Di ruang pompa instalasi pengolahan air minum (WTP), operator mendengar dengung halus dari salah satu pompa transfer. Suhu bearing belum melampaui batas, tetapi debit mulai berfluktuasi. Menghentikan operasi berarti mengganggu pasokan, sementara membiarkan berjalan tanpa diagnosa bisa berujung pada kerusakan bearing, misalignment, atau unbalance yang membuat downtime tak terencana. Dalam situasi seperti ini, keputusan berbasis data getaran membantu menentukan apakah pompa masih aman dioperasikan, perlu pengurangan beban, atau harus dijadwalkan servis cepat.
Pendekatan yang praktis adalah melakukan pemeriksaan getaran berkala menggunakan accelerometer portabel. Pembacaan objektif (RMS, Peak, Crest Factor) pada titik-titik standar di housing bearing memberi gambaran “sehat/tidak” yang bisa ditindaklanjuti.
PCE-VT 3850S adalah accelerometer portabel dengan sensor eksternal, memori internal, kemampuan logging, serta evaluasi otomatis mengacu ISO 10816-3. Kombinasi tersebut membuatnya cocok untuk tim QA/QC, maintenance utilitas, teaching lab, dan laboratorium proses yang menangani mesin berputar—pompa, blower, motor, hingga gearbox—di sektor air minum/limbah, F&B, farmasi/biotek, kimia, sampai akuakultur.
Mengenal teknologi accelerometer pada alat ini
Akselerometer piezoelektrik mengubah percepatan mekanik menjadi sinyal listrik. Instrumen lalu memprosesnya menjadi tiga parameter utama: percepatan (m/s²), kecepatan (mm/s), dan perpindahan (mm/µm). Percepatan sensitif terhadap kejadian frekuensi tinggi seperti kerusakan dini bearing; kecepatan RMS lazim dipakai sebagai indikator keparahan getaran keseluruhan; perpindahan membantu memantau getaran rendah terkait poros dan struktur.
Keuntungan strategis teknologi ini adalah deteksi dini. Sebagian besar kerusakan mekanik berkembang bertahap; pola getaran meningkat lebih dulu jauh sebelum terjadi kegagalan total. Dengan tren rutin, pengguna dapat menetapkan baseline, mendeteksi deviasi kecil, memverifikasi keberhasilan perbaikan (alignment, balancing, pelumasan), serta mengoptimalkan interval servis.
Dibanding inspeksi berbasis “rasa” (mendengar/menyentuh), pengukuran getaran bersifat objektif, repeatable, dan mudah diaudit lintas tim. Untuk aset utilitas kritis—pompa proses WTP/WWTP, blower aerasi, homogenizer F&B, agitator kosmetik, hingga pompa CIP—akurasi dan konsistensi pembacaan memperkecil salah diagnosis dan biaya tak terduga.
Spesifikasi Dan Fitur Produk
PCE-VT 3850S dirancang sebagai alat tangan (hand-held) untuk inspeksi getaran mobile. Dengan sensor eksternal berbahan stainless steel, perangkat mampu mengukur percepatan hingga 399,9 m/s², kecepatan hingga 399,9 mm/s, dan perpindahan hingga 3,9 mm (rentang frekuensi masing-masing menyesuaikan). Terdapat parameter RMS, Peak, Peak-to-Peak, dan Crest Factor. Evaluasi otomatis menurut ISO 10816-3 membantu pengguna melihat indikasi “baik/buruk” secara cepat di lapangan.
Keistimewaan dibanding perangkat selevel terletak pada kombinasi faktor berikut: data logger internal berkapasitas besar (hingga 43.200 nilai per lokasi memori), rute terstruktur (hingga 100 rute × 100 mesin × 100 titik dengan 1000 nilai per titik), tampilan 2,8″ yang nyaman, baterai Li-Po isi ulang hingga ±15–20 jam, serta koneksi PC via micro-USB dengan ekspor CSV melalui perangkat lunak. Bahasa antarmuka beragam (termasuk English, German, French, Spanish, Italian, Dutch, Portuguese, Turkish, Polish, Russian, Chinese, Japanese), memudahkan tim multinasional. Fitur headset 3,5 mm mendukung penggunaan aksesori audio (mis. tutorial suara/indikasi).
Desain dan ergonomi
PCE-VT 3850S mengusung bodi genggam yang kokoh untuk pekerjaan inspeksi rutin di area produksi dan utilitas. Dimensi unit 165 × 85 × 32 mm dengan berat 239 g membuatnya stabil digenggam namun tetap ringkas untuk tas servis. Layar LC 2,8″ menampilkan angka besar yang mudah dibaca; backlight membantu di ruang mesin minim cahaya. Tata letak tombol sederhana untuk navigasi menu, pemilihan parameter (acc/vel/disp), dan fungsi seperti Hold/Start/Stop.
Catu daya memakai baterai Li-Po internal 3,7 V 2500 mAh yang dapat diisi melalui micro-USB (5 VDC, 500 mA). Waktu operasi sekitar 15–20 jam, tergantung kecerahan layar. Untuk pemakaian lapangan, disarankan membawa power bank standar 5 V sebagai cadangan pengisian.
Batas lingkungan operasi alat: suhu −20 … +65 °C dan kelembapan 10% … 95% RH non-condensing. Kelas proteksi IP52 memberikan perlindungan terhadap debu terbatas dan tetesan air vertikal—cukup untuk area utilitas yang tidak tergenang, namun tetap hindari percikan langsung/pressure wash. Sensor eksternal berbahan stainless steel dengan ulir ¼-28″ dirancang tangguh (batas destruksi 5000 g peak, frekuensi resonansi 24 kHz) dan bekerja di suhu −55 … +150 °C.
Antarmuka dan pengalaman pengguna
Layar 2,8″ menampilkan nilai RMS/Peak/Peak-to-Peak/Crest Factor secara jelas. Menu multibahasa memudahkan adaptasi operator. Navigasi rute (route measurement) memungkinkan pengguna mengikuti urutan titik inspeksi baku—bermanfaat untuk QA/QC, utilitas pabrik, dan teaching lab yang melatih praktik condition monitoring.
Fitur kualitas hidup yang relevan:
-
Auto data logger dengan interval 1 s … 12 h dan berbagai start/stop trigger.
-
Auto-off untuk menghemat baterai.
-
Penyimpanan manual (99 folder, masing-masing 50 nilai) dan memori logger (50 lokasi memori, masing-masing hingga 43.200 nilai).
-
Evaluasi otomatis ISO 10816-3 (indikasi keadaan mesin “baik/buruk” berbasis standar).
-
Dukungan unit metrik/imperial yang dapat dipilih.
-
Firmware dapat diperbarui melalui perangkat lunak PC.
Hasilnya adalah alur kerja yang ringkas: pilih rute, tempel sensor, tunggu stabil, simpan nilai, lanjut titik berikutnya. Pengguna baru cepat terbiasa karena setiap fungsi kunci mudah diakses tanpa sub-menu berlapis.
Fitur-fitur cerdas/unggulan
-
Evaluasi otomatis ISO 10816-3
Instrumen menginterpretasi pembacaan kecepatan getaran terhadap kriteria ISO 10816-3. Ini mempercepat penentuan status mesin di lapangan dan membantu konsistensi antar-operator. -
Data logger & rute terstruktur
Logging dengan interval 1 s hingga 12 jam, memori besar, serta skema rute (hingga 100 rute × 100 mesin × 100 titik × 1000 nilai) mendukung program trending jangka panjang untuk audit dan continuous improvement. -
Parameter lengkap (RMS, Peak, Peak-Peak, Crest Factor)
Kombinasi parameter memberikan konteks: RMS untuk keparahan umum, Peak/Peak-to-Peak untuk fenomena impulsif, Crest Factor untuk mengidentifikasi kejutan bearing. -
FFT (spektrum)
FFT untuk percepatan (10 Hz … 8 kHz) dan kecepatan (10 Hz … 1 kHz) dengan 2048 lines membantu identifikasi sumber getaran (unbalance, misalignment, looseness, bearing). -
Baterai isi ulang & koneksi PC
Operasi lapangan panjang + ekspor CSV via software memudahkan integrasi ke Excel/LIMS/CMMS.
Manfaat praktis: penghematan waktu sampling, konsistensi dokumentasi, minim salah baca karena evaluasi otomatis dan rute baku, serta efisiensi tindak lanjut karena tren bisa divisualisasikan dengan cepat.
Kontrol eksternal dan integrasi sistem
Perangkat lunak PC membaca nilai tersimpan melalui micro-USB dan mengekspor data sebagai CSV. Format ini kompatibel dengan Excel, Google Sheets, hingga integrasi ke sistem LIMS/CMMS. Praktik umum:
-
Gunakan nomenklatur konsisten (Plant–Area–Asset–Point) saat menyusun rute.
-
Buat grafik tren per titik (RMS velocity) dan tetapkan ambang Baseline–Warning–Critical.
-
Lampirkan hasil ke tiket perawatan untuk audit internal/eksternal.
Fleksibilitas ini memungkinkan tim kecil hingga besar menskalakan workflow data tanpa vendor lock-in.
Spesifikasi teknis lengkap
| Bagian | Spesifikasi |
|---|---|
| Parameter ukur | RMS, Peak, Peak-Peak, Crest Factor |
| Rentang percepatan | 0.0 … 399.9 m/s² (0.0 … 15744 in/s²) |
| Resolusi percepatan | 0.1 m/s² (3.94 in/s²) |
| Akurasi @160 Hz | ±2% |
| Rentang frekuensi percepatan | 10 Hz … 10 kHz (opsi tampilan spektral hingga 8 kHz untuk FFT) |
| Rentang kecepatan | 0.00 … 399.9 mm/s (0.00 … 15.74 in/s) |
| Resolusi kecepatan | 0.1 mm/s (0.0039 in/s) |
| Akurasi @160 Hz | ±2% |
| Rentang frekuensi kecepatan | 10 Hz … 1 kHz |
| Rentang perpindahan | 0.000 … 3.9 mm (0.000 … 0.154 in) |
| Resolusi perpindahan | 1 µm (39.4 µin) |
| Akurasi @160 Hz | ±2% |
| Rentang frekuensi perpindahan | 10 Hz … 200 Hz |
| Kecepatan putar (tachometer) | 600 … 50.000 RPM |
| FFT acceleration | 10 Hz … 8 kHz |
| FFT velocity | 10 Hz … 1 kHz |
| Jumlah FFT lines | 2048 |
| Route measurement | 100 rute × 100 mesin × 100 titik; hingga 1000 nilai/tiap titik |
| Memori manual | 99 folder × 50 nilai terukur |
| Data logger | Interval ukur 1 s … 12 h; 50 lokasi memori × hingga 43.200 nilai/lokasi |
| Layar | 2.8″ LC display |
| Bahasa menu | EN, DE, FR, ES, IT, NL, PT, TR, PL, RU, ZH, JA |
| Satuan | Metrik/imperial dapat dipilih |
| Catu daya | Baterai Li-Po internal 3,7 V (2500 mAh); pengisian micro-USB 5 VDC/500 mA |
| Waktu operasi | ±15 … 20 jam (bergantung kecerahan layar) |
| Kelas proteksi | IP52 |
| Kondisi operasi/penyimpanan (unit) | Suhu −20 … +65 °C; RH 10% … 95% non-condensing |
| Dimensi/berat (unit) | 165 × 85 × 32 mm; 239 g |
| Data teknis sensor | Frekuensi resonansi 24 kHz; transverse sensitivity ≤5%; batas destruksi 5000 g (peak); suhu operasi −55 … +150 °C; material housing stainless steel; ulir ¼-28″; ukuran Ø17 × 46 mm; berat 52 g (tanpa kabel) |
| Cakupan pengiriman | Unit PCE-VT 3850S, sensor dengan handgrip, spiral cable, measuring tip, micro-USB cable, USB stick berisi software & instruksi, quick start guide, carrying case, headset |
Analogi sederhana: percepatan seperti “tarikan mendadak” pada sensor (baik untuk mendengar “retakan” dini bearing), kecepatan RMS adalah “kekuatan goyangan” yang dirasakan mesin (umum untuk menilai keparahan), sedangkan perpindahan menunjukkan “sejauh apa permukaan bergerak”. Ketiganya bagaikan tekanan darah, nadi, dan saturasi oksigen—dipakai bersama demi gambaran kesehatan yang utuh.
Panduan memilih komponen & aksesori
| Kebutuhan | Aksesori disarankan | Catatan aplikasi |
|---|---|---|
| Titik datar pada permukaan ferromagnetik | Magnet base + probe pendek | Stabilitas tinggi untuk pengukuran berulang di housing bearing pompa/blower. |
| Titik sempit/berjarak | Extension rod/flexible tip | Menjangkau area di balik guard atau ruang sempit pada mixer/agitator. |
| Permukaan non-ferrous | Probe kontak + tekanan tangan stabil | Gunakan marking titik dan tekanan konsisten. |
| Rute inspeksi banyak titik | Carrying case + label/QR di mesin | Mempercepat alur rute dan pencocokan titik. |
Faktor yang memengaruhi hasil:
-
Kebersihan dan kekasaran permukaan (hilangkan cat tebal/kotoran yang menghalangi kontak).
-
Konsistensi titik dan arah sumbu (H/V/A).
-
Kondisi operasi (beban/kecepatan putar) saat pengukuran.
-
Kualitas mounting sensor (magnet base sangat membantu repeatability).
-
Cara memegang (hindari memegang kabel terlalu tegang agar tidak memindahkan noise mekanik).
Panduan langkah demi langkah (studi kasus WTP/WWTP)
-
Rencanakan rute
Daftarkan mesin target: pompa transfer 1–3. Untuk setiap mesin, tentukan titik: bearing inboard (dekat kopling), bearing outboard, casing pompa, housing motor. Tandai titik dengan cat/stiker tahan panas dan dokumentasikan foto untuk pelatihan operator baru. -
Siapkan alat
Isi daya PCE-VT 3850S, pastikan baterai >50%. Siapkan magnet base, probe tip, kabel spiral, dan case. Atur menu ke metrik (mm/s, m/s², mm). Pilih rute atau buat folder manual sesuai mesin. -
Kondisi operasi
Catat RPM nominal, debit/tekanan, temperatur sekitar. Upayakan kondisi seragam antar-sesi agar tren dapat dibandingkan adil. -
Pengukuran
Tempelkan sensor pada titik pertama (arah horizontal). Tunggu stabil 3–5 detik; simpan nilai kecepatan RMS. Ulangi pada arah vertikal dan aksial. Bila perlu, lihat parameter Peak/Crest Factor untuk indikasi kejadian impulsif. Lanjutkan ke bearing outboard, casing, dan housing motor. -
Logging & catatan
Jika menggunakan mode logger, set interval (mis. 1 s) dan durasi sesuai SOP. Beri catatan: suara aneh, suhu permukaan, vibrasi dirasa di pipa, dsb. -
Interpretasi awal
Bandingkan kecepatan RMS dengan batas internal berbasis ISO 10816-3. Lonjakan khusus di satu sumbu menandakan misalignment; kenaikan di sumbu radial pada frekuensi putar menunjukkan unbalance; percepatan/crest factor tinggi di pita frekuensi tinggi mengindikasikan isu bearing. -
Tindak lanjut
Jika masuk zona “warning/critical”, rencanakan balancing, alignment, atau inspeksi bearing. Kurangi beban atau jadwalkan pergantian shift dengan pompa cadangan agar risiko downtime berkurang. -
Dokumentasi
Ekspor data via software (CSV), buat grafik tren per titik, dan lampirkan di tiket CMMS untuk audit. Setelah perbaikan, lakukan pengukuran pasca-aksi untuk memverifikasi penurunan nilai.
Pendekatan ini mudah diadaptasi untuk blower aerasi (akuakultur/WWTP), homogenizer dan pompa CIP (F&B), pompa proses/centrifuge utilitas (farmasi/biotek), pompa sirkulasi bath (plating/galvanis), hingga pompa nutrisi (hidroponik).
Kesimpulan dan rekomendasi
PCE-VT 3850S memadukan sensor eksternal yang tangguh, evaluasi otomatis ISO 10816-3, memori dan logger besar, rute terstruktur, serta koneksi PC. Untuk tim maintenance utilitas, laboratorium QA/QC, teaching lab, hingga plant proses, perangkat ini memberikan pembacaan yang konsisten, mudah diaudit, dan siap ditindaklanjuti.
Rekomendasi:
-
Untuk organisasi yang memulai program predictive maintenance, manfaatkan fungsi rute dan evaluasi ISO agar standar antar-operator konsisten.
-
Untuk fasilitas dengan mesin kritis (WTP/WWTP, F&B, farmasi/biotek), tetapkan interval rutinitas (mingguan/bulanan) dan gunakan magnet base pada titik-titik tetap agar tren lebih bersih.
-
Jika analisis akar masalah diperlukan, gunakan FFT (acc/vel) untuk identifikasi frekuensi dominan, lalu padukan dengan pemeriksaan mekanik (alignment/balancing/pelumasan).
Hasil akhirnya: pengurangan downtime, peningkatan keselamatan, dan keputusan perawatan yang lebih tepat waktu.
FAQ singkat
Apakah PCE-VT 3850S bisa menilai kondisi mesin menurut standar?
Ya, perangkat mendukung evaluasi otomatis mengacu ISO 10816-3 untuk membantu menilai status “baik/buruk” berdasarkan pembacaan kecepatan getaran.
Apakah ada fitur logging dan rute?
Ada. Tersedia memori manual serta data logger (hingga 43.200 nilai per lokasi) dan route measurement terstruktur hingga 100 rute × 100 mesin × 100 titik dengan 1000 nilai per titik.
Bisakah data diekspor ke Excel atau LIMS?
Bisa. Data dipindahkan via micro-USB menggunakan software PC dan diekspor dalam format CSV yang kompatibel dengan Excel/Google Sheets/LIMS.
Bagaimana daya tahan baterai?
Baterai Li-Po 3,7 V 2500 mAh memberi waktu operasi sekitar 15–20 jam, tergantung kecerahan layar.
Apakah sensor cukup tangguh untuk lingkungan industri?
Sensor stainless steel memiliki batas destruksi 5000 g (peak), frekuensi resonansi 24 kHz, dan bekerja pada suhu −55 … +150 °C; cukup tangguh untuk inspeksi mesin berputar.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya water hardness meter dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti Accelerometer PCE VT3850S dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kekerasan air, memastikan kontrol yang konsisten, dan memenuhi standar tertinggi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian hardness pada utilitas dan proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Accelerometer Unggulan untuk Kebutuhan Anda
Accelerometer PCE-VT 3800S Accelerometer PCE-VT 3700 Accelerometer PCE-VT 1100 Accelerometer PCE-VM 22-ICA incl. ISO Calibration Certificate Accelerometer PCE-VDL 16I Accelerometer PCE-VT 3950 Accelerometer PCE-VT 3800-ICA incl. ISO Calibration Certificate Accelerometer PCE-VT 204-ICA incl. ISO Calibration Certificate








Referensi
-
Huda, F., & Alexandro, G. (2022). Analisis Getaran untuk Mendeteksi Kerusakan Bearing Drum Cylinder Dryer. AJIE – Asian Journal of Industrial Engineering, 6(3). Retrieved from https://journal.uii.ac.id/ajie/article/download/31313/15956/102567
-
Syafri, S., & Rahman Firdaus, R. (2025). Deteksi Kerusakan Bearing SKF-3213 pada Centrifugal Feed Pump dengan Metode Analisis Getaran di PT Pertamina RU II Sungai Pakning. Artikel ilmiah terindeks Neliti. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/590645-deteksi-kerusakan-bearing-skf-3213-pada-2ed59321.pdf













