Dalam banyak proses industri, satu angka kecil bernama pH bisa menentukan apakah sebuah batch produk diterima atau dibuang. Di WTP/WWTP, sedikit saja pH keluar dari rentang aman bisa membuat proses koagulasi tidak optimal atau bakteri pengolah limbah “mogok kerja”. Di pabrik minuman dan dairy, pH yang melenceng dari spesifikasi berisiko memengaruhi rasa, stabilitas, bahkan keamanan pangan. Di akuakultur, ikan bisa stres dan mudah sakit hanya karena pH kolam bergeser setengah satuan.
Masalahnya, di lapangan pengukuran pH tidak selalu mudah. Banyak teknisi masih mengandalkan kertas lakmus atau pH meter murah tanpa kalibrasi rutin. Hasilnya? Angka pH yang berbeda tiap orang, tiap alat, dan tiap kali pengukuran. Saat audit atau investigasi masalah kualitas, data seperti ini sulit dipertanggungjawabkan. Laboratorium QA/QC sering menerima sampel dengan catatan pH yang “kurang meyakinkan”, sehingga harus mengulang pengujian dari awal.
Selain itu, kondisi lapangan sering tidak ramah bagi instrumen: area basah, percikan air limbah, suhu bervariasi, dan operator yang harus bergerak cepat dari satu titik sampling ke titik lain. pH meter meja jelas tidak praktis, sementara pH tester murah biasanya tidak tahan air dan elektrodenya cepat rusak. Dalam konteks proses yang harus berjalan 24/7, jeda karena alat rusak atau data tidak akurat berarti downtime, rework, dan pemborosan biaya.
Di sisi lain, tuntutan dokumentasi semakin ketat. Industri farmasi, F&B, hingga pengolahan air minum harus membuktikan bahwa pengukuran dilakukan dengan alat yang akurat, terkalibrasi, dan dioperasikan dengan prosedur yang jelas. Jadi tantangannya bukan hanya “mengukur pH”, tetapi mengukur pH dengan cepat, akurat, berulang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Di sinilah kebutuhan akan pH meter portabel yang andal, tahan air, dan mudah dikalibrasi menjadi sangat nyata.
Tantangan di QA/QC Laboratorium dan Pengolahan Air
Di QA/QC, satu teknisi bisa memegang banyak titik pengawasan sekaligus: bahan baku, proses antar-tahap, hingga produk akhir. Untuk air proses dan air utilitas (boiler, cooling tower, CIP), pH adalah parameter rutin. Kalau setiap pengukuran harus membawa sampel kembali ke lab, waktu respon akan sangat lambat. Koreksi kimia bisa terlambat dan menyebabkan seluruh batch melewati batas kendali.
Di pengolahan air minum dan air limbah, operator lapangan sering bekerja di area yang sempit dan basah, seperti sekitar bak aerasi, sumur dalam, atau kanal outlet. pH perlu dikontrol agar koagulan bekerja efisien, klorinasi optimum, dan bakteri pengolah limbah tetap sehat. Namun, membawa alat yang besar dan rentan air jelas menyulitkan. Ketika alat rusak karena terjatuh atau terkena cipratan, aktivitas kontrol proses ikut terganggu.
Tantangan lain adalah konsistensi antar-operator. Pengukuran pH yang benar butuh kalibrasi teratur, waktu stabilisasi yang cukup, dan cara membaca yang konsisten. Tanpa alat yang memiliki fitur bantu seperti auto-read dan kompensasi suhu, hasil bisa berubah hanya karena operator terburu-buru atau tidak sabar menunggu bacaan stabil.
Dampak pH Tidak Akurat pada F&B, Farmasi, dan Akuakultur
Di industri makanan dan minuman, pH memengaruhi rasa, warna, dan daya simpan. Misalnya minuman berkarbonasi dan produk fermentasi (yogurt, keju, probiotic drink) memiliki rentang pH ketat. Sedikit pergeseran bisa membuat produk terlalu asam atau terlalu tawar, dan lebih serius lagi, bisa mempengaruhi pertumbuhan mikroba. Produk mungkin gagal uji mikrobiologi hanya karena pH proses tidak dijaga konsisten.
Di farmasi dan biotek, pH yang melenceng berpengaruh pada kestabilan bahan aktif, aktivitas enzim, dan viabilitas sel. Media kultur, buffer formulasi, dan larutan injeksi biasanya memiliki rentang pH yang didesain sangat spesifik. Kesalahan pengukuran satu atau dua persepuluh pH bisa membuat proses validasi gagal dan dokumen batch harus diulang.
Untuk akuakultur, pH air kolam berhubungan langsung dengan toksisitas amonia dan kenyamanan ikan. Di pagi hari pH cenderung lebih rendah, naik siang hari akibat fotosintesis, dan bisa kembali turun malam. Tanpa monitoring yang praktis dan akurat, petani sering terlambat mengoreksi, sehingga ikan menunjukkan gejala stres: nafsu makan turun, mudah terserang penyakit, dan mortalitas meningkat.
Semua contoh ini berujung pada satu kebutuhan: pH meter portabel yang bisa dipercaya, cukup presisi untuk keperluan QA/QC, namun tetap praktis dan tangguh untuk dibawa ke lapangan. Itulah ruang yang diisi oleh PHscan30S-E.
Teknologi Sensor pH dan Kompensasi Suhu Otomatis
Prinsip Kerja Elektroda pH Kaca Bulat
PHscan30S-E menggunakan elektroda pH bulb bulat yang dapat diganti. Secara sederhana, elektroda pH adalah sebuah “antena kimia” yang menangkap perbedaan konsentrasi ion hidrogen (H⁺) antara larutan sampel dan larutan referensi di dalam elektroda. Permukaan gelas khusus pada bulb bereaksi terhadap ion H⁺; reaksi ini menghasilkan perbedaan potensial listrik yang sebanding dengan pH sampel.
Alat kemudian mengubah sinyal listrik kecil tersebut menjadi angka pH dengan memanfaatkan persamaan Nernst. Di balik layar, ada rangkaian elektronik yang sangat sensitif terhadap perubahan tegangan dalam orde milivolt. Itu sebabnya elektroda pH perlu dijaga dalam kondisi lembap, dirawat dengan larutan penyimpanan, dan dikalibrasi secara berkala dengan buffer standar.
Bentuk bulb bulat yang digunakan PHscan30S-E cocok untuk larutan non-viskos, seperti air minum, air proses, medium kultur encer, dan air kolam. Bentuk ini membantu elektroda mendapatkan kontak yang stabil dengan sampel, sekaligus mudah dibersihkan. Untuk laboratorium pendidikan dan QA rutin, desain ini merupakan kompromi yang baik antara sensitivitas, kemudahan perawatan, dan biaya.
Karena elektroda terpisah dari bodi elektronik dan bisa diganti, umur pakai alat menjadi lebih panjang. Ketika response elektroda sudah melambat atau slope kalibrasi menurun, pengguna cukup mengganti elektroda tanpa harus mengganti seluruh unit. Ini penting untuk institusi yang memperhatikan biaya kepemilikan (total cost of ownership), seperti kampus atau pabrik dengan banyak titik pengukuran.
Peran Kompensasi Suhu Otomatis (ATC) 0–60 °C
Salah satu sumber error terbesar dalam pengukuran pH adalah suhu. Slope respon elektroda mengikuti suhu: pada 25 °C, slope teoritis sekitar 59.16 mV per satuan pH, dan berubah ketika suhu sampel naik atau turun. Artinya, jika pH diukur pada suhu yang berbeda tanpa koreksi, hasilnya bisa melenceng.
PHscan30S-E dilengkapi kompensasi suhu otomatis (ATC) untuk rentang 0 hingga 60 °C. Dalam praktiknya, alat mengukur suhu sampel melalui sensor internal, lalu menyesuaikan perhitungan pH berdasarkan suhu tersebut. Bagi pengguna, efeknya adalah angka pH yang lebih konsisten meskipun sampel diambil di pagi hari yang dingin atau siang hari yang panas.
Untuk aplikasi seperti WTP, WWTP, akuakultur, dan hidroponik yang sering melakukan pengukuran langsung di lapangan, ATC menghemat banyak waktu. Operator tidak perlu menunggu sampel mencapai suhu ruang di lab; cukup celupkan alat ke sampel, tunggu pembacaan stabil, dan catat. Dalam jangka panjang, fitur ATC membantu menjaga kualitas tren data pH, sehingga analisis proses menjadi lebih dapat diandalkan.
PHscan30S-E sebagai Solusi pH Meter Saku Serbaguna
Keunggulan Praktis Dibanding pH Tester Konvensional
PHscan30S-E diposisikan sebagai pocket pH meter digital portabel untuk penggunaan profesional. Berbeda dengan pH tester “mainan” yang sering ditemui di pasar umum, PHscan30S-E menawarkan kombinasi rentang ukur luas, akurasi tinggi, serta desain yang memang dirancang untuk lingkungan kerja yang serius.
Rentang pH dari -1.00 hingga 15.00 mencakup hampir semua aplikasi umum: dari larutan agak asam hingga sangat basa. Resolusi 0.01 pH dan akurasi ±0.01 pH membuat alat ini cocok untuk QA/QC dan riset, bukan hanya cek kasar. Dengan kemampuan kalibrasi 1 hingga 3 titik menggunakan buffer standar USA maupun NIST, pengguna dapat menyesuaikan prosedur kalibrasi dengan SOP laboratorium masing-masing.
Kelebihan lain adalah sifat tahan air (waterproof pocket tester). Dalam kegiatan sampling di instalasi pengolahan air atau kolam ikan, risiko alat terciprat atau bahkan terjatuh ke air selalu ada. Desain waterproof memberikan rasa aman lebih besar kepada operator, dan mengurangi risiko kerusakan karena kontak singkat dengan air.
Dari sisi paket penjualan, PHscan30S-E sudah dilengkapi buffer pH 4.01, 7.00, dan 10.01 dalam satu plastik box praktis. Artinya, laboratorium dan tim lapangan bisa langsung memulai penggunaan tanpa harus mencari buffer terpisah. Untuk teaching lab, paket ini memudahkan dosen menyiapkan praktikum pH tanpa banyak tambahan perlengkapan.
Bagi industri F&B, farmasi, hingga akuakultur, kombinasi akurasi, portabilitas, dan ketahanan terhadap air membuat PHscan30S-E menjadi alat serbaguna: cukup satu perangkat untuk berbagai titik pengukuran, baik di lab maupun di lapangan.
Desain Fisik dan Ergonomi untuk Kerja Lapangan
Dimensi, Bobot, dan Kenyamanan Penggunaan
Secara fisik PHscan30S-E memiliki dimensi sekitar 185 × 40 mm (panjang × diameter). Ini berarti ukurannya sebanding dengan marker besar atau obeng panjang—cukup ramping untuk digenggam satu tangan dan mudah disimpan di saku jas lab atau tas alat lapangan. Bentuk silindris memanjang memudahkan operator menjangkau beaker, botol sampel, maupun kolam kecil.
Meskipun berat alat tidak dicantumkan secara resmi pada spesifikasi yang tersedia, desain “pocket tester” umumnya ringan, sehingga tidak melelahkan ketika digunakan berkali-kali dalam sesi sampling yang panjang. Operator lapangan bisa berpindah dari satu titik ke titik lain sambil tetap memegang meter di tangan tanpa merasa terbebani.
Material bodi dirancang untuk penggunaan lapangan: kokoh, tahan percikan, dan mudah dibersihkan dengan kain lembap. Permukaan biasanya tidak licin, membantu pegangan tetap mantap walaupun tangan pengguna sedikit basah. Bagi operator yang bekerja di dekat bak aerasi atau unit kimia, kenyamanan dan keamanan pegangan sangat menentukan umur pakai alat.
Kelas tahan airnya disebut sebagai waterproof pocket tester. Walaupun tidak tercantum kode IP spesifik, penyematan istilah waterproof menunjukkan bahwa desain segel dan sambungan bodi telah dibuat untuk meminimalkan risiko kerusakan akibat kontak dengan air. Namun tetap disarankan untuk tidak membiarkan alat terendam lama; perlakukan sebagai alat elektronik presisi yang mendapat perlindungan ekstra, bukan sebagai peralatan selam.
Catu Daya, Umur Baterai, dan Tips Pemakaian
PHscan30S-E digerakkan oleh baterai (jenis dan jumlah tidak dicantumkan di spesifikasi yang tersedia), dengan perkiraan umur pakai sekitar 200 jam pemakaian terus-menerus. Jika dihitung dalam penggunaan nyata—katakanlah 2–3 jam pengukuran aktif per hari—satu set baterai bisa bertahan selama beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung intensitas pemakaian.
Fitur auto power off yang aktif setelah sekitar 8 menit tanpa tombol ditekan membantu menghemat baterai. Banyak operator yang terbiasa meletakkan alat begitu saja setelah pengukuran; tanpa fitur ini, baterai akan cepat terkuras. Dengan auto power off, risiko meter tertinggal dalam kondisi menyala berjam-jam berkurang drastis.
Beberapa tips praktis pemakaian:
-
Simpan meter dalam box plastik yang disertakan ketika tidak digunakan, untuk melindungi dari benturan.
-
Gunakan baterai berkualitas baik untuk menjaga kestabilan suplai daya dan mengurangi risiko alat mati mendadak saat pengukuran penting.
-
Catat tanggal penggantian baterai pada stiker kecil yang ditempel di box; ini membantu perencanaan penggantian sebelum audit atau proyek penting.
-
Jika alat akan disimpan lama, pertimbangkan melepas baterai untuk mencegah kebocoran.
Dengan manajemen daya yang sederhana ini, PHscan30S-E siap mendukung program QA/QC dan pemantauan proses tanpa banyak waktu downtime.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna yang Intuitif
Layar LCD Ganda 21 × 21 mm
PHscan30S-E dilengkapi layar LCD ganda berukuran 21 × 21 mm. Walaupun tidak sebesar layar instrumen bench-top, ukuran ini cukup nyaman dibaca di lapangan. Konfigurasi display ganda memungkinkan penampilan dua informasi sekaligus—misalnya pH dan suhu—sehingga operator tidak perlu menekan banyak tombol hanya untuk melihat kondisi sampel secara lengkap.
Angka pH ditampilkan dengan resolusi dua desimal (0.01 pH), sementara suhu ditampilkan dengan resolusi 0.1 °C atau 0.1 °F. Hal ini memudahkan dalam dokumentasi, terutama ketika SOP menuntut pencatatan pH dan suhu secara bersamaan. Untuk sampling di luar ruangan, operator biasanya sudah terbiasa mencari sudut pandang yang tepat agar pantulan cahaya tidak mengganggu; ukuran karakter yang jelas membantu proses ini.
Walaupun informasi tentang backlight tidak tercantum, di banyak kasus laboratorium indoor pencahayaan ruangan sudah cukup. Untuk sampling di area yang cahayanya kurang (misalnya ruang pompa bawah tanah), membawa senter kecil atau lampu kepala tetap disarankan agar pembacaan angka lebih nyaman.
Tata Letak Tombol, Auto-Read, dan Auto Power Off
Tata letak tombol pada PHscan30S-E dibuat minimalis, biasanya mencakup tombol power, hold/measure, dan tombol-tombol fungsi untuk kalibrasi dan pengaturan. Pendekatan ini membantu operator menguasai alat dengan cepat tanpa harus menghafal banyak kombinasi tombol. Dalam praktek, sebagian besar aktivitas sehari-hari hanya membutuhkan satu atau dua tombol saja.
Fungsi hold/auto-read menjadi salah satu keunggulan fakta. Dalam mode manual hold, operator dapat menekan tombol ketika bacaan dirasa sudah stabil; angka di layar “dibekukan” sehingga mudah dicatat, terutama ketika posisi pengukuran tidak memungkinkan melihat layar dalam waktu lama. Sementara itu, fungsi auto-read measurement endpoint membantu alat secara otomatis menangkap nilai stabil dan menahannya, mengurangi subjektivitas kapan operator menganggap bacaan “sudah stabil”.
Fitur auto power off, seperti telah dibahas, bekerja setelah sekitar 8 menit tanpa aktivitas tombol. Dari sisi pengalaman pengguna, ini mengurangi kekhawatiran akan baterai habis karena lupa mematikan alat. Di sisi lain, operator yang sedang melakukan pengamatan panjang (misalnya menunggu tren pH) perlu sadar dengan batas waktu ini dan sesekali menekan tombol jika ingin alat tetap menyala.
Secara keseluruhan, kombinasi layar yang jelas, jumlah tombol yang minimal, dan fitur otomatis membuat PHscan30S-E cocok digunakan operator dengan berbagai tingkat pengalaman—dari mahasiswa praktikum hingga teknisi senior di fasilitas produksi.
Fitur Praktis yang Mendukung Rutinitas Pengujian
Kalibrasi 1–3 Titik dengan Buffer USA & NIST
Salah satu aspek paling penting dari pH meter adalah fleksibilitas pada saat kalibrasi. PHscan30S-E mendukung kalibrasi 1 hingga 3 titik, dengan pilihan buffer berdasarkan standar USA (pH 4.01 / 7.00 / 10.01) dan NIST (pH 4.01 / 6.86 / 9.18). Untuk laboratorium yang telah memiliki SOP berbasis salah satu standar tersebut, ini jelas menghemat waktu adaptasi.
Kalibrasi 1 titik cocok untuk aplikasi yang tidak menuntut akurasi tinggi atau ketika pengukuran selalu berada di sekitar satu pH tertentu, misalnya pH sekitar netral di sistem air minum. Sementara itu, kalibrasi 2–3 titik lebih disarankan untuk aplikasi QA/QC, riset, dan proses yang melewati rentang pH lebih luas, seperti WWTP, proses kimia, atau fermentasi.
Dalam praktiknya, prosedur kalibrasi yang konsisten—misalnya setiap awal shift atau setiap hari—membantu menjaga kepercayaan pada data. Fitur multi-buffer ini memberi ruang bagi laboratorium untuk memilih kombinasi buffer yang paling relevan dengan rentang kerja mereka. Untuk teaching lab, ini juga kesempatan mengajarkan perbedaan kurva kalibrasi antara standar USA dan NIST secara langsung pada alat.
Elektroda Dapat Diganti untuk Umur Pakai Lebih Panjang
Elektroda pH adalah komponen yang paling sering aus. Biasanya setelah periode tertentu (tergantung frekuensi dan jenis sampel), respon menjadi lambat dan hasil mulai bergeser. PHscan30S-E menggunakan elektroda pH bulb bulat yang dapat diganti, dirancang untuk larutan non-viskos. Ini berarti ketika performa elektroda mulai menurun, pengguna tidak perlu mengganti seluruh alat; cukup mengganti elektroda saja.
Dalam perspektif biaya, hal ini signifikan. Banyak pH tester murah menggunakan elektroda permanen yang terintegrasi dengan bodi, sehingga ketika elektroda rusak, seluruh alat harus diganti. Dengan desain replaceable electrode, investasi pada PHscan30S-E menjadi lebih berkelanjutan, terutama untuk laboratorium yang aktif dengan sampel yang beragam.
Bagi sektor seperti F&B, farmasi, dan kosmetik, kemampuan mengganti elektroda juga berkaitan dengan kepatuhan terhadap prosedur validasi. Ketika elektroda baru dipasang, laboratorium dapat mendokumentasikan nomor batch dan tanggal penggunaan, kemudian mengaitkannya dengan hasil kalibrasi dan pengukuran pada periode tertentu. Hal ini penting untuk kebutuhan audit dan penelusuran (traceability).
Integrasi dengan Sistem Pencatatan Data di Laboratorium dan Lapangan
Strategi Mencatat dan Mengelola Data Tanpa Koneksi PC Langsung
Spesifikasi yang tersedia tidak menyebutkan adanya port komunikasi atau fitur transfer data langsung dari PHscan30S-E ke komputer. Artinya, alat ini lebih tepat diposisikan sebagai pH meter lapangan yang mengandalkan pencatatan manual atau integrasi dengan sistem lain melalui operator, bukan sebagai data logger otomatis.
Meskipun demikian, PHscan30S-E tetap bisa diintegrasikan ke workflow digital modern dengan pendekatan sederhana:
-
Operator mencatat hasil pH dan suhu ke formulir kertas di lapangan, kemudian menginputkannya ke spreadsheet atau LIMS (Laboratory Information Management System) setibanya di kantor.
-
Alternatif lain, banyak tim QA/QC kini menggunakan aplikasi pencatatan di smartphone atau tablet. Operator bisa memasukkan angka langsung ke formulir digital, misalnya Google Sheets atau aplikasi internal, sambil menyertakan informasi titik sampling dan waktu.
-
Fitur auto-read membantu memastikan bahwa angka yang dicatat benar-benar nilai stabil, sehingga meskipun pencatatan dilakukan manual, konsistensi tetap terjaga.
Pendekatan ini memberi fleksibilitas: laboratorium tidak terikat pada software khusus pabrikan dan dapat menyesuaikan format data dengan kebutuhan audit dan pelaporan masing-masing. Untuk perusahaan yang baru memulai digitalisasi data, PHscan30S-E dapat berfungsi sebagai titik awal yang ekonomis sebelum berinvestasi pada sistem instrumen terhubung penuh.
Spesifikasi Teknis Lengkap PHscan30S-E
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Produk | PHscan30S-E Pocket pH Meter |
| Kategori | pH meter digital portabel (pocket pH tester) |
| Model | PHscan30S-E |
| Parameter ukur | pH, suhu (°C / °F) |
| Rentang pH | -1.00 hingga 15.00 pH |
| Resolusi pH | 0.01 pH |
| Akurasi pH | ±0.01 pH |
| Titik kalibrasi pH | 1 hingga 3 titik |
| Opsi buffer pH | USA: 4.01 / 7.00 / 10.01; NIST: 4.01 / 6.86 / 9.18 |
| Rentang suhu | 0 hingga 60 °C (32 hingga 140 °F) |
| Resolusi suhu | 0.1 °C / 0.1 °F |
| Akurasi suhu | ±1 °C / ±1.8 °F |
| Kompensasi suhu | Otomatis (ATC) 0 hingga 60 °C |
| Fungsi hold / auto-read | Manual dan auto-read measurement endpoint |
| Auto power off | Aktif setelah ±8 menit tanpa tombol ditekan |
| Tampilan | Layar LCD ganda 21 × 21 mm |
| Power supply | Tidak dicantumkan |
| Umur baterai | Perkiraan ±200 jam pemakaian terus-menerus |
| Dimensi alat | ±185 × 40 mm (panjang × diameter) |
| Berat alat | Tidak dicantumkan |
| Elektroda | Elektroda pH bulb bulat, dapat diganti, untuk larutan non-viskos |
| Kelas tahan air | Waterproof pocket tester |
| Isi paket PHscan30S-E | Unit PHscan30S, buffer pH 4.01 / 7.00 / 10.01 (reagen), plastik box |
| Aplikasi utama | Laboratorium, air minum, makanan dan minuman, WTP/WWTP, lingkungan, pendidikan |
Secara sederhana, spesifikasi di atas berarti PHscan30S-E berada di kelas pH meter portabel yang cukup presisi untuk digunakan di laboratorium sekaligus tangguh untuk dibawa ke lapangan. Rentang pH yang sangat lebar membuat alat ini tidak mudah “kewalahan” ketika bertemu sampel ekstrem, misalnya larutan alkali kuat di proses kimia atau limbah asam. Resolusi 0.01 pH memberikan detail cukup untuk analisis QA/QC, sementara akurasi ±0.01 pH membuat hasilnya dapat dipercaya, asalkan kalibrasi rutin dilakukan.
Panduan Memilih Komponen Tambahan dan Aksesori
Tabel Rentang pH dan Contoh Aplikasi
Meskipun satu alat PHscan30S-E sudah mencakup banyak kebutuhan, pemahaman mengenai rentang pH aplikasi membantu menentukan buffer kalibrasi yang relevan dan prosedur pemeliharaan yang tepat.
| Rentang pH Umum | Contoh Aplikasi | Rekomendasi Buffer Utama |
|---|---|---|
| 4.0 – 7.5 | Air minum, air permukaan, akuakultur, hidroponik | 4.01 dan 7.00 |
| 6.5 – 8.5 | Air utilitas proses, CIP akhir bilasan | 7.00 dan (opsional) 10.01 |
| 3.0 – 5.0 | Minuman ringan asam, beberapa produk fermentasi | 4.01 dan 7.00 |
| 7.0 – 10.0 | Limbah domestik/aerasi, beberapa bak WWTP | 7.00 dan 10.01 |
| 1.0 – 3.0 / >11 | Proses kimia khusus, pembersih alkali/asam kuat | 4.01, 7.00, dan 10.01 (tiga titik) |
Dengan tabel ini, laboratorium dapat menentukan set buffer mana yang perlu selalu tersedia di lapangan dan mana yang cukup disimpan di lab sebagai cadangan.
Aksesori Pendukung dan Faktor yang Mempengaruhi Hasil
Beberapa aksesori yang layak dipertimbangkan untuk mendukung pemakaian PHscan30S-E:
-
Larutan buffer pH standar (4.01, 6.86 atau 7.00, dan 9.18/10.01) dalam kemasan sachet atau botol.
-
Larutan penyimpanan elektroda pH, agar bulb kaca tidak mengering.
-
Beaker plastik kecil atau botol sampling untuk membawa sampel dari titik yang sulit dijangkau.
-
Tisu bebas serat dan botol semprot air deionisasi untuk membilas elektroda antar sampel.
-
Case atau tas lapangan untuk membawa alat, buffer sachet, dan aksesorinya dalam satu paket.
Faktor yang memengaruhi hasil pengukuran pH antara lain:
-
Kondisi elektroda (bersih/tidak, terkontaminasi, atau sudah menua).
-
Suhu sampel yang jauh berbeda dari suhu referensi; walaupun ada ATC, waktu stabilisasi tetap diperlukan.
-
Pengadukan sampel yang terlalu kuat hingga menimbulkan gelembung udara di sekitar bulb.
-
Kontaminasi silang karena elektroda tidak dibilas dengan benar antar sampel.
Dengan perhatian pada hal-hal ini, PHscan30S-E dapat memberikan data pH yang konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan untuk kebutuhan proses maupun riset.
Studi Kasus: Penerapan PHscan30S-E dalam Berbagai Sektor
Studi Kasus 1 – Pengolahan Air Minum di WTP
Sebuah instalasi pengolahan air minum skala kota menghadapi tantangan fluktuasi kualitas air baku, terutama pada musim hujan. Kekeruhan dan alkalinitas berubah cukup cepat, sehingga dosis koagulan dan pH penyesuaian sering harus dikoreksi. Sebelumnya, operator hanya melakukan pengukuran pH di laboratorium dua jam sekali, dengan membawa sampel dari berbagai titik proses.
Akibat jeda waktu yang panjang, koreksi pH sering terlambat. Koagulasi tidak optimal, konsumsi bahan kimia meningkat, dan kadang air hasil olahan mendekati batas bawah pH yang diizinkan. Setelah menerapkan PHscan30S-E sebagai pH meter lapangan, setiap operator shift dibekali satu unit dengan paket buffer kecil di tas sampling.
Mereka mulai melakukan pengecekan pH langsung di bak koagulasi, flokulasi, dan filtrasi setiap 30–60 menit. Dengan fitur auto-read, mereka dapat dengan cepat memastikan bacaan stabil sebelum mencatat. Data kemudian dikumpulkan dalam spreadsheet harian dan dianalisis oleh supervisor proses.
Dalam beberapa bulan, WTP ini melaporkan penurunan konsumsi bahan kimia penyesuai pH sekitar 10–15%, karena koreksi menjadi lebih tepat sasaran. Selain itu, keluhan pelanggan terkait rasa air yang sedikit “asam” hampir menghilang. Walaupun penghematan ini bukan semata-mata karena alat, PHscan30S-E membantu menyediakan data lapangan yang cukup rapat untuk mengoptimalkan strategi proses.
Studi Kasus 2 – Teaching Lab & Sistem Hidroponik Kampus
Di sebuah fakultas sains dan teknologi, laboratorium pendidikan menghadapi masalah alat pH meter bench-top yang terbatas. Sementara itu, jumlah kelompok praktikum cukup banyak, sehingga mahasiswa sering bergantian menunggu giliran mengukur pH larutan. Di luar itu, kampus juga memiliki sistem hidroponik sebagai proyek penelitian mahasiswa, di mana pH nutrisi perlu dipantau rutin.
Dengan mengadopsi beberapa unit PHscan30S-E, lab menemukan solusi yang fleksibel. Saat praktikum, setiap kelompok mahasiswa memegang satu unit dan belajar langsung melakukan kalibrasi 2–3 titik dengan buffer yang disediakan dalam box. Mereka mendapat pengalaman mandiri memahami hubungan antara pH, suhu, dan kalibrasi.
Di sisi lain, tim hidroponik kampus menggunakan PHscan30S-E untuk mengecek pH larutan nutrisi di greenhouse. Mereka menyusun jadwal pengukuran harian, mencatat pH dan suhu di lembar kerja digital, dan menghubungkannya dengan data pertumbuhan tanaman. Karena alat tahan air dan mudah dibawa, mahasiswa tidak ragu menggunakannya bahkan di area yang lembap.
Hasilnya, variabilitas pH nutrisi berkurang karena koreksi dapat dilakukan segera setelah deviasi terdeteksi. Proyek penelitian pun mendapatkan dataset yang lebih rapi dan kaya untuk dianalisis, sementara teaching lab tidak lagi bergantung hanya pada satu pH meter meja.
Langkah Penggunaan PHscan30S-E di Lokasi Sampling
Contoh Alur di Kolam Budidaya dan Bak WWTP
Bayangkan sebuah tim teknisi yang bertugas memantau pH di kolam budidaya ikan dan bak aerasi WWTP secara berkala. Berikut alur langkah demi langkah menggunakan PHscan30S-E:
-
Persiapan sebelum berangkat ke lapangan
-
Pastikan baterai masih mencukupi; nyalakan sebentar dan cek indikator.
-
Lakukan kalibrasi di laboratorium dengan buffer yang sesuai rentang kerja (misalnya 4.01, 7.00, 10.01).
-
Bilas elektroda dengan air deionisasi, keringkan ringan dengan tisu bebas serat.
-
Simpan meter dan sachet buffer cadangan dalam box plastik untuk dibawa ke lapangan.
-
-
Pengukuran di kolam budidaya ikan
-
Nyalakan alat di dekat kolam.
-
Bilas elektroda dengan air kolam di beaker kecil untuk menyesuaikan kondisi.
-
Celupkan elektroda beberapa sentimeter ke dalam air kolam, hindari menyentuh dasar atau dinding.
-
Goyangkan pelan alat untuk menghilangkan gelembung udara di sekitar bulb.
-
Tunggu hingga angka pH stabil; gunakan fungsi auto-read agar alat menahan nilai stabil.
-
Catat pH dan suhu, serta waktu dan lokasi kolam.
-
Bilas elektroda dengan air bersih sebelum beralih ke kolam lain.
-
-
Pengukuran di bak WWTP
-
Di area WWTP, ulangi proses pembilasan elektroda untuk menghindari kontaminasi silang antara kolam ikan dan bak limbah.
-
Lakukan pengukuran di titik-titik kritis, misalnya inlet bak aerasi, outlet klarifier, dan effluent akhir.
-
Gunakan kembali fungsi auto-read untuk menjamin bahwa angka yang dicatat adalah nilai stabil.
-
Jika perlu, ambil sampel ke beaker untuk pengukuran yang lebih aman di area datar.
-
-
Setelah selesai sampling
-
Bilas elektroda dengan air deionisasi.
-
Jika tersedia, rendam sebentar dalam larutan penyimpanan pH untuk mengembalikan kondisi bulb.
-
Matikan alat (atau biarkan auto power off bekerja) sebelum disimpan dalam box.
-
Segera input data ke spreadsheet atau sistem data digital ketika kembali ke kantor.
-
Dengan prosedur sederhana ini, PHscan30S-E membantu teknisi menjaga konsistensi pengukuran di dua lingkungan yang sangat berbeda—budidaya ikan dan pengolahan air limbah—tanpa perlu alat yang berbeda.
Kesimpulan dan Rekomendasi Penggunaan
PHscan30S-E adalah pocket pH meter digital yang mengisi celah penting antara pH tester sederhana dan pH meter laboratorium bench-top. Dengan rentang pH lebar (-1.00 hingga 15.00), resolusi 0.01 pH, akurasi ±0.01 pH, dan kemampuan kalibrasi 1–3 titik, alat ini cukup kuat untuk kebutuhan QA/QC dan riset, namun tetap praktis untuk dibawa ke lapangan.
Desain waterproof, dimensi ringkas, dan elektroda pH bulb bulat yang dapat diganti menjadikannya pilihan menarik bagi:
-
Laboratorium QA/QC di industri F&B, farmasi, kosmetik, dan proses kimia yang membutuhkan pH meter lapangan untuk verifikasi cepat.
-
Instalasi pengolahan air minum dan air limbah yang membutuhkan alat portabel untuk kontrol proses di titik-titik kritis.
-
Pelaku akuakultur, hidroponik, dan pertanian yang ingin memantau pH air dan larutan nutrisi dengan lebih terukur.
-
Teaching lab di kampus dan sekolah kejuruan yang membutuhkan alat pendidikan yang cukup presisi namun tahan penggunaan intensif oleh mahasiswa.
Jika kebutuhan utama adalah pengukuran pH cepat, akurat, di lingkungan yang sering basah dan berubah-ubah, PHscan30S-E layak dipertimbangkan sebagai pH meter saku andalan. Pengguna hanya perlu menyiapkan prosedur kalibrasi rutin dan perawatan elektroda yang baik, maka alat ini dapat menjadi mitra jangka panjang dalam menjaga kualitas air dan proses.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Seberapa sering PHscan30S-E perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi bergantung pada intensitas pemakaian dan tuntutan akurasi. Untuk QA/QC dan pengolahan air, umumnya dianjurkan kalibrasi harian atau setidaknya setiap awal shift. Untuk penggunaan pendidikan atau monitoring ringan, kalibrasi mingguan bisa dipertimbangkan, asalkan hasil masih memenuhi spesifikasi.
2. Apakah PHscan30S-E bisa digunakan untuk sampel kental atau semi padat?
Elektroda standar PHscan30S-E dirancang untuk larutan non-viskos. Untuk sampel kental (saus, krim, gel kosmetik) atau semi padat, biasanya diperlukan elektroda khusus. Jika aplikasi Anda banyak di sampel seperti itu, sebaiknya konsultasikan ketersediaan tipe elektroda lain yang kompatibel.
3. Apa yang harus dilakukan jika elektroda mulai lambat merespons?
Pertama, lakukan pembersihan elektroda dengan prosedur yang sesuai (misalnya rendam di larutan pembersih khusus atau air hangat ringan, tergantung jenis kontaminan). Bila setelah pembersihan performa tetap menurun dan kalibrasi sulit tercapai, kemungkinan elektroda sudah menua dan perlu diganti.
4. Bisakah PHscan30S-E digunakan di luar ruangan saat hujan?
Desainnya sebagai waterproof pocket tester memberi perlindungan terhadap cipratan dan kontak singkat dengan air. Namun, sebisa mungkin hindari paparan hujan langsung dalam waktu lama dan jangan membiarkan alat terendam. Gunakan payung atau naungan sederhana saat pengukuran di luar ruangan.
5. Apakah data dari PHscan30S-E bisa langsung diunduh ke komputer?
Spesifikasi yang tersedia tidak menyebutkan adanya port komunikasi atau memori internal untuk ekspor data. Pengguna biasanya mencatat hasil secara manual, kemudian memasukkannya ke spreadsheet atau sistem data digital. Pendekatan ini tetap dapat diintegrasikan dengan sistem dokumentasi modern.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengukuran pH yang andal dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti PHscan30S-E Pocket pH Meter dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan kontrol kualitas air, memantau proses, dan memenuhi standar regulasi yang ketat. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian pH di laboratorium maupun lapangan, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Portable Multiparameter Water Quality
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality System
Lihat Produk★★★★★ -

Pocket Multiparameter Water Quality PC-5
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Datalogging pH-mV-ORP-Cond-TDS-Salinity-Temperature Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante904P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante903P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante902P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★
Referensi
-
Rachmawati, S. W., Iswanto, B., & Winarni. (2009). PENGARUH pH PADA PROSES KOAGULASI DENGAN KOAGULAN ALUMINUM SULFAT DAN FERRI KLORIDA. Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL), 5(2), 40–45. Retrieved from https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=3038144&title=PENGARUH%20pH%20PADA%20PROSES%20KOAGULASI%20DENGAN%20KOAGULAN%20ALUMINUM%20SULFAT%20DAN%20FERRI%20KLORIDA&val=27569
-
Junaidi, A., & Hindardi, H. (2021). MONITORING LEVEL NILAI PH HASIL OLAHAN AIR LIMBAH SECARA CEPAT MENGGUNAKAN SMS BERBASIS ARDUINO. Jurnal Teknologi Industri, 5, n.p. Retrieved from https://journal.universitassuryadarma.ac.id/index.php/jti/article/download/762/745














