Di banyak laboratorium dan instalasi pengolahan air, angka pH bukan sekadar angka di layar. Nilai ini menentukan apakah proses berjalan aman, apakah produk memenuhi spesifikasi, dan apakah air yang dilepas ke lingkungan sudah sesuai baku mutu. Namun di lapangan, pengukuran pH sering kali jauh dari ideal.
Beberapa masalah yang sering muncul:
-
Pengukuran diambil dengan kertas lakmus yang “sekadar kira-kira”
-
Instrumen pH meja terlalu besar dan tidak praktis dibawa ke lapangan
-
Alat pH lama tidak lagi stabil, namun tetap dipakai karena tidak ada pengganti
-
Operator kesulitan melakukan kalibrasi dengan benar
-
Nilai pH berubah-ubah ketika suhu sampel berbeda dengan suhu ruang
Dampaknya cukup serius untuk berbagai sektor:
-
QA/QC laboratorium & riset kampus: data pH yang tidak konsisten membuat hasil uji sulit direproduksi; laporan riset jadi diragukan.
-
Pengolahan air minum & air limbah (WTP/WWTP): pH yang meleset bisa mengganggu proses koagulasi, desinfeksi, maupun netralisasi sebelum buang ke sungai.
-
Farmasi & bioteknologi: media kultur dan larutan buffer yang tidak pada pH target bisa mengubah respon biologis, menurunkan yield, hingga menggagalkan batch produksi.
-
Makanan & minuman: pH menentukan rasa, kestabilan, serta keamanan produk; kesalahan 0,1–0,2 unit saja bisa mengubah karakter produk fermentasi.
-
Industri proses & kimia: bath plating, galvanis, dan berbagai reaktor kimia sangat sensitif terhadap pH; koreksi kimia berlebihan artinya pemborosan bahan kimia.
-
Akuakultur & perikanan: pH kolam terlalu tinggi atau rendah memperburuk stres ikan, menurunkan nafsu makan, dan meningkatkan mortalitas.
-
Pertanian/hidroponik: pH larutan nutrisi dan tanah mengatur ketersediaan unsur hara; salah pH berarti pupuk terbuang percuma.
-
Kosmetik: pH krim, sabun, atau toner harus berada di rentang tertentu agar nyaman di kulit dan stabil selama masa simpan.
Di tengah tuntutan dokumentasi mutu dan audit yang semakin ketat, kebutuhan akan pocket pH tester yang ringkas namun akurat terasa semakin mendesak. Pengguna butuh alat yang bisa langsung dibawa ke titik sampling, mudah dikalibrasi, dan menghasilkan angka yang dapat dipercaya—tanpa harus membawa sampel ke laboratorium setiap kali.
PHscan20S-E hadir persis untuk menjawab celah tersebut: instrumen sederhana, cukup akurat untuk QA/QC harian, dan cukup tangguh untuk pekerjaan lapangan.
Prinsip Kerja: Sensor pH dengan Kompensasi Suhu Otomatis
Untuk memahami apa yang ditawarkan PHscan20S-E, ada baiknya melihat dulu prinsip kerja pH meter secara garis besar. Di dalam sebuah pH meter genggam, terdapat elektroda pH yang umumnya merupakan elektroda gelas. Dinding kaca elektroda dirancang khusus sehingga peka terhadap konsentrasi ion hidrogen (H⁺) di dalam larutan.
Perubahan konsentrasi ion H⁺ itu kemudian diterjemahkan menjadi perbedaan potensial listrik antara elektroda indikator dan elektroda referensi. Hubungan antara beda potensial dan pH dijelaskan oleh persamaan Nernst. pH meter lalu mengonversi sinyal listrik tersebut menjadi angka pH yang tampil di layar.
Namun ada satu faktor yang sering dilupakan: suhu. Respons elektroda pH terhadap pH idealnya mengikuti slope teoritis yang dipengaruhi suhu. Jika suhu sampel jauh dari 25 °C, pembacaan pH bisa bergeser bila tidak ada koreksi. Di sinilah fungsi kompensasi suhu otomatis (automatic temperature compensation / ATC) pada PHscan20S-E menjadi penting.
PHscan20S-E mampu mengukur:
-
pH larutan, dengan rentang penuh dari 0,00 sampai 14,00 pH
-
suhu sampel (disebutkan sebagai parameter yang diukur: pH, suhu °C)
Dengan sensor suhu internal, alat ini mengompensasi efek suhu terhadap pembacaan pH secara otomatis. Hasilnya, operator tidak perlu lagi mengira-ngira koreksi secara manual ketika mengukur:
-
air limbah panas setelah proses
-
air kolam yang suhunya fluktuatif
-
larutan nutrisi hidroponik di rumah kaca yang cukup panas
Dalam jangka panjang, penggunaan pH meter dengan kompensasi suhu otomatis membantu:
-
mengurangi selisih antar-operator
-
meningkatkan kesesuaian data antara pengukuran lapangan dan laboratorium
-
mendukung pelacakan tren jangka panjang untuk keperluan audit atau investigasi proses
Dibandingkan metode konvensional seperti kertas lakmus atau strip pH sekali pakai, pendekatan elektroda pH dengan kompensasi suhu otomatis memberikan:
-
resolusi dan akurasi lebih baik (PHscan20S-E: akurasi ±0,05 pH)
-
objektivitas pembacaan (tidak tergantung interpretasi warna)
-
kemungkinan kalibrasi berkala menggunakan buffer yang ditetapkan standar
Metode ini lebih cocok untuk sektor yang menuntut dokumentasi numerik yang valid, seperti industri makanan, farmasi, pengolahan air, dan laboratorium pendidikan.
PHscan20S-E: Pocket pH Tester Serbaguna untuk Berbagai Sektor
PHscan20S-E adalah pocket pH tester untuk cairan yang dirancang sebagai alat praktis bagi pengguna yang membutuhkan pengukuran cepat namun tetap mengutamakan keandalan data. Dari spesifikasi resmi yang tersedia, beberapa hal penting dari alat ini antara lain:
-
mengukur dua parameter: pH dan suhu (°C)
-
rentang pengukuran pH: 0,00 – 14,00 pH
-
akurasi pH: ±0,05 pH
-
kompensasi suhu: otomatis
-
kalibrasi: dua titik (buffer pH 4,01; 7,00; 10,01)
-
fitur tambahan: auto-power off
-
aplikasi: pengukuran pH cairan umum di laboratorium, industri, dan lapangan
-
paket standar sudah mencakup larutan buffer pH 4,01; 7,00; 10,01
Yang membuat PHscan20S-E menarik dibanding banyak pocket tester murah di pasaran adalah kombinasi akurasi ±0,05 pH dengan kemudahan kalibrasi dua titik. Dua titik kalibrasi berarti operator dapat menyesuaikan respon alat di sekitar pH sampel yang paling sering diukur. Misalnya:
-
untuk air minum & proses netral, gunakan buffer pH 7,00 dan 4,01
-
untuk aplikasi basa seperti pembersih alkali atau bath plating, kombinasi 7,00 dan 10,01 lebih bermanfaat
Keberadaan tiga buffer dalam paket standar mengurangi hambatan awal penggunaan. Laboratorium atau instalasi tidak perlu langsung membeli buffer tambahan hanya untuk mulai memakai alat ini.
Beberapa manfaat praktis dari PHscan20S-E:
-
QA/QC laboratorium: pengecekan cepat pH air demin, media, atau larutan sederhana tanpa perlu menyalakan pH meter meja.
-
WTP/WWTP: monitoring rutin pH di titik proses; memvalidasi pembacaan pH online di panel.
-
F&B: verifikasi pH produk semi-finished di line produksi untuk memastikan konsistensi batch.
-
Akuakultur/perikanan: pengecekan pH kolam di beberapa titik hanya dengan satu alat yang bisa masuk saku.
-
Hidroponik & pertanian: kontrol pH larutan nutrisi sebelum dan sesudah koreksi pupuk.
-
Kosmetik & formulasi: cek pH batch kecil di ruang formulasi tanpa menunggu giliran alat meja.
Secara singkat, PHscan20S-E mengisi ruang antara strip pH yang terlalu kasar dan pH meter laboratorium yang kurang praktis dibawa ke lapangan.
Desain dan Ergonomi untuk Pekerjaan Genggam
Sebagai pocket tester, PHscan20S-E mengusung konsep desain ringkas dan mudah digenggam. Informasi resmi yang tersedia berfokus pada spesifikasi pengukuran, sehingga dimensi dan berat persis tidak tercantum. Meski begitu, dari kategorinya sebagai “pocket pH tester”, beberapa karakteristik ergonomi dapat digarisbawahi secara umum:
-
Bentuk badan memanjang yang nyaman dalam genggaman satu tangan
-
Elektroda berada di sisi bawah sehingga mudah dicelupkan ke dalam beaker, botol, atau langsung ke sampel di lapangan
-
Bagian atas biasanya berisi layar dan tombol pengoperasian dasar
Karena ditenagai baterai (umumnya baterai kecil seperti AAA atau tombol, meski jenis spesifik tidak tercantum pada data yang tersedia), alat sejenis ini cocok untuk:
-
dibawa berkeliling di area pabrik tanpa tergantung stop kontak
-
pemakaian lapangan di kolam ikan, sawah, atau greenhouse
-
kegiatan praktikum di kelas yang membutuhkan mobilitas antar-meja
Beberapa saran penggunaan lapangan untuk menjaga kenyamanan dan keawetan alat:
-
gunakan lanyard atau pouch kecil agar alat tidak mudah jatuh ketika berpindah titik sampling
-
hindari pemakaian di bawah hujan lebat atau kondisi terciprat kuat jika belum ada informasi jelas mengenai IP rating
-
simpan alat di tempat kering dan terlindung dari panas berlebih ketika tidak digunakan
-
setelah digunakan dalam air kotor atau sampel yang banyak mengandung padatan tersuspensi, bilas elektroda dengan air bersih sebelum disimpan
Data yang tersedia tidak mencantumkan batas lingkungan operasi (mis. suhu dan kelembapan operasi) maupun IP rating spesifik. Karena itu, untuk keperluan pencegahan, perlakukan PHscan20S-E sebagai perangkat elektronik genggam biasa: cukup terlindung dari rendaman total dan paparan debu yang ekstrem.
Dengan perlakuan ini, pocket tester dapat menjadi “teman harian” operator tanpa terasa membebani, baik di laboratorium maupun di area proses.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
Informasi resmi yang tersedia tidak menjelaskan detail ukuran layar, ada atau tidaknya backlight, jumlah bahasa menu, maupun kapasitas memori data. Meskipun demikian, kita bisa melihat bagaimana PHscan20S-E dirancang dari perspektif fungsi dasar:
-
tampilan utama berfokus menampilkan nilai pH dan, bila diaktifkan, suhu sampel
-
beberapa tombol digunakan untuk menyalakan/mematikan alat, berpindah mode, dan menjalankan kalibrasi
-
proses kalibrasi mengikuti standar penggunaan buffer pH 4,01; 7,00; dan 10,01
Fitur auto-power off menjadi salah satu aspek penting dari pengalaman pengguna. Dalam rutinitas harian—misalnya saat pengambilan sampel pH di beberapa titik kolam atau line produksi—operator sering lupa mematikan alat. Auto-power off membantu:
-
menghemat baterai
-
menjaga alat tetap siap pakai pada pengukuran berikutnya
-
mengurangi risiko alat kehabisan daya di tengah jadwal inspeksi
Untuk memastikan pengalaman penggunaan tetap konsisten, beberapa kebiasaan baik yang dapat diterapkan:
-
alokasikan satu buku kerja atau lembar kerja digital untuk mencatat hasil bacaan, waktu, dan operator
-
lakukan kalibrasi di awal shift atau setiap kali akurasi dirasa mulai bergeser
-
gunakan buffer yang masih dalam masa berlaku dan tertutup rapat
Dengan demikian, meskipun antarmukanya sederhana, PHscan20S-E dapat menjadi bagian dari workflow mutu yang rapi dan terdokumentasi.
Fitur Kunci yang Mendukung Pengukuran pH Andal
Beberapa fitur inti PHscan20S-E langsung berkaitan dengan kebutuhan praktis di industri dan laboratorium:
Rentang pH 0,00 – 14,00
Rentang penuh ini mencakup:
-
larutan sangat asam (mis. pembersih berbasis asam)
-
larutan netral (air proses, air minum, kultur media)
-
larutan basa (pembersih alkali, bath plating)
Bagi laboratorium yang melayani berbagai jenis sampel, rentang penuh memudahkan karena tidak perlu berganti alat untuk sampel yang berbeda.
Akurasi pH ±0,05
Akurasi ±0,05 pH cukup untuk:
-
verifikasi pH air minum dan air proses yang umumnya mensyaratkan rentang pH tertentu
-
pengecekan pH produk makanan dan minuman
-
evaluasi pH kolam atau larutan nutrisi hidroponik
Akurasi ini membantu mengurangi keraguan operator, terutama ketika nilai pH berada dekat batas spesifikasi internal.
Kompensasi Suhu Otomatis
Seperti dijelaskan sebelumnya, kompensasi suhu otomatis membantu:
-
mengurangi pengaruh suhu terhadap pembacaan pH
-
menyelaraskan hasil pengukuran lapangan dengan hasil laboratorium
-
mengurangi kebutuhan koreksi manual
Hal ini sangat relevan untuk instalasi air limbah, air panas industri, maupun lingkungan outdoor yang suhunya berubah sepanjang hari.
Kalibrasi Dua Titik dengan Buffer 4,01; 7,00; 10,01
Dukungan kalibrasi dua titik memungkinkan:
-
penyesuaian alat di sekitar rentang pH yang paling sering diukur
-
peningkatan akurasi lokal di rentang yang relevan
Penggunaan buffer standar yang umum tersedia memudahkan integrasi dengan prosedur kalibrasi yang sudah ada di laboratorium.
Auto-Power Off
Fitur ini mungkin terdengar sepele, tetapi pada skala operasional sehari-hari:
-
mengurangi kebutuhan mengganti baterai
-
memastikan alat siap dipakai saat dibutuhkan
-
mendukung kebiasaan penggunaan yang efisien di lapangan
Kombinasi fitur ini menjadikan PHscan20S-E bukan sekadar alat ukur angka, tetapi bagian dari sistem pengendalian mutu yang berupaya menjaga konsistensi data pH dari waktu ke waktu.
Integrasi dengan Workflow Pencatatan dan Sistem Mutu
Tidak ada informasi resmi yang menyebutkan kemampuan PHscan20S-E untuk transfer data ke PC melalui USB atau antarmuka digital lain. Artinya, alat ini paling cocok untuk:
-
pengukuran spot-check
-
verifikasi lapangan yang kemudian dicatat manual di lembar kerja atau formulir digital
-
penggunaan edukatif di teaching lab yang tidak menuntut pencatatan otomatis
Walau tanpa koneksi langsung ke komputer, PHscan20S-E tetap dapat diintegrasikan dengan sistem pencatatan modern melalui:
-
formulir inspeksi berbasis spreadsheet (Excel, Google Sheets) yang diisi setelah sampling
-
aplikasi pencatatan di tablet atau smartphone di mana operator memasukkan nilai pH dari display alat
-
integrasi dengan LIMS melalui input manual di laboratorium setelah pengukuran lapangan
Dengan prosedur yang jelas, data yang dihasilkan pocket tester tetap dapat dikurasi dan diaudit, misalnya dengan mencatat:
-
nomor seri alat
-
tanggal dan hasil kalibrasi terakhir
-
identitas operator
-
lokasi sampling dan waktu pengukuran
Pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi organisasi yang ingin menjaga keseimbangan antara biaya instrumen dan kebutuhan dokumentasi.
Spesifikasi Teknis PHscan20S-E
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Model | PHscan20S-E |
| Jenis alat | Pocket pH tester untuk cairan |
| Parameter yang diukur | pH, suhu (°C) |
| Rentang pH | 0,00 – 14,00 pH |
| Resolusi pH | — (tidak tercantum) |
| Akurasi pH | ±0,05 pH |
| Rentang suhu | — (tidak tercantum) |
| Kompensasi suhu | Otomatis |
| Kalibrasi | Kalibrasi 2 titik, menggunakan buffer pH 4,01; 7,00; 10,01 |
| Fitur tambahan | Auto-power off |
| Aplikasi utama | Pengukuran pH cairan umum di laboratorium, industri, dan lapangan |
| Isi paket standar | Unit PHscan20S-E; larutan buffer pH 4,01; 7,00; 10,01 |
Bagi pengguna yang baru mengenal spesifikasi pH meter, beberapa angka di atas dapat dipahami dengan analogi sederhana:
-
Rentang pH 0–14: ibarat termometer yang bisa mengukur dari “sangat dingin” hingga “sangat panas”. Semua jenis larutan yang lazim di laboratorium dan proses industri umumnya masih berada dalam rentang ini.
-
Akurasi ±0,05 pH: jika spesifikasi produk Anda meminta pH 7,0 ±0,2, maka kesalahan alat yang hanya ±0,05 memberikan jarak aman yang cukup besar. Jadi, ketika alat menampilkan 7,05, nilai “sebenarnya” diperkirakan berada di antara 7,00–7,10.
-
Kalibrasi 2 titik: mirip menyesuaikan dua titik pada grafik sehingga garis pengukuran menjadi lebih tepat di tengah-tengahnya. Jika pengukuran Anda berkisar antara 6,0–8,0, kombinasi buffer 4,01 dan 7,00 memberi jangkauan yang memadai.
Panduan Memilih Rentang Pengukuran dan Aksesori Pendukung
Walaupun PHscan20S-E hanya memiliki satu rentang pH (0–14), cara menggunakannya bisa disesuaikan dengan jenis aplikasi. Tabel berikut memberikan gambaran rentang pH tipikal dan contoh penggunaan.
| Rentang pH Tipikal | Contoh Aplikasi | Catatan Praktis |
|---|---|---|
| 4,0 – 7,5 | Air minum, air proses, media kultur standar, produk minuman | Umumnya gunakan kombinasi buffer 4,01 dan 7,00 saat kalibrasi |
| 6,0 – 8,5 | Kolam ikan, tambak, budidaya akuakultur | Pengukuran sebaiknya dilakukan pada jam yang sama setiap hari |
| 3,0 – 4,5 | Minuman bersoda, minuman fermentasi tertentu, beberapa produk dairy | Perhatikan kebersihan elektroda karena sampel cenderung berkarbonasi atau kental |
| 8,0 – 11,0 | Cairan pembersih alkali, beberapa bath plating | Cocok menggunakan kombinasi buffer 7,00 dan 10,01 |
| 5,0 – 6,5 | Larutan nutrisi hidroponik, beberapa formulasi kosmetik | Stabilitas pH memengaruhi ketersediaan nutrisi dan kenyamanan kulit |
Aksesori yang Disarankan
Untuk memaksimalkan performa PHscan20S-E, beberapa aksesori berikut perlu dipertimbangkan:
-
buffer pH tambahan (4,01; 7,00; 10,01) untuk kalibrasi rutin
-
larutan penyimpanan elektroda (bila tersedia dari pabrikan atau pemasok)
-
beaker atau botol sampel bersih untuk pengukuran
-
tisu bebas serat untuk mengeringkan elektroda (tanpa menggosok permukaan kaca terlalu keras)
-
kotak atau pouch pelindung untuk penyimpanan dan transportasi
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pengukuran
Beberapa faktor yang perlu dikontrol agar hasil pengukuran tetap konsisten:
-
Suhu sampel: meskipun ada kompensasi suhu otomatis, perbedaan suhu ekstrem tetap bisa memengaruhi kondisi kimia sampel.
-
Kondisi elektroda: elektroda yang kotor atau mengering akan membuat respon lambat dan bacaan tidak stabil.
-
Kualitas buffer: buffer yang terkontaminasi atau kadaluwarsa akan menghasilkan kalibrasi yang keliru.
-
Waktu stabilisasi: berikan beberapa detik agar angka pH pada display stabil sebelum dicatat.
-
Pencucian antar sampel: bilas elektroda dengan air bersih di antara pengukuran sampel yang sifatnya sangat berbeda (misalnya dari air limbah ke air demin).
Dengan perhatian terhadap faktor-faktor ini, PHscan20S-E dapat memberikan hasil yang lebih reliabel dan konsisten.
Penerapan di Lapangan: Contoh Penggunaan pada Industri & Akuakultur
Studi Kasus 1 – Pengolahan Air Limbah Pabrik Minuman
Sebuah pabrik minuman di Jawa beroperasi dengan sistem IPAL yang harus memastikan pH air limbah berada dalam rentang tertentu sebelum dibuang ke saluran umum. Sebelumnya, operator mengandalkan:
-
pH meter meja di laboratorium untuk verifikasi harian
-
strip pH murah di area IPAL untuk pengecekan cepat
Masalah yang muncul:
-
strip pH sulit dibaca karena warna kurang jelas
-
nilai strip pH sering berbeda jauh dari hasil laboratorium
-
koreksi bahan kimia kadang berlebihan karena perkiraan pH kurang tepat
Setelah menerapkan PHscan20S-E sebagai alat standar untuk pengecekan di bak-bak IPAL:
-
operator melakukan kalibrasi di awal shift dengan buffer 4,01 dan 7,00
-
sampling pH dilakukan di inlet, outlet, dan beberapa titik proses setiap beberapa jam
-
hasil dicatat di formulir inspeksi dan dibandingkan dengan pH online di panel
Hasilnya, koordinasi antara tim IPAL dan laboratorium membaik. Koreksi bahan kimia menjadi lebih terarah karena angka pH di lapangan mendekati hasil uji laboratorium. Meskipun penghematan persentase tertentu sulit dibakukan tanpa data rinci, pola penambahan bahan kimia menjadi lebih stabil dari minggu ke minggu.
Studi Kasus 2 – Budidaya Ikan Air Tawar Skala Menengah
Di sebuah usaha budidaya ikan air tawar, petani perlu memantau pH kolam secara rutin. Sebelumnya, pengukuran hanya dilakukan sesekali dengan kit uji warna. Tantangan yang dihadapi:
-
interpretasi warna berbeda-beda antar pekerja
-
pH kolam sering baru diketahui berubah ketika ikan sudah menunjukkan gejala stres
-
sulit menjelaskan data pH ketika mengajukan pembiayaan ke lembaga pendukung karena tidak ada catatan numerik yang rapi
Dengan menggunakan PHscan20S-E:
-
pekerja melakukan pengukuran pH di beberapa titik kolam setiap pagi dan sore
-
hasil dicatat di buku harian, lengkap dengan suhu air
-
koreksi pH (misalnya dengan penambahan kapur) dilakukan berdasarkan tren, bukan hanya gejala ikan
Setelah beberapa bulan, mortalitas ikan selama masa pembesaran berkurang. Lebih penting lagi, petani memiliki catatan pH dan suhu yang rapi untuk ditunjukkan kepada calon pembeli benih dan lembaga pembiayaan.
Panduan Langkah demi Langkah Menggunakan PHscan20S-E di Lapangan
Contoh berikut mengambil konteks pengolahan air limbah pabrik makanan, tetapi prinsipnya dapat diterapkan juga pada aplikasi lain seperti air minum, akuakultur, atau hidroponik.
-
Persiapan Awal
-
Pastikan PHscan20S-E bersih dan kering di bagian luar.
-
Periksa baterai dengan menyalakan alat sejenak; pastikan layar menyala normal.
-
Siapkan buffer kalibrasi (misalnya 4,01 dan 7,00) dalam beaker kecil yang bersih.
-
-
Kalibrasi
-
Nyalakan alat.
-
Bilas elektroda dengan air demin atau air bebas ion lalu keringkan ringan dengan tisu bebas serat.
-
Celupkan elektroda ke buffer pertama (misalnya pH 4,01).
-
Ikuti instruksi kalibrasi dua titik (biasanya dengan menekan tombol tertentu lalu menunggu angka stabil).
-
Bilas kembali elektroda, lalu celupkan ke buffer kedua (pH 7,00).
-
Simpan catatan bahwa kalibrasi sudah dilakukan pada tanggal dan jam tertentu.
-
-
Pengambilan Sampel
-
Ambil sampel air limbah di titik proses yang ditentukan (misalnya inlet, bak aerasi, outlet).
-
Jika memungkinkan, gunakan beaker bersih dan hindari gelembung udara berlebih.
-
Untuk kolam atau sungai, celupkan elektroda langsung di titik pengukuran dengan kedalaman yang konsisten.
-
-
Pengukuran
-
Bilas elektroda di air bersih sebelum masuk ke sampel.
-
Celupkan elektroda, goyang perlahan untuk menghilangkan gelembung.
-
Tunggu hingga angka pada display stabil; ini bisa memakan beberapa detik.
-
Catat nilai pH dan, bila diinginkan, suhu sampel.
-
-
Antara Sampel
-
Bilas elektroda di air bersih sebelum pindah ke sampel lain, terutama jika karakter sampel berbeda jauh (misalnya dari sangat asam ke hampir netral).
-
-
Setelah Selesai
-
Bilas elektroda terakhir kali dengan air bersih.
-
Jika tersedia, simpan elektroda dalam larutan penyimpanan sesuai rekomendasi.
-
Matikan alat; jika lupa, fitur auto-power off akan membantu menghemat baterai.
-
-
Pencatatan Data
-
Masukkan hasil ke lembar kerja atau aplikasi digital yang digunakan perusahaan.
-
Sertakan waktu, lokasi, operator, dan nomor seri alat bila diperlukan untuk keperluan audit.
-
Dengan prosedur sederhana tetapi konsisten ini, PHscan20S-E dapat menjadi bagian dari sistem pemantauan pH yang terstruktur, baik dalam skala industri maupun usaha kecil.
Kesimpulan dan Rekomendasi
PHscan20S-E menempati posisi menarik di antara berbagai opsi alat ukur pH: cukup sederhana untuk digunakan oleh operator non-peneliti, tetapi memiliki spesifikasi yang memadai untuk kebutuhan QA/QC harian di banyak sektor.
Beberapa poin kunci:
-
rentang pH penuh 0,00–14,00 dan akurasi ±0,05 pH
-
kemampuan mengukur pH dan suhu dengan kompensasi suhu otomatis
-
kalibrasi dua titik dengan buffer standar (4,01; 7,00; 10,01) yang sudah disertakan dalam paket
-
desain pocket tester yang praktis untuk lapangan maupun laboratorium
-
fitur auto-power off yang membantu efisiensi penggunaan baterai
PHscan20S-E sangat cocok untuk:
-
laboratorium pendidikan dan teaching lab yang membutuhkan alat pH genggam untuk praktikum
-
instalasi pengolahan air minum dan air limbah yang memerlukan verifikasi lapangan rutin
-
pabrik makanan & minuman yang butuh verifikasi cepat di line produksi
-
pelaku akuakultur, hidroponik, dan usaha kecil yang membutuhkan data pH numerik terpercaya
Bagi organisasi yang memerlukan integrasi data langsung ke komputer atau LIMS secara otomatis, pH meter dengan fitur komunikasi digital mungkin lebih tepat. Namun sebagai alat verifikasi lapangan yang ringkas dan ekonomis, PHscan20S-E menawarkan kombinasi fungsi yang seimbang.
FAQ Singkat
1. Seberapa sering PHscan20S-E perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi bergantung intensitas pemakaian dan persyaratan mutu internal. Untuk aplikasi kritis (QA/QC pabrik, WTP/WWTP), kalibrasi harian atau setiap awal shift biasanya disarankan. Untuk penggunaan ringan, kalibrasi mingguan dapat dipertimbangkan, selama hasil pengukuran tetap konsisten.
2. Apakah PHscan20S-E bisa digunakan untuk sampel yang sangat kotor atau berlumpur?
Secara umum, elektroda pH lebih stabil jika digunakan pada sampel yang relatif jernih. Untuk sampel yang sangat kental atau banyak padatan tersuspensi, disarankan mengambil supernatan atau filtrat jernih terlebih dahulu, kemudian bilas elektroda setelah pengukuran agar tidak cepat kotor.
3. Apakah alat ini bisa menyimpan data pengukuran secara otomatis?
Informasi resmi yang tersedia tidak menyebutkan adanya memori data internal maupun fitur ekspor ke PC. Pencatatan hasil sebaiknya dilakukan secara manual ke lembar kerja atau aplikasi yang digunakan di perusahaan.
4. Bisakah PHscan20S-E digunakan untuk mengukur pH tanah langsung?
Untuk tanah, hasil pengukuran lebih representatif jika tanah dibuat suspensi atau ekstrak terlebih dahulu (misalnya tanah dicampur air suling dengan perbandingan tertentu, lalu supernatannya diukur pH-nya). Mengukur pH tanah padat secara langsung dengan pocket tester umumnya tidak disarankan.
5. Berapa lama umur pakai elektroda pH pada PHscan20S-E?
Umur elektroda bergantung pada frekuensi penggunaan, jenis sampel, dan cara perawatan. Dengan pemeliharaan yang baik (pencucian setelah pemakaian, penyimpanan yang benar), elektroda pH umumnya dapat digunakan antara 1–2 tahun sebelum performanya menurun secara signifikan.
6. Apakah buffer pH dalam paket standar bisa langsung digunakan tanpa pengenceran?
Ya, buffer pH 4,01; 7,00; dan 10,01 dalam paket standar dimaksudkan untuk langsung digunakan sebagai larutan kalibrasi. Pastikan wadahnya tertutup rapat, hindari kontaminasi silang, dan ganti larutan jika terlihat kotor atau sudah melewati masa berlaku.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan pH yang andal dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Perusahaan ini mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti PHscan20S-E Pocket pH Tester serta perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air, memastikan pengukuran yang konsisten, dan memenuhi standar operasional. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian pH pada utilitas, proses, maupun riset, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Portable Multiparameter Water Quality
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality System
Lihat Produk★★★★★ -

Pocket Multiparameter Water Quality PC-5
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Datalogging pH-mV-ORP-Cond-TDS-Salinity-Temperature Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante904P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante903P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante902P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Devirizanty, D., Nurmalawati, S., & Hartanto, C. (2021). PERBANDINGAN UNJUK KINERJA BERBAGAI TIPE pH METER DIGITAL DI LABORATORIUM KIMIA. Jurnal Pengelolaan Laboratorium Sains dan Teknologi, 1(1), 1–8. Retrieved from https://ejournal.unib.ac.id/index.php/labsaintek/article/view/15460
- Krisno, W., Nursahidin, R., Sitorus, R. Y., Ananda, F. R., & Guskarnalia, G. (2021). PENENTUAN KUALITAS AIR MINUM DALAM KEMASAN DITINJAU DARI PARAMETER NILAI pH DAN TDS. Proceedings of National Colloquium Research and Community Service, 5, 188–190. Retrieved from https://journal.ubb.ac.id/index.php/snppm/article/view/2747














