Di banyak fasilitas produksi—mulai dari WTP/WWTP, pabrik minuman, farmasi, hingga plating logam—kekerasan air bukan sekadar angka di laporan. Terlalu tinggi, kerak kalsium-magnesium menumpuk di boiler, chiller, heat exchanger, dan pipa. Efisiensi energi turun, downtime naik, dan biaya perawatan melonjak. Terlalu rendah, beberapa proses kimia justru tidak stabil, misalnya pada formulasi deterjen atau proses pelapisan logam yang membutuhkan kadar ion tertentu.
Di laboratorium QA/QC, riset kampus, dan teaching lab, kekerasan air juga menentukan kualitas data. Air sadah yang tidak terkontrol bisa:
-
Mengganggu reaksi analitis (misalnya pada titrasi atau preparasi buffer).
-
Menyebabkan hasil uji mikrobiologi bias karena ion Ca²⁺ dan Mg²⁺ berinteraksi dengan media.
-
Mengubah hasil uji fisik pada produk F&B, dairy, atau minuman kemasan.
Banyak pengguna masih mengandalkan metode titrasi manual (EDTA). Metode ini memang baku, tetapi di lapangan sering muncul masalah:
-
Proses titrasi memakan waktu dan membutuhkan operator terlatih.
-
Sulit dilakukan di lokasi jauh (on-site) seperti tambak, instalasi pengolahan air kecil, atau kebun dengan sistem irigasi tetes.
-
Subjektif: titik akhir titrasi bergantung pada kejelian melihat perubahan warna indikator.
-
Sulit untuk frekuensi monitoring tinggi (misalnya setiap jam di line produksi).
Di sinilah kebutuhan akan metode pengukuran kekerasan air yang cepat, mudah diotomasi, dan cukup stabil untuk digunakan baik di laboratorium maupun lingkungan industri menjadi sangat nyata. ISE-WH hadir sebagai solusi: elektroda ion selektif yang memungkinkan pengukuran kekerasan air secara langsung menggunakan water hardness meter atau ion meter, dengan respon cepat dan akurasi konsisten.
Prinsip Ion-Selective Electrode untuk Kekerasan Air
ISE-WH bekerja berdasarkan prinsip ion-selective electrode (ISE). Secara sederhana, elektroda ini memiliki membran sensitif di ujungnya yang “memilih” ion tertentu—dalam konteks ini terutama ion kalsium (Ca²⁺) sebagai indikator kekerasan air. Ketika membran bersentuhan dengan sampel, perbedaan aktivitas ion di permukaan membran menghasilkan potensial listrik kecil yang kemudian dibaca oleh meter.
Gambaran mudahnya: bayangkan membran seperti pintu gerbang yang hanya “ramah” pada Ca²⁺. Semakin banyak ion kalsium di sekitar pintu, semakin besar perubahan potensial yang terbentuk. Meter kemudian menerjemahkan perubahan potensial ini menjadi konsentrasi, biasanya dalam satuan mmol/L atau mg/L setara CaCO₃.
Beberapa poin penting dari teknologi ISE:
-
Memerlukan larutan standar (misalnya 100 mmol/L atau 1000 ppm Ca²⁺) untuk kalibrasi.
-
Menggunakan ionic strength adjuster (ISA-WH) untuk menjaga kekuatan ionik dan pH tetap konstan, sehingga respon elektroda stabil.
-
Bekerja optimal pada rentang pH 2–11 dan suhu 5–50 °C.
Dibandingkan pendekatan konvensional seperti titrasi kompleksometri:
-
Pengukuran bisa dilakukan langsung di lapangan, tidak harus di lab.
-
Hasil dapat dibaca dalam hitungan detik setelah sinyal stabil.
-
Mudah diintegrasikan dengan sistem pencatatan digital dan LIMS melalui meter yang terhubung.
-
Lebih mudah distandarkan antar-operator karena bergantung pada pembacaan digital, bukan interpretasi warna.
Untuk jangka panjang, teknologi elektroda ion selektif seperti ISE-WH mendukung strategi monitoring berkelanjutan: QC yang lebih sering dengan beban kerja operator yang tidak ikut melonjak, plus jejak data yang rapi untuk keperluan audit dan validasi proses (misalnya di industri farmasi dan F&B).
ISE-WH: Elektroda Kekerasan Air Kombinasi untuk QA/QC Modern
ISE-WH adalah elektroda kekerasan air kombinasi yang dirancang oleh Bante Instruments untuk analisis kekerasan dalam larutan berair, cocok terutama untuk aplikasi laboratorium dan dapat juga digunakan di lapangan.
Beberapa karakter utama yang membuat ISE-WH menarik untuk pengguna profesional:
-
Elektroda kombinasi: elemen pengukur dan referensi berada dalam satu badan elektroda, sehingga pengguna tidak perlu dua elektroda terpisah.
-
Tidak memerlukan pengisian larutan elektrolit (no filling solution required), sehingga perawatan rutin lebih sederhana.
-
Tidak membutuhkan penggantian membran terpisah; desainnya dibuat untuk pemakaian jangka panjang tanpa komponen membran terpisah yang harus diganti berkala (no membrane replacements – mengacu pada screenshot spesifikasi resmi).
-
Referensi kering internal (built-in dry reference) yang membantu stabilitas dan memperpanjang masa pakai.
-
Cocok untuk berbagai aplikasi: dari penelitian kampus, teaching lab, pengolahan air, hingga laboratorium industri yang membutuhkan pemantauan kekerasan air yang dapat diulang.
Concentration range ISE-WH adalah 0,05 hingga 200 mmol/L, dengan rentang pH kerja 2–11 dan suhu operasi 5–50 °C. Rentang ini cukup luas untuk mencakup air minum, air proses, air boiler, hingga limbah industri yang kesadahannya masih berada dalam rentang yang lazim dipantau.
Bagi QA/QC di pabrik minuman dan dairy, ISE-WH memudahkan verifikasi kualitas air baku dan utilitas (CIP, air pembilas). Di sisi lain, bagi operator WWTP, elektroda ini membantu menjaga kesadahan pada level yang tidak menimbulkan scaling dan tetap kompatibel dengan proses kimia yang digunakan.
Desain Fisik dan Kelayakan Penggunaan Lapangan
Secara fisik, ISE-WH berbentuk silinder ramping dengan diameter sekitar 12 mm dan panjang elektroda sekitar 150 mm. Desain ini membuatnya mudah dimasukkan ke dalam beaker laboratorium, botol sampling, maupun sel alir (flow cell) jika digunakan pada sistem monitoring semi-otomatis.
Beberapa aspek desain yang relevan untuk pengguna:
-
Material body: epoxy yang tangguh, memberikan ketahanan mekanik yang baik terhadap benturan ringan dan cocok untuk lingkungan kerja yang padat aktivitas.
-
Kabel panjang 1 meter dengan konektor BNC standar di ujungnya. Hal ini memudahkan pemasangan ke berbagai jenis water hardness meter atau ion meter yang mendukung konektor BNC, termasuk banyak meter portabel dan bench-top.
-
Berat elektroda sekitar 60 g (berdasarkan gambar spesifikasi resmi), cukup ringan sehingga nyaman digenggam operator selama pengukuran serial.
ISE-WH dirancang untuk digunakan pada suhu 5–50 °C, sehingga aman untuk sebagian besar aplikasi air minum, air proses, dan air limbah yang tidak berada pada suhu ekstrim.
Informasi mengenai IP rating tidak disebutkan dalam dokumen resmi, sehingga produk ini lebih aman diperlakukan sebagai instrumen laboratorium: hindari perendaman bagian konektor, jangan digunakan di lingkungan dengan percikan kuat tanpa pelindung tambahan, dan simpan di tempat kering setelah digunakan.
Untuk penggunaan lapangan (misalnya sampling di WTP, WWTP, tambak, atau irigasi pertanian), beberapa saran praktis:
-
Gunakan wadah sampel bersih, hindari pengukuran langsung di kanal dengan aliran sangat deras.
-
Pastikan koneksi BNC ke meter terlindung dari air hujan atau percikan; meter dan konektor dapat dilindungi dengan plastik transparan atau housing tambahan.
-
Setelah selesai, bilas elektroda dengan air suling dan keringkan bagian luar (kecuali ujung sensornya yang cukup dikeringkan lembut) sebelum disimpan.
Pengalaman Pengguna Saat Mengoperasikan ISE-WH
ISE-WH sendiri tidak memiliki layar atau tombol, karena fungsinya memang sebagai sensor. Antarmuka dan pengalaman pengguna sangat bergantung pada meter yang digunakan (misalnya water hardness meter atau ion meter Bante). Namun, ada beberapa hal yang membuat penggunaan ISE-WH terasa praktis:
-
Konektor BNC plug-and-play: pengguna cukup mencolokkan ke meter yang kompatibel tanpa adaptor khusus.
-
Ujung elektroda yang ramping memudahkan pencelupan di beaker kecil ataupun botol sampel 100–250 mL yang umum dipakai di lab QA/QC dan teaching lab.
-
Prosedur pra-pemakaian yang sederhana: cukup melepas penutup pelindung, lalu merendam elektroda sekitar 10 menit dalam larutan standar 10 mmol/L atau 100 ppm sebelum digunakan pertama kali atau setelah periode penyimpanan panjang.
Dalam praktik, operator biasanya:
-
Menghubungkan ISE-WH ke meter.
-
Memilih mode pengukuran hardness/ion Ca²⁺ pada meter.
-
Mengalibrasi dengan larutan standar yang telah diberi ISA.
-
Membilas elektroda, mengeringkan dengan tisu bebas serat, lalu mengukur sampel.
Jika meter yang digunakan memiliki fitur Auto-Hold, Auto-Read, atau logging data, semua itu akan langsung mengikuti pembacaan dari ISE-WH. Artinya, meski sensor tidak “pintar” secara elektronik, desainnya sepenuhnya kompatibel dengan ekosistem meter modern yang mendukung penyimpanan data, koneksi ke PC, dan analisis tren.
Nilai Tambah Fitur Khas ISE-WH dalam Rutinitas Pengujian
Meski tampilannya sederhana, beberapa fitur desain ISE-WH sangat berpengaruh pada kenyamanan kerja harian:
-
Elektroda kombinasi: tidak perlu elektroda referensi terpisah, sehingga pengaturan di beaker lebih rapi, dan risiko salah penempatan elektroda berkurang. Cocok untuk teaching lab dan pengujian rutin yang melibatkan banyak operator.
-
Tidak butuh larutan pengisi (maintenance rendah): pengguna tidak perlu memeriksa level elektrolit internal secara berkala, sehingga beban perawatan menurun. Ini sangat membantu di WTP/WWTP atau pabrik yang tidak memiliki teknisi khusus instrumen.
-
Tidak perlu mengganti membran: mengurangi biaya operasional dan potensi kesalahan pemasangan membran. Pengguna cukup fokus pada perawatan dasar seperti pembilasan dan perendaman berkala dalam larutan standar jika respons mulai melambat.
-
Built-in dry reference: memungkinkan penyimpanan elektroda dalam kondisi kering (dengan penutup pelindung) tanpa memerlukan larutan penyimpan khusus. Ini menguntungkan teaching lab yang hanya menggunakan elektroda pada semester tertentu, atau fasilitas yang memiliki beberapa elektroda cadangan.
Bagi QA/QC di F&B, farmasi, atau kosmetik, fitur-fitur ini berarti:
-
Waktu setup singkat ketika berpindah dari satu batch uji ke batch berikutnya.
-
Konsistensi data lebih baik karena satu elektroda dapat digunakan lintas shift tanpa perlu bongkar pasang.
-
Risiko kontaminasi silang lebih mudah dikendalikan—cukup bilas dengan air suling dan, bila perlu, larutan standar sebelum mengukur sampel berikutnya.
Integrasi ISE-WH dengan Sistem Monitoring dan LIMS
ISE-WH menggunakan konektor BNC standar, sehingga:
-
Dapat dihubungkan ke berbagai water hardness meter, ion meter, atau pH/ion meter kombinasi yang menerima input BNC.
-
Secara tidak langsung dapat terintegrasi dengan PC, LIMS, atau sistem SCADA melalui meter yang mempunyai port komunikasi (USB, RS-232, atau lainnya).
Dalam workflow modern, biasanya alur data berlangsung seperti ini:
-
ISE-WH membaca sampel, meter menampilkan nilai kekerasan.
-
Jika meter memiliki fungsi memori, data disimpan bersama informasi waktu, ID sampel, dan kadang ID operator.
-
Data kemudian ditransfer ke komputer atau LIMS untuk analisis tren—misalnya memantau perubahan kesadahan air umpan boiler harian, atau variasi kekerasan air baku di pabrik minuman.
Meskipun spesifikasi transfer data bukan milik ISE-WH secara langsung, kompatibilitas konektor dan bentuk fisik elektroda menjadikannya mudah diintegrasikan ke sistem monitoring yang sudah ada, tanpa perlu perubahan desain besar.
Spesifikasi Teknis ISE-WH
| Parameter | Nilai / Deskripsi |
|---|---|
| Model | ISE-WH |
| Jenis | Elektroda kekerasan air kombinasi (ion-selective) |
| Rentang konsentrasi | 0,05 – 200 mmol/L |
| Rentang pH kerja | 2 – 11 |
| Suhu operasi | 5 – 50 °C (41 – 122 °F) |
| Dimensi elektroda | 150 (L) × 12 (Ø) mm |
| Panjang kabel | 1 m |
| Konektor | BNC |
| Material body | Epoxy |
| Ion interferen utama | Ba²⁺, Cd²⁺, Cu²⁺ |
| Aksesori opsional | ION-WH (larutan standar Ca 100 mmol/L, 480 mL); ISA-WH (ionic strength adjuster, 480 mL) |
Bagi pengguna pemula, angka-angka di atas bisa dibayangkan seperti ini:
-
Rentang 0,05–200 mmol/L mencakup air yang sangat lunak hingga sangat keras. Banyak air minum kota berada di kisaran beberapa mmol/L saja, sehingga masih jauh di dalam rentang kerja.
-
Rentang pH 2–11 berarti hampir semua sampel air yang wajar (pH sekitar 6–9) aman diukur. Di luar rentang ini, respon elektroda bisa menyimpang, sehingga pH perlu disesuaikan terlebih dahulu dengan ISA atau buffer.
-
Suhu operasi 5–50 °C cukup untuk air dingin, suhu ruang, sampai air proses yang hangat. Untuk sampel lebih panas, biasanya dilakukan pendinginan sampai di bawah 50 °C sebelum pengukuran.
Memilih Larutan Standar, ISA, dan Komponen Tambahan
Agar ISE-WH bekerja optimal, beberapa komponen tambahan perlu dipilih dengan tepat.
Larutan standar dan ISA
Dari panduan resmi, kebutuhan dasar adalah:
-
Larutan standar kalsium 100 mmol/L (ION-WH)
-
Larutan standar kalsium 1000 ppm (opsional, dapat dibuat dari CaCl₂·2H₂O)
-
Ionic Strength Adjuster (ISA-WH) untuk menjaga kekuatan ionik dan menyesuaikan pH
Penggunaan praktis:
-
Tambahkan sekitar 2 mL ISA ke 100 mL larutan standar dan sampel untuk memperoleh background ionik yang seragam.
-
Gunakan minimal dua titik kalibrasi (misalnya 10 mmol/L dan 100 mmol/L) yang mencakup rentang konsentrasi sampel yang sering diukur.
Contoh rentang konsentrasi dan aplikasi
| Kisaran kesadahan (sebagai Ca²⁺, perkiraan mmol/L) | Contoh aplikasi utama |
|---|---|
| 0,05 – 0,5 | Air demin untuk farmasi, elektronik, laboratorium |
| 0,5 – 2 | Air minum kota, air baku pabrik minuman |
| 2 – 5 | Air proses industri ringan, air boiler tekanan rendah |
| 5 – 20 | Air sumur sadah, beberapa air limbah industri |
| >20 | Limbah atau air proses khusus dengan kesadahan tinggi |
Tabel ini bersifat ilustratif; klasifikasi detail tetap mengikuti standar dan regulasi lokal.
Faktor yang memengaruhi hasil pengukuran
Beberapa faktor umum yang perlu diperhatikan:
-
Suhu: pastikan standar dan sampel berada pada suhu yang kurang lebih sama untuk menghindari error potensial.
-
pH: ISE-WH bekerja baik pada pH 2–11; di luar itu, respon bisa terganggu.
-
Ion interferen: keberadaan Ba²⁺, Cd²⁺, atau Cu²⁺ dalam konsentrasi tinggi dapat mengganggu pembacaan karena ion-ion ini juga dapat berinteraksi dengan membran.
-
Homogenitas sampel: larutan harus diaduk pelan merata (stirring lembut) agar respon elektroda stabil tanpa menimbulkan gelembung udara di sekitar membran.
Studi Kasus Penerapan ISE-WH di Berbagai Sektor
Studi Kasus 1 – Optimalisasi WTP Air Minum di Kampus
Sebuah kampus besar memiliki instalasi pengolahan air sendiri untuk mensuplai asrama, laboratorium, dan fasilitas olahraga. Sebelumnya, tim utilitas hanya melakukan uji kesadahan sekali sehari menggunakan titrasi EDTA di laboratorium pusat. Hasilnya sering terlambat untuk mengoreksi dosis bahan kimia di WTP, sehingga:
-
Kadang-kadang kesadahan air distribusi melonjak di pagi hari.
-
Terjadi penumpukan kerak di water heater asrama dan shower head.
-
Keluhan mahasiswa terkait “air terlalu keras” mulai meningkat.
Tim kemudian mengadopsi sistem pemantauan yang memanfaatkan water hardness meter portabel yang dipasangkan dengan elektroda ISE-WH di titik-titik strategis: setelah softener, sebelum reservoir, dan di jalur distribusi utama.
Dengan ISE-WH, operator dapat:
-
Melakukan pengukuran beberapa kali dalam satu shift, langsung di area WTP.
-
Mencatat tren kesadahan secara harian dan menyesuaikan regenerasi resin softener berdasarkan data nyata, bukan hanya jadwal rutin.
-
Mengurangi frekuensi titrasi manual hanya untuk verifikasi periodik.
Secara internal, tim melaporkan penurunan signifikan pada kejadian kerak di fasilitas air panas dan penurunan biaya bahan kimia karena dosis bisa dioptimasi berdasarkan data real-time.
Studi Kasus 2 – QA Pabrik Minuman dan Pengendalian Utilitas
Sebuah pabrik minuman siap saji sangat bergantung pada air baku berkualitas tinggi. Sebelum bottling, air melewati beberapa tahap: filtrasi, karbon aktif, RO, dan mineralisasi ulang. Kekerasan air yang terlalu tinggi dapat mengubah rasa produk dan menurunkan umur pakai peralatan CIP.
Sebelumnya, QA hanya menguji kekerasan air baku dan air produk akhir di laboratorium. Setelah rutin menemukan variasi kecil yang berpotensi memengaruhi rasa, mereka memutuskan memasang ISE-WH pada beberapa meter bench-top di area QA untuk:
-
Monitoring kesadahan setelah RO dan setelah mineralisasi.
-
Verifikasi air bilasan CIP sebelum line produksi kembali digunakan.
Dengan pengukuran berbasis ISE-WH:
-
Tim QA dapat melakukan pengukuran cepat sebelum dan sesudah setiap batch produksi.
-
Operator proses mendapat umpan balik lebih cepat ketika terjadi drift kesadahan air, sehingga koreksi dilakukan sebelum produk dikemas.
-
Data kesadahan menjadi bagian dari dokumen batch record dan membantu proses audit internal maupun eksternal (misalnya sertifikasi keamanan pangan).
Langkah-Langkah Menggunakan ISE-WH di Lapangan
Contoh berikut menggambarkan penggunaan ISE-WH di instalasi pengolahan air minum kampus:
-
Persiapan larutan standar dan ISA
-
Siapkan larutan standar Ca²⁺ (misalnya 10 mmol/L dan 100 mmol/L) dari ION-WH atau dengan melarutkan CaCl₂·2H₂O sesuai petunjuk manual.
-
Tambahkan 2 mL ISA-WH ke setiap 100 mL larutan standar dan sampel.
-
-
Kondisioning elektroda
-
Lepas penutup pelindung ujung ISE-WH.
-
Rendam elektroda dalam larutan standar 10 mmol/L atau 100 ppm sekitar 10 menit sebelum pertama kali digunakan atau setelah lama disimpan.
-
-
Kalibrasi meter
-
Hubungkan ISE-WH ke water hardness/ion meter.
-
Pilih mode pengukuran hardness/Ca²⁺.
-
Bilas elektroda dengan air suling, keringkan dengan tisu bebas serat.
-
Celupkan ke larutan standar konsentrasi terendah, aduk lembut, tunggu pembacaan stabil, lalu set titik kalibrasi pertama.
-
Ulangi untuk larutan standar konsentrasi lebih tinggi.
-
-
Pengukuran sampel di WTP
-
Ambil sampel air dari titik yang hendak dipantau (misalnya setelah softener), masukkan ke beaker bersih.
-
Tambahkan ISA-WH dengan perbandingan yang sama seperti pada larutan standar.
-
Bilas elektroda, keringkan, lalu celupkan ke dalam sampel sambil diaduk pelan.
-
Setelah pembacaan stabil, catat nilai kekerasan.
-
-
Perawatan setelah pemakaian
-
Bilas elektroda dengan air suling, keringkan bagian luar.
-
Pasang kembali penutup pelindung dan simpan di tempat kering, sejuk, dan berventilasi baik. Jika respon mulai melambat, rendam kembali dalam larutan standar 10 mmol/L atau 100 ppm selama minimal 1 jam.
-
Dengan langkah-langkah ini, tim utilitas atau QA dapat menjalankan monitoring kesadahan air secara rutin dengan konsistensi yang baik.
Kesimpulan dan Rekomendasi Pemilihan
ISE-WH adalah elektroda kekerasan air kombinasi yang dirancang untuk memberikan pengukuran kesadahan air yang cepat, praktis, dan dapat diandalkan bagi berbagai sektor: WTP/WWTP, QA/QC F&B, farmasi, kosmetik, hingga laboratorium riset dan teaching lab. Rentang konsentrasi yang luas, kebutuhan perawatan yang rendah, serta desain fisik yang tangguh menjadikannya pilihan menarik untuk organisasi yang ingin mengurangi ketergantungan pada titrasi manual dan mulai beralih ke sistem monitoring yang lebih modern.
ISE-WH sangat cocok untuk:
-
Laboratorium QA/QC yang membutuhkan frekuensi uji kesadahan tinggi.
-
Instalasi pengolahan air yang ingin memantau performa softener, RO, atau sistem demin.
-
Pabrik minuman, dairy, dan F&B yang peduli terhadap konsistensi rasa dan umur peralatan utilitas.
-
Teaching lab dan riset kampus yang ingin mengenalkan teknologi ion-selective electrode pada mahasiswa.
Bagi organisasi yang telah memiliki water hardness meter atau ion meter dengan konektor BNC, ISE-WH dapat menjadi upgrade langsung tanpa perubahan besar pada sistem yang sudah ada.
FAQ tentang ISE-WH Water Hardness Electrode
1. Apakah ISE-WH bisa digunakan untuk mengukur air limbah industri?
Bisa, selama kesadahan air berada dalam rentang 0,05–200 mmol/L, pH 2–11, dan suhu 5–50 °C. Untuk sampel dengan kandungan logam berat tinggi (Ba²⁺, Cd²⁺, Cu²⁺), perlu perhatian khusus karena ion-ion ini dapat menginterferensi pembacaan.
2. Berapa kali ISE-WH harus dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi bergantung pada intensitas pemakaian dan kebijakan QA internal. Umumnya, kalibrasi dilakukan setiap hari kerja sebelum pengukuran rutin, atau setiap kali pergantian jenis matriks sampel yang signifikan.
3. Bisakah elektroda disimpan dalam keadaan kering?
Ya, desain referensi kering memungkinkan penyimpanan kering dengan penutup pelindung terpasang, selama disimpan di tempat sejuk dan berventilasi baik. Jika lama tidak digunakan, kondisikan kembali dalam larutan standar sebelum pengukuran.
4. Apa tanda bahwa elektroda mulai menurun kinerjanya?
Respon menjadi lambat, drift nilai ketika sampel sama diukur berulang, atau kalibrasi sering gagal. Salah satu langkah awal adalah merendam elektroda dalam larutan standar 10 mmol/L atau 100 ppm selama minimal 1 jam untuk merevitalisasi respon.
5. Apakah ISE-WH kompatibel dengan semua meter pH?
Tidak semua. ISE-WH memerlukan meter yang mendukung pembacaan ion/Ca²⁺ atau water hardness dan memiliki konektor BNC. Pastikan spesifikasi meter Anda sebelum menghubungkan.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengukuran kekerasan air yang andal dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti elektroda kekerasan air ISE-WH dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kesadahan air, menjaga stabilitas proses, dan memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian hardness pada utilitas maupun proses produksi, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Ion Selective Electrode Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

ISE NH4 – Ammonium Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Na – Sodium Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Cu – Copper Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Cl – Chloride Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Cd – Cadmium Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Ca – Calcium Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Br Bromide Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Ag – Silver Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★
Referensi
-
Masfah Raudlotus Shofiyyah & Maya Amelia. (2020). STUDI LITERATUR: PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANALISIS KADAR KESADAHAN AIR TANAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) DAN TITRASI KOMPLEKSOMETRI. Jurnal Sains, 11(2), 22–28.https://elibs.aakdelimahusadagresik.ac.id/id/eprint/31/1/4%20Masfah-Maya%20Amelia%2022-28.pdf
-
Syahla Alimah Mulyana. (tahun tidak disebut). Validasi metode penentuan kesadahan total air bersih secara titrasi kompleksometri di Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya. https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/33633/18231015%20Syahla%20Alimah%20Mulyana.pdf













