Teknisi HSE memeriksa unit PCE-WSAC 50-111 yang terhubung ke anemometer 4–20 mA di area crane luar ruang; LED pre-alarm menyala dengan latar industri.

PCE-WSAC 50-111: Anemometer Alarm RS485 Untuk Industri

Daftar Isi

Sore itu, tim HSE di sebuah pabrik pengolahan material komposit harus menghentikan aktivitas crane luar ruang karena hembusan angin tiba-tiba meningkat. Tanpa indikator yang jelas, keputusan berhenti/lanjut kerap bergantung pada “feeling” operator. Risiko? Beban terayun, material jatuh, hingga kerusakan struktur sementara proses produksi tersendat. Di titik inilah batas ambang angin yang objektif—serta sistem peringatan yang terdengar dan terlihat—menjadi krusial agar keputusan operasional tetap berbasis data, bukan intuisi.

Solusinya adalah memasang sistem pemantauan kecepatan angin yang memberikan alarm bertingkat sebelum kondisi berbahaya datang. Perangkat harus andal di luar ruang, mudah diintegrasikan ke relay sirine/lampu peringatan atau ke sistem kontrol, serta punya catatan kalibrasi yang jelas.

Di sinilah Air Flow Meter/Wind Warning Device PCE-WSAC 50-111 hadir sebagai solusi praktis: menampilkan kecepatan angin, menghitung rata-rata 2 dan 5 menit, menyediakan pre-alarm dan alarm dengan relai, serta antarmuka RS485 untuk integrasi. Produk ini dirancang untuk membantu pengambil keputusan menghentikan operasi atau mengamankan area tepat pada waktunya.

Teknologi pengukuran angin pada PCE-WSAC 50-111

Pada dasarnya, pemantauan angin industri memadukan dua komponen: sensor angin (anemometer) dan unit indikator/alarmer. Sensor mengubah kecepatan angin menjadi sinyal listrik (umumnya 4–20 mA), lalu unit indikator membaca sinyal tersebut untuk ditampilkan, dihitung rata-ratanya, dan dibandingkan dengan ambang alarm.

PCE-WSAC 50-111 bekerja sebagai “otak” evaluasi sinyal. Ia menerima input arus 4–20 mA dari sensor kecepatan angin, lalu:

  • mengonversi arus menjadi nilai m/s,

  • menghitung rata-rata berjalan (running average) 2 dan 5 menit,

  • memicu pre-alarm (LED kuning + bunyi beep periodik) saat melampaui setpoint awal,

  • memicu alarm utama (LED merah + bunyi beep kontinu) saat melampaui setpoint batas,

  • mengaktifkan dua relai NO/NC untuk mengendalikan perangkat eksternal (misalnya sirine, lampu strobo, atau interlock).

Mengapa pendekatan ini penting jangka panjang? Karena pengambilan keputusan berbasis rata-rata pendek (2 dan 5 menit) mengurangi “false alarm” akibat hembusan sesaat, namun tetap peka terhadap tren bahaya. Selain itu, output relai dan RS485 membuka jalan integrasi ke sistem pemantauan terpadu (misalnya SCADA/PLC) sehingga data dapat dikumpulkan lintas titik dan diaudit.

Dibanding metode konvensional yang hanya mengandalkan bendera angin, papan indikator manual, atau pembacaan meter analog, sistem elektronik dengan input 4–20 mA dan alarm bertingkat meminimalkan bias manusia, mempercepat respons, serta memberi jejak kalibrasi (certificate) untuk kebutuhan audit keselamatan.

Spesifikasi dan fitur product

PCE-WSAC 50-111 adalah unit penilai kecepatan angin dengan fungsi peringatan. Ia bukan sensor angin itu sendiri—sensor dijual terpisah—tetapi merupakan pengendali display dan alarm yang menerima sinyal 4–20 mA dari anemometer yang kompatibel. Unit ini menawarkan:

  • catu 230 VAC untuk perangkat,

  • suplai daya 12 VDC atau 24 VDC ke sensor (melalui unit),

  • masukan sinyal 4–20 mA,

  • dua relai NO/NC untuk alarm,

  • tampilan nilai kecepatan angin serta rata-rata 2 dan 5 menit,

  • antarmuka RS485,

  • perlindungan IP66 untuk penggunaan lapangan,

  • sertifikat kalibrasi ISO dalam paket.

Apa yang membuatnya istimewa dibanding banyak indikator standar? Kombinasi averaging 2/5 menit, dua level alarm dengan indikasi visual-akustik, relai ganda, suplai sensor terintegrasi, dan rating IP66 menjadikannya kotak kendali yang siap lapangan—bukan sekadar panel display. Kalibrasi bersertifikat di awal penggunaan juga meringankan pekerjaan QA/HSE saat commissioning.

Desain dan ergonomi

Secara fisik, PCE-WSAC 50-111 hadir sebagai unit kotak bersegel untuk pemasangan dinding/tiang. Dimensi perangkat adalah 197,5 × 90 × 45 mm (sekitar 7,7 × 3,5 × 1,7 inci). Desainnya ringkas, mudah ditempatkan di pos keamanan, kabin operator, atau panel luar ruang. Pabrikan menyatakan perlindungan IP66, artinya tahan debu dan terlindung dari semprotan air bertekanan—cocok untuk area luar ruang dengan paparan hujan/embun.

Dari sisi material, perangkat dibuat sebagai enclosure industri bersegel; detail komposisi material tidak disebutkan pabrikan. Tata letak antarmuka mengedepankan LED status (kuning/merah) untuk pre-alarm/alarm, buzzer internal, serta tombol pengaturan setpoint dan navigasi sederhana. Karena fokusnya sebagai “unit peringatan”, desain memprioritaskan keterbacaan dan respon alarm, bukan layar grafis kompleks.

Catu daya perangkat adalah 230 VAC. Untuk sensor angin yang terhubung, unit menyediakan suplai 12 VDC atau 24 VDC (output untuk sensor), sehingga pemasangan menjadi lebih rapi tanpa perlu adaptor terpisah. Informasi berat perangkat tidak disebutkan.

Batas lingkungan operasi: -20 hingga 60 °C, sehingga masih aman untuk banyak lokasi industri di Indonesia, dari dataran tinggi yang dingin hingga pesisir yang panas. Dengan rating IP66, penempatan lapangan dianjurkan tetap memperhatikan pemasangan kabel kedap air dan manajemen kondensasi agar umur pakai lebih panjang.

Antarmuka dan pengalaman pengguna

Antarmuka menampilkan kecepatan angin aktual serta nilai rata-rata 2 dan 5 menit. Indikator LED kuning menyala ketika pre-alarm aktif, sedangkan LED merah menyala saat alarm utama aktif. Buzzer internal memberikan peringatan akustik: buzzer periodik (pre-alarm) dan bunyi kontinu (alarm utama).

Pengaturan menu dibuat sederhana: pengguna memasukkan setpoint untuk dua level alarm dan menyesuaikan parameter dasar lainnya. Bahasa antarmuka tidak dijelaskan pabrikan; untungnya, kebutuhan operasional umumnya cukup universal—angka m/s, status LED, dan suara peringatan.

Fitur kualitas hidup yang relevan:

  • Averaging 2 dan 5 menit untuk mengurangi lonjakan sesaat.

  • Dua level alarm yang bisa disetel untuk diferensiasi tindakan (misal: kurangi kecepatan crane pada pre-alarm; hentikan total pada alarm).

  • Dua relai NO/NC internal yang langsung mengendalikan indikator eksternal (lampu rotator, sirine, atau interlock).

  • Antarmuka RS485 untuk integrasi pemantauan jarak jauh.

Fitur seperti auto-off, memori penyimpanan, atau ekspor data internal tidak disebutkan—fokus perangkat ini memang pada pemantauan real-time dan sinyal alarm.

Fitur-fitur unggulan yang relevan bagi industri

  • Pre-alarm dan alarm dengan indikator visual-akustik
    Dua level alarm memudahkan penerapan prosedur bertahap. Operator tidak perlu menunggu kondisi ekstrem; mereka diberi sinyal dini agar dapat menyiapkan tindakan mitigasi.

  • Dua relai NO/NC bawaan
    Sangat berguna untuk mengaktifkan lampu strobo, sirine, atau melepaskan interlock listrik pada peralatan tertentu. Dengan beban maksimum 220 VAC / 10 A, relai ini cukup fleksibel untuk banyak aplikasi alarm.

  • Averaging 2 dan 5 menit
    Rata-rata jangka sangat pendek (2 menit) membantu mendeteksi tren kenaikan cepat, sedangkan 5 menit memfilter “spike” sesaat. Kombinasi ini membantu keseimbangan antara sensitivitas dan kestabilan.

  • Input sinyal 4–20 mA + suplai sensor 12/24 VDC
    Kompatibel dengan banyak tipe anemometer industri (cup/vane/ultrasonic) yang mengeluarkan arus 4–20 mA. Suplai sensor dari unit menyederhanakan instalasi.

  • RS485 untuk integrasi
    Memungkinkan data kecepatan/alarm dibaca dari jarak jauh melalui jaringan RS485 oleh sistem pihak ketiga. Pabrikan tidak menyebutkan protokol spesifik; implementasi biasanya disesuaikan di sisi integrator.

  • IP66 dan -20…60 °C
    Cocok untuk pemasangan luar ruang di lokasi industri, pelabuhan, area crane, tambang terbuka, dan farm turbin angin darat.

  • Sertifikat Kalibrasi ISO
    Memudahkan dokumentasi di lingkungan yang tunduk pada audit K3L/QA, menandakan rujukan pengukuran awal yang tertelusur.

Kontrol eksternal dan integrasi sistem

PCE-WSAC 50-111 menyediakan RS485 sebagai jalur komunikasi dan dua relai NO/NC untuk kontrol eksternal. Dalam praktik:

  • Relai bisa diseri dengan sirine/lampu peringatan, atau dikaitkan dengan interlock sehingga mesin otomatis berhenti saat ambang dilampaui.

  • RS485 memberi opsi pemantauan terpusat melalui PLC/SCADA atau panel HMI. Karena protokol tidak disebutkan pabrikan, integrator umumnya menyesuaikan konversi/driver sesuai kebutuhan sistem.

Untuk pelaporan dan analisis tren, data dari RS485 (dan/atau status relai) dapat direkam di sistem perusahaan dan diekspor ke Excel atau LIMS. Pendekatan ini membuat workflow skalabel—menambah titik pemantauan baru tinggal menambah node RS485 dan memperbarui konfigurasi.

Spesifikasi teknis lengkap

Parameter Nilai
Jenis perangkat Wind warning device / air velocity meter (unit evaluasi & alarm; sensor angin dijual terpisah)
Catu daya perangkat 230 VAC
Suplai untuk sensor (output) 12 VDC atau 24 VDC
Input sinyal 4…20 mA
Rentang ukur (tergantung sensor) 0…50 m/s
Akurasi pengukuran ±3% dari rentang ukur
Fitur tampilan Kecepatan angin; rata-rata 2 menit & 5 menit
Alarm Pre-alarm (LED kuning + beep periodik); Alarm utama (LED merah + beep kontinu)
Relai alarm 2 relai NO/NC, beban maks. 220 VAC / 10 A
Antarmuka komunikasi RS485
Suhu operasi -20…60 °C (-4…140 °F)
Kelas perlindungan IP66
Dimensi 197,5 × 90 × 45 mm (7,7 × 3,5 × 1,7 in)
Isi paket Unit PCE-WSAC 50-111, manual, konektor sensor, sertifikat kalibrasi ISO
Catatan Sensor angin tidak termasuk; dibeli terpisah

Penjelasan awam: arus 4–20 mA ibarat “bahasa universal” peralatan industri—semakin kencang angin, arus naik mendekati 20 mA. Batas 0–50 m/s setara hembusan dari tenang hingga badai kencang. IP66 berarti perangkat tahan debu dan semprotan air; cocok untuk luar ruang asalkan pemasangan kabel kedap air. Dua relai adalah “saklar pintar” yang otomatis menyalakan sirine atau lampu ketika kecepatan melampaui ambang.

Panduan memilih komponen tambahan (sensor & aksesori)

Karena PCE-WSAC 50-111 membutuhkan sensor terpisah, berikut panduan ringkas:

Tabel pemilihan sensor kecepatan angin (contoh umum)

Jenis sensor Output Rentang lazim Kelebihan Contoh aplikasi
Cup anemometer 4–20 mA 0–50 m/s Tangguh, ekonomis Crane, tambang terbuka, pelabuhan
Vane (propeller) 4–20 mA 0–40 m/s Respon baik pada aliran dominan satu arah Ventilasi tunnel, monitoring aliran saluran
Ultrasonic 4–20 mA (atau digital) 0–60 m/s Tanpa bagian bergerak, perawatan rendah Turbin angin, stasiun cuaca presisi

Aksesori yang umum:

  • Tiang/arm bracket dan dudukan sensor,

  • Kabel RS485 berpelindung + gland kedap air,

  • Lampu strobo/rotary beacon dan sirine eksternal,

  • Panel tenaga cadangan (UPS) untuk memastikan alarm tetap aktif saat listrik padam,

  • Penangkal petir/grounding untuk instalasi luar ruang,

  • Kotak sambung (junction box) untuk rapi dan aman.

Faktor yang memengaruhi hasil:

  • Lokasi pemasangan sensor: hindari turbulensi dari bangunan/halangan; pasang setidaknya 10× tinggi penghalang jauhnya atau lebih tinggi dari puncak atap.

  • Kalibrasi dan pemeriksaan berkala sensor.

  • Kualitas sambungan kabel (hindari noise), perisai kabel di-ground dengan benar.

  • Pengaturan ambang yang realistis berbasis standar internal/K3 dan data historis lokasi.

Panduan penggunaan langkah demi langkah

Contoh skenario: pengawasan angin pada operasi crane luar ruang di pabrik.

  1. Perencanaan lokasi
    Tentukan titik pemasangan sensor anemometer yang bebas turbulensi berlebih—misalnya di puncak tiang di dekat area kerja tapi tidak terhalang struktur besar. Pastikan jalur kabel menuju unit PCE-WSAC 50-111 aman dari gangguan mekanik dan air.

  2. Pemasangan sensor
    Pasang sensor sesuai manual pabrikan sensor (arah utara, ketinggian, dan pengencangan). Tarik kabel sinyal menuju unit. Gunakan gland IP66 dan pipa conduit bila perlu.

  3. Koneksi listrik dan sinyal
    Hubungkan PCE-WSAC 50-111 ke catu 230 VAC. Sambungkan output 4–20 mA sensor ke terminal input unit. Jika sensor memerlukan suplai, ambil dari terminal 12 VDC atau 24 VDC pada unit sesuai spesifikasi sensor.

  4. Konfigurasi ambang
    Setel pre-alarm pada level yang membuat operator bersiap (misal 8–10 m/s sesuai kebijakan). Setel alarm utama pada level berhenti operasi (misal 12–15 m/s). Sesuaikan dengan SOP, standar K3, dan pengalaman lokasi.

  5. Uji fungsi
    Putar sensor secara manual atau gunakan simulator arus 4–20 mA untuk memastikan tampilan, LED, buzzer, dan aktivasi relai berjalan sesuai ambang.

  6. Integrasi eksternal
    Hubungkan relai ke sirine/lampu strobo. Jika dibutuhkan pemantauan terpusat, sambungkan jalur RS485 ke panel kontrol. Dokumentasikan mapping kabel dan parameter.

  7. Operasi harian
    Operator memantau angka real-time serta rata-rata 2 dan 5 menit. Saat pre-alarm aktif, kurangi aktivitas berisiko. Saat alarm utama aktif, hentikan operasi sesuai SOP.

  8. Perawatan berkala
    Periksa kebersihan sensor dan kekencangan dudukan. Uji suara buzzer dan kerja lampu setiap minggu. Audit ambang setiap musim—misalnya menyesuaikan dengan pola angin musiman.

Kesimpulan dan rekomendasi

PCE-WSAC 50-111 memfokuskan diri pada hal yang paling penting untuk keselamatan angin di lapangan: pembacaan yang konsisten, averaging 2/5 menit agar keputusan tidak reaktif, dua level alarm yang jelas, relai kuat untuk menggerakkan perangkat peringatan, RS485 untuk integrasi, serta IP66 untuk kerja lapangan. Bagi pabrik dengan operasi crane, gudang terbuka, pelabuhan, lokasi tambang, hingga area turbin angin, perangkat ini memberi fondasi pengambilan keputusan yang objektif dan auditable.

Siapa yang paling diuntungkan:

  • Tim HSE/K3 yang membutuhkan sistem peringatan angin bertingkat,

  • Operator crane dan manajer yard,

  • Integrator sistem yang ingin memasukkan data kecepatan angin ke PLC/SCADA,

  • Pengelola farm turbin angin darat yang memerlukan alarm interlock.

Jika Anda memerlukan data logging internal atau protokol spesifik, perangkat tambahan (misalnya data logger RS485 eksternal atau integrasi PLC) bisa dipertimbangkan. Namun untuk sistem peringatan angin real-time yang sederhana, tangguh, dan siap diintegrasikan, PCE-WSAC 50-111 sudah sangat memadai.

FAQ singkat

  1. Apakah PCE-WSAC 50-111 sudah termasuk sensor angin?
    Tidak. Sensor angin dijual terpisah. Unit ini menerima input 4–20 mA dari sensor kompatibel.

  2. Apakah perangkat bisa mematikan mesin secara otomatis saat angin kencang?
    Bisa, melalui dua relai NO/NC. Relai dapat dihubungkan ke interlock atau kontaktor sesuai desain panel.

  3. Apakah ada penyimpanan data internal?
    Tidak disebutkan pabrikan. Untuk pencatatan, gunakan integrasi RS485 ke PLC/SCADA atau pasang data logger eksternal.

  4. Seberapa tahan perangkat di luar ruang?
    Memiliki rating IP66 dan rentang suhu operasi -20 hingga 60 °C; cocok untuk banyak kondisi luar ruang industri.

  5. Bisakah nilai ambang diubah sesuai SOP perusahaan?
    Bisa. Dua level alarm dapat disetel sesuai kebutuhan dan kebijakan K3 setempat.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium serta instrumen industri, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya sistem peringatan kecepatan angin dalam menjaga keselamatan kerja dan kontinuitas operasi. Kami melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti PCE-WSAC 50-111 beserta perangkat pendukung lainnya untuk membantu perusahaan Anda menetapkan ambang angin yang konsisten, menjalankan interlock otomatis, dan memenuhi standar audit K3. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pemantauan angin di fasilitas Anda, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi Air Flow Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.