Di banyak laboratorium dan instalasi pengolahan air, angka salinitas dan konduktivitas sering kali menjadi “angka pelengkap” yang diukur sekadar untuk memenuhi checklist. Namun di lapangan, terutama di tambak udang, instalasi pengolahan air minum (WTP), air limbah (WWTP), hingga pabrik minuman dan farmasi, sedikit saja kesalahan pada pengukuran salinitas bisa berujung pada masalah serius. Udang vaname yang tiba-tiba stres lalu mati massal, batch produk minuman yang harus dibuang karena rasa berubah, hingga kegagalan uji validasi proses di industri farmasi—semuanya bisa berangkat dari data salinitas yang tidak akurat atau tidak konsisten.
Masalah lain datang dari sisi praktis. Banyak tim QA/QC dan operator lapangan masih mengandalkan metode uji laboratorium yang memakan waktu: sampel diambil, dibawa ke lab, dianalisis dengan metode titrasi atau gravimetri, hasil baru keluar beberapa jam kemudian. Untuk keputusan cepat di lapangan, pola kerja seperti ini jelas tidak ideal. Di tambak, misalnya, kondisi air bisa berubah dalam hitungan jam karena hujan, pengenceran, atau penambahan air laut. Begitu hasil lab baru diterima, kondisi air sudah berubah lagi.
Di sisi lain, sebagian alat portabel yang beredar kadang terlalu sederhana: hanya menampilkan angka tanpa kompensasi suhu yang memadai, tanpa kalibrasi yang jelas, atau dengan elektroda yang cepat menurun kinerjanya. Bagi laboratorium yang harus memenuhi tuntutan audit dan traceability, data dari alat seperti ini sulit dipertanggungjawabkan. Operator pun sering mengeluh: pengaturan rumit, menu membingungkan, dan kalibrasi terasa “sulit diulang” oleh teknisi berbeda.
Dalam konteks inilah kebutuhan akan sebuah pocket salinity tester yang presisi, mudah dibawa, dan tetap memenuhi standar pengukuran ilmiah muncul. Alat harus cukup ringkas untuk dimasukkan ke saku atau tas sampling, tetapi cukup serius untuk dipakai di lingkungan QA/QC, teaching lab, maupun proses industri yang diawasi ketat. SALscan10 dirancang tepat untuk menjawab celah tersebut.
Teknologi Pengukuran Salinitas Berbasis Konduktivitas
SALscan10 mengukur salinitas bukan dengan menimbang garam secara langsung, melainkan dengan mengukur konduktivitas listrik larutan. Ion-ion terlarut (seperti Na⁺, Cl⁻, Ca²⁺, Mg²⁺) membawa muatan listrik. Semakin banyak ion, semakin baik larutan menghantarkan listrik, dan konduktivitasnya pun meningkat. Dari konduktivitas inilah alat menghitung nilai salinitas dalam satuan ppt (parts per thousand).
Sensor SALscan10 menggunakan sel konduktivitas dengan konstanta sel K=1 yang dioptimalkan untuk rentang 0–20 mS/cm, cocok untuk air tawar hingga air payau dan proses industri dengan salinitas rendah hingga sedang. Elektroda ini dilapisi platinum black pada permukaan sensor untuk meningkatkan luas permukaan efektif dan mengurangi efek polarisasi, sehingga pembacaan menjadi lebih stabil dan responsif, bahkan pada konduktivitas rendah.
Teknologi penting lain adalah kompensasi suhu otomatis (ATC). Konduktivitas sangat dipengaruhi suhu; air yang sama pada 15°C dan 30°C bisa menampilkan nilai yang berbeda cukup besar. SALscan10 dilengkapi sensor suhu internal dengan rentang 0–60°C dan akurasi ±1°C. Alat secara otomatis mengoreksi nilai konduktivitas ke suhu referensi 25°C, sehingga angka yang tercatat lebih dapat dibandingkan antar hari, antar shift, dan antar lokasi.
Kalibrasi multipoint (1–3 titik) menggunakan larutan standar 84 µS/cm, 1413 µS/cm, dan 12.88 mS/cm memberikan kurva kalibrasi yang jauh lebih representatif dibanding hanya satu titik. Untuk laboratorium yang sering berpindah rentang—misalnya dari air sumur (ratusan µS/cm) ke larutan proses (mS/cm)—kalibrasi multipoint membuat akurasi terjaga di sepanjang rentang kerja alat.
Dibanding metode konvensional seperti titrasi argentometri atau penguapan/gravimetri, pendekatan konduktivitas punya beberapa keunggulan praktis:
Pengukuran langsung di lapangan, tanpa harus membawa sampel ke lab.
Waktu analisis hanya hitungan detik.
Tidak membutuhkan reagen kimia, sehingga mengurangi limbah dan biaya operasional.
Memungkinkan pemantauan trend secara berkala untuk keperluan kontrol proses dan SPC (Statistical Process Control).
Dengan kombinasi konduktivitas, salinitas, dan suhu dalam satu alat, SALscan10 memberi gambaran menyeluruh tentang kondisi air, yang sangat berguna untuk tim QA/QC maupun operator proses.
Mengapa SALscan10 Layak Dilirik oleh QA/QC dan Operator Lapangan
SALscan10 adalah pocket salinity tester seri rendah (low-range) dari Bante Instruments yang khusus dirancang untuk pengukuran salinitas dan konduktivitas pada air tawar, air payau, dan proses dengan kadar garam rendah sampai sedang. Brosur resmi menyatakan bahwa SALscan10 ideal untuk “measuring the low salinity liquids”, sementara saudara kandungnya, SALscan20, digunakan untuk air laut atau cairan dengan salinitas tinggi.
Apa yang membuat SALscan10 menonjol dibanding banyak tester lain di kelasnya?
Multi-parameter dalam satu unit
Satu alat untuk tiga parameter penting: salinitas (ppt), konduktivitas (µS/cm atau mS/cm), dan suhu (°C/°F). Ini mempermudah dokumentasi dan mengurangi peralatan yang harus dibawa ke lapangan.Kalibrasi fleksibel 1–3 titik
Pengguna bisa memilih 1, 2, atau 3 titik kalibrasi, sesuai kebutuhan akurasi dan rentang kerja. Ini berguna untuk laboratorium pendidikan (yang mungkin hanya butuh 1 titik), maupun plant QC yang menuntut akurasi tinggi di beberapa rentang.Auto-read dan auto-power off
Fitur auto-read (auto-hold) akan mengunci nilai ketika pembacaan stabil, mengurangi risiko salah catat. Auto-power off setelah 8 menit membantu menghemat baterai, terutama pada kegiatan sampling lapangan yang panjang.Elektroda yang dapat diganti
Ketika performa elektroda menurun, pengguna cukup mengganti modul elektrodanya, bukan seluruh alat. Ini menurunkan biaya jangka panjang dan memperpanjang umur perangkat.
Dari sisi aplikasi, SALscan10 pas untuk:
Laboratorium QA/QC di WTP/WWTP untuk memonitor kualitas air baku, air proses, dan effluent.
Teaching lab kampus atau politeknik yang mengajarkan dasar-dasar kimia air dan lingkungan.
Pabrik minuman dan dairy yang perlu menjaga profil mineral air proses.
Unit riset farmasi, biotek, dan kosmetik yang membutuhkan kontrol salinitas media atau formulasi cair.
Akuakultur air payau/tawar yang membutuhkan pemantauan salinitas harian (misalnya pendederan udang/ikan).
Dengan kata lain, SALscan10 mengisi celah antara tester murah “sekadar ada angka” dan instrumen benchtop laboratorium yang mahal dan tidak praktis dibawa ke lapangan.
Desain dan Ergonomi untuk Kerja Lapangan
Secara fisik, SALscan10 berbentuk silinder memanjang dengan panjang sekitar 185 mm dan diameter 40 mm, dengan berat sekitar 120 g. Ukuran ini terasa mirip spidol besar atau termometer industri, sehingga nyaman digenggam satu tangan. Bodinya berwarna putih dengan panel depan kuning yang menampung layar LCD dan tiga tombol utama; desain kontras ini membantu operator cepat mengenali posisi tombol meski di pencahayaan lapangan yang kurang ideal.
Elektroda terletak di ujung bawah, dilindungi oleh tutup (cap) yang bisa dilepas. Desain tutup sekaligus berfungsi sebagai pelindung saat penyimpanan dan meminimalkan risiko benturan sensor. Di bagian atas terdapat kompartemen baterai dengan konektor USB untuk pengisian daya. Penutup kompartemen dirancang dengan ulir sehingga tetap rapat namun mudah dibuka bila ingin mengisi daya atau memeriksa baterai.
Dari sisi material, manual menyebutkan bahwa alat memiliki rating IP54. Ini berarti terlindung dari debu pada tingkat normal dan percikan air dari segala arah—cukup aman untuk penggunaan di pinggir kolam, area WTP, ataupun lantai produksi yang lembab, selama tidak sengaja dicelupkan seluruhnya ke dalam air.
SALscan10 menggunakan baterai isi ulang 3,7 V dengan waktu penggunaan sekitar 200 jam pengukuran kontinu. Pengisian dilakukan melalui adaptor DC 5 V, 500 mA yang terhubung lewat kabel USB. Dalam praktik QA/QC, pola paling aman adalah:
Mengisi penuh alat di akhir hari kerja.
Menjaga adaptor khusus SALscan10 terpisah agar tidak tertukar dengan adaptor tegangan lebih tinggi.
Memanfaatkan fitur auto-off 8 menit untuk mencegah baterai habis ketika alat lupa dimatikan.
Batas lingkungan operasi SALscan10 berada di suhu 0–50°C dengan kelembapan relatif di bawah 80% (non-condensing). Ini mencakup sebagian besar kondisi tropis Indonesia, selama alat tidak ditinggalkan di bawah terik matahari langsung terlalu lama atau di dalam mobil yang tertutup rapat.
Bagi operator lapangan yang harus bergerak dari satu titik sampling ke titik lain, desain ringkas dengan berat ringan dan ketahanan percikan air seperti ini menjadikan SALscan10 cukup tangguh tanpa terasa “berlebihan” seperti instrumen industri besar.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
SALscan10 menggunakan layar LCD dua baris (dual-line) berukuran 21 × 21 mm. Baris utama menampilkan nilai salinitas atau konduktivitas, sementara baris kedua menampilkan suhu. Ikon-ikon kecil di sekitar layar menunjukkan mode alat: MEAS (measurement), CAL (calibration), SETUP (pengaturan), ATC (automatic temperature compensation), serta ikon HOLD ketika fungsi auto-hold aktif.
Tiga tombol di panel depan memiliki fungsi jelas:
Meas: menyalakan/mematikan alat, mengunci/membuka kunci pembacaan, dan keluar dari mode kalibrasi atau setup kembali ke mode salinitas.
Cal: memulai kalibrasi dan, bila ditekan lama, masuk ke menu pengaturan.
Enter: mengkonfirmasi pilihan, menyimpan pengaturan atau nilai kalibrasi, serta berpindah antara mode salinitas dan konduktivitas.
Menu setup relatif ringkas—hanya enam item: jumlah titik kalibrasi (1–3), satuan suhu (°C/°F), kalibrasi suhu, auto-hold on/off, auto-power off on/off, dan factory reset. Dengan struktur yang sederhana, teknisi baru biasanya hanya butuh beberapa kali mencoba untuk hafal alurnya.
Beberapa fitur yang meningkatkan kenyamanan:
Auto-hold: ketika diaktifkan, alat secara otomatis mengenali saat pembacaan telah stabil dan mengunci nilai tersebut. Ini membantu ketika operator harus mencatat data ke lembar kontrol atau tablet, terutama di lokasi yang berangin atau posisi tangan sulit stabil.
Auto-off: bila tidak ada tombol yang ditekan selama 8 menit, alat akan mati otomatis. Hal ini sangat membantu pada perjalanan sampling panjang; baterai tidak habis hanya karena alat tertinggal dalam posisi ON di tas.
Factory reset: jika suatu saat kalibrasi menjadi kacau atau pengaturan berubah-ubah, teknisi dapat mengembalikan alat ke setelan pabrik dan melakukan kalibrasi ulang dari awal.
Secara umum, antarmuka SALscan10 cukup ramah bagi pengguna yang terbiasa dengan instrumen portabel modern, namun tetap tidak membingungkan untuk teknisi lapangan yang jarang berinteraksi dengan menu digital rumit.
Kekuatan Utama SALscan10 untuk Pekerjaan Lapangan dan QA/QC
Beberapa fitur SALscan10 yang secara praktis terasa “membantu kerja” antara lain:
Pengukuran konduktivitas multi-rentang
SALscan10 mendukung rentang 0 hingga 20 mS/cm dengan resolusi 0.01, 0.1, atau 1 tergantung skala. Dalam praktik, alat secara otomatis menyesuaikan tampilan dari µS/cm ke mS/cm saat nilai meningkat. Ini membuat satu alat bisa dipakai mulai dari air deionisasi (mengkalibrasi ke 84 µS/cm) hingga air proses dengan ribuan µS/cm.Presisi salinitas untuk low salinity liquids
Rentang salinitas 0.00–10.00 ppt dengan resolusi 0.01 ppt dan akurasi ±1% dari full scale sangat relevan untuk: air minum, air baku industri, media kultur biotek, dan akuakultur air payau ringan.Kompensasi suhu otomatis 0–60°C
Karena kompensasi suhu dilakukan secara otomatis dengan koefisien 2%/°C terhadap temperatur referensi 25°C, teknisi tidak perlu menghitung koreksi manual. Hal ini penting saat memantau tren jangka panjang—misalnya pergeseran salinitas air sumur sepanjang musim hujan dan kemarau.Kalibrasi fleksibel dengan standar umum
Penggunaan standar 84 µS/cm, 1413 µS/cm, dan 12.88 mS/cm adalah “paket klasik” yang banyak tersedia di pasaran. Bante juga menyediakan larutan standar resmi dengan kode ECCS-84, ECCS-1413, dan ECCS-1288 sehingga pengguna yang ingin mengikuti rekomendasi pabrikan bisa melakukannya dengan mudah.Elektroda yang dapat dilepas
Proses penggantian elektroda hanya memutar collar berlawanan arah jarum jam, menarik elektroda lama, memasukkan elektroda baru, lalu mengencangkan kembali. Bagi laboratorium dengan tingkat pemakaian tinggi, ini menghemat biaya dan mempermudah perawatan.Perlindungan IP54
Rating IP54 memberi ketenangan lebih saat alat digunakan di pinggir kolam, di dekat bak aerasi, atau instalasi air limbah. Percikan air dan debu ringan tidak langsung merusak alat selama pengguna tidak menenggelamkannya seluruhnya.
Secara keseluruhan, fitur-fitur ini menjadikan SALscan10 bukan sekadar “alat ukur angka”, tetapi perangkat kerja yang dapat diandalkan sehari-hari.
Kontrol Eksternal dan Integrasi Sistem
SALscan10 dilengkapi kabel USB dan adaptor 5 V DC, namun fungsinya adalah untuk pengisian baterai, bukan transfer data. Artinya, alat ini tidak memiliki fungsi ekspor langsung ke komputer, LIMS, atau spreadsheet. Bagi beberapa laboratorium kecil atau teaching lab, hal ini bukan masalah besar—pencatatan manual ke lembar kerja masih mencukupi.
Untuk lingkungan produksi dan QA/QC yang menuntut traceability lebih ketat, integrasi bisa dilakukan secara prosedural:
Membuat lembar kerja standar (Excel atau formulir digital) dengan kolom waktu, lokasi sampling, operator, salinitas, konduktivitas, dan suhu.
Menggunakan fitur auto-hold untuk mengunci pembacaan sebelum dicatat, sehingga risiko salah baca berkurang.
Menggabungkan data dari SALscan10 dengan instrumen lain (misalnya pH meter, DO meter) pada satu template laporan.
Bila kebutuhan perusahaan sudah mengarah ke sistem LIMS penuh dengan input otomatis, SALscan10 bisa ditempatkan sebagai alat screening lapangan, sementara analisis detail dan pencatatan otomatis dilakukan oleh instrumen benchtop yang memiliki interface data.
Spesifikasi Teknis SALscan10
Tabel Spesifikasi Utama
| Parameter | Detail SALscan10 |
|---|---|
| Fungsi utama | Pengukur salinitas, konduktivitas, dan suhu portabel |
| Rentang salinitas | 0.00–10.00 ppt |
| Resolusi salinitas | 0.01 ppt |
| Akurasi salinitas | ±1% F.S. |
| Rentang konduktivitas | 0–20 mS/cm (dengan tampilan 0–20.00, 200.0, 2000 µS/cm, 20.00 mS/cm) |
| Resolusi konduktivitas | 0.01, 0.1, 1 (otomatis sesuai rentang) |
| Akurasi konduktivitas | ±1% F.S. |
| Rentang suhu pengukuran | 0–60°C (32–140°F) |
| Resolusi suhu | 0.1°C/0.1°F |
| Akurasi suhu | ±1°C / ±1.8°F |
| Titik kalibrasi konduktivitas | 1–3 titik |
| Larutan standar kalibrasi | 84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12.88 mS/cm |
| Kalibrasi suhu | 1 titik, ±10°C/°F dari pembacaan |
| Kompensasi suhu | Otomatis, 0–60°C, koefisien 2%/°C |
| Temperatur referensi | 25°C |
| Konstanta sel | K = 1 |
| Fungsi hold | Manual atau auto-read (auto-lock endpoint) |
| Auto-off | 8 menit setelah tombol terakhir ditekan |
| Tampilan | LCD dua baris, 21 × 21 mm |
| Catu daya | Baterai isi ulang 3.7 V |
| Lama pakai baterai | ±200 jam penggunaan kontinu |
| Lingkungan operasi | 0–50°C, RH <80% (non-condensing) |
| Lingkungan penyimpanan | 0–60°C |
| Rating proteksi | IP54 |
| Dimensi | 185 (L) × 40 (Ø) mm |
| Berat | ±120 g |
| Isi paket | Tester, larutan standar konduktivitas, kabel USB, adaptor 5 V DC, carrying case |
Membaca Angka dengan Kacamata Praktis
Bagi pengguna baru, beberapa angka di atas mungkin terasa “teknis”. Cara mudah memahaminya:
Rentang salinitas 0–10 ppt berarti alat ini fokus untuk air yang belum mencapai salinitas air laut (sekitar 35 ppt). Cocok untuk air tawar, payau ringan, dan banyak proses industri.
Akurasi ±1% F.S. pada rentang 0–10 ppt berarti pada angka 8.00 ppt, kesalahan alat maksimal sekitar ±0.1 ppt—cukup untuk sebagian besar aplikasi QA/QC dan pemantauan proses.
Resolusi 0.01 ppt dan 0.01 mS/cm membuat perubahan kecil (misalnya akibat pencampuran air atau hujan) dapat terlihat dari waktu ke waktu, sehingga tren mudah dipantau.
Rating IP54 memberi sinyal bahwa alat boleh dipakai di lingkungan outdoor dengan percikan air, namun tidak boleh dicelupkan total ke dalam air seperti pH meter submersible.
Panduan Memilih Komponen Tambahan dan Rentang Aplikasi
Rentang Konduktivitas & Contoh Aplikasi
| Rentang Konduktivitas (perkiraan) | Contoh Aplikasi | Relevansi SALscan10 |
|---|---|---|
| <100 µS/cm | Air deionisasi, air ultra-murni untuk lab | Masih bisa diukur (dengan kalibrasi ke 84 µS/cm), tapi bila butuh presisi sangat tinggi, gunakan instrumen khusus DI water. |
| 100–1500 µS/cm | Air tanah, air sungai, air baku WTP, air kolam renang | Rentang kerja ideal SALscan10 untuk pemantauan rutin. |
| 1500–10,000 µS/cm (1.5–10 mS/cm) | Air payau, media kultur tertentu, proses kimia ringan | Sangat cocok untuk akuakultur air payau, WWTP, dan proses industri. |
| 10–20 mS/cm | Air limbah pekat, larutan proses, beberapa formulasi kosmetik atau makanan cair | Masih dalam rentang SALscan10; penting untuk kalibrasi di titik 12.88 mS/cm. |
Aksesori Resmi yang Tersedia
Berdasarkan manual, beberapa aksesori yang relevan antara lain:
E-ECscan-C1-10K: elektroda konduktivitas pengganti untuk SALscan10 (K=1, 10 µS/cm–20 mS/cm).
ECCS-84: larutan standar 84 µS/cm, 480 mL.
ECCS-1413: larutan standar 1413 µS/cm, 480 mL.
ECCS-1288: larutan standar 12.88 mS/cm, 480 mL.
Penggunaan larutan standar resmi memudahkan audit, karena spesifikasinya jelas dan sesuai rekomendasi pabrikan.
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pengukuran
Beberapa hal penting yang sering terlupakan:
Gelembung udara di slot sensor akan menurunkan konduktivitas terukur; selalu goyangkan alat sedikit setelah dicelup.
Suhu sampel yang sangat berbeda dengan suhu lingkungan akan butuh beberapa detik lebih lama sampai pembacaan stabil.
Kontaminasi sensor oleh endapan atau biofilm bisa menyebabkan drift; bilas dengan air suling setelah pemakaian dan bersihkan bila terlihat kotor.
Jangan menggunakan ulang larutan standar setelah kalibrasi; kontaminan dari sensor akan mengubah nilai aslinya.
Dua Ilustrasi Nyata Penggunaan SALscan10
1. Tambak Udang yang Lebih Stabil setelah Kontrol Salinitas Rutin
Bayangkan sebuah tambak udang di kawasan pesisir. Air baku yang digunakan campuran air laut dan air sungai, sehingga salinitas bisa berubah cepat tergantung pasang dan hujan. Sebelum menggunakan SALscan10, operator hanya mengukur salinitas sekali sehari dengan alat analog atau mengirim sampel ke laboratorium terdekat. Ketika hujan turun deras di malam hari, penurunan salinitas baru diketahui keesokan siang—sering kali sudah terlambat, udang menunjukkan tanda stres.
Dengan SALscan10, operator mulai menerapkan rutinitas baru:
Pengukuran salinitas di beberapa titik tambak tiga kali sehari (pagi, siang, malam).
Pencatatan konduktivitas dan suhu sekaligus untuk melihat pola perubahan harian.
Penyesuaian volume air laut yang dipompa ke tambak berdasarkan tren data.
Dalam beberapa siklus budidaya, mereka melihat pola menarik: menjelang musim hujan, fluktuasi salinitas harian menjadi lebih terkontrol karena tindakan korektif bisa dilakukan lebih cepat. Mortalitas udang selama fase sensitif berkurang, dan biaya pakan lebih terkendali karena ukuran panen lebih seragam. Di sini SALscan10 berperan sebagai “sensor kemudi” yang membantu pengambilan keputusan harian, bukan sekadar alat sekali pakai di awal siklus.
2. Unit Pengolahan Air Minum Kampus yang Merapikan Dokumentasi QA
Sebuah universitas memiliki WTP kecil untuk menyuplai air minum ke kantin dan laboratorium. Tim QA sebelumnya mengukur konduktivitas air baku dan air produk tiap beberapa hari menggunakan konduktivitas meter benchtop di laboratorium kimia. Proses ini memakan waktu dan sering menimbulkan “blank spot” data ketika staff laboratorium sibuk.
Setelah membeli SALscan10, mereka mengubah prosedur:
Operator WTP membawa SALscan10 dan melakukan pengukuran di inlet (air baku), outlet filtrasi, dan air produk akhir setiap hari.
Data dicatat di lembar Excel standar, dengan fitur auto-hold membantu memastikan angka yang ditulis sudah stabil.
Bila ada lonjakan konduktivitas di air baku, mereka bisa segera menyesuaikan debit atau durasi backwash filter, tanpa menunggu laporan mingguan.
Dalam jangka beberapa bulan, data harian yang rapi ini membantu mereka:
Menunjukkan konsistensi kualitas air kepada auditor internal.
Mengoptimalkan jadwal backwash filter berdasarkan fakta, bukan perkiraan.
Menemukan korelasi antara musim kemarau dan peningkatan mineral dalam air baku sungai.
SALscan10 tidak menggantikan peralatan lab benchtop, tetapi menjadi “mata” tambahan yang selalu siap dipakai di lapangan.
Panduan Langkah demi Langkah Menggunakan SALscan10 di Tambak Udang
Sebagai contoh aplikasi praktis, berikut alur penggunaan SALscan10 untuk pemantauan salinitas di tambak udang air payau:
Persiapan
Isi ulang baterai di malam hari menggunakan adaptor 5 V, 500 mA.
Pastikan elektroda bersih dan tutup sensor dilepas sesaat sebelum pengukuran. Jika elektroda tampak kering, rendam 10 menit dalam air keran sebelum digunakan.
Kalibrasi singkat (misalnya tiap awal minggu atau setelah perjalanan jauh)
Nyalakan alat dengan menekan tombol Meas.
Bilas sensor dengan air suling.
Tekan Cal dan pilih larutan standar (misalnya 12.88 mS/cm, yang dekat dengan salinitas tambak).
Celupkan sensor ke larutan standar, goyangkan perlahan, tunggu stabil, lalu konfirmasikan dengan tombol Enter.
Pengambilan sampel di tambak
Celupkan sensor ke air tambak pada kedalaman yang sama tiap kali (misalnya 15–20 cm di bawah permukaan).
Hindari gelembung dan pecahan pakan mengambang mengenai sensor.
Tunggu hingga nilai stabil atau ikon HOLD muncul bila auto-hold diaktifkan.
Pencatatan data
Catat salinitas (ppt), konduktivitas (mS/cm), dan suhu (°C) beserta waktu dan lokasi kolam.
Bila menggunakan lembar Excel di ponsel/tablet, biasakan format yang sama agar trend mudah dianalisis.
Pasca-pengukuran
Bilas sensor dengan air bersih atau air suling.
Keringkan bodi alat dengan tisu, pasang kembali tutup sensor.
Simpan di dalam carrying case di tempat yang teduh, tidak terkena panas langsung.
Dengan langkah sederhana ini, tim budidaya bisa mendapatkan data salinitas harian yang konsisten tanpa harus bergantung penuh pada laboratorium pusat.
Kesimpulan dan Rekomendasi
SALscan10 menempati posisi menarik di antara banyak alat ukur salinitas di pasaran. Ia cukup ringkas untuk dibawa di saku, namun cukup serius untuk digunakan dalam setting QA/QC dan riset yang membutuhkan akurasi nyata. Teknologi konduktivitas dengan kompensasi suhu otomatis, kalibrasi 1–3 titik, dan elektroda yang dapat diganti memberikan landasan teknis yang kuat.
Bagi siapa SALscan10 paling cocok?
Laboratorium QA/QC WTP/WWTP ukuran kecil hingga menengah yang membutuhkan pemantauan salinitas dan konduktivitas harian.
Pabrik minuman, dairy, dan proses makanan cair yang ingin menjaga konsistensi mineral air proses.
Unit R&D farmasi, biotek, dan kosmetik yang bekerja dengan media atau formulasi cair bersalinitas rendah.
Akuakultur air tawar/payau, khususnya yang membutuhkan pemantauan salinitas dinamis di lapangan.
Teaching lab dan laboratorium pendidikan yang memerlukan alat robust dengan operasi sederhana untuk praktikum kualitas air.
Jika kebutuhan Anda sudah mencakup air laut penuh atau salinitas sangat tinggi, SALscan20 sebagai varian high-range mungkin lebih tepat. Namun untuk sebagian besar aplikasi air tawar dan payau yang disebut di atas, SALscan10 menawarkan kombinasi mobilitas, akurasi, dan kemudahan pakai yang seimbang.
FAQ Singkat
1. Apakah SALscan10 bisa digunakan untuk air laut penuh?
Secara rentang salinitas, SALscan10 hanya hingga 10 ppt, sedangkan air laut rata-rata sekitar 35 ppt. Untuk air laut atau salinitas tinggi, gunakan SALscan20 yang memang dirancang untuk itu.
2. Seberapa sering perlu kalibrasi?
Untuk penggunaan rutin di laboratorium, kalibrasi mingguan sering kali cukup. Untuk pemakaian intensif di lapangan atau ketika akurasi kritis (misalnya menjelang audit), kalibrasi sebelum shift atau sebelum kampanye sampling panjang lebih disarankan.
3. Apakah SALscan10 tahan bila tercebur ke air?
Rating IP54 berarti alat tahan percikan, bukan tenggelam. Jika alat tidak sengaja tercelup sebentar, segera keringkan, jangan biarkan air masuk ke kompartemen baterai. Hindari sengaja menenggelamkan seluruh bodi alat.
4. Bisakah data langsung dipindahkan ke komputer melalui USB?
USB pada SALscan10 berfungsi untuk pengisian daya baterai, bukan transfer data. Pencatatan data tetap dilakukan secara manual ke lembar kerja atau perangkat lain.
5. Apa tanda elektroda harus diganti?
Jika alat sulit dikalibrasi, pembacaan salinitas/konduktivitas tidak stabil meski larutan standar baik, atau drift nilai besar dari hari ke hari, kemungkinan elektroda sudah menua. Pada saat itu, sebaiknya ganti modul elektroda SALscan10 dengan tipe yang direkomendasikan pabrikan.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan salinitas dan konduktivitas dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti SALscan10 Pocket Salinity Tester dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan kontrol kualitas air, memastikan konsistensi proses, dan memenuhi standar regulasi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian salinitas di laboratorium maupun lapangan, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang paling sesuai.
Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Portable Multiparameter Water Quality
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality System
Lihat Produk★★★★★ -

Pocket Multiparameter Water Quality PC-5
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Datalogging pH-mV-ORP-Cond-TDS-Salinity-Temperature Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante904P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante903P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante902P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★
Referensi
Nugroho, I., Koprawi, M. (2024). Perancangan sistem pemantauan salinitas air untuk budidaya udang menggunakan TDS sensor dan Google Studio. Jurnal Khatulistiwa, (…). https://jurnal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/khatulistiwa/article/download/10266/2415/31046
Nurhasanah, Muhammad Junaidi & Fariq Azhar. (2021). Tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada salinitas 0 ppt dengan metode aklimatisasi bertingkat menggunakan CaCO₃. Jurnal Perikanan, 11(2), 166–177. https://jperairan.unram.ac.id/index.php/JP/article/download/241/151
























