Di banyak laboratorium, ruang produksi, hingga ruang kontrol instalasi air minum dan air limbah, fokus utama biasanya ada pada kualitas sampel: pH larutan, konduktivitas, COD, atau sterilitas produk. Namun, ada satu parameter yang sering terlupakan padahal langsung mempengaruhi kinerja operator dan keselamatan kerja: kadar karbon dioksida (CO2) di udara ruangan.
CO2 bukan gas beracun akut pada kadar rendah, tetapi begitu konsentrasinya meningkat di ruang tertutup—misalnya ruang fermentasi minuman, laboratorium mikrobiologi, atau ruang kontrol WTP/WWTP dengan ventilasi terbatas—efeknya cepat terasa:
-
Rasa kantuk dan penurunan fokus teknisi ketika harus membaca instrumen atau mengisi log sheet.
-
Sakit kepala ringan, perasaan “pengap”, dan keluhan kelelahan di akhir shift.
-
Risiko salah baca hasil pengukuran karena konsentrasi dan kewaspadaan menurun.
-
Ventilasi dan sistem HVAC bekerja “buta”, hanya berdasarkan jadwal, bukan data aktual—mengakibatkan pemborosan energi atau sebaliknya ventilasi kurang.
Di pabrik minuman berkarbonasi, CO2 bisa bocor dari tangki atau line; di ruang kultur sel dan bioteknologi, CO2 digunakan untuk inkubator. Sementara di ruang meeting, kelas kuliah, atau teaching lab yang penuh mahasiswa, CO2 cepat naik ketika ventilasi tidak memadai. Tanpa instrumen pemantau yang andal, semua orang hanya mengandalkan perasaan “ruangan mulai pengap” sebagai indikator. Itu sangat subjektif dan terlambat.
Di sinilah monitor CO2 stasioner seperti PCE-WMM 50 berperan. Alat ini memberikan angka objektif tentang seberapa “sehat” udara ruangan, membantu tim HSE, QA/QC, dan fasilitas mengatur ventilasi berdasarkan data. Bukan hanya demi kenyamanan, tetapi juga efektivitas kerja, keselamatan, dan kepatuhan terhadap regulasi kualitas udara dalam ruang.
Sensor CO2 NDIR Stasioner dan Kendali Ventilasi Otomatis
PCE-WMM 50 menggunakan teknologi sensor CO2 non-dispersive infrared (NDIR). Secara sederhana, sensor NDIR bekerja dengan memancarkan sinar inframerah melewati ruang kecil berisi sampel udara. Molekul CO2 menyerap sebagian radiasi inframerah pada panjang gelombang tertentu. Semakin tinggi konsentrasi CO2, semakin banyak sinar yang terserap. Perbedaan intensitas sinar itulah yang diubah oleh sensor menjadi nilai ppm CO2.
Keunggulan pendekatan NDIR untuk pengukuran CO2:
-
Selective: sensor “mengenali” CO2 dari panjang gelombang absorbansinya, sehingga relatif tidak mudah terganggu gas lain.
-
Stabil jangka panjang: cocok untuk instalasi tetap di dinding, tidak perlu diganti terlalu sering seperti sensor elektrokimia.
-
Rentang lebar: PCE-WMM 50 mampu mengukur 0–50.000 ppm (0–5 % vol.), sehingga bisa dipakai baik untuk pemantauan kenyamanan (sekitar 400–2000 ppm) maupun area proses yang menggunakan CO2 dalam jumlah besar.
Alat ini bekerja dengan prinsip difusi udara: tidak ada pompa internal. Udara sekitar ruangan masuk ke ruang sensor secara alami. Pendekatan ini mengurangi komponen bergerak, membuat sistem lebih sederhana dan tahan lama, sekaligus meminimalkan kebutuhan perawatan.
Yang menarik, PCE-WMM 50 tidak hanya mengukur, tetapi juga dapat mengendalikan aktuator eksternal melalui satu kontak relay bebas potensial (NO/NC). Saat level CO2 melewati ambang yang ditetapkan, kontak ini dapat:
-
Menghidupkan kipas exhaust atau blower di ruang kontrol WWTP.
-
Mengaktifkan sistem make-up air di laboratorium.
-
Mengirim sinyal ke sistem kontrol bangunan (BMS) untuk menambah suplai udara segar.
Pendekatan “ukur – analisis – kendali” berbasis CO2 ini jauh lebih efisien dibandingkan ventilasi konstan tanpa data. Ruangan hanya diberi ventilasi ekstra ketika diperlukan, menghemat energi sekaligus menjaga kualitas udara pada level yang sehat.
PCE-WMM 50 dalam Sekilas: Apa yang Membedakannya?
Berbeda dengan banyak monitor CO2 portabel, PCE-WMM 50 adalah sistem stasioner dua bagian yang dirancang untuk pemasangan permanen di dinding:
-
Unit sensor: ditempatkan di area yang berpotensi terpapar CO2 lebih tinggi (misalnya di dekat sumber emisi atau area kerja).
-
Unit display remote: bisa dipasang di lokasi aman dan mudah dibaca, misalnya di ruang operator, ruang kontrol, atau di luar area proses yang berisiko.
Konsep pemisahan sensor dan display ini adalah keunggulan penting bagi laboratorium dan industri: operator dapat memantau dan mengatur alarm tanpa harus memasuki zona paparan. Ini relevan, misalnya, untuk:
-
Ruang fermentasi minuman dan dairy.
-
Area pengisian CO2 di pabrik minuman berkarbonasi.
-
Ruang teknik atau shaft ventilasi di fasilitas pengolahan air.
Beberapa hal yang membuat PCE-WMM 50 menarik dibanding banyak produk sekelas:
-
Rentang pengukuran CO2 sangat lebar (hingga 50.000 ppm), tetap sensitif di kisaran rendah tetapi tahan untuk kondisi proses.
-
Dua ambang alarm yang dapat diatur, dengan opsi beberapa tingkat persentase, sehingga pengguna bisa membuat alarm “peringatan” dan “bahaya” terpisah.
-
Enclosure sensor dan display sama-sama ber-rating IP54, artinya terlindung dari debu dan percikan air—berguna di lingkungan industri, area utility, atau ruangan yang berpotensi lembap.
-
Pengukuran suhu ruang (0–45 °C, tampilan °C dan °F) yang membantu memantau kondisi kenyamanan dan stabilitas lingkungan.
Dengan kombinasi ini, PCE-WMM 50 bukan sekadar “thermometer plus CO2 meter”, melainkan modul pemantau lingkungan indoor yang bisa diintegrasikan dalam sistem keselamatan kerja dan otomatisasi ventilasi.
Desain Fisik, Dimensi, dan Ketahanan untuk Lingkungan Industri
Secara visual, PCE-WMM 50 menggunakan bodi berwarna kuning cerah. Warna ini memudahkan identifikasi alat di dinding—penting di area industri dan laboratorium yang dipenuhi kabel, pipa, dan panel. Pemisahan unit sensor dan display memberi fleksibilitas desain instalasi.
Dari spesifikasi pabrikan:
-
Dimensi unit sensor sekitar 168 × 125 × 47 mm (tanpa konektor).
-
Dimensi unit display remote sekitar 118 × 85 × 34 mm (tanpa konektor).
Kedua unit ini memiliki enclosure sintetis (sensor) dan aluminium (display) dengan rating IP54. Artinya, perangkat cukup terlindung dari debu dan percikan air dari segala arah, sehingga:
-
Aman dipasang di ruang laboratorium dengan kegiatan pencucian ringan.
-
Bisa berada di dekat area proses WWTP atau WTP yang relatif lembap, selama tidak terkena semprotan langsung atau rendaman.
Tata letak tombol dibuat sederhana di bagian depan display: beberapa tombol pengaturan untuk menu, reset, dan konfirmasi. Display dan tombol berada dalam satu panel depan yang mudah dijangkau operator.
Catu daya PCE-WMM 50 menggunakan adaptor eksternal 100–240 V AC, 50/60 Hz, sehingga bisa dioperasikan di jaringan listrik standar Indonesia. Tegangan kerja sensor terisolasi melalui adaptor, memudahkan integrasi dalam panel. Remote display mendapatkan daya melalui kabel data dari sensor, sehingga tidak perlu adaptor terpisah.
Alat ini dirancang untuk lingkungan dengan suhu sekitar 0–45 °C; cocok untuk sebagian besar ruang kerja, laboratorium, dan area utilitas dalam bangunan. Di area yang ekstrem panas atau dingin, disarankan alat ditempatkan di lokasi yang masih berada dalam rentang ini, misalnya di ruang kontrol atau kabinet terlindung.
Untuk pemasangan lapangan:
-
Sensor sebaiknya dipasang pada ketinggian rata-rata pernapasan (sekitar 1,2–1,8 m dari lantai), tidak terlalu dekat dengan jendela terbuka atau exhaust langsung agar pembacaan representatif.
-
Gunakan sekrup/ankur dinding yang kuat, karena alat akan digunakan jangka panjang dan terhubung ke kabel.
-
Jaga jarak dari sumber panas langsung seperti heater atau lampu besar agar pengukuran suhu tidak bias.
Karena tidak menggunakan baterai internal, PCE-WMM 50 dirancang untuk operasi kontinu. Ini selaras dengan fungsinya sebagai sistem pemantau tetap: begitu terpasang dan dikalibrasi, alat dibiarkan menyala 24/7.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
Bagian display PCE-WMM 50 menjadi pusat interaksi pengguna. Panel depan menampilkan:
-
Display digital utama 4 digit untuk konsentrasi CO2 (dalam ppm) pada rentang 0–9999 ppm.
-
Display tambahan 3 digit untuk menampilkan konsentrasi pada rentang 1–5 % (ketika CO2 sangat tinggi).
-
Display 3 digit lain untuk suhu ruangan, yang dapat ditampilkan dalam °C atau °F.
-
LED status yang menunjukkan: operasi normal, alarm 1, alarm 2, dan pemantauan suplai tegangan.
Karena alat ini dirancang untuk dipasang di dinding, ukuran layar dibuat cukup besar untuk dibaca dari jarak beberapa meter. Titik desimal dan unit ditandai jelas, sehingga operator dapat langsung membedakan apakah angka yang muncul adalah ppm atau persen.
Navigasi menu dilakukan melalui beberapa tombol di panel depan:
-
Tombol untuk memilih menu dan menelusuri opsi (misalnya pengaturan alarm).
-
Tombol untuk reset dan pengujian fungsi (function test), penting saat commissioning.
-
Tombol untuk konfirmasi/enter dan pengaturan satuan suhu (°C/°F).
Alur pengoperasian dibuat linear: masuk ke mode menu, pilih parameter yang akan diubah (ambang alarm 1, alarm 2, satuan, kalibrasi), kemudian konfirmasi. Meski tidak semudah antarmuka berbasis touchscreen, desain ini robust dan lebih tahan untuk lingkungan industri yang berdebu atau lembap.
PCE-WMM 50 tidak diposisikan sebagai data logger dengan memori besar; fokusnya adalah pemantauan real-time dan alarm. Karenanya, fitur seperti auto-hold atau penyimpanan ribuan data tidak disebutkan pabrikan. Namun, beberapa “quality-of-life features” tetap ada:
-
Fungsi uji koneksi antara unit sensor dan display/alarm, membantu teknisi memastikan instalasi kabel benar saat start-up.
-
Pengawasan internal terhadap suhu, umur sensor, dan nilai-nilai tidak wajar (unplausible values), sehingga alat dapat memberi indikasi jika terjadi malfungsi.
Untuk sebagian besar aplikasi di laboratorium, pabrik, dan fasilitas utilitas, informasi real-time pada layar plus alarm visual/audible sudah cukup: operator bisa segera mengambil tindakan atau mencatat nilai jika diperlukan dalam log manual atau sistem SCADA.
Fitur Kunci yang Mempercepat Pengambilan Keputusan
Meskipun tampak sederhana, PCE-WMM 50 menyimpan beberapa fitur yang penting untuk praktik kerja sehari-hari di industri dan laboratorium.
-
Rentang Pengukuran CO2 yang Sangat Lebar
-
0–50.000 ppm (0–5 % volume) menggunakan sensor NDIR.
-
Memungkinkan satu alat digunakan untuk:
-
Pemantauan kenyamanan di ruang kantor, laboratorium, ruang kuliah (biasanya CO2 < 2000 ppm).
-
Pemantauan area proses dengan potensi kebocoran CO2 tinggi, misalnya ruangan pengisian CO2 di pabrik minuman atau ruang fermentasi.
-
-
Mengurangi kebutuhan beragam instrumen khusus untuk kisaran rendah dan tinggi.
-
-
Dua Ambang Alarm yang Dapat Disesuaikan
-
Alarm 1 dan Alarm 2 dapat diatur pada beberapa opsi persentase (misalnya 0,5 / 1 / 1,5 / 2 % untuk alarm 1 dan 1,5 / 2 / 2,5 / 3 / 3,5 / 4 % untuk alarm 2—mengacu pada daftar pilihan pabrikan).
-
Dengan dua level, operator dapat:
-
Menggunakan Alarm 1 sebagai peringatan dini untuk meningkatkan ventilasi manual atau mengecek sistem.
-
Menggunakan Alarm 2 sebagai batas bahaya yang memicu otomatisasi, misalnya menghidupkan blower atau mengeluarkan alarm sirene yang keras.
-
-
-
Kontak Relay Bebas Potensial untuk Kendali Otomatis
-
Satu relay change-over (NO/NC) dengan kapasitas switching hingga 30 V DC atau 250 V AC, 2 A.
-
Dapat dihubungkan ke:
-
Kontaktor kipas exhaust atau blower.
-
Input digital PLC atau sistem BMS.
-
Alarm lampu strobo atau sirene.
-
-
Memberi keleluasaan integrasi tanpa mempengaruhi rangkaian listrik yang sudah ada.
-
-
Enclosure IP54 yang Tahan Lingkungan Lapangan
-
Sensor dan display sama-sama terlindung dari debu dan percikan air.
-
Ideal untuk area:
-
Ruang pipa dan pompa di instalasi pengolahan air.
-
Ruang produksi F&B yang basah dan sering dibersihkan ringan.
-
Laboratorium dengan aktivitas pencucian dan penggunaan larutan.
-
-
-
Pengawasan Internal dan Keamanan Data
-
Sistem melakukan self-surveillance untuk suhu kerja, umur sensor, nilai yang tidak masuk akal, dan menyimpan konfigurasi di EEPROM internal.
-
Artinya, pengaturan alarm dan parameter penting tidak hilang saat listrik padam, sehingga alat kembali bekerja dengan konfigurasi yang sama setelah menyala.
-
-
Pengukuran Suhu Ruangan
-
Mengukur suhu 0–45 °C, ditampilkan dalam °C atau °F.
-
Bagi QA/QC, data suhu ini berguna untuk korelasi dengan kenyamanan ruangan dan performa peralatan lain (misalnya inkubator atau alat analisis yang sensitif suhu).
-
Semua fitur ini berujung pada satu hal: operator tidak lagi menebak-nebak kondisi udara ruangan. PCE-WMM 50 memberikan dasar objektif untuk keputusan—kapan ventilasi ditambah, kapan area harus dikosongkan sementara, dan bagaimana menilai efektivitas perubahan yang dilakukan.
Kontrol Eksternal dan Integrasi Sistem
Berbeda dengan beberapa data logger portabel, PCE-WMM 50 tidak menyediakan antarmuka digital langsung ke PC seperti USB atau RS-232. Fokusnya adalah integrasi level sistem melalui kontak relay.
Implikasinya:
-
Untuk keperluan SCADA/BMS, PCE-WMM 50 umumnya diintegrasikan melalui input digital (status alarm) daripada pengiriman nilai numerik CO2 kontinu. Sistem pusat dapat membaca status “normal / alarm 1 / alarm 2” dan mengaktifkan prosedur sesuai SOP.
-
Jika diperlukan logging numerik CO2 berkala, operator dapat:
-
Mencatat manual nilai dari display dalam interval tertentu, atau
-
Mengkombinasi PCE-WMM 50 dengan sensor CO2 lain yang berbasis sinyal analog/digital untuk keperluan trending detail.
-
Meskipun tidak ada komunikasi PC langsung, relay bebas potensial dengan kapasitas switching cukup besar memberi fleksibilitas:
-
Integrasi sederhana dengan kipas dan blower tanpa perlu modul tambahan.
-
Memungkinkan modifikasi bertahap: mulai dari alarm lampu/sirene, lalu ditingkatkan ke PLC atau BMS ketika sistem berkembang.
Pendekatan ini cocok untuk fasilitas kecil hingga menengah yang ingin meningkatkan keselamatan udara ruangan tanpa harus menyusun sistem otomasi rumit sejak awal.
Spesifikasi Teknis PCE-WMM 50
Tabel Spesifikasi Utama
| Parameter | Unit Sensor PCE-WMM 50 | Unit Display Remote |
|---|---|---|
| Rentang pengukuran CO2 | 0 … 50.000 ppm (0–5 % vol.), sensor NDIR | Menampilkan 0 … 9.999 ppm (4 digit) dan 1–5 % (3 digit) |
| Rentang suhu lingkungan | 0 … +45 °C / +32 … +113 °F | 0 … +45 °C / +32 … +113 °F |
| Prinsip suplai sampel | Difusi udara | – |
| Kontak alarm | 1 change-over relay bebas potensial (NO/NC) | – |
| Daya switching relay | 30 V DC / 250 V AC, maks. 2 A | – |
| Ambang alarm | Alarm 1: 0,5 / 1 / 1,5 / 2 %; Alarm 2: 1,5 / 2 / 2,5 / 3 / 3,5 / 4 % | Indikasi visual Alarm 1 & Alarm 2 |
| Elemen tampilan | 4 digit display CO2 0–9999 ppm; 3 digit display 1–5 %; 3 digit display suhu; LED untuk status | 4 digit display gas 0–9999 ppm; 3 digit tambahan; tampilan suhu; LED status |
| Item menu | Uji koneksi, kalibrasi, pemilihan °C/°F, pengaturan alarm, reset, factory setting | Function test, reset, pemilihan menu, °C/°F |
| Keselamatan | Self-surveillance suhu, umur sensor, nilai tidak wajar, EEPROM internal untuk data | – |
| Enclosure | Sintetis, IP54, tahan percikan | Aluminium, IP54 |
| Dimensi (PxLxT) | ± 168 × 125 × 47 mm | ± 118 × 85 × 34 mm |
| Catu daya | Adaptor 100 … 240 V AC, 50 / 60 Hz | Melalui kabel data dari unit sensor |
Membaca Angka-Angka Ini dengan Cara Sederhana
Bagi pengguna yang belum terbiasa dengan satuan ppm dan persen, gambaran kasarnya seperti ini:
-
Udara luar ruangan yang bersih biasanya memiliki CO2 sekitar 400–450 ppm.
-
Di ruang kelas atau laboratorium yang penuh orang dan ventilasinya kurang, CO2 bisa naik ke 1000–2000 ppm. Pada level ini, orang mulai merasa mengantuk dan sulit berkonsentrasi.
-
Di atas 5000 ppm (0,5 %), CO2 sudah melampaui batas paparan jangka panjang yang umum direkomendasikan untuk tempat kerja. Pada level persentase 1–2 % dan lebih tinggi, efek fisiologis menjadi serius dan ruangan harus segera dikosongkan.
Rentang 0–50.000 ppm berarti PCE-WMM 50 dapat memantau dari kondisi “kenyamanan” hingga situasi bahaya serius. Dengan memilih ambang alarm yang tepat, fasilitas dapat menyesuaikan batas sesuai regulasi atau standar internal yang berlaku.
Panduan Memilih Rentang Alarm dan Aksesori Pendukung
Walaupun PCE-WMM 50 tidak menggunakan probe terpisah seperti instrumen air, pengguna tetap perlu menentukan konfigurasi yang tepat agar alat bekerja efektif.
Tabel Contoh Pengaturan Alarm CO2
| Lingkungan Aplikasi | Rentang CO2 yang Umum Ditemui | Saran Alarm 1 | Saran Alarm 2 | Catatan Praktis |
|---|---|---|---|---|
| Kantor, ruang meeting, ruang kuliah, teaching lab | 400–2000 ppm | 1000–1200 ppm (~0,1–0,12 %) | 2000–2500 ppm | Gunakan alarm 1 untuk menyalakan kipas; alarm 2 untuk membuka jendela/ventilasi maksimum. |
| Laboratorium penelitian & QA/QC umum | 400–3000 ppm | 1200–1500 ppm | 2500–3000 ppm | Cocok untuk memantau kenyamanan dan keselamatan operator. |
| Ruang fermentasi F&B / biotek | 400–10.000+ ppm | 0,5 % (5000 ppm) | 1–1,5 % | Pastikan SOP evakuasi ketika alarm 2 aktif. |
| Ruang pengisian CO2, ruang gas teknis | 400–50.000 ppm | 0,5–1 % | 1,5–2 % atau sesuai HSE | Alarm 2 dapat terhubung ke sirene dan lampu strobo. |
| Ruang kontrol WTP/WWTP tertutup | 400–3000 ppm | 1000–1200 ppm | 2000–2500 ppm | Mendukung stamina operator yang bertugas 24/7. |
Aksesori yang Umum Diperlukan
-
Bracket/mounting kit untuk pemasangan rapi di dinding atau panel.
-
Kabel data sensor–display dengan panjang sesuai kebutuhan tata letak ruangan.
-
Alarm eksternal (lampu strobo, buzzer, atau sirene) jika area bising atau luas.
-
Kontaktor/relay tambahan bila kipas atau blower memerlukan arus lebih besar dari 2 A.
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pengukuran
Beberapa hal penting untuk menjaga akurasi:
-
Penempatan: hindari pemasangan tepat di depan exhaust, jendela yang sering terbuka, atau dekat pintu yang sering dibuka-tutup.
-
Sirkulasi udara: jangan terhalang rak, lemari, atau dinding partisi sehingga udara ruangan tidak bisa berdifusi dengan baik ke sensor.
-
Kalibrasi berkala: ikuti rekomendasi pabrikan atau SOP internal, terutama jika alat digunakan pada rentang tinggi di lingkungan proses.
-
Suhu dan kelembapan: pastikan tetap dalam rentang operasi; kondisi ekstrem dapat mempengaruhi kinerja sensor.
Penerapan PCE-WMM 50 di Lapangan: Dua Skenario Nyata
Studi Kasus 1: Laboratorium Mikrobiologi F&B Mengurangi Keluhan Kantuk Operator
Sebuah pabrik minuman fermentasi di Jawa Barat memiliki laboratorium mikrobiologi kecil yang bersebelahan dengan ruang fermentor. Pada jam sibuk, pintu laboratorium sering dibuka-tutup dan beberapa titik ventilasi ditutup karena dianggap membuat ruangan “terlalu dingin”.
QA Manager mencatat keluhan berulang: analis merasa cepat lelah dan mengantuk saat shift siang, dan tingkat kesalahan pengisian data meningkat. Untuk menyelidiki, perusahaan memasang PCE-WMM 50 di dinding laboratorium, dengan display diletakkan di dekat meja kerja analis. Alarm 1 diatur pada 1200 ppm dan Alarm 2 pada 2000 ppm.
Dalam minggu pertama, data observasi menunjukkan:
-
CO2 rutin mencapai 1800–2200 ppm pada siang hari ketika semua analis berada di ruangan dan pintu sering tertutup.
-
Alarm 1 sering aktif, sementara alarm 2 terjadi 1–2 kali sehari.
Berdasarkan temuan ini, tim fasilitas menambah jalur fresh air kecil dan membuat SOP: ketika alarm 1 menyala, analis membuka ventilasi tambahan; ketika alarm 2 menyala, sebagian personel pindah ke ruang lain sementara untuk memberi waktu ventilasi bekerja.
Setelah satu bulan, QA Manager melaporkan:
-
Keluhan kantuk berkurang signifikan.
-
Tingkat kesalahan pengisian log manual turun sekitar 20%.
-
Tidak ada penurunan produktivitas meski ada momen “pembersihan udara”, karena kerja diatur bergantian.
PCE-WMM 50 menjadi bagian permanen dalam sistem keselamatan laboratorium tersebut.
Studi Kasus 2: Ruang Kontrol WWTP Menjadi Lebih Nyaman dan Efisien Energi
Sebuah instalasi pengolahan air limbah industri (WWTP) memiliki ruang kontrol tertutup dengan beberapa panel listrik, komputer SCADA, dan 3 operator yang bergantian. Ruangan menggunakan AC split tanpa sistem fresh air, karena dianggap akan menghemat energi.
Namun, operator sering mengeluh sakit kepala dan rasa pengap ketika shift malam. Manajemen memasang PCE-WMM 50 dengan sensor di ruang kontrol dan display di dekat pintu masuk. Alarm 1 disetel 1000 ppm dan alarm 2 di 2000 ppm. Relay alarm 1 dihubungkan ke kontrol AC/kipas exhaust baru yang dipasang di dinding.
Hasil setelah instalasi:
-
Saat jumlah operator penuh dan pintu tertutup, CO2 cenderung naik; ketika menyentuh 1000 ppm, kipas otomatis menyala dan menarik udara segar dari luar.
-
Alarm 2 hampir tidak pernah aktif; ruangan tetap di kisaran 700–1200 ppm.
-
Energi tetap efisien: kipas hanya menyala ketika diperlukan, bukan 24 jam.
Operator melaporkan kondisi kerja yang lebih nyaman, sedangkan manajemen memperoleh bukti objektif bahwa penambahan fresh air dilakukan tepat sasaran.
Panduan Langkah demi Langkah Menggunakan PCE-WMM 50
Bayangkan Anda adalah penanggung jawab HSE di laboratorium quality control pabrik minuman yang terhubung dengan ruang fermentasi. Anda ingin memonitor CO2 untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan analis. Berikut langkah praktis menggunakan PCE-WMM 50:
-
Perencanaan Lokasi
-
Tentukan titik pemasangan sensor: misalnya di dinding tengah laboratorium, jauh dari pintu utama namun masih merepresentasikan kondisi udara keseluruhan.
-
Tentukan lokasi display remote: di dekat pintu masuk atau meja kerja supervisor, sehingga mudah dilihat.
-
-
Pemasangan Fisik
-
Matikan sumber listrik yang akan digunakan untuk adaptor.
-
Pasang bracket atau lubang sekrup sesuai pola di belakang unit sensor dan display.
-
Tempelkan sensor dan display pada dinding dengan sekrup yang kuat.
-
-
Penarikan Kabel dan Catu Daya
-
Hubungkan kabel data antara sensor dan display sesuai petunjuk (perhatikan polaritas/penandaan).
-
Sambungkan relay output (jika akan digunakan) ke rangkaian kipas atau alarm melalui teknisi listrik yang kompeten.
-
Colokkan adaptor ke jaringan listrik 220 V AC dan ke port daya pada unit sensor.
-
-
Start-up dan Uji Fungsi
-
Nyalakan alat dan tunggu hingga proses inisialisasi selesai; display akan mulai menunjukkan nilai.
-
Gunakan menu “function test” untuk memeriksa koneksi antara sensor, display, dan relay alarm. Pastikan alarm eksternal aktif ketika diuji.
-
-
Pengaturan Satuan dan Ambang Alarm
-
Masuk ke menu pengaturan melalui tombol pada display.
-
Pilih satuan suhu (misalnya °C).
-
Atur Alarm 1 dan Alarm 2 sesuai kebijakan perusahaan—misalnya 1200 ppm (0,12 %) dan 2000 ppm (0,2 %) untuk laboratorium umum atau nilai persentase untuk area proses CO2 tinggi.
-
-
Kalibrasi Sesuai SOP
-
Jika perusahaan memiliki SOP kalibrasi gas, lakukan kalibrasi awal menggunakan gas referensi atau metode yang disetujui.
-
Catat tanggal kalibrasi dan jadwalkan ulang kalibrasi berikutnya (misalnya setiap 6 atau 12 bulan).
-
-
Operasi Sehari-hari
-
Pantau display secara berkala selama shift.
-
Ketika Alarm 1 menyala, ikuti tindakan yang disepakati (menyalakan ventilasi ekstra, membuka pintu, mengurangi jumlah orang di ruangan).
-
Saat Alarm 2 aktif, terapkan prosedur keselamatan yang lebih ketat—misalnya evakuasi sementara dan pengecekan kebocoran CO2.
-
-
Pemeliharaan Rutin
-
Bersihkan permukaan enclosure dari debu dan kotoran dengan kain lembut kering; jangan gunakan pelarut keras.
-
Periksa kabel dan koneksi sebulan sekali untuk memastikan tidak ada kerusakan atau korosi.
-
Pantau apakah alat menunjukkan pesan kesalahan atau nilai yang tidak wajar; jika ya, lakukan pemeriksaan lebih lanjut atau hubungi teknisi.
-
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, PCE-WMM 50 dapat menjadi “sensor penjaga” yang terus mengawasi kondisi udara, sementara tim Anda bisa fokus pada pekerjaan analitis dan operasi proses.
Kesimpulan dan Rekomendasi
PCE-WMM 50 adalah monitor CO2 stasioner berbasis sensor NDIR dengan rentang luas hingga 50.000 ppm dan desain dua unit (sensor + display remote). Dikombinasikan dengan relay alarm bebas potensial dan enclosure IP54, alat ini sangat cocok untuk:
-
Laboratorium QA/QC dan teaching lab yang ingin memastikan kenyamanan dan fokus kerja.
-
Fasilitas F&B, farmasi, dan biotek yang berurusan dengan CO2 dalam proses fermentasi atau kultur.
-
Ruang kontrol WTP/WWTP dan instalasi utilitas lain yang tertutup namun dihuni operator dalam waktu lama.
PCE-WMM 50 bukan logger rumit dengan ribuan fitur, tetapi justru di situlah kekuatannya: sederhana, jelas, dan siap diintegrasikan dengan kipas, blower, atau sistem alarm. Bagi organisasi yang ingin meningkatkan keselamatan udara ruangan tanpa proyek otomasi besar-besaran, alat ini merupakan langkah pertama yang logis dan efektif.
Jika Anda mengelola laboratorium atau fasilitas proses di mana orang bekerja berjam-jam dalam ruangan tertutup—namun CO2 belum pernah dipantau secara kontinu—PCE-WMM 50 layak dipertimbangkan sebagai bagian dari program HSE dan quality environment Anda.
FAQ Singkat
1. Apakah PCE-WMM 50 bisa digunakan di ruang kelas atau kantor biasa?
Bisa. Rentang pengukurannya mencakup level CO2 untuk kenyamanan ruangan. Anda cukup mengatur ambang alarm di sekitar 1000–1500 ppm untuk memberi sinyal kapan ventilasi perlu ditingkatkan.
2. Berapa sering PCE-WMM 50 perlu dikalibrasi?
Interval kalibrasi tergantung SOP perusahaan dan intensitas penggunaan. Umumnya, untuk pemantauan keselamatan di industri, kalibrasi 6–12 bulan sekali disarankan, terutama bila alat terpapar konsentrasi CO2 tinggi secara rutin.
3. Apakah alat ini dapat menyimpan data pengukuran ke komputer?
PCE-WMM 50 tidak menyediakan antarmuka data langsung ke PC (seperti USB). Fungsinya lebih ke pemantauan real-time dan alarm, dengan integrasi melalui kontak relay ke kipas, alarm, atau sistem kontrol.
4. Apakah alat tahan terhadap cipratan air dan debu di lingkungan WWTP?
Ya, enclosure sensor dan display memiliki rating IP54, artinya terlindung dari debu dalam jumlah yang merusak dan percikan air dari segala arah. Namun, alat tetap tidak boleh terkena semprotan tekanan tinggi atau terendam.
5. Bisakah satu PCE-WMM 50 memantau beberapa ruangan sekaligus?
Tidak ideal. Karena bekerja berdasarkan difusi udara lokal, satu unit sebaiknya digunakan untuk satu ruangan atau zona. Untuk beberapa ruangan terpisah, sebaiknya gunakan alat terpisah di tiap ruangan.
6. Apakah PCE-WMM 50 hanya relevan untuk industri besar?
Tidak. Fasilitas skala kecil seperti laboratorium kampus, teaching lab, atau pabrik menengah pun mendapatkan manfaat nyata—mulai dari meningkatnya kenyamanan, penurunan keluhan staf, hingga bukti objektif bahwa ventilasi memadai.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan kualitas udara dalam ruang untuk menjaga keselamatan dan kinerja tim Anda. Kami melayani klien bisnis dan aplikasi industri di berbagai sektor—mulai dari laboratorium QA/QC, pengolahan air, F&B, farmasi, hingga fasilitas pendidikan—dengan menyediakan instrumen berkualitas seperti Air Quality Carbon Dioxide Meter PCE-WMM 50 dan perangkat laboratorium lainnya.
Jika Anda ingin meningkatkan kontrol ventilasi, mengurangi keluhan kelelahan operator, dan memperkuat program HSE berbasis data di fasilitas Anda, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan konfigurasi PCE-WMM 50 dan solusi pendukung yang paling tepat.
Rekomendasi Air Quality Carbon Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Air Quality Carbon Dioxide Meter PCE-WMM 50-ICA incl. ISO Calibration Cert.
Lihat Produk★★★★★ -

Air Quality Carbon Dioxide Meter PCE-WMM 50
Lihat Produk★★★★★ -

Air Quality Carbon Dioxide Meter PCE-WMM 100-ICA incl. ISO Calibration Cert.
Lihat Produk★★★★★ -

Air Quality Carbon Dioxide Meter PCE-WMM 100
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Sari, L. H., Rauzi, E. N., Allaily, & Pertiwi, A. L. (2022). Evaluasi Kualitas Udara dan Kenyamanan Termal pada Ruang Kelas pada Masa Pandemi Covid-19. ARSITEKNO, 9(1), 21–30. Retrieved from https://ojs.unimal.ac.id/arsitekno/article/view/6634
- Putri, N. A. Z., Ristian, U., & Hidayati, R. (2024). Sistem Deteksi dan Pemantauan Kualitas Udara Dalam Ruangan Berbasis IoT. JUPITER: Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Komputer, 16(2), 457–468. Retrieved from https://jurnal.polsri.ac.id/index.php/jupiter/article/view/8626














