Di banyak laboratorium QC, formulasi, maupun lini produksi, pengukuran pH biasanya berjalan mulus untuk sampel cair jernih seperti air minum, larutan buffer, atau media kultur. Tantangan baru mulai muncul ketika yang dihadapi adalah produk semisolid: krim wajah, gel farmasi, adonan roti, saus kental, pasta gigi, atau salep. Teksturnya kental, lengket, kadang berminyak. Menggunakan pH meter standar dengan elektroda silinder biasa sering membuat teknisi mengeluh.
Masalah pertama adalah kontak elektroda dengan sampel. Pada produk semisolid, ujung elektroda yang runcing atau berbentuk bola kaca tidak bisa menempel rata. Akibatnya, pembacaan pH menjadi tidak stabil, butuh waktu lama sampai angka “diam”, dan kadang berbeda-beda antar titik. Untuk QC, kondisi seperti ini membuat data sulit dipertanggungjawabkan, apalagi saat audit atau validasi proses.
Masalah kedua adalah kebersihan dan perawatan elektroda. Krim dan gel mudah menyumbat junction atau membran elektroda konvensional. Setelah digunakan beberapa kali, respon elektroda melambat, perlu kalibrasi ulang lebih sering, bahkan bisa rusak sebelum waktunya. Artinya, ada biaya tersembunyi: downtime, pemborosan elektroda, dan potensi batch produk yang harus di-rework karena parameter pH tidak pasti.
Masalah ketiga terjadi di lapangan: area produksi kosmetik, lini filling saus, atau ruang sampling adonan. Ruang sering sempit, akses ke titik pengambilan sampel terbatas, dan teknisi harus bergerak cepat. Membawa pH meter besar dengan kabel panjang jelas tidak praktis. Dibutuhkan alat yang ringkas, cepat menyala, dan bisa langsung ditempel ke permukaan sampel.
Di sinilah pocket pH meter permukaan seperti PHscan30F-K dari Bante Instruments mengambil peran. Alat ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan pengukuran pH pada media semisolid dan gel, sehingga teknisi tidak lagi bertarung dengan angka pH yang goyah, elektroda yang cepat kotor, dan proses pengukuran yang menghabiskan waktu.
Elektroda Permukaan Datar dan ATC: Kunci Akurasi pada Sampel Semisolid
Teknologi utama yang membuat PHscan30F-K relevan untuk industri pangan, farmasi, dan kosmetik adalah kombinasi elektroda permukaan datar dengan kompensasi suhu otomatis (ATC – automatic temperature compensation). Keduanya bekerja bersama untuk menghasilkan pembacaan pH yang stabil dan mudah direproduksi.
Elektroda permukaan datar memungkinkan kontak yang luas dan merata antara permukaan sensor dan sampel. Alih-alih “menusuk” atau mencelupkan sampel, pengguna cukup menempelkan ujung elektroda ke permukaan krim, gel, atau pasta. Dengan area kontak yang merata, gradien pH di permukaan sampel berkurang dan nilai yang terbaca lebih representatif. Bagi QC, ini berarti variasi antar-operator berkurang dan hasil antar batch lebih konsisten.
ATC berperan mengoreksi pengaruh suhu terhadap tegangan yang dihasilkan elektroda pH. Secara prinsip, setiap derajat perubahan suhu akan mengubah sensitivitas elektroda. Jika dibiarkan, pengukuran pH pada suhu ruangan 25 °C dan di ruang produksi 32 °C bisa berbeda, meski sampelnya sama. Dengan ATC, PHscan30F-K secara otomatis mengukur suhu dan menyesuaikan perhitungan pH sehingga pengguna tinggal fokus pada angka akhir yang sudah dikoreksi.
Kombinasi kedua teknologi ini memberikan keuntungan jangka panjang. Di satu sisi, teknisi tidak perlu menghabiskan banyak waktu menunggu angka stabil atau mengulang pengukuran karena ragu. Di sisi lain, manajemen mutu mendapat data yang lebih reliabel untuk analisis kecenderungan (trend) jangka panjang. Dalam konteks validasi proses, data pH yang konsisten membantu memastikan bahwa proses emulsifikasi, pengawetan, atau penyesuaian pH formulasi berjalan sesuai desain.
Dibanding metode konvensional seperti kertas pH atau pH meter laboratorium yang kurang praktis dibawa ke lapangan, pendekatan menggunakan pocket pH meter dengan elektroda permukaan datar memberikan keseimbangan antara mobilitas dan akurasi. Kertas pH memang murah dan cepat, tetapi hanya memberikan pembacaan kasar dan sangat subjektif. Sementara itu, pH meter laboratorium besar umumnya memerlukan bejana sampel dan kabel elektroda yang panjang – kurang cocok untuk titik-titik inspeksi di lini produksi. PHscan30F-K mengisi celah itu: cukup satu alat di tangan, buffer kalibrasi, dan teknisi bisa berpindah dari titik sampling satu ke titik lain tanpa ribet.
PHscan30F-K: Solusi Portabel untuk Krim, Gel, dan Pasta
PHscan30F-K adalah pocket pH meter permukaan dari Bante Instruments yang dirancang khusus untuk pengujian pH pada sampel semisolid dan gel. Alat ini menggabungkan pengukuran pH dan suhu dalam satu unit yang ringkas, sehingga ideal untuk aplikasi QA/QC di lini produksi maupun laboratorium dengan ruang terbatas.
Secara fungsi utama, PHscan30F-K memiliki rentang pengukuran pH dari -1.00 hingga 15.00 pH dengan akurasi ±0.01 pH. Rentang ini cukup lebar untuk mencakup berbagai produk pangan (saus, yoghurt, adonan), produk kosmetik (toner kental, krim, serum gel), maupun sediaan farmasi semisolid (salep, gel topikal). Untuk kalibrasi, alat ini mendukung kalibrasi 1 hingga 3 titik menggunakan buffer standar pH 4.01, 7.00, dan 10.01. Hal ini memudahkan penyesuaian akurasi sesuai kebutuhan, baik hanya di sekitar pH netral maupun di rentang asam–basa yang lebih lebar.
Keistimewaan PHscan30F-K dibanding banyak pH meter portabel generik adalah jenis elektrodanya. Alih-alih elektroda batang biasa, model ini menggunakan elektroda permukaan datar yang dioptimalkan untuk kontak langsung dengan sampel kental. Ini membuatnya sangat cocok untuk mengecek pH di permukaan produk jadi, misalnya permukaan roti, lapisan krim, atau gel yang sudah berada di kemasan.
Selain itu, PHscan30F-K telah dilengkapi fitur-fitur praktis seperti auto-read endpoint (mendeteksi otomatis saat pembacaan stabil), auto power off untuk menghemat baterai, pilihan grup buffer pH, serta opsi satuan suhu °C atau °F. Dalam paket kit, pengguna mendapatkan unit tester, larutan buffer pH 4.01, 7.00, dan 10.01, serta carrying case, sehingga siap digunakan untuk pengujian rutin tanpa perlu membeli aksesori tambahan di awal.
Bagi laboratorium dan industri yang sering bekerja dengan sampel semisolid, kombinasi spesifikasi dan desain target aplikasi ini membuat PHscan30F-K menjadi alat yang sangat relevan dan fungsional.
Desain Portabel untuk Kerja Lapangan dan QC Harian
Secara tampilan fisik, PHscan30F-K termasuk kategori pocket tester: bentuknya kompak, memanjang, dan cukup ringan untuk digenggam satu tangan. Desain seperti ini mempermudah teknisi yang harus bergerak dari satu titik sampling ke titik lain dalam satu shift kerja. Alat dapat dikantongi atau disimpan di carrying case kecil dan dikeluarkan hanya saat diperlukan.
Meskipun tidak tersedia data dimensi dan berat resmi pada spesifikasi yang diberikan, desain pocket tester umumnya menempatkan layar di bagian atas dan elektroda di bagian bawah. Tombol-tombol fungsi berada di area dekat layar, sehingga ibu jari pengguna dapat menjangkaunya dengan mudah saat menggenggam alat. Susunan tombol yang umum meliputi tombol daya, kalibrasi, pilihan mode, dan pengaturan unit suhu. Pola ini membuat navigasi menu intuitif bahkan bagi operator baru.
Sumber daya PHscan30F-K adalah baterai, sehingga tidak bergantung pada adaptor atau stopkontak. Hal ini memberi fleksibilitas tinggi untuk penggunaan di area produksi yang jauh dari panel listrik atau di ruang pengemasan yang steril, di mana kabel listrik tambahan justru menyulitkan. Fitur auto power off membantu memperpanjang umur baterai, karena alat akan mati sendiri setelah periode tidak aktif tertentu. Untuk penggunaan harian, pengguna tinggal memastikan baterai cadangan tersedia di lemari alat atau tas sampling.
Dalam konteks lingkungan operasi, spesifikasi resmi yang tersedia tidak mencantumkan batas suhu atau kelembaban khusus, juga tidak mencantumkan rating ketahanan seperti IP rating. Artinya, alat sebaiknya digunakan dengan pendekatan kehati-hatian standar: hindari paparan langsung terhadap cipratan bahan kimia korosif, jangan merendam seluruh bodi alat dalam air, dan simpan di tempat kering saat tidak digunakan. Untuk area produksi basah (misalnya lini saus atau produk dairy), penggunaan wadah pelindung atau wrist strap dapat membantu mengurangi risiko jatuh dan kerusakan.
Dari sisi ergonomi, karakter pocket tester menjadikan PHscan30F-K nyaman digunakan sebagai alat inspeksi cepat. Teknisi dapat mengambil sampel langsung di permukaan produk, membaca nilai pH, mencatatnya di lembar kontrol, lalu bergerak ke titik berikutnya tanpa membawa peralatan besar. Ini sangat membantu dalam pengembangan produk baru, monitoring uji stabilitas, maupun inspeksi berkala di pabrik dengan banyak titik pengujian.
Antarmuka Pengguna yang Sederhana untuk Pengukuran Cepat
Antarmuka PHscan30F-K dirancang agar operator bisa segera fokus pada angka pH dan suhu tanpa banyak langkah tambahan. Layar digital menampilkan nilai pH dengan resolusi tinggi yang sesuai dengan akurasi ±0.01 pH, serta nilai suhu dalam °C atau °F. Walau tidak disebutkan detail ukuran layar dan keberadaan backlight, tampilan pocket tester pada umumnya mudah dibaca di ruang laboratorium maupun area produksi dengan pencahayaan cukup.
Tata letak tombol mendukung alur kerja sehari-hari: menyalakan alat, membilas elektroda, menempelkan ke sampel, menunggu indikator stabil, lalu mencatat nilai. Fungsi seperti pemilihan grup buffer pH memudahkan saat kalibrasi. Pengguna dapat memilih set buffer yang sesuai dengan standar yang digunakan di laboratorium mereka (misalnya 4.01–7.00–10.01). Ini penting untuk integrasi dengan prosedur mutu yang sudah ada, sehingga tidak perlu mengubah protokol hanya karena mengganti alat.
Fitur auto-read endpoint adalah salah satu aspek antarmuka yang terasa langsung manfaatnya. Alih-alih menebak kapan angka pH sudah stabil, alat secara otomatis mendeteksi titik kestabilan dan menandainya. Dalam praktiknya, hal ini mengurangi kemungkinan operator mencatat angka yang masih “bergerak”, sekaligus mempercepat pengukuran karena teknisi tidak perlu menunggu terlalu lama atau mengulang pembacaan.
Selain itu, fitur auto power off juga merupakan bagian pengalaman pengguna. Banyak operator lupa mematikan alat setelah selesai, terutama saat beralih ke aktivitas lain. Dengan fungsi ini, PHscan30F-K akan mematikan dirinya sendiri setelah waktu tertentu tanpa aktivitas tombol, sehingga menghemat baterai dan mengurangi risiko alat mati mendadak di tengah jadwal inspeksi berikutnya karena baterai habis.
Walaupun tidak ada informasi tentang memori data internal atau konektivitas digital, pola penggunaan pocket tester seperti PHscan30F-K biasanya mengandalkan pencatatan manual ke lembar kerja atau spreadsheet. Untuk laboratorium kecil hingga menengah, pendekatan ini masih sangat layak, terutama jika disertai prosedur pencatatan yang terstruktur dan konsisten.
Fungsi Praktis yang Menghemat Waktu di Laboratorium dan Produksi
Keunggulan PHscan30F-K bukan hanya pada presisi spesifikasinya, tetapi pada bagaimana fitur-fiturnya menjawab kebutuhan kerja sehari-hari. Mulai dari kalibrasi hingga penghematan energi, setiap fungsi memiliki dampak praktis bagi operator dan manajemen mutu.
Pertama, kemampuan kalibrasi 1 hingga 3 titik menggunakan buffer standar pH 4.01, 7.00, dan 10.01 memberikan fleksibilitas. Untuk pengujian yang hanya berada di sekitar pH netral, satu atau dua titik kalibrasi mungkin cukup. Namun, untuk sampel yang sangat asam atau agak basa (misalnya saus tomat, gel pembersih, atau sediaan farmasi tertentu), kalibrasi tiga titik membantu menjaga akurasi di rentang yang lebih luas. Bagi tim QA/QC, ini berarti alat dapat disesuaikan dengan jenis produk yang sedang diproduksi tanpa mengganti perangkat.
Fitur auto-read endpoint, seperti disebut sebelumnya, membantu mengurangi subjektivitas dalam menentukan nilai pH akhir. Dalam audit atau investigasi deviasi, kemampuan menunjukkan bahwa pembacaan dilakukan ketika alat menyatakan “stabil” memberi tambahan kepercayaan terhadap data. Ini mungkin terlihat sederhana, tetapi di industri yang menerapkan dokumentasi ketat, hal kecil seperti ini dapat mengurangi perdebatan tentang validitas data.
Pilihan grup buffer pH dan pilihan satuan suhu juga menyederhanakan pelatihan operator. Jika laboratorium terbiasa menggunakan standar buffer tertentu dan mencatat suhu dalam derajat Celcius, teknisi tidak perlu melakukan konversi manual atau mengubah prosedur. Konsistensi ini mengurangi risiko kesalahan pengoperasian yang bersifat administratif.
Auto power off adalah fungsi yang memberikan dampak langsung pada umur pakai baterai. Dalam lingkungan dengan banyak alat portabel, baterai yang sering habis menjadi masalah klasik: pemborosan biaya dan risiko terganggunya jadwal pengujian. Dengan fitur penghemat daya ini, PHscan30F-K cenderung siap pakai ketika dibutuhkan, selama pemilik melakukan penggantian baterai secara berkala sesuai jam pakai.
Terakhir, adanya paket kit yang sudah mencakup larutan buffer kalibrasi dan carrying case adalah nilai tambah tersendiri. Tim pengadaan tidak perlu mencari buffer terpisah di awal, dan teknisi memiliki wadah aman untuk membawa alat beserta aksesorinya. Hal ini mempercepat proses implementasi di lapangan; setelah alat diterima, kalibrasi dan pengujian dapat langsung dimulai.
Pencatatan Data dan Integrasi dengan Sistem QA
Berdasarkan informasi spesifikasi yang tersedia, PHscan30F-K berfungsi sebagai pocket tester mandiri tanpa antarmuka digital seperti USB atau Bluetooth untuk transfer data langsung ke komputer. Artinya, integrasi dengan sistem QA, LIMS, atau spreadsheet dilakukan melalui pencatatan manual.
Meskipun terdengar sederhana, pendekatan ini masih sangat relevan untuk banyak laboratorium QC di pabrik kosmetik, pangan, maupun teaching lab. Dengan prosedur pencatatan yang disiplin, data dari PHscan30F-K dapat dicatat pada lembar kontrol harian, kemudian ditranskrip ke dalam spreadsheet atau sistem LIMS secara berkala. Keuntungan dari pendekatan manual adalah fleksibilitas: tidak memerlukan instalasi software khusus, driver, atau pelatihan IT tambahan.
Untuk meningkatkan konsistensi dan mengurangi kesalahan tulis, beberapa praktik baik yang dapat dipadukan dengan penggunaan PHscan30F-K antara lain:
Menyiapkan formulir standar untuk setiap titik sampling dengan kolom tanggal, waktu, nama operator, nomor batch, nilai pH, dan suhu.
Menggunakan kode alat jika di laboratorium tersedia beberapa pH meter, sehingga pelacakan asal data menjadi jelas.
Menetapkan jadwal penginputan data ke sistem digital (misalnya setiap akhir shift) agar tidak ada catatan yang tertinggal.
Jika organisasi memerlukan visualisasi tren pH, misalnya untuk melihat kestabilan pH produk krim selama beberapa bulan, nilai pH yang dicatat dari PHscan30F-K dapat dengan mudah dipindahkan ke perangkat lunak seperti Excel atau sistem analitik lain. Dengan demikian, meskipun tidak memiliki konektivitas digital bawaan, alat ini tetap dapat mendukung workflow QA yang terstruktur.
Untuk keperluan audit atau inspeksi regulatori, penting untuk menyimpan log kalibrasi dan jadwal perawatan elektroda. PHscan30F-K yang dikalibrasi secara rutin dengan buffer standar serta didukung catatan yang rapi akan memberikan keyakinan tambahan bahwa data pH yang tercatat dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan administratif.
Spesifikasi Teknis PHscan30F-K
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Model | PHscan30F-K |
| Brand | Bante Instruments |
| Tipe | Pocket pH meter permukaan untuk semisolid dan gel |
| Kategori | Alat ukur pH portabel |
| Parameter ukur | pH, suhu (°C / °F) |
| Rentang pH | -1.00 sampai 15.00 pH |
| Akurasi pH | ±0.01 pH |
| Kalibrasi pH | 1 sampai 3 titik, menggunakan buffer pH 4.01, 7.00, 10.01 |
| Kompensasi suhu | Otomatis (ATC) |
| Fitur lain | Auto-read endpoint, auto power off, pilihan grup buffer pH, satuan suhu |
| Jenis elektroda | Elektroda pH permukaan datar untuk semisolid dan gel |
| Aplikasi utama | Pangan semisolid, kosmetik, gel farmasi, pasta, krim, adonan, produk serupa |
| Rentang suhu operasi | Tidak tercantum pada spesifikasi yang tersedia |
| Resolusi tampilan pH | Tidak tercantum pada spesifikasi yang tersedia |
| Sumber daya | Baterai, pocket tester portabel |
| Fungsi hemat daya | Auto power off |
| Isi kit PHscan30F-K | Tester PHscan30F, larutan buffer pH 4.01, 7.00, 10.01, carrying case |
Bagi pengguna pemula, angka-angka di atas dapat dibaca seperti ini: rentang pH -1.00 hingga 15.00 berarti alat mampu mengukur larutan yang sangat asam hingga sangat basa, jauh di luar rentang kebanyakan produk konsumen (biasanya berada di kisaran pH 3–10). Akurasi ±0.01 pH menunjukkan bahwa perbedaan kecil antara pH 5.50 dan 5.60 dapat terdeteksi, yang penting misalnya untuk formulasi kosmetik yang harus ramah kulit. Kalibrasi multi titik menggunakan buffer 4.01, 7.00, dan 10.01 membantu memastikan bahwa hasil di sekitar pH asam, netral, dan basa tetap presisi.
Memilih Buffer, Aksesori, dan Kondisi Optimal Pengukuran pH
Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang konsisten, pemilihan komponen pendukung dan cara penggunaannya sama pentingnya dengan spesifikasi alat. Berikut adalah panduan singkat memilih rentang pH dan contoh aplikasinya:
| Rentang pH Sampel | Contoh Aplikasi Semisolid / Gel | Rekomendasi Kalibrasi |
|---|---|---|
| 3.0 – 4.5 | Saus asam, selai, beberapa produk fermentasi pangan | Buffer 4.01 dan 7.00 |
| 4.5 – 6.5 | Krim wajah, lotion, beberapa gel farmasi, pasta gigi | Buffer 4.01, 7.00 |
| 6.5 – 8.0 | Adonan roti, beberapa produk dairy kental, gel netral | Buffer 7.00, 10.01 |
| 8.0 – 10.0 | Beberapa sediaan pembersih semisolid, gel basa tertentu | Buffer 7.00, 10.01 |
Selain buffer kalibrasi yang sudah termasuk dalam kit, beberapa aksesori yang layak dipertimbangkan:
Larutan pembersih elektroda khusus pH, untuk menghilangkan residu minyak, surfaktan, atau protein dari permukaan elektroda.
Larutan penyimpanan elektroda, agar membran kaca tetap terhidrasi dan responnya stabil.
Tisu bebas serat atau lap lembut untuk mengeringkan elektroda setelah dibilas tanpa menggores permukaan sensor.
Wadah kecil untuk membawa buffer kalibrasi dan air deionisasi saat sampling di area produksi.
Faktor yang memengaruhi hasil pengukuran pH dengan PHscan30F-K antara lain:
Suhu sampel: meskipun alat memiliki ATC, sebaiknya hindari perbedaan suhu ekstrem antara buffer kalibrasi dan sampel.
Kebersihan elektroda: residu produk yang menempel dapat mengganggu kontak dan memperlambat respon.
Waktu kontak dengan sampel: berikan waktu yang cukup bagi angka untuk stabil dan tunggu konfirmasi endpoint.
Kedalaman atau cara penempelan: untuk produk semisolid, usahakan permukaan elektroda tertutup sampel secara merata.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, PHscan30F-K dapat memberikan hasil yang konsisten dari hari ke hari, mendukung dokumentasi mutu dan pengembangan produk.
Aplikasi Nyata PHscan30F-K di Industri
Studi Kasus 1: Pabrik Kosmetik yang Mempercepat QC Krim Wajah
Sebuah pabrik kosmetik lokal memproduksi krim wajah dan body lotion dengan berbagai varian. Sebelumnya, pengukuran pH hanya dilakukan di laboratorium menggunakan pH meter bench-top dengan elektroda standar. Setiap batch harus diambil sampelnya, dibawa ke lab, diencerkan, lalu diukur. Proses ini memakan waktu, dan sering terjadi keterlambatan pelepasan produk karena antrian pengujian.
Setelah mengadopsi PHscan30F-K, tim QC mulai melakukan pengukuran pH langsung di area produksi pada tahap setelah emulsifikasi dan sebelum filling ke kemasan. Operator cukup mengambil sedikit krim pada spatula stainless, meratakannya pada kaca objek atau permukaan inert, lalu menempelkan elektroda permukaan datar ke sampel. Dengan bantuan fitur auto-read endpoint, nilai pH dapat diperoleh dalam hitungan detik.
Hasilnya, waktu tunggu QC berkurang signifikan. Pengaturan pH dengan penambahan bahan penyesuaian dapat dilakukan langsung di lini produksi, sebelum produk berlanjut ke tahap berikutnya. Selain itu, variasi pH antar batch berkurang karena pemeriksaan lebih sering dilakukan pada titik proses yang kritis. Secara administratif, catatan pH per batch menjadi lebih lengkap dan siap ditunjukkan saat audit.
Studi Kasus 2: Industri Pangan Semisolid yang Menjaga Konsistensi Saus Kental
Sebuah produsen saus kental dan bumbu masak menghadapi tantangan menjaga stabilitas rasa dan keamanan produk. pH menjadi parameter kunci untuk mengontrol risiko pertumbuhan mikroba serta karakteristik rasa asam produk. Namun, saus yang kental menyulitkan pengukuran dengan elektroda pH biasa; hasil sering tidak stabil dan memerlukan pengenceran sampel terlebih dahulu.
Dengan PHscan30F-K, tim QA dapat mengukur pH secara langsung dari saus di tangki pencampur maupun sampel dari jalur filling. Elektroda permukaan datar ditempelkan pada saus yang ditempatkan di wadah kecil, tanpa perlu pengenceran. ATC memastikan perbedaan suhu antara saus hangat di proses dan buffer kalibrasi terkompensasi secara otomatis.
Dalam beberapa bulan, perusahaan mencatat bahwa jumlah batch yang perlu disesuaikan ulang karena pH di luar spesifikasi berkurang. Monitoring pH yang lebih sering dan praktis membantu operator mengendalikan formulasi lebih baik, sehingga variasi rasa antar batch juga menyempit. Secara tidak langsung, hal ini berkontribusi pada pengurangan rework dan peningkatan kepuasan pelanggan.
Langkah-Langkah Penggunaan PHscan30F-K di Area Produksi
Untuk mendapatkan hasil terbaik, berikut panduan praktis penggunaan PHscan30F-K, misalnya di lini produksi krim kosmetik atau gel farmasi:
Persiapan awal
Siapkan alat PHscan30F-K, buffer kalibrasi pH 4.01, 7.00, dan 10.01 sesuai kebutuhan, serta air deionisasi.
Pastikan elektroda bersih; jika diperlukan, bilas dengan air deionisasi dan keringkan lembut dengan tisu bebas serat.
Kalibrasi
Nyalakan alat, lalu pilih menu kalibrasi.
Masukkan elektroda ke larutan buffer pertama (misalnya pH 7.00), tunggu hingga alat menunjukkan stabil atau endpoint, kemudian konfirmasikan.
Ulangi untuk buffer berikutnya (4.01 dan/atau 10.01) jika diperlukan.
Setelah kalibrasi, bilas elektroda dan keringkan secara lembut.
Persiapan sampel semisolid
Ambil sedikit sampel krim atau gel dari tangki atau jalur produksi menggunakan spatula bersih.
Ratakan di permukaan inert yang bersih (misalnya kaca objek, wadah plastik food grade, atau permukaan stainless kecil). Pastikan ketebalan cukup untuk menutup permukaan elektroda.
Pengukuran
Tempelkan elektroda permukaan datar PHscan30F-K pada sampel semisolid secara perlahan hingga permukaannya tertutup merata.
Tahan posisi tersebut hingga indikator stabil atau fungsi auto-read endpoint mengonfirmasi bahwa pembacaan sudah mantap.
Catat nilai pH dan suhu pada lembar kontrol atau sistem pencatatan yang digunakan.
Antar sampel
Setelah mengukur satu sampel, bilas elektroda dengan air deionisasi untuk menghilangkan residu.
Jika beralih dari sampel yang sangat asam ke yang mendekati netral, pertimbangkan membilas dengan larutan pembersih ringan terlebih dahulu.
Ulangi proses pengukuran untuk titik sampling berikutnya.
Setelah selesai pengukuran
Bilas dan bersihkan elektroda, kemudian simpan dalam larutan penyimpanan yang sesuai jika tersedia.
Matikan alat secara manual jika belum auto-off.
Kembalikan PHscan30F-K ke carrying case untuk melindunginya dari debu dan benturan.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, pengujian pH di lini produksi menjadi kegiatan rutin yang cepat dan andal, bukan lagi sumber keterlambatan atau ketidakpastian data.
Apakah PHscan30F-K Tepat untuk Laboratorium Anda?
PHscan30F-K menawarkan kombinasi yang menarik antara portabilitas, akurasi, dan spesialisasi aplikasi. Dengan rentang pH luas dan akurasi ±0.01 pH, alat ini cukup presisi untuk laboratorium QA/QC di industri kosmetik, pangan semisolid, dan farmasi yang mengandalkan pH sebagai parameter mutu penting. Elektroda permukaan datar membuatnya unggul untuk sampel krim, gel, pasta, dan adonan yang selama ini menjadi tantangan bagi pH meter konvensional.
Dari sisi operasional, fitur-fitur seperti ATC, auto-read endpoint, auto power off, serta paket buffer kalibrasi bawaan menjadikan PHscan30F-K praktis diimplementasikan tanpa investasi tambahan yang rumit. Di sisi lain, ketiadaan konektivitas digital berarti alat ini lebih cocok untuk lingkungan yang masih nyaman dengan pencatatan manual atau semi-manual, bukan untuk sistem yang menuntut integrasi penuh ke LIMS.
Alat ini akan sangat menguntungkan bagi:
Pabrik kosmetik yang rutin mengukur pH krim, lotion, dan gel di lini produksi.
Industri pangan yang memproduksi saus, selai, atau produk kental lain yang membutuhkan kontrol pH ketat.
Laboratorium farmasi yang menguji sediaan semisolid seperti salep dan gel topikal.
Teaching lab di kampus yang ingin memperkenalkan konsep pengukuran pH pada media non-cair dengan alat portabel yang mudah digunakan.
Jika organisasi Anda sering berhadapan dengan sampel semisolid dan membutuhkan solusi portabel yang praktis dengan fokus pada akurasi dan kemudahan penggunaan, PHscan30F-K adalah salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan.
FAQ seputar PHscan30F-K
1. Apakah PHscan30F-K bisa digunakan untuk cairan biasa seperti air minum?
Bisa. Walaupun dirancang khusus untuk semisolid dan gel, alat ini tetap dapat mengukur pH larutan cair. Namun, keunggulannya paling terasa saat digunakan pada sampel kental atau permukaan produk.
2. Seberapa sering PHscan30F-K perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi bergantung pada intensitas penggunaan dan kebijakan QA masing-masing laboratorium. Umumnya disarankan kalibrasi harian sebelum digunakan, terutama jika digunakan untuk pengujian produk yang kritis secara regulatori.
3. Apakah elektroda permukaan datar pada PHscan30F-K dapat diganti jika rusak?
Informasi mengenai penggantian elektroda tidak tercantum dalam spesifikasi yang tersedia. Biasanya, pocket tester memiliki elektroda terintegrasi. Untuk kepastian, pengguna dapat menghubungi pemasok atau perwakilan resmi Bante Instruments.
4. Apakah PHscan30F-K memiliki memori internal untuk menyimpan data?
Tidak ada keterangan resmi mengenai memori data pada spesifikasi yang tersedia. Dalam praktik, pengguna sebaiknya mengandalkan pencatatan manual pada lembar kontrol atau spreadsheet.
5. Apakah alat ini tahan air sepenuhnya?
Tidak ada informasi IP rating pada spesifikasi yang tersedia. Untuk keamanan, perlakukan PHscan30F-K sebagai alat elektronik biasa: hindari perendaman penuh, lindungi dari cipratan berlebihan, dan simpan di tempat kering.
6. Produk apa saja yang paling cocok diukur dengan PHscan30F-K?
Berbagai produk semisolid seperti krim wajah, body lotion, gel farmasi, pasta gigi, saus kental, adonan, dan produk gel lain yang memerlukan pengukuran pH langsung di permukaan atau pada tekstur kental.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengukuran pH yang akurat pada produk semisolid dan gel dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti PHscan30F-K Surface Pocket pH Meter dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian pH produk, memastikan kualitas yang konsisten, dan memenuhi standar regulatori yang ketat. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian pH krim, gel, pasta, dan formulasi sejenis, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Portable Multiparameter Water Quality
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality System
Lihat Produk★★★★★ -

Pocket Multiparameter Water Quality PC-5
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Datalogging pH-mV-ORP-Cond-TDS-Salinity-Temperature Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante904P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante903P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante902P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★
Referensi
Setyawan, R., Masrijal, C. D. P., Hermansyah, O., Rahmawati, S., Sari, R. I. P., & Cahyani, A. N. (2023). FORMULASI, EVALUASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN GEL ANTIOKSIDAN EKSTRAK TALI PUTRI (Cassytha filiformis L). Bencoolen Journal of Pharmacy, 3(1), 27–33. Retrieved from https://ejournal.unib.ac.id/index.php/bjp/article/download/27649/12211
Nealma, S., & Nurkholis. (2020). FORMULASI DAN EVALUASI FISIK KRIM KOSMETIK DENGAN VARIASI EKSTRAK KAYU SECANG (Caesalpinia sappan) DAN BEESWAX SUMBAWA. Jurnal Tambora, 4(2), 5–12. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/328683-formulasi-dan-evaluasi-fisik-krim-kosmet-d0b22e4f.pdf
























