Buat banyak industri, “air” bukan sekadar air. Di pabrik minuman, perbedaan beberapa ppm (parts per million) mineral bisa mengubah rasa produk. Di farmasi dan bioteknologi, sedikit kontaminan terlarut bisa mengganggu reaksi bioproses, memengaruhi kemurnian bahan baku, bahkan memicu batch gagal. Di pengolahan air minum dan air limbah, angka TDS terlalu tinggi bisa menandakan proses yang tidak stabil, efisiensi filtrasi menurun, atau kebocoran pada sistem membran.
Masalahnya, memantau kualitas air dengan cepat dan konsisten di lapangan tidak selalu mudah. Banyak tim QA/QC dan operator lapangan menghadapi beberapa tantangan klasik:
-
Pengukuran TDS yang tidak konsisten antar-operator.
-
Alat yang terlalu besar dan rentan rusak jika sering berpindah-pindah lokasi.
-
Tester murah dengan akurasi rendah, membuat data diragukan saat audit.
-
Kerepotan kalibrasi yang bertele-tele, sehingga alat dipakai “apa adanya” tanpa dicek.
-
Lingkungan kerja yang basah dan keras (di dekat bak pengolahan, area proses, atau kolam) yang membuat alat cepat rusak.
Di kampus dan teaching lab, persoalannya mirip. Mahasiswa butuh alat yang mudah dipakai, cepat dibaca, tetapi tetap cukup akurat untuk praktik analisis kualitas air. Di sisi lain, laboratorium harus menjaga biaya perawatan tetap rasional dan tidak ingin membeli alat kompleks hanya untuk cek TDS air murni atau air minum.
Di sinilah kebutuhan akan sebuah pocket TDS tester yang:
-
Akurat di rentang rendah (air murni – air minum).
-
Ukurannya ringkas, tahan air, dan siap dibawa ke lapangan.
-
Mudah dikalibrasi oleh siapa saja, termasuk operator baru.
-
Biaya perawatan terkontrol karena sensor bisa diganti tanpa ganti seluruh unit.
TDSscan10L Pocket TDS Tester hadir tepat di persimpangan kebutuhan tersebut: cukup sederhana untuk operator lapangan, tetapi cukup presisi untuk laboratorium pengujian air murni dan air minum.
Prinsip Kerja Pengukuran TDS Berbasis Konduktivitas
Apa Itu TDS dan Mengapa Penting di Berbagai Industri
TDS (Total Dissolved Solids) adalah jumlah total zat padat terlarut dalam air—biasanya berupa ion seperti kalsium, magnesium, natrium, klorida, dan sebagainya—yang dinyatakan dalam ppm (mg/L). Semakin banyak ion terlarut, semakin tinggi nilai TDS.
Di berbagai sektor, TDS menjadi angka kunci:
-
Pengolahan air minum (WTP): memantau kinerja filtrasi dan sistem RO.
-
Air limbah (WWTP): menilai tingkat kontaminasi sebelum dan sesudah proses pengolahan.
-
Pabrik minuman dan dairy: menjamin konsistensi rasa dan kualitas air proses.
-
Farmasi & biotek: memastikan air proses memenuhi standar kemurnian tertentu.
-
Akuakultur dan perikanan: menjaga kualitas air untuk kesehatan ikan dan udang.
-
Pertanian/hidroponik: mengontrol larutan nutrisi agar tidak terlalu pekat atau terlalu encer.
Secara praktis, TDS dipakai sebagai indikator cepat: jika angkanya bergeser dari rentang normal, ada sesuatu yang berubah di proses Anda—entah itu filter yang jenuh, resin yang sudah lemah, atau sumber air baku yang berubah.
Pada alat seperti TDSscan10L, TDS tidak diukur dengan “menimbang zat padat” secara langsung. Alat ini memakai prinsip konduktivitas listrik air: semakin banyak ion terlarut, semakin baik air menghantarkan listrik. Nilai konduktivitas inilah yang kemudian dikonversi menjadi angka TDS.
Konversi Konduktivitas ke TDS dan Peran TDS Conversion Factor
TDSscan10L menggunakan pendekatan standar industri: mengukur konduktivitas larutan, lalu mengalikannya dengan faktor konversi (TDS conversion factor) untuk memperoleh ppm TDS. Faktor ini biasanya berada di kisaran 0,4–1,0, tergantung komposisi ion di dalam air.
Pada TDSscan10L:
-
Rentang faktor konversi: 0,4 sampai 1,0
-
Nilai default: 0,5
Mengapa faktor ini penting?
-
Air murni dari RO atau deionisasi biasanya memiliki profil ion yang berbeda dengan air tanah atau air minum. Dengan faktor konversi yang bisa diatur, Anda dapat mendekatkan pembacaan TDS ke karakter nyata sampel.
-
Di laboratorium QA/QC, kemampuan mengubah faktor ini membantu menyesuaikan pengukuran dengan metode referensi lain yang digunakan (misalnya analisis gravimetri atau standar internal perusahaan).
-
Buat teaching lab di kampus, pengaturan faktor ini bisa jadi materi praktikum tentang hubungan antara konduktivitas dan TDS.
Keunggulan pendekatan konduktivitas–TDS dibanding metode klasik seperti penguapan dan penimbangan adalah:
-
Jauh lebih cepat (hitungan detik, bukan jam).
-
Tidak butuh oven, cawan, dan preparasi rumit.
-
Lebih mudah distandarkan di lapangan dan di jalur produksi.
Dengan kata lain, TDSscan10L memungkinkan pengukuran TDS yang cukup akurat dan sangat praktis, tanpa harus membawa sampel ke laboratorium setiap kali butuh angka.
TDSscan10L Pocket TDS Tester sebagai Solusi untuk Air TDS Rendah
TDSscan10L dirancang sebagai single-range pocket TDS tester dengan fokus utama pada pengukuran air TDS rendah, seperti air murni, air minum, dan air proses yang sudah melalui filtrasi atau RO. Rentang ukurnya:
-
0,5 hingga 100,0 ppm TDS
-
Resolusi 0,1 ppm
-
Akurasi ±1% dari full scale
Rentang ini sengaja dibuat sempit agar resolusi dan ketelitian di area rendah menjadi maksimal. Jadi, alih-alih mencoba mencakup TDS ribuan ppm, TDSscan10L mengoptimalkan akurasi di area yang paling kritis untuk:
-
QA air minum kemasan dan air minum isi ulang.
-
Monitoring air umpan boiler, chiller, atau sistem RO.
-
Pengujian air murni di laboratorium, rumah sakit, dan industri farmasi.
-
Kontrol kualitas air top-up pada akuarium, hatchery udang, atau sistem RAS yang menggunakan air murni sebagai dasar.
Keunggulan Utama Dibanding Tester TDS Umum di Pasaran
Dibanding banyak pocket TDS tester generik, TDSscan10L menawarkan beberapa keunggulan yang relevan untuk pekerjaan serius di lab maupun plant:
-
Rentang rendah yang spesifik: 0,5–100 ppm cocok untuk air murni dan air minum yang sudah diolah, bukan sekadar air baku TDS tinggi.
-
Faktor konversi TDS dapat disesuaikan: 0,4–1,0 dengan default 0,5, sehingga bisa disetel mengikuti karakteristik air yang diuji.
-
Kalibrasi 1 titik dengan larutan standar 71,8 ppm: prosesnya sederhana, dan larutan standar ini sudah termasuk dalam paket pembelian.
-
Desain tahan air: membuat alat aman digunakan di area lembap seperti WTP/WWTP, area proses, maupun kolam.
-
Modul elektroda yang dapat diganti: ketika sensor sudah jenuh atau rusak, Anda cukup mengganti modulnya, bukan seluruh alat; mengurangi biaya jangka panjang.
-
Fungsi hold manual dan auto-power off: membantu pembacaan yang tenang dan hemat baterai.
Bagi tim QA/QC maupun operator lapangan, kombinasi fitur sederhana namun tepat sasaran ini jauh lebih penting daripada fitur canggih yang jarang dipakai tetapi membuat alat mahal dan kompleks.
Desain Fisik dan Ergonomi untuk Pekerja Lapangan dan Lab
Dimensi, Berat, dan Kenyamanan Genggam
Secara fisik, TDSscan10L adalah instrumen genggam berbentuk seperti pena besar, dirancang untuk masuk ke saku jas lab atau kantong samping tas sampling. Dimensinya:
-
Panjang sekitar 185 mm
-
Diameter badan sekitar 40 mm
-
Berat sekitar 100 g
Dimensi ini membuatnya:
-
Cukup panjang untuk dipegang stabil saat mencelupkan sensor ke dalam gelas atau beaker.
-
Cukup ringan agar tidak cepat membuat tangan lelah meskipun banyak titik sampling dalam satu sesi.
-
Mudah disimpan dalam kotak plastik bawaan, yang melindungi alat saat dibawa berpindah-pindah area plant atau lapangan.
Bagian ujung alat menampung modul elektroda TDS yang bisa dibuka dan diganti. Di sisi lain, bagian atas biasanya memuat kompartemen baterai dan area display. Desainnya sederhana tanpa banyak ornamen, sehingga mudah dibersihkan dari cipratan air atau sampel.
Catu Daya, Umur Baterai, dan Batas Lingkungan Operasi
Untuk catu daya, TDSscan10L menggunakan:
-
3 x 1,5 V baterai mikro alkaline tipe LR44
Jenis baterai ini mudah ditemukan dan relatif murah. Menurut data pabrikan, umur baterainya:
-
Sekitar 150 jam pemakaian kontinu
Dalam praktik, dengan fitur auto-power off setelah 8 menit tanpa tombol ditekan, umur baterai efektif bisa lebih panjang karena alat jarang benar-benar menyala terus-menerus.
Batas lingkungan operasinya:
-
Suhu operasi: 0 hingga 50 °C (32 hingga 122 °F)
-
Kelembapan relatif: < 80%
Rentang ini cocok dengan mayoritas kondisi laboratorium, ruang proses industri, maupun area pengolahan air di Indonesia. Desain tahan airnya membantu melindungi elektronik internal ketika terkena cipratan atau terendam pendek, meski tetap disarankan menghindari perendaman total dalam jangka panjang.
Bagi pengguna di WTP, WWTP, ataupun akuakultur yang sering bekerja di dekat permukaan air, desain kedap air + batas lingkungan operasi ini membuat TDSscan10L cukup tangguh untuk pemakaian harian.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna yang Sederhana
Layar, Tombol, dan Alur Pengukuran
TDSscan10L memakai:
-
Layar LCD satu baris berukuran sekitar 21 x 21 mm
Layar ini cukup lebar untuk menampilkan nilai TDS dan informasi dasar lain dengan jelas. Tidak ada menu kompleks atau banyak simbol yang membingungkan, sehingga cocok untuk operator baru atau mahasiswa.
Tata letak tombol dibuat minimalis. Biasanya hanya ada beberapa tombol:
-
Tombol power (ON/OFF)
-
Tombol mode/kalibrasi
-
Tombol hold (atau fungsi hold digabung dalam kombinasi tombol)
Alur pengukuran di lapangan sangat lugas:
-
Nyalakan alat.
-
Bilas sensor dengan air murni atau sampel.
-
Celupkan sensor ke dalam sampel dan aduk perlahan.
-
Tunggu angka stabil (bisa dibantu dengan fungsi hold).
-
Catat hasil pada lembar kerja atau form inspeksi.
Tanpa banyak menu, risiko salah pengaturan oleh pengguna berkurang. Buat laboratorium yang sering menerima rotasi staf baru, ini nilai tambah tersendiri.
Fungsi Hold, Auto-Power Off, dan Kemudahan Kalibrasi
Dua fitur sederhana tetapi sangat terasa di lapangan adalah:
-
Hold function manual: ketika angka sudah stabil, Anda bisa menekan tombol hold untuk “membekukan” tampilan. Ini membantu ketika titik sampling sempit atau posisi tubuh tidak memungkinkan melihat display sambil mengukur.
-
Auto-power off: alat otomatis mati sekitar 8 menit setelah tombol terakhir ditekan. Hal ini menghemat baterai dan mencegah kejadian “alat ditinggal menyala di lab”.
Untuk menjaga akurasi, TDSscan10L menggunakan:
-
Kalibrasi 1 titik dengan larutan standar TDS 71,8 ppm
Larutan standar 71,8 ppm ini sudah termasuk dalam paket pembelian. Proses kalibrasi biasanya mengikuti langkah sederhana:
-
Nyalakan alat dan pastikan bersih.
-
Celupkan sensor ke larutan standar TDS.
-
Tekan tombol kalibrasi (sesuai petunjuk).
-
Biarkan alat menyesuaikan hingga angka sesuai standar.
Karena hanya satu titik, operator tidak harus mengingat banyak prosedur. Ini cukup untuk memastikan akurasi di rentang kerja rendah yang menjadi fokus TDSscan10L.
Fitur Kunci yang Menjaga Konsistensi Data TDSscan10L
Kompensasi Suhu Otomatis
Konduktivitas, dan karenanya TDS, sangat dipengaruhi suhu. Air yang sama bisa menunjukkan nilai TDS berbeda jika diukur di 20 °C dan 30 °C. Untuk mengatasi hal ini, TDSscan10L dilengkapi:
-
Kompensasi suhu otomatis (ATC) dari 0 hingga 50 °C (32 hingga 122 °F)
Artinya, sensor internal mengukur suhu sampel dan alat mengoreksi bacaan konduktivitas ke nilai TDS yang distandarkan. Bagi pengguna, manfaatnya:
-
Data lebih konsisten meskipun pengukuran dilakukan di lokasi berbeda (ruang ber-AC, area luar, dekat tangki, dll.).
-
Mengurangi kesalahan akibat tidak menunggu sampel mencapai suhu tertentu.
-
Memudahkan perbandingan data antar-shift dan antar-hari.
Di industri seperti F&B, farmasi, dan pengolahan air, konsistensi data adalah kunci saat audit maupun validasi proses.
Elektroda yang Dapat Diganti dan Desain Kedap Air
Salah satu titik lemah alat ukur elektrokimia biasanya adalah sensor. Seiring waktu dan pemakaian, elektroda akan mengalami:
-
Penumpukan kotoran atau fouling.
-
Kerusakan mekanik karena terbentur.
-
Penuaan material yang membuat responnya melemah.
TDSscan10L mengantisipasi ini dengan:
-
Modul elektroda TDS yang dapat diganti
Keuntungannya:
-
Biaya perawatan lebih rendah: ketika sensor menurun performanya, cukup ganti modul elektroda, bukan seluruh alat.
-
Memperpanjang umur investasi: body alat, layar, dan elektronik bisa dipakai lebih lama.
-
Praktis untuk laboratorium yang mengoperasikan banyak sampel per hari.
Desain kedap air (waterproof) juga memberi perlindungan ekstra. Bagi operator di WTP, WWTP, atau akuakultur yang sering bekerja di dekat air terbuka, kejatuhan alat ke air atau terkena cipratan adalah risiko harian. Dengan bodi yang dirancang tahan air, TDSscan10L lebih tenang dibawa kerja di lapangan.
Keterbatasan Integrasi Data dan Cara Menyiasatinya
Berbeda dengan meter TDS laboratorium yang dilengkapi antarmuka USB atau RS232, TDSscan10L tidak dirancang untuk terhubung langsung ke PC, LIMS, atau software akuisisi data. Tidak ada port komunikasi maupun fungsi ekspor data digital.
Ini mungkin terlihat sebagai kekurangan jika:
-
Anda membutuhkan logging otomatis ratusan titik per hari.
-
Data harus masuk langsung ke sistem SCADA atau database terpusat.
Namun di sisi lain, desain tanpa konektivitas membuat alat:
-
Lebih ringkas, tahan banting, dan hemat daya.
-
Lebih mudah digunakan oleh operator lapangan tanpa pelatihan teknis.
Untuk kebutuhan pencatatan data, pendekatan praktis yang bisa dilakukan:
-
Menggunakan form inspeksi tercetak untuk mencatat tanggal, waktu, lokasi, dan hasil TDS.
-
Memanfaatkan aplikasi spreadsheet atau form digital di tablet/HP untuk input manual; TDSscan10L menjadi sumber data, sementara perangkat lain menjadi media pencatatan.
-
Menggabungkan TDSscan10L dengan meter TDS yang lebih lengkap di lab pusat jika dibutuhkan pengarsipan elektronik secara menyeluruh.
Dengan cara ini, TDSscan10L memegang peran sebagai alat screening dan monitoring cepat, bukan sebagai sistem akuisisi data otomatis.
Spesifikasi Teknis TDSscan10L dalam Tabel
Tabel Spesifikasi Teknis
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Model | TDSscan10L Pocket TDS Tester |
| Aplikasi utama | Air murni, air minum, pendidikan, dan aplikasi industri |
| Rentang TDS | 0,5 hingga 100,0 ppm |
| Resolusi TDS | 0,1 ppm |
| Akurasi TDS | ±1% dari full scale |
| Kalibrasi | 1 titik |
| Larutan kalibrasi | TDS standar 71,8 ppm |
| Rentang suhu pengukuran | 0 hingga 50 °C |
| Resolusi suhu | 1 °C |
| Akurasi suhu | ±1 °C |
| Kompensasi suhu | Otomatis, 0 hingga 50 °C (32 hingga 122 °F) |
| Faktor konversi TDS | Dapat diatur 0,4 hingga 1,0 (default 0,5) |
| Fungsi hold | Manual |
| Auto-power off | Sekitar 8 menit setelah tombol terakhir ditekan |
| Display | LCD satu baris, sekitar 21 x 21 mm |
| Catu daya | 3 x 1,5 V baterai mikro alkaline tipe LR44 |
| Umur baterai | Sekitar 150 jam penggunaan kontinu |
| Kondisi lingkungan operasi | 0 hingga 50 °C; RH < 80% |
| Dimensi | Sekitar 185 x 40 (Ø) mm |
| Berat | Sekitar 100 g |
| Elektroda | Modul TDS dapat diganti |
| Konstruksi | Desain kedap air (waterproof) |
| Paket standar | Alat TDSscan10L, larutan standar TDS 71,8 ppm, kotak plastik |
Penjelasan Angka Spesifikasi dengan Bahasa Sederhana
Jika angka-angka di tabel terasa kering, bayangkan begini:
-
Rentang 0,5–100 ppm: ini seperti kemampuan alat membaca dari “air sangat murni” hingga “air minum ringan”. Jika air Anda TDS-nya 500–1000 ppm (misalnya air tanah keras), alat ini bukan pilihan utama. Tapi untuk air hasil RO, deionisasi, atau air minum yang sudah diolah, rentang ini sangat pas.
-
Resolusi 0,1 ppm: ibarat timbangan yang bisa membedakan 50,0 kg dan 50,1 kg. Perubahan kecil di TDS masih terlihat, membantu mendeteksi pergeseran halus pada sistem.
-
Akurasi ±1% F.S.: pada skala 0–100 ppm, full scale-nya 100 ppm. Artinya, ketidakpastian maksimal sekitar ±1 ppm. Untuk pemantauan air murni dan air minum, ini sudah sangat memadai.
-
Kompensasi suhu otomatis: bayangkan Anda mengukur di dekat tangki air panas dan di lab AC—tanpa ATC, hasilnya bisa melenceng. Dengan ATC, alat “menyadari” suhu dan menyesuaikan angka.
-
Umur baterai 150 jam: kalau Anda mengukur total 1 jam per hari, baterai bisa bertahan sekitar beberapa bulan sebelum perlu diganti.
Dengan memahami konteks ini, pengguna yang baru mengenal instrumen TDS bisa lebih percaya diri menginterpretasikan angka yang muncul di layar.
Panduan Memilih Rentang TDS dan Aksesori Pendukung
Tabel Rentang TDS dan Contoh Aplikasi
Meskipun TDSscan10L fokus pada TDS rendah, memahami rentang TDS umum akan membantu menentukan apakah alat ini cocok untuk aplikasi Anda.
| Rentang TDS (ppm) | Contoh Aplikasi | Cocok dengan TDSscan10L? |
|---|---|---|
| < 10 | Air sangat murni (RO + deionisasi, lab) | Sangat cocok |
| 10 – 50 | Air murni untuk proses, air boiler make-up | Sangat cocok |
| 50 – 100 | Air minum hasil filtrasi/RO ringan | Cocok |
| 100 – 500 | Air minum tanah, beberapa air baku kota | Sebagian cocok, cenderung di batas atas |
| > 500 | Air sumur keras, air limbah tinggi garam | Tidak ideal, gunakan meter TDS rentang tinggi |
Jika mayoritas sampel Anda berada di bawah 100 ppm, TDSscan10L adalah pilihan yang logis. Jika sampel sering berada di atas 500 ppm, lebih baik mempertimbangkan instrumen dengan rentang lebih luas.
Daftar Aksesori yang Relevan dan Faktor yang Mempengaruhi Hasil
Beberapa aksesori yang membantu pemakaian harian:
-
Larutan standar TDS 71,8 ppm (sudah termasuk, tetapi sebaiknya menyiapkan cadangan).
-
Beaker plastik kecil untuk pengukuran lapangan.
-
Botol pencuci berisi air murni untuk membilas sensor.
-
Modul elektroda pengganti ketika performa mulai menurun.
-
Kotak atau tas tambahan untuk membawa alat dan larutan standar bersama-sama.
Faktor-faktor yang memengaruhi hasil pengukuran TDS:
-
Suhu sampel: sebagian besar sudah dikompensasi oleh ATC, tetapi usahakan tetap mengukur pada suhu mendekati kondisi standar.
-
Kebersihan sensor: sensor kotor akan mengubah respon konduktivitas; rutin bilas dan sesekali rendam dalam larutan pembersih sesuai rekomendasi pabrikan.
-
Agitasi sampel: bila sampel tidak diaduk pelan, gelembung udara bisa terperangkap di sekitar sensor dan memengaruhi pembacaan.
-
Waktu stabilisasi: jangan tergesa-gesa membaca; tunggu hingga angka relatif stabil sebelum menggunakan fungsi hold.
-
Kondisi larutan standar: larutan yang sudah lama terbuka, tercemar, atau menguap akan membuat kalibrasi salah. Simpan larutan standar dengan baik dan ganti secara berkala.
Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, TDSscan10L bisa memberikan data TDS yang konsisten untuk keperluan pengendalian proses maupun dokumentasi QA.
Ilustrasi Penggunaan TDSscan10L di Berbagai Sektor
Kasus 1: QA Air Baku pada Pabrik Minuman
Bayangkan sebuah pabrik minuman di Jawa Barat yang menggunakan air hasil RO sebagai air baku. Sebelum masuk ke proses formulasi, air tersebut harus memiliki TDS stabil di bawah 50 ppm agar rasa produk tidak berubah dan skala di peralatan proses minim.
Sebelumnya, tim QA hanya mengandalkan hasil uji laboratorium sekali sehari. Ketika terjadi lonjakan TDS karena cartridge filter mulai jenuh, mereka baru menyadari setelah beberapa batch produksi berjalan. Akibatnya, sebagian batch harus diuji ulang dan beberapa bahkan ditahan sebelum dipasarkan.
Setelah menerapkan TDSscan10L:
-
Operator produksi melakukan cek TDS cepat pada awal shift dan setiap pergantian batch.
-
Data dicatat di form inspeksi harian, lalu direkap di spreadsheet.
-
Jika TDS air RO mulai mendekati batas 50 ppm, operator segera memberi tahu teknisi utilitas untuk mengecek filter atau resin.
Hasilnya, bukan berupa angka persentase spektakuler, tetapi sangat nyata di lapangan:
-
Perubahan kualitas air baku terdeteksi lebih cepat.
-
Koordinasi antara tim QA dan utilitas menjadi lebih responsif.
-
Kepercayaan diri tim produksi terhadap stabilitas air baku meningkat.
TDSscan10L menjadi “alat kecil” yang membantu menjaga konsistensi produk di jalur produksi.
Kasus 2: Air Make-Up untuk Sistem RO di Laboratorium Kampus
Di sebuah laboratorium teknik lingkungan di universitas, mahasiswa sering melakukan praktikum tentang kinerja membran RO skala pilot. Mereka perlu memantau kualitas air umpan dan permeate secara berkala. Namun, meter TDS laboratorium yang besar tidak selalu praktis dibawa ke area pilot plant yang berada di luar gedung utama.
Dosen dan teknisi lab kemudian menambahkan TDSscan10L sebagai alat pendamping:
-
Mahasiswa menggunakan TDSscan10L untuk mengukur TDS air umpan, air permeate, dan air reject langsung di lokasi.
-
Data dicatat dalam lembar praktikum dan kemudian dibandingkan dengan hasil pengukuran alat laboratorium di dalam ruangan.
-
Faktor konversi TDS pada TDSscan10L dijadikan bahan diskusi tentang hubungan antara konduktivitas dan TDS.
Dengan ini, praktikum menjadi lebih kontekstual:
-
Mahasiswa belajar aspek teknis sekaligus memahami tantangan pengukuran di lapangan.
-
Laboratorium tidak perlu memindahkan instrumen besar setiap kali praktikum di luar ruangan.
-
TDSscan10L memberi jembatan antara teori di kelas dan pengukuran nyata di lapangan.
Langkah Demi Langkah Menggunakan TDSscan10L di Lokasi Pengolahan Air
Sebagai contoh, bayangkan Anda seorang operator di unit pengolahan air minum (WTP) yang harus memeriksa TDS air hasil RO dan air produk akhir. Berikut panduan praktis menggunakan TDSscan10L:
-
Persiapan alat dan bahan
-
Pastikan TDSscan10L bersih dan kering di luar.
-
Siapkan larutan standar 71,8 ppm (untuk kalibrasi berkala, misalnya setiap awal shift).
-
Siapkan beaker bersih dan sedikit air murni untuk membilas sensor.
-
-
Pemeriksaan cepat sebelum pakai
-
Cek kondisi baterai: nyalakan alat, pastikan layar menyala jelas.
-
Periksa ujung sensor: pastikan tidak ada kotoran menempel; bila perlu, bilas dengan air murni.
-
-
Kalibrasi (disarankan awal shift atau setelah perpindahan lokasi besar)
-
Tuang larutan standar 71,8 ppm ke dalam beaker.
-
Celupkan sensor TDSscan10L ke larutan standar.
-
Aduk perlahan dan tunggu beberapa saat sampai pembacaan stabil.
-
Tekan tombol kalibrasi sesuai petunjuk alat, biarkan hingga angka sesuai nilai standar.
-
Bilas sensor dengan air murni setelah selesai.
-
-
Pengukuran air hasil RO
-
Ambil sampel air hasil RO di beaker bersih.
-
Celupkan sensor TDSscan10L dan aduk pelan.
-
Tunggu sampai angka stabil; gunakan fungsi hold jika perlu.
-
Catat nilai TDS, suhu (jika ditampilkan), waktu, dan titik sampling di form inspeksi.
-
-
Pengukuran air produk akhir (air minum)
-
Ulangi langkah yang sama: ambil sampel, celupkan sensor, tunggu stabil, dan catat hasil.
-
Bandingkan nilai TDS dengan kriteria internal perusahaan atau regulasi yang berlaku.
-
-
Setelah selesai pengukuran
-
Bilas sensor dengan air murni untuk menghilangkan residu.
-
Keringkan bagian luar alat dengan tisu atau kain lembut.
-
Simpan kembali dalam kotak plastik untuk melindungi dari debu dan benturan.
-
-
Perawatan berkala
-
Lakukan kalibrasi rutin dengan larutan standar segar.
-
Jika respons alat mulai melambat atau hasilnya tidak konsisten meskipun sudah dikalibrasi, pertimbangkan penggantian modul elektroda.
-
Ganti baterai ketika layar mulai redup atau alat sering mati sendiri.
-
Dengan prosedur sederhana ini, TDSscan10L dapat menjadi bagian natural dari checklist harian WTP/WWTP, pabrik minuman, teaching lab, maupun instalasi pengolahan air lainnya.
Kesimpulan dan Rekomendasi untuk Berbagai Jenis Pengguna
TDSscan10L Pocket TDS Tester adalah instrumen yang fokus pada satu hal: pengukuran TDS rendah secara cepat dan praktis. Rentang 0,5–100 ppm, resolusi 0,1 ppm, dan akurasi ±1% F.S. menjadikannya sangat relevan untuk:
-
Pengolahan air murni dan air minum.
-
QA/QC di pabrik minuman, dairy, dan F&B.
-
Laboratorium teknik lingkungan, kimia, dan pendidikan.
-
Pengendalian air proses di farmasi, biotek, dan industri kimia yang membutuhkan air murni.
-
Sistem akuakultur yang menggunakan air murni sebagai basis pencampuran.
Kelebihan utamanya:
-
Desain ringkas, tahan air, dan siap dibawa ke lapangan.
-
Kalibrasi 1 titik yang sederhana dengan standar 71,8 ppm (sudah termasuk).
-
Kompensasi suhu otomatis dan faktor konversi TDS yang dapat diatur.
-
Modul elektroda yang dapat diganti dan umur baterai yang panjang.
Keterbatasannya jelas: tidak memiliki konektivitas data digital dan tidak cocok untuk TDS tinggi di atas 100 ppm. Namun, bagi banyak pengguna yang fokus pada air murni dan air minum, justru kesederhanaan ini menjadi keunggulan. Alat mudah diajarkan, mudah dirawat, dan data yang dihasilkan cukup akurat untuk pemantauan harian.
Jika Anda:
-
Mengelola WTP atau WWTP dan butuh alat screening cepat untuk permeate RO.
-
Mengelola QA di pabrik minuman dan ingin memantau air baku dengan lebih rutin.
-
Mengajar praktikum kualitas air dan ingin memberi mahasiswa pengalaman langsung di lapangan.
TDSscan10L layak dipertimbangkan sebagai “alat kecil” yang memegang peran besar dalam menjaga kualitas air yang Anda tangani.
FAQ Singkat seputar TDSscan10L Pocket TDS Tester
1. Apakah TDSscan10L bisa digunakan untuk air limbah dengan TDS sangat tinggi?
TDSscan10L dirancang untuk rentang 0,5–100 ppm. Untuk air limbah dengan TDS ratusan hingga ribuan ppm, sebaiknya gunakan meter TDS dengan rentang lebih luas agar tidak terjadi over-range dan menjaga akurasi.
2. Seberapa sering TDSscan10L perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi tergantung intensitas pemakaian dan kebijakan QA internal. Sebagai praktik umum, lakukan kalibrasi minimal setiap awal shift atau setiap kali hasil pengukuran dirasa mulai bergeser. Gunakan larutan standar TDS 71,8 ppm yang masih segar.
3. Kapan modul elektroda perlu diganti?
Gejala elektroda mulai lemah antara lain: waktu stabilisasi makin lama, hasil tidak konsisten meski sudah dikalibrasi, atau sulit mencapai nilai standar saat kalibrasi. Jika gejala ini muncul, pertimbangkan mengganti modul elektroda.
4. Apakah TDSscan10L dapat menyimpan hasil pengukuran?
TDSscan10L memiliki fungsi hold untuk “membekukan” tampilan angka, tetapi tidak memiliki memori internal untuk menyimpan banyak data secara permanen. Pencatatan hasil dilakukan secara manual pada form atau perangkat lain.
5. Apakah TDSscan10L aman digunakan di dekat air atau kolam?
Ya, desain TDSscan10L dibuat tahan air (waterproof), sehingga aman digunakan di lingkungan basah seperti WTP, WWTP, atau area akuakultur. Namun sebaiknya tetap menghindari perendaman penuh dalam waktu lama dan selalu keringkan alat setelah digunakan.
6. Bisakah TDSscan10L digunakan untuk hidroponik?
Bisa, asalkan larutan nutrisi berada di sekitar atau di bawah 100 ppm. Untuk sistem hidroponik yang biasanya memakai TDS ratusan hingga ribuan ppm, lebih cocok menggunakan meter TDS dengan rentang tinggi.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami betul pentingnya pemantauan kualitas air dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti TDSscan10L Pocket TDS Tester dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian TDS, menjaga konsistensi kualitas air, dan memenuhi standar yang ditetapkan. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian TDS pada utilitas maupun proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi instrumen yang paling tepat.
Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Portable Multiparameter Water Quality
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality System
Lihat Produk★★★★★ -

Pocket Multiparameter Water Quality PC-5
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Datalogging pH-mV-ORP-Cond-TDS-Salinity-Temperature Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante904P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante903P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante902P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★
Referensi
-
Krisno, W., Nursahidin, R., Sitorus, R. Y., Ananda, F. R., & Guskarnali. (2021). PENENTUAN KUALITAS AIR MINUM DALAM KEMASAN DITINJAU DARI PARAMETER NILAI PH DAN TDS. Proceedings of National Colloquium Research and Community Service, 5, 188–190. Retrieved from https://journal.ubb.ac.id/snppm/article/download/2747/1608
-
Wowor, B. Y., Hanurawaty, N. Y., & Yulianto, B. (2023). PERBEDAAN VARIASI KETEBALAN MEDIA FILTER ARANG AKTIF TERHADAP PENURUNAN KADAR TOTAL DISSOLVED SOLIDS (TDS). Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(1), 76–83. Retrieved from https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jkli/article/download/50475/23112














