Teknisi laboratorium Indonesia memantau kualitas udara dengan monitor PM2.5 PCE-RCM 05 di meja kerja, layar menampilkan angka dan ikon kualitas udara.

PCE-RCM 05: Monitor PM2.5 portabel untuk pantau kualitas udara kerja

Daftar Isi

Bayangkan sebuah ruang laboratorium uji mikrobiologi yang sibuk. Tim menyiapkan media kultur, sementara di ruang sebelah ada pekerjaan finishing yang berpotensi menghasilkan debu halus. Tanpa disadari, partikel mikro (PM2.5) perlahan masuk ke area sensitif. Hasil uji mulai tidak konsisten: ada kontaminasi silang dan beberapa reagen berubah sifat karena kelembapan ruang yang naik. Situasi seperti ini tidak hanya mengganggu mutu data, tetapi juga berisiko pada kesehatan pekerja yang terpapar partikel halus dalam jangka panjang.

Solusinya adalah pemantauan kontinu terhadap konsentrasi partikel halus PM2.5, suhu, dan kelembapan secara langsung di lokasi kerja. Dengan mengetahui tren paparan secara real time, tim bisa menyalakan ventilasi, memakai respirator, atau menghentikan proses tertentu sebelum ambang aman terlampaui.

Di sinilah PCE-RCM 05—sebuah aerosol measuring device/monitor PM2.5 portabel—berperan sebagai “indikator dini”. Alat ini menampilkan kadar PM2.5, suhu, dan kelembapan di layar yang mudah dibaca, lengkap dengan ikon kualitas udara dan lampu latar yang berubah menjadi merah saat alarm. Untuk laboratorium, industri proses, dan fasilitas riset, perangkat ini adalah cara praktis mengawasi kebersihan udara sehari-hari.

Mengenal teknologi pengukuran partikel halus

PCE-RCM 05 mengukur partikel halus PM2.5 (aerosol dengan diameter ≤2,5 µm) menggunakan modul sensor partikulat dengan prinsip hamburan cahaya (light scattering). Udara sekitar dihisap melewati ruang optik mini; partikel memantulkan cahaya dari sumber LED ke detektor. Intensitas hamburan berbanding dengan jumlah partikel pada rentang ukuran tertentu, lalu dikonversi menjadi konsentrasi massa dalam satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³). Selain itu, sensor suhu dan kelembapan internal memantau kondisi lingkungan yang turut memengaruhi kenyamanan dan proses.

Mengapa teknologi ini penting? PM2.5 mampu menembus hingga alveoli paru-paru dan berasosiasi dengan iritasi saluran napas, penurunan fungsi paru, hingga peningkatan risiko penyakit kardiovaskular jika paparannya kronis. Di industri dan laboratorium, partikel halus juga bisa mengganggu integritas proses—misalnya memicu cacat pada pengisian steril, memengaruhi kualitas permukaan saat pelapisan, atau memperburuk error analitik. Pemantauan berbasis sensor optik memberi data cepat tanpa perlu pengambilan sampel filter dan analisis gravimetri yang memakan waktu.

Dibandingkan metode konvensional seperti sampling gravimetri harian, pemantauan optik memberikan pembacaan langsung (near real time), mudah dipindahkan ke berbagai titik, dan membantu membuat keputusan operasional spontan—misalnya membuka exhaust atau menunda aktivitas yang berdebu. Meski untuk kepatuhan regulasi jangka panjang metode referensi tetap diperlukan, sensor optik seperti PCE-RCM 05 sangat efektif sebagai pemantau harian dan alat pendamping audit internal.

Mengenalkan produk PCE-RCM 05 secara spesifik

PCE-RCM 05 adalah alat ukur aerosol portabel yang menampilkan tiga parameter sekaligus: PM2.5, suhu, dan kelembapan. Rentang pengukuran PM2.5-nya 0–500 µg/m³ dengan resolusi 1 µg/m³. Layar LC-nya menyala putih saat kondisi normal dan otomatis berubah merah ketika alarm—membuat perubahan kualitas udara dapat dilihat sekilas dari kejauhan. Ikon/piktogram kualitas udara memudahkan interpretasi bagi operator yang tidak terbiasa dengan angka teknis.

Apa yang membuatnya menonjol dibanding alat sejenis di kelas portabel? Pertama, antarmuka yang sederhana namun informatif: angka besar, piktogram, indikator baterai empat tingkat, dan auto-off untuk menghemat daya. Kedua, paketnya praktis: baterai Li-ion isi ulang via micro-USB serta bobot ringan hanya 195 g. Ketiga, akurasi spesifik untuk PM2.5 telah dinyatakan secara rinci pada beberapa rentang, sehingga pengguna tahu ekspektasi ketidakpastian pada konsentrasi rendah maupun tinggi. Kombinasi tersebut menjadikan PCE-RCM 05 cocok sebagai alat inspeksi harian di ruang kerja, teaching lab, hingga area pra-produksi.

Desain dan ergonomi

Secara fisik, PCE-RCM 05 hadir dalam bodi portabel berukuran 75 × 55 × 130 mm dan berat sekitar 195 g—kurang dari satu pon. Dimensi ringkas ini membuatnya mudah diletakkan di meja kerja, rak proses, atau dibawa berpindah antar ruang. Layout tombolnya minimalis: kontrol dasar untuk menyalakan alat dan menavigasi tampilan. Udara masuk melalui jalur ventilasi di bodi yang dirancang untuk aliran sensor, sementara layar berada di bagian depan dengan angka besar sehingga terbaca dari berbagai sudut.

Catu dayanya menggunakan baterai Li-ion 3,7 V yang dapat diisi ulang melalui port micro-USB. Untuk pemantauan lapangan, pengguna dapat membawa power bank agar dapat beroperasi lebih lama. Fitur auto-off setelah 2 jam membantu mencegah baterai habis ketika alat lupa dimatikan. Indikator baterai empat tingkat menampilkan sisa daya sehingga waktu pengisian bisa direncanakan.

Batas lingkungan operasinya 0–50 °C dan 0–85% RH. Untuk penyimpanan jangka panjang, rentangnya −20 hingga 60 °C dan 0–95% RH. Informasi peringkat IP tidak dinyatakan pada spesifikasi pabrikan; artinya pengguna sebaiknya mengoperasikan alat pada lingkungan indoor yang kering, menghindari cipratan air atau paparan debu pekat berkelanjutan. Jika digunakan di area berdebu, letakkan di lokasi representatif namun terlindung dari aliran partikulat langsung yang ekstrem agar pembacaan lebih stabil.

Antarmuka dan pengalaman pengguna

Layar LC dengan lampu latar putih menampilkan parameter utama PM2.5, suhu (°C/°F), dan kelembapan (%RH) secara bersamaan. Ketika ambang alarm terlampaui, backlight berubah merah sehingga memicu respon cepat tanpa harus menatap angka lama-lama. Piktogram kualitas udara—misalnya “baik/sedang/buruk”—membantu tim non-teknis memahami situasi.

Navigasi menu bersifat sederhana, fokus pada tampilan pembacaan. Tombol-tombol yang tersedia cukup untuk menyalakan/mematikan, men-switch tampilan unit suhu, dan mengonfirmasi fungsi dasar. Fitur kualitas hidup lain termasuk auto-off setelah 2 jam non-aktif dan indikator baterai yang jelas. Berdasarkan informasi resmi, tidak disebutkan adanya memori data internal, fungsi hold otomatis, ataupun ekspor data; sehingga PCE-RCM 05 lebih tepat diposisikan sebagai monitor inspeksi cepat ketimbang data logger jangka panjang.

Fitur-fitur unggulan yang relevan di lapangan

  1. Alarm visual melalui backlight merah
    Saat konsentrasi PM2.5 melewati ambang pengaturan (ambang alarm disediakan oleh pabrikan sebagai bagian dari mode alarm), layar menyala merah. Ini mengurangi risiko salah baca, karena sinyal visual lebih cepat dipahami saat operator sedang fokus pada pekerjaan lain.

  2. Piktogram kualitas udara
    Ikon status membantu menerjemahkan angka konsentrasi menjadi kategori sederhana. Untuk area produksi makanan/minuman atau ruang QC, operator baru pun bisa mengambil tindakan sesuai SOP tanpa harus menafsirkan µg/m³ secara mendalam.

  3. Indikator baterai empat tingkat + auto-off
    Memudahkan perencanaan pengisian dan mencegah alat mati mendadak. Auto-off setelah 2 jam menjaga umur baterai dan menghindari kehabisan daya ketika perangkat tidak digunakan.

  4. Pengukuran multi-parameter
    Selain PM2.5, alat menampilkan suhu dan kelembapan. Kombinasi parameter ini penting: kelembapan tinggi dapat memengaruhi kenyamanan dan beberapa proses produksi (misalnya pengemasan kering, formulasi serbuk), sementara suhu memengaruhi dinamika aerosol.

Kontrol eksternal dan integrasi sistem

Berdasarkan spesifikasi pabrikan, PCE-RCM 05 tidak menyediakan transfer data ke PC (misalnya melalui USB/Software) dan tidak disebutkan format ekspor. Dengan demikian, integrasi ke Excel/LIMS atau dashboard real-time tidak menjadi fokus perangkat ini. Workflow yang direkomendasikan adalah:

  • Membaca nilai dan ikon kualitas udara secara langsung di lokasi.

  • Mencatat manual di lembar inspeksi atau aplikasi catatan internal.

  • Menggunakan perangkat logger terpisah jika tren jangka panjang dan analisis statistik diperlukan.

Pendekatan ini tetap berguna untuk inspeksi cepat, audit 5S/SHE harian, dan pengambilan keputusan operasional secara segera.

Spesifikasi teknis lengkap

Parameter Nilai
Rentang ukur PM2.5 0 … 500 µg/m³
Resolusi PM2.5 1 µg/m³
Akurasi PM2.5 <100 µg/m³: ±(10 µg/m³ + 10 digit); <400 µg/m³: ±(10 µg/m³ + 30 digit); >400 µg/m³: ±(10 µg/m³ + 50 digit)
Rentang suhu −10 … 50 °C (14 … 122 °F)
Resolusi suhu 0,1 °C (0,18 °F)
Akurasi suhu ±1 °C (±1,8 °F)
Rentang kelembapan 0 … 99% RH
Resolusi kelembapan 1% RH
Akurasi kelembapan 30 … 80% RH: ±5% RH
Layar LC display, backlight putih (normal)
Indikasi alarm Backlight merah (alarm)
Indikator baterai Empat tingkat
Auto-shutdown Setelah 2 jam
Catu daya Baterai Li-ion 3,7 V, isi ulang
Pengisian Micro-USB
Kondisi operasi 0 … 50 °C; 0 … 85% RH
Kondisi penyimpanan −20 … 60 °C; 0 … 95% RH
Dimensi 75 × 55 × 130 mm
Berat 195 g (<1 lb)
Paket pengiriman Unit PCE-RCM 05, kabel micro-USB, manual pengguna

Penjelasan awam: angka “resolusi 1 µg/m³” berarti setiap kenaikan satuan pada layar mewakili perubahan sekecil 1 mikrogram partikel per meter kubik udara. Akurasi dinyatakan bertingkat—semakin tinggi konsentrasi, ketidakpastian bertambah. Misalnya pada 80 µg/m³, ketidakpastian tipikal sekitar ±10 µg/m³ (ditambah “10 digit” sebagai istilah deviasi tampilan). Untuk pemantauan harian, pola naik-turunnya nilai dan sinyal alarm visual sudah sangat membantu menentukan tindakan cepat.

Panduan memilih komponen tambahan dan skenario aplikasi

Walau PCE-RCM 05 tidak memerlukan probe eksternal, beberapa pilihan aksesori dan pengaturan ambang bisa membantu adaptasi di berbagai industri.

Rekomendasi ambang PM2.5 (contoh internal untuk tindakan operasional)

Lingkungan Ambang tindakan cepat (contoh internal) Contoh tindakan
Lab QA/QC & teaching lab 35–55 µg/m³ Nyalakan exhaust/HEPA portable, batasi aktivitas berdebu
Produksi F&B/kemas kering 25–35 µg/m³ Perketat kebersihan, cek pintu/curtain udara
Plating/galvanis & kimia 55–100 µg/m³ Gunakan respirator, tingkatkan ventilasi proses
Kantor/ruang umum pabrik 25–55 µg/m³ Tutup akses dari area berdebu, optimasi AC/filtrasi

Catatan: ambang di atas untuk keperluan operasional internal, bukan pedoman regulasi. Ikuti ketentuan lokal dan standar K3 yang berlaku.

Aksesori yang bermanfaat

  • Dudukan/meja kecil yang stabil untuk penempatan tetap.

  • Power bank untuk pengoperasian mobil.

  • Kotak pelindung/soft case saat berpindah lokasi.

  • Stiker SOP/lembar log di dekat alat untuk pencatatan manual.

Faktor yang memengaruhi hasil pembacaan

  • Aliran udara lokal (draft kuat bisa memunculkan lonjakan sesaat).

  • Aktivitas manusia/mesin di sekitar sensor.

  • Kelembapan tinggi dapat memengaruhi dinamika aerosol higroskopis.

  • Jarak dari sumber debu; tempatkan di area representatif, bukan tepat di depan sumber.

Panduan penggunaan langkah demi langkah

Contoh skenario: teaching lab mikrobiologi di kampus akan melakukan praktikum plating yang sensitif kontaminasi. Laboran ingin memastikan kualitas udara ruang praktikum terkendali sebelum mahasiswa masuk.

  1. Persiapan
    Isi ulang PCE-RCM 05 melalui micro-USB sampai indikator baterai penuh. Siapkan lembar pencatatan tanggal, waktu, dan lokasi yang akan dipantau.

  2. Penempatan
    Letakkan alat pada meja sentral setinggi pernapasan duduk (±1,2–1,5 m dari lantai). Jauhkan 1–2 m dari pintu masuk atau exhaust agar tidak bias aliran langsung.

  3. Pemanasan singkat
    Nyalakan perangkat dan biarkan berjalan 3–5 menit untuk stabilisasi internal. Amati indikator backlight putih.

  4. Pembacaan awal
    Catat nilai PM2.5, suhu, dan RH. Jika piktogram menunjukkan kualitas udara “baik”, lanjutkan ke langkah berikutnya. Bila mendekati ambang internal (misalnya >35 µg/m³), aktifkan purifikasi atau ventilasi tambahan.

  5. Selama kegiatan
    Lakukan observasi periodik setiap 15–30 menit. Jika backlight berubah merah, hentikan sementara aktivitas yang berdebu (misal membuka banyak media), nyalakan exhaust, atau kurangi jumlah orang di ruangan.

  6. Setelah kegiatan
    Catat nilai akhir dan durasi pemantauan. Matikan perangkat; jika terlupa, auto-off akan mematikan setelah 2 jam untuk menghemat baterai.

  7. Tindak lanjut
    Gunakan catatan tren harian untuk mengevaluasi kebutuhan perbaikan ventilasi atau perubahan SOP kebersihan. Bila diperlukan pengumpulan data berjam-jam, gunakan logger PM yang memang memiliki memori/ekspor data.

Kesimpulan dan rekomendasi

PCE-RCM 05 adalah monitor PM2.5 portabel yang praktis untuk inspeksi harian kualitas udara. Nilai tambahnya terletak pada antarmuka yang mudah dipahami (piktogram + backlight merah untuk alarm), pengukuran multi-parameter (PM2.5, suhu, RH), bobot ringan, serta baterai isi ulang micro-USB. Meski tidak menyediakan pencatatan data otomatis atau koneksi ke PC, alat ini sangat efektif untuk tindakan segera di lingkungan kerja—mulai dari lab QA/QC, teaching lab, fasilitas F&B, hingga area proses kimia yang ingin memantau paparan debu halus.

Siapa yang paling diuntungkan?

  • Laboratorium dan kampus yang memerlukan indikator cepat sebelum praktikum atau pengujian sensitif.

  • Pabrik F&B dan farmasi yang ingin menjaga area kering/kemas dari partikel berlebih.

  • Area proses/kimia dan workshop ringan yang membutuhkan alarm visual sederhana untuk paparan partikel.

Jika kebutuhan Anda mencakup logging jangka panjang dan integrasi LIMS, pertimbangkan penggunaan alat yang dilengkapi memori dan antarmuka PC. Namun untuk inspeksi operasional cepat dan edukasi, PCE-RCM 05 sudah tepat sasaran.

FAQ singkat

  1. Apakah PCE-RCM 05 bisa menyimpan data otomatis?
    Tidak disebutkan adanya memori internal atau data logging. Catat nilai secara manual atau gunakan alat logger khusus jika diperlukan.

  2. Bisakah alat ini digunakan di luar ruangan?
    Spesifikasi operasi 0–50 °C dan 0–85% RH cocok untuk indoor. Penggunaan outdoor sesaat mungkin, tetapi hindari paparan cuaca ekstrem/cipratan air karena rating IP tidak dinyatakan.

  3. Bagaimana cara pengisian daya?
    Menggunakan kabel micro-USB ke adaptor/power bank. Indikator baterai empat tingkat membantu memantau sisa daya.

  4. Apakah alat ini mengukur PM10 atau CO₂?
    PCE-RCM 05 secara spesifik menampilkan PM2.5, suhu, dan kelembapan. Parameter lain tidak disediakan.

  5. Seberapa akurat pembacaan di konsentrasi rendah?
    Pada <100 µg/m³, akurasi dinyatakan ±(10 µg/m³ + 10 digit). Untuk pemantauan kecenderungan harian, gunakan perubahan tren dan alarm visual sebagai panduan tindakan.

  6. Apakah ada alarm suara?
    Spesifikasi menekankan alarm visual (backlight merah). Alarm suara tidak disebutkan.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya water hardness meter dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti PCE RCM 05 dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kekerasan air, memastikan kontrol yang konsisten, dan memenuhi standar tertinggi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian hardness pada utilitas dan proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi Aerosol Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.