Di banyak laboratorium QA/QC, fasilitas pengolahan air, hingga tambak ikan dan instalasi air limbah, pH sering menjadi parameter pertama yang dicek—dan paling sering menimbulkan debat. Angka pH yang tidak konsisten antar shift, hasil yang berbeda antara lab dan lapangan, atau meter yang “ngambek” tiba-tiba saat inspeksi pelanggan, semuanya bisa berujung pada keputusan proses yang keliru.
Di WTP/WWTP, kesalahan pH setengah satuan saja bisa membuat dosis koagulan atau kapur meleset, menyebabkan konsumsi bahan kimia membengkak dan kualitas air tak memenuhi baku mutu. Di industri makanan dan minuman, pH yang tidak stabil bisa memengaruhi rasa, kestabilan mikrobiologis, bahkan masa simpan produk. Sementara di budidaya ikan, pH terlalu asam atau basa membuat ikan stres, nafsu makan turun, dan tingkat kematian meningkat.
Banyak tim di lapangan masih mengandalkan kertas lakmus atau kit kolorimetri sederhana. Metode ini murah, tapi:
-
Sulit dibaca di air keruh atau berwarna.
-
Subjektif: perbedaan persepsi warna antar operator bisa 0,5–1 pH.
-
Tidak praktis untuk pencatatan data jangka panjang.
Di sisi lain, beberapa pH meter portabel terasa “kebesaran”: perangkatnya berat, tidak praktis dibawa ke titik sampling yang jauh, atau elektroda tidak cocok dengan jenis sampel (lumpur, semisolid, atau produk kental). Di banyak kasus, user juga kesulitan merawat elektroda, sehingga umur pakai pendek dan akurasi cepat turun.
Kebutuhan utamanya jelas:
-
Instrumen pH yang ringkas namun akurat, mudah dibawa ke lapangan.
-
Mampu kalibrasi multi-titik untuk menjamin linearitas.
-
Elektrodanya fleksibel, bisa diganti sesuai jenis sampel.
-
Pengoperasian sederhana, sehingga teknisi baru pun cepat menguasai.
Di sinilah pocket pH tester seperti Bante PHscan40 masuk sebagai solusi praktis untuk menyatukan kebutuhan lab dan lapangan dalam satu alat.
Teknologi Elektroda Kaca dan Kompensasi Suhu di Balik PHscan40
Pada dasarnya, PHscan40 adalah pH meter mini yang memanfaatkan teknologi elektroda kaca standar laboratorium. Elektroda ini mengukur beda potensial (tegangan mV) antara larutan sampel dan larutan referensi. Tegangan tersebut kemudian dikonversi menjadi nilai pH oleh rangkaian elektronik di dalam tester. Konsepnya sama dengan pH meter bench top—bedanya, semuanya dikemas ke dalam bodi genggam yang ramping.
Keunggulan penting PHscan40 adalah penggunaan konektor BNC, bukan elektroda tanam seperti banyak pocket tester lain. Artinya, pengguna bebas memilih dan mengganti berbagai jenis elektroda pH sesuai kebutuhan: elektroda umum tipe E201-BNC untuk air, elektroda permukaan datar untuk sampel semisolid, hingga elektroda spear tip untuk tanah atau produk pangan yang lembek.
Selain itu, PHscan40 mendukung kalibrasi 1–3 titik dengan pengenalan otomatis buffer standar USA (pH 4,01; 7,00; 10,01) maupun NIST (pH 4,01; 6,86; 9,18). Dengan tiga titik, kurva respon elektroda bisa di-tracking lebih baik sepanjang rentang pH, sehingga hasil di pH ekstrem (asam atau basa kuat) tetap terjaga.
Faktor lain yang sering dilupakan adalah pengaruh suhu. Reaksi kimia dan respon elektroda pH sangat bergantung pada temperatur. PHscan40 menyediakan kompensasi suhu manual dari 0 hingga 100 °C. User dapat memasukkan suhu sampel (misalnya diukur dengan termometer terpisah), lalu alat akan menyesuaikan perhitungan pH. Pendekatan ini memberi fleksibilitas besar bagi berbagai proses industri yang bekerja di suhu tidak standar, misalnya:
-
Air limbah panas di industri plating.
-
Larutan fermentasi di biotek dan minuman.
-
Proses CIP di industri dairy.
Dibandingkan dengan metode klasik seperti kertas indikator atau kit kolorimetri, pendekatan pH meter digital dengan elektroda kaca menawarkan:
-
Resolusi lebih halus (0,01 pH vs 0,5–1 skala warna).
-
Objektivitas: tidak tergantung penilaian warna operator.
-
Rekalsibrasi berkala sehingga mudah diverifikasi dan diaudit.
-
Rentang kerja lebih luas (−1,00 sampai 15,00 pH).
Untuk kebutuhan QA/QC modern yang menuntut jejak audit dan konsistensi data, teknologi di PHscan40 memberi dasar yang jauh lebih kuat dibanding metode visual sederhana.
PHscan40 sebagai Pocket pH Tester Serbaguna untuk Berbagai Industri
PHscan40 dirancang sebagai pocket pH tester “serasa pH meter laboratorium”, tetapi dengan ukuran dan kemudahan pocket tester. Model ini merupakan varian paling fleksibel dari seri PHscan karena menggunakan BNC connector dan mendukung berbagai elektroda pH.
Apa yang membuatnya menonjol dibanding banyak pocket tester lain?
-
Fleksibilitas elektroda
Kebanyakan pocket tester hanya bisa memakai elektroda bawaan. Ketika elektroda rusak atau tidak cocok dengan sampel, satu-satunya pilihan adalah membeli unit baru. Pada PHscan40, elektroda bisa diganti dengan tipe lain tanpa mengganti alat, sehingga:-
Lebih ekonomis dalam jangka panjang.
-
Satu alat bisa dipakai lintas departemen (air limbah, produksi, lab QC) dengan elektroda berbeda.
-
-
Akurasi laboratorium dalam format genggam
Dengan spesifikasi akurasi ±0,01 pH dan resolusi 0,01 pH, PHscan40 sudah masuk kategori akurasi laboratorium, bukan sekadar “indikatif”. Ini penting bagi:-
Validasi pH produk farmasi atau kosmetik.
-
Pengaturan pH larutan nutrisi hidroponik.
-
Pengujian air minum sesuai SNI.
-
-
Kalibrasi multi-titik & Auto-Read
Dukungan 1–3 titik kalibrasi plus fungsi Auto-Read (auto-lock endpoint) membantu operator mendapatkan angka stabil sebelum mencatatnya, mengurangi risiko salah baca. -
Pengaturan melalui menu yang jelas
PHscan40 memiliki setup menu untuk mengatur buffer set (USA/NIST), jumlah titik kalibrasi, satuan suhu, auto-hold, dan auto-off. Ini memberi keleluasaan bagi laboratorium untuk menyesuaikan instrumen dengan SOP masing-masing.
Dengan kombinasi akurasi tinggi, fleksibilitas elektroda, dan desain portabel, PHscan40 cocok untuk:
-
Lab QA/QC dan teaching lab yang butuh pH meter lapangan dengan standar lab.
-
Pengolahan air minum dan air limbah yang memerlukan sampling di titik-titik sulit.
-
Industri F&B, farmasi, kosmetik, dan kimia proses yang membutuhkan kontrol pH rutin.
Desain Kompak dan Ergonomi untuk Kerja Lapangan
Secara fisik, PHscan40 berbentuk silinder ramping dengan panjang sekitar 175 mm dan diameter 40 mm, dengan berat hanya sekitar 120 g. Ukuran ini membuatnya cukup besar untuk digenggam dengan mantap, namun masih mudah dimasukkan ke dalam saku jas lab atau tas kecil.
Bagian atas bodi menampung layar LCD persegi 21 × 21 mm dan tiga tombol utama. Di bawahnya terdapat area pegangan yang lebih tebal sehingga nyaman saat digunakan di tangan basah atau memakai sarung tangan. Di bagian bawah, konektor BNC eksternal menghubungkan tester ke elektroda pH; elektroda dapat dilepas saat penyimpanan atau diganti ketika diperlukan.
Beberapa hal desain yang relevan untuk penggunaan lapangan:
-
Bahan bodi plastik tahan korosi
Housing didesain untuk lingkungan laboratorium dan lapangan yang basah, dengan rating perlindungan IP54—tahan percikan dan debu ringan, cukup untuk pekerjaan di sekitar bak air, kolam, atau proses produksi yang lembab. -
Catu daya baterai isi ulang
PHscan40 menggunakan baterai isi ulang 3,7 V dengan waktu pakai sekitar 200 jam pengoperasian kontinu per sekali pengisian. Pengisian dilakukan melalui port USB sesuai adaptor 5 V, 500 mA. Ini mengurangi kebutuhan mengganti baterai sekali pakai dan lebih ramah lingkungan. -
Auto-off 8 menit
Untuk mencegah baterai cepat habis karena lupa mematikan, alat akan otomatis mati jika tidak ada tombol yang ditekan selama 8 menit. -
Batas lingkungan operasi
PHscan40 dirancang untuk suhu operasi 0–50 °C dengan kelembapan relatif di bawah 80% (non-kondensasi). Ini menutupi sebagian besar kondisi laboratorium, ruang produksi, hingga area luar ruangan pada iklim tropis Indonesia—asal tidak diletakkan di bawah sinar matahari langsung terlalu lama.
Untuk penggunaan harian, beberapa tips praktis:
-
Simpan unit di dalam carrying case saat dibawa ke lapangan untuk melindungi layar dan tombol.
-
Jangan menjatuhkan atau membiarkannya terendam total di air (ingat, IP54 tahan percikan, bukan menyelam).
-
Setelah bekerja di lingkungan korosif (misalnya air limbah industri), seka bodi tester dengan kain lembab bersih.
Antarmuka Dua Baris: Fokus pada Angka yang Penting
Layar PHscan40 adalah dual-line LCD 21 × 21 mm yang menampilkan pH dan suhu (ketika input kompensasi suhu digunakan), serta ikon-ikon status seperti MEAS, CAL, SETUP, ATC, HOLD, dan indikator baterai. Tampilan dua baris ini membantu operator membaca nilai utama tanpa perlu menekan tombol tambahan.
Tombol kontrol sederhana:
-
Meas
Menyalakan/mematikan alat, mengunci/membuka kunci pembacaan, dan keluar dari mode kalibrasi atau setup. -
Cal
Memulai proses kalibrasi dan menavigasi menu pengaturan. -
Enter
Mengonfirmasi pilihan selama kalibrasi dan pengaturan.
Alur navigasi menu dibuat linear: tekan dan tahan Cal untuk masuk ke setup, lalu gunakan Cal untuk berpindah antar item (buffer, titik kalibrasi, unit suhu, auto-hold, auto-off, reset pabrik) dan Enter untuk menyimpan pilihan. Bagi teknisi baru, kombinasi tiga tombol ini relatif mudah dikuasai dalam satu sesi pelatihan singkat.
Dari sisi pengalaman pengguna, fitur yang terasa membantu adalah:
-
Auto-Read / Auto-Hold
Ketika diaktifkan, PHscan40 otomatis mengenali saat nilai pH sudah stabil dan menampilkan ikon HOLD. Operator dapat fokus memegang elektrode dan sampel tanpa harus menebak “sudah stabil atau belum”. Hal ini sangat berguna di WTP, WWTP, atau tambak ikan yang sering mengukur air dengan kondisi fluktuatif. -
Indikator baterai lemah
Ikon baterai akan berkedip ketika tegangan baterai di bawah batas minimum, memberi waktu bagi pengguna untuk mengisi ulang sebelum inspeksi besar.
Keterbatasannya: PHscan40 tidak menyediakan memori internal untuk menyimpan banyak set data dan tidak memiliki fungsi ekspor digital. Namun, untuk banyak aplikasi QA/QC harian dengan pencatatan ke lembar kerja atau sistem LIMS secara manual, antarmuka sederhana dan jelas justru mengurangi kerumitan.
Fitur Kunci yang Mengurangi Salah Baca dan Menjaga Konsistensi Data
Beberapa fitur inti PHscan40 yang berdampak langsung pada pekerjaan pengguna:
-
Kalibrasi 1–3 titik dengan pengenalan buffer otomatis
Alat mengenali buffer pH 4,01; 7,00; 10,01 (USA) atau 4,01; 6,86; 9,18 (NIST). Ini meminimalkan kesalahan operator memilih nilai buffer yang salah, terutama pada shift malam atau saat trainee baru. -
Fungsi Auto-Read (auto-lock endpoint)
Saat pengukuran, Auto-Read mengunci nilai ketika stabil. Operator tinggal mencatat angka yang sudah “dipegang” oleh alat, mengurangi variasi antar orang dan antar waktu pembacaan. -
Setup menu yang dapat dikunci secara prosedural
Laboratorium dapat menetapkan SOP, misalnya:-
Menggunakan buffer set NIST.
-
Selalu kalibrasi 3 titik.
-
Mengaktifkan Auto-Hold dan Auto-Off.
Setelah itu, perubahan pengaturan dibatasi hanya oleh personel yang berwenang. Pendekatan ini membantu menjaga konsistensi data ketika operator berganti.
-
-
Factory reset
Jika suatu hari pengaturan dan kalibrasi terasa “berantakan” (misalnya setelah dipinjam oleh pihak lain), PHscan40 menyediakan fungsi reset ke kondisi pabrik. Ini menyederhanakan troubleshooting. -
Rentang pH lebar dan notifikasi di luar jangkauan
Dengan rentang −1,00 hingga 15,00 pH, alat mampu menangani air limbah industri yang sangat basa maupun larutan asam kuat. Jika pembacaan keluar dari rentang, layar menampilkan “—-” sehingga operator tahu bahwa sampel perlu diencerkan atau dicek ulang.
Secara praktis, fitur-fitur tersebut berkontribusi pada:
-
Pengurangan waktu re-test akibat kalibrasi kurang tepat.
-
Konsistensi data antar shift dan antar unit.
-
Kemudahan audit, karena prosedur kalibrasi dan penggunaan lebih terstandar.
Integrasi dengan Sistem Pencatatan dan Workflow Lab
Berbeda dengan beberapa pH meter lab berbasis bench top, PHscan40 tidak memiliki port komunikasi data ke PC untuk ekspor langsung ke Excel atau LIMS. USB pada paket hanya digunakan untuk pengisian baterai, bukan untuk pengiriman data pengukuran.
Namun, alat ini tetap dapat diintegrasikan dalam workflow QA/QC modern dengan pendekatan berikut:
-
Pencatatan manual ke lembar kerja terstruktur
Buat template logsheet (kertas atau digital) yang memuat kolom:-
Tanggal & waktu.
-
ID sampel & titik pengambilan.
-
Nilai pH (dan suhu jika diukur).
-
ID operator dan status kalibrasi (misalnya “kalibrasi 3 titik, buffer NIST”).
-
-
Input segera ke LIMS atau spreadsheet
Setelah sesi sampling, operator menginput data ke sistem digital. Dengan Auto-Read dan akurasi tinggi, PHscan40 membantu memastikan angka yang dicatat sudah stabil dan valid. -
Foto layar saat perlu
Pada inspeksi cepat, operator bisa memotret layar PHscan40 di atas sampel sebagai bukti visual tambahan sebelum menyalin ke logsheet.
Pendekatan ini memang tidak seotomatis alat yang memiliki logger internal, tetapi untuk banyak fasilitas dengan volume sampel sedang, PHscan40 sudah cukup efisien dan jauh lebih ekonomis.
Spesifikasi Teknis PHscan40
| Parameter | Nilai / Deskripsi |
|---|---|
| Model | PHscan40 |
| Rentang pH | −1,00 sampai 15,00 pH |
| Resolusi pH | 0,01 pH |
| Akurasi pH | ±0,01 pH |
| Titik kalibrasi | 1 sampai 3 titik |
| Opsi buffer pH | USA (4,01; 7,00; 10,01) atau NIST (4,01; 6,86; 9,18) |
| Pengenalan buffer otomatis | Ya, untuk set USA dan NIST |
| Kompensasi suhu | 0–100 °C (32–212 °F), manual |
| Suhu operasi | 0–50 °C (32–122 °F) |
| Suhu penyimpanan | 0–60 °C (32–140 °F) |
| Kelembapan relatif | <80% (non-kondensasi) |
| Rating perlindungan | IP54 (tahan percikan & debu ringan) |
| Display | Dual-line LCD, 21 × 21 mm |
| Fungsi Auto-Read / Auto-Hold | Ya |
| Auto-off | 8 menit setelah tombol terakhir ditekan |
| Konektor elektroda | BNC |
| Catu daya | Baterai isi ulang 3,7 V |
| Lama pakai baterai | ±200 jam pemakaian kontinu |
| Dimensi | 175 (L) × 40 (Ø) mm |
| Berat | ±120 g |
| Aksesori dalam paket | E201 pH electrode, larutan buffer, kabel USB, adaptor daya, carrying case |
Bagi pengguna baru, angka-angka di atas bisa terasa abstrak. Gambaran sederhananya:
-
Rentang −1 hingga 15 pH: kira-kira mencakup hampir semua sampel yang wajar di industri, dari air limbah asam hingga larutan basa kuat.
-
Akurasi ±0,01 pH: jika nilai sebenarnya 7,00, alat akan membaca di kisaran 6,99–7,01; cukup untuk kebutuhan riset dan validasi proses.
-
IP54: alat aman dari percikan air di sekitar bak aerasi atau kolam ikan, namun jangan “diajak berenang”.
-
200 jam pemakaian: jika dipakai 2–3 jam per hari, pengisian ulang bisa dilakukan sekitar setiap 1–2 bulan.
Memilih Elektroda dan Komponen Tambahan yang Tepat
Karena PHscan40 menggunakan konektor BNC, pemilihan elektroda menjadi kunci performa di lapangan. Berdasarkan brosur dan manual, Bante menyediakan beberapa elektroda dan larutan pendukung.
Tabel rekomendasi elektroda pH dan aplikasi
| Jenis elektroda / larutan | Contoh kode (Bante) | Karakteristik utama | Contoh aplikasi |
|---|---|---|---|
| Elektroda umum air | E201-BNC | Epoxy body, diameter 12 mm, untuk cairan | WTP/WWTP, air minum, sungai, kolam ikan |
| Elektroda permukaan datar | E202-BNC atau E-PHscan-F | Permukaan datar, cocok untuk semisolid | Krim, lotion, pasta gigi, daging giling, jelly |
| Elektroda spear tip | E-PHscan-P | Ujung runcing untuk menusuk sampel lunak | Tanah, keju, buah, adonan roti |
| Elektroda untuk wadah kecil | E-PHscan-L | Membran bulat kecil untuk volume kecil | Tabung reaksi, botol minuman, vial obat |
| Larutan buffer pH set USA | PHCS-USA | pH 4,01; 7,00; 10,01 | Kalibrasi umum untuk proses air & industri |
| Larutan buffer pH set NIST | PHCS-NIST | pH 4,01; 6,86; 9,18 | Lab riset dan kalibrasi mengacu standar NIST |
| Larutan penyimpan elektroda | PHCS-ES | KCl 3M dan buffer asam | Penyimpanan jangka panjang elektroda |
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pengukuran
Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar data pH konsisten:
-
Suhu sampel
Pastikan memasukkan suhu yang benar ke menu kompensasi suhu PHscan40 sebelum kalibrasi dan pengukuran. -
Kebersihan elektroda
Deposit garam, minyak, protein, atau biofilm dapat menurunkan respon elektroda. Manual PHscan40 memberi prosedur pembersihan khusus untuk masing-masing jenis kontaminan (detergen, pepsin, larutan KCl hangat, dll.). -
Kualitas buffer kalibrasi
Selalu gunakan buffer segar. Jangan menuangkan sisa buffer bekas kalibrasi kembali ke botol. -
Waktu kontak
Beri waktu cukup untuk stabilisasi, terutama di sampel dengan viskositas tinggi atau tinggi kandungan padatan tersuspensi.
Dengan memilih kombinasi elektroda yang tepat dan merawatnya sesuai panduan, satu unit PHscan40 dapat melayani berbagai lini produksi dan laboratorium dalam satu fasilitas.
Studi Kasus Pemanfaatan PHscan40
1. Pengolahan Air Minum: Sampling Lebih Cepat, Koreksi Dosis Lebih Tepat
Sebuah instalasi pengolahan air minum skala kota kecil menghadapi masalah variasi pH antara laboratorium dan titik proses. Operator lapangan menggunakan kertas lakmus, sementara lab menggunakan pH meter bench top. Hasil di lapangan sering berbeda 0,5–0,8 pH dari hasil lab, sehingga dosis kapur dan soda api tidak konsisten.
Setelah mengadopsi PHscan40 dengan elektroda E201-BNC, tim QA/QC membuat prosedur:
-
Kalibrasi 3 titik (pH 4,01; 7,00; 10,01) setiap awal shift.
-
Operator lapangan membawa PHscan40 ke setiap titik sampling (raw water, post-coagulation, air jernih).
-
Nilai pH dicatat langsung di logsheet dan dibandingkan dengan hasil pH meter bench top di lab untuk beberapa minggu pertama.
Hasilnya, selisih pH lapangan vs lab turun menjadi <0,1 pH. Dengan Auto-Read, operator tidak lagi tergesa-gesa membaca angka yang masih bergerak. Dampak praktis:
-
Penyesuaian dosis bahan kimia lebih cepat saat terjadi perubahan kualitas air baku.
-
Konsumsi bahan kimia koagulan turun beberapa persen karena overdosis bisa dihindari.
-
Data pH lebih siap ditunjukkan saat audit dari dinas atau pelanggan besar.
2. Budidaya Ikan Air Tawar: Menjaga Stabilitas pH Kolam
Di sebuah usaha budidaya lele intensif, petani sering mengalami lonjakan kematian ikan saat musim hujan. Investigasi awal menunjukkan pH kolam turun drastis setelah hujan deras, tetapi pengukuran selama ini hanya mengandalkan kertas lakmus sehingga respon korektif terlambat.
Dengan menggunakan PHscan40 dan elektroda umum untuk air, petani membuat rutinitas baru:
-
Mengukur pH kolam pagi dan sore hari di beberapa titik.
-
Mencatat data di buku harian budidaya, lengkap dengan dosis kapur yang diberikan.
-
Saat hujan deras, pH diukur segera; jika turun di bawah batas aman, koreksi dilakukan dengan kapur sesuai panduan teknis.
Setelah tiga siklus tebar-panen, petani melihat:
-
Mortalitas ikan berkurang signifikan saat musim hujan.
-
Pertumbuhan ikan lebih seragam, karena pH tidak lagi berfluktuasi ekstrem.
-
Data tertulis memudahkan konsultasi dengan penyuluh perikanan.
Walau angka “20% pengurangan downtime” atau “sekian persen kenaikan hasil panen” dapat bervariasi di setiap lokasi, pola umumnya sama: data pH yang lebih akurat dan konsisten memudahkan pengambilan keputusan, mengurangi trial-and-error, dan akhirnya menghemat biaya.
Langkah demi Langkah Menggunakan PHscan40 di Kolam Budidaya Ikan
Berikut contoh alur penggunaan PHscan40 untuk mengontrol pH kolam budidaya:
-
Persiapan awal
-
Pastikan baterai terisi (tidak ada ikon baterai berkedip).
-
Ambil PHscan40, elektroda pH, dan botol air destilasi untuk bilasan.
-
Siapkan larutan buffer pH (misalnya 4,01; 7,00; 10,01) jika perlu kalibrasi ulang.
-
-
Kalibrasi (disarankan setiap hari atau minimal beberapa hari sekali)
-
Nyalakan alat dengan menekan dan menahan tombol Meas.
-
Tekan Cal untuk masuk mode kalibrasi; alat akan meminta buffer pertama (mis. pH 7,00).
-
Bilas elektroda dengan air destilasi, keringkan ringan dengan tisu bebas serat, lalu celupkan ke buffer 7,00 dan aduk perlahan.
-
Tekan Enter; tunggu hingga pembacaan stabil dan alat menampilkan “End”.
-
Ulangi untuk buffer 4,01 dan 10,01 untuk kalibrasi 3 titik.
-
-
Pengukuran di kolam
-
Bilas elektroda dengan air destilasi, kemudian dengan air kolam.
-
Celupkan elektroda ke kolam pada kedalaman sekitar 20–30 cm, hindari menempel langsung ke permukaan dasar.
-
Aduk perlahan agar sampel homogen.
-
Tunggu hingga Auto-Read mengunci nilai (ikon HOLD muncul).
-
Catat nilai pH dan suhu (jika diinput) pada logsheet, beserta lokasi dan waktu pengukuran.
-
Tekan Meas untuk melepaskan HOLD dan lanjut ke titik berikutnya.
-
-
Setelah selesai
-
Bilas elektroda dengan air destilasi.
-
Simpan elektroda dalam larutan penyimpan KCl 3M atau buffer pH 4,01 dalam botol kecil.
-
Matikan PHscan40; simpan di carrying case agar terlindung dari debu dan kelembaban berlebih.
-
Dengan prosedur sederhana ini, petani atau teknisi dapat memetakan profil pH kolam dari waktu ke waktu dan mengambil tindakan korektif (pengapuran, pergantian air sebagian, penyesuaian pakan) berdasarkan data, bukan perkiraan.
Kesimpulan dan Rekomendasi
PHscan40 hadir sebagai pocket pH tester yang menjembatani kebutuhan lapangan dan standar laboratorium. Dengan:
-
Akurasi ±0,01 pH dan kalibrasi hingga 3 titik,
-
Konektor BNC yang fleksibel untuk berbagai jenis elektroda,
-
Kompensasi suhu manual hingga 100 °C,
-
Desain ringkas, IP54, dan baterai isi ulang dengan waktu pakai panjang,
alat ini sangat relevan untuk:
-
Laboratorium QA/QC di industri air minum, air limbah, F&B, farmasi, kosmetik, dan kimia proses.
-
Teaching lab kampus yang membutuhkan alat praktikum tahan banting namun tetap akurat.
-
Aplikasi lapangan seperti pemantauan sungai, kolam ikan, tambak, atau lahan pertanian/hidroponik.
Jika organisasi Anda membutuhkan satu platform pH portabel yang bisa “tumbuh” bersama kebutuhan—cukup dengan mengganti elektroda tanpa mengganti unit—PHscan40 layak dipertimbangkan sebagai salah satu opsi utama.
FAQ Singkat seputar PHscan40
1. Apakah PHscan40 bisa digunakan untuk mengukur pH tanah?
Bisa, asalkan menggunakan elektroda yang sesuai, misalnya tipe spear tip (E-PHscan-P). Tanah biasanya diekstrak dulu dengan air atau larutan tertentu sebelum diukur agar hasil lebih representatif.
2. Seberapa sering PHscan40 perlu dikalibrasi?
Untuk pekerjaan QA/QC rutin, disarankan kalibrasi minimal sekali sehari atau setiap kali akan digunakan untuk batch pengukuran penting. Jika alat sering berpindah lokasi atau kondisi sampel ekstrem, kalibrasi dapat dilakukan lebih sering.
3. Apakah PHscan40 tahan jika terjatuh ke dalam air?
Dengan rating IP54, alat tahan percikan dan semprotan air, tetapi tidak didesain untuk terendam total. Jika tidak sengaja tercebur, segera angkat, keringkan, dan periksa fungsi sebelum digunakan lagi.
4. Bisakah data dari PHscan40 ditransfer langsung ke komputer?
Tidak. PHscan40 tidak memiliki port komunikasi data; USB hanya untuk pengisian baterai. Pencatatan data dilakukan secara manual ke logsheet atau sistem digital.
5. Berapa umur pakai elektroda pH?
Umumnya 1–2 tahun tergantung frekuensi pemakaian, jenis sampel, dan cara perawatan. Elektroda yang dirawat dengan baik (disimpan dalam larutan penyimpan, dibersihkan sesuai jenis kontaminan) akan bertahan lebih lama.
6. Apakah PHscan40 cocok untuk aplikasi farmasi atau kosmetik yang butuh validasi?
Secara spesifikasi akurasi dan kalibrasi multi-titik, PHscan40 memenuhi banyak kebutuhan kontrol pH di farmasi dan kosmetik. Namun, kepatuhan terhadap regulasi (misalnya dokumentasi, kalibrasi tersertifikasi) tetap harus diatur oleh sistem mutu di masing-masing fasilitas.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan pH yang andal dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti PHscan40 Pocket pH Tester dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air, stabilitas produk, serta kepatuhan terhadap standar regulasi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian pH pada utilitas, proses produksi, maupun aplikasi riset, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang paling sesuai.
Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Portable Multiparameter Water Quality
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality System
Lihat Produk★★★★★ -

Pocket Multiparameter Water Quality PC-5
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Datalogging pH-mV-ORP-Cond-TDS-Salinity-Temperature Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante904P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante903P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante902P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★
Referensi
-
Wicaksana, A. S., & Suprianto, B. (tahun). RANCANG BANGUN SISTEM PENGENDALIAN pH AIR PADA TAMBAK IKAN BANDENG MENGGUNAKAN KONTROLLER PID BERBASIS LABVIEW. Jurnal Teknik Elektro, Universitas Negeri Surabaya. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/download/31243/28363/
-
Fauzi Amani, dkk. (2016). Alat Ukur Kualitas Air Minum Dengan Parameter pH, Suhu, Tingkat Kekeruhan, Dan Jumlah Padatan Terlarut. JETri, 14(1), 49–62. https://www.researchgate.net/publication/331706850_Implementasi_Sistem_Monitoring_Kualitas_Air_Berbasis_Intellegent_Sensor_Ph_Dan_Temperatur_Pada_Wtp_Pnj/fulltext/5c88fdb9a6fdcc38174fdb03/Implementasi-Sistem-Monitoring-Kualitas-Air-Berbasis-Intellegent-Sensor-Ph-Dan-Temperatur-Pada-Wtp-Pnj.pdf?














