Di banyak laboratorium QA/QC dan instalasi pengolahan air, pH sering dianggap parameter “mudah”. Tinggal celupkan elektroda, tunggu angka stabil, dan catat. Namun di lapangan, kenyataannya tidak sesederhana itu. Perbedaan 0,1–0,2 unit pH bisa berarti batch produk harus dibuang, kolam ikan stres, atau laporan uji tidak lolos audit.
Di fasilitas pengolahan air minum misalnya, operator harus memastikan pH air terkontrol ketat agar koagulasi berjalan optimal dan air aman diminum. Jika alat pH kurang akurat atau sering drift, data harian menjadi tidak konsisten. Dampaknya, bahan kimia penetral pH dapat terpakai berlebihan, biaya operasional naik, dan potensi komplain pelanggan meningkat.
Di industri makanan dan minuman, pH yang sedikit keluar dari spesifikasi bisa mengubah rasa, tekstur, bahkan keamanan mikrobiologis produk. Produsen yogurt, minuman berkarbonasi, atau saus fermentasi sangat bergantung pada alat pH yang stabil dari hari ke hari. Jika setiap kali kalibrasi hasilnya berubah jauh, tim QA/QC harus mengulang pengujian, menunda rilis produk, dan kehilangan jam kerja.
Teaching lab dan laboratorium riset di kampus menghadapi masalah lain: alat yang digunakan banyak orang, sering dipindah, dan terkadang tidak dirawat dengan benar. Elektroda kering, larutan buffer habis, atau setting alat berubah tanpa tercatat. Akibatnya, mahasiswa mendapatkan data yang tidak konsisten, sementara dosen kesulitan menjelaskan perbedaan hasil eksperimen.
Semua contoh ini menunjukkan satu hal: pH meter yang “asal bisa baca” sudah tidak cukup. Dibutuhkan instrumen yang stabil, mudah dikalibrasi, dan dirancang untuk pemakaian rutin di lingkungan yang berbeda-beda—dari WTP/WWTP, laboratorium pengujian, hingga lini produksi farmasi dan F&B. Di sinilah pH meter meja laboratorium seperti PHS-3BW-CN masuk sebagai solusi yang lebih andal dibanding pH meter sederhana atau kertas indikator.
Teknologi Elektroda pH dan Kompensasi Suhu di PHS-3BW-CN
PHS-3BW-CN adalah pH meter laboratorium berbasis elektroda gelas yang mengukur perbedaan potensial listrik antara elektroda indikator dan elektroda referensi. Perbedaan tegangan ini kemudian dikonversi menjadi nilai pH dengan mengacu pada persamaan Nernst. Untuk mempermudah pengguna, instrumen ini sudah memiliki mode pengukuran pH dan mV, sehingga bisa digunakan baik dengan elektroda pH standar maupun sensor potensial lain yang kompatibel dengan konektor BNC.
Salah satu tantangan utama pengukuran pH adalah pengaruh suhu. Reaksi kimia di dalam elektroda dan sampel berubah ketika suhu berubah. Itu sebabnya buffer standar pH biasanya didefinisikan pada suhu tertentu (misalnya 25 °C). PHS-3BW-CN mengakomodasi hal ini dengan rentang pengukuran suhu 0–100 °C serta dukungan probe suhu TP-100K. Dengan probe ini, alat dapat menerapkan kompensasi suhu otomatis sehingga pembacaan pH lebih konsisten meskipun suhu sampel berbeda-beda.
Dibanding metode konvensional seperti penggunaan kertas lakmus atau indikator warna, pendekatan elektroda pH memberikan hasil yang jauh lebih kuantitatif. Operator tidak perlu lagi menebak warna antara dua skala, yang sangat subjektif, terutama untuk sampel keruh atau berwarna. Di lingkungan industri yang menuntut pencatatan hingga dua desimal, kemampuan resolusi 0,01 pH dan akurasi ±0,01 pH dari PHS-3BW-CN membantu memastikan data dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun secara regulasi.
Dalam jangka panjang, teknologi pengukuran berbasis elektroda dengan kompensasi suhu otomatis mengurangi kebutuhan uji ulang dan sampling berlebihan. Operator dapat lebih percaya pada data yang direkam, auditor lebih mudah menelusuri riwayat kalibrasi, dan insinyur proses dapat membuat keputusan penyesuaian bahan kimia dengan lebih cepat dan tepat.
PHS-3BW-CN: pH Meja yang Fokus pada Stabilitas dan Kemudahan
PHS-3BW-CN adalah pH meter laboratorium produksi Bante, perusahaan instrumen analitik yang berbasis di Tiongkok. Model ini termasuk kategori pH meter meja (bench-top) yang dirancang untuk ditempatkan di laboratorium atau ruang kontrol proses dengan suplai listrik stabil menggunakan adaptor DC 9 V.
Keistimewaan PHS-3BW-CN terletak pada kombinasi spesifikasi teknis yang solid dengan konfigurasi yang sederhana. Rentang pH 0,00–14,00 mencakup hampir semua aplikasi umum: pengolahan air minum dan limbah, formulasi kosmetik, fermentasi makanan, media kultur di bioteknologi, hingga pengujian tanah atau larutan nutrisi hidroponik. Resolusi pembacaan 0,01 pH dan akurasi ±0,01 pH cukup untuk kebutuhan QA/QC dan riset terapan di banyak sektor.
Selain pH, alat ini juga dapat bekerja dalam mode mV dengan rentang -1999 hingga 1999 mV dan resolusi 1 mV. Mode ini berguna untuk:
-
kalibrasi dan diagnosa elektroda pH melalui pengukuran potensial,
-
aplikasi ORP (oxidation-reduction potential) bila digunakan dengan elektroda yang sesuai,
-
pengembangan metode elektrokimia sederhana di laboratorium pendidikan atau riset dasar.
PHS-3BW-CN dikalibrasi menggunakan dua titik (2-point calibration) dengan buffer standar. Mendukung dua set standar yang umum: buffer pH 4,01 – 7,00 – 10,01 (USA) dan 4,01 – 6,86 – 9,18 (NIST). Fleksibilitas ini mempermudah integrasi di laboratorium yang sudah memiliki buffer tertentu, tanpa harus mengganti seluruh stok.
Bukan pH meter “fancy” dengan banyak fungsi tambahan, PHS-3BW-CN justru menonjol sebagai alat kerja harian: desain sederhana, fokus pada pH dan mV, serta kompatibel dengan berbagai elektroda BNC seri P11, P12, P13, P15, P16, P18, P19, P21, dan P22. Pendekatan ini cocok untuk laboratorium yang membutuhkan alat stabil yang mudah diajarkan ke operator baru dan tidak membebani dengan menu yang rumit.
Desain Fisik dan Ergonomi untuk Meja Laboratorium
Secara fisik, PHS-3BW-CN hadir sebagai unit desktop yang cukup ringkas. Dimensinya sekitar 210 × 205 × 65 mm, sehingga tidak memakan banyak tempat di meja kerja. Tingginya yang hanya sekitar 6,5 cm membuat alat terasa stabil dan rendah, memudahkan operator melihat layar dan menjangkau tombol tanpa harus mengubah posisi duduk.
Berat unit sekitar 1,5 kg. Bobot ini cukup untuk menjaga alat tidak mudah bergeser saat tombol ditekan atau ketika kabel elektroda tertarik, namun tetap mudah dipindahkan dari satu meja ke meja lain di dalam laboratorium. Berat kemasan untuk pengiriman sekitar 1,7 kg dengan dimensi kotak 300 × 240 × 170 mm, membuatnya praktis bila harus dikirim ke cabang laboratorium lain atau ke site proyek.
Catu daya menggunakan adaptor DC 9 V, sehingga alat bergantung pada listrik. Ini adalah konfigurasi umum untuk pH meter meja yang ditujukan untuk laboratorium stasioner. Kelebihannya, operator tidak perlu memikirkan penggantian baterai, dan tegangan yang stabil membantu menjaga performa pengukuran. Untuk penggunaan di area dengan pasokan listrik sering tidak stabil, disarankan menambahkan UPS kecil agar alat dan data tetap aman saat listrik padam mendadak.
Tata letak tombol pada panel depan disusun mengelilingi layar. Masing-masing tombol biasanya diberi label jelas seperti mode, kalibrasi, hold, dan fungsi lainnya (detail penamaan bisa berbeda tergantung versi firmware). Penempatan tombol yang cukup berjauhan membantu mengurangi salah tekan, penting ketika operator menggunakan sarung tangan.
PHS-3BW-CN cocok ditempatkan di laboratorium air, ruang kontrol WTP/WWTP, atau di ruang QC pabrik. Untuk lingkungan dengan banyak percikan atau uap korosif, disarankan menggunakan pelindung tambahan dan menjaga posisi alat agak jauh dari bak reaksi. Informasi rating IP tidak disebutkan dalam spesifikasi yang tersedia, sehingga alat sebaiknya diperlakukan sebagai perangkat laboratorium umum: tidak tahan cipratan berat, tidak untuk digunakan di luar ruangan tanpa perlindungan.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
PHS-3BW-CN menggunakan tampilan digital yang menampilkan nilai pH atau mV dengan resolusi 0,01 pH atau 1 mV. Layar dirancang agar angka terlihat jelas dari jarak kerja normal di meja laboratorium. Meskipun detail ukuran layar dan keberadaan backlight tidak disebutkan, tampilan digital tetap memberi keunggulan signifikan dibanding pointer analog, terutama untuk membaca perubahan kecil di belakang koma.
Navigasi alat dilakukan melalui tombol fisik di panel depan. Dengan kombinasi tombol mode, kalibrasi, dan pengaturan, operator dapat:
-
memilih mode pengukuran pH atau mV,
-
melakukan kalibrasi dua titik dengan buffer standar,
-
mengatur kompensasi suhu (otomatis dengan probe TP-100K atau manual jika diperlukan).
Pengalaman pengguna sangat dipengaruhi oleh bagaimana prosedur kalibrasi dan pembacaan ditata. PHS-3BW-CN menyediakan kalibrasi dua titik yang umum digunakan di banyak laboratorium, sehingga prosedur bisa distandarkan dan mudah didokumentasikan dalam SOP. Pengguna cukup mempersiapkan dua buffer, bilas elektroda, lalu mengikuti panduan alat sampai kalibrasi selesai.
Fitur seperti auto-hold atau auto-read tidak secara eksplisit tercantum pada spesifikasi yang ada. Jika fitur tersebut tidak tersedia, operator bisa menggunakan pendekatan manual: menunggu pembacaan stabil, kemudian mencatat nilai. Untuk laboratorium yang sangat bergantung pada fungsi auto-hold demi mengurangi subjektivitas, hal ini perlu dipertimbangkan saat menyusun SOP dan melatih operator.
Secara umum, antarmuka PHS-3BW-CN cocok untuk:
-
teaching lab yang membutuhkan alat mudah dipahami mahasiswa,
-
laboratorium QA/QC yang mengutamakan prosedur yang bisa dibakukan,
-
instalasi pengolahan air yang memerlukan pengukuran rutin oleh operator dengan latar belakang beragam.
Fitur Kunci yang Mendukung Pekerjaan Laboratorium Modern
Meski tampak sederhana, PHS-3BW-CN membawa beberapa fitur penting yang berpengaruh langsung pada efisiensi kerja dan kualitas data.
Beberapa fitur utama yang patut dicatat:
-
Rentang pH 0,00–14,00
Membuka peluang pemakaian di berbagai jenis sampel, dari air permukaan yang mendekati netral hingga larutan proses yang sangat asam atau sangat basa. Ini relevan untuk industri kimia, galvanis, dan pengolahan limbah yang sering berurusan dengan range pH ekstrem. -
Akurasi ±0,01 pH dan resolusi 0,01 pH
Di QA/QC, perbedaan 0,02–0,05 pH dapat menjadi penentu lulus atau tidaknya suatu batch. Spesifikasi akurasi ini membantu memastikan bahwa perubahan kecil yang terbaca benar-benar mencerminkan perubahan di sampel, bukan sekadar noise alat. -
Mode mV dengan rentang -1999 hingga 1999 mV
Mode ini memberi fleksibilitas tambahan. Laboratorium dapat menggunakan PHS-3BW-CN untuk eksperimen redoks dasar, memeriksa kondisi elektroda pH, atau memanfaatkan elektroda lain yang berbasis tegangan. Dalam teaching lab, fitur ini berguna untuk menjelaskan konsep potensial elektrokimia kepada mahasiswa. -
Kompensasi suhu 0–100 °C, otomatis maupun manual
Dengan probe TP-100K, kompensasi suhu otomatis mempersingkat waktu pengukuran dan mengurangi kesalahan perhitungan. Jika probe tidak digunakan, operator masih bisa mengatur kompensasi secara manual berdasarkan suhu sampel. Fleksibilitas ini penting ketika pengukuran dilakukan di lapangan atau pada sampel panas seperti proses CIP di industri makanan. -
Dukungan berbagai elektroda BNC
Konektor BNC yang umum memungkinkan PHS-3BW-CN dipasangkan dengan berbagai elektroda seri P11, P12, P13, P15, P16, P18, P19, P21, dan P22. Laboratorium dapat memilih elektroda yang paling sesuai dengan sampel: misalnya elektroda umum untuk air, elektroda khusus untuk larutan viskos, atau elektroda dengan bentuk ujung tertentu untuk makanan semi padat.
Dengan kombinasi fitur tersebut, PHS-3BW-CN membantu menghemat waktu kalibrasi, mengurangi kebutuhan pengulangan pengujian, dan meningkatkan kepercayaan tim terhadap data pH yang terekam.
Integrasi Sistem dan Pengelolaan Data
Banyak pH meter modern dilengkapi port USB atau RS-232 untuk mengirim data langsung ke komputer atau sistem LIMS. Pada spesifikasi PHS-3BW-CN yang tersedia, tidak disebutkan keberadaan port komunikasi digital. Artinya, alat ini terutama dirancang sebagai instrumen mandiri tanpa fitur transfer data otomatis ke PC.
Untuk laboratorium yang mengandalkan pencatatan elektronik, hal ini bukan berarti tidak bisa diintegrasikan. Beberapa pendekatan yang bisa dilakukan:
-
menggunakan lembar kerja digital (Excel atau software LIMS) dan memasukkan data secara manual,
-
mengembangkan format lembar pencatatan standar yang memuat waktu, ID sampel, nilai pH, suhu, dan kondisi kalibrasi,
-
menambahkan barcode atau QR pada botol sampel dan mencatatnya di sistem saat nilai pH dimasukkan.
Pendekatan manual seperti ini mungkin terdengar lebih lambat, tetapi di banyak laboratorium dengan jumlah sampel sedang, hal tersebut masih sangat praktis. Keunggulannya, operator tetap memiliki kontrol penuh atas data, dan risiko kesalahan akibat pengaturan komunikasi yang salah dapat dihindari.
Jika di masa depan diperlukan integrasi yang lebih otomatis, PHS-3BW-CN tetap bisa ditempatkan di titik pengukuran yang penting, sementara sistem perekaman digital dilakukan di tahap berikutnya (misalnya memasukkan data ke database setiap akhir shift).
Spesifikasi Teknis PHS-3BW-CN
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Merek | Bante |
| Model | PHS-3BW-CN |
| Jenis alat | pH Meter Laboratorium (bench-top) |
| Rentang pH | 0,00 – 14,00 pH |
| Resolusi pH | 0,01 pH |
| Akurasi pengukuran pH | ±0,01 pH |
| Rentang suhu pengukuran | 0 – 100 °C |
| Metode kompensasi suhu | Otomatis / manual (dengan probe suhu TP-100K) |
| Rentang mV | -1999 – 1999 mV |
| Resolusi mV | 1 mV |
| Akurasi pengukuran mV | ±1 mV |
| Kalibrasi pH | 2 titik |
| Buffer kalibrasi yang didukung | USA (pH 4,01 / 7,00 / 10,01) atau NIST (pH 4,01 / 6,86 / 9,18) |
| Konektor elektroda | BNC |
| Catu daya | Adaptor DC 9 V |
| Dimensi alat | 210 × 205 × 65 mm |
| Berat alat | ±1,5 kg |
| Dimensi kemasan | 300 × 240 × 170 mm |
| Berat kemasan | ±1,7 kg |
| Aksesori standar | Unit utama, elektroda pH E201-BNC, probe suhu TP-100K, buffer standar (4,01/6,86/9,18), adaptor DC 9 V, manual, sertifikat, kartu garansi |
| Aksesori opsional | Berbagai elektroda pH seri P11, P12, P13, P15, P16, P18, P19, P21, P22; buffer standar USA/NIST tambahan; probe suhu TP-100K cadangan |
Bagi pengguna pemula, angka-angka di atas bisa dianggap seperti spesifikasi pada kamera. Rentang pH adalah “bidang pandang” yang menunjukkan seberapa luas jenis sampel yang dapat diukur. Resolusi 0,01 pH ibarat ukuran piksel: semakin kecil, semakin halus detail perbedaan yang bisa terlihat. Akurasi ±0,01 pH adalah seberapa dekat hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya—mirip dengan seberapa akurat timbangan bisa menunjukkan berat sebenarnya.
Panduan Memilih Elektroda dan Aksesori Tambahan
Karena PHS-3BW-CN menggunakan konektor BNC standar, berbagai jenis elektroda pH dapat dipasangkan sesuai jenis sampel. Meski detail masing-masing tipe elektroda P11, P12, P13, dan lainnya tidak tercantum di sini, secara umum laboratorium dapat mempertimbangkan kombinasi berikut:
Contoh pemilihan elektroda dan aplikasi
| Jenis sampel / aplikasi | Rekomendasi umum jenis elektroda | Catatan praktis |
|---|---|---|
| Air minum, air limbah, air proses | Elektroda pH umum (seri serbaguna) | Ideal untuk WTP, WWTP, dan pemantauan kualitas air rutin |
| Makanan cair / semi padat (yogurt, saus, susu) | Elektroda dengan ujung khusus untuk sampel kental | Memudahkan penetrasi dan pembersihan setelah pengukuran |
| Kosmetik (krim, lotion, sabun cair) | Elektroda tahan bahan surfaktan | Bilas segera setelah pengukuran untuk memperpanjang umur |
| Media kultur, buffer biologis | Elektroda dengan kaca sensitif pada pH netral | Menjaga stabilitas di sekitar pH 6–8 |
| Larutan sangat asam atau basa | Elektroda dengan ketahanan kimia tinggi | Pastikan kompatibilitas material elektroda dengan bahan |
| Tanah dan nutrisi hidroponik | Elektroda dengan ujung kerucut / spear (jika tersedia) | Bisa langsung ditancapkan pada pasta tanah |
Daftar aksesori yang relevan untuk PHS-3BW-CN:
-
elektroda pH tambahan sesuai jenis sampel,
-
pH buffer standar (set USA maupun NIST) untuk kalibrasi berkala,
-
probe suhu TP-100K cadangan,
-
larutan penyimpan elektroda pH,
-
botol semprot air deionisasi untuk pembilasan,
-
dudukan elektroda (bila belum termasuk).
Faktor-faktor yang memengaruhi hasil pengukuran pH:
-
kondisi dan umur elektroda (junction tersumbat, gelas tergores, elektroda kering),
-
suhu sampel dan apakah kompensasi suhu digunakan,
-
kebersihan elektroda di antara pengukuran,
-
frekuensi dan kualitas kalibrasi (buffer kadaluarsa atau terkontaminasi),
-
waktu stabilisasi setelah elektroda dicelupkan ke sampel.
Dengan memilih elektroda dan aksesori yang tepat, PHS-3BW-CN dapat beradaptasi dengan berbagai jenis laboratorium: dari QA/QC F&B, laboratorium air, sampai teaching lab di kampus.
Penerapan di Lapangan: Dua Skenario Nyata
1. Pengolahan Air Minum: Menjaga pH Stabil di WTP Skala Menengah
Bayangkan sebuah instalasi pengolahan air minum kota yang menangani beberapa ribu meter kubik air per hari. Selama ini operator menggunakan pH meter portabel sederhana untuk memantau pH pada berbagai titik proses: setelah koagulasi, filtrasi, dan disinfeksi. Masalahnya, alat sering drift dan hasil di laboratorium tidak konsisten dengan pembacaan lapangan.
Setelah beralih ke PHS-3BW-CN sebagai standar referensi di laboratorium WTP, tim QA/QC menyusun prosedur baru:
-
semua pH meter portabel dikalibrasi harian dengan merujuk hasil PHS-3BW-CN,
-
sampel rutin dari titik kritis proses diukur ulang di laboratorium menggunakan PHS-3BW-CN dengan kompensasi suhu otomatis,
-
data harian pH direkap dalam spreadsheet untuk melihat tren.
Dalam beberapa bulan, operator melihat dua perubahan penting. Pertama, kebutuhan bahan kimia penyesuaian pH menjadi lebih stabil karena setpoint proses tidak lagi “berjalan” akibat drift alat. Kedua, ketika ada penyimpangan pH di lapangan, mereka dapat dengan cepat memverifikasi apakah masalah di proses atau di alat portabel. Hasilnya, jam kerja yang dihabiskan untuk investigasi berkurang dan downtime instalasi dapat ditekan.
2. Laboratorium QA/QC Makanan dan Minuman: Konsistensi Produk Fermentasi
Sebuah pabrik minuman fermentasi menggunakan pH sebagai salah satu parameter pelepasan produk. Sebelum menggunakan PHS-3BW-CN, mereka memakai beberapa pH meter kecil yang ditempatkan di berbagai titik. Selisih pembacaan 0,1–0,2 pH antara alat satu dan lainnya sering menimbulkan perdebatan: batch mana yang sebenarnya mendekati batas spesifikasi?
PHS-3BW-CN kemudian ditetapkan sebagai “master meter” di ruang QA/QC. Prosedurnya:
-
setiap awal shift, elektroda pH dikalibrasi dua titik dengan buffer 4,01 dan 7,00,
-
sampel representatif dari setiap batch diukur menggunakan PHS-3BW-CN,
-
nilai pH dari PHS-3BW-CN dijadikan acuan untuk memeriksa dan menyesuaikan pH meter lain jika diperlukan.
Dalam beberapa minggu, variasi pH antar batch menurun dan keputusan lulus/tidak lulus menjadi lebih konsisten. Tim produksi merasa lebih percaya diri ketika melakukan penyesuaian fermentasi, sementara bagian QA/QC memiliki rekam jejak kalibrasi yang lebih rapi untuk keperluan audit. PHS-3BW-CN tidak mengubah proses fermentasi itu sendiri, tetapi memberikan “bahasa yang sama” bagi semua tim ketika membicarakan pH.
Cara Menggunakan PHS-3BW-CN: Contoh untuk Pengujian Air
Berikut panduan langkah demi langkah untuk penggunaan PHS-3BW-CN dalam konteks pengujian pH air baku dan air olahan di instalasi pengolahan air minum:
-
Persiapan awal
-
Nyalakan alat dengan menghubungkan adaptor DC 9 V ke sumber listrik.
-
Pasang elektroda pH E201-BNC ke konektor BNC dan probe suhu TP-100K ke port yang sesuai.
-
Pastikan elektroda disimpan sebelumnya dalam larutan penyimpan, bukan dalam air destilasi murni.
-
-
Pemeriksaan buffer dan suhu
-
Siapkan buffer pH 4,01 dan 7,00 (atau 6,86 bila menggunakan standar NIST).
-
Pastikan buffer masih dalam masa berlaku dan tidak terlihat keruh atau terkontaminasi.
-
Biarkan buffer dan sampel mencapai suhu ruang yang mendekati sebelum kalibrasi.
-
-
Kalibrasi dua titik
-
Bilas elektroda dengan air deionisasi, keringkan perlahan dengan tisu bebas serat.
-
Celupkan elektroda dan probe suhu ke dalam buffer pertama (misalnya pH 4,01).
-
Aktifkan mode kalibrasi dan ikuti instruksi pada layar hingga alat mengenali buffer dan menyimpan titik kalibrasi.
-
Bilas kembali elektroda, masukkan ke buffer kedua (7,00 atau 6,86), dan ulangi proses.
-
Setelah kedua titik kalibrasi tersimpan, kembali ke mode pengukuran.
-
-
Pengukuran sampel air
-
Ambil sampel air dari titik proses (misalnya setelah koagulasi atau sebelum disinfeksi) di beaker bersih.
-
Bilas elektroda dengan sedikit sampel, lalu masukkan ke beaker sampel.
-
Pastikan elektroda terendam cukup dan tidak menempel pada dinding beaker.
-
Tunggu hingga pembacaan stabil (dapat ditandai dengan perubahan angka yang sangat kecil), lalu catat nilai pH dan suhu.
-
-
Pencatatan dan interpretasi
-
Tulis hasil pengukuran dalam formulir atau spreadsheet: tanggal, waktu, ID sampel, pH, suhu, dan inisial operator.
-
Bandingkan dengan batas spesifikasi yang telah ditetapkan SOP. Jika pH di luar rentang, lakukan investigasi proses (dosis koagulan, bahan kimia penyesuai, dll.).
-
-
Perawatan setelah penggunaan
-
Setelah semua pengukuran selesai, bilas elektroda dengan air deionisasi.
-
Simpan elektroda dalam larutan penyimpan, bukan dalam keadaan kering.
-
Matikan alat bila tidak digunakan dalam waktu lama.
-
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, operator WTP atau laboratorium air dapat memperoleh data pH yang konsisten, mudah diaudit, dan siap digunakan untuk pengambilan keputusan harian.
Kesimpulan dan Rekomendasi
PHS-3BW-CN dari Bante adalah pH meter meja yang fokus pada hal-hal fundamental: akurasi, stabilitas, dan kemudahan pengoperasian. Dengan rentang pH 0,00–14,00, akurasi ±0,01 pH, dan dukungan kompensasi suhu 0–100 °C, alat ini cocok untuk berbagai aplikasi mulai dari pengolahan air, QA/QC makanan dan minuman, formulasi kosmetik, hingga laboratorium pendidikan dan riset.
Keterbatasannya justru ada pada hal yang mungkin tidak dibutuhkan semua orang: belum adanya port komunikasi digital untuk transfer data langsung ke komputer berdasarkan spesifikasi yang tersedia. Bagi laboratorium yang prosesnya masih mengandalkan pencatatan manual atau spreadsheet sederhana, hal ini tidak menjadi kendala berarti.
Secara khusus, PHS-3BW-CN sangat relevan untuk:
-
laboratorium air minum dan air limbah yang memerlukan referensi pH meter meja yang stabil,
-
industri F&B dan farmasi yang membutuhkan pengukuran pH rutin dengan presisi dua desimal,
-
teaching lab di universitas atau sekolah vokasi yang memerlukan instrumen mudah diajarkan,
-
laboratorium kosmetik dan kimia yang ingin memadukan kesederhanaan dengan akurasi memadai.
Jika organisasi Anda sedang mencari pH meter meja yang solid untuk tugas harian tanpa kompleksitas berlebih, PHS-3BW-CN layak dipertimbangkan sebagai tulang punggung pengujian pH di laboratorium.
FAQ Singkat
1. Apakah PHS-3BW-CN bisa digunakan untuk mengukur pH tanah langsung?
Bisa, asalkan digunakan bersama elektroda yang sesuai dan sampel tanah dibuat dalam bentuk suspensi atau pasta dengan air destilasi. Pemilihan elektroda yang tepat (misalnya dengan ujung runcing atau desain khusus media padat/semi padat) sangat membantu.
2. Seberapa sering PHS-3BW-CN perlu dikalibrasi?
Umumnya disarankan kalibrasi dilakukan setidaknya sekali sehari pada hari kerja aktif, atau setiap kali akurasi kritis (misalnya sebelum pengujian batch penting). Jika alat sering berpindah tempat atau elektroda digunakan pada sampel yang agresif, frekuensi kalibrasi bisa ditingkatkan.
3. Apakah alat ini dapat menyimpan data hasil pengukuran secara internal?
Spesifikasi yang tersedia tidak menyebutkan adanya memori data internal. Karena itu, sebaiknya semua hasil pengukuran dicatat langsung ke formulir atau spreadsheet untuk memastikan jejak data tetap lengkap.
4. Apakah PHS-3BW-CN bisa digunakan untuk ORP (Oxidation-Reduction Potential)?
Ya, sepanjang digunakan dengan elektroda ORP yang memiliki konektor BNC. Alat dapat dioperasikan dalam mode mV, dan hasil pembacaan dapat ditafsirkan sebagai nilai ORP sesuai kebutuhan aplikasi.
5. Bagaimana cara memperpanjang umur elektroda pH yang digunakan pada PHS-3BW-CN?
Beberapa langkah penting: selalu simpan elektroda dalam larutan penyimpan, jangan dibiarkan kering; bilas dengan air deionisasi setelah setiap pengukuran; gunakan buffer dan sampel pada suhu yang wajar; serta lakukan pembersihan berkala jika digunakan pada sampel berminyak, viskos, atau kaya protein.
6. Apakah alat ini cocok untuk penggunaan di area produksi yang lembap?
PHS-3BW-CN dirancang sebagai alat laboratorium. Karena tidak ada informasi rating IP, dianjurkan untuk menggunakannya di area yang relatif kering, jauh dari percikan langsung, dan bila perlu diberi pelindung tambahan ketika ditempatkan dekat lini produksi yang banyak uap atau cipratan.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengukuran pH yang andal dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti pH meter laboratorium PHS-3BW-CN dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air, proses produksi, serta pemantauan lingkungan. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian pH pada utilitas dan proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Portable Multiparameter Water Quality
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality System
Lihat Produk★★★★★ -

Pocket Multiparameter Water Quality PC-5
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Datalogging pH-mV-ORP-Cond-TDS-Salinity-Temperature Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante904P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante903P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante902P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★
Referensi
-
Bobi Khoerun, Indra Fitriyanto & Icha Fatwasauri. (2025). Alat Ukur Kualitas Air (Suhu, pH, TDS, Kadar Garam, dan Kekeruhan). RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi). https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/RELE/article/download/21738/12535
-
Fau dkk. (2023). Analisis pH, kadar besi dan kandungan total coliform pada air minum isi ulang galon. Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif (SENTRINOV) Ke-9. https://proceeding.isas.or.id/index.php/sentrinov/article/download/1362/741/3598














