Teknisi Indonesia memakai jas lab sedang mengukur TDS air di bak pengolahan air bersih menggunakan TDSscan10M pocket TDS tester portabel di instalasi water treatment.

TDSscan10M: Pocket TDS Tester Portabel untuk Kontrol Kualitas Air Bersih

Daftar Isi

Di banyak fasilitas pengolahan air, laboratorium riset, hingga kebun hidroponik rumahan, persoalan “air kelihatan jernih tapi kualitasnya tidak jelas” muncul setiap hari. Secara visual, air bisa tampak bening, namun kandungan total dissolved solids (TDS) bisa terlalu tinggi atau terlalu rendah dan berpengaruh langsung pada proses, produk, bahkan kesehatan.

Di water treatment plant (WTP) dan instalasi air limbah (WWTP), operator sering dikejar target:

  • Mengontrol kualitas air baku dan air keluar (outlet) agar sesuai baku mutu.

  • Mengumpulkan data cepat untuk laporan harian atau audit eksternal.

  • Mengurangi downtime akibat troubleshooting yang terlambat.

Masalahnya, pengukuran TDS sering dilakukan dengan alat yang:

  • Tidak stabil, sehingga angka “loncat-loncat”.

  • Harus sering dikalibrasi dengan cara rumit.

  • Boros baterai, padahal pengujian dilakukan berkali-kali di lapangan.

Di sisi lain, di laboratorium QA/QC industri makanan-minuman, farmasi, biotek, hingga kosmetik, TDS air proses berdampak pada:

  • Reproduksibilitas formulasi (misalnya media kultur sel, larutan buffer, sirup, atau minuman ringan).

  • Umur pakai boiler dan cooling tower akibat kerak (scale).

  • Validasi sistem purifikasi seperti RO (reverse osmosis), deionisasi, maupun softener.

Tanpa alat yang praktis dan cukup akurat, teknisi harus membawa sampel kembali ke laboratorium pusat, menunggu giliran pengukuran, dan baru mendapatkan hasil berjam-jam kemudian. Keputusan proses jadi terlambat, dan biaya operasional meningkat.

Di kebun hidroponik dan akuakultur, masalahnya lain lagi:

  • TDS terlalu tinggi bisa mengganggu penyerapan nutrisi tanaman atau stres pada ikan.

  • TDS terlalu rendah membuat nutrisi tidak cukup, pertumbuhan jadi lambat.

  • Pengukuran harus sering, terkadang beberapa kali sehari, dan dilakukan oleh operator non-teknis.

Di sini kebutuhan utamanya jelas: alat TDS yang kecil, tahan lapangan, mudah dipakai siapa saja, tetapi tetap punya spesifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan untuk QA/QC. Itulah celah yang diisi oleh TDSscan10M.

Pengukuran TDS Berbasis Konduktivitas: Prinsip Sederhana yang Andal

TDSscan10M bekerja berdasarkan prinsip konduktivitas listrik larutan. Secara sederhana:

  • Semakin banyak ion terlarut (seperti Na⁺, Ca²⁺, Cl⁻), semakin mudah arus listrik mengalir.

  • Konduktivitas ini diukur oleh elektroda di ujung alat.

  • Nilai konduktivitas kemudian dikonversi menjadi TDS (ppm) menggunakan “faktor konversi” tertentu.

Pada TDSscan10M, faktor konversi ini dapat diatur dari 0,4 hingga 1,0 (default 0,5). Inilah kuncinya: komposisi ion di air proses industri, air minum, maupun nutrisi hidroponik bisa berbeda. Dengan menyesuaikan faktor konversi, pengguna bisa:

  • Menyesuaikan pembacaan agar lebih representatif untuk jenis airnya.

  • Menyelaraskan hasil dengan standar internal, SOP pabrik, atau alat referensi di lab.

Mengapa pendekatan berbasis konduktivitas ini penting jangka panjang?

  1. Hemat waktu

    • Tidak perlu titrasi atau analisis kimia rumit.

    • Operator cukup celupkan sensor dan menunggu beberapa detik sampai pembacaan stabil.

  2. Minim reagen

    • Tidak ada larutan indikator atau titran yang harus disiapkan.

    • Biaya operasional turun, dan limbah kimia berkurang.

  3. Reproduksibilitas tinggi

    • Dengan kalibrasi berkala pada larutan standar (misalnya 744,7 ppm pada TDSscan10M), hasil antar hari dan antar operator lebih konsisten.

Dibanding metode konvensional seperti gravimetri (evaporasi dan penimbangan residu), pendekatan konduktivitas:

  • Jauh lebih cepat dan praktis untuk pemantauan rutin.

  • Lebih cocok untuk monitoring online atau semi-online di proses industri.

  • Tetap cukup akurat untuk rentang TDS rendah–menengah (5–1000 ppm) yang banyak ditemui pada air bersih, air minum, dan nutrisi hidroponik.

TDSscan10M sebagai Solusi Praktis Pengujian TDS di Berbagai Sektor

TDSscan10M adalah single-range pocket TDS tester dengan rentang 5 sampai 1000 ppm. Alat ini dirancang khusus untuk pengukuran TDS pada air bersih, air keran, hingga berbagai kebutuhan pendidikan dan industri.

Beberapa hal yang membuat TDSscan10M menonjol dibanding banyak tester sekelasnya:

  • Penyesuaian faktor konversi TDS (0,4–1,0)
    Banyak pocket tester murah memakai faktor tetap (misalnya 0,5). TDSscan10M memberikan fleksibilitas, sehingga laboratorium dapat menyamakan hasil dengan alat referensi konduktivitas atau standar internal.

  • Kalibrasi sekali titik dengan satu tombol
    Menggunakan larutan standar 744,7 ppm yang sudah disertakan dalam paket, proses kalibrasi menjadi cepat dan mudah didokumentasikan.

  • Elektroda dapat diganti
    Modul elektroda yang bisa diganti memperpanjang umur alat dan menurunkan biaya total kepemilikan. Ketika performa sensor menurun, pengguna cukup mengganti modul, bukan seluruh unit.

  • Desain waterproof untuk lapangan
    Pabrikan menyebutkan alat ini bersifat waterproof, sehingga lebih aman digunakan di area basah atau dekat bak dan kolam. Ini sangat membantu di WTP/WWTP, akuakultur, ataupun hidroponik yang sering melakukan pengukuran langsung di atas air.

Dengan kombinasi tersebut, TDSscan10M cocok untuk:

  • Laboratorium QA/QC air minum dan air proses.

  • Teaching lab di kampus yang membutuhkan alat robust dan mudah diajarkan ke mahasiswa.

  • Pabrik makanan dan minuman yang ingin memantau TDS air proses secara cepat.

  • Petani hidroponik dan pelaku akuakultur yang membutuhkan alat portabel dan simpel.

Desain dan Ergonomi untuk Pekerjaan Lapangan yang Intensif

Secara fisik, TDSscan10M berbentuk seperti pena besar, memanjang dengan ujung elektroda yang dilindungi penutup. Dimensi resminya: 185 × 40 mm (diameter) dengan berat hanya 100 g. Artinya, alat ini:

  • Mudah dimasukkan ke saku jas lab atau rompi lapangan.

  • Tidak melelahkan meski digunakan berulang kali dalam satu hari pengukuran intensif.

Beberapa aspek ergonomi penting:

  • Bentuk bodi yang memanjang memudahkan genggaman satu tangan, bahkan saat pengguna memakai sarung tangan nitril atau lateks.

  • Tombol-tombol ditempatkan di area yang mudah dijangkau ibu jari, sehingga operator bisa menyalakan, mengkalibrasi, dan menggunakan fungsi hold tanpa mengubah posisi tangan secara signifikan.

Untuk catu daya, TDSscan10M menggunakan 3 baterai mikro alkaline 1,5 V tipe LR44. Keunggulan konfigurasi ini:

  • Baterai jenis kancing LR44 mudah ditemukan di toko elektronik maupun minimarket.

  • Pabrikan menyatakan umur pakai sekitar 150 jam penggunaan kontinu, cukup untuk banyak minggu operasi lapangan sebelum perlu diganti.

Fitur auto-power off setelah 8 menit tidak ada tombol ditekan sangat membantu menghemat baterai, terutama di lingkungan yang sibuk seperti WWTP atau teaching lab ketika operator sering lupa mematikan alat.

Lingkungan operasi:

  • Suhu kerja: 0–50°C (32–122°F)

  • Kelembaban relatif: < 80%

Rentang ini memadai untuk mayoritas aplikasi indoor maupun semi-outdoor di iklim tropis seperti Indonesia. Meski disebut waterproof, kelas IP spesifik tidak dicantumkan. Praktik aman di lapangan:

  • Hindari merendam alat melewati batas maksimal yang dianjurkan (hanya bagian sensor).

  • Setelah penggunaan di air limbah atau air dengan banyak padatan tersuspensi, bilas sensor dengan air bersih dan keringkan dengan lembut.

Antarmuka dan Pengalaman Pengguna

Antarmuka TDSscan10M dibuat sesederhana mungkin agar operator baru dapat memakainya setelah penjelasan singkat.

  • Layar menggunakan single-line LCD berukuran 21 × 21 mm.

  • Satu baris ini cukup untuk menampilkan nilai TDS atau temperatur secara bergantian, tergantung mode.

  • Angka ditampilkan dengan resolusi 1 ppm (untuk TDS) dan 1°C (untuk temperatur), sehingga mudah dibaca sekilas.

Tombol-tombol yang umum dijumpai:

  • Tombol power (On/Off).

  • Tombol kalibrasi / mode yang juga digunakan untuk menavigasi pengaturan faktor konversi.

  • Tombol hold untuk membekukan pembacaan.

Bahasa tampilan berupa angka dan simbol universal, sehingga tidak bergantung pada bahasa tertentu. Flow penggunaan sehari-harinya kira-kira seperti ini:

  1. Tekan tombol power.

  2. Celupkan sensor ke sampel.

  3. Tunggu beberapa detik sampai pembacaan stabil.

  4. Tekan tombol hold jika ingin membekukan angka dan menarik alat dari sampel untuk dicatat.

  5. Tekan tombol lagi untuk melepas hold dan beralih ke sampel berikutnya.

Fitur kualitas hidup:

  • Manual hold function untuk memudahkan pencatatan, terutama saat pengukuran di posisi sulit (misalnya di bak tinggi atau kolam).

  • Auto-power off setelah 8 menit untuk menghindari baterai cepat habis.

TDSscan10M tidak mencantumkan memori data internal ataupun konektivitas digital, sehingga pencatatan dilakukan manual ke lembar kerja, buku log, atau aplikasi di ponsel. Untuk banyak aplikasi rutin, terutama di skala kecil-menengah, pendekatan ini cukup dan tetap ekonomis.

Rangkaian Fitur Kunci yang Meningkatkan Produktivitas Pengujian

Beberapa fitur TDSscan10M berperan langsung dalam meningkatkan efisiensi kerja tim lab dan operator lapangan.

  1. Penyesuaian faktor konversi TDS (0,4–1,0)

    • Manfaat: memungkinkan penyesuaian terhadap matriks air berbeda—misalnya air baku permukaan, air tanah, atau air proses industri.

    • Dampak praktis: satu alat bisa dipakai di beberapa titik proses dengan karakter air yang tidak sama, tanpa perlu mengganti instrumen.

  2. 1-point push button calibration

    • Manfaat: kalibrasi cepat menggunakan larutan standar 744,7 ppm (sudah disertakan dalam paket).

    • Dampak: meminimalkan human error saat kalibrasi, karena prosedur lebih ringkas dan mudah dilatih ke operator baru.

  3. Temperatur dan kompensasi suhu otomatis

    • Spesifikasi: pengukuran temperatur 0–50°C dengan akurasi ±1°C dan kompensasi suhu otomatis di rentang tersebut.

    • Manfaat: nilai TDS menjadi lebih stabil antar titik dan antar hari, meski dilakukan di suhu lingkungan berbeda (pagi–siang).

  4. Electroda modular yang dapat diganti

    • Manfaat: ketika sensor mulai aus atau menurun sensitifitasnya, pengguna cukup mengganti modul elektroda.

    • Dampak ekonomis: menurunkan biaya penggantian alat penuh, penting untuk lab pendidikan atau fasilitas dengan banyak unit tester.

  5. Desain waterproof

    • Manfaat: mengurangi risiko kerusakan akibat cipratan air di sekitar bak, kolam, atau reaktor.

    • Dampak: memperpanjang umur alat dan menurunkan downtime di lapangan.

Gabungan fitur ini membuat TDSscan10M menarik untuk organisasi yang membutuhkan alat sederhana tetapi tetap terukur secara teknis, tanpa kompleksitas meter multiparameter yang lebih mahal.

Integrasi dengan Workflow dan Pencatatan Data

Walaupun TDSscan10M tidak dilengkapi port USB atau komunikasi langsung ke PC/LIMS, alat ini tetap mudah diintegrasikan ke workflow yang sudah ada melalui:

  • Pencatatan manual terstruktur pada:

    • Lembar Excel standar.

    • Form inspeksi di tablet atau ponsel (Google Sheets, aplikasi inspeksi).

  • Pengkodean setiap pembacaan dengan ID titik sampling, waktu, dan operator.

Pendekatan ini cocok untuk:

  • Fasilitas kecil dan menengah yang belum membutuhkan logging otomatis.

  • Teaching lab yang mengutamakan pemahaman konsep dibanding otomatisasi data.

Untuk perusahaan besar yang sudah memiliki sistem LIMS, TDSscan10M dapat ditempatkan sebagai alat screening di lapangan; hasil penting atau mencurigakan kemudian dapat dikonfirmasi dengan alat meja yang terhubung sistem.

Spesifikasi Teknis TDSscan10M

Ringkasan Spesifikasi

Parameter Nilai / Keterangan
Model TDSscan10M
Aplikasi utama Air bersih, air keran, pendidikan, industri
Rentang TDS 5–1000 ppm
Resolusi TDS 1 ppm
Akurasi TDS ±1% F.S.
Kalibrasi 1 titik, tombol tekan
Larutan kalibrasi standar 744,7 ppm
Rentang suhu pengukuran 0–50°C
Resolusi suhu 1°C
Akurasi suhu ±1°C
Kompensasi suhu Otomatis, 0–50°C (32–122°F)
Faktor konversi TDS Dapat diatur 0,4–1,0 (default 0,5)
Fungsi hold Manual
Auto power-off Setelah 8 menit tanpa penekanan tombol
Tampilan LCD satu baris, 21 × 21 mm
Catu daya 3 × 1,5V LR44 baterai mikro alkaline
Umur baterai ±150 jam penggunaan kontinu
Kondisi lingkungan operasi 0–50°C, RH < 80%
Dimensi 185 × 40 mm (Ø)
Berat 100 g
Sifat fisik Waterproof (kelas IP tidak disebutkan)
Isi paket TDSscan10M, larutan standar 744,7 ppm, kotak plastik

Membaca Spesifikasi dengan Kacamata Pemula

Bagi yang baru pertama menggunakan tester TDS, beberapa angka di atas bisa terasa abstrak. Gambaran kasarnya:

  • Rentang 5–1000 ppm mencakup:

    • Air RO dan deionisasi (biasanya <50 ppm).

    • Air minum isi ulang (umumnya 50–300 ppm, tergantung sumber).

    • Larutan nutrisi hidroponik ringan.

  • Akurasi ±1% F.S. pada full scale 1000 ppm berarti ketidakpastian sekitar ±10 ppm di ujung atas skala. Untuk pemantauan rutin air minum, batas ini sudah memadai.

  • Resolusi 1 ppm membuat perubahan kecil masih terdeteksi, misalnya kenaikan dari 25 ke 30 ppm setelah perubahan proses.

Panduan Memilih Rentang TDS dan Komponen Tambahan

Walau TDSscan10M memiliki rentang tetap 5–1000 ppm, penting memahami posisi rentang ini terhadap berbagai aplikasi.

Contoh Rentang TDS dan Aplikasi

Rentang TDS (ppm) Contoh Aplikasi Cocok diukur dengan TDSscan10M?
0–50 Air deionisasi, air RO untuk laboratorium Ya
50–300 Air minum, air baku WTP Ya
300–800 Air sumur tertentu, air proses industri ringan Ya
800–1000 Nutrisi hidroponik rendah, akuakultur air tawar Ya (di batas atas)
>1000 Air payau, air laut, limbah dengan TDS tinggi Tidak ideal (di luar rentang)

Untuk aplikasi di atas 1000 ppm, sebaiknya menggunakan meter dengan rentang TDS lebih tinggi atau meter konduktivitas khusus.

Aksesori yang Relevan

TDSscan10M sudah disertai:

  • Larutan standar TDS 744,7 ppm.

  • Kotak plastik pelindung.

Untuk memaksimalkan umur alat:

  • Sediakan larutan standar tambahan (744,7 ppm atau sesuai SOP) untuk kalibrasi berkala.

  • Siapkan modul elektroda pengganti ketika frekuensi penggunaan sangat tinggi.

  • Gunakan beaker kecil atau botol sampling agar pencelupan sensor mudah dan konsisten kedalamannya.

Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pengukuran

Beberapa hal sederhana sering membuat hasil TDS tidak konsisten:

  • Suhu sampel berubah drastis antara satu pengukuran dan pengukuran lain.

  • Sensor belum dibersihkan setelah digunakan di air dengan banyak padatan tersuspensi.

  • Sampel tidak diaduk ringan sehingga gradien konsentrasi masih besar.

  • Larutan standar kalibrasi tercemar karena pemakaian berulang tanpa penuangan ke beaker bersih.

Dengan disiplin prosedur, TDSscan10M dapat memberikan data yang cukup stabil untuk berbagai kebutuhan QA/QC dan pemantauan proses.

Cerita Implementasi TDSscan10M di Industri dan Pendidikan

1. WTP Kampus: Mempercepat Troubleshooting Air Keran

Sebuah universitas dengan WTP sendiri menghadapi keluhan dari beberapa laboratorium: air keran kadang terasa “berbeda” dan alat gelas tampak lebih cepat berkerak. Sebelumnya, tim utilitas hanya mengandalkan hasil laboratorium pusat yang keluar 1–2 hari setelah sampling.

Setelah menggunakan beberapa unit TDSscan10M:

  • Operator WTP melakukan pengukuran TDS pada titik-titik kritis (air baku, outlet filter, outlet RO, jaringan distribusi).

  • Ketika terjadi lonjakan TDS, mereka dapat segera melacak apakah masalah terjadi di filter tertentu atau di sistem distribusi.

  • Data cepat ini membantu mengurangi waktu troubleshooting dan downtime, sehingga keluhan dari pengguna menurun.

TDSscan10M menjadi alat screening harian, sementara analisis lengkap (misalnya anion–kation spesifik) tetap dilakukan di laboratorium pusat secara berkala.

2. Kebun Hidroponik Komersial: Menjaga Nutrisi Konsisten

Di kebun hidroponik komersial, operator perlu menjaga kepekatan larutan nutrisi di bak sirkulasi. Sebelum ada TDS tester, mereka hanya mengandalkan takaran sendok atau volume pupuk cair, sehingga fluktuasi antar batch cukup besar.

Dengan TDSscan10M:

  • Operator mengukur TDS setiap kali menyiapkan larutan nutrisi.

  • Jika nilai TDS belum mencapai target (misalnya 700 ppm), mereka menambahkan nutrisi secara bertahap sampai angka tercapai.

  • Ketika hujan lebat menyebabkan masuknya air tambahan ke sistem, TDS turun dan segera terdeteksi, sehingga penyesuaian bisa dilakukan sebelum tanaman menunjukkan gejala kekurangan nutrisi.

Konsistensi ini berdampak pada panen yang lebih seragam dan penurunan kasus tanaman stress. Karena alatnya sederhana, operator yang bukan berlatar belakang teknis pun bisa dilatih menggunakannya dalam waktu singkat.

Langkah Penggunaan TDSscan10M untuk Pengujian di Kebun Hidroponik

Sebagai contoh praktis, berikut panduan penggunaan TDSscan10M untuk memantau larutan nutrisi di kebun hidroponik:

  1. Persiapan awal

    • Pastikan baterai terpasang dan alat dalam kondisi kering serta bersih.

    • Jika belum lama dikalibrasi, lakukan kalibrasi menggunakan larutan standar 744,7 ppm sesuai SOP.

  2. Menyiapkan sampel

    • Ambil sedikit larutan nutrisi ke dalam beaker atau wadah bersih.

    • Aduk perlahan agar larutan homogen, hindari gelembung udara berlebih.

  3. Mengukur TDS

    • Nyalakan TDSscan10M.

    • Celupkan sensor ke dalam sampel hingga melewati garis minimal yang dianjurkan.

    • Goyangkan pelan beberapa kali untuk menghilangkan bubble di sekitar elektroda.

    • Tunggu beberapa detik sampai angka stabil di layar.

  4. Menggunakan fungsi hold

    • Tekan tombol hold untuk “mengunci” nilai yang sudah stabil.

    • Angkat alat dari beaker, catat nilai TDS dan suhu jika perlu.

    • Tekan kembali tombol hold untuk melepaskan dan siap beralih ke sampel lain.

  5. Interpretasi hasil

    • Bandingkan nilai TDS dengan rentang yang direkomendasikan untuk jenis tanaman dan fase pertumbuhannya.

    • Jika nilai terlalu rendah, tambahkan nutrisi secara bertahap, aduk, lalu ukur ulang.

    • Jika terlalu tinggi, tambahkan air bersih hingga TDS masuk rentang target.

  6. Setelah pengukuran

    • Bilas sensor dengan air bersih, terutama jika larutan nutrisi cukup kental.

    • Keringkan dengan tisu bebas serat dan pasang penutup sensor.

    • Simpan alat di kotak plastik pada tempat yang kering dan sejuk.

Prosedur serupa dapat diadaptasi untuk WTP, WWTP, laboratorium QA/QC, maupun proses industri lain. Perbedaannya hanya pada rentang TDS target dan dokumentasi yang disyaratkan.

Kesimpulan dan Rekomendasi

TDSscan10M adalah pocket TDS tester yang menggabungkan:

  • Rentang TDS 5–1000 ppm yang relevan untuk air bersih dan banyak aplikasi proses.

  • Penyesuaian faktor konversi TDS yang jarang ditemukan pada tester sederhana.

  • Kalibrasi satu titik yang praktis dengan larutan standar 744,7 ppm.

  • Desain waterproof, elektroda modular, dan umur baterai panjang.

Alat ini paling cocok untuk:

  • Laboratorium QA/QC air minum, air proses, dan teaching lab.

  • Fasilitas pengolahan air (WTP/WWTP) yang membutuhkan screening cepat di lapangan.

  • Industri F&B, farmasi, biotek, dan kosmetik yang perlu memastikan kualitas air utilitas dan air formulasi.

  • Pelaku hidroponik dan akuakultur yang membutuhkan pengukuran TDS rutin tetapi sederhana.

Bagi organisasi yang menginginkan pencatatan data otomatis ke PC atau LIMS, TDSscan10M dapat dipasangkan dengan prosedur pencatatan manual atau diposisikan sebagai alat pendukung di lapangan, sementara logging digital dilakukan oleh instrumen lain di laboratorium pusat.

Jika fokus utama adalah alat portabel yang andal, ekonomis, dan cukup fleksibel untuk berbagai jenis air bersih, TDSscan10M layak dipertimbangkan sebagai bagian dari toolkit pemantauan kualitas air Anda.

FAQ Singkat

1. Apakah TDSscan10M bisa digunakan untuk air laut?
Tidak ideal. Rentang TDSscan10M hanya sampai 1000 ppm, sementara air laut memiliki TDS puluhan ribu ppm. Untuk air payau atau laut, gunakan meter dengan rentang lebih tinggi.

2. Seberapa sering TDSscan10M perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi mengikuti SOP laboratorium atau pabrik. Praktik umum adalah: sebelum pengukuran penting, setelah penggantian baterai, atau minimal satu kali per minggu pada penggunaan intensif.

3. Apa yang terjadi jika larutan kalibrasi 744,7 ppm habis?
Gunakan larutan standar TDS dengan nilai yang sama atau mendekati yang direkomendasikan pabrikan. Pastikan larutan berkualitas dan disimpan dengan baik untuk menjaga akurasinya.

4. Apakah elektroda TDSscan10M bisa diganti sendiri?
Ya, modul elektroda dirancang untuk diganti oleh pengguna. Ikuti panduan pabrikan untuk melepas dan memasang modul baru agar tidak merusak konektor.

5. Apakah TDSscan10M cocok untuk audit dan dokumentasi resmi?
Untuk banyak aplikasi QA/QC air bersih, spesifikasi akurasi dan kalibrasi TDSscan10M cukup memadai. Namun untuk kebutuhan regulasi yang sangat ketat, biasanya tetap diperlukan instrumen benchtop terkalibrasi sebagai referensi utama.

6. Bisakah TDSscan10M mengukur konduktivitas langsung (µS/cm)?
Tidak disebutkan adanya mode konduktivitas langsung. TDSscan10M dirancang khusus untuk menampilkan nilai TDS (ppm) berdasarkan faktor konversi yang dapat diatur.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium dan instrumen proses, CV. Java Multi Mandiri memahami betul pentingnya pemantauan TDS dalam menjaga kualitas air untuk riset, produksi, dan utilitas. Kami melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti TDSscan10M Pocket TDS Tester serta perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengendalikan kualitas air secara konsisten dan efisien.

Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan kecepatan pengujian TDS di instalasi pengolahan air, laboratorium QA/QC, maupun aplikasi hidroponik dan akuakultur, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan konfigurasi alat yang paling sesuai.

Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.