Di banyak laboratorium pengolahan air minum, air limbah, dan industri proses, timbal (Pb²⁺) sudah menjadi kata kunci yang sensitif. Bukan hanya karena regulasi yang semakin ketat, tetapi juga karena risiko kesehatan yang jangka panjang dan sulit dibalikkan—khususnya pada anak-anak. Kadar timbal yang “sedikit lewat” dari baku mutu bisa berarti batch air minum yang harus dibuang, laporan yang tertunda, atau bahkan teguran regulator.
Di lapangan, tim yang bertanggung jawab atas QA/QC biasanya berhadapan dengan beberapa tantangan:
-
Sampel sangat beragam: air baku, air jadi, effluent IPAL, larutan proses, hingga ekstrak makanan/minuman.
-
Kebutuhan respon cepat: kadang hasil harus keluar dalam hitungan menit, bukan menunggu antrian AAS/ICP di laboratorium pusat.
-
Audit trail: setiap hasil harus bisa ditelusuri kembali—kapan diukur, oleh siapa, memakai standar berapa, dan kapan alat dikalibrasi.
-
Keterbatasan SDM: tidak semua operator memiliki latar belakang kimia analitik mendalam, tetapi mereka tetap perlu menghasilkan data yang valid.
Di banyak tempat, pengukuran timbal masih mengandalkan metode laboratorium yang relatif rumit seperti AAS/ICP-OES. Metode ini sangat akurat, tetapi:
-
Biaya instrumen dan operasional tinggi.
-
Perlu teknisi khusus dan infrastruktur lab yang lengkap.
-
Tidak praktis untuk pengukuran cepat di laboratorium kecil atau teaching lab.
Di sisi lain, test kit kolorimetri memang lebih sederhana, tetapi sering kali terkendala sensitivitas, subjektivitas pembacaan warna, dan sulit ditelusuri saat audit.
Di sinilah kebutuhan akan meter ion timbal (lead ion meter) benchtop muncul: instrumen sederhana, tetapi mampu memberikan pembacaan kadar Pb²⁺ secara langsung, dengan akurasi yang bisa dipertanggungjawabkan, dan jejak data yang rapi. Bante931-Pb hadir sebagai jawaban untuk konteks ini—khususnya bagi laboratorium air, WWTP/WTP, industri makanan & minuman, farmasi, hingga teaching lab yang ingin mengajarkan teknik ion-selective electrode (ISE) secara praktis.
Teknologi Potensiometri & Ion-Selective Electrode untuk Timbal
Di balik tampilan yang terlihat seperti “meter biasa”, Bante931-Pb sebenarnya bekerja dengan prinsip potensiometri menggunakan ion-selective electrode (ISE) khusus Pb²⁺. Secara sederhana, begini gambaran kerjanya:
-
Elektroda selektif timbal (Pb-ISE) memiliki membran khusus yang hanya (atau terutama) merespons aktivitas ion Pb²⁺ di dalam larutan.
-
Perbedaan konsentrasi ion Pb²⁺ antara permukaan membran dan larutan menghasilkan beda potensial (mV).
-
Bante931-Pb mengukur beda potensial tersebut dan, berdasarkan kurva kalibrasi (log konsentrasi vs mV), mengonversinya langsung menjadi konsentrasi Pb²⁺ dalam satuan ppm, mg/L, atau mol/L.
-
Temperatur ikut dikompensasikan secara otomatis menggunakan probe temperatur, sehingga perubahan suhu tidak merusak linearitas kurva kalibrasi.
Bagi pengguna, artinya: alih-alih membaca angka milivolt lalu menghitung manual, hasil langsung ditampilkan sebagai konsentrasi timbal. Pendekatan ini punya beberapa keunggulan praktis:
-
Lebih cepat dibanding analisis AAS/ICP untuk screening rutin.
-
Lebih objektif dibanding test kit warna; tidak tergantung “mata siapa yang membaca”.
-
Dapat dikalibrasi multi-titik (2–5 titik) sehingga kurva kalibrasi mengikuti rentang konsentrasi yang relevan untuk proses Anda.
-
Dapat disesuaikan dengan valensi ion (monovalen/divalen), sehingga model meter yang sama bisa digunakan juga dengan ISE lain bila diperlukan.
Dalam jangka panjang, penggunaan teknologi ISE timbal seperti di Bante931-Pb memberikan beberapa manfaat:
-
Efisiensi biaya operasional: standar Pb²⁺ dan larutan ISA relatif murah dibanding biaya pengoperasian AAS/ICP (gas, lampu, maintenance).
-
Fleksibilitas penempatan: cukup membutuhkan meja lab biasa dengan suplai listrik 5 V DC; tidak perlu ruang instrumen khusus ber-hood dan berpendingin.
-
Peningkatan frekuensi monitoring: karena proses analisis menjadi lebih sederhana, tim cenderung melakukan pengukuran lebih sering, yang ujungnya meningkatkan kendali proses dan kepatuhan terhadap regulasi.
Pendekatan potensiometri ini tidak dimaksudkan menggantikan AAS/ICP untuk analisis konfirmasi tingkat tinggi, tetapi sangat ideal sebagai front-line monitoring di WTP, WWTP, teaching lab, dan industri yang butuh respon cepat dan data konsisten.
Bante931-Pb: Paket Benchtop Khusus untuk Pengukuran Pb²⁺
Secara teknis, Bante931-Pb adalah konfigurasi khusus dari Bante931 Benchtop Ion Meter, yang dalam paketnya dipasangkan dengan:
-
Ion selective electrode jenis ISE-Pb (Lead, Pb²⁺),
-
Probe temperatur,
-
Larutan standar Pb 100 ppm dan 1000 ppm,
-
Ionic Strength Adjuster (ISA) untuk timbal,
-
Dudukan elektroda dan adaptor daya.
Bante931 sendiri dirancang khusus sebagai ion meter single-parameter yang mengukur:
-
Konsentrasi ion (ppm, mg/L, mol/L, mmol/L),
-
Potensial mV,
-
Temperatur.
Beberapa hal yang membuat paket Bante931-Pb terasa istimewa dibanding sekadar “multimeter biasa plus ISE timbal”:
-
Mode ion yang sangat lengkap
-
Rentang 0.001–19,999 (ppm/mg/L/mol/L, bergantung elektroda) dengan resolusi setel hingga 0.001.
-
Akurasi ±0,5% dari full scale untuk ion monovalen dan ±1% untuk divalen, yang relevan untuk Pb²⁺.
-
-
Kalibrasi 2–5 titik dengan pilihan konsentrasi standar
Meter memungkinkan pemilihan titik kalibrasi seperti 0.001, 0.01, 0.1, 1, 10, 100, 1000, hingga 10000, sehingga mudah diadaptasi ke regulasi lokal atau rentang proses yang Anda butuhkan. -
Diagnostik elektroda otomatis
Bante931 dapat menampilkan titik kalibrasi dan slope elektroda, sehingga Anda tahu apakah Pb-ISE masih sehat atau perlu diganti. -
Memori 500 data & pengingat kalibrasi
Data hasil dan log kalibrasi bisa ditelusuri kembali saat audit, sementara alarm “calibration due” mengingatkan kapan meter perlu dikalibrasi ulang. -
USB + software DAS
Memudahkan transfer data ke PC dan ekspor ke Excel tanpa pencatatan manual.
Dengan kata lain, Bante931-Pb bukan hanya “alat untuk baca timbal”, tetapi sebuah sistem kecil yang mendukung seluruh siklus QA/QC: dari kalibrasi, pengukuran, pencatatan, hingga pelaporan.
Desain dan Ergonomi
Bante931-Pb mengusung desain benchtop kompak yang cukup familiar bagi pengguna lab:
-
Dimensi meter sekitar 210 (L) × 188 (W) × 60 (H) mm dengan berat ±1,5 kg.
-
Body utama berbahan plastik keras dengan permukaan atas yang sedikit miring, membuat layar lebih mudah dibaca saat meter diletakkan di meja.
-
Dudukan elektroda (electrode arm) dipasang di samping, dapat diayun dan diatur ketinggiannya sehingga posisi elektroda stabil di gelas beaker tanpa perlu dipegang tangan.
Tata letak tombol cukup intuitif:
-
Tombol Meas untuk menyalakan/mematikan dan kembali ke mode pengukuran.
-
Mode untuk memilih parameter (Ion atau mV).
-
Cal, MI (Memorize), MR (Recall), Enter, serta tombol panah naik/turun.
-
Tombol suhu (°C) untuk pengaturan dan kalibrasi temperatur.
Untuk catu daya, Bante931-Pb menggunakan:
-
Adaptor DC 5 V / 400 mA, terhubung melalui port USB-B di bagian belakang.
-
Tidak menggunakan baterai internal, sehingga ideal ditempatkan sebagai alat benchtop permanen di lab.
Kondisi lingkungan kerja yang direkomendasikan:
-
Suhu operasi 0–50 °C, suhu penyimpanan 0–60 °C.
-
Kelembaban relatif < 80% tanpa kondensasi.
Produsen tidak mencantumkan IP rating spesifik, sehingga alat ini sebaiknya digunakan di meja laboratorium yang kering, jauh dari percikan berlebihan, dan tidak ditempatkan di ruang terbuka atau lingkungan produksi yang sangat basah.
Bagi lab QA/QC yang sibuk, desain seperti ini membantu:
-
Mengurangi risiko jatuhnya elektroda karena sudah ada arm penyangga.
-
Memudahkan operator bergantian menggunakan alat dengan posisi meja yang tetap.
-
Memberi ruang cukup di depan meter untuk buku catatan, laptop, atau tray sampel.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
Layar Bante931-Pb berupa LCD custom berukuran 125 × 100 mm yang mampu menampilkan angka besar untuk hasil pengukuran, sekaligus ikon status seperti mode, ATC, stabilitas, memori, dan indikator kalibrasi.
Beberapa elemen penting dari antarmukanya:
-
Angka utama: menampilkan konsentrasi Pb²⁺ (ppm/mg/L/mol/L) atau nilai mV.
-
Baris bawah: menampilkan temperatur dan unit.
-
Ikon ATC: muncul jika probe temperatur terhubung, menandakan kompensasi suhu otomatis aktif.
-
Ikon HOLD/Auto-Read: menunjukkan apakah pembacaan telah dikunci saat stabil.
Navigasi menu dilakukan dengan kombinasi:
-
Tahan Cal untuk masuk ke menu setup.
-
Gunakan tombol panah untuk memilih parameter (unit, jumlah titik kalibrasi, valensi ion, kriteria stabilitas, pengingat kalibrasi).
-
Tekan Enter untuk menyimpan pilihan.
Fitur kualitas hidup yang cukup membantu di rutinitas lab:
-
Auto-Read / Auto-Hold
Jika diaktifkan, meter akan mendeteksi kapan pembacaan sudah stabil, lalu mengunci nilai. Ini sangat berguna saat mengukur banyak sampel—operator tinggal menunggu ikon stabil, mencatat atau menyimpan, lalu pindah ke sampel berikutnya. -
Auto-power off (opsional)
Meter dapat diatur agar mati otomatis setelah 10, 20, atau 30 menit tanpa aktivitas, membantu menghemat energi dan memperpanjang umur adaptor. -
Memori 500 data set
Penyimpanan dilakukan dengan menekan tombol MI saat pengukuran; data (nilai, suhu, waktu) dapat diakses kembali melalui menu MR. -
Log kalibrasi
Pengguna dapat melihat kapan kalibrasi terakhir dilakukan, titik kalibrasi apa saja, dan slope elektroda. Ini sangat membantu saat audit ISO 17025 atau inspeksi regulator.
Secara keseluruhan, antarmuka Bante931-Pb dirancang agar operator yang sudah terbiasa dengan pH meter modern bisa beradaptasi cepat—nyaris semua logika menu mirip dengan pH/conductivity meter seri 9 lainnya.
Keunggulan Fitur Bante931-Pb untuk Rutinitas Uji Timbal
Beberapa fitur spesifik Bante931-Pb yang terasa sangat relevan untuk pengujian timbal di air dan proses industri:
-
Kompensasi suhu otomatis 0–100 °C
Fluktuasi suhu antara standar dan sampel bisa menimbulkan error sekitar 2%/°C jika tidak dikompensasikan. Dengan probe temperatur dan ATC, Bante931-Pb mengoreksi efek ini, membantu menjaga linearitas kalibrasi. -
Kalibrasi multi-titik 2–5 titik
-
Bisa disesuaikan dengan rentang yang relevan: misalnya 0.01, 0.1, 1, 10, dan 100 ppm Pb²⁺.
-
Cocok untuk kebutuhan regulasi yang mensyaratkan pengujian di berbagai level cek (misalnya LOQ, level operasional, dan level maksimum).
-
-
Pemilihan valensi ion
Fungsi ini memastikan perhitungan berdasarkan valensi yang tepat (monovalen/divalen) sehingga konsentrasi yang ditampilkan akurat untuk Pb²⁺ sebagai ion divalen. -
Diagnostik elektroda
Dengan melihat slope dan offset, staf QA/QC bisa menentukan apakah elektroda masih layak pakai, perlu dibersihkan, atau harus diganti. Hal ini mengurangi risiko data jelek akibat elektroda yang “lelah”. -
Pengingat kalibrasi (Calibration due alarm)
Meter dapat disetel untuk mengingatkan kalibrasi ulang antara 1–31 hari. Ini membantu menjaga konsistensi data, terutama di lab yang dioperasikan banyak shift. -
Fungsi hold manual & otomatis
Mengurangi risiko salah baca akibat operator terburu-buru atau larutan belum benar-benar stabil.
Dalam praktik, fitur-fitur ini berkontribusi pada:
-
Hemat waktu (sedikit ulang pengukuran),
-
Jejak data yang kuat untuk audit,
-
Minim salah interpretasi angka,
-
Efisiensi workflow sampling harian.
Kontrol Eksternal dan Integrasi Sistem
Di era digital, alat ukur tanpa kemampuan ekspor data cepat terasa menyulitkan. Bante931-Pb menjawab kebutuhan ini dengan:
-
Port USB-B di bagian belakang meter untuk koneksi ke komputer.
-
DAS software (aplikasi khusus seri 9) yang mampu:
-
Menerima data hasil pengukuran dari memori meter.
-
Merekam pengukuran secara berkala (interval 10/30/60 detik, atau 10/30 menit).
-
Menyimpan data sebagai file dan mengekspor ke Excel.
-
Dalam workflow yang lebih besar (misalnya laboratorium utilitas pabrik atau institusi uji pihak ketiga), data dari Bante931-Pb bisa:
-
Diimpor ke spreadsheet untuk dibuat grafik trend kadar Pb²⁺ harian/mingguan.
-
Diolah lebih lanjut atau diimpor manual ke sistem LIMS yang digunakan lab.
-
Digunakan sebagai bukti dokumenter saat pelaporan kepada regulator, misalnya Dinas Lingkungan Hidup atau BPOM.
Pengaturan interval recording sangat berguna jika Anda ingin memantau satu sampel dalam jangka waktu panjang—misalnya uji kestabilan atau pelindian (leaching) dari material tertentu.
Spesifikasi Teknis Lengkap
| Parameter | Spesifikasi Utama |
|---|---|
| Parameter ukur | Konsentrasi ion, mV, temperatur |
| Rentang ion | 0.001–19999 (ppm, mg/L, mol/L, mmol/L; tergantung elektroda) |
| Resolusi ion | 0.001 / 0.01 / 0.1 / 1 (dapat dipilih) |
| Akurasi ion | ±0,5% F.S. (ion monovalen), ±1% F.S. (ion divalen) |
| Titik kalibrasi ion | 2–5 titik |
| Nilai standar kalibrasi | 0.001, 0.01, 0.1, 1, 10, 100, 1000, 10000 |
| Satuan konsentrasi | ppm, mg/L, mol/L, mmol/L (pilih via menu) |
| Rentang mV | −1999.9 sampai 1999 mV (absolute maupun relative) |
| Resolusi mV | 0.1 atau 1 mV (pilih) |
| Akurasi mV | ±0.2 mV |
| Rentang suhu | 0–105 °C (pengukuran temperatur) |
| Kompensasi suhu | 0–100 °C, manual atau otomatis (dengan probe) |
| Resolusi suhu | 0.1 °C |
| Akurasi suhu | ±0.5 °C (±0.9 °F) |
| Memori data | 500 set data |
| Pengingat kalibrasi | 1–31 hari atau off |
| Antarmuka PC | USB-B, dengan software DAS |
| Layar | LCD custom 125 × 100 mm |
| Catu daya | Adaptor DC 5 V / 400 mA |
| Suhu operasi | 0–50 °C |
| Kelembaban | <80% RH (non-kondensasi) |
| Dimensi | 210 × 188 × 60 mm |
| Berat | ±1,5 kg |
| Paket Bante931 untuk ion | Meter, ion selective electrode, probe suhu, larutan standar 100 & 1000 ppm, ISA, dudukan elektroda, adaptor daya |
Penjelasan awam singkat
Jika Anda bukan orang instrumentasi, angka-angka di atas bisa dibayangkan seperti ini:
-
Rentang 0.001–19999 ppm artinya meter bisa dipakai dari level jejak (mikrogram/L) hingga larutan proses yang cukup pekat—selama berada pada rentang kerja elektroda Pb-ISE.
-
Akurasi ±1% F.S. untuk ion divalen berarti jika rentang penuh diatur 0–1000 ppm, error maksimum sekitar 10 ppm; untuk rentang operasional kecil di sekitar baku mutu air minum (misalnya <0.01 ppm), kualitas larutan standar dan teknik kalibrasi menjadi faktor penentu utama.
-
Kompensasi suhu otomatis membuat Anda tidak perlu mengkhawatirkan perbedaan suhu kecil antara standar dan sampel; meter akan membantu mengoreksi.
-
Memori 500 data memberi ruang yang cukup untuk menyimpan pengukuran harian beberapa minggu sebelum Anda perlu menyalin atau mendownload data.
Panduan Memilih Komponen Tambahan
Agar Bante931-Pb bekerja optimal, beberapa komponen pendukung perlu dipilih dengan tepat.
Tabel rentang konsentrasi & contoh aplikasi Pb²⁺
| Rentang Konsentrasi Pb²⁺ (perkiraan) | Contoh Aplikasi | Catatan Praktis |
|---|---|---|
| 0.001–0.05 mg/L | Air minum, air baku WTP, air tanah untuk konsumsi | Perlu kalibrasi di level rendah, standar berkualitas tinggi, dan teknik kerja yang sangat bersih. |
| 0.05–1 mg/L | Air limbah domestik, effluent WWTP kota kecil | Cocok untuk pemantauan kepatuhan baku mutu & evaluasi kinerja unit pengolahan. |
| 1–50 mg/L | Limbah industri electroplating, galvanizing, pabrik baterai | Gunakan standar rentang menengah–tinggi, tambah ISA untuk meminimalkan interferensi. |
| >50 mg/L | Larutan proses, kontrol bath plating | Biasanya digunakan untuk kontrol proses internal; dapat dikombinasikan dengan pengenceran. |
Aksesori penting
Mengacu pada daftar aksesori seri ion Bante:
-
Elektroda ISE-Pb (Lead, Pb²⁺) – elektroda utama untuk pengukuran timbal.
-
Larutan standar Pb 100 ppm & 1000 ppm (ION-Pb) – untuk kalibrasi multi-titik.
-
Ionic Strength Adjuster ISA-Pb – menjaga kekuatan ionik larutan konstan, mengurangi pengaruh interferensi.
-
Probe temperatur TP-10K – wajib jika ingin memanfaatkan kompensasi suhu otomatis.
-
Larutan pembersih dan storage solution – memperpanjang umur elektroda.
Faktor yang memengaruhi hasil
Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasil Pb²⁺ konsisten:
-
pH sampel: Pb-ISE bekerja optimal pada rentang pH tertentu; biasanya dianjurkan untuk mengatur pH sesuai rekomendasi pabrikan elektroda.
-
Interferensi ion lain: ion logam berat lain dengan muatan dan sifat kimia mirip dapat mengganggu pembacaan jika konsentrasinya tinggi.
-
Kebersihan gelas & alat: pada level µg/L, kontaminasi dari gelas atau sisa larutan bisa signifikan.
-
Kestabilan temperatur: usahakan standar dan sampel punya suhu mendekati sama, meskipun sudah ada kompensasi.
Penerapan Bante931-Pb di Berbagai Sektor
Studi Kasus 1 – WTP Air Minum Kota Mengurangi Risiko Non-Compliance
Sebuah instalasi pengolahan air minum skala menengah awalnya hanya mengandalkan uji timbal berkala di laboratorium eksternal dengan AAS. Hasil memang akurat, tetapi jadwal pengambilan sampel terbatas (misalnya 1× per bulan). Suatu ketika, terjadi peningkatan timbal akibat perubahan kualitas air baku dan korosi pipa, namun baru diketahui setelah laporan AAS datang—terlambat beberapa minggu.
Setelah mengadopsi Bante931-Pb di laboratorium internal WTP:
-
Tim laboratorium melakukan monitoring Pb²⁺ harian di beberapa titik kritis: air baku, outlet filter, dan reservoir distribusi.
-
Bila terdeteksi kenaikan di atas threshold internal (misalnya 50% dari nilai baku mutu), mereka segera melakukan penyesuaian proses (pH, koagulan, atau kontrol korosi) dan mengirim sampel ke laboratorium AAS untuk konfirmasi.
-
Dalam beberapa bulan, mereka mampu mengurangi risiko batch air yang tidak memenuhi syarat dan menunjukkan tren stabil pada laporan kepada regulator daerah.
Di sini, Bante931-Pb tidak menggantikan AAS, tetapi menjadi “radar awal” yang membuat pengelola WTP lebih percaya diri terhadap kualitas air yang dilepas ke masyarakat.
Studi Kasus 2 – Industri Electroplating Meminimalkan Downtime IPAL
Sebuah pabrik electroplating logam menghadapi masalah berkala dengan penyumbatan IPAL dan kenaikan kadar timbal di effluent. Sebelumnya, pengujian timbal hanya dilakukan ketika effluent akan dibuang, sehingga bila terbukti tinggi, mereka harus:
-
Menahan pembuangan,
-
Mengulang proses treatment,
-
Menghentikan sementara beberapa line produksi.
Setelah memasang Bante931-Pb di laboratorium IPAL:
-
Operator melakukan pengukuran Pb²⁺ di bath proses dan di beberapa titik proses pengolahan limbah (neutralization tank, sedimentation, sebelum discharge).
-
Hasil real-time dari Bante931-Pb membantu mereka menyesuaikan dosis bahan kimia pengendap logam berat.
-
Dalam beberapa bulan, downtime akibat masalah Pb berkurang signifikan karena masalah terdeteksi lebih awal, sebelum effluent mencapai titik akhir.
Kedua contoh ini memperlihatkan pola yang sama: semakin sering dan cepat data tersedia, semakin terkontrol proses di lapangan.
Panduan Cara Menggunakan Bante931-Pb
Berikut alur praktis jika Bante931-Pb digunakan di instalasi pengolahan air minum atau air limbah untuk pemantauan timbal:
-
Persiapan awal
-
Tempatkan meter di meja lab yang stabil dan kering.
-
Pasang dudukan elektroda.
-
Hubungkan adaptor DC 5 V dan nyalakan alat.
-
-
Pemasangan elektroda dan probe temperatur
-
Sambungkan elektroda Pb-ISE ke soket BNC bertanda pH/ISE.
-
Sambungkan probe temperatur TP-10K ke jack 3,5 mm bertanda ATC.
-
Pasang kedua sensor di holder.
-
-
Kondisioning elektroda
-
Lepas penutup pelindung ujung elektroda.
-
Rendam elektroda dalam larutan standar Pb 100 ppm selama ±10 menit sebelum digunakan pertama kali atau setelah lama disimpan.
-
-
Menyiapkan standar kalibrasi
-
Siapkan minimal dua larutan standar Pb (mis. 0.1 dan 1.0 mg/L) dari stok 100 dan 1000 ppm dengan pengenceran yang benar.
-
Tambahkan ISA-Pb dalam volume yang sama untuk semua standar dan sampel (misal 2 mL ISA per 100 mL).
-
-
Kalibrasi meter
-
Tekan Mode sampai masuk ke mode ion.
-
Tahan Cal untuk masuk ke kalibrasi, pilih 2–5 titik sesuai kebutuhan.
-
Celupkan elektroda dan probe ke standar pertama (konsentrasi terendah), aduk pelan, lalu tekan Enter saat pembacaan stabil.
-
Ulangi untuk standar berikutnya (dari rendah ke tinggi).
-
Selesai jika layar menampilkan “End”.
-
-
Pengambilan sampel WTP/WWTP
-
Ambil sampel di titik yang diinginkan (inlet, outlet, dll) menggunakan botol bersih.
-
Jika perlu, saring sampel untuk menghilangkan partikel besar.
-
Tambahkan ISA dalam jumlah yang sama seperti pada standar.
-
-
Pengukuran sampel
-
Bilas elektroda dengan akuades, lalu dengan sedikit sampel.
-
Celupkan elektroda ke dalam beaker berisi sampel, aduk pelan.
-
Tunggu ikon stabil/Auto-Read, lalu tekan MI jika ingin menyimpan data.
-
Catat atau download data sesuai prosedur QA/QC.
-
-
Setelah pengukuran
-
Bilas elektroda, simpan sesuai rekomendasi pabrikan (biasanya dalam larutan tertentu atau kondisi kering, tergantung desain elektroda Pb-ISE).
-
Matikan alat jika tidak digunakan lagi, atau biarkan dengan auto-off aktif.
-
Dengan alur ini, lab WTP/WWTP bisa mendapatkan profil harian kadar timbal di berbagai titik proses secara sistematis.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Bante931-Pb Benchtop Lead Ion Meter memposisikan diri sebagai solusi yang seimbang antara kemudahan operasi, kecepatan respon, dan ketertelusuran data untuk pengukuran timbal di berbagai sektor:
-
Laboratorium air minum & air limbah yang butuh screening Pb²⁺ harian.
-
Industri proses & kimia (electroplating, galvanis, baterai) yang perlu memantau timbal baik di bath proses maupun IPAL.
-
Makanan & minuman, farmasi, kosmetik yang ingin melakukan uji rutin atau verifikasi internal sebelum sampel dikirim ke lab rujukan.
-
Teaching lab & riset kampus yang mengajarkan teknik ISE dan potensiometri pada mahasiswa.
Jika Anda:
-
Membutuhkan monitoring timbal rutin dengan frekuensi tinggi,
-
Ingin mengurangi ketergantungan pada instrumen besar untuk screening,
-
Memerlukan jejak data dan log kalibrasi yang rapi untuk audit,
maka Bante931-Pb layak dipertimbangkan sebagai “workhorse” benchtop di laboratorium Anda. Untuk analisis konfirmasi dengan persyaratan regulasi tinggi, Anda tetap dapat menggunakan AAS/ICP sebagai partner—Bante931-Pb menjadi garda depan yang memantau proses setiap hari.
FAQ Singkat
1. Apakah Bante931-Pb bisa menggantikan AAS/ICP untuk semua analisis timbal?
Tidak. Bante931-Pb ideal untuk monitoring rutin dan screening cepat. Untuk kepentingan penetapan resmi atau sengketa regulasi, AAS/ICP biasanya tetap menjadi rujukan.
2. Seberapa sering elektroda Pb-ISE perlu diganti?
Tergantung frekuensi pemakaian, kualitas sampel, dan perawatan. Umumnya 6–12 bulan pada pemakaian intensif. Pantau terus nilai slope di log kalibrasi; bila mulai turun jauh dari kisaran ideal, elektroda mungkin perlu diganti.
3. Apakah alat ini bisa dipakai untuk ion lain selain Pb²⁺?
Secara hardware, Bante931 mendukung berbagai ISE (NH₄⁺, F⁻, Cl⁻, NO₃⁻, dll). Namun paket Bante931-Pb difokuskan untuk Pb²⁺. Bila ingin berganti ion, Anda perlu elektroda dan standar yang sesuai, plus penyesuaian valensi di menu.
4. Apakah sampel harus selalu ditambah ISA?
Untuk konsentrasi rendah dan sampel yang mengandung ion lain cukup banyak, penambahan ISA sangat dianjurkan agar respons elektroda lebih linear dan stabil.
5. Bagaimana jika hasil Pb²⁺ dari Bante931-Pb berbeda dengan AAS/ICP?
Gunakan AAS/ICP sebagai acuan. Periksa ulang: kalibrasi Bante931-Pb, kualitas standar, pH dan kondisi sampel, serta kondisi elektroda. Setelah itu, lakukan studi perbandingan (method comparison) untuk memahami bias sistematis, jika ada.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan timbal dalam air minum, air limbah, dan berbagai proses industri. Kami berfokus melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti Bante931-Pb Benchtop Lead Ion Meter dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengendalikan kadar Pb²⁺, menjaga kepatuhan terhadap regulasi, serta mendukung riset dan pengembangan. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian timbal pada utilitas dan proses produksi, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan konfigurasi instrumen dan aksesorinya yang paling tepat.
Rekomendasi Ion Meters Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Bante931-S Benchtop Sulfide Ion Meter
Rp20.970.000Lihat produk★★★★★ -

Bante931-Pb Benchtop Lead Ion Meter
Rp20.970.000Lihat produk★★★★★ -

Bante931-NO3 Benchtop Nitrate Ion Meter
Rp20.970.000Lihat produk★★★★★ -

Bante931-NH4 Benchtop Ammonium Ion Meter
Rp20.970.000Lihat produk★★★★★ -

Bante931-NH3 Benchtop Ammonia Ion Meter
Rp20.970.000Lihat produk★★★★★ -

Bante931-Na Benchtop Sodium Ion Meter
Rp20.970.000Lihat produk★★★★★ -

Bante931-K Benchtop Potassium Ion Meter
Rp20.970.000Lihat produk★★★★★ -

Bante931-I Benchtop Iodide Ion Meter
Rp20.970.000Lihat produk★★★★★
Referensi
- Dewa, R. P., Hadinoto, S., & Torry, F. R. (2015). ANALISA KANDUNGAN TIMBAL (PB) DAN KADMIUM (CD) PADA AIR MINUM DALAM KEMASAN DI KOTA AMBON. Majalah Biam, 11(2), 76–82. Retrieved from https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=1198931&title=ANALISA+KANDUNGAN+TIMBAL+PB+DAN+KADMIUM+CD+PADA+AIR+MINUM+DALAM+KEMASAN+DI+KOTA+AMBON&val=8395
- Putri, V. A., & Aini, S. (2025). PENENTUAN KADAR BESI (FE), MANGAN (MN), DAN TIMBAL (PB) DALAM SAMPEL AIR MINUM MENGGUNAKAN ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETRY (AAS). Masaliq, 5(6), 2645–2656. Retrieved from https://ejournal.yasin-alsys.org/masaliq/article/view/7561













