Teknisi laboratorium Indonesia sedang menggunakan S30 Bluetooth Ion Tester di tepi bak pengolahan air limbah untuk mengukur konsentrasi ion secara langsung di lapangan dengan latar instalasi WTP/WWTP.

S30 Bluetooth Ion Tester: Pengukuran Ion Akurat untuk Kontrol Kualitas Air Laboratorium & Lapangan

Daftar Isi

Di banyak fasilitas pengolahan air, laboratorium QA/QC, hingga pabrik makanan dan minuman, pengukuran ion seperti fluoride, amonia, nitrat, klorida, maupun ion selektif lain sering menjadi parameter krusial. Namun, di lapangan masih sering ditemui pola yang sama: alat ukur yang dipakai sederhana, kalibrasi jarang dilakukan, pencatatan data masih manual di buku tulis, dan operator berganti-ganti. Akibatnya, angka yang muncul di laporan kadang berbeda jauh dengan kondisi nyata di proses.

Di instalasi pengolahan air limbah (WWTP), misalnya, pengendalian amonia dan nitrat menentukan apakah effluent memenuhi baku mutu atau tidak. Jika pengukuran meleset, plant bisa:

  • Memboroskan bahan kimia (overdosing nutrien atau bahan pengendali)

  • Mengalami kegagalan proses biologis (misalnya beban amonia terlalu tinggi)

  • Terancam sanksi regulasi karena nilai outlet tidak terkendali

Hal serupa terjadi di industri makanan & minuman. Ion tertentu (misalnya klorida, fluorida, atau natrium) sering dipantau untuk menjamin konsistensi rasa dan keamanan. Namun, ketika pengukuran mengandalkan titrasi manual atau alat yang tidak stabil, perbedaan kecil 5–10% saja sudah cukup menyebabkan batch produk ditolak, atau minimal membutuhkan rework yang memakan waktu.

Di laboratorium kampus dan teaching lab, tantangan sedikit berbeda. Asisten dan mahasiswa membutuhkan alat yang:

  • Mudah digunakan tanpa pelatihan rumit

  • Memberi hasil cepat dengan akurasi yang layak untuk praktikum

  • Mempunyai fitur dokumentasi data sehingga laporan praktikum tidak lagi bergantung pada “foto layar” atau catatan tergesa-gesa

Di sisi lain, tim QA/QC selalu dikejar oleh tuntutan dokumentasi: kapan alat dikalibrasi, siapa yang melakukan, memakai standar berapa ppm, bagaimana tren drift-nya, dan sebagainya. Tanpa alat yang bisa menyimpan data, alarm kalibrasi, dan konektivitas digital, semua hal itu harus diatur manual—rawan kelupaan dan sulit diaudit.

Singkatnya, masalah utama yang sering muncul adalah:

  • Ketidakpastian hasil (akurasi & repeatability)

  • Keterbatasan dokumentasi dan jejak kalibrasi

  • Proses kerja yang lambat dan padat catatan manual

  • Risiko human error saat membaca, mencatat, dan mengolah data

Di titik inilah perangkat seperti S30 Bluetooth Ion Tester mulai terasa relevan: bukan sekadar alat ukur, tetapi bagian dari sistem pengendalian proses dan dokumentasi kualitas yang lebih modern.

Teknologi Inti: Ion Selective Electrode & Pencatatan Digital Nirkabel

S30 Bluetooth Ion Tester bekerja dengan teknologi ion-selective electrode (ISE), yaitu elektroda yang dirancang khusus untuk “mengenali” ion tertentu di dalam larutan. Secara sederhana, elektroda ini mengukur beda potensial listrik (dalam milivolt) antara elektroda kerja dan elektroda referensi, lalu mengonversinya menjadi konsentrasi ion melalui persamaan Nernst.

Gambaran kasarnya begini:
bayangkan membran di ujung elektroda sebagai “gerbang” yang hanya peduli pada satu jenis ion, misalnya F⁻, NO₃⁻, atau NH₄⁺. Ketika ion yang sesuai hadir dalam larutan, gerbang tersebut merespons dengan perubahan tegangan yang sangat kecil. Perubahan inilah yang dideteksi dan diterjemahkan oleh rangkaian elektronik S30 menjadi nilai konsentrasi dalam satuan:

  • ppm

  • mg/L

  • mol/L

  • mmol/L

Keunggulan pendekatan ISE dibandingkan metode konvensional seperti titrasi manual atau uji warna (colorimetric) antara lain:

  • Pengukuran langsung (direct reading) tanpa perlu banyak reagen

  • Lebih cepat: cukup celupkan elektroda, tunggu stabil, baca hasil

  • Dapat diaplikasikan untuk rentang konsentrasi yang luas (0,001 sampai 30.000)

  • Tidak tergantung subjektivitas pengamat terhadap perubahan warna

S30 tidak hanya mengandalkan teknologi ISE. Ia juga menggabungkannya dengan:

  • Mode direct reading, known addition/subtraction, serta sample addition/subtraction untuk perhitungan yang lebih akurat pada sampel kompleks

  • Pengukuran mV murni (-2000,0 hingga 2000,0 mV) bagi mereka yang ingin melakukan analisis lanjutan atau kalibrasi manual

  • Bluetooth 4.0 untuk mengirim data ke perangkat lain dalam radius hingga 10 m

Dalam jangka panjang, pendekatan ini membantu banyak laboratorium dan fasilitas produksi bertransisi dari sistem pengukuran “analog” menuju workflow digital:

  • Data tersimpan otomatis, siap dikirim ke PC atau printer

  • Jejak kalibrasi terdokumentasi rapi

  • Risiko salah tulis dan penggandaan data berkurang drastis

Alih-alih hanya mengejar angka sesaat, teknologi yang digunakan S30 mendukung ketelusuran data (traceability)—sesuatu yang makin penting dalam audit mutu, sertifikasi, maupun pemenuhan regulasi industri.

Sekilas Tentang S30 Bluetooth Ion Tester dan Keunggulan Utamanya

S30 Bluetooth Ion Tester adalah alat portabel untuk mengukur konsentrasi ion spesifik dan potensial mV, dengan dukungan konektivitas Bluetooth dan fitur dokumentasi lengkap. Dalam satu perangkat ringkas, ia menggabungkan:

  • Pengukuran ion dengan akurasi tinggi
    (±0,5% dari full scale untuk ion monovalen, ±1% F.S. untuk ion divalen)

  • Rentang pengukuran luas
    0,001 hingga 30.000 (tergantung rentang elektroda)

  • Pengukuran mV presisi
    dengan akurasi ±0,2 mV

Yang membuat S30 terasa berbeda dibanding banyak ion meter portabel lain di kelasnya adalah kombinasi:

  1. Fleksibilitas metode pengukuran
    Tidak hanya direct reading, tetapi juga known addition/ subtraction dan sample addition/ subtraction. Ini sangat membantu ketika matrix sampel kompleks, misalnya air limbah industri dengan banyak ion pengganggu.

  2. Manajemen elektroda yang mendukung hingga 3 elektroda ion selektif
    Pengguna dapat mengatur dan menyimpan parameter sampai tiga jenis ISE, memudahkan switching antar parameter (misalnya nitrat – amonia – fluorida) tanpa harus mengulang setup dari awal.

  3. Fitur alarm dan log kalibrasi terintegrasi
    S30 memiliki:

    • Alarm pengingat kalibrasi (1–99 hari)

    • Log kalibrasi yang menyimpan tanggal, waktu, titik kalibrasi, dan slope elektroda

    Dengan begitu, tim QA/QC tidak lagi bergantung pada catatan manual atau ingatan operator soal kapan terakhir alat dikalibrasi.

  4. Konektivitas Bluetooth + opsi transfer ke memori/printer
    Data dapat dikirim secara nirkabel dalam radius hingga 10 m. Ini mempermudah pengumpulan data secara terpusat, misalnya saat ronda sampling di area plant.

  5. Password protection dan fungsi reset
    Pengaturan kalibrasi dan konfigurasi penting dapat dilindungi dengan password 6 digit. Jika sewaktu-waktu konfigurasi “berantakan”, tersedia fungsi reset ke pengaturan pabrik.

Bagi laboratorium QC, WWTP/WTP, hingga industri kimia dan plating, kombinasi fitur ini berarti: pengukuran ion yang lebih konsisten, terdokumentasi, dan siap diaudit.

Desain Fisik, Dimensi, dan Ergonomi di Lapangan

Secara fisik, S30 dirancang sebagai teser portabel berbentuk memanjang yang nyaman digenggam. Dimensinya sekitar 175 × 40 mm (diameter) dengan berat 120 g, sehingga terasa ringan saat dibawa berkeliling plant atau ke beberapa titik sampling di area lapangan.

Beberapa aspek desain yang penting untuk pengguna:

  • Bentuk silindris memanjang membuat alat mudah dimasukkan ke dalam tas, carrying case, atau saku lab coat besar.

  • Bobot 120 g cukup ringan untuk digunakan dengan satu tangan, mengurangi kelelahan saat banyak titik pengukuran.

  • Paket standar sudah termasuk carrying case, sehingga perangkat, elektroda, dan solusi standar dapat disusun rapi dan terlindungi ketika dibawa ke lokasi sampling.

Untuk pasokan daya, S30 menggunakan baterai isi ulang 3,7 V (rechargeable). Pengisian dapat dilakukan via USB cable dan adaptor DC 5 V yang sudah termasuk dalam paket. Untuk pekerjaan lapangan:

  • Pengisian bisa dilakukan di laboratorium atau langsung dari port USB komputer/ laptop.

  • Baterai isi ulang mengurangi ketergantungan pada baterai sekali pakai, sekaligus menekan biaya operasional jangka panjang.

Kondisi lingkungan operasi yang disarankan:

  • Suhu: 0 hingga 50°C (32–122°F)

  • Kelembapan relatif: < 80%

Artinya, S30 cocok digunakan di lingkungan laboratorium ber-AC maupun area lapangan tropis asal tidak terpapar panas ekstrem dan tidak dibiarkan basah kuyup. Produsen tidak menyebutkan rating IP khusus, sehingga pengguna sebaiknya memperlakukan alat ini sebagai perangkat elektronik yang perlu dijaga dari percikan berlebih, rendaman, atau semprotan tekanan tinggi.

Dengan desain seperti ini, S30 cukup fleksibel untuk:

  • Ronda sampling di WTP/WWTP

  • Pengukuran di bak proses plating/galvanis

  • Pengambilan data di kolam budidaya ikan/udang (untuk parameter ion relevan seperti amonia)

  • Pengukuran cepat di lini produksi F&B atau laboratorium pabrik

Tanpa harus membawa benchtop meter besar atau bergantung pada titrasi di laboratorium pusat.

Antarmuka Pengguna: Layar, Tombol, dan Alur Operasi

S30 dilengkapi display digital yang menampilkan:

  • Nilai konsentrasi ion atau mV

  • Satuan (ppm, mg/L, mol/L, mmol/L)

  • Informasi status seperti mode pengukuran, stabilitas, dan indikasi alarm

Walaupun ukuran layar tidak disebutkan secara numerik, layoutnya dirancang agar:

  • Angka utama terbaca jelas dari jarak tangan normal

  • Informasi tambahan (satuan, ikon stabilitas) tidak membuat tampilan berantakan

Tata letak tombol sederhana dan intuitif. Biasanya terdiri dari:

  • Tombol power

  • Tombol navigasi menu (naik/turun, enter)

  • Tombol fungsi seperti mode, kalibrasi, dan hold/auto-read

Navigasi menu memungkinkan pengguna:

  • Memilih jenis satuan

  • Mengatur mode stabilitas (Fast/Standard/Strict)

  • Mengubah mode pengukuran (Continuous atau Auto-read)

  • Menyetel interval pembacaan (10/30/60/300 detik atau off)

  • Mengatur alarm batas atas/bawah dan pengingat kalibrasi

  • Mengaktifkan atau mengubah password

Bagi teknisi yang terbiasa dengan instrumen modern, alur ini cukup familiar dan tidak membutuhkan pelatihan panjang. Untuk operator baru, pola navigasi yang konsisten sangat membantu mengurangi kesalahan pengaturan.

Fitur kualitas hidup yang menonjol:

  • Auto-read (Auto-hold)
    Alat akan mengenali saat pembacaan sudah stabil, kemudian “mengunci” nilai tersebut. Operator tidak perlu menebak kapan angka sudah berhenti bergerak.

  • Timed interval readings
    Pengukuran bisa diatur otomatis setiap 10, 30, 60, atau 300 detik. Data tiap titik waktu dapat dikirim ke memori atau printer, sangat praktis untuk studi kinetika atau pemantauan tren jangka pendek.

  • Alarm batas tinggi/rendah
    Ketika hasil melewati batas yang diset, alarm akan memberi indikasi. Dalam praktik, ini mempermudah screening cepat: operator hanya perlu memperhatikan apakah hasil “aman” atau “melebihi batas”.

Gabungan antarmuka yang lugas, display jelas, dan fitur-fitur ini membuat S30 nyaman digunakan baik oleh analis senior maupun operator lapangan yang jarang memegang alat ukur canggih.

Fitur Kunci yang Menghemat Waktu dan Menguatkan Jejak Audit

Beberapa fitur S30 benar-benar terasa manfaatnya ketika masuk ke pola kerja harian:

  1. Auto-read & kriteria stabilitas (Fast/Standard/Strict)

    • Mode Fast untuk pekerjaan lapangan yang membutuhkan kecepatan: begitu pembacaan relatif stabil, nilai akan dikunci.

    • Mode Strict untuk laboratorium yang mengutamakan repeatability, dengan kriteria stabilitas lebih ketat.

    Ini mengurangi subjektivitas operator dalam menentukan kapan hasil “boleh dibaca”.

  2. Kalibrasi multi titik (2–5 points) dengan standar hingga 10.000 ppm
    S30 mendukung solusi kalibrasi pada konsentrasi:

    • 0,001

    • 0,01

    • 0,1

    • 1

    • 10

    • 100

    • 1000

    • 10.000

    Dengan 2–5 titik kalibrasi, kurva respon elektroda dapat disesuaikan dengan rentang konsentrasi yang paling relevan. Ini penting untuk aplikasi seperti air limbah (konsentrasi tinggi) maupun air minum (konsentrasi rendah).

  3. Calibration log & calibration due alarm

    • Log kalibrasi menyimpan tanggal, jam, titik kalibrasi, dan slope elektroda.

    • Alarm pengingat kalibrasi dapat diset 1–99 hari.

    Di bawah tekanan audit, fitur ini mempermudah pembuktian bahwa alat digunakan dalam status terkalibrasi.

  4. Password protection (6 digit)
    Hanya personel berwenang yang dapat mengubah pengaturan penting, misalnya parameter kalibrasi atau konfigurasi elektroda. Ini mengurangi risiko “tombol tertekan tidak sengaja” atau perubahan setting tanpa jejak.

  5. Limit alarm
    Batas tinggi dan rendah dapat diset sesuai SOP. Operator cukup melihat apakah alarm aktif untuk mengetahui sampel berada di luar spesifikasi.

  6. Reset to factory defaults
    Jika suatu saat konfigurasi kacau (misalnya setelah dipakai sebagai alat praktikum oleh banyak mahasiswa), pengguna bisa mengembalikan seluruh pengaturan ke kondisi pabrik.

  7. Timed interval measurement ke memori/printer
    Untuk pemantauan tren, misalnya pelarutan atau reaksi penyesuaian ion, pengaturan interval 10–300 detik yang mengirim data ke memori atau printer akan sangat menghemat waktu. Tidak perlu menekan tombol manual tiap kali mengambil data.

Fitur-fitur ini tidak hanya membuat pekerjaan lebih cepat, tetapi juga memperkuat keterlacakan. Dalam audit internal maupun eksternal, rekaman kalibrasi, pengaturan alarm, dan data terarsip rapi akan jauh lebih meyakinkan daripada catatan tulis tangan di buku.

Integrasi dengan Sistem Data dan Workflow Digital

S30 dilengkapi beberapa opsi transfer data:

  • Penyimpanan ke memori internal, yang kemudian dapat dikirim ke perangkat lain

  • Opsi output ke printer

  • Bluetooth 4.0 dengan jangkauan hingga 10 m untuk komunikasi nirkabel

Dalam praktik, kombinasi ini dapat dimanfaatkan untuk:

  • Mengirim data langsung ke PC/laptop untuk diolah di Excel atau diimpor ke LIMS

  • Mencetak hasil pengukuran penting secara langsung untuk ditempel di lembar kerja atau disertakan di batch record

  • Mengumpulkan data dari beberapa titik sampling ke satu perangkat penerima di ruang kontrol tanpa membawa-bawa buku catatan

Walaupun format file dan software spesifik tidak dijelaskan di spesifikasi yang diberikan, pendekatan umum yang sering dipakai adalah:

  • Output dalam bentuk tabel (waktu, nilai, satuan, ID sampel) yang kemudian mudah diolah

  • Kemungkinan integrasi ke sistem pelaporan kualitas atau sistem pemantauan proses

Bagi organisasi yang sedang beralih ke pencatatan tanpa kertas (paperless), kehadiran Bluetooth dan fitur transfer data ini menjadi langkah awal yang penting. Data tidak lagi “terkunci” di dalam alat, tetapi mengalir ke sistem yang lebih besar untuk analisis tren, pelaporan berkala, dan dokumentasi audit.

Spesifikasi Teknis S30 Bluetooth Ion Tester

Tabel Spesifikasi Utama

Kategori Parameter Nilai / Keterangan
Model S30
Pengukuran Ion Rentang 0,001 – 30.000 (tergantung rentang elektroda)
Resolusi 0,001; 0,01; 0,1; 1 (otomatis)
Akurasi ±0,5% F.S. (ion monovalen), ±1% F.S. (ion divalen)
Kalibrasi 2 – 5 titik
Larutan kalibrasi 0,001 / 0,01 / 0,1 / 1 / 10 / 100 / 1000 / 10.000
Satuan ppm, mg/L, mol/L, mmol/L
Metode pengukuran Direct reading, known addition, known subtraction, sample addition, sample subtraction
Manajemen Elektroda Jumlah elektroda Hingga 3 elektroda ion selektif
Pengukuran mV Rentang -2000,0 hingga 2000,0 mV
Resolusi 0,1 / 1 (dapat dipilih)
Akurasi ±0,2 mV
Kompensasi Suhu Rentang 0 – 100°C (32 – 212°F), manual
Stabilitas & Mode Baca Kriteria stabilitas Fast / Standard / Strict
Mode pengukuran Continuous / Auto-read measurement endpoint
Interval pembacaan 10 / 30 / 60 / 300 detik atau off
Alarm & Keamanan Alarm jatuh tempo kalibrasi 1 – 99 hari atau off
Alarm batas tinggi/rendah Dapat dipilih
Proteksi sandi 6 digit
Transfer Data Opsi Memori / Printer
Konektivitas Bluetooth Versi 4.0 atau lebih tinggi, jangkauan hingga 10 m
Catu Daya Baterai Baterai isi ulang 3,7 V
Lingkungan Operasi Suhu 0 – 50°C (32 – 122°F)
Kelembapan relatif < 80%
Dimensi Ukuran 175 × 40 (Ø) mm
Berat 120 g
Isi Paket Standar Ion selective electrode, larutan standar ion 100 & 1000 ppm, ionic strength adjuster, kabel USB, adaptor DC 5 V, carrying case
Fitur Tambahan Auto-read, timed interval measurement, limit alarm, calibration due alarm, calibration log, password protection, reset ke pengaturan pabrik

Membaca Angka Spesifikasi untuk Pengguna Pemula

Beberapa angka di atas mungkin terasa “teknis”. Berikut cara membacanya secara sederhana:

  • Akurasi ±0,5% F.S.
    Jika rentang pengukuran Anda, misalnya, 0–1000 ppm, maka kesalahan maksimum yang diizinkan sekitar 5 ppm pada skala penuh. Untuk banyak aplikasi air minum dan air limbah, ini sudah lebih dari cukup.

  • Resolusi 0,001
    Artinya S30 mampu menampilkan perubahan sekecil 0,001 unit pada rentang rendah. Ini berguna untuk analisis konsentrasi sangat rendah di laboratorium riset.

  • Rentang mV hingga ±2000,0 mV
    Sangat lebar untuk berbagai jenis elektroda dan aplikasi potensial lain, bukan hanya ISE standar. Laboratorium pendidikan dapat memanfaatkannya untuk demonstrasi berbagai eksperimen elektro-kimia.

  • Kompensasi suhu manual 0–100°C
    Pengguna memasukkan nilai suhu secara manual (dari termometer lain atau sensor eksternal). Ini penting karena respon elektroda ISE bergantung pada suhu.

Singkatnya, spesifikasi S30 menempatkannya sebagai alat yang cukup fleksibel untuk riset, QA/QC industri, dan aplikasi lapangan, dengan akurasi yang memadai untuk kebutuhan regulasi sebagian besar sektor air dan proses.

Panduan Memilih Elektroda & Aksesori untuk Berbagai Aplikasi

Karena S30 menggunakan elektroda ion selektif, pemilihan jenis elektroda dan standar sangat menentukan keberhasilan pengukuran. Berikut tabel ilustratif pemilihan berdasarkan jenis aplikasi (sesuaikan dengan penawaran elektroda dari pemasok):

Aplikasi / Sektor Ion yang Umum Dipantau Contoh Elektroda / Rentang Konsentrasi Umum
Air minum & pengolahan air bersih Fluorida (F⁻), nitrat (NO₃⁻) ISE F⁻, 0,1 – 10 ppm; ISE NO₃⁻, 1 – 100 ppm
Air limbah domestik & industri Amonia (NH₄⁺), nitrat, klorida ISE NH₄⁺, 1 – 1000 ppm; ISE Cl⁻, 10 – 10.000 ppm
Industri plating / galvanis Sianida, klorida ISE CN⁻, ISE Cl⁻
Akuakultur (ikan/udang) Amonia, nitrit/nitrat ISE NH₄⁺, NO₂⁻/NO₃⁻ sesuai rentang toksisitas
Pertanian & hidroponik Nitrat, kalium ISE NO₃⁻, ISE K⁺
Farmasi & biotek Ion proses spesifik (mis. Cl⁻) ISE sesuai ion target dan rentang validasi

Aksesori yang relevan untuk S30:

  • Elektroda ion selektif tambahan sesuai aplikasi (F⁻, NO₃⁻, NH₄⁺, Cl⁻, dan lain-lain)

  • Larutan standar ion dengan beberapa level konsentrasi

  • Ionic Strength Adjuster (ISA) tambahan untuk menjaga kekuatan ionik larutan

  • Larutan penyimpanan dan pembersih elektroda

  • Printer kompatibel (bila diperlukan)

  • Kabel atau dongle tambahan untuk integrasi data (jika disediakan produsen)

Faktor yang memengaruhi hasil pengukuran:

  • pH dan kekuatan ionik sampel; sering kali perlu penambahan ISA

  • Suhu; harus dikompensasi dengan memasukkan nilai aktual

  • Kondisi ujung elektroda (membran kotor, tergores, atau jenuh)

  • Waktu kontak; biarkan elektroda mencapai kestabilan sebelum membaca

  • Kalibrasi; pastikan menggunakan standar segar dan mengikuti rentang konsentrasi yang mendekati sampel

Dengan kombinasi elektroda dan aksesori yang tepat, S30 dapat dioptimalkan untuk berbagai sektor mulai dari WTP/WWTP, laboratorium riset, hingga industri proses dan F&B.

Ilustrasi Penerapan di Lapangan: Dari Air Limbah hingga Teaching Lab

Studi Kasus 1 – Pengolahan Air Limbah Pabrik Minuman

Sebuah pabrik minuman di Jawa Barat mengoperasikan instalasi pengolahan air limbah (WWTP) untuk memastikan effluent memenuhi baku mutu lokal, terutama terkait konsentrasi amonia dan nitrat. Sebelumnya, pengujian amonia dilakukan dengan metode colorimetric manual di laboratorium kecil dekat area WWTP.

Tantangan yang mereka hadapi:

  • Waktu tunggu hasil cukup lama (30–45 menit per sampel)

  • Hasil bergantung pada interpretasi warna oleh operator

  • Dokumentasi kalibrasi dan hasil pengujian masih berupa form kertas

Setelah mengadopsi S30 Bluetooth Ion Tester dengan elektroda amonia:

  • Operator WWTP dapat melakukan pengukuran langsung di bak aerasi dan outlet clarifier

  • Mode auto-read mempercepat pengambilan data di beberapa titik dalam satu ronda

  • Data dikirim ke komputer di ruang kontrol untuk disimpan dan dianalisis tren hariannya

  • Alarm batas tinggi disetel mendekati baku mutu; jika terlampaui, operator bisa langsung menyesuaikan waktu retensi atau dosis bahan kimia

Dalam beberapa bulan, tim melaporkan:

  • Penurunan kebutuhan sampling ulang karena hasil lebih konsisten

  • Respons proses yang lebih cepat saat beban organik meningkat

  • Proses audit internal lebih mudah karena log kalibrasi dan data rutin terdokumentasi rapi

Studi Kasus 2 – Teaching Lab di Fakultas Teknik Lingkungan

Sebuah universitas teknik lingkungan memanfaatkan S30 sebagai alat praktikum untuk mata kuliah kualitas air. Sebelumnya, praktikum pengukuran nitrat dan ion lain lebih banyak berbasis titrasi dan reaksi warna. Mahasiswa sering mengeluh:

  • Prosedur terlalu panjang

  • Hasil antar kelompok berbeda jauh

  • Sulit menghubungkan konsep teori dengan data lapangan nyata

Dengan satu set S30 dan beberapa elektroda (nitrat, amonia, klorida):

  • Setiap kelompok mahasiswa dapat mengukur sampel air sungai, air tanah, dan air limbah simulasi secara langsung

  • Dosen dapat menunjukkan bagaimana respon elektroda mengikuti persamaan Nernst dengan mengubah konsentrasi standar

  • Data dikumpulkan melalui Bluetooth dan dianalisis di kelas menggunakan spreadsheet, termasuk membuat kurva kalibrasi dan grafik tren

Hasilnya, mahasiswa lebih mudah:

  • Memahami hubungan antara konsentrasi ion, aktivitas biologis, dan dampak lingkungan

  • Menghubungkan teori kimia air dengan aplikasi di pengolahan air minum dan air limbah

  • Mengembangkan kebiasaan dokumentasi data secara digital sejak dini

Langkah Praktis Menggunakan S30 untuk Monitoring Ion di Pengolahan Air

Sebagai contoh, bayangkan Anda operator QC di instalasi pengolahan air minum (WTP) yang perlu memantau kadar nitrat di beberapa titik proses (raw water, outlet filter, dan reservoir). Berikut alur penggunaan S30 secara ringkas:

  1. Persiapan Awal

    • Isi ulang baterai S30 hingga penuh.

    • Pastikan elektroda nitrat bersih dan terpasang dengan benar.

    • Siapkan larutan standar nitrat (misalnya 1, 10, 100 ppm) dan ISA jika diperlukan.

    • Pastikan suhu sampel diketahui (gunakan termometer terpisah).

  2. Kalibrasi Alat

    • Nyalakan S30 dan masuk ke menu kalibrasi ion.

    • Pilih jenis elektroda/ion yang digunakan (NO₃⁻).

    • Atur jumlah titik kalibrasi (minimal 2 titik, ideal 3–5 titik sesuai rentang konsentrasi kerja).

    • Masukkan elektroda ke standar pertama, tunggu indikator stabil (bisa gunakan Auto-read), lalu konfirmasi.

    • Ulangi untuk standar berikutnya.

    • Setelah kalibrasi selesai, periksa slope dan offset di layar; pastikan berada di rentang yang disarankan prosedur internal.

  3. Pengaturan Mode Pengukuran

    • Pilih mode Auto-read jika ingin alat yang menentukan endpoint.

    • Atur kriteria stabilitas (Fast untuk ronda cepat, Standard/Strict untuk hasil lebih stabil).

    • Jika ingin pemantauan berkala, set interval pembacaan (misalnya 60 detik).

  4. Pengukuran Sampel di Lapangan

    • Bilas elektroda dengan air deionisasi, kemudian dengan sedikit sampel.

    • Masukkan elektroda ke sampel (misalnya outlet filter).

    • Tunggu hingga indikator stabilitas aktif dan nilai dikunci.

    • Simpan data ke memori atau kirim via Bluetooth ke perangkat penerima.

    • Bilas elektroda sebelum berpindah ke sampel berikutnya.

  5. Pemantauan Batas & Alarm

    • Setel batas tinggi nitrat sesuai baku mutu internal atau regulasi.

    • Jika hasil melewati batas, alarm akan muncul; ambil tindakan korektif (misalnya cek proses koagulasi/filtrasi).

  6. Setelah Selesai

    • Simpan elektroda sesuai rekomendasi (seringkali dalam larutan tertentu).

    • Unduh data dari memori atau perangkat Bluetooth untuk analisis dan pelaporan.

    • Pastikan log kalibrasi tersimpan sebagai bagian dari dokumentasi.

Dengan alur seperti ini, S30 membantu menjembatani gap antara pengukuran rutin di lapangan dan pelaporan data berkualitas di level manajemen maupun regulator.

Kesimpulan & Rekomendasi: Untuk Siapa S30 Paling Cocok?

S30 Bluetooth Ion Tester menawarkan kombinasi yang jarang ada di alat portabel:

  • Teknologi ISE fleksibel dengan beberapa metode pengukuran

  • Akurasi dan rentang yang memadai untuk berbagai aplikasi air dan proses

  • Fitur alarm, log kalibrasi, dan proteksi password yang mendukung kebutuhan audit

  • Konektivitas Bluetooth dan opsi transfer data ke memori/printer

Alat ini sangat cocok untuk:

  • Laboratorium QA/QC air minum, air limbah, dan utilitas

  • Industri makanan & minuman yang memantau ion spesifik untuk konsistensi produk

  • Industri plating/galvanis dan kimia yang membutuhkan kontrol ion proses

  • Teaching lab di kampus teknik lingkungan, kimia, dan kesehatan lingkungan

  • Akuakultur dan pertanian/hidroponik yang memantau ion seperti amonia dan nitrat

Jika organisasi Anda sedang:

  • Ingin mengurangi ketergantungan pada titrasi manual

  • Membutuhkan jejak kalibrasi dan dokumentasi yang lebih kuat

  • Mencari alat ion meter portabel yang bisa masuk ke workflow digital

S30 Bluetooth Ion Tester adalah kandidat yang patut dipertimbangkan.

FAQ Singkat

1. Apakah S30 bisa dipakai untuk berbagai jenis ion?
Ya, S30 mendukung manajemen hingga 3 elektroda ion selektif. Jenis ion yang dapat diukur tergantung elektroda yang dipasangkan (misalnya F⁻, NO₃⁻, NH₄⁺, Cl⁻, dan lain-lain).

2. Apakah suhu dikompensasi otomatis?
S30 mendukung kompensasi suhu manual dari 0 hingga 100°C. Pengguna perlu memasukkan nilai suhu yang diukur terpisah.

3. Berapa banyak titik kalibrasi yang disarankan?
Alat mendukung 2–5 titik kalibrasi. Untuk rentang kerja luas, 3–5 titik biasanya memberi kurva yang lebih representatif.

4. Bisakah data dipindahkan ke komputer?
Ya, data dapat dikirim ke memori/printer dan juga melalui Bluetooth 4.0 ke perangkat yang kompatibel. Cara integrasi detail mengikuti software yang digunakan di masing-masing fasilitas.

5. Apakah S30 cocok untuk praktikum mahasiswa?
Cocok. Fitur auto-read, log kalibrasi, dan reset pabrik memudahkan dosen mengelola penggunaan alat oleh banyak mahasiswa, sekaligus memperkenalkan praktik dokumentasi data yang baik.

6. Apa perawatan paling penting untuk elektroda ISE?
Jaga kebersihan ujung elektroda, gunakan larutan penyimpanan yang sesuai, hindari goresan pada membran, dan lakukan kalibrasi secara rutin dengan standar segar dalam rentang konsentrasi yang relevan.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengukuran ion yang andal dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti S30 Bluetooth Ion Tester dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pemantauan kualitas air, mengendalikan proses kimia, serta memenuhi standar mutu dan regulasi yang ketat. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian ion pada utilitas, air proses, atau riset, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang paling tepat.

Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.