Bagi banyak laboratorium dan instalasi pengolahan air, pengukuran pH bukan sekadar angka di layar—ia adalah dasar pengambilan keputusan. Di unit QA/QC minuman, sedikit saja pH menyimpang bisa mengubah rasa, stabilitas, bahkan keamanan produk. Di WTP/WWTP, pH yang keluar dari batas baku mutu berisiko memicu teguran regulator dan keluhan pelanggan. Di bioteknologi dan farmasi, proses fermentasi atau reaksi kimia tertentu sangat sensitif terhadap pH; pergeseran kecil saja dapat mengurangi yield dan meningkatkan biaya produksi.
Masalah di lapangan sering kali berulang: alat lama lambat merespons, pembacaan tidak stabil, data pencatatan masih manual di buku log, dan kalibrasi sering terlupakan sampai auditor datang. Di lokasi outdoor seperti tambak ikan, kebun hidroponik, atau outlet limbah, kondisi lingkungan panas, lembap, dan serba buru-buru membuat teknisi sulit melakukan pencatatan yang rapi. Sementara itu, di teaching lab kampus, dosen sering mengeluhkan waktu praktikum habis hanya untuk menunggu angka pH “diam” di layar.
Selain itu, kebutuhan pelacakan data historis semakin tinggi. Banyak perusahaan mulai menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001, ISO 17025, atau standar industri lain yang menuntut jejak kalibrasi jelas, alarm batas pengukuran tercatat, dan integrasi ke sistem pelaporan. pH meter konvensional yang berdiri sendiri, tanpa memori kuat atau konektivitas, mulai terasa membatasi.
Di sinilah kebutuhan akan pH tester yang ringkas, akurat, mudah digunakan, dan bisa terintegrasi dengan sistem digital menjadi sangat nyata. Sebuah alat yang sanggup dipakai teknisi di lapangan dengan cepat, namun tetap memenuhi kebutuhan dokumentasi laboratorium dan audit.
Teknologi Sensor pH Digital dan Bluetooth: Fondasi di Balik S10
S10 Bluetooth pH Tester memanfaatkan kombinasi teknologi elektroda pH modern, pemrosesan sinyal digital, dan konektivitas nirkabel. Pada dasarnya, pH diukur menggunakan elektroda kaca yang merespons perbedaan konsentrasi ion hidrogen (H⁺) antara larutan sampel dan larutan referensi di dalam elektroda. Respon ini muncul sebagai tegangan listrik (mV) yang sangat kecil—dalam orde milivolt—kemudian dikonversi oleh rangkaian elektronik presisi menjadi nilai pH.
Di S10, pengukuran mV tersedia secara langsung dengan rentang -2000,0 sampai 2000,0 mV dan resolusi 0,1 atau 1 mV. Ini penting bagi peneliti yang ingin menganalisis kondisi elektroda, mempelajari slope Nernst, atau mengembangkan metode sendiri. Proses konversi ke pH dilakukan secara digital dengan resolusi hingga 0,001 pH dan akurasi ±0,002 pH—angka yang sangat memadai untuk aplikasi QA/QC maupun riset lanjutan.
Teknologi kompensasi suhu otomatis (ATC) 0–100 °C membuat S10 mampu memperhitungkan pengaruh temperatur terhadap pembacaan pH. Dalam banyak proses industri, sampel jarang berada tepat di 25 °C; misalnya air limbah yang hangat, kultur mikroba, atau produk minuman pasteurisasi. Tanpa ATC, hasil ukur bisa melenceng karena ketergantungan pH terhadap suhu cukup signifikan.
Di sisi lain, Bluetooth 4.0 (atau lebih baru) yang tertanam dalam S10 membuka pintu integrasi dengan perangkat lain seperti komputer, printer, atau sistem pencatatan digital yang kompatibel. Konsepnya bukan lagi sekadar “alat ukur yang menunjukkan angka”, melainkan node dalam jaringan data kualitas air. Data dapat dikirim, disimpan, dan dianalisis lebih lanjut tanpa ketergantungan pada pencatatan manual yang rawan salah tulis.
Dibandingkan metode konvensional seperti kertas lakmus, titrasi manual, atau pH meter analog tanpa memori, pendekatan digital-terhubung yang dibawa S10 memberikan keuntungan jangka panjang: konsistensi, jejak data yang rapi, dan kemudahan integrasi ke sistem mutu modern.
S10 Bluetooth pH Tester dalam Gambaran: Posisi dan Keunggulan Utama
S10 Bluetooth pH Tester dirancang sebagai pH meter portabel yang mampu menjembatani kebutuhan laboratorium dan lapangan dengan satu perangkat. Model ini mengukur pH dan mV dengan rentang luas: -2,000 hingga 20,000 pH serta -2000,0 hingga 2000,0 mV. Resolusi yang dapat dipilih—0,001 / 0,01 / 0,1 pH serta 0,1 / 1 mV—membuat pengguna bebas menyesuaikan antara kecepatan pembacaan dan ketelitian yang dibutuhkan. Di QA/QC minuman, misalnya, resolusi 0,01 pH biasanya cukup. Namun untuk penelitian enzim atau farmasi, mode 0,001 pH bisa sangat berguna.
S10 mendukung kalibrasi 1 hingga 5 titik dengan pilihan buffer pH internasional: USA, NIST, DIN, serta 5 buffer kustom. Fleksibilitas ini memudahkan laboratorium yang mengikuti prosedur berbeda-beda, atau yang sering bekerja di pH ekstrem (misalnya pH <2 atau >12) dan ingin menggunakan buffer khusus. Akurasi ±0,002 pH menjadikan S10 cocok untuk aplikasi yang membutuhkan toleransi ketat, misalnya validasi pH media kultur sel atau kontrol proses farmasi.
Yang membuat S10 menonjol dibanding banyak pH tester portabel lain adalah kombinasi fitur audit dan pengelolaan data. Ada alarm jatuh tempo kalibrasi (1–99 hari), alarm batas tinggi/rendah, log kalibrasi (menyimpan tanggal, waktu, titik kalibrasi, zero offset, dan slope pH), serta perlindungan kata sandi 6 digit untuk mencegah kalibrasi sembarangan. Bagi lab yang diaudit secara rutin, fitur ini berarti jejak dokumentasi yang jauh lebih kuat.
Selain itu, S10 dapat bekerja dalam mode multiparameter dengan menghubungkan S50 (conductivity tester) dan S80 (dissolved oxygen tester), lalu menampilkan pembacaan secara simultan. Ini menarik untuk sektor akuakultur, WTP/WWTP, atau pengolahan air industri yang biasanya memantau pH, konduktivitas/TDS, dan DO sekaligus. Tanpa harus mengganti alat, teknisi bisa memonitor beberapa parameter dari satu ekosistem instrumen.
Desain Fisik dan Ergonomi untuk Kerja Lapangan dan Laboratorium
Secara dimensi, S10 berukuran 185 x 40 mm dengan bentuk silindris (diameter 40 mm) dan bobot sekitar 120 g. Ukuran ini cukup ringkas untuk digenggam dengan satu tangan, namun masih memberi cukup ruang bagi layar dan tombol sehingga nyaman dioperasikan. Desain seperti “pen besar” memudahkan penyimpanan di tas kecil atau carrying case bawaan dan tidak menyulitkan saat digunakan di area sempit seperti saluran air, bejana kecil, atau botol sampel.
Walaupun detail material body tidak tercantum secara spesifik, secara umum pH tester kategori ini menggunakan plastik teknis tahan kimia untuk menahan percikan larutan dan kontak berkala dengan bahan kimia umum di laboratorium. Lingkup kondisi lingkungan yang diizinkan—0 hingga 50 °C dengan kelembapan relatif <80%—memberi gambaran bahwa S10 aman digunakan di sebagian besar ruang laboratorium ber-AC, ruang produksi, hingga area lapangan yang teduh.
S10 menggunakan baterai isi ulang 3,7 V (umumnya berbasis lithium-ion), yang dapat diisi melalui adaptor 5 V DC dan kabel USB yang sudah termasuk dalam paket. Dari sisi operasional, baterai isi ulang berarti pengguna tidak perlu sering mengganti baterai sekali pakai, mengurangi limbah dan biaya jangka panjang. Untuk penggunaan lapangan, disarankan mengisi penuh baterai sebelum turun ke site dan membawa adaptor/USB cable di dalam carrying case sebagai cadangan jika perlu mengisi ulang di kantor atau mobil laboratorium.
Informasi rating ketahanan air/debu (IP rating) tidak dicantumkan dalam data resmi yang tersedia. Karena itu, pengguna sebaiknya memperlakukan S10 sebagai alat elektronik presisi yang harus dijauhkan dari perendaman total dan dibersihkan dengan lap lembap, bukan dengan menyiram langsung di bawah keran atau merendam seluruh badan instrumen. Untuk penggunaan di area sangat basah, penggunaan pelindung tambahan atau prosedur penanganan hati-hati sangat dianjurkan.
Secara ergonomi, penempatan tombol-tombol utama berada di area yang mudah dijangkau ibu jari saat alat digenggam. Hal ini memudahkan teknisi yang mengambil sampel sambil memegang botol dan alat sekaligus, misalnya ketika melakukan inspeksi sumur pantau atau titik sampling di jalur produksi. Carrying case dalam paket memudahkan transportasi dan menjaga alat tetap terlindungi dari benturan ringan.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
Antarmuka S10 dirancang agar teknisi yang baru pertama kali menggunakan pH tester digital bisa cepat beradaptasi, sementara pengguna berpengalaman tetap mendapatkan pengaturan lanjutan yang mereka butuhkan. Layar utamanya menampilkan nilai pH atau mV, suhu, status stabilitas, serta ikon-ikon fungsi seperti Bluetooth atau alarm. Walaupun ukuran layar tidak disebutkan secara numerik, dari tampilan produk sekelasnya layar ini cukup lega untuk memuat informasi utama tanpa terasa sesak.
Navigasi menu dilakukan melalui tombol fisik dengan fungsi yang jelas: memilih mode pengukuran (pH/mV), mengakses menu kalibrasi, melihat log, mengatur alarm, dan mengubah pengaturan resolusi atau kriteria stabilitas (Fast/Standard/Strict). Kriteria stabilitas ini berguna untuk menyeimbangkan antara kecepatan dan ketelitian. Di lapangan dengan waktu terbatas, pengguna bisa memilih “Fast” agar pembacaan lebih cepat “lock”. Di laboratorium yang menuntut kehati-hatian lebih, mode “Strict” membantu memastikan pembacaan benar-benar stabil sebelum disimpan.
Fitur Auto-read (auto endpoint) membantu mengurangi subjektivitas membaca pH. Alih-alih menebak kapan angka sudah “diam”, S10 akan mendeteksi titik stabil dan secara otomatis mengunci serta menyimpan nilai tersebut. Hal ini penting untuk mengurangi variasi antar-teknisi dan memperbaiki repeatability hasil. Mode pengukuran kontinu tetap tersedia bila pengguna ingin mengamati perubahan pH seiring waktu, misalnya selama titrasi manual atau pemantauan proses.
S10 juga menyediakan fungsi pencatatan berkala (timed interval readings) dengan pilihan interval 10, 30, 60, atau 300 detik. Fitur ini bermanfaat untuk studi tren, misalnya perubahan pH dalam reaktor biotek, bak aerasi, atau kolam ikan selama beberapa menit. Pengguna dapat meninggalkan alat merekam dan kembali untuk melihat pola tanpa harus mencatat satu per satu.
Dari sisi perlindungan, password 6 digit membatasi siapa yang diizinkan mengubah setting atau melakukan kalibrasi. Ini relevan bagi laboratorium terakreditasi yang perlu memastikan hanya personel berwenang yang dapat mengubah faktor yang memengaruhi hasil ukur. Auto-off (jika tersedia dalam pengaturan umum S10) biasanya hadir untuk menghemat baterai ketika alat tidak digunakan. Secara keseluruhan, kombinasi layar yang informatif, tombol fisik yang jelas, dan menu yang terstruktur membuat pengalaman pengguna cukup intuitif, bahkan untuk teknisi baru.
Fungsi Pintar yang Meningkatkan Efisiensi Pengukuran
Keunggulan S10 bukan hanya pada akurasi, tetapi pada fungsi-fungsi pintar yang memudahkan rutinitas pengukuran harian. Salah satu yang paling signifikan adalah sistem alarm. Limit alarm akan berbunyi atau menampilkan peringatan ketika hasil pengukuran pH melampaui batas tinggi/ rendah yang telah ditetapkan. Di instalasi pengolahan air, batas ini bisa disesuaikan dengan baku mutu internal atau regulasi. Teknisinya tidak perlu terus-menerus mengingat angka; alat yang mengingatkan.
Kalibration due alarm membantu memastikan jadwal kalibrasi tidak terlewat. Pengguna dapat mengatur jeda 1–99 hari sesuai SOP. Saat tenggat tercapai, S10 akan mengingatkan bahwa kalibrasi perlu dilakukan. Dalam konteks audit, ini sangat membantu menjaga kepatuhan—ada bukti bahwa sistem memang dirancang agar kalibrasi tidak diabaikan.
Log kalibrasi yang mencatat tanggal, waktu, titik buffer, zero offset, dan slope elektroda memberikan gambaran kesehatan alat dari waktu ke waktu. Penyimpangan slope dari nilai teoritis sekitar 100% dapat menjadi indikasi bahwa elektroda mulai menua atau terkontaminasi. Dengan log ini, teknisi dapat mengambil keputusan kapan elektroda perlu dibersihkan atau diganti sebelum benar-benar gagal.
Fitur multiparameter melalui koneksi dengan S50 (konduktivitas) dan S80 (dissolved oxygen) membuat S10 menjadi pusat tampilan untuk beberapa parameter. Di akuakultur, misalnya, kualitas air ikan ditentukan oleh kombinasi pH, DO, dan kadang salinitas/konduktivitas. Dengan konfigurasi ini, operator bisa melihat kondisi air lebih menyeluruh tanpa berpindah-pindah alat, mengurangi waktu sampling dan potensi salah baca.
Password protection 6 digit adalah fitur yang kerap dianggap sepele, namun sangat penting di lingkungan dengan banyak pengguna. Tanpa perlindungan ini, siapa pun bisa mengubah offset, slope, atau pengaturan alarm yang pada akhirnya memengaruhi kualitas data. Dengan password, lab dapat membatasi akses hanya pada supervisor atau analis senior.
Terakhir, fungsi reset ke pengaturan pabrik berguna ketika alat sudah sering diutak-atik atau akan dipindahkan ke unit lain. Dalam satu langkah, semua pengaturan kembali ke kondisi standar sehingga mengurangi risiko adanya konfigurasi “warisan” yang membingungkan pengguna baru. Semua fungsi pintar ini pada dasarnya bertujuan sama: mempersingkat waktu kerja, meningkatkan konsistensi, dan mengurangi sumber kesalahan manusia.
Integrasi Data dan Konektivitas ke Sistem Eksternal
S10 menyediakan fitur transfer data melalui memori internal dan koneksi ke printer. Informasi rinci mengenai kapasitas memori tidak tercantum, tetapi keberadaan opsi “Memory/Printer” menunjukkan bahwa data hasil pengukuran dapat disimpan dan kemudian dikirim ke perangkat eksternal. Dalam praktiknya, hal ini dapat dilakukan lewat koneksi kabel atau melalui perangkat yang kompatibel dengan Bluetooth 4.0.
Bluetooth 4.0 atau versi lebih baru memungkinkan S10 berkomunikasi dengan komputer, tablet, atau sistem pencatat lain yang mendukung. Dengan demikian, hasil pengukuran dapat ditransfer secara digital tanpa perlu mencatat manual ke Excel atau LIMS. Bagi laboratorium dengan volume sampel tinggi—misalnya pabrik minuman besar atau laboratorium lingkungan—pengurangan kerja administratif ini bisa sangat terasa. Kesalahan pengetikan angka juga dapat ditekan signifikan.
Dalam workflow yang lebih maju, data pH dari S10 dapat diintegrasikan ke sistem manajemen data laboratorium (LIMS) atau software QA/QC internal. Tekniknya bisa melalui ekspor file teks atau spreadsheet, atau melalui modul aplikasi lain yang mampu menerima data dari perangkat Bluetooth. Setelah diimpor, data pH dapat digabung dengan parameter lain (misal COD, BOD, konduktivitas, DO) untuk analisis tren jangka panjang, kontrol statistik proses (SPC), dan pembuatan laporan audit.
Bagi pengguna di pabrik kimia atau plating/galvanis, integrasi ini membantu memantau kestabilan bath secara historis. Perubahan pH yang perlahan keluar dari rentang ideal akan terlihat lebih jelas dalam grafik tren ketimbang sekadar melihat angka harian. Hal yang sama berlaku di pertanian hidroponik yang mengatur nutrisi berdasarkan kisaran pH tertentu: data historis membantu mengevaluasi efektivitas jadwal penggantian larutan atau penambahan buffer.
Secara keseluruhan, kombinasi memori dan konektivitas Bluetooth menjadikan S10 bukan hanya alat ukur, tetapi bagian dari rantai sistem informasi kualitas air yang lebih besar.
Spesifikasi Teknis S10 Bluetooth pH Tester
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Model | S10 Bluetooth pH Tester |
| Pengukuran pH – Rentang | -2,000 hingga 20,000 pH |
| Pengukuran pH – Resolusi | 0,001 / 0,01 / 0,1 pH, dapat dipilih |
| Pengukuran pH – Akurasi | ±0,002 pH |
| Kalibrasi pH | 1 hingga 5 titik |
| Opsi Buffer pH | USA / NIST / DIN / 5 buffer kustom |
| Pengukuran mV – Rentang | -2000,0 hingga 2000,0 mV |
| Pengukuran mV – Resolusi | 0,1 / 1 mV, dapat dipilih |
| Pengukuran mV – Akurasi | ±0,2 mV |
| Kompensasi Suhu | Otomatis, 0 hingga 100 °C (32–212 °F) |
| Kriteria Stabilitas | Fast / Standard / Strict |
| Mode Pengukuran | Kontinu / Auto-read (endpoint) |
| Pembacaan Berkala | Interval 10 / 30 / 60 / 300 detik atau nonaktif |
| Alarm Jatuh Tempo Kalibrasi | 1 hingga 99 hari atau nonaktif |
| Alarm Batas Atas/Bawah | Dapat dipilih (limit alarm) |
| Log Kalibrasi | Menyimpan tanggal, waktu, titik kalibrasi, zero offset, dan slope |
| Proteksi Kata Sandi | 6 digit |
| Konektivitas | Bluetooth 4.0 atau lebih baru |
| Jangkauan Nirkabel Maksimum | 10 m |
| Transfer Data | Memori / Printer |
| Fungsi Multiparameter | Dapat terhubung ke S50 (konduktivitas) dan S80 (DO) secara simultan |
| Fungsi Reset | Mengembalikan semua pengaturan ke standar pabrik |
| Catu Daya | Baterai isi ulang 3,7 V |
| Adaptor Pengisian | 5 V DC power adapter (dalam paket) |
| Kondisi Lingkungan Operasi | 0 hingga 50 °C; kelembapan relatif <80% |
| Dimensi | 185 x 40 mm (diameter) |
| Berat | 120 g |
| Isi Paket | S10, buffer pH 4,01 / 7,00 / 10,01, kabel USB, adaptor 5 V, carrying case |
Bagi pengguna pemula, angka-angka di atas bisa dibayangkan seperti resolusi kamera. Resolusi 0,001 pH setara dengan “mode foto RAW” yang sangat detail, sementara 0,1 pH seperti “mode foto cepat”—detail cukup untuk kebutuhan harian, dengan respon lebih ringan. Rentang pengukuran pH hingga 20 memungkinkan alat digunakan dari larutan sangat asam hingga sangat basa, sementara rentang mV yang luas berguna sebagai “mode manual” untuk melihat sinyal asli elektroda. Suhu 0–100 °C berarti alat mampu beradaptasi dari air dingin hingga proses mendidih, selama elektroda yang digunakan juga sesuai.
Panduan Memilih Komponen Tambahan dan Aksesori
Walau S10 sudah datang sebagai paket siap pakai, pemilihan buffer kalibrasi, elektroda (jika tersedia varian berbeda), dan konfigurasi multiparameter tetap penting untuk mengoptimalkan kinerja di berbagai aplikasi. Tabel berikut memberikan gambaran rentang pH yang umum dan contoh penerapannya:
| Kisaran pH Sampel | Contoh Aplikasi | Rekomendasi Praktis |
|---|---|---|
| 3,0 – 5,0 | Minuman ringan berkarbonasi, jus buah, fermentasi awal | Gunakan buffer 4,01 dan 7,00 untuk kalibrasi dua titik; cocok untuk QA/QC F&B |
| 5,5 – 7,5 | Air minum, akuakultur, media kultur mikroba | Kalibrasi 3–4 titik (4,01–7,00–10,01) untuk akurasi lebih baik |
| 6,0 – 9,0 | Air limbah domestik, WTP/WWTP, cooling water | Gunakan kombinasi buffer 4,01–7,00–10,01; pertimbangkan mode alarm batas pH |
| 1,0 – 3,0 | Larutan pickling, proses plating/galvanis | Tambahkan buffer kustom pH rendah bila dibutuhkan; periksa ketahanan elektroda |
| 9,0 – 13,0 | Larutan pembersih alkalis, industri kimia tertentu | Gunakan buffer 10,01 dan buffer kustom sesuai SOP; perhatikan material elektroda |
Aksesori yang termasuk paket S10:
-
Larutan buffer pH 4,01; 7,00; dan 10,01 (untuk kalibrasi awal).
-
Kabel USB untuk pengisian dan/atau transfer data sesuai perangkat.
-
Adaptor daya 5 V DC.
-
Carrying case untuk penyimpanan dan transportasi.
Tambahan yang sering disiapkan pengguna (tergantung kebutuhan):
-
Elektroda pH cadangan atau khusus (misalnya untuk sampel viskos, mengandung protein, atau suhu tinggi) jika tersedia dari produsen.
-
Larutan penyimpanan elektroda pH dan larutan pembersih spesifik.
-
S50 conductivity tester dan S80 dissolved oxygen tester untuk konfigurasi multiparameter.
Faktor yang memengaruhi kualitas hasil pengukuran antara lain:
-
Kondisi elektroda (kebersihan, usia, dan cara penyimpanan).
-
Frekuensi dan kualitas kalibrasi (buffer segar, suhu sama dengan sampel).
-
Suhu sampel dan kemampuan kompensasi suhu.
-
Homogenitas sampel (aduk ringan sebelum pengukuran).
-
Kebiasaan operator, misalnya menunggu stabilitas cukup sebelum menekan “hold” atau menyimpan data.
Dengan memperhatikan aspek-aspek ini, S10 dapat memberikan kinerja optimal di berbagai lingkungan kerja.
Penerapan S10 di Dunia Nyata: Dua Skenario Lapangan
1. QA/QC Pabrik Minuman: Mengurangi Downtime karena Deviasi pH
Sebuah pabrik minuman teh siap minum menghadapi masalah deviasi pH di jalur produksi. Sebelumnya, mereka menggunakan pH meter meja di laboratorium dan melakukan sampling batch per batch. Hasilnya, deviasi pH baru diketahui beberapa jam setelah produksi berjalan. Ketika ditemukan batch yang tidak memenuhi spesifikasi, mereka harus menghentikan jalur, mengevaluasi produksi, dan kadang membuang produk yang sudah terlanjur dikemas—downtime dan waste meningkat.
Setelah mengadopsi S10 Bluetooth pH Tester, pabrik ini mengubah strategi menjadi inline sampling yang lebih sering. Operator di lantai produksi mengambil sampel pada titik kritis dan mengukur langsung dengan S10, menggunakan limit alarm untuk batas pH. Begitu pH mendekati batas, alarm memberi peringatan dini sehingga operator dapat melakukan penyesuaian formulasi (misalnya dosis asam atau buffer) sebelum deviasi terlalu jauh.
Data yang disimpan di S10 kemudian ditransfer ke sistem QA/QC untuk dianalisis dan dibandingkan dengan hasil akhir produk. Dengan pendekatan ini, perusahaan mampu mengurangi insiden batch di luar spesifikasi dan mengurangi downtime sekitar 20% dalam beberapa bulan pertama. Selain itu, log kalibrasi membantu saat audit eksternal; auditor dapat melihat bahwa alat dikalibrasi secara rutin dan rentang pH dikontrol ketat.
2. Pengolahan Air Limbah Industri: Pemantauan Lapangan yang Lebih Terkontrol
Di sebuah WWTP industri kimia, operator harus memantau pH di beberapa titik: influent, bak netralisasi, bak aerasi, dan outlet ke saluran umum. Sebelumnya, mereka menggunakan beberapa pH meter berbeda dengan pencatatan manual di formulir kertas. Perbedaan cara baca antar-operator sering menimbulkan perdebatan ketika hasil outlet mendekati batas baku mutu.
Dengan S10, operator kini membawa satu instrumen yang dikalibrasi terpusat dengan buffer standar. Mereka memanfaatkan fungsi interval reading untuk memantau perubahan pH di bak netralisasi saat penambahan asam/basa koreksi. Limit alarm diatur sesuai baku mutu internal dan regulasi. Jika pH outlet mendekati batas, alarm berbunyi dan operator dapat segera mengecek sistem dosing.
Log kalibrasi dan data hasil pengukuran kemudian dikompilasi untuk pelaporan berkala ke manajemen dan otoritas lingkungan. Karena semua pengukuran berasal dari alat yang sama dengan jejak kalibrasi jelas, kepercayaan pada data meningkat. Diskusi dengan auditor pun menjadi lebih objektif, karena ada bukti digital yang mendukung.
Langkah-Langkah Menggunakan S10 untuk Pengujian di Lapangan
Sebagai contoh, bayangkan penggunaan S10 di tambak ikan air tawar yang ingin menjaga pH ideal 6,8–7,5 agar ikan tumbuh optimal dan tidak stres. Berikut langkah praktisnya:
-
Persiapan Awal
-
Pastikan baterai S10 terisi penuh.
-
Siapkan buffer kalibrasi 4,01; 7,00; dan 10,01 di gelas kecil.
-
Bilas elektroda dengan air deionisasi atau air bersih, lalu keringkan ringan dengan tisu bebas serat.
-
-
Kalibrasi di Pagi Hari
-
Nyalakan S10 dan masuk ke menu kalibrasi.
-
Pilih jenis buffer (misalnya USA) yang sesuai dengan larutan buffer yang digunakan.
-
Celupkan elektroda ke buffer pH 7,00 terlebih dahulu; aduk perlahan; tunggu hingga indikator stabilitas menunjukkan stabil; konfirmasi titik kalibrasi.
-
Ulangi untuk buffer 4,01 dan 10,01 jika ingin kalibrasi tiga titik.
-
Pastikan S10 menyimpan kalibrasi dan tidak memunculkan pesan error.
-
-
Pengukuran di Kolam
-
Di lokasi kolam, celupkan elektroda ke dalam air setinggi garis yang dianjurkan. Hindari menyentuh dasar kolam atau dinding agar elektroda tidak rusak.
-
Pilih mode Auto-read agar S10 menentukan titik stabil secara otomatis.
-
Tunggu hingga indikasi endpoint muncul, lalu simpan hasil. Jika limit alarm diatur pada 6,5–8,0, S10 akan memberi peringatan bila pH keluar dari rentang ini.
-
Ulangi untuk beberapa titik kolam (dekat inlet, tengah, dekat outlet) untuk melihat sebaran kondisi pH.
-
-
Pengelolaan Data
-
Setelah selesai, bersihkan elektroda dan simpan dalam larutan penyimpanan.
-
Kembalikan ke kantor, hubungkan S10 dengan perangkat penyimpanan data atau printer jika tersedia.
-
Unduh hasil pengukuran dan buat grafik tren pH harian. Data ini dapat digunakan untuk menilai jadwal aerasi, penambahan kapur/dolomit, atau perubahan manajemen pakan.
-
-
Perawatan Berkala
-
Ikuti alarm kalibrasi; jika diatur 14 hari, lakukan kalibrasi ulang sebelum tanggal jatuh tempo.
-
Jika slope elektroda mulai menurun di log kalibrasi, lakukan pembersihan atau pertimbangkan penggantian elektroda.
-
Langkah-langkah serupa dapat diadaptasi untuk laboratorium kampus, pabrik minuman, atau WWTP, dengan penyesuaian pada buffer, frekuensi kalibrasi, dan batas alarm sesuai SOP masing-masing.
Kesimpulan dan Rekomendasi
S10 Bluetooth pH Tester menawarkan kombinasi akurasi tinggi, fleksibilitas kalibrasi, dan fitur manajemen data yang jarang ditemukan pada pH tester portabel biasa. Dengan rentang pH -2 hingga 20, resolusi hingga 0,001 pH, akurasi ±0,002 pH, serta kompensasi suhu otomatis, alat ini cocok untuk berbagai kebutuhan mulai dari teaching lab kampus, QA/QC F&B, farmasi, biotek, hingga pengolahan air dan akuakultur.
Fitur-fitur seperti limit alarm, alarm jatuh tempo kalibrasi, log kalibrasi lengkap, proteksi password, dan kemampuan multiparameter menjadikan S10 selaras dengan tuntutan sistem manajemen mutu modern. Konektivitas Bluetooth dan opsi transfer data ke memori/printer mendukung integrasi dengan workflow digital, mengurangi pencatatan manual, dan meningkatkan keandalan data.
S10 paling menguntungkan bagi:
-
Laboratorium QA/QC yang membutuhkan jejak kalibrasi dan data rapi.
-
Instalasi WTP/WWTP yang memerlukan pemantauan pH rutin dan dokumentasi untuk pelaporan regulasi.
-
Pabrik makanan dan minuman yang ingin mengurangi deviasi pH dan downtime produksi.
-
Unit riset kampus yang membutuhkan pH meter portabel dengan fleksibilitas tinggi.
-
Sektor akuakultur dan hidroponik yang memantau kualitas air secara berkala.
Bagi organisasi yang baru memulai digitalisasi pengukuran pH, S10 dapat menjadi titik masuk yang baik: form factor sederhana, namun dengan fitur yang cukup untuk mendukung kebutuhan audit dan integrasi data.
FAQ Singkat
1. Seberapa sering S10 perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi tergantung intensitas penggunaan dan persyaratan mutu. Banyak laboratorium memilih kalibrasi harian atau setiap kali pergantian jenis sampel. S10 menyediakan alarm jatuh tempo kalibrasi 1–99 hari untuk membantu menjaga jadwal ini.
2. Apakah S10 bisa digunakan untuk sampel dengan suhu tinggi?
S10 mendukung kompensasi suhu otomatis 0–100 °C, namun pastikan elektroda yang digunakan juga dirancang untuk suhu tinggi. Hindari perubahan suhu ekstrem secara mendadak agar elektroda lebih awet.
3. Bisakah S10 digunakan di luar ruangan seperti tambak atau kebun hidroponik?
Bisa, selama suhu lingkungan berada antara 0–50 °C dan kelembapan tidak melebihi 80%. Hindari perendaman seluruh badan alat dan lindungi dari hujan langsung. Gunakan carrying case untuk transportasi yang lebih aman.
4. Apa manfaat melihat mode mV di S10?
Mode mV membantu mengevaluasi kinerja elektroda (slope dan offset) serta berguna untuk beberapa metode khusus yang menggunakan potensial listrik langsung. Peneliti dapat memantau perubahan sinyal elektroda secara lebih detail.
5. Apakah S10 mendukung lebih dari satu pengguna dalam hal keamanan?
S10 menyediakan password 6 digit untuk membatasi akses ke pengaturan sensitif seperti kalibrasi dan konfigurasi alarm. Laboratorium dapat menyimpan password di level supervisor sehingga teknisi biasa hanya melakukan pengukuran tanpa mengubah setting kritis.
6. Apa keuntungan konfigurasi multiparameter dengan S50 dan S80?
Konfigurasi ini memungkinkan pemantauan pH, konduktivitas, dan DO secara bersamaan. Sangat berguna di akuakultur, WTP/WWTP, dan proses industri yang bergantung pada kombinasi parameter kualitas air, sehingga keputusan operasional dapat diambil lebih cepat dan komprehensif.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengukuran pH yang akurat dan terdokumentasi dengan baik dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti S10 Bluetooth pH Tester dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air, formulasi, dan proses produksi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi, efisiensi, dan integrasi data pengujian pH di fasilitas Anda, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi instrumen yang paling tepat.
Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Portable Multiparameter Water Quality
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality System
Lihat Produk★★★★★ -

Pocket Multiparameter Water Quality PC-5
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Datalogging pH-mV-ORP-Cond-TDS-Salinity-Temperature Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante904P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante903P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante902P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★
Referensi
-
Devirizanty, D., Nurmalawati, S., & Hartanto, C. (2021). PERBANDINGAN UNJUK KINERJA BERBAGAI TIPE pH METER DIGITAL DI LABORATORIUM KIMIA. Jurnal Pengelolaan Laboratorium Sains dan Teknologi, 1(1), 1–9. Retrieved from https://ejournal.unib.ac.id/index.php/labsaintek/article/view/15460
-
Krisno, W., Nursahidin, R., Sitorus, R. Y., Ananda, F. R., & Guskarnali, G. (2021). PENENTUAN KUALITAS AIR MINUM DALAM KEMASAN DITINJAU DARI PARAMETER NILAI PH DAN TDS. Proceedings of National Colloquium Research and Community Service, 5, 188–190. Retrieved from https://journal.ubb.ac.id/snppm/article/view/2747














