Di lokasi konstruksi dekat pantai, operator crane kerap berhadapan dengan hembusan angin yang berubah cepat. Pada pagi hari kondisi terasa aman, namun menjelang siang hembusan tiba-tiba melonjak dan beban berayun. Satu menit saja terlambat mendeteksi kenaikan kecepatan angin, risiko kecelakaan meningkat: beban bisa lepas, material menabrak struktur, atau pekerjaan dihentikan mendadak tanpa data pendukung untuk audit keselamatan. Solusi yang dicari tim HSE sederhana: pemantauan kecepatan angin yang real-time dengan alarm bertingkat—pre-alarm untuk peringatan dini dan alarm utama untuk menghentikan operasi—serta koneksi ke panel kontrol/SCADA agar semua orang mendapat informasi yang sama.
Di sinilah Air Flow Meter / Wind Warning Device PCE-WSAC 50-211 layak dipertimbangkan. Perangkat ini membaca sinyal 4–20 mA dari sensor angin, menampilkan kecepatan angin saat ini serta rata-rata 2 dan 5 menit, dan memicu dua level alarm dengan indikator visual, suara, serta dua relay NO/NC berkapasitas tinggi. Komunikasi RS485 memudahkan integrasi ke sistem. Pendek kata, ia memberi “mata dan telinga” untuk keputusan cepat di lapangan maupun bukti tertulis untuk audit keselamatan.
Teknologi dari produk tersebut
Teknologi inti perangkat ini adalah pengukuran kecepatan angin (anemometri) yang umumnya bersumber dari sensor anemometer (cup atau ultrasonic) dan dikonversi menjadi sinyal arus 4–20 mA. PCE-WSAC 50-211 bertindak sebagai unit evaluasi: menerima sinyal analog tersebut, mengubahnya menjadi nilai kecepatan (m/s), mengolah rata-rata bergerak, dan mengaktifkan alarm sesuai ambang yang ditetapkan. Prinsip 4–20 mA dipilih karena stabil, tahan noise, dan linier—4 mA mewakili 0 m/s, 20 mA mewakili 50 m/s pada rentang perangkat ini—sehingga kabel panjang tetap andal dalam lingkungan industri.
Mengapa penting? Dalam jangka panjang, pemantauan angin yang konsisten meningkatkan keselamatan kerja, memperkecil downtime akibat keputusan yang terlambat, dan membantu perencanaan operasional (misalnya memindahkan aktivitas pengangkatan ke jam yang lebih aman). Dibanding metode “manual lihat bendera” atau aplikasi cuaca umum, pendekatan berbasis sensor lokal dan sinyal 4–20 mA jauh lebih akurat untuk titik spesifik di lokasi kerja, tidak bergantung pada prediksi area luas, serta dapat diintegrasikan ke sistem kontrol, pencatatan, dan alarm fisik.
Keunggulan pendekatan ini dibanding metode konvensional adalah:
-
Data berasal dari lokasi persis yang diawasi, bukan dari stasiun cuaca yang letaknya jauh.
-
Sinyal 4–20 mA robust terhadap gangguan elektromagnetik; cocok untuk pabrik, tambang, dan area dengan motor/drive.
-
Relay alarm fisik dapat langsung mengendalikan sirene, lampu beacon, atau interlock mesin.
-
Rata-rata 2/5 menit membantu menilai tren, bukan hanya lonjakan sesaat, sehingga keputusan lebih proporsional.
Spesifikasi dan fitur product
PCE-WSAC 50-211 adalah unit evaluasi dan peringatan angin untuk penggunaan industri. Ia menampilkan kecepatan angin saat ini, mengkalkulasi rata-rata 2 dan 5 menit, serta menyediakan dua tahap alarm: pre-alarm (LED kuning + bunyi berkala) dan alarm utama (LED merah + bunyi kontinu). Dua relay NO/NC (hingga 220 VAC / 10 A) memberi opsi kontrol langsung terhadap beban peringatan atau interlock peralatan. Komunikasi RS485 memungkinkan integrasi ke HMI/SCADA, sementara rating IP66 menjaga perangkat dari debu dan percikan kuat saat dipasang di luar ruang.
Apa yang membuatnya istimewa dibanding banyak panel indikator generik? Pertama, kombinasi tampilan + rata-rata 2/5 menit + dua alarm relai di satu kotak mempersingkat pemasangan. Kedua, kemampuan supply sensor 12 VDC atau 24 VDC dari unit yang sama menyederhanakan wiring. Ketiga, sertifikat kalibrasi ISO sudah termasuk, sehingga pengguna punya dokumen yang relevan untuk audit mutu tanpa proses tambahan. Terakhir, dukungan RS485 membuka kemungkinan pemantauan terpusat tanpa perangkat tambahan rumit.
Desain dan ergonomi
Unit hadir sebagai modul panel/box kompak dengan rating IP66. Dimensi perangkat 197,5 × 90 × 45 mm (sekitar 7,7 × 3,5 × 1,7 inci) sehingga mudah dipasang di panel listrik, dinding shelter, atau tiang dengan bracket tambahan. Tampilan depan memuat layar untuk nilai kecepatan dan indikator LED untuk status alarm. Terdapat beeper internal yang berbunyi saat pre-alarm maupun alarm utama aktif, membantu operator yang berada di sekitar lokasi untuk segera menyadari perubahan kondisi angin.
Catu daya menggunakan 115 V AC. Untuk sensor angin, unit menyediakan suplai keluaran 12 V DC atau 24 V DC sehingga tidak perlu power supply terpisah. Dari sisi praktik lapangan, ini mengurangi jumlah komponen di panel dan potensi titik gagal. Perangkat dirancang untuk area luar ruang: kisaran suhu operasi −20 hingga 60 °C. Rating IP66 berarti terlindung dari debu dan semprotan air bertekanan kuat—relevan untuk lokasi pantai, pelabuhan, atap gedung, atau area industri terbuka.
Saran penggunaan lapangan: pasang unit pada ketinggian dan sudut pandang yang mudah dibaca operator, hubungkan relay ke beacon/sirene berarus AC, dan tempatkan sensor angin di titik bebas turbulensi (misal di puncak tiang atau atap). Pastikan kabel sinyal 4–20 mA ditarik melalui conduit dan diberi proteksi surge bila area rawan petir.
Antarmuka dan pengalaman pengguna
Antarmuka dirancang lugas: layar menampilkan kecepatan angin, serta fungsi untuk melihat rata-rata 2 dan 5 menit. Tombol pengoperasian (navigasi dan set) memudahkan penentuan ambang pre-alarm dan alarm. LED kuning dan merah memberi umpan balik visual yang jelas. Beeper internal berperan sebagai alarm akustik sehingga peringatan tidak hanya bergantung pada visual.
Alur menu dibuat sederhana: atur sumber sensor (4–20 mA), tetapkan batas pre-alarm dan alarm, verifikasi unit satuan (m/s), dan uji fungsi relay. Komunikasi RS485 mendukung integrasi ke layar eksternal/SCADA bila dibutuhkan pemantauan jarak jauh. Walau perangkat ini bukan logger data berdiri sendiri, nilai rata-rata 2/5 menit di layar sangat membantu operator dalam pengambilan keputusan cepat tanpa harus membuka software.
Fitur kualitas hidup yang relevan:
-
Dua tipe alarm yang dapat disesuaikan ambangnya.
-
Beeper internal untuk konfirmasi akustik.
-
Rata-rata 2 dan 5 menit guna menetralkan fluktuasi cepat.
-
Dua relay NO/NC untuk koneksi lampu/klakson/perintah interlock.
Fitur-fitur cerdas/unggulan
-
Pre-alarm dan alarm utama. Dua level peringatan membuat respon berjenjang: berhati-hati pada pre-alarm, hentikan operasi pada alarm utama. Ini menurunkan false stop sekaligus menjaga batas keselamatan.
-
Indikasi multi-mode. LED kuning/merah dan beeper internal memastikan peringatan terlihat dan terdengar.
-
Dua relay NO/NC (max 220 VAC / 10 A). Dapat mengaktifkan beacon, sirene, atau membuka sirkuit interlock hoist/mesin secara langsung—tanpa relay tambahan.
-
RS485. Memungkinkan integrasi ke sistem pemantauan terpusat, menambah visibilitas bagi supervisor dan tim HSE.
-
Pasokan untuk sensor. Keluaran 12 VDC atau 24 VDC mempermudah pemilihan sensor angin tanpa power supply tambahan.
-
Rating IP66 dan suhu operasi luas. Cocok untuk pemasangan luar ruang, dari lokasi tambang hingga pelabuhan.
-
Sertifikat Kalibrasi ISO disertakan. Mempermudah dokumentasi kualitas untuk ISO 9001/45001 atau audit proyek.
Kontrol eksternal dan integrasi sistem
PCE-WSAC 50-211 dirancang untuk menjadi bagian dari sistem. Sinyal masuk 4–20 mA kompatibel dengan banyak anemometer industri. Dua relay output dapat dihubungkan ke:
-
Sirene dan beacon bertahap (kuning untuk pre-alarm, merah untuk alarm).
-
Input interlock PLC untuk menghentikan crane/winch saat alarm aktif.
-
Papan skor/menara lampu agar seluruh area mengetahui status angin.
Melalui RS485, nilai kecepatan dan status alarm bisa ditarik ke HMI/SCADA untuk ditampilkan di ruang kontrol, disimpan di historian, atau diekspor ke spreadsheet/LIMS. Dengan begitu, tren angin harian dapat dianalisis untuk perencanaan kerja, dan laporan keselamatan menjadi berbasis data, bukan hanya catatan manual.
Spesifikasi teknis lengkap
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Catu daya utama | 115 V AC |
| Catu daya keluaran sensor | 12 V DC atau 24 V DC |
| Rentang pengukuran (display) | 0 hingga 50 m/s |
| Akurasi pengukuran | ±3% dari rentang pengukuran |
| Sinyal masukan | 4 hingga 20 mA |
| Relay alarm | 2 relay NO/NC, beban maks. 220 V AC / 10 A |
| Antarmuka komunikasi | RS485 |
| Fitur alarm | Pre-alarm (LED kuning + bunyi periodik), alarm utama (LED merah + bunyi kontinu) |
| Rata-rata tampilan | Rata-rata 2 menit dan 5 menit |
| Suhu operasi | −20 hingga 60 °C (−4 hingga 140 °F) |
| Kelas proteksi | IP66 |
| Dimensi | 197,5 × 90 × 45 mm (7,7 × 3,5 × 1,7 inci) |
| Cakupan pengiriman | Unit PCE-WSAC 50-211, manual pengguna, konektor sensor, sertifikat kalibrasi ISO |
| Catatan sensor | Sensor angin tidak termasuk (dipesan terpisah) |
Penjelasan awam: nilai ±3% dari rentang pengukuran berarti deviasi maksimal sekitar 1,5 m/s pada rentang 0–50 m/s. Jika alarm dipasang pada 10 m/s, ketidakpastian ini masih memadai untuk keputusan operasional (misalnya berhati-hati pada 8–10 m/s dan hentikan di atas 12 m/s). RS485 memungkinkan pembacaan jarak jauh via jaringan industri, sementara IP66 memastikan perangkat tetap aman saat terkena debu dan semprotan air deras.
Panduan memilih komponen tambahan
Karena unit ini adalah evaluator, Anda perlu memasangkan sensor angin (4–20 mA). Berikut panduan umum:
| Tipe sensor | Rentang tipikal | Kelebihan | Contoh aplikasi |
|---|---|---|---|
| Anemometer cup | 0–30 atau 0–50 m/s | Tahan lama, biaya relatif ekonomis | Crane, konstruksi, atap gedung |
| Anemometer propeller | 0–40 m/s | Respon cepat, orientasi tertentu | Ventilasi terarah, duct besar |
| Ultrasonic (2D/3D) | 0–60 m/s | Tidak ada bagian bergerak, respons sangat cepat | Turbin angin, penelitian |
| Vane + speed combo | 0–40 m/s | Menyediakan arah dan laju | Pelayaran, pelabuhan |
Aksesori yang berguna:
-
Tiang/bracket pemasangan bebas turbulensi.
-
Beacon bertingkat (kuning/merah) dan sirene industri.
-
Surge protector dan grounding untuk area rawan petir.
-
Kabel shielded untuk jalur 4–20 mA jarak jauh.
Faktor yang memengaruhi hasil:
-
Lokasi sensor (hindari dekat dinding/halangan yang menimbulkan turbulensi).
-
Perawatan berkala (membersihkan cup/vane dari garam/debu).
-
Panjang dan kualitas kabel (gunakan shield dan jalur terpisah dari daya tinggi).
-
Pengaturan ambang yang realistis terhadap SOP keselamatan setempat.
Panduan cara menggunakan produk langkah demi langkah
Skenario: pengawasan angin pada operasi pengangkatan di proyek gedung tinggi dekat pantai.
-
Penentuan lokasi sensor
Pasang anemometer pada puncak tiang di atap, minimal 10 kali diameter halangan terdekat untuk mengurangi turbulensi. Arahkan sehingga bebas dari bayangan angin bangunan lain. -
Penarikan kabel
Tarik kabel 2-wire 4–20 mA dari sensor ke panel PCE-WSAC 50-211 melalui conduit. Sertakan grounding dan surge protector bila perlu. Jaga jarak dari kabel daya motor crane. -
Pemasangan unit
Tempatkan PCE-WSAC 50-211 pada panel di ruang operator atau pos HSE. Sambungkan catu 115 VAC, lalu gunakan keluaran 12/24 VDC dari unit untuk memberi daya sensor. -
Pengaturan awal
Nyalakan unit, verifikasi sinyal 4–20 mA terbaca. Atur satuan m/s. Masukkan ambang pre-alarm misalnya 8 m/s dan alarm utama 12 m/s (sesuaikan SOP lokasi). Uji LED, bunyi, dan aktifasi relay menggunakan fungsi test. -
Integrasi alarm eksternal
Hubungkan Relay 1 ke beacon/sirene kuning untuk pre-alarm, Relay 2 ke beacon/sirene merah serta input interlock crane jika diperlukan. Uji lagi. -
Integrasi RS485
Sambungkan RS485 ke HMI/SCADA. Konfigurasikan alamat dan parameter komunikasi sesuai panduan. Pastikan nilai realtime dan status alarm tampil di layar kontrol dan terekam di historian. -
Operasi harian
Operator memantau angka m/s dan rata-rata 2/5 menit. Jika pre-alarm menyala, kurangi kecepatan operasi atau tunda pengangkatan. Jika alarm merah aktif, hentikan operasi dan amankan area. -
Perawatan
Secara berkala bersihkan sensor, cek kekencangan konektor, dan lakukan uji alarm mingguan. Dokumentasikan semua kejadian alarm untuk evaluasi keselamatan.
Kesimpulan dan rekomendasi
PCE-WSAC 50-211 memadukan evaluasi sinyal 4–20 mA, tampilan kecepatan angin, rata-rata 2/5 menit, dan dua level alarm dengan relay NO/NC berkapasitas tinggi. Dengan catu 115 VAC, output daya sensor 12/24 VDC, RS485, rating IP66, serta sertifikat kalibrasi ISO, perangkat ini dirancang untuk tugas berat dan lingkungan luar ruang. Pengguna paling diuntungkan adalah tim HSE di konstruksi, pelabuhan, tambang terbuka, sektor energi angin, hingga fasilitas industri dengan operasi luar ruang yang sensitif terhadap angin. Jika Anda memerlukan perekaman data jangka panjang di perangkat yang sama, pertimbangkan menambah logger/SCADA melalui RS485 agar pelaporan dan audit makin lengkap.
FAQ singkat
-
Apakah sensor angin sudah termasuk?
Tidak. Sensor angin harus dipesan terpisah. Unit menyediakan masukan 4–20 mA serta suplai 12/24 VDC untuk memberi daya sensor. -
Bisakah perangkat menghentikan mesin secara otomatis?
Ya, gunakan relay NO/NC untuk memberi sinyal interlock ke PLC atau motor starter sesuai rancangan keselamatan Anda. -
Apa arti akurasi ±3% dari rentang?
Pada rentang 0–50 m/s, ketidakpastian maksimum sekitar ±1,5 m/s di sepanjang rentang. -
Apakah perangkat tahan cuaca?
Ya, dengan IP66 dan suhu operasi −20 sampai 60 °C. Pastikan pemasangan dan penyegelan kabel dilakukan dengan benar. -
Bagaimana melihat tren, bukan hanya angka sesaat?
Gunakan tampilan rata-rata 2 dan 5 menit atau tarik data via RS485 ke SCADA/historian untuk grafik tren.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya sistem peringatan angin yang andal dalam menjaga keselamatan kerja dan kontinuitas operasional Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti PCE-WSAC 50-211 dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian risiko angin, memastikan keputusan berbasis data, dan memenuhi standar tertinggi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pemantauan angin di fasilitas dan proyek Anda, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Air Flow Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 45
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 45
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 30
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter Flow Hoods PCE-VA 20-SET-ICA incl. ISO Calibration
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter Flow Hoods PCE-VA 20-SET-ICA incl. ISO Calibration
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-HVAC 2-ICA with ISO Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-HVAC 2
Lihat Produk★★★★★ -

Air Flow Meter PCE-WSAC 50-210
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Agam, D. G., Hakim, M. R., Kusdinar, A., & Salim, I. (2024). PROTOTIPE STASIUN PENGUKUR KECEPATAN DAN ARAH ANGIN BERBASIS LONG RANGE (LoRa). Jurnal Megaptera, 3(1), 7–14. Retrieved from https://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/megaptera/article/download/14312/9197
- Oktavian, D., dkk. (2016). RANCANG BANGUN ALAT MONITORING KECEPATAN ANGIN DENGAN KONEKSI WIRELESS MENGGUNAKAN ARDUINO UNO. E-Journal Teknik Elektro dan Komputer (UNSRAT), 5(4), (hal. tidak dicantumkan). Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/elekdankom/article/download/13199/12785














