Di lokasi konstruksi bertingkat, operator tower crane kerap memantau cuaca sambil mengejar target pengangkatan. Masalahnya, hembusan angin bisa berubah mendadak. Kecepatan angin yang melonjak hanya dalam beberapa menit dapat membuat beban bergoyang dan membahayakan pekerja di bawahnya. Tanpa alarm yang tegas, keputusan menghentikan operasi sering terlambat: pengawas baru sadar setelah tali sling mulai berputar atau sirene darurat lain berbunyi. Risiko serupa muncul di area cerobong pabrik, turbin kecil untuk riset, hingga ventilasi atap di WWTP—ketika angin melewati ambang tertentu, perangkat dan manusia di sekitarnya harus dilindungi.
Solusinya adalah pemantauan real-time dengan ambang batas yang jelas serta peringatan bertingkat. Sistem ideal tidak hanya menunjukkan kecepatan angin saat ini, tetapi juga rata-rata jangka pendek agar keputusan lebih stabil dan tidak reaktif terhadap “gust” sesaat. Di sinilah sebuah kontroler alarm yang terintegrasi dengan sensor anemometer menjadi krusial.
PCE-WSAC 50 adalah kontroler alarm air flow/wind speed yang menampilkan kecepatan angin saat ini sekaligus rata-rata 2 dan 5 menit, lengkap dengan pre-alarm dan full alarm (visual + audio) serta opsi antarmuka RS-485 Modbus. Perangkat ini dirancang untuk tugas pemantauan angin di industri—dari konstruksi, pertambangan, energi terbarukan, hingga manufaktur—dengan fleksibilitas integrasi ke sistem kontrol Anda.
Teknologi pengukuran kecepatan angin
Teknologi inti di balik pemantauan angin industri adalah anemometer yang mengubah gerakan udara menjadi sinyal listrik standar. Umumnya digunakan dua tipe: anemometer cangkir/propeler (menghasilkan pulsa atau sinyal analog sebanding kecepatan) dan anemometer ultrasonik (mengukur waktu tempuh gelombang suara). PCE-WSAC 50 menerima sinyal analog industri yang lazim—4–20 mA atau 0–5/10 V—sehingga kompatibel dengan berbagai merek sensor.
Prinsipnya sederhana: sensor membaca laju aliran udara, mengubahnya menjadi arus atau tegangan sesuai skala, lalu PCE-WSAC 50 menginterpretasi sinyal tersebut menjadi angka kecepatan angin di layar LED. Perangkat ini juga menghitung rata-rata bergerak untuk jangka 2 dan 5 menit guna meredam fluktuasi ekstrem. Ketika nilai melewati ambang yang Anda setel, relai alarm akan aktif; lampu LED kuning menyala + bunyi bip periodik untuk peringatan awal, dan LED merah + bunyi kontinu untuk kondisi penuh.
Dalam jangka panjang, pendekatan berbasis sinyal standar industri memudahkan servis dan skalabilitas. Bila sensor rusak atau perlu dinaikkan kelas ketahanannya (misalnya ke housing stainless atau IP tinggi), Anda cukup mengganti sensor yang kompatibel tanpa merombak kontroler. Penggunaan rata-rata waktu singkat membantu pengambil keputusan menghindari false alarm, meningkatkan produktivitas sekaligus keselamatan.
Dibanding “metode konvensional” seperti penilaian visual bendera angin atau aplikasi ponsel yang tidak terkalibrasi, sistem anemometer + kontroler alarm menawarkan pembacaan kuantitatif, dapat diaudit, serta dapat mengendalikan perangkat eksternal (sirene, lampu menara, interlock crane) lewat relai—memberi kepatuhan SOP yang konsisten.
Spesifikasi dan fitur product
PCE-WSAC 50 adalah kontroler alarm kecepatan angin dari PCE Instruments. Perangkat ini menampilkan kecepatan angin saat ini serta rata-rata 2 dan 5 menit pada layar LED terang. Dua level alarm—pre-alarm dan full alarm—dapat diatur sesuai kebutuhan dan disampaikan melalui indikator visual (LED kuning/merah) dan suara (buzzer). Untuk integrasi data, tersedia opsi antarmuka RS-485 Modbus. Dua relai NO/NC dengan beban hingga 220 V AC / 10 A memungkinkan pengendalian perangkat eksternal.
Apa yang membuatnya istimewa?
-
Fleksibel terhadap sensor: menerima 4–20 mA atau 0–5/10 V (pilih salah satu), memudahkan pemilihan anemometer dari berbagai vendor.
-
Tampilan yang relevan untuk keselamatan: menampilkan rata-rata 2 dan 5 menit, sehingga keputusan “stop-go” lebih stabil.
-
Alarm bertingkat yang jelas: pre-alarm (LED kuning + bip periodik) dan full alarm (LED merah + bip kontinu) membantu eskalasi bertahap sesuai SOP.
-
Integrasi sistem: dua relai besar (10 A) untuk mengaktifkan sirene, lampu suar, interlock, atau PLC; plus opsi RS-485 Modbus untuk SCADA.
-
Termasuk sertifikat kalibrasi ISO dari pabrikan untuk jejak audit.
-
Sensor dijual terpisah—memberi kebebasan memilih tipe/kelas perlindungan sesuai lingkungan.
Desain dan ergonomi
Unit dikemas kompak untuk panel/field mounting: dimensi 197,5 × 90 × 45 mm dengan bobot sekitar 400 g. Proporsinya ramping sehingga mudah ditempatkan di panel kontrol atau dekat area pemantauan. Tampilan LED di bagian depan terlihat jelas dari jarak kerja; LED kuning dan merah untuk status alarm ditempatkan menonjol agar mudah dikenali.
Catu daya fleksibel: 115 V AC, 230 V AC, atau 24 V DC. Ini memudahkan integrasi di lokasi dengan sumber listrik berbeda. Untuk pemberian daya ke sensor anemometer, unit menyediakan keluaran 12 V DC atau 24 V DC, menyederhanakan wiring tanpa perlu power supply tambahan. Dua relai NO/NC terpasang di dalam dengan rating hingga 220 V AC / 10 A, cukup untuk mengendalikan beban sinyal, koil kontaktor, atau lampu peringatan.
Batas lingkungan kerja luas: −20 hingga 60 °C (−4 hingga 140 °F). Artinya perangkat dapat dipakai di lapangan terbuka tropis maupun ruang atap pabrik yang panas, selama perlindungan IP sensor disesuaikan. Informasi rating IP spesifik unit tidak dinyatakan oleh pabrikan; untuk instalasi outdoor sebaiknya ditempatkan dalam enclosure yang sesuai standar IP yang lebih tinggi agar terhindar dari hujan langsung.
Antarmuka dan pengalaman pengguna
Layar LED depan terang dan mudah dibaca, bahkan pada area yang pencahayaannya keras. Navigasi pengaturan dilakukan melalui tombol fisik di panel, dengan alur sederhana: pilih jenis sinyal input (4–20 mA atau 0–5/10 V), skala kecepatan untuk sensor yang dipasang, lalu set ambang pre-alarm dan full alarm. Indikator LED kuning/merah memberi umpan balik status alarm secara instan.
Kualitas hidup yang relevan untuk operasi:
-
Indikasi kecepatan saat ini dan rata-rata 2 dan 5 menit.
-
Buzzer internal dengan dua pola bunyi untuk membedakan tingkat alarm.
-
Dua relai untuk mengaktifkan perangkat eksternal, sehingga Anda bisa membuat alarm lampu/klakson besar atau interlock mesin.
Fitur seperti auto-hold, memori data internal, atau ekspor USB tidak disebutkan pada dokumentasi resmi; fokus perangkat ini adalah alarm industri yang sederhana dan andal. Untuk logging historis, gunakan opsi RS-485 Modbus ke datalogger/SCADA.
Fitur-fitur unggulan
-
Kompatibel multi-sinyal (4–20 mA, 0–5/10 V). Satu kontroler dapat dipadankan dengan berbagai anemometer analog industri. Ini memudahkan standarisasi lintas fasilitas.
-
Pre-alarm dan full alarm yang dapat disetel. Skema dua tingkat meminimalkan kejutan operasional: pekerja mendapat peringatan awal sebelum interlock penuh atau penghentian operasi.
-
Rata-rata 2 dan 5 menit. Mendukung keputusan aman tanpa “overreact” terhadap hembusan singkat, berguna pada crane, gondola, dan struktur tinggi.
-
Dua relai NO/NC 220 V AC / 10 A. Kuat untuk mengendalikan sirene, lampu rotari, atau kontaktor kipas.
-
Opsi RS-485 Modbus. Memungkinkan integrasi ke PLC/SCADA agar data kecepatan dan status alarm terekam untuk audit dan tren.
Manfaat praktis: hemat waktu pengawasan, konsistensi bukti kepatuhan, mengurangi salah interpretasi kecepatan angin, serta meningkatkan keselamatan operasional.
Kontrol eksternal dan integrasi sistem
Untuk pengendalian perangkat, dua relai internal menjadi jembatan ke sistem eksternal. Anda dapat:
-
Mengaktifkan lampu suar di menara crane saat pre-alarm, dan memutus kontaktor operasi crane saat full alarm.
-
Menyalakan sirene area terbuka di pabrik atau pelabuhan.
-
Mengirim sinyal ke PLC agar SCADA mencatat kejadian alarm, menampilkan tren, dan menghasilkan laporan audit.
Untuk transfer data, gunakan opsi RS-485 Modbus. Data kecepatan dan status alarm dapat ditarik oleh PLC/datalogger dan diekspor ke Excel/LIMS melalui perangkat lunak di sisi SCADA. Arsitektur ini memberi fleksibilitas dan skalabilitas—Anda bisa menambah titik sensor, membuat dashboard tren 24 jam, atau menyusun laporan kepatuhan keselamatan kerja.
Spesifikasi teknis lengkap
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Daya masuk | 115 V AC; 230 V AC; 24 V DC |
| Catu daya sensor (keluaran) | 12 V DC; 24 V DC |
| Rentang ukur | 0…50 m/s atau 0…110 mph |
| Akurasi pengukuran | ±3% dari rentang ukur |
| Jenis masukan sinyal (pilih) | 4…20 mA; 0…5/10 V |
| Relai alarm | 2 relai NO/NC, beban maks. 220 V AC / 10 A |
| Antarmuka opsional | RS-485 Modbus |
| Suhu operasi | −20…60 °C (−4…140 °F) |
| Dimensi | 197,5 × 90 × 45 mm (7,7 × 3,5 × 1,7 in) |
| Berat | ±400 g (<1 lb) |
| Isi paket | 1× kontroler PCE-WSAC 50, 1× manual pengguna, 1× sertifikat kalibrasi ISO |
| Catatan | Sensor dijual terpisah |
Penjelasan awam: rentang 0–50 m/s mencakup hampir semua kondisi angin operasional di darat (50 m/s ≈ 180 km/jam). Akurasi ±3% dari rentang berarti ketidakpastian sekitar ±1,5 m/s di ujung atas. Dua relai 10 A cukup untuk mengendalikan koil kontaktor atau sirene 220 V tanpa relay tambahan. Pilihan input 4–20 mA/0–10 V memudahkan pencocokan dengan anemometer yang Anda miliki.
Panduan memilih komponen tambahan
Karena sensor angin dijual terpisah, berikut panduan ringkas memilih anemometer analog yang cocok.
Tabel rentang sensor & contoh aplikasi
| Rentang sensor | Tipe sinyal | Contoh aplikasi | Catatan instalasi |
|---|---|---|---|
| 0–20 m/s | 4–20 mA | Ventilasi atap WWTP, intake HVAC laboratorium | Cukup untuk pemantauan ventilasi umum |
| 0–30 m/s | 0–10 V | Area pelabuhan, gudang terbuka | Baik untuk cuaca berangin moderat |
| 0–50 m/s | 4–20 mA | Tower crane, gondola gedung bertingkat, turbin kecil | Rekomendasi untuk aplikasi keselamatan |
| 0–60 m/s (over-range) | 4–20 mA | Lokasi pantai/pegunungan ekstrem | Pastikan skala diset sesuai |
Aksesori yang umum dipakai:
-
Anemometer cangkir/propeler industri (keluaran 4–20 mA atau 0–10 V).
-
Tiang mounting + bracket anti-getar.
-
Enclosure IP65/IP66 untuk pemasangan luar ruang (melindungi kontroler).
-
Sirene 220 V dan beacon LED merah/kuning.
-
Kontaktor/MCB jika perlu mengendalikan beban besar.
-
Kabel shielded untuk mengurangi noise pada jalur 4–20 mA/0–10 V.
Faktor yang memengaruhi hasil:
-
Lokasi pemasangan sensor—hindari turbulensi dari dinding/atap; posisikan setidaknya 10× tinggi penghalang terdekat.
-
Kalibrasi skala di kontroler harus mengikuti spesifikasi sensor.
-
Panjang kabel dan gangguan elektromagnetik; gunakan kabel shielded dan grounding yang benar.
-
Perawatan berkala: bersihkan kotoran/korosi pada sensor mekanik.
Panduan penggunaan langkah demi langkah (skenario tower crane)
-
Pasang anemometer pada puncak crane, di tempat yang bebas turbulensi lokal. Gunakan bracket yang kokoh dan kabel shielded menuju panel kontrol.
-
Tempatkan PCE-WSAC 50 pada panel yang terlindung. Jika outdoor, gunakan enclosure IP65 dan beri ventilasi cukup.
-
Tentukan tipe sinyal sensor (4–20 mA atau 0–10 V). Hubungkan ke terminal input sesuai manual.
-
Untuk catu sensor, pilih 12 V atau 24 V keluaran dari PCE-WSAC 50 sesuai kebutuhan sensor.
-
Lakukan pengaturan skala: masukkan rentang kecepatan yang sesuai dengan sensor (misal 0–50 m/s).
-
Setel ambang pre-alarm, misalnya 12 m/s (peringatan untuk kurangi operasi), dan full alarm 15 m/s (hentikan pengangkatan). Nilai ini harus mengikuti SOP perusahaan dan regulasi lokal.
-
Uji fungsi alarm: gunakan simulasi sinyal (kalibrator 4–20 mA atau potensiometer untuk 0–10 V) untuk memicu kedua level alarm. Pastikan LED kuning/merah dan buzzer bekerja sesuai.
-
Hubungkan relai ke sirene dan lampu suar; untuk full alarm, hubungkan relai ke koil kontaktor interlock crane (sesuai desain keselamatan).
-
Jika menggunakan SCADA, aktifkan antarmuka RS-485 Modbus, konfigurasikan alamat dan parameter komunikasi, lalu tarik variabel kecepatan + status alarm untuk logging.
-
Selenggarakan inspeksi mingguan: cek kebersihan sensor, kekencangan koneksi, serta uji alarm. Catat hasil di logsheet keselamatan.
Skenario lain seperti pemantauan ventilasi di laboratorium atau WWTP pada dasarnya serupa, hanya berbeda pada setpoint alarm (misalnya alarm aktif saat kecepatan angin turun di bawah ambang yang diperlukan untuk exhaust—hal ini bisa diimplementasikan dengan memprogram setpoint sesuai sinyal terbalik dari sensor atau memakai logika PLC).
Kesimpulan dan rekomendasi
PCE-WSAC 50 menawarkan kombinasi yang relevan untuk kebutuhan keselamatan dan proses: kompatibilitas luas dengan sensor analog, tampilan kecepatan saat ini plus rata-rata 2/5 menit, dua tingkat alarm yang jelas, dua relai 10 A, rentang suhu operasi lebar, serta opsi RS-485 Modbus. Dengan sensor yang tepat, unit ini menjadi inti sistem peringatan angin untuk crane, gondola, area atap pabrik, fasilitas energi terbarukan, hingga ventilasi proses di WWTP dan laboratorium.
Siapa yang paling diuntungkan?
-
Kontraktor konstruksi dan operator crane—untuk interlock berbasis angin.
-
Fasilitas proses (F&B, kimia, farmasi) yang perlu alarm angin untuk operasi luar ruang atau cerobong.
-
Laboratorium dan teaching lab—pemantauan ventilasi atap, sirip pendingin, atau riset turbin mini.
-
Fasilitas air minum/limbah—mengontrol kipas/odour control saat angin melebihi ambang.
Jika Anda memerlukan logging internal atau fitur portabel, pertimbangkan menambah datalogger Modbus/SCADA. Namun untuk fungsi alarm yang sederhana, tegas, dan dapat diintegrasikan, PCE-WSAC 50 adalah pilihan yang solid.
FAQ
Apakah PCE-WSAC 50 sudah termasuk sensor angin?
Belum. Sensor anemometer dijual terpisah. Pilih yang memiliki keluaran 4–20 mA atau 0–10 V.
Bisakah perangkat mengendalikan sirene dan lampu suar?
Bisa. Tersedia dua relai NO/NC dengan beban hingga 220 V AC / 10 A.
Apakah ada logging data internal?
Dokumentasi pabrikan tidak menyebut memori internal. Untuk perekaman data, gunakan RS-485 Modbus ke PLC/SCADA/datalogger.
Apakah bisa menampilkan rata-rata waktu?
Ya, perangkat menampilkan kecepatan saat ini serta rata-rata 2 menit dan 5 menit.
Daya listrik apa yang dibutuhkan?
115 V AC, 230 V AC, atau 24 V DC. Perangkat juga menyediakan catu 12/24 V DC untuk sensor.
Seberapa akurat pembacaannya?
Akurasi tercantum ±3% dari rentang ukur (0–50 m/s).
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya sistem alarm kecepatan angin dalam mendukung keselamatan dan kendali proses Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti PCE-WSAC 50 Air Flow Meter Alarm Controller dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pemantauan angin, memastikan kontrol yang konsisten, dan memenuhi standar tertinggi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengawasan keselamatan berbasis kecepatan angin, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Air Flow Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 45
Lihat produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 45
Lihat produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 30
Lihat produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter Flow Hoods PCE-VA 20-SET-ICA incl. ISO Calibration
Lihat produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter Flow Hoods PCE-VA 20-SET-ICA incl. ISO Calibration
Lihat produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-HVAC 2-ICA with ISO Certificate
Lihat produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-HVAC 2
Lihat produk★★★★★ -

Air Flow Meter PCE-WSAC 50-210
Lihat produk★★★★★
Referensi
-
Wicaksana, H. S., Mukhlish, F., Ananda, N., Budiawan, I., Khamdi, A. N., & Al Habib, A. H. (2024). ESTIMASI KECEPATAN ANGIN PERMUKAAN PADA JARINGAN ANEMOMETER MENGGUNAKAN TEMPORAL CONVOLUTIONAL NETWORK. Jurnal Otomasi, Kontrol, dan Instrumentasi, 16(1), 44–51. Retrieved from https://journals.itb.ac.id/index.php/joki/article/download/23231/6612
-
Manalu, J. W., & Gunoto, P. (2023). PERANCANGAN SISTEM MONITORING KECEPATAN ANGIN DAN TEMPERATURE UDARA BERBASIS IoT. Sigma Teknika, 6(1), 86–96. Retrieved from https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/download/5125/3524













