Di lapangan, banyak program efisiensi energi HVAC tersendat bukan karena kurangnya ide, tetapi karena data energi termal yang “abu-abu”. Chilled water dan hot water loop sering hanya dipantau dari parameter listrik (kW chiller, pompa, cooling tower), sementara energi termal aktual (kWth, kWhth/BTU) di sisi air tidak tervalidasi dengan baik. Akibatnya, perhitungan COP, kW/ton, delta-T, maupun heat balance antar beban menjadi asumtif. Saat commissioning atau energy audit, selisih kecil pada flow atau temperatur bisa menggeser angka penghematan secara signifikan—dan membuat keputusan teknis (setpoint, sequencing, balancing, bahkan klaim ESCO) sulit dipertanggungjawabkan.
Masalahnya, pemasangan heat meter in-line tidak selalu realistis. Shutdown, pemotongan pipa, risiko kebocoran, batasan ruang, hingga tekanan operasional membuat banyak fasilitas menunda pemasangan meter permanen. Di titik inilah alat ukur clamp-on berperan: memberi jalur pengukuran energi termal yang cepat, non-invasif, dan cukup presisi untuk verifikasi performa sistem—tanpa membongkar perpipaan dan tanpa mengganggu operasi.
Deskripsi Singkat PCE-TDS 200+ L
PCE-TDS 200+ L adalah ultrasonic flow meter portabel tipe clamp-on yang juga dapat melakukan pengukuran energi panas/BTU (heat output dan heat quantity) ketika dipadukan dengan dua sensor temperatur. Seri “200+” mengukur parameter aliran sekaligus parameter termal—mulai dari flow velocity, volume flow, volume, temperatur, heat output, hingga heat quantity.
Varian “L” mengacu pada sensor clamp-on untuk diameter pipa besar (DN 300 hingga DN 6000). Sensor dipasang dari luar pipa, memanfaatkan gel kopling ultrasonik, sehingga cocok untuk pekerjaan verifikasi cepat di jaringan chilled water/hot water, district cooling/heating, utilitas proses, atau jaringan pipa besar di fasilitas industri.
Keunggulan utamanya adalah pengukuran non-invasif dengan bantuan instalasi yang menampilkan kualitas sinyal dan memastikan jarak antar transduser tepat, sehingga teknisi dapat mencapai pemasangan yang rapi tanpa trial-and-error panjang.
Fungsi & Kegunaan Produk
Berangkat dari pertanyaan “Bisa dipakai buat apa?”, PCE-TDS 200+ L biasanya dipakai untuk tiga kelompok pekerjaan: pengukuran aliran, pengukuran energi termal, dan verifikasi performa sistem.
1) Jenis pengukuran yang bisa dilakukan
Flow velocity (kecepatan aliran) dan volume flow (debit), termasuk akumulasi volume.
Temperatur dua kanal dan selisih temperatur (delta-T) pada suplai–return.
Heat output (daya panas/dingin) dan heat quantity (energi panas/dingin terakumulasi), termasuk pencatatan biaya (cost) berbasis energi.
2) Kondisi penggunaan yang relevan di lapangan
Pengukuran pada pipa yang tidak bisa dibuka (operasi 24/7, area kritikal, ruang sempit).
Pipa besar (header chilled water, main line district cooling, utilitas proses) karena sensor L mendukung DN 300–6000.
Sistem yang memerlukan logging data untuk analisis tren (commissioning, M&V, investigasi delta-T syndrome).
3) Masalah yang diselesaikan
Validasi debit aktual tanpa memasang flow meter in-line.
Verifikasi kapasitas pendinginan/pemanasan aktual berbasis (flow × delta-T), bukan sekadar estimasi dari nameplate atau trend BMS.
Identifikasi cepat deviasi performa: misalnya delta-T terlalu kecil, flow berlebih, atau mismatch antara beban dan produksi.
Bidang / Industri Pengguna
HVAC & Building Services
Manajemen Energi Gedung (Energy Management System / EMS)
Building Management System (BMS) & Facility Management
Data Center & Critical Facilities
Industri Manufaktur & Proses (utility panas & pendingin)
District Cooling & District Heating
EPC MEP (Engineering, Procurement, Construction)
Commissioning, Testing & Balancing (TAB)
Energy Audit & Energy Service Company (ESCO)
Rumah Sakit & Fasilitas Kesehatan
Hotel, Mall, dan Gedung Komersial
Kawasan Industri & Industrial Estate
Keunggulan / Highlights
Clamp-on non-invasif: pengukuran tanpa memotong pipa dan tanpa mengganggu aliran (transduser dipasang di luar pipa dengan gel kopling).
Bantuan instalasi berbasis kualitas sinyal dan jarak sensor, membantu pemasangan lebih cepat dan konsisten.
Rentang kecepatan aliran ±32 m/s dengan resolusi 0,001 m/s.
Akurasi aliran yang dirancang untuk kebutuhan teknis lapangan (DN ≥50: ±1,5% rdg; DN <50: ±3,5% rdg pada v >0,3 m/s) dan repeatability ±0,5% rdg.
Mode pengukuran Z/V/N/W untuk menyesuaikan kondisi pipa dan kualitas sinyal.
Data logger internal 32 GB, hingga 100 record dengan maksimum 100.000 data point per record; cocok untuk trending commissioning dan M&V.
Ekspor data dan pengukuran online melalui USB.
Proteksi IP52 dan baterai LiPo internal dengan durasi operasi sekitar 8–10 jam (tergantung brightness).
Varian sensor L untuk pipa besar DN 300–6000, cocok untuk header utama dan trunk line utilitas.
Perbandingan & Posisi Produk
Pengukuran energi termal di sistem perpipaan umumnya dilakukan dengan dua pendekatan: meter permanen (in-line) atau pengukuran portabel (clamp-on). PCE-TDS 200+ L berada pada kategori portabel clamp-on yang menargetkan kebutuhan verifikasi cepat, investigasi performa, dan pengukuran sementara untuk pembuktian teknis.
Dibanding metode manual/konvensional
Metode manual biasanya mengandalkan:
Estimasi flow dari kurva pompa atau balancing valve
Pembacaan temperatur dari sensor BMS yang tidak selalu terkalibrasi
Perhitungan kapasitas dari data nameplate atau asumsi design
Pendekatan ini sering cukup untuk gambaran kasar, tetapi kurang kuat untuk keputusan optimasi, penetapan baseline, atau pembuktian saving. Dengan clamp-on ultrasonic dan sensor temperatur, Anda bisa membawa pengukuran ke level “terukur” di titik yang dibutuhkan, lalu logging untuk melihat pola, bukan snapshot.
Posisi dalam kategori alat sejenis
Dalam kelas flow/BTU meter portabel, PCE-TDS 200+ L menonjol untuk:
Kesiapan pengukuran heat output/heat quantity (seri 200+)
Dukungan pipa besar via sensor L DN 300–6000
Kapasitas logging internal yang besar untuk pekerjaan commissioning/M&V
Tabel ringkas perbandingan pendekatan
| Aspek | Metode manual (kurva pompa / estimasi) | Heat meter in-line permanen | Clamp-on BTU meter PCE-TDS 200+ L |
|---|---|---|---|
| Gangguan operasi | Tidak ada | Bisa perlu shutdown & pemotongan pipa | Minimal, pemasangan dari luar pipa |
| Akurasi flow di lapangan | Tergantung asumsi | Tinggi (jika terpasang benar) | Tinggi untuk verifikasi teknis, dengan repeatability ±0,5% rdg |
| Fleksibilitas titik ukur | Rendah | Rendah | Tinggi, berpindah titik sesuai kebutuhan |
| Cocok untuk pipa besar | Tergantung akses | Biaya/instalasi bisa berat | Sensor L mendukung DN 300–6000 |
| Logging commissioning | Biasanya manual | Tergantung sistem | Data logger 32 GB, hingga 100.000 point/record |
Spesifikasi Teknis
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Model | PCE-TDS 200 Series (fungsi BTU/energi termal pada PCE-TDS 200+) |
| Parameter terukur (PCE-TDS 200+) | Flow velocity, volume flow, volume, temperature, heat output, heat quantity |
| Rentang flow velocity | ±32 m/s |
| Resolusi flow velocity | 0,001 m/s |
| Akurasi flow | DN ≥50 mm: ±1,5% rdg (v >0,3 m/s); DN <50 mm: ±3,5% rdg (v >0,3 m/s) |
| Repeatability | ±0,5% rdg |
| Media | Semua cairan dengan impurity <5% |
| Metode pemasangan sensor | Z / V / N / W |
| Sensor L (untuk pipa besar) | DN 300–6000; kabel 5 m; temperatur cairan -30…160 °C; dimensi 91×52×44 mm; berat 530 g |
| Pengukuran temperatur (PCE-TDS 200+ saja) | Mendukung thermocouple tipe B/E/J/K/N/R/S/T, resolusi 0,1 °C |
| Data logger | Memori 32 GB; 100 record; maks 100.000 data point per record |
| Interface | USB untuk online measurement dan pembacaan memori internal |
| Protection class | IP52 |
| Power supply | Baterai LiPo rechargeable 3,7 V 2500 mAh; charging via USB; operasi sekitar 8–10 jam tergantung brightness |
| Kondisi operasi & simpan | -20…+65 °C; 10…95% RH non-condensing |
Tata Cara Pemakaian
Persiapan alat
Pastikan baterai cukup dan sensor flow serta sensor temperatur terpasang pada port yang benar.
Pilih lokasi ukur yang “tenang”
Usahakan ada pipa lurus: upstream minimal 10D dan downstream 5D untuk mengurangi error akibat turbulensi.
Bersihkan area pemasangan sensor
Permukaan pipa yang bersih membantu konsistensi coupling dan kualitas sinyal.
Pasang sensor clamp-on dan gel kopling
Oleskan gel kopling dan pasang dua transduser pada jarak yang ditentukan alat. Gel diperlukan agar gelombang ultrasonik tertransmisikan baik.
Masukkan parameter pipa & fluida
Input material pipa, diameter, ketebalan, liner (jika ada), dan parameter media. Gunakan bantuan instalasi untuk mengecek kualitas sinyal dan jarak sensor.
Pasang sensor temperatur untuk BTU/heat measurement
Kanal 1 ditempel pada sisi yang lebih panas (misalnya supply/hot line), kanal 2 pada sisi lebih dingin (return).
Mulai pengukuran dan logging (bila perlu)
Atur interval logging (1 detik hingga 12 jam) dan jalankan perekaman untuk menangkap profil beban.
Catatan penting:
Jika tujuan Anda adalah validasi energi termal, prioritaskan kualitas pemasangan sensor temperatur (kontak termal dan posisi) sama seriusnya dengan sensor flow. Flow yang bagus dengan temperatur yang “asal tempel” tetap menghasilkan BTU yang bias.
Cara Kerja / Metode Pengukuran
PCE-TDS 200+ menggunakan prinsip transit-time ultrasonic. Dua sensor berfungsi sebagai transmitter dan receiver, dipasang di luar pipa pada jarak tertentu. Saat pulsa ultrasonik dikirim searah dan berlawanan arah aliran, terjadi selisih waktu tempuh (transit time) yang dapat dikonversi menjadi flow velocity.
Alat menyediakan beberapa konfigurasi lintasan gelombang (Z/V/N/W). Secara praktis:
V method sering direkomendasikan jika memungkinkan karena cenderung memberi kualitas sinyal dan stabilitas zero point yang baik.
Jika sinyal rendah, Z method dapat menjadi alternatif.
Untuk pengukuran heat quantity/heat output, seri “200+” memadukan flow rate dengan dua sensor temperatur untuk menghitung energi berdasarkan selisih temperatur supply–return.
Kelengkapan Produk
Unit handheld ultrasonic flow meter PCE-TDS 200 series
2 unit flow sensor sesuai model (untuk varian L: sensor untuk DN 300–6000)
2 unit sensor temperatur TF-RA330 (untuk model PCE-TDS 200+)
Kabel koneksi sensor (2 × 5 m) dan pengikat kabel
Adaptor daya, kabel USB-C
Gel kopling ultrasonik
Meteran PCE dan hard case
User manual
Manfaat bagi Pengguna
Efisiensi kerja commissioning: bisa memindahkan titik ukur antar header/branch tanpa shutdown.
Peningkatan kualitas keputusan teknis: beban termal dihitung dari flow dan delta-T, bukan “perkiraan” dari trend listrik.
Penghematan biaya investigasi: mengurangi kebutuhan instalasi meter permanen hanya untuk pembuktian sementara.
Pengurangan kesalahan diagnosis: membantu membedakan masalah “flow” vs “delta-T” vs “kontrol” lewat data real dan logging.
Dokumentasi M&V yang lebih rapi: data logger dan ekspor data memudahkan pelaporan teknis dan pembandingan sebelum-sesudah.
FAQ
1) Untuk apa alat ini digunakan?
Untuk mengukur aliran cairan pada pipa dari luar (clamp-on) dan, pada seri PCE-TDS 200+, menghitung heat output serta heat quantity (BTU/kWh termal) dari kombinasi flow dan dua temperatur supply–return.
2) Apakah pengukurannya merusak material atau harus melubangi pipa?
Tidak. Sensor dipasang di luar pipa dan bekerja dengan gel kopling, sehingga tidak perlu memotong atau melubangi pipa.
3) Bisa digunakan untuk pipa diameter besar?
Ya. Varian sensor L mendukung DN 300 hingga DN 6000, sehingga cocok untuk header dan main line berukuran besar.
4) Apakah perlu kalibrasi?
Untuk pekerjaan verifikasi yang menuntut ketertelusuran (misalnya M&V kontrak), kalibrasi berkala adalah praktik yang baik. Perangkat ini juga tersedia opsi sertifikat kalibrasi ISO atau DAkkS.
5) Siapa yang paling cocok menggunakan alat ini?
Engineer HVAC/MEP, teknisi commissioning dan TAB, energy auditor/ESCO, facility/building manager, serta tim utilitas proses yang perlu mengukur flow dan energi termal dengan cepat tanpa menghentikan operasi.
Sebagai pemasok dan distributor alat ukur industri, CV. Java Multi Mandiri memahami bahwa pengukuran energi termal yang rapi adalah fondasi commissioning, audit energi, dan optimasi sistem HVAC maupun utilitas proses. Kami membantu klien bisnis dan aplikasi industri memilih instrumen yang tepat untuk verifikasi debit, delta-T, dan energi panas/dingin pada jaringan perpipaan—termasuk solusi clamp-on seperti PCE-TDS 200+ L untuk pipa diameter besar. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi data lapangan, mempercepat troubleshooting, atau menyiapkan pembuktian penghematan berbasis pengukuran, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Btu Meter Clamp Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

BTU Meter / Clamp on Heat meter PCE-TDS 200+ SML with heat meter
Lihat Produk★★★★★ -

BTU Meter / Clamp on Heat meter PCE-TDS 200+ M-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

BTU Meter / Clamp on Heat meter PCE-TDS 200+ SML-ICA incl. ISO-Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

BTU Meter / Clamp on Heat meter PCE-TDS 200+ M
Lihat Produk★★★★★ -

BTU Meter / Clamp on Heat meter PCE-TDS 200+ SM-ICA incl. ISO-Calibration Certrificate
Lihat Produk★★★★★ -

BTU Meter / Clamp on Heat meter PCE-TDS 200+ L-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

BTU Meter / Clamp on Heat meter PCE-TDS 200+ SL-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

BTU Meter / Clamp on Heat meterPCE-TDS 200+ L
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Husodo, B. Y., & Siagian, N. A. (–). Analisa Audit Konsumsi Energi Sistem HVAC (Heating, Ventilasi, Air Conditioning) di Terminal 1A, 1B, dan 1C Bandara Soekarno-Hatta. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/publications/142224-ID-none.pdf
- Wibisana Hadi Chandra, I. B. Alit Swamardika, & A. A. Gede Maharta Pemayun (2020). Analisis Penggunaan DDC pada Sistem HVAC untuk Meningkatkan Penghematan Konsumsi Energi di Hotel Langham District 8 SCBD Jakarta. Jurnal SPEKTRUM, Vol. 7, No. 3. Retrieved from: https://ojs.unud.ac.id/index.php/spektrum/article/download/63773/36360

























