Di banyak laboratorium QA/QC, WTP/WWTP, dan teaching lab, pengukuran kekeruhan masih sering jadi titik lemah dalam rantai pengendalian kualitas. Di atas kertas, prosedur sudah rapi. Namun di lapangan, teknisi sering berhadapan dengan beberapa masalah klasik:
-
Hasil uji kekeruhan berbeda jauh antar hari, padahal sampel dari titik yang sama.
-
Instrumen lama sensitif terhadap cahaya sekitar; sedikit lupa menutup penutup sampel, angka langsung “loncat”.
-
Data pengujian masih dicatat manual, sehingga sulit ditelusuri kembali saat audit atau investigasi komplain.
-
Pengujian Total Suspended Solids (TSS) butuh dua alat berbeda, menyita waktu dan memperbesar peluang salah hitung.
Bayangkan tim QA di instalasi pengolahan air minum kota. Setiap jam mereka mengambil sampel dari berbagai titik proses – dari air baku sungai, outlet koagulasi-flokulasi, hingga reservoir distribusi. Target kekeruhan ketat, karena sedikit saja lonjakan bisa mengindikasikan kegagalan koagulasi, kenaikan beban organik, atau potensi masalah desinfeksi.
Jika alat turbiditas tidak stabil atau kalibrasinya meragukan, operator bisa salah mengambil keputusan: overdosis koagulan yang berujung pemborosan bahan kimia, atau sebaliknya, melewatkan indikasi gangguan proses. Di industri makanan-minuman, nilai kekeruhan yang tidak konsisten juga bisa berujung klaim kualitas dan penarikan produk.
Untuk dunia riset dan teaching lab, persoalannya lain lagi. Dosen dan peneliti membutuhkan data yang bisa diolah ulang – lengkap dengan waktu pengukuran, satuan, dan jejak kalibrasi. Mengumpulkan data dari alat yang tidak punya memori atau antarmuka PC berarti kerja ekstra: mengetik ulang satu per satu ke Excel.
Di tengah tuntutan akurasi, efisiensi, dan kepatuhan regulasi inilah sebuah turbidimeter benchtop yang stabil, mudah dikalibrasi, dan terintegrasi data menjadi kebutuhan nyata, bukan sekadar “nice to have”.
Teknologi Nephelometrik Inframerah di TB200
TB200 bekerja dengan prinsip nephelometri menggunakan sumber cahaya inframerah dan detektor fotodioda yang ditempatkan pada sudut 90°. Prinsip ini mengikuti standar ISO 7027, standar internasional yang banyak dipakai untuk pengukuran kekeruhan air bersih maupun limbah.
Secara sederhana, cara kerjanya seperti ini:
-
Sampel air dimasukkan ke dalam vial kaca bening dan ditempatkan di ruang ukur.
-
LED inframerah dengan panjang gelombang sekitar 850 nm menembakkan cahaya ke sampel.
-
Partikel tersuspensi di dalam air akan menghamburkan (scatter) cahaya tersebut ke berbagai arah.
-
Detektor fotodioda yang dipasang 90° terhadap berkas cahaya utama menangkap intensitas cahaya hamburan.
-
Semakin banyak partikel, semakin besar hamburan cahaya, dan nilai kekeruhan (dalam NTU, FNU, dsb.) pun meningkat.
Pemilihan sumber cahaya inframerah memberikan beberapa keuntungan penting:
-
Lebih tahan terhadap variasi warna sampel dibanding cahaya tampak – penting untuk air limbah industri, air permukaan, atau sampel F&B yang sedikit berwarna.
-
Mengurangi pengaruh cahaya ambient; apalagi TB200 dilengkapi penutup ruang ukur (light shield lid) sehingga sumber cahaya luar nyaris tidak mengganggu.
-
Memudahkan kesesuaian dengan standar lingkungan dan air minum yang merujuk pada ISO 7027.
Dalam jangka panjang, pendekatan nephelometrik inframerah seperti di TB200 membantu laboratorium menjaga konsistensi antar batch, antar operator, dan bahkan antar site. Selama kalibrasi dilakukan dengan standar Formazin yang tepat, data dari TB200 bisa dipakai untuk:
-
Tracing tren kekeruhan jangka panjang di WTP/WWTP.
-
Mendukung validasi proses filtrasi atau polishing di industri farmasi dan F&B.
-
Menjadi dasar evaluasi perubahan bahan baku, misalnya sumber air baku baru.
Selain itu, TB200 tidak hanya membaca kekeruhan; ia juga menyediakan mode Total Suspended Solids (TSS) berbasis faktor konversi dari hubungan NTU dan mg/L TSS di tiap sistem. Hal ini membuat pendekatan pengujian partikel tersuspensi menjadi lebih praktis, terutama untuk instalasi yang membutuhkan angka TSS harian tetapi tidak selalu sempat menjalankan metode gravimetri penuh.
TB200 sebagai Solusi Turbiditas dan TSS di Meja Laboratorium
TB200 adalah benchtop turbidity meter multiparameter yang dirancang untuk pengujian kekeruhan dan TSS di laboratorium. Alat ini mampu mengukur:
-
Turbiditas dalam satuan NTU/FNU sampai 2000 NTU.
-
Turbiditas khusus industri minuman dalam satuan EBC (hingga 500) dan ASBC (hingga 9999).
-
TSS (mg/L) berdasarkan faktor konversi yang bisa diatur pengguna.
Beberapa hal yang membuat TB200 menarik dibanding turbidimeter benchtop lain di kelasnya:
-
Kombinasi turbiditas + TSS dalam satu unit
Pengguna tidak perlu lagi memisahkan pengujian kekeruhan dan TSS di dua alat berbeda. Dengan memasukkan faktor konversi TSS (hasil korelasi lokal antara NTU dan mg/L), TB200 dapat menampilkan langsung nilai TSS pada mode khusus mg/L. -
Kalibrasi fleksibel sampai 7 titik
TB200 mendukung kalibrasi 2–7 titik dengan standar Formazin bawaan (0,02; 10; 200; 500; 1000; 1500; 2000 NTU). Hal ini memudahkan laboratorium yang bekerja pada rentang sangat lebar – dari air sangat jernih hingga cukup keruh – tanpa mengorbankan linearitas. -
Empat satuan turbiditas sekaligus
Selain NTU/FNU, TB200 menyediakan EBC dan ASBC, dua satuan yang lazim di industri bir dan minuman. Ini memudahkan pabrik minuman untuk memakai satu instrumen saja untuk QA air proses dan evaluasi produk antara. -
Integrasi data digital
Memori internal hingga 200 data, antarmuka USB ke PC, dan software DAS yang mampu menerima data, menghitung rata-rata, serta mengekspor ke Excel. Ini menjawab kebutuhan audit trail sederhana di banyak lab kecil-menengah.
Dengan kombinasi ini, TB200 cocok untuk:
-
Laboratorium lingkungan yang menguji air sungai, air tanah, air limbah.
-
Instalasi pengolahan air minum/limbah yang butuh instrumen di lab kontrol proses.
-
Laboratorium farmasi/biotek yang memantau turbiditas air murni, WFI, atau suspensi.
-
Pabrik F&B yang mengukur kekeruhan air proses dan beberapa produk.
-
Teaching lab di kampus teknik lingkungan, kimia, dan biologi.
Desain Fisik dan Ergonomi TB200
Secara desain, TB200 adalah instrumen benchtop dengan form factor kompak:
-
Dimensi: sekitar 250 (L) × 177 (W) × 96 (H) mm.
-
Berat: sekitar 1,2 kg, cukup ringan untuk dipindah antar meja lab.
Bagian atas instrumen dilengkapi light shield lid yang dapat dibuka-tutup. Di bawahnya terdapat measurement chamber sebagai tempat vial sampel. Pengguna cukup mengangkat penutup, memasukkan vial 60×25 mm, menyelaraskan tanda segitiga di vial dengan panah di meter, lalu menutup kembali penutup sebelum pengukuran.
Di bagian depan terdapat layar TFT LCD 4,5 inci yang menampilkan nilai kekeruhan/TSS, satuan, indikator mode, dan ikon status (misalnya ikon “Calibrating” atau indikator Auto-Read). Tepat di bawah layar terdapat membrane keypad berbentuk panel sentuh dengan beberapa tombol utama:
-
Tombol daya/ESC.
-
Tombol Cal untuk kalibrasi.
-
MI (store), MR (recall).
-
Tombol navigasi kiri/kanan.
-
Tombol Enter.
-
Tombol Meas untuk memulai dan mengunci pengukuran.
Catu daya menggunakan adaptor DC 12 V; tidak ada baterai internal, sehingga TB200 memang ditujukan sebagai alat lab tetap, bukan portable. Di bagian belakang terdapat dua konektor:
-
Jack adaptor daya.
-
Port USB-B untuk komunikasi data ke PC.
Lingkungan operasi yang direkomendasikan:
-
Suhu 0–50 °C untuk operasi, 0–60 °C untuk penyimpanan.
-
Kelembaban relatif di bawah 80% (non-kondensasi).
Informasi IP rating tidak disebutkan oleh pabrikan. Artinya, instrumen ini sebaiknya dipakai di ruang lab yang kering dengan perlindungan memadai dari cipratan air langsung. Untuk penggunaan di lingkungan pengolahan air yang agak basah, letakkan TB200 di meja yang terlindung dan jauh dari area percikan.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
Salah satu keunggulan TB200 adalah antarmuka yang relatif intuitif untuk level turbidimeter laboratorium. Layar 4,5 inci berwarna (TFT LCD) memberikan tampilan angka besar untuk hasil pengukuran, sehingga mudah dibaca dari jarak beberapa meter.
Menu Setup terintegrasi memungkinkan pengguna mengatur:
-
Tanggal dan waktu (untuk penandaan data).
-
Measurement Mode (NTU, FNU, EBC, ASBC, mg/L TSS).
-
Resolusi (0,1 NTU atau 0,01 NTU).
-
TSS factor.
-
Auto-power off (default 2 jam, bisa dinonaktifkan).
-
Brightness backlight.
-
Password untuk proteksi kalibrasi dan pengaturan.
-
Reset ke pengaturan pabrik.
Navigasi menu menggunakan kombinasi tombol: tahan Cal untuk masuk Setup, lalu gunakan tombol kiri/kanan untuk memilih item dan Enter untuk mengonfirmasi. Bagi operator yang terbiasa dengan instrumen lab modern, pola ini cukup familiar.
Fitur kualitas hidup lainnya:
-
Auto-Read / Auto-Hold: saat tombol Meas ditekan, meter akan mengambil pembacaan sampai stabil lalu “mengunci” nilai, meminimalkan salah baca akibat fluktuasi kecil.
-
Auto-Power Off: bila diaktifkan, alat akan mati otomatis setelah 2 jam tidak ada tombol ditekan, membantu menghemat umur komponen.
-
Memori 200 data: menyimpan hasil pengukuran yang dapat dipanggil kembali melalui menu data log.
-
Fitur Delete Data untuk menghapus seluruh data saat memori penuh.
Secara keseluruhan, pengguna di lab pengolahan air atau kampus yang sering melakukan pengukuran berulang akan merasakan alur kerja yang lebih ringkas dibanding mencatat manual setiap kali.
Fungsi Pintar yang Membantu Rutinitas Pengujian
TB200 bukan sekadar “angka di layar”. Beberapa fungsi pintarnya dirancang langsung menjawab kebutuhan praktis di lapangan.
-
Auto-Read dan Lock Measurement
Dalam pengukuran kekeruhan, nilai awal sering belum stabil akibat posisi vial, gelembung udara, atau suhu sampel. TB200 mendeteksi stabilitas dan hanya mengunci nilai ketika pembacaan sudah mantap. Operator juga bisa mengunci/ membuka kunci secara manual dengan tombol Meas, berguna saat perlu mencatat nilai atau memeriksa kembali. -
Mode TSS dengan faktor konversi
TB200 memungkinkan pengguna memasukkan sendiri faktor TSS (default 0,13). Setelah faktor ini diset di menu Setup, mode mg/L (TSS) akan menghitung nilai TSS langsung dari pembacaan NTU. Hal ini:-
Menghemat waktu dibanding metode gravimetri harian.
-
Menyederhanakan pemantauan tren TSS di WWTP atau IPAL industri.
-
-
Password Protection
Untuk lab yang menerapkan sistem mutu (misalnya ISO/IEC 17025 atau CPOB), menjaga integritas kalibrasi adalah hal penting. TB200 menyediakan password yang membatasi akses ke menu Setup dan kalibrasi, sehingga hanya personel berwenang yang dapat mengubahnya. -
Reset ke Factory Default
Jika suatu saat kalibrasi menjadi kacau atau pengaturan berubah terlalu banyak, fitur Reset akan mengembalikan semua ke kondisi pabrik (kecuali data yang tersimpan). Ini memudahkan troubleshooting, terutama di teaching lab yang digunakan banyak mahasiswa. -
Software DAS untuk olah data
Dickomunikasikan via USB, data yang tersimpan di TB200 dapat dipindah ke PC melalui software DAS. Di sana, pengguna dapat:-
Menerima seluruh data dari memori.
-
Menghitung rata-rata otomatis dari 2–10 pembacaan.
-
Menyimpan data langsung ke file Excel.
-
Bagi QA manager, fitur-fitur ini berarti:
-
Waktu analisis lebih singkat.
-
Jejak data yang bisa ditelusur saat audit.
-
Risiko salah baca atau salah catat berkurang.
Integrasi Data dan Konektivitas ke Sistem Lain
Di era digital, nilai pengukuran tanpa jejak data yang rapi kurang bernilai. TB200 sudah memikirkan hal ini dengan menyediakan:
-
Port USB-B sebagai antarmuka komunikasi ke PC.
-
Software DAS khusus untuk seri TB100/TB200 yang dapat:
-
Mengenali port perangkat otomatis.
-
Mengunduh seluruh memori (200 data).
-
Menghitung average otomatis.
-
Menyimpan file hasil pengukuran dalam format Excel.
-
Workflow yang umum di laboratorium:
-
Operator melakukan pengukuran rutin harian dan menyimpan hasil penting ke memori alat.
-
Di akhir shift, mereka menghubungkan TB200 ke PC dan menjalankan DAS.
-
Semua data ditarik, lalu file Excel disimpan di server lab atau diunggah ke LIMS (bila ada).
Meskipun TB200 belum terintegrasi langsung ke LIMS melalui protokol khusus, file Excel yang dihasilkan memudahkan impor ke berbagai sistem. Hal ini sudah cukup untuk banyak lab kecil menengah yang baru memulai digitalisasi data.
Spesifikasi Teknis TB200
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Model | TB200 |
| Metode pengukuran | ISO 7027 nephelometric, sudut 90° |
| Rentang turbiditas | 0–2000 NTU/FNU; 0–500 EBC; 0–9999 ASBC |
| Rentang TSS | Bergantung faktor konversi yang diatur pengguna |
| Resolusi | 0,01 NTU (0–99 NTU); 0,1 NTU (100–999 NTU); 1 NTU (1000–2000 NTU) |
| Akurasi turbiditas | ±2% pembacaan (0–500 NTU); ±3% pembacaan (501–2000 NTU) |
| Titik kalibrasi | 2–7 titik |
| Standar kalibrasi | 0,02; 10; 200; 500; 1000; 1500; 2000 NTU (Formazin) |
| Akurasi TSS | ±3% pembacaan |
| Sumber cahaya | LED inframerah, 850 nm |
| Detektor | Silicon photodiode |
| Stray light | < 0,02 NTU |
| Vial sampel | 60 (H) × 25 (Ø) mm |
| Volume sampel | 30 mL |
| Memori | 200 set data |
| Antarmuka komunikasi | USB |
| Suhu operasi | 0–50 °C |
| Suhu penyimpanan | 0–60 °C |
| Kelembapan relatif | < 80% (non-kondensasi) |
| Layar | TFT LCD 4,5 inci |
| Catu daya | Adaptor DC 12 V/2 A |
| Dimensi | 250 (L) × 177 (W) × 96 (H) mm |
| Berat | 1,2 kg |
Bagi pengguna yang baru, angka-angka di atas bisa dibaca seperti ini:
-
Rentang 0–2000 NTU sudah lebih dari cukup untuk kebanyakan aplikasi air minum dan limbah, karena batas regulasi air minum biasanya di bawah 5 NTU.
-
Resolusi 0,01 NTU di kisaran rendah membuat perubahan kecil – misalnya dari 0,10 ke 0,15 NTU – tetap terlihat jelas, penting untuk monitoring filtrasi halus.
-
Akurasi ±2–3% berarti untuk pembacaan 10 NTU, kesalahan maksimum sekitar 0,2–0,3 NTU; cukup baik untuk QA/QC rutinitas.
-
Stray light < 0,02 NTU menunjukkan kemampuan instrumen menjaga “nol” tetap rendah, yang berpengaruh pada stabilitas pengukuran sampel jernih.
Panduan Memilih Rentang dan Aksesori
Pemilihan Rentang Turbiditas dan Contoh Aplikasi
| Rentang Turbiditas (NTU) | Contoh Aplikasi |
|---|---|
| 0–1 | Air demin, air ultrapure, WFI, air minum setelah filtrasi akhir |
| 1–20 | Outlet filtrasi pasir WTP, air permukaan yang sudah diolah, minuman ringan jernih |
| 20–200 | Air baku sungai, outlet koagulasi-flokulasi, beberapa air limbah domestik |
| 200–2000 | Air limbah industri berat, suspensi proses, sampel penelitian dengan beban partikel tinggi |
TB200 mampu mencakup semua rentang di atas tanpa perlu penggantian range secara manual; operator cukup menyesuaikan resolusi bila perlu. Untuk sampel di atas 2000 NTU, manual menyarankan dilusi terkontrol lalu menghitung kembali nilai sebenarnya dengan rumus sederhana.
Aksesori yang Tersedia
Bante menyediakan beberapa aksesori resmi untuk TB200:
-
TB-GV: Vial kaca 60 (H) × 25 (Ø) mm – penting sebagai cadangan bila vial tergores atau pecah.
-
TB-CAL: Paket standar turbiditas 0,02; 200; 500; 1000 NTU (20 mL).
-
USB-B: Kabel USB A–B 1 m untuk koneksi ke PC.
-
DCPA-12V: Adaptor daya 12 V standar Eropa.
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pengukuran
Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar TB200 memberikan hasil optimal:
-
Kebersihan vial: goresan dan noda dapat meningkatkan hamburan cahaya. Ganti vial bila sudah kusam.
-
Gelembung udara: hindari pengocokan keras; balik perlahan saja.
-
Konsistensi posisi vial: selalu sejajarkan tanda segitiga pada vial dengan panah di meter.
-
Suhu sampel: usahakan mendekati suhu ruang, terutama bila membandingkan antar hari.
-
Kalibrasi berkala: sesuaikan frekuensi dengan regulasi internal dan standar mutu yang diikuti.
Ilustrasi Penerapan TB200 di Lapangan
Kasus 1 – WTP Air Minum Mengurangi Downtime dan Penggunaan Koagulan
Sebuah instalasi pengolahan air minum skala kota menggunakan sungai sebagai sumber air baku. Sebelum memakai TB200, mereka mengandalkan turbidimeter lama dengan display kecil dan tanpa memori. Operator mencatat angka manual tiap jam pada lembar log. Masalah yang muncul:
-
Data sulit dilacak saat terjadi komplain pelanggan.
-
Terkadang terjadi beda baca signifikan antar shift karena teknik pengukuran tidak seragam.
Setelah mengganti instrumen lab dengan TB200, mereka melakukan beberapa langkah:
-
Menetapkan prosedur kalibrasi 5 titik (0,02; 10; 200; 500; 1000 NTU) setiap awal pekan.
-
Menggunakan mode Auto-Read dan menyimpan setidaknya satu data per jam ke memori.
-
Di akhir shift, data ditarik ke PC dan dianalisis dengan Excel untuk memantau tren kekeruhan pada tiap unit proses.
Hasilnya dalam beberapa bulan:
-
Operator cepat melihat tren naik perlahan pada turbiditas outlet koagulasi sebelum mencapai batas alarm. Mereka menyesuaikan dosis koagulan lebih dini.
-
Frekuensi “emergency flushing” filter pasir menurun, sehingga downtime berkurang sekitar 15–20% dalam setahun.
-
Data historis tersimpan rapi sehingga saat evaluasi bahan kimia baru, mereka bisa membandingkan performa secara kuantitatif.
Kasus 2 – Teaching Lab Lingkungan Mempermudah Praktikum
Di sebuah universitas, laboratorium teknik lingkungan menyelenggarakan praktikum kualitas air untuk ratusan mahasiswa per semester. Sebelumnya, mereka menggunakan beberapa turbidimeter portable sederhana.
Masalah yang sering muncul:
-
Setting kalibrasi sering berubah karena diakses banyak kelompok.
-
Nilai praktikum mahasiswa sulit dibenarkan karena tidak ada jejak data asli – hanya angka di laporan.
Dengan TB200, lab mengganti satu instrumen utama di meja dosen:
-
Password diaktifkan sehingga kalibrasi hanya bisa dilakukan teknisi lab.
-
Mahasiswa membawa sampel ke meja dosen, melakukan pengukuran, dan menyimpan hasil ke memori (MI).
-
Setelah sesi praktikum, teknisi mengunduh seluruh data, mengatur dalam Excel, dan mencocokkan dengan laporan kelompok.
Benefitnya:
-
Konsistensi kalibrasi terjaga sepanjang semester.
-
Dosen bisa menunjukkan kembali data asli saat mengoreksi laporan, sekaligus mengajarkan pentingnya traceability dalam analisis kualitas air.
Langkah Menggunakan TB200 untuk Pengujian Kekeruhan Air di WTP
Sebagai contoh praktis, bayangkan Anda operator laboratorium di WTP yang memantau kekeruhan inlet dan outlet filtrasi. Berikut langkah penggunaan TB200 dari awal hingga mendapatkan data siap analisis:
-
Persiapan awal
-
Nyalakan TB200 dengan menekan tombol daya. Tunggu sekitar 10 menit agar instrumen stabil.
-
Pastikan ruang ukur bersih dan penutup (light shield lid) dapat menutup rapat.
-
-
Cek atau lakukan kalibrasi (misalnya mingguan)
-
Tekan tombol Cal, pilih jumlah titik kalibrasi (misalnya 4 atau 5 titik).
-
Gunakan standar Formazin 0,02; 10; 200; 500; 1000 NTU yang sudah disiapkan.
-
Untuk setiap standar:
-
Lap vial dengan kain bebas serat.
-
Masukkan ke ruang ukur, sejajarkan tanda, tutup penutup, lalu tekan Enter.
-
-
Ulangi hingga semua titik selesai dan layar menampilkan “Calibration is Completed”.
-
-
Pengukuran sampel outlet filtrasi
-
Bilas vial dengan sampel sekitar tiga kali.
-
Isi hingga volume kerja, lap bagian luar hingga benar-benar kering.
-
Masukkan ke ruang ukur dan sejajarkan tanda.
-
Tutup penutup dan tekan tombol Meas. Tunggu hingga nilai stabil dan ikon Auto-Read berhenti berkedip.
-
Tekan tombol MI untuk menyimpan data, terutama bila hasil ini menjadi dasar laporan harian.
-
-
Pengukuran sampel inlet (air baku)
-
Ulangi prosedur yang sama. Bila nilai di atas 2000 NTU, lakukan pengenceran dan hitung kembali dengan rumus T = [Td (Vs + Vd)] / Vs sesuai panduan manual.
-
-
Pengelolaan data
-
Di akhir shift, hubungkan TB200 ke PC dengan kabel USB-B.
-
Jalankan software DAS, klik Connect dan Receive untuk menarik seluruh data.
-
Simpan sebagai file Excel dan lakukan analisis tren (grafik waktu vs NTU).
-
Dengan prosedur ini, WTP mendapatkan data kekeruhan yang rapi, mudah ditelusuri, dan siap dipakai untuk perbaikan proses maupun pelaporan ke regulator.
Kesimpulan dan Rekomendasi
TB200 Benchtop Turbidity Meter menawarkan kombinasi yang pas antara akurasi, fleksibilitas, dan kemudahan integrasi data. Dengan rentang 0–2000 NTU, resolusi hingga 0,01 NTU, serta kalibrasi 2–7 titik menggunakan standar Formazin, alat ini mampu mengakomodasi kebutuhan mulai dari air sangat jernih hingga cukup keruh.
Fitur TSS factor, mode multi-satuan (NTU/FNU/EBC/ASBC), memori 200 data, dan koneksi USB ke software DAS menjadikannya cocok untuk:
-
Laboratorium QA/QC di pengolahan air minum dan limbah.
-
Lab lingkungan dan riset kampus yang membutuhkan data terarsip.
-
Industri F&B, farmasi, kosmetik, dan proses kimia yang memantau kekeruhan atau partikel tersuspensi.
Jika Anda mencari turbidimeter benchtop yang:
-
Mematuhi standar ISO 7027,
-
Memudahkan pengujian kekeruhan dan TSS dalam satu unit,
-
Serta mendukung pengelolaan data digital sederhana,
maka TB200 layak dipertimbangkan sebagai instrumen utama di laboratorium Anda.
FAQ Singkat
1. Apakah TB200 bisa digunakan untuk air minum dengan batas turbiditas sangat rendah?
Ya. Dengan resolusi hingga 0,01 NTU di rentang rendah dan stray light <0,02 NTU, TB200 cukup sensitif untuk mengukur kekeruhan air minum yang disyaratkan di bawah 1 NTU di banyak regulasi.
2. Seberapa sering TB200 perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi bergantung pada beban kerja dan kebijakan mutu lab. Banyak laboratorium melakukan kalibrasi penuh (beberapa titik) mingguan, dan cek satu titik (misalnya 10 NTU) setiap hari. Manual menegaskan bahwa instrumen sudah terkalibrasi di pabrik, tetapi kalibrasi berkala tetap dianjurkan untuk menjaga keakuratan.
3. Bisakah TB200 dipakai di lapangan (outdoor)?
Secara desain, TB200 adalah instrumen benchtop yang membutuhkan catu daya 12 V dari adaptor dan tidak memiliki rating IP khusus. Paling ideal digunakan di ruang laboratorium terlindung. Untuk pengukuran lapangan, lebih tepat menggunakan turbidimeter portable.
4. Apakah faktor TSS di TB200 sama untuk semua jenis air limbah?
Tidak. Faktor TSS (hubungan NTU ke mg/L) sangat dipengaruhi karakter partikel di masing-masing sistem. Pengguna perlu menentukan sendiri faktor ini melalui korelasi NTU dan TSS gravimetri sesuai panduan manual, lalu memasukkannya ke menu TSS factor.
5. Apa yang terjadi jika saya lupa password TB200?
Jika password diaktifkan dan Anda lupa kombinasinya, manual menyarankan untuk menghubungi pemasok dengan menyertakan nomor seri alat. Pabrikan dapat membantu mereset proteksi tersebut.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengukuran kekeruhan dan TSS yang andal dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti TB200 Benchtop Turbidity Meter dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air, menjaga konsistensi proses, dan memenuhi standar regulasi yang berlaku. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pemantauan kekeruhan di utilitas, proses produksi, atau riset, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Portable Multiparameter Water Quality
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality System
Lihat Produk★★★★★ -

Pocket Multiparameter Water Quality PC-5
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Datalogging pH-mV-ORP-Cond-TDS-Salinity-Temperature Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante904P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante903P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante902P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★
Referensi
-
Bagas Reforma, Alfian Ma’arif, Sunardi. (2022). Alat Pengukur Kualitas Air Bersih Berdasarkan Tingkat Kekeruhan dan Jumlah Padatan Terlarut. JTE, 13(2), 66–73. https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/jte/article/download/14918/5594
-
Goib Wiranto, Tri Rahajoeningroem, Al Fatin Fernanda. (2020). Sistem Monitoring Kualitas Air Menggunakan Sensor Turbidity Metode Nephelometri Berbasis Raspberry PI 3. Telekontran, 8(1). https://ojs.unikom.ac.id/index.php/telekontran/article/download/3070/1957














