Di instalasi pengolahan air limbah terbuka, operator kerap menghadapi dilema sederhana tapi krusial: kapan kipas penangkap bau (odor control) harus dinaikkan kecepatannya, dan kapan semprotan (spray) perlu ditunda karena angin kencang bisa menyebabkan drift ke area publik? Pada sore yang berangin, alarm bau meningkat, sementara laporan lingkungan menuntut respons cepat. Keputusan berbasis “feeling” berisiko; sedangkan data kecepatan angin yang terukur dan otomatis terintegrasi ke PLC/SCADA memungkinkan interlock yang aman—misalnya menaikkan laju ekstraksi jika angin melemah, atau menonaktifkan semprotan ketika angin melewati ambang tertentu.
Solusi utamanya adalah memantau kecepatan angin secara kontinu di titik relevan (atap bangunan, dekat kolam terbuka, atau saluran exhaust) dan menerjemahkan sinyalnya ke logika kontrol. Di sinilah sensor kecepatan angin yang tangguh, tahan cuaca, dan mudah diintegrasikan memainkan peran penting.
PCE-WS P adalah air flow meter untuk pemasangan tetap dengan keluaran pulsa (reed contact) yang dirancang untuk otomasi bangunan, sistem peringatan angin, dan layanan gedung. Perangkat ini memberikan data kecepatan angin yang akurat hingga 50 m/s, siap masuk ke input digital PLC untuk keputusan proses yang konsisten dari hari ke hari.
Teknologi dari produk tersebut
Prinsip kerja PCE-WS P serupa anemometer cawan/rotor: angin menggerakkan impeler berbentuk “bintang” yang berputar proporsional terhadap kecepatan aliran udara. Setiap putaran memicu kontak magnetik (reed contact) di dalam sensor. Kontak ini membuka/menutup sirkuit sehingga menghasilkan pulsa listrik. Dengan menghitung jumlah pulsa per satuan waktu, sistem kontrol menghitung kecepatan angin aktual.
Mengapa pendekatan ini penting jangka panjang? Mekanisme reed contact bersifat sederhana, andal, dan hemat daya. Tidak ada konversi analog-digital yang rentan noise jangka panjang; sinyal pulsa mudah diukur oleh PLC melalui input penghitung (counter) atau input digital berfrekuensi. Di lingkungan industri luar ruang—atap WTP/WWTP, menara pendingin, area loading—kesederhanaan ini berarti perawatan minimal, umur pakai panjang, dan kestabilan pengukuran.
Dibanding beberapa metode lain (mis. termal anemometer portabel atau sensor berbasis tekanan diferensial pada duct kecil), sensor pulsa untuk pemasangan tetap unggul dalam:
-
ketahanan cuaca (kelas perlindungan IP65, tahan hujan/debu),
-
integrasi langsung ke PLC/SCADA tanpa konverter analog,
-
linearitas yang stabil pada rentang luas (0,8–50 m/s),
-
biaya operasi rendah (daya 12–30 VDC, tidak membutuhkan pemanas internal khusus pada rentang suhu kerja yang luas).
Untuk aplikasi otomasi HVAC, keselamatan kerja (wind warning di crane/rooftop), dan kontrol proses terbuka (kolam aerasi, biofilter, penangkap bau), pendekatan berbasis pulsa ini adalah kompromi ideal antara akurasi, ketahanan, dan kemudahan integrasi.
Spesifikasi dan fitur product
PCE-WS P adalah air flow meter (anemometer) pemasangan tetap dari PCE Instruments dengan keluaran pulsa (reed contact). Sensor ini mengukur kecepatan angin mulai 0,8 m/s hingga 50 m/s dengan akurasi tipikal ±0,27 m/s pada kecepatan rendah (<4 m/s) atau ±3% pada kecepatan lebih tinggi, dan dipasok dengan kabel 20 m untuk pemasangan lapangan.
Apa yang membuatnya istimewa dibanding kompetitor?
-
Output pulsa murni (reed contact) yang sederhana memudahkan integrasi ke input digital/COUNTER PLC tanpa modul analog tambahan.
-
Desain “star”-rotor memastikan pengukuran tidak bergantung arah angin—cukup satu sensor untuk 360°.
-
Housing plastik PA yang kuat dan proteksi IP65 menahan hujan, debu, dan percikan—penting untuk atap gedung, menara pendingin, atau area proses terbuka.
-
Rentang pengukuran lebar (0,8–50 m/s) dengan kemampuan bertahan pada hembusan hingga 55 m/s, cocok untuk kondisi badai sesekali di lokasi pesisir/terbuka.
-
Opsi aksesoris braket/mounting baja tahan karat (opsional) memudahkan pemasangan yang rapi dan stabil.
Catatan penting tentang varian
PCE Instruments menyediakan keluarga sensor serupa dengan jenis keluaran lain (4–20 mA, 0–10 V, atau Modbus). Namun, model yang dibahas di artikel ini adalah PCE-WS P—huruf “P” menandakan output pulsa (reed contact).
Desain dan ergonomi
PCE-WS P bukan perangkat genggam, melainkan sensor stasioner ringkas. Badan sensor dibuat dari plastik PA (polyamide) yang tahan korosi dan cuaca. Desainnya mengutamakan aliran udara bebas dengan rotor berbentuk bintang di bagian atas. Sensor dilengkapi kabel 20 m (sekitar 65 ft) sebagai standar, memudahkan penarikan jalur ke panel kontrol terdekat tanpa sambungan tambahan di luar ruang.
Dimensi dan berat tidak dinyatakan spesifik oleh pabrikan pada halaman yang sama, tetapi karakter sensor ini kompak dan ringan—memudahkan pemasangan di tiang, dudukan stainless, atau bracket atap. Untuk keamanan mekanis, gunakan tiang/dudukan yang kaku dan jauhkan dari turbulensi lokal (tepi dinding, exhaust fan) sesuai pedoman instalasi meteorologi/HVAC.
Catu daya berasal dari suplai 12–30 VDC (tegangan PLC industri umum). Karena output-nya reed contact, konsumsi daya sangat rendah. Tidak ada baterai internal; perangkat bergantung pada suplai eksternal sehingga andal untuk pemantauan 24/7. Rating lingkungan: suhu operasi -20 hingga +80 °C (≤95% RH), cukup luas untuk iklim tropis Indonesia dan aplikasi outdoor. Kelas proteksi IP65 menandakan terlindung dari debu dan semprotan air bertekanan ringan—cukup untuk hujan lebat.
Saran penggunaan lapangan:
-
pasang di lokasi terbuka minimal 10 x tinggi penghalang terdekat untuk mengurangi efek turbulensi;
-
gunakan pipa mast/tiang stainless dan cable gland bersegel;
-
arahkan rotor bebas halangan 360°;
-
pastikan drainase kabel menurun agar tidak menetes ke housing sensor.
Antarmuka dan pengalaman pengguna
Berbeda dari portable meter dengan layar, PCE-WS P adalah “headless sensor”—tidak ada display, tombol, atau menu. Pengalaman pengguna justru hadir di sisi sistem kontrol: PLC, RTU, atau datalogger menghitung pulsa per detik (Hz) dan mengkonversinya ke m/s sesuai faktor kalibrasi pabrikan.
Poin kenyamanan penggunaan:
-
keluaran kontak (reed) mudah dibaca oleh input digital berfitur counter/high-speed;
-
tidak perlu setting startup pada sensor—cukup suplai tegangan dan pasang ke input;
-
perawatan rendah (cek kebersihan rotor, kekencangan braket, dan integritas kabel).
Bila visualisasi lokal dibutuhkan, pengguna dapat menambahkan HMI kecil/SCADA untuk menampilkan m/s, alarm ambang, dan tren waktu nyata.
Fitur-fitur cerdas/unggulan
Walau tanpa elektronik kompleks di sisi sensor, PCE-WS P tetap menawarkan banyak “keunggulan praktis” untuk sistem otomasi:
-
Output pulsa (reed contact) yang robust
Meminimalkan noise analog dan memudahkan integrasi ke PLC. Hitungan pulsa langsung dipetakan ke kecepatan angin—akurasi stabil untuk kontrol on/off (interlock) maupun kendali bertingkat. -
Rentang kerja luas 0,8–50 m/s
Cakupan dari hembusan ringan hingga kondisi badai. Bagi HVAC atap dan WWTP terbuka, ini berarti satu sensor cukup untuk semua musim. -
Akurasi terukur
Pada <4 m/s, akurasi ±0,27 m/s relevan untuk keputusan halus (misalnya membuka sedikit damper make-up air). Di atas itu, ±3% cukup untuk interlock safety (menunda spray, membatasi crane lift, atau menaikkan laju fan). -
IP65 dan housing PA
Tahan hujan/debu. Bahan polyamide tidak berkarat—lebih tahan dibanding logam tanpa perlindungan di lingkungan korosif dekat laut atau kolam aerasi. -
Kabel 20 m disertakan
Mengurangi kebutuhan junction box di luar ruang, mempercepat komisioning, dan mengurangi potensi titik kegagalan. -
“Direction independent”
Desain rotor memastikan pembacaan tidak peduli arah angin—ideal untuk lokasi dengan putaran angin cepat.
Manfaat langsung bagi pengguna: hemat waktu commissioning, konsistensi data untuk audit/ISO, mengurangi salah baca manual, dan meningkatkan efisiensi sampling serta pengambilan keputusan otomatis.
Kontrol eksternal dan integrasi sistem
Integrasi tipikal PCE-WS P:
-
Sambungkan reed contact ke input digital/counter PLC (mis. Siemens, Omron, Allen-Bradley) atau ke datalogger.
-
Terapkan rumus konversi (pabrik menyediakan faktor pulsa-ke-m/s).
-
Logging dilakukan di PLC/SCADA dalam bentuk tren; ekspor ke CSV/Excel atau LIMS dapat dilakukan melalui antarmuka sistem (Ethernet/OPC/Modbus di sisi PLC).
Fleksibilitas alur data:
-
alarm ambang kecepatan angin (mis. >8 m/s hentikan spray, >15 m/s aktifkan mode aman crane);
-
analisis tren harian/musiman untuk penjadwalan operasi (odor control, ventilasi, energy saving);
-
integrasi laporan audit kepatuhan menggunakan ekspor standar dari SCADA ke Excel/LIMS.
Spesifikasi teknis lengkap
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Rentang pengukuran | 0,8 hingga 50 m/s (setara 2,62 hingga 164,04 ft/s) |
| Titik mulai pengukuran | ≤0,8 m/s (≤2,62 ft/s) |
| Output | Pulsa (reed contact) |
| Akurasi | <13,12 ft/s: ±0,89 ft/s; <4 m/s: ±0,27 m/s. >13,12 ft/s: ±3%; >4 m/s: ±3% |
| Tegangan kerja | 12 hingga 30 V DC |
| Suhu operasi | −20 hingga +80 °C (≤95% RH) / setara −4 hingga +185 °F |
| Kecepatan angin maksimum (tahan sesaat) | hingga 55 m/s (180,45 ft/s; 123 mph) |
| Koneksi listrik | Kabel 20 m (±65 ft) terpasang |
| Kelas perlindungan | IP65 |
| Material housing | Plastik PA (polyamide) |
| Aksesori | Braket/mounting stainless (opsional) |
Penjelasan awam: rentang 0,8–50 m/s mencakup angin “sepoi” di area atap (sekitar 1–3 m/s) sampai hembusan badai (>20 m/s). Akurasi ±0,27 m/s di bawah 4 m/s berarti ketika angin sebenarnya 2,50 m/s, pembacaan tipikal berada di kisaran 2,23–2,77 m/s—cukup presisi untuk membuka damper secara proporsional. Pada angin kencang, toleransi ±3% (mis. 20 m/s ±0,6 m/s) memadai untuk keputusan safety berbasis ambang.
Panduan memilih komponen tambahan
Memilih rentang/ambang kecepatan dan contoh aplikasi
| Kategori aplikasi | Ambang tipikal (contoh) | Tujuan kontrol |
|---|---|---|
| WWTP/WTP – kontrol spray/odor | Nonaktifkan spray jika >6–8 m/s | Cegah drift aerosol |
| HVAC atap – make-up air/fume hood make-safe | Naikkan fan/damper jika <2–3 m/s | Jaga tekanan ruangan |
| Area crane/hoist – wind warning | Peringatan >10–12 m/s; stop >15–20 m/s | Keselamatan operasi |
| Cooling tower – manage plume drift | Peringatan >7–10 m/s | Minimalkan plume ke permukiman |
| F&B/kimia – area loading terbuka | Alarm >8–12 m/s | Keselamatan dan housekeeping |
Aksesori yang berguna:
-
tiang/mast stainless dan braket dudukan (opsional pabrikan),
-
junction box bersegel IP65 untuk transisi kabel ke jalur conduit,
-
penangkal petir/grounding untuk instalasi atap,
-
HMI kecil atau panel lampu alarm untuk operator lapangan.
Faktor yang memengaruhi hasil:
-
turbulensi lokal (tepi dinding, exhaust, pohon);
-
ketinggian pemasangan dari permukaan;
-
kondisi kebersihan rotor (debu/serangga);
-
integritas kabel dan kontak (kelembapan/korosi).
Panduan cara menggunakan produk langkah demi langkah
Skenario: WWTP dengan kolam biofilter terbuka dan unit spray deodorizer. Tujuan: menonaktifkan spray ketika angin kencang untuk mencegah drift, sekaligus meningkatkan laju fan odor control saat angin melemah.
-
Tentukan lokasi pemasangan
Pilih titik representatif di dekat area kolam, bebas halangan minimal 10 x tinggi penghalang. Pastikan operator mudah mengakses untuk inspeksi. -
Pasang tiang dan braket
Gunakan tiang stainless. Kencangkan braket dan pastikan rotor sensor bebas berputar 360°. Pastikan kabel menghadap ke bawah membentuk “drip loop”. -
Koneksi listrik
Suplai 12–30 VDC ke sensor sesuai diagram pabrikan. Sambungkan output reed contact ke input digital/COUNTER PLC. Gunakan kabel 20 m bawaan; jika perlu perpanjangan, gunakan kabel berkualitas dan sambungan bersegel IP65. -
Pemrograman PLC
a) Baca pulsa per detik (Hz).
b) Terapkan faktor konversi ke m/s (mengacu manual pabrikan).
c) Buat alarm/logic: jika kecepatan >8 m/s, nonaktifkan spray; jika <3 m/s selama >5 menit, naikkan laju fan deodorizer. -
Validasi lapangan
Bandingkan pembacaan dengan anemometer referensi portabel pada beberapa titik waktu untuk sanity check. Sesuaikan faktor jika diperlukan sesuai petunjuk pabrikan. -
Operasi harian
Monitor tren di SCADA. Operator cukup melihat indikator “SAFE/UNSAFE WIND” dan status spray/fan. -
Perawatan berkala
Bulanan: inspeksi kebersihan rotor, kencangkan baut, cek integritas kabel. Tahunan: verifikasi fungsi reed contact (pulsing) dan validasi alarm.
Dengan alur ini, keputusan operasional menjadi otomatis, konsisten, dan audit-ready.
Kesimpulan dan rekomendasi
PCE-WS P menyajikan kombinasi yang jarang salah: sensor kecepatan angin berbasis pulsa yang tangguh, rentang pengukuran luas, akurasi memadai untuk kontrol proses, dan integrasi PLC super-sederhana. Bagi laboratorium fasilitas (QA/QC yang juga mengelola utility), pengolahan air (WTP/WWTP), F&B dan kimia (area proses terbuka), hingga otomasi gedung dan keselamatan kerja di atap pabrik—perangkat ini cocok untuk:
-
interlock operasional (spray, fan, damper),
-
sistem peringatan angin untuk aktivitas berisiko,
-
optimasi energi ventilasi berbasis kondisi cuaca real-time.
Jika Anda membutuhkan logging berdasar protokol digital (Modbus) atau sinyal analog ke existing DDC yang tidak punya counter, pertimbangkan varian keluarga lainnya (4–20 mA / 0–10 V / Modbus) dari PCE Instruments. Namun, untuk input digital PLC yang umum, PCE-WS P adalah pilihan yang efisien dan andal.
FAQ singkat
-
Apakah PCE-WS P punya display bawaan?
Tidak. Ini adalah sensor pemasangan tetap tanpa layar. Tampilan dilakukan di HMI/SCADA/PLC. -
Bisa dipasang di dekat exhaust fan?
Bisa, tetapi hindari turbulensi langsung. Tempatkan pada jarak yang cukup agar pembacaan mewakili kondisi area, bukan hembusan fan lokal. -
Apakah output-nya analog?
Untuk model PCE-WS P: tidak. Output adalah pulsa (reed contact). Varian lain tersedia dengan 4–20 mA, 0–10 V, atau Modbus. -
Seberapa tahan terhadap hujan?
Sensor berkelas IP65—tahan debu dan semprotan air. Pemasangan yang benar (drip loop, gland) tetap diperlukan. -
Berapa panjang kabelnya?
20 meter (sekitar 65 ft) sudah termasuk dari pabrikan. -
Akurasinya cukup untuk kontrol safety?
Untuk ambang tipikal (mis. 8–20 m/s), akurasi ±3% di kecepatan tinggi memadai untuk interlock/peringatan.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan kecepatan angin yang andal untuk mendukung riset, QA/QC, serta operasi utilitas dan proses Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti PCE-WS P Air Flow Meter dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan kontrol ventilasi, keselamatan operasi, dan kepatuhan lingkungan. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pemantauan angin pada fasilitas Anda, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Air Flow Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 45
Lihat produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 45
Lihat produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 30
Lihat produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter Flow Hoods PCE-VA 20-SET-ICA incl. ISO Calibration
Lihat produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter Flow Hoods PCE-VA 20-SET-ICA incl. ISO Calibration
Lihat produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-HVAC 2-ICA with ISO Certificate
Lihat produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-HVAC 2
Lihat produk★★★★★ -

Air Flow Meter PCE-WSAC 50-210
Lihat produk★★★★★
Referensi
- Yanti, N., Yulkifli, & Kamus, Z. (2015). PEMBUATAN ALAT UKUR KELAJUAN ANGIN MENGGUNAKAN SENSOR OPTOCOUPLER DENGAN DISPLAY PC. Jurnal Sainstek, 7(2), 95–108. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/129503-ID-pembuatan-alat-ukur-kelajuan-angin-mengg.pdf
- Fachry, A. K., Kamus, Z., & Nugroho, S. (2017). STUDI ALAT DAN HASIL PENGUKURAN KECEPATAN ANGIN MENGGUNAKAN INSTRUMEN AGROCLIMATE AUTOMATIC WEATHER STATION (AAWS) DI BMKG SICINCIN. Pillar of Physics, 9, 1–8. Retrieved from https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=2348696&val=22644













