Di banyak pabrik, laboratorium, dan fasilitas pengolahan, isu kualitas udara dalam ruang sering baru disadari ketika sudah terjadi keluhan kesehatan. Karyawan mengeluh pusing, mengantuk, atau sesak napas di area produksi tertutup. Di teaching lab kampus, mahasiswa sering merasa “sumpek” saat praktikum penuh. Dalam pengolahan makanan dan minuman, ruangan ber-CO2 tinggi (misalnya area pengisian minuman berkarbonasi) bisa membuat operator cepat lelah dan berisiko mengalami paparan berlebihan tanpa disadari, karena gas ini tidak berbau dan tidak berwarna.
Permasalahan utama bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga keselamatan kerja dan kualitas data. CO2 yang terlalu tinggi bisa:
-
Menurunkan fokus operator yang sedang melakukan pengujian penting di lab QA/QC.
-
Meningkatkan risiko kesalahan baca atau salah dosing bahan kimia karena konsentrasi pekerja menurun.
-
Mengganggu validitas eksperimen di laboratorium riset dan biotek, misalnya ketika ruangan inkubator, fermentor, atau ruang kultur ternyata kurang ventilasi.
-
Mengakibatkan sistem HVAC bekerja tidak efisien karena pengaturan ventilasi tidak berdasarkan data riil CO2, tetapi sekadar “perasaan pengap”.
Di fasilitas pengolahan air limbah atau WTP, operator sering bekerja di ruang tertutup dekat tangki atau proses yang menghasilkan CO2. Tanpa sistem pemantauan tetap (fixed monitor) yang jelas, inspeksi biasanya mengandalkan alat portabel yang tidak selalu dibawa ke lokasi, sehingga momen paparan bisa terlewat.
Masalah lain adalah kebutuhan dokumentasi. Banyak standar K3 dan audit (misalnya internal HSE, sertifikasi ISO, atau standar industri farmasi dan F&B) menuntut bukti bahwa kadar CO2 di area tertentu dikendalikan. Jika pemantauan hanya sesekali, atau menggunakan alat yang tidak tersertifikasi kalibrasinya, perusahaan berisiko gagal audit.
Di sinilah kebutuhan akan monitor CO2 dinding yang:
-
Bekerja terus-menerus 24/7.
-
Memberikan alarm jelas ketika ambang batas terlampaui.
-
Dapat dipasang di area berisiko, tetapi dibaca dari lokasi aman.
-
Memiliki sertifikat kalibrasi yang diakui.
PCE-WMM 50-ICA dirancang untuk menjawab masalah-masalah praktis tersebut dengan pendekatan yang sederhana, tetapi kuat: pemantauan tetap (fixed monitoring) yang andal, mudah dibaca, dan siap diintegrasikan dengan sistem ventilasi atau alarm eksternal.
Prinsip Pemantauan CO2 Berbasis Sensor NDIR Difusi
PCE-WMM 50-ICA menggunakan teknologi sensor NDIR (Non-Dispersive Infrared) dengan suplai sampel gas melalui difusi. Secara sederhana, gas di sekitar sensor “masuk sendiri” ke ruang pengukuran melalui lubang ventilasi, tanpa perlu pompa. Sensor NDIR bekerja dengan memancarkan sinar infra merah melalui sel gas; molekul CO2 menyerap sebagian sinar pada panjang gelombang tertentu. Semakin tinggi konsentrasi CO2, semakin besar sinar yang terserap, dan perbedaan intensitas ini dikonversi menjadi nilai ppm (parts per million).
Pendekatan ini punya beberapa keunggulan untuk penggunaan jangka panjang:
-
Stabilitas tinggi: sensor NDIR umumnya lebih stabil dibanding metode elektrokimia untuk pengukuran CO2, terutama untuk pemantauan kontinu.
-
Selektivitas: panjang gelombang serap CO2 cukup spesifik, sehingga gangguan dari gas lain relatif minim pada kondisi operasi normal.
-
Rentang luas: PCE-WMM 50-ICA mampu mengukur 0 hingga 50.000 ppm (5% volume), sehingga mencakup rentang dari kualitas udara kantor hingga area proses yang memang memakai CO2 dalam jumlah besar.
Difusi sebagai metode pemasukan sampel juga penting. Tidak ada bagian bergerak seperti pompa, sehingga perawatan lebih sederhana dan risiko kegagalan mekanik berkurang. Sistem ini cocok untuk pemantauan di area tetap, misalnya:
-
Ruang fermentasi atau ruangan yang menggunakan CO2 untuk inertisasi.
-
Area produksi minuman berkarbonasi.
-
Ruang mesin atau ruang tertutup dekat tangki proses.
Dari sudut pandang K3 dan pengendalian proses, teknologi ini membantu perusahaan mengelola risiko jangka panjang. Dengan mengetahui pola CO2 secara kontinu, tim HSE dan engineering bisa:
-
Mengatur ulang sistem ventilasi dan exhaust berdasarkan data, bukan perkiraan.
-
Mengidentifikasi area yang membutuhkan tambahan exhaust atau fan lokal.
-
Menentukan ambang alarm yang realistis sesuai kebijakan perusahaan dan regulasi.
Dibanding “metode konvensional” seperti inspeksi manual dengan alat portabel atau sekadar mengandalkan keluhan pekerja, pendekatan fixed monitoring berbasis sensor NDIR difusi jauh lebih konsisten dan objektif. Data selalu tersedia, alarm bekerja otomatis, dan risiko “lupa ukur” dapat dikurangi secara dramatis.
Mengapa PCE-WMM 50-ICA Menjadi Solusi Praktis di Ruang Produksi dan Laboratorium
PCE-WMM 50-ICA adalah versi PCE-WMM 50 yang sudah termasuk ISO Calibration Certificate, sehingga sejak awal pemasangan, pengguna sudah memiliki dokumen kalibrasi resmi untuk keperluan audit dan validasi. Perangkat ini terdiri dari dua bagian utama:
-
Unit sensor (dengan sensor NDIR CO2 dan kontak alarm).
-
Unit display remote (monitor tampilan yang bisa dipasang di lokasi aman).
Kombinasi dua unit ini menjadikan PCE-WMM 50-ICA menarik untuk lingkungan yang berisiko paparan CO2 cukup tinggi. Sensor bisa ditempatkan dekat sumber gas, sementara operator memantau nilai dan alarm dari luar ruangan, misalnya dari koridor atau ruang kontrol.
Beberapa hal yang membuatnya istimewa dibanding banyak monitor CO2 dinding lain:
-
Rentang pengukuran lebar: 0 … 50.000 ppm (5% volume), cocok untuk aplikasi dari kenyamanan ruangan hingga area proses industri.
-
Dua ambang alarm yang dapat disetel (2 alarm thresholds), memungkinkan pemisahan antara “peringatan awal” dan “alarm kritis”.
-
Kontak potensial-bebas (potential-free change-over contact) yang dapat mengendalikan perangkat eksternal, misalnya fan ventilasi, sirine, atau mengirim sinyal ke sistem kontrol.
-
Sertifikasi IP54 untuk sensor dan remote display: terlindung dari debu dan percikan air, yang relevan untuk lingkungan industri seperti F&B atau pengolahan limbah.
-
Sertifikat kalibrasi ISO sudah termasuk, sehingga memudahkan dokumentasi untuk QA/QC, GMP, atau ISO 9001/14001.
Bagi laboratorium riset, teaching lab, atau ruang kultur, keberadaan sensor dinding yang bekerja 24/7 membantu menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna tanpa repot membawa alat portabel ke setiap sesi praktikum. Sementara bagi industri proses dan F&B, alat ini berperan sebagai “penjaga diam” yang akan “bersuara” ketika konsentrasi CO2 melewati batas aman, sekaligus memberi opsi untuk mengaktifkan sistem ventilasi otomatis.
Desain Fisik, Konstruksi, dan Ergonomi Pemasangan Dinding
Walaupun termasuk instrumen industri, PCE-WMM 50-ICA memiliki desain yang cukup ringkas dan rapi untuk dipasang di dinding ruangan produksi maupun laboratorium. Unit sensor dan unit display terpisah, masing-masing dengan karakteristik fisik berikut:
-
Unit sensor
-
Dimensi sekitar 168 × 125 × 47 mm.
-
Material enclosure sintetis, bersertifikasi IP54, tahan percikan air dan debu.
-
Dirancang untuk pemasangan permanen di dinding, dekat zona yang ingin dipantau.
-
Di dalamnya terdapat sensor NDIR, elektronik pengolah sinyal, serta kontak alarm potensial-bebas.
-
-
Unit display remote
-
Dimensi sekitar 118 × 85 × 34 mm.
-
Enclosure aluminium dengan rating IP54, cukup kokoh untuk lingkungan industri.
-
Dapat dipasang di area “aman” untuk operator, misalnya di luar ruang proses, ruang kontrol, atau koridor.
-
Keduanya dihubungkan dengan kabel data yang juga membawa suplai daya ke unit display. Sumber daya utama berasal dari adaptor 100 … 240 V AC, 50/60 Hz yang terhubung ke unit sensor. Artinya, instalasi cukup sekali ke listrik, tanpa baterai yang perlu diganti dan tanpa kekhawatiran alat tiba-tiba mati karena kehabisan daya.
Dari sisi ergonomi, pemisahan antara sensor dan display ini sangat membantu dalam skenario berikut:
-
Ruangan ber-CO2 tinggi atau area terbatas aksesnya (misalnya di WWTP, ruang di dekat tangki fermentasi, atau ruang gas).
-
Teaching lab yang ingin memantau CO2 di dalam lab, tetapi display ditempel di luar pintu sehingga dosen bisa mengawasi dari koridor.
-
Area produksi yang bising atau “basah”; sensor ditempatkan dekat sumber bahaya, display di area kerja operator yang lebih kering.
Rating IP54 menunjukkan bahwa perangkat terlindung dari debu dalam jumlah yang mengganggu dan percikan air dari berbagai arah. Ini penting untuk lingkungan seperti pabrik minuman, pengolahan air limbah, atau area HVAC yang kadang lembap.
Karena alat dipasang permanen di dinding dan menggunakan adaptor AC, PCE-WMM 50-ICA memang dirancang untuk pemantauan terus-menerus, bukan alat portabel. Bagi pengguna, ini berarti:
-
Tidak perlu mengatur jadwal pengisian baterai.
-
Lebih mudah dijadikan bagian dari sistem keselamatan stasioner.
-
Cocok untuk ditetapkan sebagai salah satu “safety barrier” dalam analisis HAZOP atau HIRA.
Antarmuka, Display, dan Pengalaman Pengguna Sehari-hari
Unit display PCE-WMM 50-ICA menjadi pusat interaksi pengguna dengan alat. Display digitalnya terdiri dari beberapa bagian:
-
Tampilan 4-digit untuk konsentrasi gas CO2 pada rentang 0 … 9999 ppm.
-
Tampilan 3-digit untuk konsentrasi pada rentang 1 … 5% volume (10.000 … 50.000 ppm), sehingga pembacaan pada area proses tinggi tetap jelas.
-
Tambahan display 3-digit untuk suhu dalam °C atau °F.
-
LED status untuk:
-
Operasi normal.
-
Alarm 1 dan alarm 2.
-
Pemantauan suplai tegangan (power).
-
Tombol yang tersedia umumnya meliputi reset, pemilihan menu, dan tombol enter. Melalui menu ini, pengguna dapat:
-
Mengatur ambang alarm 1 dan alarm 2 (dalam persen volume).
-
Memilih satuan suhu °C atau °F.
-
Melakukan fungsi test antara unit sensor dan unit alarm/display.
-
Mengakses pengaturan pabrik (factory settings) bila diperlukan.
Navigasinya dibuat cukup sederhana, sehingga operator lapangan, teknisi HVAC, atau staf QA/QC dapat melakukan penyesuaian tanpa harus ahli instrumen. Dalam praktik, biasanya pengaturan awal dilakukan saat instalasi oleh teknisi atau vendor; setelah itu, pengguna hanya perlu memantau display dan bereaksi terhadap alarm.
PCE-WMM 50-ICA juga dilengkapi alarm visual dan audible. Saat konsentrasi CO2 melewati ambang yang disetel, LED akan menyala dan buzzer berbunyi. Bagi lingkungan yang bising, kombinasi display digital yang jelas dan LED alarm sangat membantu menghindari salah baca atau alarm terlewat.
Tidak disebutkan adanya fitur memori data internal atau ekspor data ke PC pada model ini. Artinya, alat ini lebih fokus pada fungsi real-time monitoring dan alarm ketimbang pencatatan historis. Untuk banyak aplikasi K3, pendekatan tersebut sudah memadai, terutama bila integrasi dengan sistem pencatatan eksternal dilakukan melalui sistem kontrol bangunan atau PLC.
Fitur Kunci untuk Keselamatan dan Kepatuhan K3
Beberapa fitur PCE-WMM 50-ICA dirancang langsung menjawab kebutuhan keselamatan dan kepatuhan regulasi di industri:
-
Dua ambang alarm yang dapat disetel
Pengguna bisa menentukan:-
Alarm 1 sebagai peringatan awal (misalnya 0,5–1,5% volume).
-
Alarm 2 sebagai kondisi kritis (misalnya 2–3% volume atau sesuai kebijakan K3 internal).
Ambang-ambang ini dapat dipilih dari langkah yang sudah ditentukan pabrikan, misalnya 0,5 / 1 / 1,5 / 2% untuk Alarm 1 dan 1,5 / 2 / 2,5 / 3 / 3,5 / 4% untuk Alarm 2.
-
-
Kontak potensial-bebas untuk kontrol eksternal
Ketika Alarm 1 aktif, kontak change-over potensial-bebas dapat mengaktifkan:-
Fan ventilasi tambahan.
-
Sirine atau lampu beacon di area produksi.
-
Input ke sistem kontrol (PLC, DDC, atau panel alarm).
Dengan demikian, respon terhadap peningkatan CO2 bisa otomatis, bukan sekadar mengandalkan operator.
-
-
Pemantauan suhu lingkungan
Selain CO2, PCE-WMM 50-ICA mengukur suhu 0 … +45 °C. Ini membantu pemahaman konteks lingkungan, misalnya:-
Ruangan panas dan sempit yang rentan peningkatan CO2.
-
Area fermentasi yang memang beroperasi pada suhu tertentu.
-
-
Sistem self-diagnostic
Perangkat melakukan pemantauan internal terhadap:-
Rentang suhu operasi sensor.
-
Umur sensor.
-
Nilai yang tidak masuk akal (implausible values).
-
Sistem EEPROM dan transfer data internal.
Jika ada ketidakwajaran, sistem akan memberi indikasi, sehingga pengguna dapat mengatur jadwal servis sebelum alat benar-benar gagal.
-
-
Sertifikat kalibrasi ISO
Versi ICA sudah mencakup sertifikat kalibrasi ISO. Bagi industri farmasi, makanan-minuman, atau laboratorium terakreditasi, ini sangat membantu dalam:-
Proses validasi awal (IQ/OQ) instrumen.
-
Audit eksternal (misalnya BPOM, auditor ISO, atau klien internasional).
-
Dokumentasi rutin QA/QC.
-
Fitur-fitur ini berujung pada satu manfaat inti: meminimalkan risiko paparan CO2 berlebih dan membantu organisasi menunjukkan bahwa mereka mengelola risiko tersebut secara sistematis dan terukur.
Kontrol Eksternal dan Integrasi ke Sistem Ventilasi atau BMS
PCE-WMM 50-ICA tidak menyediakan antarmuka digital seperti USB atau RS-485 untuk transfer data ke PC. Namun, alat ini tetap dapat diintegrasikan ke sistem yang lebih luas melalui:
-
Kontak alarm potensial-bebas 30 V DC / 250 V AC, maksimum 2 A.
Kontak ini bisa disambungkan ke:-
Fan ventilasi atau exhaust yang hanya menyala ketika CO2 melewati batas tertentu.
-
Sistem Building Management System (BMS) sebagai sinyal digital “alarm CO2”.
-
Panel alarm lokal yang menggabungkan beberapa sensor (misalnya CO, CO2, gas mudah terbakar).
-
Pendekatan ini cocok untuk:
-
Pabrik yang ingin mengurangi pemborosan energi: fan tidak perlu selalu menyala, cukup aktif saat CO2 mulai naik.
-
Laboratorium atau ruang kelas yang ingin mengontrol ventilasi mekanis berbasis kualitas udara aktual.
-
Area pengolahan air limbah atau air minum di mana alarm harus memicu prosedur darurat tertentu.
Meski tidak menyimpan data historis secara internal, penggunaan sensor ini sebagai trigger untuk sistem kontrol terpusat memungkinkan pencatatan data di PLC atau BMS. Dengan begitu, tren CO2 masih dapat dipantau melalui sistem tersebut jika memang dibutuhkan untuk analisis lebih lanjut.
Spesifikasi Teknis PCE-WMM 50-ICA
Sensor unit
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Rentang pengukuran CO2 | 0 … 50.000 ppm (5% volume), sensor NDIR |
| Rentang suhu (gas/lingkungan) | 0 … +45 °C / +32 … +113 °F |
| Suplai sampel gas | Difusi |
| Kontak alarm | 1 kontak change-over potensial-bebas (NO/NC) |
| Daya kontak | 30 V DC / 250 V AC, maks. 2 A |
| Ambang Alarm 1 | 0,5 / 1 / 1,5 / 2% |
| Ambang Alarm 2 | 1,5 / 2 / 2,5 / 3 / 3,5 / 4% |
| Elemen display | Display 4-digit (0–9999 ppm), display 3-digit (1–5%), display 3-digit suhu °C/°F, LED operasi & alarm |
| Tombol operasi | Reset, pemilihan menu, enter |
| Keamanan / self-diagnostic | Pemantauan suhu, umur sensor, nilai tidak masuk akal, EEPROM, transfer data internal |
| Enclosure | Material sintetis, IP54, tahan percikan air |
| Dimensi | ± 168 × 125 × 47 mm |
| Catu daya (adapter) | 100 … 240 V AC, 50 / 60 Hz |
Remote display unit
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Rentang suhu lingkungan | 0 … +45 °C / +32 … +113 °F |
| Elemen display | Display gas 4-digit (0–9999 ppm), display 3-digit (1–5%), display suhu, LED status |
| Tombol | Function test, reset, pemilihan menu, pilihan °C/°F |
| Enclosure | Aluminium, IP54, tahan percikan air |
| Dimensi | ± 118 × 85 × 34 mm |
| Catu daya | Melalui kabel data dari unit sensor |
Delivery scope
| Isi Paket | Keterangan |
|---|---|
| 1 × PCE-WMM 50-ICA | Unit sensor + unit display remote |
| 1 × User manual | Panduan penggunaan |
| 1 × ISO Calibration Certificate | Sertifikat kalibrasi ISO |
Secara awam, angka-angka di atas bisa dibayangkan seperti ini: rentang 0 hingga 50.000 ppm berarti alat mampu membaca dari kondisi “kantor biasa” (sekitar 400–1.000 ppm) sampai area proses yang sangat kaya CO2. Rating IP54 berarti, selama alat tidak disiram air langsung seperti dengan tekanan tinggi, percikan dan debu normal di lingkungan industri tidak akan menjadi masalah. Kontak alarm dengan kemampuan hingga 2 A cukup kuat untuk mengendalikan relay yang kemudian menghidupkan berbagai perangkat eksternal.
Panduan Memilih Rentang Alarm CO2 dan Komponen Tambahan
Karena PCE-WMM 50-ICA mengizinkan pemilihan ambang alarm dari beberapa opsi, penting untuk menyesuaikannya dengan aplikasi. Tabel berikut memberikan gambaran umum:
| Lingkungan / Aplikasi | Rentang CO2 tipikal (ppm) | Saran alarm 1 (perkiraan) | Saran alarm 2 (perkiraan) |
|---|---|---|---|
| Kantor, ruang kelas, teaching lab | 400 – 2.000 | ≈ 0,5% (5.000 ppm) | ≈ 1% (10.000 ppm) |
| Laboratorium fermentasi, ruang kultur, brewery | 800 – 10.000+ | 1% (10.000 ppm) | 2% (20.000 ppm) |
| Area proses industri dengan penggunaan CO2 besar | 1.000 – 50.000 | 1,5–2% | 3–4% |
| Ruang di dekat tangki WWTP atau WTP tertutup | 800 – 20.000 | 1% | 2–3% |
Angka di atas bersifat ilustratif; kebijakan final harus mengikuti regulasi, standar internal K3, dan kajian risiko masing-masing fasilitas.
Komponen tambahan yang umum dipadukan dengan PCE-WMM 50-ICA:
-
Fan/exhaust tambahan yang diaktifkan oleh kontak alarm.
-
Lampu beacon dan sirine di area yang bising.
-
Relay tambahan untuk menghubungkan alat ke panel kontrol atau PLC.
-
Box pelindung tambahan (jika diperlukan) selama tidak mengganggu difusi gas ke sensor.
-
Label keselamatan dan prosedur tanggap darurat di dekat display.
Beberapa faktor yang memengaruhi hasil pengukuran dan perlu diperhatikan saat pemasangan:
-
Lokasi pemasangan: hindari menempel di dekat ventilasi langsung, pintu yang sering dibuka-tutup, atau sumber panas ekstrem.
-
Ketinggian pemasangan: CO2 sedikit lebih berat dari udara; pemasangan pada ketinggian pernapasan manusia (sekitar 1,5 m dari lantai) umumnya representatif.
-
Sumber lokal CO2: misalnya tepat di atas fermentor atau dekat exhaust; sesuaikan agar pembacaan mencerminkan paparan pekerja, bukan hanya puncak di satu titik.
-
Kebersihan sekitar sensor: hindari tertutup debu tebal atau cat yang menyumbat ventilasi difusi.
Contoh Penerapan di Industri Makanan & Minuman
Bayangkan sebuah pabrik minuman berkarbonasi di mana CO2 digunakan intensif untuk proses karbonasi dan pengisian botol. Di area filling line, operator bekerja dekat jalur produksi selama berjam-jam. Tanpa pemantauan CO2 tetap, manajemen hanya mengandalkan ventilasi umum dan asumsi bahwa ruangan “sudah cukup besar”.
Dengan memasang PCE-WMM 50-ICA:
-
Sensor ditempatkan di dekat area filling yang paling padat.
-
Remote display dan alarm berada di ruang kontrol kecil di sisi line, dilengkapi lampu beacon.
-
Alarm 1 diatur pada 1% volume sebagai peringatan, dan Alarm 2 pada 2% sebagai batas kritis.
Saat terjadi kebocoran kecil pada line atau saat proses pembersihan yang menghasilkan CO2 lebih banyak, konsentrasi di area tersebut mulai naik. Ketika melewati 1%, alarm 1 aktif dan kontak potensial-bebas menyalakan fan exhaust tambahan. Operator dapat segera mengecek proses tanpa harus panik, karena masih pada tingkat peringatan. Jika fan tidak cukup dan CO2 terus naik hingga 2%, alarm 2 berbunyi keras dan prosedur evakuasi lokal bisa dijalankan.
Bagi tim QA dan HSE, keberadaan alat ini memudahkan penyusunan SOP berbasis data. Mereka dapat menyusun aturan jelas: “Jika CO2 > alarm 1, lakukan A; jika > alarm 2, lakukan B.” Selain itu, sertifikat kalibrasi ISO dari PCE-WMM 50-ICA membantu menunjukkan kepada auditor bahwa pemantauan gas dilakukan dengan instrumen yang tertelusur.
Contoh Penerapan di Laboratorium dan Fasilitas Riset
Contoh lain datang dari laboratorium biotek dan teaching lab di kampus. Ruang praktikum sering terisi penuh mahasiswa, dengan banyak peralatan listrik menyala dan pintu yang kadang dibiarkan tertutup untuk mengontrol suhu. Dalam kondisi ini, CO2 di dalam ruangan dapat meningkat cukup cepat, terutama bila ventilasi terbatas.
Pemasangan PCE-WMM 50-ICA di ruang tersebut memberi beberapa manfaat langsung:
-
Dosen atau teknisi dapat memantau dari luar ruangan melalui display remote sebelum masuk, sehingga lingkungan yang kurang sehat dapat dihindari.
-
Alarm 1 dapat dipakai sebagai indikator bahwa jendela perlu dibuka atau sistem ventilasi mekanis ditingkatkan ketika praktikum berlangsung.
-
Alarm 2 dapat dihubungkan ke sistem ventilasi otomatis atau sirine di koridor sebagai tanda bahwa ruangan perlu dikosongkan sementara.
Di laboratorium fermentasi atau kultur sel, CO2 dari inkubator, fermentor, atau silinder gas dapat berakumulasi jika terjadi kebocoran. Dengan sensor dipasang dekat area tersebut dan display di ruang kontrol, peneliti bisa bekerja dengan rasa aman yang lebih baik. Instrumen ini juga membantu menjaga lingkungan kerja yang nyaman untuk sesi kerja panjang ketika mengamati kultur atau melakukan pengaturan alat.
Langkah-Langkah Menggunakan PCE-WMM 50-ICA di Lapangan
Berikut langkah umum penggunaan PCE-WMM 50-ICA, misalnya pada skenario pabrik minuman atau laboratorium yang dibahas di pendahuluan:
-
Perencanaan lokasi pemasangan
-
Tentukan titik sensor di area yang mewakili paparan pekerja (sekitar ketinggian kepala).
-
Pilih lokasi display di tempat yang mudah dilihat dan relatif aman.
-
Pastikan tersedia sumber listrik AC 100–240 V di dekat unit sensor.
-
-
Instalasi mekanis
-
Pasang bracket atau dudukan pada dinding untuk unit sensor dan display.
-
Kencangkan kedua unit dengan sekrup sesuai panduan manual.
-
Tarik kabel data dari sensor ke display melalui jalur kabel yang rapi dan terlindung.
-
-
Sambungan listrik dan pengecekan awal
-
Hubungkan adaptor AC ke unit sensor dan ke sumber listrik.
-
Nyalakan sistem; pastikan display menyala dan LED operasi aktif.
-
Biarkan alat stabil beberapa menit sesuai rekomendasi pabrikan.
-
-
Pengaturan ambang alarm
-
Masuk ke menu dengan tombol yang tersedia.
-
Pilih angka ambang Alarm 1 dan Alarm 2 sesuai analisis risiko fasilitas.
-
Simpan pengaturan dan catat konfigurasi ini dalam dokumen K3 atau QA.
-
-
Integrasi dengan perangkat eksternal (jika diperlukan)
-
Sambungkan kontak potensial-bebas ke relay atau langsung ke perangkat seperti fan, sirine, atau panel alarm.
-
Lakukan function test untuk memastikan saat Alarm 1 aktif, perangkat eksternal juga merespons.
-
-
Pengoperasian harian
-
Operator cukup memantau angka CO2 dan suhu pada display.
-
Perhatikan LED dan bunyi alarm; ikuti prosedur yang ditentukan jika alarm berbunyi.
-
Dalam teaching lab, teknisi dapat memeriksa angka CO2 sebelum sesi praktikum, dan memantau saat sesi berlangsung.
-
-
Perawatan berkala
-
Bersihkan housing dari debu dan percikan yang menempel, tanpa menutup lubang difusi.
-
Lakukan pengecekan fungsi alarm secara rutin (misalnya bulanan).
-
Ikuti rekomendasi pabrikan terkait interval kalibrasi ulang untuk menjaga akurasi.
-
Dengan alur ini, PCE-WMM 50-ICA dapat diintegrasikan mulus ke dalam aktivitas rutin fasilitas tanpa menambah beban kerja besar bagi tim operasional.
Kesimpulan dan Rekomendasi Penggunaan
PCE-WMM 50-ICA adalah monitor CO2 dinding yang dirancang untuk pemantauan kontinu di lingkungan industri dan laboratorium. Kombinasi sensor NDIR dengan difusi, dua ambang alarm yang dapat disetel, kontak potensial-bebas untuk kontrol eksternal, serta sertifikat kalibrasi ISO menjadikannya pilihan yang solid untuk organisasi yang serius mengelola kualitas udara dan keselamatan kerja.
Alat ini paling relevan untuk:
-
Pabrik makanan dan minuman yang menggunakan CO2 dalam proses produksi.
-
Laboratorium riset, teaching lab, dan fasilitas biotek yang membutuhkan pemantauan CO2 ruangan.
-
Fasilitas pengolahan air minum maupun air limbah yang memiliki ruang tertutup dekat proses yang menghasilkan CO2.
-
Industri proses dan kimia yang memakai CO2 sebagai gas proses atau inertisasi.
-
Ruang HVAC, ruang mesin, atau area tertutup lain yang ingin dipantau kualitas udaranya.
Jika kebutuhan Anda lebih ke pemantauan historis dengan logging data internal dan ekspor ke PC, mungkin perlu dikombinasikan dengan sistem kontrol atau data logger tambahan. Namun, untuk fungsi pemantauan real-time, alarm, dan integrasi sederhana ke sistem ventilasi, PCE-WMM 50-ICA sudah memberikan paket yang lengkap dan praktis.
FAQ Seputar PCE-WMM 50-ICA
1. Apakah PCE-WMM 50-ICA bisa digunakan di luar ruangan?
Perangkat ini dirancang terutama untuk penggunaan dalam ruangan dengan rentang suhu 0 … +45 °C dan rating IP54. Untuk luar ruangan terbuka dengan paparan hujan langsung, diperlukan pelindung tambahan dan kajian lebih lanjut apakah kondisi lingkungan masih sesuai.
2. Bisakah alat ini menyimpan data dan diunduh ke komputer?
Model ini tidak dilaporkan memiliki memori data internal atau antarmuka digital seperti USB. Fokusnya adalah pemantauan real-time dan alarm. Untuk kebutuhan tren jangka panjang, Anda dapat mengintegrasikannya ke sistem kontrol atau data logger melalui kontak alarm.
3. Seberapa sering alat perlu dikalibrasi ulang?
Interval kalibrasi ditentukan oleh kebijakan QA/QC dan ketentuan regulasi di fasilitas Anda. Banyak pengguna industri melakukan kalibrasi tahunan atau sesuai rekomendasi pabrikan. Versi ICA sudah dilengkapi sertifikat kalibrasi awal.
4. Apakah PCE-WMM 50-ICA aman untuk digunakan di area dengan kelembapan tinggi?
Dengan rating IP54, alat ini tahan terhadap percikan air dan debu, namun bukan untuk direndam atau terkena semprotan bertekanan tinggi. Untuk area sangat lembap, pastikan pemasangan di tempat yang relatif terlindung dan sirkulasi udara baik.
5. Apakah alat ini dapat mendeteksi gas lain selain CO2?
Tidak. Sensor NDIR di dalam PCE-WMM 50-ICA dirancang khusus untuk CO2. Untuk pemantauan gas lain seperti CO atau gas mudah terbakar, diperlukan sensor khusus yang berbeda.
6. Bisakah satu unit mengontrol lebih dari satu fan atau sirine?
Kontak alarm memiliki kapasitas hingga 2 A pada 30 V DC / 250 V AC. Dalam banyak kasus, kontak ini digunakan untuk mengendalikan relay yang kemudian dapat mengontrol beberapa perangkat sekaligus, selama dirancang dengan benar oleh teknisi listrik atau engineer fasilitas.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan kadar CO2 dalam menjaga keselamatan kerja dan kualitas proses di fasilitas Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti PCE-WMM 50-ICA Air Quality Carbon Dioxide Meter dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas udara, memastikan lingkungan kerja yang lebih aman, dan memenuhi standar regulasi yang berlaku. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pemantauan CO2 di ruang produksi, laboratorium, atau fasilitas pengolahan, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Air Quality Carbon Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Air Quality Carbon Dioxide Meter PCE-WMM 50-ICA incl. ISO Calibration Cert.
Lihat Produk★★★★★ -

Air Quality Carbon Dioxide Meter PCE-WMM 50
Lihat Produk★★★★★ -

Air Quality Carbon Dioxide Meter PCE-WMM 100-ICA incl. ISO Calibration Cert.
Lihat Produk★★★★★ -

Air Quality Carbon Dioxide Meter PCE-WMM 100
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Sazali, M. A., Djunaedy, E., & Kirom, M. R. (2019).
Perbandingan Kenyamanan Termal dan Kualitas Udara di Ruangan AC dan Tidak Ber-AC.
e-Proceeding of Engineering, 6(1), 1244–1251. Retrieved from. https://repository.telkomuniversity.ac.id/pustaka/148649/perbandingan-kenyamanan-termal-dan-kualitas-udara-di-ruangan-ac-dan-tidak-ber-ac.html - Widodo, S., Amin, M. M., Sutrisman, A., & Putra, A. A. (2017).
Rancang Bangun Alat Monitoring Kadar Udara Bersih dan Gas Berbahaya CO, CO₂, dan CH₄ di Dalam Ruangan Berbasis Mikrokontroler.
Jurnal Pseudocode, 4(2), 105–110. Retrieved from
https://ejournal.unib.ac.id/pseudocode/article/download/3851/2091/6980














