil, atau area packaging.
-
Laboratorium riset dan teaching lab yang memerlukan thermo-hygrometer praktis untuk praktikum fisika, kimia, biologi, atau lingkungan.
-
Teknisi HVAC dan pengolahan udara yang ingin melakukan spot-check kelembaban di area tertentu tanpa membawa instrumen besar.
Desain dan Ergonomi: Kecil, Ringkas, dan Hemat Daya
Secara fisik, PCE-PTH 10 mengusung desain stick atau pena yang memanjang, dengan sensor di bagian atas dan layar LC di bagian depan bodi. Walau detail material casing tidak dijelaskan, dari kategori produknya dapat diasumsikan menggunakan plastik industri yang ringan namun cukup kokoh untuk penggunaan harian di indoor.
Beberapa poin penting dari sisi desain:
-
Dimensi: 138 × 27 × 19 mm
-
Berat: 40 g
-
Bentuk: memanjang, mudah digenggam dengan satu tangan
-
Sensor: terintegrasi di bodi, tidak menggunakan probe kabel terpisah
Bentuk yang ramping memudahkan pengguna menyelipkannya di saku atau pouch peralatan. Dalam praktik di lapangan, desain seperti ini membuat inspeksi terasa sama mudahnya dengan membawa bolpoin—sehingga teknisi lebih terdorong untuk menggunakannya secara rutin.
Untuk catu daya, PCE-PTH 10 menggunakan:
-
Satu baterai kancing 1,5 V tipe LR44
-
Konsumsi daya: < 10 µA
Konsumsi daya yang sangat rendah ini berarti baterai dapat bertahan lama, terutama karena alat ini biasanya hanya digunakan beberapa menit hingga puluhan menit per hari. Pengguna cukup memastikan ada baterai cadangan di laci laboratorium atau toolbox teknisi.
Batas lingkungan operasi yang direkomendasikan:
-
Suhu operasi: -10 hingga 50 °C
-
Kelembaban operasi: hingga <90 %RH, non-condensing
-
Suhu penyimpanan: -10 hingga 60 °C, <90 %RH non-condensing
Artinya, alat ini ideal untuk penggunaan indoor atau area terlindung, bukan untuk dipakai di kondisi ekstrem yang sangat panas, sangat dingin, atau sangat lembap hingga berkondensasi. Untuk penggunaan di WTP/WWTP, akuakultur, atau area basah, alat sebaiknya tetap dijaga agar tidak langsung terkena air, aerosol kimia, atau uap agresif.
Informasi mengenai rating IP (misalnya IP54, IP65) tidak disebutkan, sehingga secara praktis pengguna sebaiknya menganggap alat ini tidak tahan percikan atau semprotan air. Gunakan di area kering atau sedikit lembap, jaga dari tumpahan air dan bahan kimia, serta hindari menyimpannya di lingkungan yang terus-menerus berkabut atau beruap.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
Antarmuka PCE-PTH 10 dirancang sesederhana mungkin. Layar LC di bagian depan menampilkan nilai suhu atau kelembaban yang sedang diukur, berikut unit yang digunakan. Meskipun ukuran layarnya kompak, angka ditampilkan cukup besar untuk dibaca dari jarak normal saat digenggam.
Dari sisi penggunaan:
-
Layar: LC display, menampilkan angka digital yang jelas.
-
Satuan: dapat dipilih antara °C dan °F.
-
Fungsi: mode pengukuran normal, serta fungsi MIN/MAX.
-
Laju pengukuran: sekitar satu nilai setiap 10 detik.
Alur penggunaan umumnya seperti ini:
-
Nyalakan alat (dengan tombol ON/OFF jika tersedia, atau otomatis saat tombol mode ditekan).
-
Pilih satuan suhu yang diinginkan (°C atau °F).
-
Arahkan alat di area yang ingin diukur dan tunggu beberapa detik hingga nilai stabil.
-
Jika ingin melihat nilai ekstrem, aktifkan mode MIN/MAX.
-
Setelah selesai, matikan alat untuk menghemat baterai.
Manual resmi PCE biasanya menjelaskan detail kombinasi tombol, tetapi dari sudut pandang pengguna, antarmukanya dapat digolongkan low learning curve: siapa pun yang pernah menggunakan termometer digital akan cepat memahami cara pakai PCE-PTH 10.
Fitur seperti backlight tidak disebutkan, sehingga untuk penggunaan di area yang kurang terang, pengguna mungkin perlu memastikan pencahayaan ruangan cukup atau menggunakan lampu tambahan saat membaca data.
Fitur auto-off (mati otomatis), memori data internal, ataupun kemampuan logging berkelanjutan tidak dicantumkan. Dengan demikian, PCE-PTH 10 paling tepat digunakan sebagai alat baca langsung (instant read), bukan sebagai data logger yang menyimpan ratusan data untuk diunduh.
Fitur Kunci yang Paling Berguna di Lapangan
Meski tampak sederhana, beberapa fitur PCE-PTH 10 justru sangat membantu dalam skenario industri dan laboratorium sehari-hari.
-
Pengukuran suhu dan kelembaban dalam satu alat
Di banyak inspeksi, teknisi sering harus membawa dua alat terpisah: termometer dan hygrometer. Dengan PCE-PTH 10, keduanya digabungkan sehingga:-
Lebih sedikit alat yang harus dibawa.
-
Data suhu dan kelembaban bisa dibaca berurutan dari titik yang sama.
-
Ideal untuk inspeksi cepat di rak bahan baku, ruang inkubasi, ataupun ruang penyimpanan reagen.
-
-
Fungsi MIN/MAX untuk mendeteksi fluktuasi singkat
Mode MIN/MAX membantu mendokumentasikan kondisi ekstrem yang mungkin terlewat jika hanya melihat angka sesaat. Misalnya:-
QA ingin memastikan ruang penyimpanan obat tidak pernah melewati 60 %RH selama jam kerja.
-
Operator menyalakan PCE-PTH 10 dan meletakkannya di titik kritis selama beberapa menit sambil melakukan pekerjaan lain, lalu melihat nilai MAX yang tercatat.
Dengan cara ini, PCE-PTH 10 berfungsi seperti “mata tambahan” yang menangkap lonjakan suhu/RH sementara.
-
-
Laju pengukuran periodik (sekitar 10 detik sekali)
Ini membantu saat pengguna berpindah lokasi. Misalnya, teknisi HVAC berjalan dari pintu menuju ujung ruangan sambil memegang alat. Setiap beberapa langkah, alat memperbarui bacaan sehingga perbedaan suhu/kelembaban antar titik bisa diamati. -
Ukuran dan berat yang mendorong kepatuhan SOP
SOP QA/QC sering kali terlihat rumit jika peralatannya besar atau berat. Ketika inspeksi hanya membutuhkan mengeluarkan “pena” PCE-PTH 10 dan menekan satu tombol, probabilitas SOP benar-benar dijalankan meningkat drastis. -
Konsumsi daya rendah, mengurangi risiko “baterai habis saat dibutuhkan”
Alat portable yang jarang dicek baterainya sering menjadi sumber frustrasi. Konsumsi daya <10 µA berarti PCE-PTH 10 dirancang agar baterai tahan lama, sehingga risiko alat mati mendadak saat audit atau inspeksi berkurang.
Semua fitur tersebut tidak bersifat kompleks, namun terasa sangat relevan untuk pekerjaan lapangan yang serba cepat dan kadang terbatas waktu.
Kontrol Eksternal dan Integrasi Sistem
Berbeda dengan beberapa thermo-hygrometer canggih yang menyediakan antarmuka USB atau Bluetooth untuk unduh data, PCE-PTH 10 tidak dirancang sebagai data logger berbasis PC. Tidak ada informasi mengenai:
-
Port komunikasi (USB, RS-232, Bluetooth, dll.)
-
Software pendukung untuk logging atau integrasi LIMS/SCADA.
Konsekuensi praktisnya:
-
Pencatatan data dilakukan secara manual: operator membaca angka di layar dan mencatatnya di form (kertas atau spreadsheet).
-
Untuk kebutuhan audit trail yang ketat (misalnya di farmasi berskala besar), PCE-PTH 10 lebih cocok sebagai alat verifikasi lapangan, sementara pencatatan utama tetap dilakukan oleh sistem monitoring permanen atau logger dengan memori internal.
Meski demikian, hal ini justru membuat PCE-PTH 10:
-
Lebih ekonomis dibanding instrumen dengan interface PC.
-
Minim kebutuhan konfigurasi dan pemeliharaan software.
Bagi fasilitas kecil, teaching lab, atau pabrik yang baru memulai program monitoring lingkungan, ketiadaan interface PC bukanlah masalah besar—selama pencatatan manual ditata dengan baik.
Spesifikasi PCE-PTH 10
| Parameter | Nilai / Rentang |
|---|---|
| Tipe alat | Air Humidity Meter / Thermo-Hygrometer digital |
| Rentang ukur suhu | -10 hingga 50 °C (14 hingga 122 °F) |
| Resolusi suhu | 0,1 °C |
| Akurasi suhu | ±1,0 °C |
| Rentang ukur kelembaban | 20 hingga 90 %RH |
| Resolusi kelembaban | 1 %RH |
| Akurasi kelembaban | ±15 %RH |
| Satuan | °C, °F |
| Fungsi utama | Mode normal, fungsi MIN/MAX |
| Laju pengukuran | Satu nilai setiap ±10 detik |
| Display | LC display |
| Catu daya | 1 × baterai 1,5 V tipe LR44 |
| Konsumsi daya | <10 µA |
| Kondisi operasi | -10 hingga 50 °C, <90 %RH non-condensing |
| Kondisi penyimpanan | -10 hingga 60 °C, <90 %RH non-condensing |
| Dimensi | 138 × 27 × 19 mm (± 5,4 × 1,0 × 0,7 inci) |
| Berat | ±40 g (1,4 oz) |
| Ruang lingkup penggunaan | Pengukuran orientatif suhu & kelembaban udara |
| Paket standar (delivery scope) | 1 × PCE-PTH 10, 1 × baterai LR44, 1 × manual |
Bagi pengguna baru, angka-angka di atas bisa dibaca sebagai berikut:
-
Rentang suhu -10…50 °C menutupi hampir semua kondisi ruangan ber-AC, gudang, ruang produksi biasa, hingga beberapa ruang dingin ringan.
-
Rentang kelembaban 20…90 %RH mencakup kondisi udara sangat kering sampai sangat lembap sebelum titik kondensasi.
-
Resolusi 0,1 °C dan 1 %RH berarti perubahan kecil pada suhu dan kelembaban masih bisa terlihat di layar, walau akurasinya tentu mengikuti angka toleransi yang tercantum.
-
Akurasi ±1 °C cukup untuk inspeksi harian dan verifikasi orientatif; untuk kalibrasi standar primer mungkin tetap diperlukan alat referensi dengan spesifikasi lebih ketat.
Panduan Memilih Aplikasi dan Komponen Tambahan
Walaupun PCE-PTH 10 tidak memakai “electrode” atau sensor yang bisa diganti seperti meter konduktivitas, tetap ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika menentukan apakah alat ini cocok untuk aplikasi Anda.
Rentang Suhu/Kelembaban dan Contoh Aplikasi
| Rentang Kondisi | Contoh Aplikasi | Catatan Penggunaan |
|---|---|---|
| 20–25 °C, 40–60 %RH | Ruang laboratorium umum, teaching lab | Ideal untuk verifikasi kenyamanan & stabilitas |
| 18–25 °C, 45–60 %RH | Gudang farmasi, ruang penyimpanan obat | Cocok untuk inspeksi rutin rak dan area pintu |
| 15–20 °C, 50–70 %RH | Penyimpanan bahan baku pangan kering | Membantu meminimalkan penggumpalan & jamur |
| 22–28 °C, 50–80 %RH | Area produksi minuman & dairy | Spot-check dekat mesin, namun hindari percikan |
| 20–30 °C, 60–85 %RH | Ruang kultur tertentu, ruang inkubasi ventilatif | Pastikan tidak ada kondensasi langsung di sensor |
Aksesori yang Disarankan
-
Baterai cadangan 1,5 V tipe LR44.
-
Pouch atau case kecil kedap debu untuk menyimpan alat ketika tidak digunakan.
-
Form inspeksi atau template Excel untuk pencatatan manual suhu/kelembaban.
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pengukuran
-
Jarak waktu stabilisasi: setelah berpindah dari satu titik ke titik lain, biarkan alat beberapa detik hingga nilai stabil.
-
Udara bergerak: dekat pintu yang sering dibuka atau dekat blower AC, bacaan bisa berfluktuasi cukup cepat.
-
Kondensasi: hindari penggunaan di area dengan kabut air atau kondensasi; tetesan air dapat merusak sensor atau mempengaruhi bacaan.
-
Perbedaan ketinggian: di rak tinggi vs rak rendah, nilai bisa berbeda. Untuk audit, catat lokasi pengukuran dengan jelas.
Studi Kasus Penggunaan Produk
Studi Kasus 1 – Gudang Bahan Baku Farmasi Meminimalkan Deviasi Penyimpanan
Sebuah perusahaan farmasi lokal memiliki gudang bahan baku yang dipersyaratkan berada pada rentang 20–25 °C dan 45–60 %RH. Mereka sudah memiliki sistem HVAC, tetapi tidak ada sensor kelembaban di dekat rak tertentu yang dekat dengan pintu loading. Beberapa kali, QA menemukan karton kemasan sedikit lembek dan label mulai berkerut.
Solusi awal adalah memasang thermo-hygrometer permanen, namun butuh waktu dan anggaran. Sambil menunggu, tim QA memutuskan melakukan inspeksi mingguan menggunakan PCE-PTH 10.
Langkah yang dilakukan:
-
QA membuat peta titik pengukuran di gudang: dekat pintu, tengah rak, dan ujung rak.
-
Setiap minggu, petugas berjalan mengikuti rute yang sama sambil membawa PCE-PTH 10, mencatat suhu dan kelembaban di setiap titik.
-
Dengan fungsi MIN/MAX, mereka dapat melihat apakah selama beberapa menit inspeksi ada nilai maksimum kelembaban yang melewati 60 %RH.
Hasilnya, terlihat pola bahwa area dekat pintu sering mencapai 70 %RH pada jam-jam tertentu, terutama setelah aktivitas loading intensif. Data dari PCE-PTH 10 menjadi dasar untuk:
-
Mengusulkan pemasangan tirai udara pada pintu.
-
Mengubah tata letak, sehingga bahan yang paling sensitif terhadap kelembaban tidak ditempatkan di rak paling dekat pintu.
Setelah beberapa bulan, keluhan kemasan lembek berkurang, dan penyimpangan terkait kelembaban di CAPA QA menurun signifikan.
Studi Kasus 2 – Teaching Lab Lingkungan Mengajarkan Pengaruh Kelembaban
Di sebuah universitas, teaching lab untuk mata kuliah lingkungan ingin memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa tentang pengukuran suhu dan kelembaban. Anggaran untuk peralatan canggih terbatas, sehingga mereka memilih beberapa unit PCE-PTH 10 sebagai alat praktikum.
Dalam satu sesi praktikum, mahasiswa diminta:
-
Membandingkan suhu dan kelembaban di tiga lokasi: dalam ruang kelas, koridor luar, dan ruang penyimpanan alat yang sempit.
-
Mencatat perubahan nilai yang terbaca di PCE-PTH 10 setiap 10–20 detik saat berpindah tempat.
-
Menghubungkan hasil pengukuran dengan konsep kenyamanan termal dan potensi tumbuhnya jamur di ruangan lembap.
Dengan alat yang ringan dan mudah dibawa, praktikum menjadi lebih interaktif. Mahasiswa memperoleh gambaran nyata bahwa:
-
Ruangan dengan AC teratur dan ventilasi baik memiliki rentang RH yang relatif stabil.
-
Ruang sempit tanpa ventilasi memiliki RH tinggi yang berpotensi menyebabkan jamur dan korosi.
PCE-PTH 10 berperan sebagai alat edukasi yang terjangkau namun cukup akurat untuk demonstrasi konsep.
Cara Menggunakan PCE-PTH 10 Langkah demi Langkah
Misalkan di pendahuluan kita membahas masalah fluktuasi suhu dan kelembaban di gudang bahan baku pabrik minuman. Berikut panduan praktis penggunaan PCE-PTH 10 untuk inspeksi rutin:
-
Siapkan alat dan form pencatatan
Pastikan baterai terpasang dan layar menyala normal. Siapkan form inspeksi yang memuat kolom tanggal, waktu, lokasi titik ukur, suhu, dan kelembaban. -
Tentukan titik pengukuran
Bersama QA, gambarkan peta gudang dan tentukan beberapa titik kritis, misalnya:-
Dekat pintu masuk/keluar barang.
-
Tengah ruangan, di antara rak bahan baku.
-
Rak paling atas dan paling bawah.
-
Dekat dinding yang bersebelahan dengan area luar.
-
-
Nyalakan alat dan pilih satuan
Hidupkan PCE-PTH 10 dan pastikan satuan suhu yang digunakan (biasanya °C) sesuai dengan SOP. Jika perlu, ubah satuan sesuai petunjuk manual. -
Mulai dari titik pertama
Bawa alat ke titik pertama (misalnya dekat pintu). Pegang alat di ketinggian yang kurang lebih sama dengan posisi barang di rak. Biarkan beberapa detik hingga angka stabil di layar. -
Catat suhu dan kelembaban
Baca nilai suhu dan %RH, lalu catat di form inspeksi. Tulis juga waktu atau kode siklus inspeksi. -
Gunakan fungsi MIN/MAX bila diperlukan
Jika ingin memonitor fluktuasi selama beberapa menit di titik tertentu, aktifkan mode MAX. Biarkan alat di tempat itu sambil Anda melakukan tugas lain di sekitar area tersebut. Setelah beberapa waktu, kembali dan baca nilai MAX untuk melihat puncak suhu atau RH. -
Lanjutkan ke titik berikutnya
Ulangi langkah 4–6 di semua titik yang telah ditentukan. Usahakan rute yang diambil setiap kali inspeksi relatif sama agar data dapat dibandingkan dari waktu ke waktu. -
Matikan alat setelah selesai
Setelah seluruh titik diukur, matikan PCE-PTH 10 untuk menghemat baterai. Simpan kembali di pouch atau lokasi penyimpanan yang kering. -
Analisis data sederhana
QA dapat membuat grafik sederhana di spreadsheet: misalnya, perbandingan %RH di dekat pintu vs di tengah ruangan dari minggu ke minggu. Dari sini, tren peningkatan kelembaban atau fluktuasi ekstrem akan terlihat jelas. -
Tindak lanjut
Jika ada titik yang konsisten di luar rentang yang diizinkan, gunakan data dari PCE-PTH 10 sebagai dasar diskusi dengan tim produksi atau engineering untuk mengatur ulang setelan AC/HVAC, menambah ventilasi, atau mengubah tata letak barang.
Dengan langkah-langkah sederhana ini, gudang yang semula “mengandalkan rasa dan kebiasaan” dapat mulai dikelola berbasis data suhu dan kelembaban yang terukur.
Kesimpulan dan Rekomendasi
PCE-PTH 10 adalah thermo-hygrometer saku yang dirancang untuk pengukuran orientatif suhu dan kelembaban di ruang laboratorium, gudang, dan area produksi ringan. Keunggulan utamanya:
-
Desain sangat kompak dan ringan, mudah dibawa dan disimpan.
-
Rentang suhu -10…50 °C dan kelembaban 20…90 %RH yang sesuai dengan sebagian besar kondisi ruangan industri dan laboratorium.
-
Fungsi MIN/MAX dan laju pembacaan periodik sekitar setiap 10 detik yang membantu memantau fluktuasi.
-
Konsumsi daya sangat rendah dengan hanya satu baterai LR44, meminimalkan perawatan.
Alat ini paling cocok untuk:
-
QA/QC di F&B, farmasi, kosmetik, dan industri proses yang membutuhkan inspeksi cepat lingkungan ruangan.
-
Laboratorium pendidikan dan riset yang memerlukan thermo-hygrometer sederhana untuk praktikum dan eksperimen.
-
Teknisi HVAC dan pengelola fasilitas yang membutuhkan verifikasi lapangan di berbagai titik ruangan.
Untuk kebutuhan logging jangka panjang dengan integrasi ke PC atau sistem LIMS, pengguna mungkin perlu mempertimbangkan model lain yang dilengkapi memori internal dan antarmuka komunikasi. Namun sebagai alat inspeksi harian, PCE-PTH 10 menawarkan kombinasi kepraktisan, spesifikasi memadai, dan portabilitas yang sulit diabaikan.
FAQ Singkat
1. Apakah PCE-PTH 10 cocok untuk monitoring 24 jam di cold room?
PCE-PTH 10 lebih cocok sebagai alat inspeksi sesekali daripada logger 24 jam, karena tidak memiliki memori internal dan interface data. Untuk monitoring berkelanjutan, gunakan data logger khusus dan jadikan PCE-PTH 10 sebagai alat verifikasi lapangan.
2. Seberapa sering baterai LR44 perlu diganti?
Dengan konsumsi daya <10 µA dan pemakaian harian yang wajar (misalnya beberapa puluh menit per hari), baterai biasanya bertahan cukup lama. Praktik yang baik adalah menjadwalkan pemeriksaan atau penggantian baterai secara berkala, misalnya setiap beberapa bulan, dan selalu menyimpan baterai cadangan.
3. Bisakah PCE-PTH 10 dipakai di area WTP/WWTP yang lembap?
Bisa, selama alat digunakan di area yang relatif kering atau terlindung dari percikan langsung dan kondensasi. Ingat bahwa batas operasi kelembaban adalah <90 %RH non-condensing dan tidak ada informasi rating IP, jadi lindungi alat dari air dan uap korosif.
4. Apakah PCE-PTH 10 bisa dikalibrasi ulang?
Secara prinsip, thermo-hygrometer digital dapat dikalibrasi melalui laboratorium kalibrasi yang kompeten. Pengguna dapat mengirim alat ke lab kalibrasi yang biasa menangani instrumen suhu/kelembaban dan mengikuti prosedur yang disarankan.
5. Apakah alat ini dapat menyimpan beberapa hasil pengukuran?
PCE-PTH 10 tidak disebut memiliki memori internal untuk menyimpan banyak data. Pengukuran sebaiknya dicatat manual ke form atau spreadsheet setiap kali inspeksi.
6. Apakah PCE-PTH 10 memiliki backlight?
Informasi mengenai backlight tidak disebutkan. Untuk penggunaan di area redup, lebih aman mengasumsikan bahwa layar tidak memiliki lampu latar dan menyiapkan pencahayaan tambahan saat membaca angka.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami bahwa pengendalian suhu dan kelembaban adalah bagian penting dari mutu produk dan keandalan hasil uji. Kami melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti Air Humidity Meter PCE-PTH 10 dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda menjaga stabilitas lingkungan penyimpanan, meningkatkan konsistensi proses, dan memenuhi standar regulasi.
Jika Anda ingin meningkatkan pengawasan kondisi ruangan di laboratorium, gudang bahan baku, atau area produksi, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami. Tim kami siap membantu memilih solusi instrumen yang paling sesuai dengan proses, anggaran, dan target mutu Anda.
Rekomendasi Humidity Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
Referensi
-
Sari, Y. W., Rahadiyanti, M., & Atmaka, D. R. (2021). Evaluasi Suhu dan Kelembapan Ruang Pengolahan dan Ruang Distribusi Instalasi Gizi di RSUD Kabupaten Sidoarjo. Amerta Nutrition, 5(1), 68–74. Retrieved from https://e-journal.unair.ac.id/AMNT/article/view/20429
-
Fachruri, M., Muhidong, J., & Sapsal, M. T. (2019). Analysis of the Effect of Temperature and Humidity of Room on Rice Seed Water Content in PT. Sang Hyang Seri (Persero). Jurnal Agritechno, 12(2), 131–137. Retrieved from https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/221


















