Di area terbuka sebuah instalasi pengolahan air limbah, tim perawatan sedang mengangkat rangka aerator menggunakan crane. Awan mendung bergerak cepat, dan dalam hitungan menit hembusan angin meningkat. Tanpa sistem peringatan yang andal, keputusan untuk melanjutkan pengangkatan atau segera evakuasi hanya mengandalkan “rasa” operator—risiko kesalahan manusia yang bisa berakhir pada beban terayun dan kecelakaan kerja. Solusinya adalah pemantauan kecepatan angin real-time yang sekaligus memberi sinyal peringatan visual dan bunyi saat ambang batas terlampaui, plus logika pre-alarm agar tim sempat menurunkan beban dengan aman.
Di sinilah Air Flow Meter/Wind Warning Device PCE-WSAC 50-210 berperan: perangkat panel/field yang membaca sinyal 4–20 mA dari sensor angin, menampilkan kecepatan serta rata-rata 2 dan 5 menit, dan memicu LED + buzzer serta dua relai alarm (pre-alarm & alarm) untuk mengamankan operasi.
Teknologi dari produk PCE-WSAC 50-210
Prinsip dasarnya sederhana: sensor anemometer (misalnya cup/vane) mengubah kecepatan angin menjadi sinyal arus 4–20 mA yang proporsional. PCE-WSAC 50-210 bertindak sebagai “otak” evaluasi—menerima sinyal tersebut, mengubahnya menjadi angka kecepatan (m/s) di layar, menghitung rata-rata bergerak 2–5 menit guna meredam fluktuasi sesaat, lalu membandingkannya dengan setpoint. Jika melewati nilai pre-alarm, LED kuning berkedip dan buzzer berbunyi periodik; jika melewati alarm utama, LED merah dan bunyi kontinu aktif.
Mengapa teknologi ini penting jangka panjang? Karena keputusan operasional—menghentikan crane, menutup akses area atap, atau mengamankan menara—mesti berbasis data yang konsisten, bukan perkiraan. Penghitungan rata-rata waktu pendek (2 dan 5 menit) menghadirkan indikator stabil yang lebih representatif dari kondisi aktual, meminimalkan false alarm akibat hembusan sesaat, sekaligus menjaga keselamatan personel serta aset.
Dibanding pendekatan konvensional seperti windsock manual atau membaca aplikasi cuaca umum, sistem anemometer + kontrol 4–20 mA jauh lebih presisi (akurasi terukur ±3% dari rentang), responsif di lokasi spesifik (mikro-klimat setempat), dan dapat diintegrasikan langsung ke relai sirine/lampu menara atau PLC. Hasilnya: keputusan cepat, audit-ready, dan jejak kontrol yang bisa ditelusuri.
Spesifikasi dan fitur product
PCE-WSAC 50-210 adalah unit evaluasi kecepatan angin dengan tampilan digital, pre-alarm & alarm, serta dua output relai NO/NC (220 V AC/10 A). Perangkat ini menerima masukan 4–20 mA dari sensor angin (dibeli terpisah) dan menyediakan suplai 12 V DC atau 24 V DC untuk sensornya. Pengguna dapat memonitor kecepatan saat ini sekaligus rata-rata 2 dan 5 menit—dua indikator yang paling relevan untuk keputusan keselamatan.
Apa yang membuatnya istimewa?
-
Dua tingkat alarm yang jelas (pre-alarm & alarm) dengan indikator visual (LED kuning/merah) dan akustik (buzzer internal).
-
Dua relai NO/NC berkapasitas tinggi (hingga 220 V AC/10 A) untuk mengendalikan beban alarm eksternal—misalnya sirine, beacon tower, atau interlock sederhana.
-
Housing IP66 yang tahan cuaca dan debu, cocok untuk lingkungan industri terbuka.
-
Sertifikat Kalibrasi ISO sudah termasuk, membantu kepatuhan audit QA/QC.
-
Operasi mudah: pengaturan ambang, pembacaan langsung, dan rata-rata 2/5 menit tanpa konfigurasi rumit.
Desain dan ergonomi
Secara fisik, unit ini ringkas dan padat. Dimensinya 197,5 × 90 × 45 mm, sehingga mudah dipasang pada panel dinding di pos operator atau dekat titik akses crane. Kelas proteksi IP66 membuat perangkat terlindung dari debu dan semburan air, sehingga ideal untuk area luar ruang seperti WTP/WWTP, lokasi konstruksi, pertanian terbuka, hingga fasilitas turbin kecil.
Tata letak muka depan menampilkan layar indikator kecepatan serta lampu LED status (kuning untuk pre-alarm, merah untuk alarm). Terdapat buzzer internal untuk notifikasi bunyi. Tombol pengoperasian disusun agar pengaturan ambang sederhana dan cepat diakses—tanpa menu berlapis-lapis yang membingungkan teknisi.
Catu daya menggunakan 115 V AC (mains). Tidak ada baterai internal, sehingga perangkat didesain untuk pemasangan tetap (fixed installation). Untuk penggunaan lapangan, rekomendasinya adalah memasang unit di lokasi terlindung paparan langsung hujan/sinar matahari berkepanjangan walau IP66—misalnya di panel outdoor berkanopi—untuk memperpanjang umur perangkat. Rentang suhu operasi lebar, dari −20 sampai 60 °C, sehingga tetap fungsional dari lokasi dataran tinggi sejuk hingga area pesisir tropis.
Catatan: sensor angin (anemometer) tidak termasuk dalam paket dan harus dipesan terpisah. Hal ini memudahkan pengguna memilih tipe sensor paling sesuai—cup, propeller/vane, atau ultrasonic—selama output 4–20 mA berada dalam rentang terukur.
Antarmuka dan pengalaman pengguna
Antarmuka dioptimasi untuk dua hal: membaca cepat dan merespons kondisi berbahaya. Layar menunjukkan nilai kecepatan saat ini, serta dapat menampilkan rata-rata 2 dan 5 menit—dua metrik yang umum dipakai standar keselamatan operasional. Kombinasi LED dan buzzer membantu operator mengetahui status tanpa harus menatap layar terus menerus, berguna di area bising atau ketika operator sibuk.
Navigasi pengaturan alarm berlangsung melalui tombol fisik. Pengguna menetapkan ambang pre-alarm dan alarm sesuai SOP site. Karena perangkat ditujukan untuk monitor & alarm, fitur seperti memori logging internal atau ekspor data tidak disediakan; integrasi dilakukan lewat relai dan input arus, sehingga sistem ini andal, sederhana, dan minim gangguan.
Fitur kualitas hidup yang relevan:
-
Indikator visual jelas (LED kuning/merah).
-
Buzzer internal sebagai peringatan akustik.
-
Rata-rata 2/5 menit untuk pembacaan stabil.
-
Dua relai terpasang sehingga tidak perlu modul eksternal tambahan untuk mengaktifkan lampu/sirine.
Fitur-fitur cerdas/unggulan
-
Dua tingkat alarm independen
Pengguna dapat menetapkan pre-alarm untuk memberi waktu mitigasi (misal, hentikan pengangkatan dalam 60 detik) dan alarm utama untuk interlock atau evakuasi. Pendekatan dua tahap ini mengurangi panik, memberi struktur aksi, dan menekan kemungkinan kecelakaan. -
Notifikasi visual + akustik terintegrasi
LED kuning berkedip saat pre-alarm, LED merah + bunyi kontinu saat alarm. Operator dapat menangkap status dalam sekejap, bahkan ketika tidak menghadap layar. -
Output relai NO/NC ganda (hingga 220 V AC/10 A)
Memungkinkan mengendalikan dua perangkat sekaligus (misalnya: lampu beacon untuk pre-alarm dan sirine + penghentian otomatis crane untuk alarm). Konektivitas kontak kering memudahkan integrasi dengan PLC/SCADA atau sistem interlock sederhana. -
Suplai sensor 12/24 V DC dari perangkat
Mengurangi kebutuhan adaptor tambahan untuk anemometer 4–20 mA, menyederhanakan wiring dan pemeliharaan. -
Sertifikat Kalibrasi ISO
Membantu kebutuhan audit QA/QC dan validasi prosedur keselamatan—dokumen siap arsip. -
Rata-rata 2 dan 5 menit
Menyaring lonjakan sesaat (gust) dan menampilkan representasi kondisi yang lebih aman untuk pengambilan keputusan di lapangan.
Kontrol eksternal dan integrasi sistem
PCE-WSAC 50-210 dirancang untuk menyatu dengan infrastruktur yang sudah ada melalui antarmuka industri universal:
-
Input proses 4–20 mA dari sensor angin.
-
Dua relai NO/NC (kontak kering) sampai 220 V AC/10 A untuk lampu, sirine, atau interlock.
-
Suplai sensor 12/24 V DC dari unit untuk mengurangi power supply terpisah.
Karena fungsinya sebagai perangkat peringatan, WSAC 50-210 tidak menyediakan koneksi USB/Ethernet atau ekspor data ke Excel/LIMS. Namun, relai dapat dihubungkan ke PLC agar data kejadian (event) terekam di SCADA. Pendekatan ini tetap fleksibel dan skalabel untuk workflow trend dan audit—SCADA mencatat waktu aktif alarm, durasi, serta korelasinya dengan operasi crane atau akses atap.
Spesifikasi teknis lengkap
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Daya masuk | 115 V AC |
| Suplai untuk sensor (output) | 12 V DC atau 24 V DC |
| Sinyal masukan dari sensor | 4 … 20 mA |
| Rentang ukur | 0 … 50 m/s |
| Akurasi pengukuran | ±3% dari rentang ukur |
| Alarm relai | 2 relai NO/NC, beban maks. 220 V AC / 10 A |
| Indikator | LED kuning (pre-alarm), LED merah (alarm), buzzer |
| Fitur tampilan | Kecepatan saat ini; rata-rata 2 dan 5 menit |
| Suhu operasi | −20 … 60 °C (−4 … 140 °F) |
| Kelas proteksi | IP66 |
| Dimensi (P × L × T) | 197,5 × 90 × 45 mm (7,7 × 3,5 × 1,7 in) |
| Sertifikasi | Sertifikat Kalibrasi ISO (termasuk) |
| Catatan paket | Sensor angin tidak termasuk (dibeli terpisah) |
Penjelasan awam: rentang 0–50 m/s setara 0–180 km/jam—lebih dari cukup untuk kebanyakan operasi industri. Akurasi ±3% dari rentang berarti ketidakpastian sekitar ±1,5 m/s di seluruh rentang; untuk keputusan go/no-go keselamatan, margin ini memadai, apalagi didukung rata-rata 2/5 menit yang memperhalus bacaan. Dua relai berkapasitas 10 A memungkinkan langsung menyalakan lampu/sirine bertegangan AC tanpa modul tambahan.
Panduan memilih komponen tambahan
Memilih sensor angin (dibeli terpisah)
PCE-WSAC 50-210 menerima input 4–20 mA. Pilih sensor berdasarkan lingkungan dan dinamika angin:
| Tipe sensor | Keluaran | Kelebihan | Kapan dipilih | Contoh aplikasi |
|---|---|---|---|---|
| Cup anemometer | 4–20 mA (proporsional) | Tahan lama, respons baik pada arah acak | Umum di industri, biaya terjangkau | Crane di WTP/WWTP, area dermaga |
| Propeller/Vane | 4–20 mA + arah (opsional) | Sensitif pada arah dominan, gesek rendah | Arah angin penting | Akses atap gedung pabrik |
| Ultrasonic | 4–20 mA (atau digital) | Tanpa bagian bergerak, maintenance rendah | Lingkungan ekstrem/korosif | Pesisir, area kimia korosif |
Aksesori yang berguna
-
Tiang/Bracket pemasangan sensor dengan ketinggian bebas halangan.
-
Kabel shielded untuk sinyal 4–20 mA (mengurangi noise).
-
Beacon tower & sirine 220 V AC untuk indikator jauh.
-
Panel box outdoor berkanopi (meningkatkan umur perangkat walau IP66).
-
UPS/line conditioner jika suplai listrik di area tidak stabil.
Faktor yang memengaruhi hasil
-
Lokasi pemasangan sensor: tinggi, jarak dari dinding/struktur, turbulensi di dekat atap/cerobong.
-
Kualitas kabel dan pentanahan: noise dapat memengaruhi pembacaan arus 4–20 mA.
-
Kondisi lingkungan: hujan/garam/korosi—pertimbangkan sensor ultrasonic atau material tahan korosi.
-
SOP setpoint: tetapkan ambang berdasar analisis risiko site dan standar internal, bukan menyalin angka umum.
Panduan cara menggunakan produk langkah demi langkah
Contoh skenario: pengangkatan modul aerasi di WWTP menggunakan crane.
-
Perencanaan lokasi
Tentukan titik pemasangan sensor angin di area terbuka, jauh dari penghalang (≥10 × tinggi penghalang). Pasang tiang/bracket yang rigid. Tempatkan unit PCE-WSAC 50-210 di pos operator crane atau ruang kontrol terdekat. -
Pemasangan listrik & sinyal
Sambungkan catu 115 V AC ke WSAC 50-210. Hubungkan keluaran 12/24 V DC dari unit ke sensor angin (sesuai kebutuhan sensor). Masukkan sinyal 4–20 mA dari sensor ke terminal input. Gunakan kabel shielded dan lakukan pentanahan yang benar. -
Uji fungsi dasar
Nyalakan perangkat. Periksa layar menampilkan kecepatan. Tiup/gerakkan sensor untuk memastikan nilai berubah. Pastikan LED dan buzzer berfungsi saat melakukan simulasi alarm (gunakan menu/ruas pengaturan). -
Penetapan setpoint
Bersama HSE, tetapkan dua ambang:-
Pre-alarm: mis. 8–10 m/s (memberi waktu penghentian pengangkatan).
-
Alarm: mis. 12–15 m/s (hentikan operasi & evakuasi area).
Angka contoh harus menyesuaikan standar perusahaan, beban crane, dan regulasi lokal.
-
-
Integrasi relai
Hubungkan relai 1 ke lampu beacon kuning/amber untuk pre-alarm. Hubungkan relai 2 ke sirine merah + interlock penghentian crane (jika diizinkan SOP). Uji masing-masing kondisi. -
Briefing operator
Sosialisasikan arti LED kuning/merah, bunyi buzzer, tindakan mitigasi pada setiap tingkat, serta siapa yang berwenang mereset alarm. Tempelkan SOP dekat unit. -
Operasi harian
Selama pekerjaan, operator memantau nilai saat ini dan rata-rata 2/5 menit. Jika pre-alarm aktif, turunkan beban secara terkontrol. Jika alarm aktif, hentikan pengangkatan dan evakuasi sesuai SOP. -
Perawatan berkala
Periksa kebersihan sensor, kekencangan tiang, dan integritas kabel tiap bulan. Validasi pembacaan secara berkala (mis. bandingkan dengan unit referensi/kalibrasi tahunan). Simulasikan alarm untuk memastikan relai bekerja.
Kesimpulan dan rekomendasi
PCE-WSAC 50-210 menghadirkan paket yang tepat guna: input standar industri 4–20 mA, tampilan kecepatan + rata-rata 2/5 menit, dua tingkat alarm yang jelas, relai NO/NC kuat, housing IP66, dan sertifikat kalibrasi ISO. Kombinasi ini menjadikannya pilihan andal untuk situs di mana keselamatan dan keputusan cepat berbasis data sangat krusial—dari pekerjaan crane di fasilitas WTP/WWTP, akses atap pabrik F&B/farmasi, hingga area proses kimia luar ruang.
Siapa yang paling diuntungkan?
-
Operator fasilitas pengolahan air (WTP/WWTP) yang sering melakukan lifting/maintenance outdoor.
-
Fasilitas proses & kimia yang memiliki struktur tinggi/terbuka.
-
Laboratorium riset dan teaching lab yang membutuhkan demonstrator anemometer dengan sistem alarm nyata.
-
Sektor pertanian/akuakultur yang memasang peralatan tinggi (mis. aerator besar atau panel surya) dan butuh peringatan angin.
Jika Anda memerlukan logging data lanjutan ke PC/SCADA, gunakan relai untuk memberi trigger event ke PLC; untuk kebutuhan meto-instrumentasi dengan analitik data penuh, kombinasikan dengan data logger 4–20 mA. Namun, untuk fungsi inti “wind warning” yang ringkas, kokoh, dan siap pakai, WSAC 50-210 sudah tepat.
FAQ singkat
Apakah sensornya sudah termasuk?
Tidak. Sensor angin (anemometer) dijual terpisah agar pengguna bisa memilih tipe paling sesuai. Unit menyediakan suplai 12/24 V DC untuk sensor.
Bisakah perangkat menyimpan data ke komputer?
Tidak ada antarmuka USB/Ethernet bawaan. Integrasi dilakukan melalui relai dan bisa diteruskan ke PLC/SCADA untuk pencatatan event.
Bagaimana cara menentukan setpoint pre-alarm dan alarm?
Gunakan analisis risiko site (jenis pekerjaan, beban, tinggi, area terbuka) dan rujuk kebijakan HSE internal. Manfaatkan rata-rata 2/5 menit untuk stabilitas.
Apakah perangkat tahan cuaca?
Housing IP66 melindungi dari debu dan semburan air. Dianjurkan tetap memasang pada panel dengan kanopi untuk umur lebih panjang.
Rentang ukur 0–50 m/s cukup untuk industri?
Ya. 50 m/s setara 180 km/jam—umumnya di atas ambang keselamatan untuk operasi lifting atau akses atap.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan kecepatan angin untuk keselamatan kerja dan kelancaran proses Anda. Kami berfokus melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti PCE-WSAC 50-210 serta perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda meningkatkan kontrol risiko angin, memastikan kepatuhan audit, dan menjaga produktivitas. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pemantauan angin pada utilitas dan proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Air Flow Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 45
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 45
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 30
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter Flow Hoods PCE-VA 20-SET-ICA incl. ISO Calibration
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter Flow Hoods PCE-VA 20-SET-ICA incl. ISO Calibration
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-HVAC 2-ICA with ISO Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-HVAC 2
Lihat Produk★★★★★ -

Air Flow Meter PCE-WSAC 50-210
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Syam, M. F., Qashlim, A., & Tamin, R. (2024). SISTEM MONITORING KECEPATAN DAN ARAH ANGIN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) SEBAGAI PERINGATAN DINI BENCANA ALAM. Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer, 10(1), 58–66. Retrieved from https://ejournal.lppm-unasman.ac.id/index.php/jikom/article/download/310/169/
- Mahar, M. L., Al Tahtawi, A. R., & Sudrajat, S. (2017). PERANCANGAN DAN REALISASI ANEMOMETER DIGITAL UNTUK APLIKASI SISTEM PERINGATAN DINI. JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa), 2(2), 91–96. Retrieved from https://jtera.polteksmi.ac.id/index.php/jtera/article/view/61














