Di banyak fasilitas pengolahan air—mulai dari WTP air minum, IPAL industri, sampai bak kultur ikan—pH sering menjadi angka kecil yang menentukan keputusan besar. Operator harus memutuskan: perlu penambahan bahan kimia atau tidak, batch produk lolos QC atau ditolak, aerasi di kolam ikan cukup atau berisiko stres pada ikan. Semua bergantung pada data pH yang dipegang di tangan.
Masalahnya, pengukuran pH di lapangan tidak selalu sesederhana di brosur. Di dunia nyata, petugas sering menghadapi beberapa kendala:
-
Sampel diambil di area yang sempit atau kotor (bak aerasi, parit, kolam).
-
Pekerjaan dilakukan di luar ruangan dengan jadwal padat dan waktu terbatas.
-
Instrumen laboratorium besar tidak praktis dibawa ke lapangan.
-
Kertas lakmus dan kit sederhana tidak cukup akurat untuk kebutuhan audit, sertifikasi, atau validasi proses.
-
Alat portabel yang ada kadang lambat stabil, boros baterai, atau sering keluar drift sehingga kalibrasi harus diulang berkali-kali.
Di instansi pengolahan air limbah, misalnya, perbedaan 0,2–0,3 pH saja bisa mengubah efektivitas koagulasi atau proses biologis. Di pabrik minuman dan dairy, pH menentukan keamanan produk dan masa simpan. Di teaching lab dan riset kampus, data pH yang tidak konsisten bikin laporan praktikum dan penelitian sulit dipertanggungjawabkan.
Karena itu, tim QA/QC, operator WTP/WWTP, hingga teknisi di industri makanan, farmasi, kosmetik, dan akuakultur membutuhkan pH meter portabel yang:
-
cukup kecil untuk saku, tapi memiliki akurasi setara alat laboratorium,
-
mudah dikalibrasi dan stabil di berbagai kondisi sampel,
-
mampu mengukur pH dan suhu dengan kompensasi otomatis,
-
siap dipakai berulang kali di lapangan tanpa ribet.
Di sinilah PHscan30S-K masuk sebagai salah satu opsi pocket pH tester yang dirancang khusus untuk pekerjaan lapangan dan inspeksi cepat, tanpa mengorbankan aspek presisi.
Sensor pH Presisi dan ATC: Jantung Teknologi PHscan30S-K
Pada dasarnya, PHscan30S-K adalah kombinasi antara elektroda pH presisi dengan rangkaian elektronik digital dan kompensasi suhu otomatis (ATC). Prinsip kerja dasarnya:
-
Elektroda pH
Di ujung alat terdapat sensor pH berbasis kaca khusus. Permukaan kaca ini merespons konsentrasi ion hidrogen (H⁺) dalam larutan. Perbedaan konsentrasi ion antara dalam dan luar elektroda menimbulkan tegangan listrik yang sangat kecil. -
Konversi sinyal ke angka pH
Rangkaian elektronik internal membaca tegangan tersebut, kemudian mengonversinya menjadi nilai pH berdasarkan persamaan Nernst dan parameter kalibrasi. Proses ini yang membuat angka pH bisa langsung terbaca dalam bentuk digital. -
Kompensasi suhu otomatis (ATC)
Reaksi elektroda pH sangat dipengaruhi suhu. Larutan pada 10 °C dan 40 °C bisa menghasilkan respon berbeda walaupun komposisi kimianya sama. PHscan30S-K memiliki sensor suhu internal; ketika Anda memasukan sensor ke dalam sampel, alat otomatis mengukur suhu dan mengoreksi pembacaan pH sehingga mendekati nilai pada standar referensi (biasanya 25 °C).
Mengapa ini penting dalam jangka panjang?
-
Konsistensi antar-sesi pengukuran
Di instalasi pengolahan air, Anda mungkin mengukur pH saat pagi hari (air dingin) dan siang hari (air lebih hangat). ATC membantu menjaga tren data tetap konsisten sehingga analisis proses lebih dapat dipercaya. -
Mengurangi kebutuhan koreksi manual
Tanpa ATC, teknisi harus menghitung koreksi pH berdasarkan tabel atau rumus. Dalam praktek, hal ini jarang dilakukan secara disiplin sehingga memicu error dan perbedaan antar-operator. -
Mendekati akurasi laboratoris di lapangan
Untuk validasi proses di farmasi, makanan & minuman, atau bioteknologi, perbedaan 0,05–0,1 pH bisa berpengaruh. Kombinasi elektroda presisi dan ATC membantu menjembatani gap antara pengukuran di lapangan dan di laboratorium.
Dibanding metode konvensional seperti kertas lakmus atau titrasi visual, pendekatan digital dengan elektroda dan ATC:
-
memberi angka pH numerik dengan resolusi tinggi,
-
lebih objektif (tidak tergantung persepsi warna operator),
-
dapat diulang dengan presisi yang konsisten selama sensor terpelihara baik.
Bagi tim QA/QC dan operator proses, ini berarti keputusan dapat diambil dengan basis data yang lebih kuat, bukan sekadar “perkiraan”.
PHscan30S-K sebagai Solusi Praktis Pengukuran pH Harian
PHscan30S-K merupakan pocket pH tester portabel untuk cairan yang dirancang untuk berbagai aplikasi umum: air proses, air minum, air limbah, hingga larutan kimia non-viskos. Dari spesifikasi resmi yang tersedia, beberapa poin utama yang membuatnya menarik:
-
Rentang pengukuran luas: -1,00 sampai 15,00 pH
Rentang ini mencakup hampir semua aplikasi umum di industri proses, pengolahan air, pangan, farmasi, dan riset. -
Akurasi pH ±0,01 pH
Akurasi ini berada di kisaran alat laboratoris kelas menengah, sehingga cukup untuk kebutuhan kontrol proses, audit, dan teaching lab yang menuntut ketelitian. -
Kalibrasi 1 sampai 3 titik dengan buffer pH 4,01; 7,00; 10,01
Fleksibilitas kalibrasi membuat alat bisa dioptimalkan untuk area kerja tertentu, misalnya pH asam untuk minuman dan fermentasi, atau pH netral–basa untuk pengolahan air. -
Kompensasi suhu otomatis (ATC)
Mengurangi pengaruh variasi suhu ketika mengukur di lapangan. -
Fitur kenyamanan kerja: auto-read endpoint, auto-power off, pemilihan kelompok buffer pH, dan pilihan unit suhu °C/°F.
Dibanding banyak pocket tester generik yang hanya memberikan angka kasar, PHscan30S-K diposisikan sebagai alat yang masih ringkas tetapi cukup serius untuk pengguna profesional:
-
Di laboratorium QA/QC, alat ini bisa menjadi “perpanjangan tangan” di lapangan untuk verifikasi cepat.
-
Di WTP/WWTP, cocok untuk inspeksi berkala di titik-titik kritis (inlet, outlet, bak netralisasi, bak aerasi).
-
Di akuakultur dan pertanian/hidroponik, pH meter ini membantu memastikan lingkungan ikan dan tanaman tetap pada zona aman.
-
Di industri kosmetik dan F&B, pH formulasi dan produk akhir bisa dipantau dengan cepat tanpa harus selalu membawa sampel ke laboratorium pusat.
Istimewanya, alat ini menggabungkan tampilan dan fungsi instrumen laboratoris, tetapi dalam format yang cukup ringkas untuk dimasukkan ke dalam carrying case dan dibawa di tas kerja lapangan.
Desain Portabel dan Ergonomi untuk Kerja Lapangan
Secara fisik, PHscan30S-K masuk kategori pocket tester. Dari dokumentasi yang tersedia, dimensi dan berat spesifik tidak dicantumkan; namun desainnya memang diarahkan untuk penggunaan satu tangan dan mudah dibawa.
Beberapa aspek desain yang relevan untuk pengguna lapangan:
-
Bentuk memanjang dengan sensor di bagian bawah, sehingga mudah dicelupkan ke dalam beaker, botol sampel, atau langsung ke bak air yang relatif dangkal.
-
Tombol utama terletak di badan atas sehingga jari tidak mengganggu sensor saat pengukuran.
-
Carrying case disertakan sebagai kelengkapan standar. Ini penting untuk melindungi alat dan buffer dari benturan saat dibawa ke lapangan, terutama di area industri atau IPAL yang cenderung keras lingkungannya.
Mengenai catu daya, pada spesifikasi yang tersedia tidak dijelaskan tipe baterai maupun lama pakai. Namun, keberadaan fitur auto-power off mengindikasikan bahwa alat ini sudah dirancang untuk menghemat baterai secara otomatis ketika tidak digunakan. Bagi operator lapangan, ini berarti:
-
mengurangi risiko baterai habis tiba-tiba karena lupa mematikan alat,
-
memperpanjang interval penggantian baterai,
-
lebih aman untuk alat yang sering diserahkan antar-shift.
Karena informasi tentang dimensi, berat, dan rentang suhu operasi tidak dicantumkan secara eksplisit pada sumber resmi yang tersedia, pengguna disarankan memperlakukan PHscan30S-K sebagai alat elektronik lapangan standar:
-
hindari paparan panas ekstrem (misalnya dibiarkan di dashboard mobil yang terjemur),
-
lindungi dari cipratan berat atau perendaman total bila tidak ada keterangan khusus mengenai IP rating,
-
simpan dalam carrying case ketika berpindah lokasi.
Pendekatan sederhana ini pada umumnya cukup untuk menjaga keandalan pocket tester dalam jangka panjang, terutama jika digabung dengan pemeliharaan sensor (pembersihan dan penyimpanan elektroda).
Antarmuka Sederhana, Hasil Cepat
Antarmuka PHscan30S-K dirancang agar teknisi bisa fokus pada sampel, bukan pada menu yang berbelit. Walau spesifikasi tidak mencantumkan ukuran layar atau jumlah tombol secara detail, beberapa hal dapat digarisbawahi dari fitur yang disebutkan:
-
Layar digital menampilkan pH dan suhu sekaligus, dengan kemungkinan adanya indikator stabilitas pembacaan (mengingat tersedia fitur auto-read endpoint).
-
Tombol fungsi biasanya mencakup:
-
tombol power,
-
tombol kalibrasi,
-
tombol mode/shift untuk mengubah unit suhu (°C/°F) dan memilih kelompok buffer,
-
mungkin satu tombol untuk fungsi hold atau navigasi sederhana.
-
Alur kerja khasnya kira-kira seperti ini:
-
Nyalakan alat; jika terakhir dipakai, alat akan kembali ke mode pengukuran.
-
Celupkan sensor ke dalam sampel.
-
Tunggu hingga pembacaan stabil; fitur auto-read endpoint akan membantu menandai saat nilai sudah stabil.
-
Catat pH dan suhu, lalu bilas sensor sebelum berpindah sampel.
Bagi operator dengan beban kerja tinggi—misalnya di IPAL yang harus memeriksa banyak titik sampel per shift—antarmuka yang sederhana berarti:
-
lebih sedikit pelatihan,
-
lebih kecil kemungkinan salah tekan tombol,
-
kecepatan sampling meningkat tanpa mengorbankan kualitas data.
Untuk teaching lab di kampus atau SMK, hal ini juga memudahkan dosen/guru karena mahasiswa tidak perlu belajar menu kompleks hanya untuk mengukur pH dasar.
Fitur Kunci yang Mengurangi Human Error
Beberapa fitur PHscan30S-K langsung menargetkan masalah klasik pada pengukuran pH lapangan: keterlambatan stabilitas, lupa mematikan alat, dan perbedaan gaya kerja antar-operator.
Fitur-fitur penting tersebut antara lain:
Auto-Read Endpoint
Fungsi ini membantu mendeteksi saat pembacaan pH sudah stabil. Dalam praktiknya:
-
operator tidak perlu menebak-nebak kapan angka sudah “tidak bergerak lagi”,
-
meminimalkan variasi antara operator yang satu dengan yang lain dalam menentukan waktu baca,
-
membantu saat mengukur sampel dengan perubahan pH cukup lambat (misalnya air limbah dengan matriks kompleks).
Untuk QA/QC dan riset, ini berarti data yang terekam lebih konsisten dan dapat diandalkan ketika dianalisis sebagai tren.
Auto-Power Off
Di lapangan, alat sering dibiarkan menyala ketika operator berpindah lokasi atau mendata hasil. Fitur auto-power off:
-
menghemat baterai,
-
mengurangi risiko alat mati mendadak di tengah shift karena lupa dimatikan beberapa hari sebelumnya,
-
cocok untuk lingkungan dengan pergantian operator yang sering.
Pemilihan Kelompok Buffer pH
PHscan30S-K menyediakan opsi pemilihan kelompok buffer pH. Ini bermanfaat karena beberapa standar menggunakan set buffer sedikit berbeda (misal NIST vs USA). Dengan memilih kelompok buffer yang sesuai:
-
kalibrasi menjadi lebih intuitif,
-
mengurangi risiko salah memasukkan nilai buffer,
-
memudahkan standardisasi antar-lab atau antar-unit produksi.
Pilihan Unit Suhu °C/°F
Meski terlihat sederhana, pilihan unit °C/°F penting untuk:
-
perusahaan multinasional yang memakai standar dokumen beragam,
-
komunikasi data dengan tim internasional,
-
teaching lab yang ingin memperkenalkan kedua sistem.
Keseluruhan fitur ini mungkin terasa kecil secara terpisah, tetapi jika dijumlahkan, mereka mengurangi banyak sumber kesalahan kecil yang berpotensi menumpuk dalam laporan bulanan atau tahunan.
Integrasi dengan Sistem Pencatatan Data
Pada spesifikasi resmi yang tersedia, tidak ada keterangan mengenai port USB, Bluetooth, atau jenis koneksi lain untuk transfer data langsung ke PC atau LIMS. Artinya, PHscan30S-K terutama ditujukan sebagai alat baca langsung di lapangan, dengan pencatatan manual ke:
-
logsheet kertas,
-
form inspeksi harian,
-
atau aplikasi pencatatan di ponsel/tablet.
Meskipun tidak memiliki fungsi ekspor digital yang eksplisit, alat ini tetap bisa diintegrasikan ke workflow data yang rapi dengan beberapa langkah sederhana:
-
gunakan template Excel atau Google Sheets untuk memasukkan hasil inspeksi pH dan suhu secara konsisten,
-
beri kolom tambahan untuk kode alat dan tanggal kalibrasi terakhir untuk memudahkan audit,
-
di fasilitas dengan sistem SCADA atau LIMS, data dari PHscan30S-K dapat diinput manual oleh operator sebagai verifikasi lapangan terhadap sensor in-line.
Pendekatan ini umum dilakukan di banyak fasilitas, terutama ketika pocket tester hanya salah satu bagian dari sistem monitoring yang lebih besar.
Spesifikasi Teknis PHscan30S-K
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Model | PHscan30S-K |
| Tipe | Pocket pH tester portabel untuk cairan |
| Parameter yang diukur | pH, suhu (°C/°F) |
| Rentang pH | -1,00 sampai 15,00 pH |
| Resolusi pH | Tidak disebutkan |
| Akurasi pH | ±0,01 pH |
| Kalibrasi pH | 1 sampai 3 titik, dengan buffer pH 4,01; 7,00; 10,01 |
| Kompensasi suhu | Otomatis (ATC) |
| Rentang suhu | Tidak disebutkan |
| Resolusi suhu | Tidak disebutkan |
| Akurasi suhu | Tidak disebutkan |
| Fitur utama | Auto-read endpoint, auto-power off, pilihan kelompok buffer pH, pilihan unit °C/°F |
| Aplikasi sampel | Cairan umum, air proses, air limbah, larutan kimia non-viskos |
| Catu daya | Tidak disebutkan |
| Dimensi | Tidak disebutkan |
| Berat | Tidak disebutkan |
| Kelengkapan standar | PHscan30S tester, larutan buffer pH 4,01; 7,00; 10,01, carrying case |
Untuk pembaca yang baru memulai dengan pH meter, beberapa angka penting dapat diibaratkan seperti ini:
-
Rentang -1 sampai 15 pH
Ibarat termometer yang bisa membaca dari “sangat asam” (lebih kuat dari cuka pekat) hingga “sangat basa” (lebih tinggi dari banyak larutan pembersih rumah tangga). Hampir semua cairan proses industri dan laboratorium masih berada di dalam rentang ini. -
Akurasi ±0,01 pH
Bayangkan timbangan yang mampu membedakan selisih 0,1 gram. Di dunia pH, ±0,01 sudah cukup halus untuk melihat perubahan kecil misalnya selama fermentasi, titrasi, atau kontrol air limbah yang sensitif. -
Kalibrasi 1–3 titik
Seperti men-set ulang jam tangan di beberapa patokan waktu. Semakin banyak titik kalibrasi yang digunakan (selama dilakukan dengan benar), semakin percaya diri kita terhadap akurasi alat di rentang pH yang digunakan.
Memilih Buffer, Aksesori, dan Mengelola Faktor Pengganggu
Karena PHscan30S-K sudah disertai larutan buffer pH 4,01; 7,00; dan 10,01 serta carrying case, pengguna praktis bisa langsung memulai. Namun, untuk penggunaan rutin di industri dan riset, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.
Tabel Rentang pH dan Contoh Aplikasi
Tabel berikut membantu memetakan rentang pH umum terhadap contoh penggunaan:
| Rentang pH | Contoh Aplikasi |
|---|---|
| 4,0 – 5,0 | Minuman berkarbonasi, beberapa produk fermentasi, beberapa formulasi kosmetik |
| 5,5 – 6,5 | Produk dairy tertentu, kultur mikroba tertentu |
| 6,5 – 8,5 | Air minum, air proses umum, kolam ikan dan akuakultur, hidroponik |
| 7,0 – 9,0 | Outlet IPAL domestik/industri (sesuai regulasi setempat), kolam aerasi |
| 9,0 – 12,0 | Beberapa proses pencucian alkali, bath plating/galvanis |
| >12,0 | Larutan basa kuat khusus, proses kimia tertentu |
Dengan rentang -1 sampai 15 pH, PHscan30S-K cukup untuk seluruh area di atas.
Aksesori Tambahan yang Perlu Dipertimbangkan
Selain kelengkapan standar, beberapa aksesori yang biasanya diperlukan dalam operasional harian:
-
buffer pH cadangan (4,01; 7,00; 10,01) dalam kemasan sachet atau botol,
-
larutan penyimpanan elektroda (jika dianjurkan oleh pabrikan alat/sensor),
-
beaker plastik kecil atau botol sampel untuk kerja lapangan,
-
tisu bebas serat/kertas khusus untuk mengeringkan sensor tanpa menggores,
-
label dan spidol permanen untuk memberi kode pada sampel.
Faktor yang Mempengaruhi Akurasi Hasil
Beberapa faktor yang sering menjadi sumber masalah dan perlu dikelola:
-
Kebersihan elektroda: lapisan minyak, protein, atau endapan logam dapat membuat pembacaan lambat dan tidak stabil. Pembersihan berkala dengan larutan pembersih sesuai jenis kontaminan sangat membantu.
-
Suhu sampel: walau ada ATC, perubahan suhu ekstrem dapat mempengaruhi stabilitas. Sebisa mungkin hindari mengukur sampel yang baru saja dipanaskan/didinginkan drastis.
-
Pengadukan: sampel yang mengandung padatan tersuspensi sebaiknya diaduk perlahan agar sensor mendapat kontak yang representatif.
-
Kalibrasi rutin: frekuensi kalibrasi tergantung intensitas pemakaian dan tuntutan regulasi. Untuk QA/QC dengan beban tinggi, kalibrasi harian atau sebelum batch penting adalah praktik yang sering dipakai.
-
Penyimpanan alat: jangan menyimpan elektroda dalam keadaan kering terlalu lama; ikuti petunjuk penyimpanan yang disertakan dengan alat atau sensor.
Dengan pengelolaan faktor-faktor ini, PHscan30S-K bisa memberikan data pH yang konsisten dan sesuai dengan kebutuhan audit maupun proses.
Studi Kasus Penerapan PHscan30S-K di Industri dan Lapangan
Studi Kasus Ilustratif 1: IPAL Pabrik Minuman Mengurangi Retur Produk
Bayangkan sebuah pabrik minuman di Jawa Barat yang memiliki IPAL internal untuk mengolah air limbahnya. Sebelumnya, mereka hanya mengandalkan sensor in-line di bak netralisasi tanpa verifikasi rutin. Beberapa kali, pH effluent mendekati batas regulasi ketika terjadi perubahan komposisi limbah dari lini produksi.
Tim lingkungan kemudian menambahkan prosedur inspeksi lapangan menggunakan PHscan30S-K:
-
Operator melakukan pengukuran pH manual di beberapa titik kritis (inlet, bak netralisasi, outlet) setiap beberapa jam.
-
Hasil dicatat dan dibandingkan dengan pembacaan sensor in-line.
-
Jika ditemukan deviasi, sensor in-line diperiksa, dikalibrasi, atau dibersihkan.
Dalam beberapa bulan, tren data menunjukkan variasi pH di outlet menjadi lebih stabil. Meskipun angka “pengurangan downtime 20%” dalam kasus ini bersifat ilustratif, skenario seperti ini realistis: data lapangan yang lebih konsisten memungkinkan tim proses merespons lebih cepat sebelum pH keluar dari batas izin, sehingga mengurangi risiko teguran regulator dan potensi stop produksi.
Studi Kasus Ilustratif 2: Teaching Lab Universitas Mempercepat Praktikum
Sebuah fakultas sains di universitas negeri ingin meningkatkan kualitas praktikum analisis kimia. Sebelumnya, mahasiswa menggunakan kertas lakmus dan pH meter analog yang sudah tua. Hasil praktikum sering bervariasi antar-kelompok, dan dosen kesulitan menjelaskan perbedaan tersebut.
Lab kemudian menambah beberapa unit PHscan30S-K sebagai pH meter portabel:
-
Mahasiswa menggunakan alat ini untuk kalibrasi 2–3 titik dan mengukur pH berbagai larutan standar dan sampel.
-
Fitur auto-read membantu mahasiswa memahami konsep stabilitas pembacaan.
-
Karena alat cukup portabel, praktikum bisa dilakukan juga di luar lab (misalnya mengukur pH air sungai atau air sumur di sekitar kampus).
Hasilnya, variasi data antar-kelompok mahasiswa berkurang, laporan praktikum lebih mudah dibandingkan, dan mahasiswa mendapatkan pengalaman yang lebih mendekati pengukuran pH di industri nyata.
Langkah-Langkah Penggunaan PHscan30S-K di Instalasi Pengolahan Air Limbah
Sebagai contoh praktis, berikut panduan penggunaan PHscan30S-K untuk memantau pH di bak aerasi IPAL sebuah pabrik:
-
Persiapan sebelum turun ke lapangan
-
Pastikan alat sudah dikalibrasi dengan buffer yang sesuai (misalnya 7,00 dan 10,01 pH untuk area netral–basa).
-
Cek kondisi baterai dan bawa buffer sachet cadangan jika diperlukan.
-
Siapkan botol sampel bersih atau beaker plastik.
-
-
Pengambilan sampel
-
Di bak aerasi, ambil sampel pada kedalaman yang cukup (tidak hanya di permukaan berbuih).
-
Hindari mengambil sampel terlalu dekat dengan inlet bahan kimia agar hasil tidak bias.
-
Bila memungkinkan, aduk perlahan beaker agar campuran homogen.
-
-
Pengukuran dengan PHscan30S-K
-
Nyalakan alat.
-
Bilas sensor dengan air deion atau air sampel bersih sebelum pengukuran pertama.
-
Celupkan sensor ke dalam sampel, hindari menyentuhkan sensor ke dinding beaker.
-
Tunggu hingga indikator stabilitas atau fitur auto-read endpoint menunjukkan nilai sudah stabil.
-
Catat pH dan suhu pada logsheet atau aplikasi.
-
-
Antar titik sampling
-
Bilas sensor dengan air bersih sebelum berpindah ke sampel berikutnya (inlet, outlet, bak penyeimbang, dan lain-lain).
-
Jika sampel sangat kotor atau berminyak, lakukan pembersihan sensor sesuai prosedur.
-
-
Setelah selesai pengukuran
-
Bilas sensor dan simpan sesuai petunjuk (misalnya dalam larutan penyimpanan khusus jika dianjurkan).
-
Matikan alat; jika lupa, auto-power off akan membantu, tetapi tetap baik menjadikannya kebiasaan manual.
-
Rekap data pH dan suhu di sistem dokumentasi harian IPAL untuk analisis tren.
-
Dengan alur seperti ini, PHscan30S-K menjadi alat rutin yang membantu operator memantau proses biologis di bak aerasi—parameter pH yang stabil biasanya korelasi dengan kinerja bakteri pengurai yang baik.
Kesimpulan: Siapa yang Paling Diuntungkan dari PHscan30S-K?
PHscan30S-K menempati posisi menarik di antara pH meter portabel: cukup ringkas untuk saku, tetapi spesifikasinya—terutama rentang pH -1 sampai 15 dan akurasi ±0,01 pH—membuatnya relevan bagi pengguna profesional.
Beberapa tipe pengguna yang paling diuntungkan:
-
Lab QA/QC & riset yang membutuhkan verifikasi lapangan cepat tanpa menurunkan standar akurasi.
-
Pengolahan air minum dan air limbah (WTP/WWTP) yang memantau pH di berbagai titik proses.
-
Industri F&B, farmasi, biotek, dan kosmetik yang mengandalkan pH sebagai parameter mutu produk dan formulasi.
-
Akuakultur dan pertanian/hidroponik yang harus menjaga pH lingkungan ikan atau larutan nutrisi agar tetap ideal.
Kelebihan utama PHscan30S-K:
-
rentang lebar dan akurasi baik,
-
ATC untuk konsistensi di berbagai suhu,
-
kalibrasi fleksibel 1–3 titik,
-
fitur auto-read dan auto-power off yang memudahkan kerja lapangan,
-
kelengkapan standar yang sudah mencakup buffer dan carrying case.
Bagi organisasi yang memerlukan logging digital otomatis, mungkin tetap dibutuhkan sistem tambahan di tingkat SCADA atau LIMS. Namun sebagai “alat tangan” yang selalu ikut ke lapangan, PHscan30S-K menawarkan keseimbangan yang baik antara kepraktisan dan presisi.
FAQ PHscan30S-K
1. Apakah PHscan30S-K cocok untuk air limbah yang keruh atau berlumpur?
Cocok untuk pengukuran pH pada air limbah selama elektroda tidak tertutup padatan berat. Disarankan mengukur di sampel yang sudah diambil ke beaker dan diaduk perlahan, lalu membersihkan sensor setelah digunakan agar tidak tertutup endapan.
2. Seberapa sering alat harus dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi bergantung pada intensitas pemakaian dan kebutuhan regulasi. Untuk penggunaan rutin di IPAL atau QA/QC, kalibrasi harian atau sebelum shift penting biasanya dianjurkan. Untuk teaching lab, kalibrasi tiap sesi praktikum sudah cukup.
3. Bisakah PHscan30S-K digunakan untuk sampel yang sangat panas?
Rentang suhu operasi tidak disebutkan secara spesifik. Sebaiknya hindari mengukur sampel yang mendidih atau sangat panas. Biarkan sampel mendingin ke suhu mendekati ruang sebelum diukur untuk menjaga keawetan sensor dan akurasi.
4. Apakah alat ini bisa menyimpan data atau terhubung ke komputer?
Tidak ada informasi resmi mengenai memori internal atau koneksi ke PC. Umumnya, alat ini digunakan sebagai pH tester lapangan dengan pencatatan manual ke logsheet atau aplikasi terpisah.
5. Apa saja yang sudah termasuk dalam paket pembelian?
Kelengkapan standar yang tercantum adalah: PHscan30S tester, larutan buffer pH 4,01; 7,00; 10,01, dan carrying case. Untuk operasional jangka panjang, pengguna biasanya menambah buffer cadangan dan larutan penyimpanan elektroda.
6. Apakah PHscan30S-K bisa dipakai untuk hidroponik dan akuarium?
Bisa. Rentang pH dan akurasinya sangat memadai untuk memantau pH larutan nutrisi hidroponik maupun air akuarium/kolam. Pastikan sensor dibersihkan setelah mengukur media yang mengandung nutrisi tinggi atau bahan organik.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengukuran pH yang andal dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti PHscan30S-K pocket pH tester dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air, formulasi, serta proses kimia. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pemantauan pH pada utilitas maupun proses produksi, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Portable Multiparameter Water Quality
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality System
Lihat Produk★★★★★ -

Pocket Multiparameter Water Quality PC-5
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Datalogging pH-mV-ORP-Cond-TDS-Salinity-Temperature Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante904P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante903P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante902P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★
Referensi
-
Anggraini, N., Agustina, T. E., & Hadiah, F. (2022). Pengaruh pH dalam Pengolahan Air Limbah Laboratorium Dengan Metode Adsorpsi untuk Penurunan Kadar Logam Berat Pb, Cu, dan Cd. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(2), 345–355. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43371
-
Prasetya Dwi W., & Meta K. (2024). Analisis dan Aplikasi Sensor pH, Sensor TDS, Sensor NTU, dan Sensor Suhu untuk Pemantauan Kualitas Air. [Jurnal Teknik / Teknik Elektro], 11(5). https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/engineering/article/view/24570














