Operator di dermaga memantau panel PCE-WSAC 50-311 dengan LED pre-alarm menyala, anemometer terlihat di menara luar ruangan, menggambarkan pemantauan kecepatan angin real-time untuk keselamatan crane.

PCE-WSAC 50-311: Panel Anemometer Untuk Alarm Angin Industri

Daftar Isi

Pada shift malam di area penumpukan bahan kimia terbuka, operator melihat tumpukan drum plastik mulai “menggelinding halus” saat hembusan angin semakin kencang. Forklift dan crane bergerak, sementara tim keselamatan menunggu konfirmasi apakah kecepatan angin sudah melewati batas aman untuk menghentikan operasi. Menebak-nebak berisiko; keputusan harus berbasis data, cepat, dan dapat diandalkan.

Solusi paling praktis di situasi seperti ini adalah anemometer panel yang memberikan pembacaan kecepatan angin real-time, rata-rata 2–5 menit, dilengkapi pre-alarm dan alarm, serta keluaran relay untuk otomatis menghentikan peralatan saat ambang terlampaui.

Di sinilah PCE-WSAC 50-311 hadir: perangkat peringatan angin berbasis panel dengan input 4–20 mA dari sensor angin, indikator LED dan buzzer, antarmuka RS485, serta rating IP66 untuk lingkungan industri yang menuntut.

Teknologi pengukuran kecepatan angin

Pada sistem pemantauan angin industri, sensor (anemometer) biasanya berupa cangkir, baling-baling, atau ultrasonik yang mengubah kecepatan angin menjadi sinyal listrik. Untuk integrasi industri, sinyal tersebut sering dikonversi ke arus 4–20 mA—standar universal yang stabil terhadap noise kabel dan cocok untuk jarak jauh.

PCE-WSAC 50-311 tidak mengukur angin secara langsung; ia adalah unit evaluasi/indikator yang menerima sinyal 4–20 mA dari sensor angin, lalu:

  • menampilkan kecepatan angin sesaat,

  • menghitung rata-rata 2 dan 5 menit,

  • memicu pre-alarm (LED kuning) dan alarm (LED merah + buzzer),

  • memberi dua relay NO/NC untuk interlock atau sirene eksternal,

  • menyediakan komunikasi RS485 untuk integrasi sistem.

Mengapa format 4–20 mA penting dalam jangka panjang? Karena:

  • toleran terhadap gangguan elektromagnetik di pabrik,

  • memungkinkan kabel panjang tanpa degradasi sinyal berarti,

  • mudah dikalibrasi dan didiagnosis (arus tidak pernah 0 mA—membantu deteksi kabel terputus).

Dibandingkan pendekatan “baca manual” dari anemometer portabel, pengawasan berbasis panel seperti ini unggul untuk keselamatan proses: data selalu ada, alarm konsisten, dan dapat langsung mengendalikan peralatan melalui relay tanpa menunggu tindakan operator.

Spesifikasi dan fitur produk PCE-WSAC 50-311

PCE-WSAC 50-311 adalah wind warning device/anemometer panel yang menerima input 4–20 mA dari sensor angin dan bekerja pada catu 24 V DC. Fungsinya dirancang sangat spesifik: memantau kecepatan angin hingga 50 m/s, menampilkan nilai saat ini serta rata-rata 2 dan 5 menit, lalu memberi peringatan bertingkat agar tindakan mitigasi bisa dilakukan tepat waktu.

Apa yang membuatnya istimewa dibanding produk sekelas?

  • dua tingkat alarm yang dapat diatur, lengkap dengan LED berbeda dan buzzer internal,

  • perhitungan rata-rata 2 dan 5 menit untuk keputusan operasional yang lebih stabil,

  • antarmuka RS485 untuk integrasi dengan sistem pemantauan,

  • dua relay NO/NC (hingga 220 VAC, 10 A) yang fleksibel untuk interlock kipas, crane stop, atau sirene menara,

  • rating IP66 yang tangguh untuk lingkungan berdebu/beruap,

  • sertifikat kalibrasi ISO terlampir dari pabrikan.

Desain dan ergonomi

Unit berbentuk modul panel dengan dimensi 197,5 × 90 × 45 mm. Panel depan menampilkan layar digital untuk kecepatan angin dan indikator LED pre-alarm/alarm. Buzzer internal memberikan bunyi peringatan berkala saat pre-alarm aktif dan bunyi kontinu ketika alarm utama aktif.

Catu daya 24 V DC membuatnya mudah diintegrasikan ke rak kontrol, panel listrik, atau sistem PLC yang lazim menggunakan tegangan serupa. Karena perangkat ini adalah evaluator panel, tidak ada baterai internal—pilihan yang masuk akal untuk operasi 24/7.

Lingkungan operasionalnya luas, dari −20 hingga 60 °C, sehingga cocok untuk lokasi outdoor, turbin angin, lokasi tambang, pabrik semen, fasilitas WWTP yang berangin, atau area dermaga. Kelas perlindungan IP66 menandakan tahan debu dan tahan semprotan kuat, asalkan pemasangan panel mengikuti kaidah enclosure yang tepat.

Antarmuka dan pengalaman pengguna

Antarmuka pengguna berfokus pada kejelasan. Layar menampilkan kecepatan angin saat ini dan, sesuai kebutuhan, rata-rata 2 dan 5 menit. Dua LED di panel depan membedakan status: kuning untuk pre-alarm, merah untuk alarm utama. Buzzer internal membantu menarik perhatian operator di lingkungan bising.

Pengaturan ambang alarm dilakukan melalui panel/menunya dan tersimpan di perangkat. Karena perangkat ditujukan untuk aplikasi industri dan keselamatan, desainnya mengutamakan keterbacaan dan respons yang konsisten. Tidak disebutkan fitur seperti memori logging internal atau ekspor langsung ke USB; pencatatan dapat dilakukan melalui sistem kontrol yang terhubung via RS485 atau melalui relai yang dipantau.

Fitur-fitur unggulan yang relevan untuk industri

  • Pre-alarm dan alarm yang dapat disetel
    Memberi “peringatan dini” sehingga operator punya waktu menurunkan beban crane, menghentikan lifting, atau menutup area penuangan bahan kimia sebelum alarm keras memaksa interlock.

  • Rata-rata 2 dan 5 menit
    Angin gusting sering menipu. Rata-rata 2–5 menit memberikan konteks stabil untuk keputusan operasional, terutama di turbin angin, atap gedung, atau dermaga bongkar muat.

  • Dua relay NO/NC, beban hingga 220 VAC/10 A
    Relay dapat dipakai untuk lampu peringatan menara, sirene, interlock PLC, atau mematikan kipas pemanas. Kontak NO/NC memudahkan skema fail-safe yang sesuai standar K3.

  • RS485 untuk integrasi
    Memungkinkan pembacaan jarak jauh ke HMI/SCADA atau PLC. Protokol komunikasi mengikuti implementasi pabrikan; secara praktik, banyak integrator memetakan data ke sistem tren untuk audit keselamatan.

  • Kelas proteksi IP66 dan rentang suhu lebar
    Layak dipakai di lokasi outdoor yang basah, area semprotan air, atau lingkungan berdebu.

  • Sertifikat kalibrasi ISO
    Membantu dokumentasi QA/QC dan audit internal.

Kontrol eksternal dan integrasi sistem

PCE-WSAC 50-311 menyediakan RS485 untuk komunikasi serial ke sistem di tingkat panel atau ruang kontrol. Dengan koneksi ini, data kecepatan angin dan status alarm dapat diambil oleh SCADA untuk trending, pembuatan laporan, atau alarm forwarding melalui SMS/email (fungsi ini berada di sisi SCADA/PLC).

Dua relay NO/NC memberi jalur integrasi yang sederhana namun efektif. Misalnya:

  • relay 1 untuk menyalakan beacon/rotating light saat pre-alarm,

  • relay 2 untuk interlock otomatis crane atau menutup atap skylight saat alarm.

Dengan pendekatan ini, workflow data mudah diskalakan: nilai real-time dipantau di HMI, tren disimpan di historian, dan event alarm tercatat untuk keperluan audit K3.

Spesifikasi teknis lengkap

Parameter Nilai
Jenis Air Flow Meter / Wind Warning Device (unit evaluasi)
Catu daya 24 V DC
Input sensor 4–20 mA
Rentang ukur 0 hingga 50 m/s
Akurasi pengukuran ±3% dari rentang pengukuran
Tampilan Kecepatan angin; rata-rata 2 dan 5 menit
Alarm Pre-alarm (LED kuning, bunyi berkala) dan alarm utama (LED merah, bunyi kontinu)
Relay alarm 2 relay NO/NC, beban maksimum 220 V AC / 10 A
Antarmuka komunikasi RS485
Suhu operasi −20 hingga 60 °C
Kelas proteksi IP66
Dimensi 197,5 × 90 × 45 mm (7,7 × 3,5 × 1,7 in)
Kelengkapan Unit PCE-WSAC 50-311, manual, konektor sensor, sertifikat kalibrasi ISO
Catatan sensor Sensor angin dijual terpisah

Penjelasan awam: rentang 0–50 m/s mencakup kondisi dari angin sepoi hingga badai sedang (50 m/s ≈ 180 km/jam). Akurasi ±3% dari rentang berarti deviasi maksimal sekitar ±1,5 m/s pada skala penuh; untuk keputusan go/no-go keselamatan, ini lebih dari cukup, apalagi didukung fungsi rata-rata yang menstabilkan pembacaan.

Panduan memilih komponen tambahan

Karena unit ini membutuhkan sensor angin eksternal, berikut panduan umum:

Tipe sensor angin Rentang tipikal Kelebihan Contoh aplikasi
Anemometer cangkir/baling-baling dengan output 4–20 mA 0–30 atau 0–50 m/s Tangguh, biaya ekonomis, perawatan mudah Crane pelabuhan, atap pabrik, area konstruksi
Anemometer ultrasonik (konversi ke 4–20 mA) 0–60 m/s Tanpa bagian bergerak, respon cepat Turbin angin, aplikasi presisi, cuaca ekstrem
Sensor arah angin (opsional) 0–360° (tegangan/arus) Tambahan konteks, membantu analisis dispersi WWTP (bau), pabrik kimia (gas/odor control)

Aksesori yang relevan:

  • sensor kecepatan angin 4–20 mA (range sesuai kebutuhan),

  • dudukan/tiang dan bracket anti-korosi,

  • kabel sinyal shielded untuk jalur panjang,

  • beacon/sirene eksternal,

  • enclosure panel IP66 (jika pemasangan outdoor langsung),

  • surge protection untuk lokasi rawan petir.

Faktor yang memengaruhi hasil:

  • penempatan sensor (hindari turbulensi dekat dinding/atap rendah),

  • ketinggian pemasangan (standar 10 m untuk meteorologi; sesuaikan dengan kebutuhan operasional),

  • kondisi lingkungan (debu, garam, es—perhatikan jadwal inspeksi/pembersihan),

  • kualitas grounding dan proteksi petir,

  • kalibrasi berkala sesuai SOP K3.

Panduan menggunakan PCE-WSAC 50-311 (contoh di dermaga bongkar muat)

Skenario dari pendahuluan: pengoperasian crane di dermaga yang sensitif terhadap hembusan angin kencang.

Langkah:

  1. Pemasangan sensor
    Tempatkan anemometer 4–20 mA pada puncak struktur bebas halangan (misal menara crane). Pastikan arah baling-baling bebas dari turbulensi. Tarik kabel shielded ke panel kontrol.

  2. Koneksi ke unit
    Sambungkan catu 24 V DC ke PCE-WSAC 50-311. Hubungkan output 4–20 mA sensor ke terminal input. Pasang koneksi RS485 ke HMI/SCADA jika diperlukan.

  3. Konfigurasi awal
    Atur rentang input sesuai sensor (0–50 m/s umum). Setel ambang pre-alarm misalnya 12 m/s dan alarm utama 15 m/s (sesuaikan dengan SOP dermaga). Uji fungsi LED dan buzzer.

  4. Setel relay
    Relay 1 dihubungkan ke beacon kuning di menara sebagai pre-alarm. Relay 2 dihubungkan ke sirene dan interlock crane untuk mencegah pengangkatan saat alarm.

  5. Verifikasi averaging
    Aktifkan tampilan rata-rata 2 menit untuk operasi normal agar keputusan lebih stabil. Saat cuaca berubah cepat, periksa juga rata-rata 5 menit untuk tren.

  6. Uji fungsi RS485
    Tarik data kecepatan dan status alarm ke SCADA untuk logging harian. Pastikan event dicatat dan di-acknowledge sesuai prosedur.

  7. Operasi harian
    Pantau tampilan panel. Jika LED kuning aktif dan buzzer berkala terdengar, kurangi aktivitas lifting. Jika LED merah menyala dan buzzer kontinu, sistem interlock menghentikan operasi hingga kecepatan turun di bawah ambang rilis yang ditetapkan.

  8. Perawatan
    Bersihkan sensor berkala dari garam/debu, cek kencangan bracket, dan uji fungsi alarm mingguan. Simpan catatan kalibrasi untuk audit.

Kesimpulan dan rekomendasi

PCE-WSAC 50-311 adalah solusi praktis untuk pemantauan angin berbasis panel yang membutuhkan alarm bertingkat dan integrasi sistem. Input 4–20 mA, dua relay NO/NC, perhitungan rata-rata 2–5 menit, RS485, serta rating IP66 menjadikannya andal di area industri—dari dermaga, tambang terbuka, atap pabrik, hingga lokasi turbin angin.

Siapa yang paling diuntungkan?

  • QA/QC fasilitas luar ruang yang mensyaratkan catatan kondisi cuaca untuk keselamatan kerja,

  • operator crane, forklift tinggi, atau gondola bangunan,

  • pengelola WTP/WWTP dengan struktur terbuka yang rentan angin,

  • site farmasi/biotek dengan area exhaust rooftop,

  • kampus/teaching lab yang memerlukan panel referensi kecepatan angin untuk eksperimen teknik lingkungan.

Jika Anda memerlukan data logging internal atau protokol khusus, solusi terbaik adalah menggabungkan unit ini dengan SCADA/PLC melalui RS485 atau sistem logger mandiri yang membaca arus 4–20 mA.

FAQ

Apakah PCE-WSAC 50-311 sudah termasuk sensor angin?
Tidak. Sensor angin dijual terpisah. Unit ini menerima input 4–20 mA dari sensor eksternal.

Bisakah perangkat menghentikan mesin secara otomatis?
Bisa, melalui dua relay NO/NC (hingga 220 VAC/10 A). Relay dapat dihubungkan ke interlock PLC atau kontaktor sesuai desain keselamatan Anda.

Apakah ada logging internal atau port USB?
Tidak disebutkan memori internal atau USB. Untuk pencatatan, gunakan RS485 ke SCADA/PLC atau gunakan data logger eksternal.

Berapa rentang dan akurasi pengukuran?
Rentang 0–50 m/s dengan akurasi ±3% dari rentang. Nilai ini memadai untuk keputusan keselamatan operasional.

Apakah tahan cuaca?
Panel memiliki rating IP66 dan bekerja pada −20 hingga 60 °C. Pastikan pemasangan mengikuti kaidah enclosure yang benar.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan angin untuk menjaga keselamatan dan keberlanjutan proses Anda. Kami melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti PCE-WSAC 50-311 serta perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengotomasi peringatan angin, menstabilkan operasi, dan memenuhi standar K3. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pemantauan angin di fasilitas atau proyek Anda, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi Air Flow Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.