Teknisi akuakultur Indonesia sedang mengukur salinitas air tambak udang menggunakan SALscan20 pocket salinity tester di tepi kolam, dengan alat genggam kecil berwarna putih-kuning diarahkan ke ember sampel air laut payau.

SALscan20: Pocket Salinity Tester Praktis Untuk Kontrol Air Laut Dan Cairan Bersalinitas Tinggi

Daftar Isi

Di banyak fasilitas—mulai dari tambak udang, instalasi pengolahan air payau, hingga laboratorium kampus—salinitas sering jadi parameter yang “sering diukur tapi jarang benar-benar dipercaya”. Nilainya bisa berubah cepat karena pengenceran, penguapan, atau penambahan garam. Jika alat ukur tidak stabil, data yang dihasilkan mudah diragukan dan keputusan proses pun jadi lambat.

Di budidaya udang intensif, misalnya, operator biasanya bekerja di bawah terik matahari dengan jadwal sampling ketat. Mereka harus berpindah dari satu kolam ke kolam lain sambil membawa ember sampel, buku catatan, dan alat ukur. Alat yang lambat stabil, perlu banyak pengaturan, atau baterainya cepat habis akan menambah tekanan kerja. Hal serupa terjadi di WTP/WWTP, pabrik makanan–minuman, maupun di laboratorium kontrol kualitas: inspeksi rutin harus cepat, akurat, dan konsisten untuk kebutuhan audit.

Metode manual seperti titrasi klorida atau pengukuran densitas tidak selalu praktis untuk pekerjaan harian. Prosedurnya panjang, perlu operator terlatih, serta berpotensi menghasilkan variasi besar antar analis. Ditambah lagi, mobilitas di lapangan mengharuskan alat yang ringkas, tahan percikan air, dan mudah dikalibrasi ulang.

Di titik inilah kebutuhan akan pocket salinity tester yang andal muncul: alat kecil yang bisa dibawa di saku, tetapi mampu memberikan data salinitas, konduktivitas, dan suhu secara cepat dan konsisten. SALscan20 dirancang persis untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Konduktivitas sebagai Kunci: Cara SALscan20 Mengukur Salinitas

SALscan20 bekerja dengan prinsip pengukuran konduktivitas listrik larutan. Secara sederhana, semakin banyak ion (misalnya Na⁺, Cl⁻, Mg²⁺) di dalam air, semakin mudah arus listrik mengalir, dan semakin tinggi nilai konduktivitasnya. Dari nilai inilah salinitas dihitung menggunakan algoritma konversi bawaan instrumen.

Sensor pada SALscan20 menggunakan cell constant K=10 yang cocok untuk rentang konduktivitas tinggi hingga 200 mS/cm, sehingga ideal untuk air laut, air payau pekat, hingga berbagai larutan proses bersalinitas tinggi. Elektroda dilapisi platinum black yang meningkatkan luas permukaan sehingga responsnya cepat dan stabil dalam berbagai kondisi sampel.

Keunggulan pendekatan konduktivitas dibanding metode konvensional seperti titrasi antara lain:

  • Proses pengukuran jauh lebih cepat: cukup celupkan sensor, tunggu stabil, baca angka.

  • Tidak membutuhkan reagen kimia, mengurangi limbah dan biaya bahan habis pakai.

  • Lebih mudah distandardisasi dan dikalibrasi dengan larutan konduktivitas tersertifikasi.

  • Cocok untuk pemantauan berulang (routine monitoring) dan validasi proses secara online/offline.

Dalam jangka panjang, penggunaan teknologi konduktivitas yang stabil dengan kompensasi suhu otomatis 0–60 °C membantu menjaga konsistensi data antar musim, antar operator, maupun antar lokasi. Ini penting untuk:

  • Tren jangka panjang kualitas air tambak/akuakultur.

  • Rekam mutu produksi F&B dan industri kimia.

  • Dokumentasi audit ISO, HACCP, atau regulasi lingkungan.

Dengan kata lain, SALscan20 memindahkan kompleksitas perhitungan dari meja laboratorium ke dalam instrumen, sehingga operator di lapangan cukup fokus pada interpretasi angka dan pengambilan keputusan.

SALscan20 Pocket Salinity Tester untuk Air Laut dan Cairan Bersalinitas Tinggi

SALscan20 adalah bagian dari SALscan Series Pocket Salinity Tester yang dikembangkan oleh Bante Instruments. Seri ini terdiri dari SALscan10 untuk salinitas rendah dan SALscan20 untuk seawater dan high salinity liquids. Di Indonesia, tipe SALscan20 lebih relevan untuk:

  • Tambak udang, bandeng, dan keramba laut.

  • Laboratorium lingkungan yang menguji air laut dan air payau.

  • Industri makanan yang menggunakan brine (misalnya olahan seafood, pickle).

  • Industri kimia dan plating yang memonitor bak dengan konsentrasi garam tinggi.

Secara fungsional, SALscan20 adalah multi-parameter tester yang mampu mengukur:

  • Salinitas (0.00–80.00 ppt, resolusi 0.01, akurasi ±1% F.S.).

  • Konduktivitas (100.0–2000 μS/cm, 20.00 mS/cm, 200.0 mS/cm dengan resolusi 0.01/0.1/1).

  • Suhu (0–60 °C, resolusi 0.1 °C, akurasi ±1 °C).

Yang membuat SALscan20 istimewa dibanding banyak pocket tester lain adalah kombinasi berikut:

  • Kalibrasi 1–3 titik dengan pengenalan otomatis standar konduktivitas (1413 μS/cm, 12.88 mS/cm, 111.8 mS/cm).

  • Auto-Read/Hold yang bisa mengunci nilai saat pembacaan stabil, sangat membantu di lokasi yang pencahayaannya terbatas atau operator harus mencatat cepat.

  • Reset ke pengaturan pabrik dan menu pengaturan sederhana untuk jumlah titik kalibrasi, unit suhu, auto-off, dan auto-hold.

  • Baterai isi ulang 3,7 V dengan pengisian via USB yang praktis digunakan di lapangan maupun di laboratorium.

Kombinasi salinitas–konduktivitas–suhu dalam satu alat membuat SALscan20 sangat fleksibel, cocok sebagai “alat harian” di QA/QC maupun riset terapan.

Desain Ringkas untuk Kerja Lapangan yang Padat

Secara fisik, SALscan20 berbentuk seperti pena besar yang mudah digenggam. Dimensinya sekitar 185 mm panjang dengan diameter 40 mm dan berat ±120 g—cukup ringan untuk disimpan di saku jas lab atau tas kecil. Bagian atas berisi display dan tombol, sementara bagian bawah adalah modul elektroda yang bisa dilepas–pasang.

Beberapa aspek desain dan ergonomi yang penting:

  • Elektroda dapat diganti
    Modul elektroda di bagian bawah dapat diputar dan dilepas. Ketika performa sensor menurun atau sering gagal kalibrasi, pengguna cukup mengganti modul ini tanpa membeli unit baru.

  • Material tahan percikan
    Manual menyatakan instrumen memiliki rating IP54, artinya terlindung dari debu dalam jumlah terbatas dan percikan air dari berbagai arah. Ini cocok untuk penggunaan di pinggir kolam, atas kapal sampling, ataupun area produksi yang lembap, selama alat tidak direndam total.

  • Catu daya dan ketahanan baterai
    SALscan20 menggunakan baterai isi ulang 3,7 V dan dilengkapi kabel USB dan adaptor daya dalam paket pembelian. Pengisian berlangsung sekitar 2 jam hingga indikator menunjukkan “FULL”. Auto-off setelah 8 menit tanpa aktivitas membantu menghemat daya.

  • Kondisi lingkungan operasi
    Instrumen dirancang beroperasi pada 0–50 °C dengan kelembapan relatif <80% non-kondensasi, sedangkan penyimpanan hingga 60 °C masih diperbolehkan. Untuk Indonesia yang beriklim tropis, rentang ini sangat memadai, asalkan alat tidak ditinggalkan di mobil tertutup yang panas atau terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama.

Bagi operator lapangan, desain seperti ini berarti alat:

  • Mudah dibawa bersama clipboard atau tablet.

  • Tidak membuat tangan cepat pegal saat melakukan sampling berulang.

  • Cukup kuat menghadapi percikan air dan lingkungan agak keras, selama tetap dirawat (bilas, keringkan, simpan).

Layar dan Navigasi yang Ramah Teknisi

SALscan20 dilengkapi layar LCD ganda (dual-line) 21 × 21 mm yang menampilkan parameter utama (salinitas atau konduktivitas) dan suhu secara bersamaan. Ikon tambahan seperti MEAS, CAL, SETUP, HOLD, ATC, serta indikator baterai membantu pengguna memahami status alat secara sekilas.

Tombolnya hanya tiga:

  • Meas – menyalakan/mematikan alat, mengunci/membuka hasil (Hold), sekaligus keluar dari menu ke mode pengukuran.

  • Cal – memulai kalibrasi dan membuka menu pengaturan (ditahan beberapa detik).

  • Enter – konfirmasi pilihan, berpindah antara mode salinitas dan konduktivitas, dan menyimpan nilai kalibrasi.

Alur menu dirancang sederhana: tekan dan tahan Cal untuk masuk menu, lalu gunakan Cal untuk menggeser pilihan dan Enter untuk menyimpan. Beberapa pengaturan penting:

  • Jumlah titik kalibrasi (1, 2, atau 3 titik).

  • Unit suhu (°C atau °F).

  • Mengaktifkan/menonaktifkan Auto-Hold.

  • Mengaktifkan/menonaktifkan Auto-Off.

  • Factory reset.

Meski tidak ada memori data internal untuk menyimpan deret hasil, kombinasi Auto-Hold + tampilan dual-line memudahkan operator mencatat angka ke lembar kerja atau aplikasi mobile. Di lingkungan dengan banyak operator (shift), ikon-ikon di layar membantu menghindari salah mode (misalnya mengira sedang membaca salinitas padahal konduktivitas).

Untuk Mempercepat Pekerjaan Sehari-hari

Di balik tampilan yang sederhana, SALscan20 memiliki beberapa fungsi penting yang sangat terasa manfaatnya di lapangan maupun laboratorium:

  1. Kalibrasi 1–3 titik otomatis
    Untuk rentang konduktivitas 200–2000 μS/cm, 2–20 mS/cm, hingga 20–200 mS/cm, SALscan20 mengenali otomatis standar 1413 μS/cm, 12.88 mS/cm, dan 111.8 mS/cm. Ini memungkinkan kalibrasi yang disesuaikan dengan rentang kerja utama Anda, misalnya:

    • Tambak payau: fokus di 12.88 mS/cm.

    • Brine pabrik makanan: tambahkan titik 111.8 mS/cm.

    Kalibrasi multi-titik mengurangi error non-linear di rentang luas dan meningkatkan kepercayaan pada data.

  2. Auto-Hold / Auto-Read
    Jika diaktifkan, alat akan mendeteksi saat pembacaan sudah stabil dan otomatis “mengunci” nilai dengan menampilkan ikon HOLD. Fitur ini sangat membantu ketika:

    • Operator hanya punya satu tangan bebas (tangan lain memegang ember sampel).

    • Pencahayaan lapangan kurang sehingga perlu waktu ekstra untuk menyalin angka.

  3. Kompensasi suhu otomatis (ATC)
    SALscan20 mengoreksi pengaruh suhu terhadap konduktivitas secara otomatis di rentang 0–60 °C, dengan koefisien 2%/°C dan referensi 25 °C. Tanpa ATC, nilai salinitas bisa berbeda signifikan antara pagi dan siang, padahal kandungan garam sebenarnya sama.

  4. Reset ke pengaturan pabrik
    Jika terjadi kesalahan kalibrasi (misalnya larutan standar terkontaminasi), pengguna cukup melakukan factory reset sehingga semua pengaturan dan data kalibrasi dikembalikan ke kondisi awal. Ini menghemat waktu troubleshooting dan mengurangi risiko data “aneh” berlarut-larut.

  5. Elektroda mudah diganti
    Ketika sensor sudah sering digunakan di sampel kotor (misalnya air limbah garam tinggi), performa bisa menurun. Manual dengan jelas menjelaskan cara melepas dan memasang kembali elektroda baru dalam tiga langkah sederhana.

Semua fitur ini tidak hanya “istimewa, tapi langsung berdampak pada:

  • Kecepatan kerja sampling harian.

  • Konsistensi hasil antar shift.

  • Kemudahan memenuhi permintaan audit/validasi.

Integrasi dengan Sistem Lain: Apa yang Perlu Diketahui

Berbeda dengan beberapa meter laboratorium yang memiliki port USB atau RS-232 khusus untuk ekspor data, SALscan20 tidak menyediakan interface komunikasi data ke PC. Konektor USB yang ada digunakan untuk charging baterai, bukan untuk transfer hasil pengukuran.

Konsekuensinya:

  • Pencatatan data tetap perlu dilakukan secara manual ke lembar kerja, spreadsheet, atau aplikasi mobile.

  • Untuk kebutuhan LIMS atau sistem mutu yang ketat, SALscan20 cocok sebagai alat pre-sampling atau verifikasi cepat, sedangkan data resmi bisa diambil dari alat bench-top yang terhubung sistem.

Namun, bagi banyak pengguna lapangan—operator tambak, teknisi WTP/WWTP, teknisi maintenance utility—keterbatasan ini justru membuat alat lebih sederhana, minim konfigurasi, dan mudah dibagi antar user tanpa kekhawatiran terkait pengaturan komunikasi.

Spesifikasi Teknis SALscan20

Tabel Spesifikasi Utama

KategoriParameterNilai SALscan20
SalinitasRentang0.00 – 80.00 ppt
Resolusi0.01 ppt
Akurasi±1% F.S.
KonduktivitasRentang100.0 – 2000 μS/cm; 20.00 mS/cm; 200.0 mS/cm
Resolusi0.01 / 0.1 / 1
Akurasi±1% F.S.
Titik kalibrasi1 – 3 titik
Larutan kalibrasi1413 μS/cm; 12.88 mS/cm; 111.8 mS/cm
SuhuRentang0 – 60 °C / 32 – 140 °F
Resolusi0.1 °C/°F
Akurasi±1 °C / ±1.8 °F
Titik kalibrasi suhu1 titik, ±10 °C/°F dari bacaan
Kompensasi suhuModeOtomatis 0–60 °C, koefisien 2%/°C, referensi 25 °C
Lingkungan kerjaSuhu operasi0 – 50 °C
Suhu penyimpanan0 – 60 °C
Kelembapan<80% RH (non-kondensasi)
IP ratingIP54
UmumDisplayDual-line LCD 21 × 21 mm
Power supplyBaterai isi ulang 3.7 V
Auto-off8 menit setelah tombol terakhir ditekan
Dimensi185 (L) × 40 (Ø) mm
Berat120 g

Membaca Angka dengan Cara Sederhana

Bagi yang baru menggunakan alat sejenis, beberapa angka di atas bisa terasa abstrak. Analogi sederhananya:

  • Rentang salinitas 0–80 ppt: cukup untuk mengukur dari air tawar yang sangat rendah garam hingga air laut pekat atau brine. Air laut normal berada di sekitar 30–35 ppt; jadi angka 80 ppt memberi ruang lebar untuk aplikasi proses.

  • Resolusi 0.01 ppt: setiap “klik” naik satu langkah berarti perubahan 0,01 gram garam per liter air. Ini cukup sensitif untuk memantau perubahan kecil akibat penambahan air tawar di tambak.

  • Akurasi ±1% F.S.: pada salinitas 40 ppt, ketidakpastian sekitar ±0,8 ppt. Untuk monitoring proses dan budidaya, ini sudah sangat memadai.

Memilih Rentang dan Aksesori yang Tepat

Tabel Rentang Konduktivitas & Contoh Aplikasi

Berikut panduan praktis mengaitkan rentang kerja SALscan20 dengan contoh aplikasi:

Rentang Konduktivitas Utama (perkiraan)Contoh AplikasiLarutan Kalibrasi Utama (SALscan20)
700 – 1700 μS/cmAir payau ringan, air limbah domestik agak asin1413 μS/cm
7 – 17 mS/cmTambak udang, air laut encer, proses F&B berbasis brine12.88 mS/cm
70 – 170 mS/cmBrine pekat, bak plating, larutan proses garam tinggi111.8 mS/cm

Aksesori yang Tersedia

Beberapa aksesori resmi yang tercantum di manual:

  • Elektroda E-ECscan-C10-10K – elektroda pengganti khusus SALscan20 dengan cell constant K=10, rentang 0.1–200 mS/cm.

  • Larutan standar konduktivitas:

    • ECCS-1413 – 1413 μS/cm (480 mL)

    • ECCS-1288 – 12.88 mS/cm (480 mL)

    • ECCS-1118 – 111.8 mS/cm (480 mL)

    • ECCS-50 – 50 mS/cm (bisa dipakai untuk rentang lain jika perlu).

Faktor yang Mempengaruhi Hasil

Agar hasil salinitas lebih konsisten, beberapa hal perlu diperhatikan:

  • Kebersihan sensor – endapan garam atau lumpur di slot sensor akan memperlambat respon dan mengubah pembacaan. Bilas dengan air tawar setelah dipakai.

  • Suhu sampel – meskipun ada ATC, usahakan kalibrasi dan pengukuran dilakukan pada kisaran suhu yang mirip agar kompensasi lebih optimal.

  • Kualitas larutan standar – selalu gunakan larutan standar segar, jangan dicampur ulang atau dipakai berulang kali untuk banyak kalibrasi.

  • Homogenitas sampel – aduk sampel dengan lembut sebelum pengukuran, terutama di tambak atau bak proses yang mudah stratifikasi.

Dari Tambak Udang hingga Laboratorium Kampus: Dua Contoh Pemakaian

1. Tambak Udang Vannamei di Pesisir Jawa

Sebuah perusahaan tambak udang intensif di Jawa menghadapi masalah fluktuasi salinitas antara kolam dan antar musim. Sebelumnya mereka mengandalkan alat lama yang sering berbeda pembacaannya antar operator. Akibatnya, keputusan penambahan air laut atau air tawar sering terlambat, menyebabkan stres pada udang.

Setelah beralih ke SALscan20, tim teknisi lapangan menerapkan protokol baru:

  • Kalibrasi 2 titik setiap awal minggu (12.88 mS/cm dan 111.8 mS/cm).

  • Sampling harian pagi–sore di titik yang sama pada setiap kolam.

  • Pencatatan salinitas dan suhu di lembar kontrol digital.

Dalam beberapa minggu, mereka mendapati variasi salinitas antar kolam menurun dan pola perubahan harian lebih jelas. Waktu yang dihabiskan untuk satu sesi monitoring berkurang karena Auto-Hold dan respons sensor yang cepat. Secara internal, manajemen melaporkan penurunan kasus molting bermasalah dan mortalitas akut terkait perubahan salinitas karena tindakan korektif bisa dilakukan lebih dini.

2. Teaching Lab Oseanografi di Kampus

Di sebuah universitas, laboratorium oseanografi memerlukan alat yang bisa dibawa mahasiswa ke lapangan untuk praktikum kualitas air laut. Kebutuhannya:

  • Alat ringkas dan cukup kuat untuk dibawa di perahu kecil.

  • Mudah dioperasikan oleh mahasiswa yang baru belajar alat ukur.

  • Biaya pemeliharaan tidak terlalu tinggi.

SALscan20 dipilih karena kombinasi rentang salinitas luas, berat ringan, dan elektroda yang bisa diganti. Dalam kegiatan praktikum, setiap kelompok membawa satu alat untuk mengukur salinitas di beberapa kedalaman dan jarak dari garis pantai. Data kemudian dibandingkan dengan data CTD laboratorium sebagai referensi.

Hasilnya, mahasiswa dapat memahami hubungan antara konduktivitas dan salinitas secara praktis, sekaligus belajar tentang pentingnya kalibrasi dan kontrol suhu. Untuk laboratorium, SALscan20 menjadi alat yang “tahan banting” untuk kegiatan mengajar, sementara instrumen yang lebih mahal disimpan untuk riset.

Langkah Penggunaan SALscan20 di Tambak Udang

Berikut panduan praktis yang bisa langsung diterapkan di usaha budidaya udang:

  1. Siapkan alat dan larutan kalibrasi

    • Pastikan baterai terisi (cek indikator).

    • Siapkan larutan standar 12.88 mS/cm (dan 111.8 mS/cm bila perlu).

    • Bilas sensor dengan air tawar sebelum kalibrasi.

  2. Lakukan kalibrasi (misal 2 titik)

    • Tekan dan tahan Cal untuk masuk menu, pilih 2 titik kalibrasi.

    • Masuk mode kalibrasi, celupkan sensor ke larutan 12.88 mS/cm, tunggu stabil, lalu konfirmasi dengan Enter.

    • Bilas sensor, lanjutkan dengan larutan 111.8 mS/cm, ulangi langkah yang sama.

  3. Atur pengukuran di lapangan

    • Aktifkan Auto-Hold di menu agar hasil otomatis terkunci.

    • Bawa alat, ember sampel, dan lembar catatan ke area tambak.

  4. Pengambilan dan pengukuran sampel

    • Ambil air dari kedalaman ±30–50 cm menggunakan gayung/ember kecil.

    • Celupkan sensor SALscan20 ke dalam ember, goyang sedikit agar gelembung udara lepas.

    • Tunggu hingga pembacaan stabil dan ikon HOLD muncul, kemudian baca salinitas (ppt) dan suhu.

    • Catat hasil di lembar kontrol.

  5. Tindakan berdasarkan hasil

    • Bandingkan dengan salinitas target (misal 25–30 ppt untuk udang vannamei).

    • Jika terlalu rendah, rencanakan penambahan air laut; jika terlalu tinggi, tambahkan air tawar secara bertahap.

  6. Perawatan setelah pemakaian

    • Bilas sensor dengan air tawar untuk menghilangkan kristal garam.

    • Keringkan bagian luar, pasang kembali penutup pelindung.

    • Simpan di tempat teduh dan kering; jangan ditinggalkan dalam kendaraan tertutup yang panas.

Dengan langkah sederhana ini, pemantauan salinitas menjadi rutinitas harian yang tidak lagi menyita banyak waktu, sekaligus menghasilkan data yang konsisten untuk pengambilan keputusan.

Apakah SALscan20 Tepat untuk Operasi Anda?

SALscan20 menempati posisi menarik di antara alat ukur salinitas: lebih canggih dan fleksibel dibanding refraktometer manual atau tester satu-parameter, namun tetap ringkas dan mudah digunakan oleh operator non-laboran. Keunggulan utamanya:

  • Rentang salinitas luas (0–80 ppt) dengan kompensasi suhu otomatis.

  • Kalibrasi hingga 3 titik dengan standar yang umum tersedia.

  • Desain ringan, IP54, dan elektroda mudah diganti.

  • Baterai isi ulang via USB dengan auto-off.

SALscan20 sangat cocok untuk:

  • Akuakultur laut dan payau yang memerlukan pemantauan harian.

  • Laboratorium QA/QC yang membutuhkan pocket tester untuk verifikasi cepat.

  • Instalasi pengolahan air payau, air limbah industri asin, dan proses kimia dengan larutan bersalinitas tinggi.

  • Teaching lab yang mengutamakan kemudahan penggunaan dan durabilitas.

Jika kebutuhan Anda menuntut integrasi langsung ke LIMS atau logging otomatis jangka panjang, Anda mungkin perlu melengkapi SALscan20 dengan meter bench-top yang memiliki interface data. Namun sebagai alat front-line yang selalu ada di saku teknisi, SALscan20 adalah pilihan yang rasional dan efisien.

FAQ SALscan20 Pocket Salinity Tester

1. Apakah SALscan20 bisa digunakan untuk air tawar?
Bisa, tetapi rentang utamanya dioptimalkan untuk salinitas dan konduktivitas tinggi. Untuk air tawar murni dengan konduktivitas sangat rendah, model lain dengan rentang low conductivity bisa lebih tepat.

2. Seberapa sering alat perlu dikalibrasi?
Untuk penggunaan rutin di tambak atau produksi, kalibrasi mingguan dengan satu atau dua larutan standar umumnya cukup. Jika alat sering berpindah lokasi atau digunakan oleh banyak operator, kalibrasi lebih sering akan meningkatkan kepercayaan data.

3. Apakah sensor bisa dibersihkan jika terkontaminasi lumpur atau minyak?
Ya, bilas dengan air tawar dan, bila perlu, gunakan sikat lembut atau kain tanpa serat untuk menghilangkan endapan. Hindari menggosok terlalu keras permukaan platinum black agar lapisan tidak rusak.

4. Berapa lama baterai bertahan dalam satu kali pengisian?
Manual tidak menyebut angka jam spesifik, tetapi adanya fitur auto-off 8 menit setelah tombol terakhir ditekan membantu memperpanjang masa pakai per charge. Dalam praktik, banyak pengguna mengisi ulang secara berkala (misalnya setiap beberapa hari pemakaian intensif).

5. Apakah SALscan20 aman jika terkena hujan?
Dengan rating IP54, alat tahan percikan dan hujan ringan, tetapi tidak boleh direndam atau dibiarkan terkena hujan deras dalam waktu lama. Keringkan segera setelah basah dan jangan gunakan jika air masuk ke kompartemen baterai.

6. Bisakah data SALscan20 dikirim langsung ke komputer?
Tidak. Port USB hanya untuk pengisian baterai, bukan untuk transfer data. Pencatatan perlu dilakukan manual ke lembar kerja atau aplikasi lain.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan salinitas dan konduktivitas dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti SALscan20 Pocket Salinity Tester dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan kontrol kualitas air, menjaga stabilitas proses, dan memenuhi standar regulasi yang berlaku. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pengujian salinitas di tambak, fasilitas pengolahan air, atau lini produksi, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi instrumen yang paling sesuai.

Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.