PCE-PH 228 Series pH meter mengukur pH sampel cair dengan elektroda laboratorium.

5 Faktor yang Membuat Hasil pH Meter Berbeda dari Nilai Sebenarnya

Daftar Isi

Angka akurasi ±0,002 pH pada spesifikasi sebuah pH meter menggambarkan performa elektroda dan unit pengukur dalam kondisi kalibrasi yang terkontrol: larutan buffer standar, kedalaman perendaman yang cukup, dan waktu tunggu hingga pembacaan benar-benar stabil. Begitu sampel yang diukur berubah menjadi darah dalam tabung reaksi, susu dalam wadah beberapa mililiter, atau bir dalam gelas ukur kecil, sejumlah faktor lain mulai ikut menentukan hasil: potensial pada sambungan referensi elektroda (liquid junction potential), kedalaman perendaman, waktu respons, hingga jumlah titik kalibrasi yang dipakai. Rekomendasi IUPAC tentang pengukuran pH bahkan secara eksplisit menyatakan bahwa ketidakpastian hasil bergantung pada prosedur kalibrasi yang dipilih — satu titik, dua titik, atau multi-titik — bukan semata-mata pada spesifikasi elektroda itu sendiri. Artinya, dua pH meter dengan angka akurasi yang identik di atas kertas bisa memberi tingkat kepercayaan hasil yang berbeda ketika dipakai mengukur sampel bervolume kecil.

Bagi teknisi laboratorium, staf QC industri pangan, atau peneliti yang rutin bekerja dengan sampel terbatas, memahami dari mana sumber ketidakpastian ini berasal — dan bagaimana desain elektroda serta prosedur kalibrasi memengaruhinya — menentukan apakah angka akurasi pada datasheet benar-benar tercermin pada hasil kerja sehari-hari.

Daftar Isi

Kenapa Akurasi di Datasheet Adalah Kondisi Ideal, Bukan Angka Mutlak

Spesifikasi akurasi pH meter, termasuk angka ±0,002 pH + 2 digit yang biasa dijumpai pada instrumen presisi tinggi, adalah hasil pengukuran elektroda dan unit meter terhadap larutan buffer standar dalam kondisi terkontrol: suhu diketahui, buffer masih dalam masa pakai, dan waktu tunggu cukup hingga pembacaan stabil. Angka ini menggambarkan batas kesalahan instrumen terhadap larutan acuan, bukan jaminan hasil yang identik pada semua jenis dan volume sampel.

Rekomendasi IUPAC 2002 tentang pengukuran pH membagi prosedur kalibrasi menjadi tiga kategori — satu titik, dua titik, dan multi-titik (hingga lima titik) — dan masing-masing memiliki karakteristik ketidakpastian yang berbeda. Prosedur yang tepat dipilih berdasarkan target ketidakpastian pengukuran yang dibutuhkan, bukan berdasarkan satu aturan umum yang berlaku untuk semua kondisi. Konsekuensinya, dua instrumen dengan spesifikasi akurasi yang sama di atas kertas dapat menghasilkan tingkat kepercayaan berbeda jika cakupan prosedur kalibrasi yang dijalankan berbeda.

Prosedur dasar pengukuran pH dengan elektroda kaca sendiri sudah distandardisasi secara internasional, salah satunya lewat ASTM E70, yang menetapkan peralatan dan tata cara pengukuran elektrometrik pH larutan berair. Namun standar ini menetapkan prosedur umum, bukan menjamin ketidakpastian spesifik untuk setiap kombinasi elektroda, jenis sampel, dan volume pengukuran.

Penting juga membedakan resolusi dari akurasi. Resolusi 0,001 pH berarti layar mampu menampilkan perubahan sekecil itu, tetapi ini tidak menjamin angka yang tertampil benar-benar mendekati nilai pH sebenarnya dari sampel. Elektroda yang belum dikalibrasi dengan benar, atau dikalibrasi pada rentang yang tidak mewakili pH sampel yang diukur, tetap bisa menampilkan angka berpresisi tinggi yang keliru.

Apa Itu Liquid Junction Potential dan Kenapa Sulit Dideteksi?

Salah satu sumber error paling sulit dideteksi dalam pengukuran pH adalah potensial pada sambungan referensi, atau liquid junction potential (LJP). LJP muncul pada titik kontak antara larutan elektrolit internal elektroda referensi dan larutan sampel, akibat perbedaan laju difusi ion positif dan ion negatif pada kedua sisi sambungan tersebut. Efek ini paling terasa pada larutan encer dengan kapasitas buffer rendah atau konsentrasi ion rendah, sebagaimana dijelaskan dalam penelitian tentang potensial liquid junction pada sensor pH berbasis ISFET.

Pada pengujian terhadap larutan dengan kapasitas buffer rendah dalam penelitian tersebut, metode konvensional tanpa kontrol khusus terhadap sambungan referensi menghasilkan rata-rata error absolut sekitar 0,22 pH, sementara metode yang dioptimalkan untuk mengurangi pengaruh LJP mampu menekan error tersebut hingga di bawah 0,06 pH. Selisih ini cukup besar untuk mengubah interpretasi hasil, terutama pada aplikasi yang mensyaratkan toleransi pH ketat.

Artinya bagi pengguna di laboratorium: LJP tidak muncul sebagai pesan galat pada layar. Ia muncul sebagai angka pH yang tampak wajar tetapi sebenarnya bergeser dari nilai sesungguhnya, terutama saat sampel memiliki kapasitas buffer rendah — kondisi yang umum dijumpai pada air murni, sebagian sampel minuman, atau cairan biologis yang diencerkan.

Kenapa Sampel Bervolume Kecil Lebih Rentan terhadap Error Ini?

Sampel bervolume kecil — darah dalam tabung kapiler, susu atau produk turunannya dalam wadah uji, bir dalam gelas ukur beberapa mililiter, atau larutan dalam tabung NMR — menghadirkan dua tantangan sekaligus. Pertama, volume yang terbatas membuat larutan lebih mudah dipengaruhi oleh elektrolit yang berdifusi keluar dari sambungan referensi elektroda, karena rasio antara volume elektrolit yang berdifusi dan volume total sampel menjadi lebih besar dibanding pada sampel bervolume besar.

Kedua, banyak sampel bervolume kecil yang relevan secara industri (produk susu, minuman, cairan biologis yang diencerkan) secara alami memiliki kapasitas buffer lebih rendah dibanding larutan buffer kalibrasi standar. Penelitian mengenai sensor pH untuk sampel bervolume kecil mencatat bahwa elektroda kaca konvensional merespons lambat ketika mengukur larutan dengan kapasitas buffer rendah, dan keterlambatan respons ini berkontribusi pada error pengukuran yang lebih besar serta reprodusibilitas yang lebih rendah. Kombinasi volume kecil dan kapasitas buffer rendah inilah yang membuat efek liquid junction potential dan waktu respons elektroda menjadi lebih dominan dibanding pada pengukuran sampel besar dengan kapasitas buffer tinggi.

Sebagai ilustrasi — bukan hasil pengukuran nyata — anggap dua teknisi mengukur pH sampel susu dengan elektroda yang sama. Teknisi pertama menunggu pembacaan stabil hingga elektroda benar-benar mencapai kesetimbangan pada larutan berkapasitas buffer rendah, sementara teknisi kedua mencatat angka begitu tampilan berhenti berubah dengan cepat, padahal kesetimbangan sesungguhnya belum tercapai. Selisih beberapa perseratus hingga beberapa persepuluh pH antara keduanya sangat mungkin terjadi, bukan karena elektroda rusak, melainkan karena karakteristik sampel itu sendiri.

Bagaimana Desain Fisik Elektroda Menentukan Keberhasilan Pengukuran?

Elektroda kombinasi standar umumnya berbentuk bulat pada ujungnya, dengan membran kaca dan sambungan referensi yang harus terendam cukup dalam agar keduanya kontak penuh dengan sampel. Pada wadah sempit seperti tabung reaksi kecil atau tabung NMR, bentuk ini sulit diaplikasikan tanpa menambah volume sampel yang sebenarnya hanya dibutuhkan demi mencapai kedalaman perendaman yang memadai — bukan demi kebutuhan analisis itu sendiri.

Elektroda yang dirancang khusus untuk sampel bervolume kecil biasanya memiliki batang yang memanjang dan ujung yang menyempit hingga beberapa milimeter, sehingga dapat masuk ke wadah sempit sekaligus tetap membasahi membran kaca dan sambungan referensi secara memadai. Desain seperti ini tidak menghilangkan potensi liquid junction potential, tetapi mengurangi risiko kesalahan akibat posisi perendaman yang tidak tepat — risiko yang pada elektroda berbentuk bulat konvensional justru bertambah besar saat dipaksakan masuk ke wadah kecil.

Bahan diafragma juga berperan. Diafragma keramik, dibanding sebagian jenis diafragma lain, umumnya menawarkan laju alir elektrolit yang lebih stabil dan dapat dibersihkan saat tersumbat oleh residu sampel kental seperti produk susu — kondisi yang, bila dibiarkan, akan memperlambat respons dan memperbesar galat pada pengukuran berikutnya.

Kenapa Jumlah Titik Kalibrasi Memengaruhi Ketidakpastian Hasil?

Kalibrasi satu titik hanya mengoreksi offset elektroda pada satu nilai pH tertentu, dan tidak mengoreksi kemiringan (slope) respons elektroda terhadap perubahan pH. Kalibrasi dua titik mengoreksi baik offset maupun slope di antara dua buffer yang dipakai, tetapi asumsi linearitas di luar rentang kedua buffer tersebut tidak selalu terpenuhi. Kalibrasi multi-titik (tiga hingga lima titik) memetakan kurva respons elektroda pada beberapa titik sepanjang rentang pH, sehingga mengurangi ketidakpastian terutama saat sampel yang diukur berada jauh dari titik tengah kalibrasi.

Prosedur KalibrasiYang DikoreksiSituasi yang Cocok
Satu titikOffset elektroda pada satu nilai pHPengecekan cepat, bukan untuk hasil dengan target ketidakpastian rendah
Dua titikOffset dan slope di antara dua bufferSampel dengan rentang pH sempit dan dekat titik kalibrasi
Multi-titik (3–5 titik)Kurva respons elektroda pada beberapa titik sepanjang rentangSampel dengan rentang pH bervariasi luas, target ketidakpastian rendah

IUPAC merekomendasikan ketiga prosedur ini sebagai pilihan dengan karakteristik ketidakpastian berbeda, bukan sebagai hierarki “yang satu selalu lebih baik dari yang lain” — pemilihannya bergantung pada target ketidakpastian dan rentang pH yang relevan dengan aplikasi. Untuk laboratorium yang rutin mengukur sampel pada rentang pH sempit dan dekat netral, kalibrasi dua titik yang mengapit rentang tersebut umumnya memadai. Namun untuk laboratorium yang mengukur sampel dengan rentang pH bervariasi luas — misalnya dari produk asam ke produk basa dalam satu sesi kerja — kalibrasi multi-titik memberi jaminan lebih baik bahwa akurasi di sekitar titik kalibrasi juga berlaku pada rentang lain yang diukur.

Studi Kasus: Variasi Hasil Antar pH Meter Meski Dianggap “Baik”

Sebuah penelitian yang membandingkan kinerja tiga tipe pH meter digital pada pengujian sampel tanah dan air mengacu pada SNI ISO/IEC 17025:2017 memberi gambaran konkret tentang variasi hasil antar-instrumen meski ketiganya dinyatakan berkinerja baik. Uji akurasi dilakukan dengan mengukur larutan buffer pH 4, pH 7, dan pH 10 sebanyak sepuluh kali pengulangan, kemudian membandingkan rata-rata hasil terhadap nilai acuan bersertifikat.

Ketiga instrumen memenuhi kriteria kinerja yang ditetapkan — nilai persen bias di bawah 10% dan nilai presisi (RSD) di bawah 25% — dengan batas keberterimaan akurasi ±0,05 satuan pH. Meski begitu, nilai bias antar-instrumen pada buffer yang sama tetap bervariasi; salah satu instrumen mencatat persen bias mendekati 1,8% pada buffer pH 7, sementara instrumen lain pada buffer yang sama mencatat bias jauh lebih kecil. Pada pengujian sampel tanah dan air sesungguhnya, standar deviasi antar-pengulangan tiap instrumen juga berbeda, berkisar dari sekitar 0,005 hingga 0,05 satuan pH tergantung instrumen dan jenis sampel. Estimasi ketidakpastian pengukuran pada penelitian ini turut menggabungkan kontribusi dari ketidakpastian larutan buffer, resolusi alat, dan presisi metode — bukan sekadar mengandalkan satu angka akurasi tunggal dari elektroda.

Pelajaran dari studi ini bukan bahwa instrumen tertentu “buruk” — ketiganya dinyatakan layak pakai — melainkan bahwa “baik” menurut standar validasi tetap menyisakan anggaran ketidakpastian dalam orde beberapa seperseratus hingga beberapa persepuluh pH. Untuk pengukuran rutin pada sampel bervolume besar dengan kapasitas buffer tinggi, margin ini sering kali dapat diabaikan. Namun untuk sampel bervolume kecil yang secara alami sudah rentan terhadap liquid junction potential dan keterlambatan respons, margin ketidakpastian ini bertumpuk dengan sumber error lain yang telah dibahas sebelumnya.

Kesalahan Umum Saat Mengukur pH Sampel Volume Kecil

  • Kedalaman perendaman tidak memadai. Elektroda yang tidak terendam cukup dalam untuk menutupi sambungan referensi menghasilkan pembacaan yang tampak stabil namun sebenarnya tidak sepenuhnya mewakili kondisi sampel.
  • Kalibrasi tidak mencakup rentang pH sampel. Kalibrasi dua titik yang hanya mengapit pH netral tetap dipakai untuk mengukur sampel yang jauh lebih asam atau basa, sehingga asumsi linearitas di luar rentang kalibrasi tidak teruji.
  • Mengabaikan waktu respons pada sampel berkapasitas buffer rendah. Pembacaan dicatat begitu angka berhenti berubah cepat, padahal kesetimbangan sesungguhnya membutuhkan waktu lebih lama pada larutan dengan kapasitas buffer rendah.
  • Tidak mencatat suhu pengukuran. pH bergantung pada suhu, dan membandingkan dua hasil dari suhu berbeda tanpa kompensasi dapat menyesatkan interpretasi, terutama bila perbedaan suhu antara buffer kalibrasi dan sampel cukup besar.
  • Diafragma tersumbat residu sampel kental. Sampel seperti produk susu atau minuman berkarbonasi dapat meninggalkan residu yang menyumbat pori diafragma, memperlambat respons pada pengukuran berikutnya jika elektroda tidak dibersihkan.
  • Memaksakan elektroda berdiameter besar ke wadah sempit. Hal ini berisiko membuat sambungan referensi tidak terendam sempurna, atau memaksa penambahan volume sampel yang sebenarnya tidak tersedia.

Langkah Praktis Mengukur pH pada Sampel Bervolume Kecil

  1. Pastikan elektroda dan larutan buffer kalibrasi berada pada suhu yang sama dengan sampel yang akan diukur, karena selisih suhu yang tidak dikompensasi ikut menggeser hasil.
  2. Pilih titik-titik kalibrasi yang mengapit rentang pH sampel yang diharapkan; gunakan kalibrasi multi-titik bila sampel yang diukur bervariasi luas dalam satu sesi kerja.
  3. Gunakan larutan buffer yang belum melewati masa pakai, karena buffer yang telah terkontaminasi atau menguap dapat menggeser titik acuan kalibrasi.
  4. Pastikan elektroda terendam cukup dalam untuk menutupi membran kaca sekaligus sambungan referensi, meski itu berarti memilih elektroda dengan geometri yang sesuai wadah sampel.
  5. Tunggu hingga pembacaan benar-benar stabil, dan beri perhatian ekstra pada sampel dengan kapasitas buffer rendah yang cenderung merespons lebih lambat.
  6. Catat suhu pada saat pengukuran bersamaan dengan nilai pH, agar hasil dapat dibandingkan secara konsisten dengan pengukuran lain di kemudian hari.
  7. Bilas elektroda dengan air bebas mineral setelah setiap pengukuran untuk mencegah kontaminasi silang antar-sampel, terutama saat berpindah dari sampel kental ke sampel encer.
  8. Bandingkan hasil dengan baseline atau data historis bila tersedia, untuk mendeteksi penyimpangan yang mungkin menandakan elektroda memerlukan perawatan atau penggantian.

Instrumen yang Sesuai untuk Kebutuhan Ini

Kebutuhan yang dibahas di atas — resolusi tinggi, dukungan kalibrasi multi-titik, elektroda dengan geometri yang cocok untuk wadah sempit, serta pencatatan hasil yang tertelusur — sejalan dengan spesifikasi pH Meter / pH Tester PCE-PH 228LAB-ME3.

Unit meter ini memiliki rentang pengukuran pH hingga -2 sampai +20 pH dengan resolusi 0,001 pH dan akurasi ±0,002 pH + 2 digit. Elektroda bawaannya, PCE-PH-LAB-ME3, mengukur pada rentang 0 sampai 14 pH dengan elektrolit referensi Ag/AgCl, batang kaca sepanjang 165 mm yang menyempit hingga diameter 3 mm pada bagian bawah, dan diafragma keramik yang dapat dibersihkan. Geometri batang yang memanjang dan menyempit ini ditujukan untuk analisis presisi pada sampel bervolume kecil, termasuk pengukuran dalam tabung NMR, dan cocok untuk aplikasi pada bir, darah, serta produk susu di industri pangan, pertanian, dan laboratorium.

Kalibrasi dapat dilakukan dengan 2, 3, 4, atau 5 titik sesuai kebutuhan rentang pengukuran, dilengkapi panduan kalibrasi bergrafis dan indikator Permanent Measurement Verification (PMV) yang menunjukkan lewat batang warna apakah nilai yang diukur berada dalam rentang kalibrasi yang telah dilakukan. Fitur manajemen data sesuai prinsip GLP mencatat hasil secara otomatis dengan dokumentasi yang tertelusur, didukung memori internal 32 GB yang mampu menyimpan hingga 100 rekaman dengan maksimum 100.000 titik data per rekaman, serta login pengguna dengan proteksi kata sandi untuk melacak siapa yang melakukan pengukuran.

Sensor suhu bawaan mengukur pada rentang -20 sampai +100 °C dengan akurasi ±0,5 °C pada 20 °C, membantu kompensasi saat suhu sampel berbeda dari suhu kalibrasi. Pengukuran redoks (ORP) pada rentang -2000 hingga +2000 mV tersedia bila dilengkapi elektroda redoks opsional yang dijual terpisah dari paket standar. Transfer data dan pengisian daya memakai USB-C, dengan baterai lithium polymer 2.500 mAh yang dapat diisi ulang untuk pemakaian multi-jam, serta bodi dengan tingkat perlindungan IP52.

ParameterRentang PengukuranResolusiAkurasi
pH (unit meter)-2 … +20 pH0,001 pH±0,002 pH + 2 digit
pH (elektroda PCE-PH-LAB-ME3)0 … 14 pH——
Redoks / ORP (elektroda opsional)-2000 … +2000 mV1 mV±2 mV
Suhu-20 … +100 °C0,1 °C±0,5 °C (@20 °C)

Dengan kombinasi resolusi 0,001 pH, dukungan kalibrasi hingga lima titik, dan elektroda bergeometri ramping untuk sampel kecil, instrumen ini paling relevan untuk laboratorium dan unit QC yang rutin bekerja dengan sampel bervolume terbatas dan membutuhkan dokumentasi hasil yang tertelusur. Informasi spesifikasi lengkap dan skema pembelian tersedia pada halaman produk PCE-PH 228LAB-ME3.

Kesimpulan

Angka akurasi pada datasheet pH meter menggambarkan performa instrumen terhadap larutan buffer standar dalam kondisi kalibrasi yang terkontrol, bukan jaminan mutlak untuk semua jenis dan volume sampel. Pada sampel bervolume kecil seperti darah, susu, atau bir dalam wadah terbatas, potensial liquid junction, waktu respons elektroda, kedalaman perendaman, dan jumlah titik kalibrasi yang dipakai ikut menentukan seberapa dekat angka yang tertampil dengan nilai pH sebenarnya.

Memilih elektroda dengan geometri yang sesuai wadah sampel, menjalankan kalibrasi yang mencakup rentang pH yang relevan, serta memberi waktu cukup untuk kesetimbangan pada sampel berkapasitas buffer rendah adalah langkah yang menentukan apakah spesifikasi akurasi tinggi benar-benar terealisasi di meja kerja. Studi validasi pada beberapa pH meter komersial menunjukkan bahwa bahkan instrumen yang dinyatakan berkinerja baik tetap menyisakan anggaran ketidakpastian dalam orde beberapa seperseratus pH — margin yang perlu diperhitungkan, bukan diabaikan, terutama saat bekerja dengan sampel terbatas.

Nilai pH yang tertampil di layar adalah data. Seberapa jauh data itu mencerminkan kondisi sampel sesungguhnya ditentukan oleh bagaimana data tersebut diperoleh.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa bedanya resolusi dan akurasi pada pH meter?
Resolusi menunjukkan perubahan terkecil yang dapat ditampilkan layar (misalnya 0,001 pH), sementara akurasi menunjukkan seberapa dekat hasil yang tertampil dengan nilai pH sebenarnya dari larutan acuan. Resolusi tinggi tidak otomatis berarti akurasi tinggi jika kalibrasi tidak dilakukan dengan benar.

Berapa volume minimum sampel yang dibutuhkan untuk pengukuran pH yang akurat?
Tidak ada satu angka volume minimum yang berlaku universal; volume yang dibutuhkan bergantung pada geometri elektroda yang dipakai. Elektroda dengan batang ramping dan menyempit dirancang untuk terendam memadai pada volume yang jauh lebih kecil dibanding elektroda berbentuk bulat standar.

Kenapa hasil pengukuran pH bisa berbeda meski memakai buffer kalibrasi yang sama?
Selisih dapat berasal dari beberapa sumber sekaligus, misalnya kedalaman perendaman elektroda yang berbeda, suhu sampel yang tidak sama dengan suhu kalibrasi, waktu tunggu yang belum cukup untuk kesetimbangan, atau potensial liquid junction yang lebih dominan pada sampel dengan kapasitas buffer rendah.

Apakah kalibrasi dua titik selalu cukup?
Tergantung rentang pH sampel yang diukur. Jika sampel selalu berada dekat rentang kedua buffer kalibrasi, dua titik umumnya memadai. Jika rentang pH sampel bervariasi luas, kalibrasi multi-titik memberi jaminan ketidakpastian yang lebih rendah di luar rentang tersebut.

Apakah elektroda pH untuk sampel volume kecil bisa dipakai untuk sampel volume besar juga?
Secara umum bisa, selama elektroda tetap terendam memadai. Namun elektroda dengan geometri ramping biasanya dipilih justru karena kebutuhan pada wadah sempit; untuk sampel bervolume besar, elektroda berbentuk standar tetap menjadi pilihan yang umum dipakai.

Kenapa suhu perlu dicatat setiap kali mengukur pH?
pH larutan bergantung pada suhu. Mencatat suhu pengukuran memungkinkan hasil dibandingkan secara konsisten dengan pengukuran lain, dan sejumlah instrumen menggunakan data suhu ini untuk kompensasi otomatis.

Apa itu fitur GLP pada pH meter, dan kenapa penting?
GLP (Good Laboratory Practice) pada konteks pH meter mengacu pada pencatatan data secara otomatis dan tertelusur, termasuk informasi pengguna, sampel, dan waktu pengukuran. Fitur ini membantu laboratorium menjaga dokumentasi yang dapat diaudit, khususnya saat hasil pengukuran menjadi bagian dari catatan mutu.

Apakah PCE-PH 228LAB-ME3 bisa mengukur redoks (ORP)?
Bisa, tetapi memerlukan elektroda redoks tambahan yang dijual terpisah dari paket standar, karena elektroda bawaan pada paket ini dikhususkan untuk pengukuran pH.

Rekomendasi Environmental Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

  1. Buck, R. P., Rondinini, S., Covington, A. K., Baucke, F. G. K., Brett, C. M. A., Camões, M. F., Milton, M. J. T., Mussini, T., Naumann, R., Pratt, K. W., Spitzer, P., & Wilson, G. S. (2002). Measurement of pH. Definition, Standards, and Procedures (IUPAC Recommendations 2002). Pure and Applied Chemistry, 74(11), 2169–2200. https://stats.iupac.org/publications/pac/2002/pdf/7411×2169.pdf
  2. ASTM International. (2019). ASTM E70-19, Standard Test Method for pH of Aqueous Solutions With the Glass Electrode. https://store.astm.org/e0070-19.html
  3. Yamada, A., Mohri, S., Nakamura, M., & Naruse, K. (2015). A Simple Method for Decreasing the Liquid Junction Potential in a Flow-through-Type Differential pH Sensor Probe Consisting of pH-FETs by Exerting Spatiotemporal Control of the Liquid Junction. Sensors, 15(4), 7898–7912. https://doi.org/10.3390/s150407898
  4. Yamada, A., & Suzuki, M. (2017). A Microfluidic pH Measurement Device with a Flowing Liquid Junction. Sensors, 17(7), 1563. https://doi.org/10.3390/s17071563
  5. Ismaini, Tosani, N., & Sutanto, D. (2023). Perbandingan Unjuk Kinerja Berbagai Tipe pH-Meter Digital pada Pengujian Sampel Tanah dan Air Berdasarkan ISO 17025:2017. Jurnal Penelitian Sains, 25(1), 24–28. https://doi.org/10.56064/jps.v25i1.727

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.