Teknisi Indonesia memeriksa sensor angin PCE-WS A berkelas IP65 di atap fasilitas WWTP, terhubung ke panel kontrol melalui kabel 20 m.

PCE-WS A: Anemometer Industri Untuk Otomasi & Peringatan Angin

Daftar Isi

Bayangkan tim QA/QC di fasilitas pengolahan air limbah sedang menjadwalkan pekerjaan perawatan pada unit klorinasi luar ruang. Angin tiba-tiba menguat dan berputar, membawa uap klorin ke arah area kerja. Tanpa pemantauan kecepatan angin yang andal, supervisor sulit mengambil keputusan: lanjut, tunda, atau aktifkan alarm evakuasi. Di sisi lain, di kampus atau laboratorium pengujian yang memiliki cerobong buang, arah dan laju angin menentukan kapan ventilasi aman dioperasikan agar emisi tidak kembali ke area hunian.

Solusi praktisnya adalah sensor angin yang stabil, tahan cuaca, dan mudah diintegrasikan ke PLC/SCADA untuk memicu alarm, menutup katup, atau menunda pekerjaan ketika ambang kecepatan tercapai. Di sinilah PCE-WS A hadir: air flow meter (anemometer) untuk pemasangan tetap, dengan keluaran industri (4–20 mA, opsi 0–10 V, Modbus, atau pulsa) dan perlindungan IP65 untuk operasi jangka panjang.

Teknologi pengukuran kecepatan angin

PCE-WS A menggunakan prinsip anemometer mekanik yang mengukur kecepatan aliran udara/angin dan mengubahnya menjadi sinyal listrik terukur. Intinya, elemen sensor berputar/berinteraksi langsung dengan aliran angin; frekuensi/kecepatan respons tersebut lalu dikonversi menjadi nilai m/s atau ft/s. Keunggulannya: pembacaan langsung (direct measurement) dari kecepatan angin—tanpa model perantara—sehingga responnya cepat dan stabil pada rentang rendah hingga tinggi.

Mengapa penting untuk jangka panjang? Banyak keputusan operasional—dari keselamatan kerja, proteksi struktur sementara, penjadwalan pekerjaan di ketinggian, sampai kontrol proses (misalnya otomatisasi penutup intake atau pengaturan kipas)—bergantung pada nilai ambang angin. Memiliki sensor tetap yang konsisten, tahan cuaca, dan mudah dikaitkan ke sistem otomasi mengurangi ketidakpastian, memperbaiki rekam jejak audit, dan menekan risiko kecelakaan.

Dibandingkan metode “manual” berbasis aplikasi ponsel atau anemometer genggam, pendekatan sensor tetap:

  • memberikan data kontinu sepanjang waktu (24/7),

  • memungkinkan logika otomatis (interlock/alarm),

  • mengurangi ketergantungan pada operator,

  • dan menyediakan bukti historis untuk audit dan investigasi insiden.

Spesifikasi dan fitur product

PCE-WS A adalah air flow meter/anemometer untuk instalasi permanen pada sistem peringatan angin, layanan gedung (building services), dan otomatisasi bangunan. Sensor ini dirancang kompak, berbahan plastik teknik yang tahan korosi, dengan perlindungan IP65 untuk operasi luar ruang. PCE-WS A tersedia dalam beberapa varian keluaran: 4–20 mA (pasif), serta opsi 0–10 V, Modbus, atau pulsa—memudahkan integrasi ke beragam PLC/SCADA atau data logger.

Apa yang membuatnya menonjol dibanding banyak kompetitor di kelasnya?

  • Rentang ukur lebar: mulai 0,8 m/s (2,62 ft/s) hingga 50 m/s (164,04 ft/s) sehingga berguna untuk angin pelan hingga kondisi badai.

  • Akurasi tertera pabrikan yang jelas dan berbeda untuk kecepatan rendah dan tinggi, memudahkan penetapan ambang yang kredibel dalam SOP keselamatan.

  • Kabel sambungan 20 m disertakan, mempercepat pemasangan pada tiang/atap tanpa langsung menambah ekstensi.

  • Pilihan sinyal industri (mA/V/Modbus/pulsa) memungkinkan satu platform sensor untuk berbagai arsitektur sistem.

Desain dan ergonomi

Secara fisik, PCE-WS A mengusung desain kompak untuk pemasangan tetap di luar ruang. Material housing menggunakan plastik teknik (PA) yang tahan terhadap karat dan paparan cuaca. Kelas perlindungan IP65 membuatnya terlindungi dari debu dan semprotan air, sehingga cocok dipasang pada atap gedung, tiang penangkap angin di area WTP/WWTP, atau dekat crane/rig pada area proses.

Dimensi dan berat tidak dicantumkan pada sumber resmi yang dirujuk dalam ulasan ini. Namun, pabrikan menekankan bentuk “star”/elemen pengukur yang bekerja independen dari arah angin—artinya sensor mampu merespons angin datang dari berbagai arah tanpa perlu penyelarasan vane.

Catu daya yang dibutuhkan berasal dari sistem (12–30 V DC). Karena PCE-WS A diposisikan untuk instalasi tetap, perangkat tidak menggunakan baterai internal. Untuk pemasangan lapangan:

  • gunakan tiang kokoh setinggi yang bebas turbulensi lokal,

  • pastikan kabel 20 m (termasuk) diberi jalur yang terlindung UV dan mekanis,

  • dan sediakan grounding serta surge protection bila area rawan petir.

Lingkungan operasi yang didukung lebar: -20 hingga +80 °C (≤95% RH), dengan kecepatan angin maksimum yang dapat ditahan hingga 55 m/s (180,45 ft/s, 123 mph).

Antarmuka dan pengalaman pengguna

PCE-WS A adalah sensor untuk sistem, bukan alat genggam—jadi tidak memiliki layar onboard. “Antarmuka” utamanya adalah sinyal keluarannya:

  • 4–20 mA (pasif) sebagai varian dasar dalam spesifikasi,

  • dengan opsi 0–10 V, Modbus, atau pulsa pada varian lain.

Konsekuensinya, pengalaman pengguna bergantung pada perangkat pembaca: PLC, HMI, SCADA, atau data logger. Di dunia industri, pendekatan ini justru memudahkan—tim instrumentasi dapat memetakan sinyal ke satuan m/s/ft/s, mengaktifkan alarm (mis. >10 m/s), membuat averaging untuk meredam spike, dan menyimpan data historis di server pabrik.

Fitur kualitas hidup muncul pada level sistem:

  • auto-off tidak relevan (sensor siaga 24/7),

  • “auto-hold/auto-read” digantikan oleh logika SCADA (mis. pembacaan tiap detik dengan moving average 30 detik),

  • memori data dikelola oleh data logger/SCADA sehingga fleksibel (harian, mingguan, tahunan).

Fitur-fitur unggulan dan manfaatnya

  1. Rentang awal sensitif (mulai 0,8 m/s)
    Berguna untuk aplikasi yang butuh deteksi angin pelan: penjadwalan pekerjaan atap, operasi drone survei lokasi industri, hingga penentuan waktu penyemprotan pada pertanian kawasan pabrik.

  2. Akurasi tertera berbeda untuk rentang rendah/tinggi

  • <4 m/s: ±0,27 m/s

  • 4 m/s: ±3%
    Pendekatan spesifikasi seperti ini memudahkan perancangan SOP. Contoh: pada WWTP, evakuasi dipicu saat >10 m/s; dengan toleransi 3%, ambang di SCADA bisa diset 9,7 m/s untuk faktor keamanan.

  1. Keluaran 4–20 mA (pasif) + opsi lain
    Sinyal arus tahan interferensi jarak jauh—penting di area pabrik yang penuh elektromagnetik. Opsi 0–10 V/Modbus/pulsa memberi fleksibilitas ketika integrasi ke perangkat berbeda (mis. datalogger portabel, modul IoT, atau PLC lama).

  2. IP65 & housing plastik teknik
    Cocok untuk luar ruang yang berdebu/bersemprotan air. Plastik PA tidak berkarat—relevan untuk lokasi pesisir atau area proses kimia yang korosif ringan.

  3. Kabel 20 m termasuk
    Mempercepat pemasangan: cukup tarik kabel hingga panel instrumen terdekat, kurangi sambungan yang berpotensi menambah noise atau titik lemah.

  4. Maksimum wind speed 55 m/s
    Memberi margin keselamatan saat badai—sensor tetap bekerja dan sistem tetap mendapatkan data untuk alarm.

Manfaat praktis bagi pengguna:

  • penghematan waktu commissioning (pilihan sinyal industri umum),

  • konsistensi audit (angka spesifikasi jelas, mudah ditelusuri),

  • efisiensi sampling & pemantauan (kontinu, tanpa operator).

Kontrol eksternal dan integrasi sistem

  • Integrasi ke PLC/SCADA: koneksikan varian 4–20 mA ke modul analog PLC; skalakan linear ke m/s/ft/s.

  • Opsi 0–10 V/Modbus/pulsa: sesuaikan dengan kartu/port yang tersedia. Modbus mempermudah jaringan multi-sensor; pulsa berguna untuk pencacahan oleh mikrokontroler sederhana.

  • Ekspor data: ditangani oleh data logger/SCADA (CSV/Excel) untuk pelaporan ke QA, HSE, atau LIMS.

  • Workflow data: buat channel “Wind_Speed(mps)” dengan moving average dan alarm level (mis. Warning 8 m/s, Alarm 10 m/s). Simpan tren untuk evaluasi jadwal kerja luar ruang dan dokumentasi audit.

Spesifikasi teknis lengkap

Parameter Nilai
Rentang ukur 2,62 … 164,04 ft/s; 0,8 … 50 m/s
Ambang mulai mengukur ≥ 2,62 ft/s; 0,8 m/s
Keluaran (varian yang ditampilkan di spesifikasi) 4 … 20 mA (pasif)
Opsi keluaran (tercantum di deskripsi) 0 … 10 V, Modbus, pulsa (tergantung tipe)
Akurasi (< 13,12 ft/s / < 4 m/s) ± 0,89 ft/s; ± 0,27 m/s
Akurasi (> 13,12 ft/s / > 4 m/s) ± 3% dari baca
Tegangan kerja 12 … 30 V DC
Suhu operasi -4 … +185 °F; -20 … +80 °C (≤95% RH)
Kecepatan angin maksimum 180,45 ft/s; 123 mph; 55 m/s
Sambungan listrik Kabel 65 ft; 20 m (termasuk)
Kelas proteksi IP65
Cakupan pengiriman 1× Air Flow Meter PCE-WS A; 1× manual

Penjelasan awam singkat:

  • Nilai 0,8 m/s berarti sensor sudah “bangun” bahkan pada hembusan lemah.

  • Akurasi ±3% di atas 4 m/s setara ±0,3 m/s pada 10 m/s—cukup teliti untuk batas keselamatan kerja.

  • IP65 artinya terlindung debu total dan tahan semprotan air—aman untuk hujan, namun bukan untuk perendaman.

  • Kabel 20 m mengurangi kebutuhan penyambungan tambahan, sehingga lebih bersih secara elektromagnetik.

Panduan memilih komponen tambahan

Karena PCE-WS A adalah sensor tetap, pilihan utamanya ada pada tipe sinyal dan aksesori pemasangan.

Tabel pemilihan tipe keluaran & contoh aplikasi

Tipe keluaran Kapan dipilih Contoh aplikasi
4–20 mA (pasif) Jarak kabel menengah-jauh, lingkungan banyak noise, integrasi PLC standar SCADA WWTP/WTP, pabrik F&B, kimia/proses
0–10 V Jarak kabel pendek, modul analog hanya menerima tegangan Panel kontrol HVAC/gedung lama
Modbus Jaringan multi-sensor, integrasi digital, pembacaan parameter serempak Otomasi gedung/Universitas dengan BMS
Pulsa Pencacahan sederhana, mikrokontroler/IoT low-power Proyek riset kampus, teaching lab

Aksesori yang lazim (tergantung kebutuhan proyek):

  • bracket & tiang pemasangan (stainless/galvanis),

  • kotak sambungan (junction box) bersegel,

  • surge/lighting protection untuk area rawan petir,

  • power supply 24 V DC stabil,

  • konverter mA/USB atau logger analog untuk akuisisi ke PC.

Faktor yang memengaruhi hasil:

  • turbulensi lokal (halangi oleh gedung/atap, pasang lebih tinggi dan bebas rintangan),

  • kualitas penarikan kabel (hindari sejajar kabel daya tegangan tinggi tanpa pemisah),

  • kalibrasi sistem (skala linier di PLC/SCADA harus benar),

  • pemeliharaan mekanis (bersihkan kotoran/burung/serangga yang menempel pada elemen sensor).

Panduan penggunaan langkah demi langkah (studi kasus WWTP – area klorinasi luar ruang)

  1. Perencanaan lokasi
    Pilih titik tertinggi yang representatif terhadap angin dominan, jauh dari turbulensi cerobong/kanopi. Pastikan akses aman untuk perawatan.

  2. Pemasangan tiang & bracket
    Pasang tiang dan bracket anemometer. Arah tidak kritis karena sensor bekerja independen dari arah angin. Ikat kabel ke tiang dengan clamp UV-resistant.

  3. Penarikan kabel
    Tarik kabel 20 m ke panel terdekat. Jika butuh ekstensi, gunakan junction box bersegel IP65 dan kabel berpasangan terpuntir (twisted pair) berkualitas.

  4. Penyambungan listrik
    Sambungkan 12–30 V DC dan kanal analog 4–20 mA ke PLC. Beri ground dan, bila perlu, proteksi petir.

  5. Konfigurasi SCADA

  • scaling: 4 mA = 0,8 m/s; 20 mA = 50 m/s (periksa linear map sesuai varian pabrikan/engineering sheet proyek),

  • buat channel tren (1 s sampling; moving average 30 s),

  • set alarm: Warning 8 m/s; Alarm 10 m/s (sesuaikan SOP HSE).

  1. Uji fungsi
    Bandingkan pembacaan dengan anemometer referensi portabel (opsional) pada kecepatan rendah dan sedang. Validasi logika alarm (pakai simulasi arus jika angin tenang).

  2. Operasi harian
    Pantau tren di control room. Saat alarm >10 m/s, sistem otomatis memicu sirene dan menunda pekerjaan buka-tutup valving klorin. Catatan tren disimpan untuk audit keselamatan.

  3. Perawatan berkala
    Bersihkan elemen sensor dari debu/serangga tiap 3–6 bulan. Audit kabel dan konektor. Simulasikan sinyal untuk memastikan jalur analog masih sesuai skala.

Kesimpulan dan rekomendasi

PCE-WS A adalah anemometer industri untuk pemasangan tetap yang menggabungkan rentang ukur lebar (0,8–50 m/s), akurasi yang transparan, serta opsi keluaran industri (4–20 mA dan varian 0–10 V/Modbus/pulsa). Housing plastik teknik dan IP65 membuatnya siap untuk iklim tropis Indonesia dan lingkungan pabrik yang menantang.

Siapa yang paling diuntungkan?

  • fasilitas pengolahan air (WTP/WWTP) untuk interlock keselamatan kimia dan penjadwalan pekerjaan luar ruang,

  • laboratorium kampus/teaching lab yang ingin mengintegrasikan data angin ke BMS riset,

  • pabrik F&B/farmasi/biotek untuk kontrol ventilasi atap/cerobong,

  • industri proses & kimia untuk alarm angin pada area crane, scaffolding, atau material handling.

Jika Anda butuh layar portabel dan logging internal, pertimbangkan menambah data logger atau HMI. Namun untuk aplikasi fixed-install yang terhubung PLC/SCADA, PCE-WS A sudah menjawab kebutuhan inti dengan sederhana dan kuat.

FAQ

  1. Apakah PCE-WS A bisa mengukur arah angin?
    Tidak. Perangkat ini mengukur kecepatan angin. Untuk arah, dibutuhkan sensor wind vane terpisah atau sistem anemometer-kompas.

  2. Bisakah saya mendapatkan keluaran Modbus?
    Ya, tersedia sebagai varian (sesuai deskripsi pabrikan). Pastikan memilih tipe yang sesuai saat pemesanan.

  3. Apakah sensor tahan hujan deras?
    Ya, dengan IP65 sensor tahan debu dan semprotan air. Hindari perendaman dan pastikan pemasangan serta koneksi kabel rapi bersegel.

  4. Seberapa jauh kabel bisa diperpanjang?
    Kabel standar 20 m termasuk. Perpanjangan dimungkinkan dengan kabel dan proteksi yang tepat. Untuk jarak jauh, 4–20 mA sangat direkomendasikan.

  5. Apakah perlu kalibrasi berkala?
    Disarankan pemeriksaan periodik/korelasi dengan standar lapangan sesuai kebijakan QA/HSE setempat agar skala di SCADA tetap akurat.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan angin dalam menunjang keselamatan kerja, otomasi proses, dan kepatuhan lingkungan. Kami melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti PCE-WS A serta perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian risiko kerja di luar ruang, memastikan operasi yang konsisten, dan memenuhi standar tertinggi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pemantauan angin pada utilitas dan proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi Air Flow Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

  • Ma’rufatin, A., Yananto, A., & Pandoe, W. W. (2024). Karakteristik Angin Wilayah Pesisir Utara Pulau Jawa Berdasarkan Variabilitas Monsun. Jurnal Teknologi Lingkungan, 25(1), 020–030. Retrieved from https://ejournal.brin.go.id/JTL/article/view/2039

  • Wicaksana, H. S., Mukhlish, F., Ananda, N., Budiawan, I., Khamdi, A. N., & Al Habib, A. H. (2024). Estimasi Kecepatan Angin Permukaan pada Jaringan Anemometer Menggunakan Temporal Convolutional Network. Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi, 16(1), 44–50. Retrieved from https://journals.itb.ac.id/index.php/joki/article/download/23231/6612

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.