Jenis-jenis kertas untuk mencetak perlu diketahui sebelum membuat brosur, label, kartu nama, packaging, undangan, katalog, buku, atau kebutuhan cetak lainnya. Setiap kertas memiliki karakter yang berbeda, mulai dari tekstur, ketebalan, daya serap tinta, tampilan warna, hingga kekuatan bahan.
Selain memilih jenis kertas, hal penting lain yang tidak boleh diabaikan adalah gramasi kertas. Gramasi menunjukkan berat kertas per satu meter persegi dan biasanya ditulis dalam satuan gsm atau g/m². Pemilihan gramasi yang tepat dapat membuat hasil cetak terlihat lebih profesional, sesuai fungsi, dan tidak mudah rusak saat digunakan.

Kenapa Pemilihan Jenis Kertas Itu Penting?
Dalam dunia percetakan, kertas bukan hanya media untuk menampilkan desain. Jenis kertas yang dipilih akan memengaruhi hasil warna, kesan visual, kekuatan produk, dan kenyamanan saat digunakan.
Misalnya, brosur biasanya membutuhkan kertas yang halus dan mampu menampilkan warna dengan baik. Sementara itu, packaging makanan atau kosmetik membutuhkan bahan yang lebih tebal dan kokoh. Untuk dokumen kantor, kertas HVS lebih sering digunakan karena ringan, mudah dicetak, dan ekonomis.
- Memengaruhi hasil cetak – permukaan kertas dapat memengaruhi ketajaman warna dan detail desain.
- Menentukan kesan produk – kertas tebal biasanya memberi kesan lebih premium.
- Mendukung fungsi penggunaan – kemasan membutuhkan kertas yang lebih kuat dibanding brosur biasa.
- Mengontrol biaya produksi – jenis dan gramasi kertas sangat berpengaruh terhadap biaya cetak.
- Mengurangi risiko hasil tidak sesuai – pemilihan kertas yang salah dapat membuat produk mudah rusak atau kurang menarik.
Apa Itu Gramasi Kertas?
Gramasi kertas adalah ukuran berat kertas berdasarkan luas permukaannya. Satuan yang umum digunakan adalah gram per meter persegi atau g/m². Dalam percetakan, satuan ini juga sering disebut gsm.
Semakin besar nilai gramasi, biasanya kertas akan terasa lebih berat dan lebih tebal. Namun, ketebalan tidak selalu sama dengan gramasi. Dua kertas dengan gramasi yang sama bisa terasa berbeda karena jenis bahan, kepadatan serat, coating, atau finishing yang digunakan.
Contohnya, kertas 80 gsm umumnya digunakan untuk dokumen kantor, sedangkan art carton 260 gsm lebih cocok untuk kartu nama, cover, atau packaging ringan. Karena itu, pemilihan gramasi harus disesuaikan dengan fungsi produk cetak.
Jenis-Jenis Kertas untuk Percetakan dan Packaging
Berikut beberapa jenis kertas yang umum digunakan dalam dunia percetakan, packaging, dan kebutuhan cetak produk.
1. HVS
HVS adalah jenis kertas yang paling sering digunakan untuk kebutuhan dokumen, fotokopi, print kantor, buku, laporan, dan kebutuhan administrasi. Permukaannya tidak mengilap dan cukup nyaman untuk ditulis.
Kertas HVS umumnya tersedia dalam gramasi 70 gsm, 80 gsm, hingga 100 gsm. Untuk dokumen biasa, 70–80 gsm sudah cukup. Untuk dokumen yang ingin terlihat lebih rapi dan tebal, 100 gsm bisa menjadi pilihan.
2. Art Paper
Art paper memiliki permukaan halus dan agak mengilap. Kertas ini sering digunakan untuk brosur, flyer, katalog, poster, dan materi promosi karena hasil warna biasanya terlihat lebih tajam dan menarik.
Gramasi art paper yang umum digunakan berkisar 120–150 gsm. Untuk brosur tipis, 120 gsm sudah cukup. Untuk katalog atau materi promosi yang ingin terasa lebih kokoh, 150 gsm bisa dipilih.
3. Art Carton
Art carton mirip dengan art paper, tetapi lebih tebal dan lebih kaku. Jenis kertas ini sering digunakan untuk kartu nama, cover buku, map, hang tag, dan packaging ringan.
Gramasi art carton umumnya berkisar 190–310 gsm. Semakin tinggi gramasinya, semakin kaku dan kokoh bahan tersebut.
4. Ivory
Ivory adalah kertas yang sering digunakan untuk kemasan makanan, kosmetik, obat, dan box produk. Salah satu sisi kertas biasanya lebih halus, sedangkan sisi lainnya tidak selalu sama mengilap.
Ivory banyak dipilih untuk packaging karena tampilannya cukup bersih dan lebih premium. Gramasi yang umum digunakan berkisar 230–350 gsm, tergantung kebutuhan kekuatan kemasan.
5. Duplex
Duplex adalah jenis kertas yang banyak digunakan untuk kemasan produk, box makanan, dus kecil, dan packaging ekonomis. Biasanya satu sisi berwarna putih untuk area cetak, sedangkan sisi lainnya berwarna abu-abu.
Duplex sering dipilih karena lebih ekonomis untuk kemasan. Gramasi yang umum digunakan berkisar 250–500 gsm, tergantung ukuran dan kekuatan box yang dibutuhkan.
6. Kraft
Kertas kraft memiliki warna cokelat natural dan sering digunakan untuk paper bag, box, wrapping, label natural, dan kemasan ramah lingkungan. Tampilannya memberi kesan sederhana, alami, dan kuat.
Gramasi kraft cukup bervariasi, mulai dari sekitar 80 gsm untuk wrapping atau paper bag ringan hingga 300 gsm untuk kemasan yang lebih kuat.
7. NCR
NCR adalah kertas yang digunakan untuk nota, faktur, kwitansi, atau form rangkap. Kertas ini memungkinkan tulisan pada lembar pertama tersalin ke lembar berikutnya tanpa perlu karbon manual.
Gramasi NCR umumnya lebih tipis, sekitar 55–80 gsm, karena biasanya digunakan dalam beberapa rangkap.
8. Sticker Paper
Sticker paper digunakan untuk label produk, stiker kemasan, barcode, label makanan, label kosmetik, hingga kebutuhan promosi. Jenisnya beragam, seperti sticker chromo, vinyl, transparan, bontax, atau bahan khusus lainnya.
Gramasi sticker paper sangat bervariasi karena tergantung jenis bahan, lapisan perekat, dan backing paper. Untuk kebutuhan label produk, pemilihan bahan sticker lebih baik disesuaikan dengan permukaan kemasan dan kondisi pemakaian.
9. Photo Paper
Photo paper digunakan untuk mencetak foto, kartu, poster glossy, atau gambar dengan warna yang ingin terlihat tajam. Permukaannya biasanya mengilap atau semi-glossy.
Gramasi photo paper umumnya berkisar 180–260 gsm. Semakin tinggi gramasi, hasil cetak biasanya terasa lebih tebal dan kokoh.
Tabel Jenis Kertas, Fungsi, dan Gramasi Umum
| Jenis Kertas | Umum Dipakai Untuk | Gramasi Umum |
|---|---|---|
| HVS | Dokumen, print kantor, fotokopi, buku | 70–100 gsm |
| Art Paper | Brosur, flyer, katalog, poster | 120–150 gsm |
| Art Carton | Kartu nama, cover buku, packaging ringan | 190–310 gsm |
| Ivory | Kemasan makanan, kosmetik, box produk | 230–350 gsm |
| Duplex | Kemasan produk, box makanan, packaging ekonomis | 250–500 gsm |
| Kraft | Paper bag, box, wrapping, label natural | 80–300 gsm |
| NCR | Nota, faktur, form rangkap | 55–80 gsm |
| Sticker Paper | Label produk, stiker kemasan, barcode | Bervariasi sesuai bahan |
| Photo Paper | Cetak foto, kartu, poster glossy | 180–260 gsm |
Catatan: Gramasi di atas merupakan kisaran umum. Setiap supplier, jenis bahan, coating, dan finishing bisa memiliki spesifikasi berbeda. Karena itu, gramasi sebaiknya tetap dicek sebelum proses cetak atau produksi massal.
Cara Memilih Gramasi Kertas yang Tepat
Memilih gramasi kertas tidak bisa hanya berdasarkan angka yang paling tinggi. Gramasi harus disesuaikan dengan fungsi produk, jenis mesin cetak, jenis finishing, dan budget produksi.
1. Sesuaikan dengan Fungsi Produk
Untuk dokumen kantor, kertas yang terlalu tebal tidak selalu diperlukan. Namun, untuk kartu nama, packaging, atau cover buku, bahan yang lebih tebal akan terasa lebih kokoh dan profesional.
2. Perhatikan Jenis Cetakan
Materi promosi seperti brosur dan katalog biasanya membutuhkan kertas yang mampu menampilkan warna dengan baik. Art paper atau art carton sering digunakan karena permukaannya lebih halus dan cocok untuk hasil cetak berwarna.
3. Pertimbangkan Finishing
Jika hasil cetak akan dilaminasi, dipotong, dilipat, atau dibentuk menjadi box, gramasi perlu disesuaikan. Kertas yang terlalu tipis bisa mudah rusak, sedangkan kertas yang terlalu tebal bisa sulit dilipat atau dibentuk.
4. Sesuaikan dengan Mesin Produksi
Tidak semua mesin cetak atau mesin finishing cocok untuk semua jenis gramasi. Sebelum produksi massal, pastikan bahan dapat berjalan dengan baik di mesin yang digunakan.
5. Cek Sampel Sebelum Cetak Banyak
Sebelum mencetak dalam jumlah besar, sebaiknya lakukan pengecekan sampel. Selain melihat hasil warna dan finishing, gramasi bahan juga perlu dicek agar sesuai dengan spesifikasi yang diminta.
Masalah Jika Gramasi Kertas Tidak Sesuai
Gramasi yang tidak sesuai bisa menimbulkan masalah pada proses cetak dan hasil akhir. Perbedaannya mungkin tidak terlihat saat bahan masih berupa lembaran, tetapi akan terasa saat bahan masuk ke proses produksi.
- Hasil cetak kurang konsisten – kertas yang terlalu tipis atau terlalu tebal dapat memengaruhi hasil cetakan.
- Produk terasa kurang premium – gramasi terlalu rendah bisa membuat hasil cetak terasa murah atau mudah rusak.
- Proses lipat sulit – gramasi terlalu tinggi bisa membuat kertas mudah retak saat dilipat.
- Kemasan kurang kuat – packaging dengan gramasi rendah bisa mudah penyok atau robek.
- Biaya produksi membengkak – salah memilih bahan bisa menyebabkan rework atau penggantian material.
- Risiko komplain pelanggan – hasil cetak bisa dianggap tidak sesuai spesifikasi yang diminta.
Kenapa Gramasi Kertas Perlu Dicek?
Gramasi yang tertulis pada label bahan atau spesifikasi supplier tetap perlu diverifikasi, terutama untuk kebutuhan produksi yang membutuhkan konsistensi. Kertas dengan tampilan serupa belum tentu memiliki berat per satuan luas yang sama.
Dengan mengecek gramasi, percetakan, supplier kertas, industri packaging, dan tim quality control dapat memastikan bahan sesuai sebelum masuk proses cetak. Pemeriksaan ini membantu mengurangi risiko bahan salah, hasil cetak tidak sesuai, dan masalah produksi.
Kenapa Tidak Cukup Menilai Kertas dari Ketebalan?
Banyak orang menilai kertas hanya dari ketebalan atau rasa saat dipegang. Padahal, ketebalan tidak selalu menunjukkan gramasi. Kertas yang terasa tebal bisa saja memiliki kepadatan rendah, sedangkan kertas yang lebih tipis bisa memiliki gramasi yang cukup tinggi karena seratnya lebih padat.
Selain itu, coating dan finishing juga dapat memengaruhi rasa permukaan kertas. Karena itu, pengukuran gramasi dengan alat bantu menjadi cara yang lebih objektif dibanding hanya menilai dari tampilan atau sentuhan.
Solusi: Menggunakan Paper Scale untuk Mengukur Gramasi
Untuk membantu proses pengecekan gramasi, pengguna dapat menggunakan paper scale. Alat ini membantu mengukur berat per satuan luas atau basis weight pada kertas, karton, dan bahan lembaran lainnya.
Paper scale berguna untuk percetakan, packaging, supplier kertas, pabrik kertas, laboratorium material, hingga industri tekstil. Dengan alat ini, hasil pengukuran gramasi dapat dibaca lebih cepat dan digunakan sebagai data quality control.
Contoh paper scale untuk mengukur gramasi kertas:
Keunggulan PCE-DMS 310 untuk Cek Gramasi Kertas
Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengukur gramasi bahan adalah Counting Scale PCE-DMS 310. Alat ini merupakan paper scale yang dirancang untuk pengukuran basis weight dan dapat digunakan untuk menentukan gramasi kertas, karton, maupun berbagai tekstil secara cepat.
- Mengukur basis weight – membantu menentukan gramasi kertas, karton, dan tekstil dalam satuan g/m².
- Measuring range 0–310 g – cocok untuk pengukuran sampel bahan ringan.
- Range gramasi hingga 31.000 g/m² – mendukung pengecekan berbagai jenis bahan lembaran.
- Resolusi 0,01 g / 1 g/m² – membantu pembacaan berat dan gramasi lebih detail.
- Display dengan backlight – hasil pengukuran lebih mudah dibaca.
- RS-232 interface – data pengukuran dapat ditransfer ke PC untuk dokumentasi.
- Piece counting function – membantu penghitungan item berdasarkan berat.
- Bisa digunakan mobile – dapat memakai baterai 3 x 1,5 V AA untuk kebutuhan pengecekan di lapangan.
- Dilengkapi test weight – membantu pengecekan awal alat saat digunakan.
Manfaat Paper Scale untuk Percetakan dan Packaging
Penggunaan paper scale dapat membantu tim produksi dan quality control bekerja lebih rapi. Bahan yang masuk dapat dicek lebih dulu sebelum dipakai untuk produksi massal.
- Bahan lebih mudah diverifikasi – gramasi dapat dibandingkan dengan spesifikasi supplier.
- Produksi lebih konsisten – bahan yang sesuai membantu hasil cetak lebih stabil.
- Dokumentasi QC lebih rapi – hasil pengukuran dapat dicatat untuk laporan internal.
- Risiko bahan salah berkurang – perbedaan gramasi dapat diketahui sejak awal.
- Efisiensi kerja meningkat – pemeriksaan bahan dapat dilakukan lebih cepat sebelum produksi berjalan.
Tips Memilih Kertas Sebelum Produksi Massal
Agar hasil cetak sesuai harapan, pemilihan kertas sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut:
- Minta sampel bahan dari supplier sebelum memesan dalam jumlah besar.
- Cek hasil cetak warna karena setiap kertas bisa menghasilkan tampilan warna yang berbeda.
- Perhatikan kebutuhan finishing seperti laminasi, emboss, potong, lipat, atau pond.
- Sesuaikan gramasi dengan fungsi produk agar bahan tidak terlalu tipis atau terlalu kaku.
- Ukur gramasi sampel agar bahan yang diterima sesuai dengan spesifikasi.
- Catat hasil pengecekan sebagai data quality control untuk produksi berikutnya.
Kesimpulan
Mengetahui jenis-jenis kertas untuk mencetak sangat penting agar hasil cetak sesuai dengan kebutuhan. HVS cocok untuk dokumen, art paper untuk brosur, art carton untuk kartu nama dan cover, ivory untuk kemasan premium, duplex untuk packaging ekonomis, kraft untuk tampilan natural, NCR untuk nota rangkap, sticker paper untuk label, dan photo paper untuk cetak foto.
Selain memilih jenis kertas, gramasi juga perlu diperhatikan. Gramasi yang tepat membantu hasil cetak terlihat lebih profesional, kuat, dan sesuai fungsi. Karena itu, pengecekan gramasi sebaiknya dilakukan sebelum proses cetak atau produksi massal.
Dengan menggunakan Counting Scale PCE-DMS 310, pengukuran gramasi kertas, karton, dan tekstil dapat dilakukan lebih praktis. Alat ini membantu percetakan, supplier kertas, industri packaging, laboratorium material, dan tim quality control memastikan bahan sesuai spesifikasi sebelum digunakan.
Sebagai pemasok dan distributor terkemuka alat ukur dan uji, CV. Java Multi Mandiri menyediakan berbagai instrumen presisi untuk mendukung kebutuhan quality control, pengukuran berat, inspeksi material, dan pengujian industri. Untuk konsultasi kebutuhan alat ukur perusahaan Anda, silakan hubungi tim kami.
Rekomendasi Timbangan Lainnya
-

Legal for Trade Scale PCE-SD 1500B SST
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Industrial Scale PCE-SCS 60
Lihat Produk★★★★★ -

Industrial Scale PCE-SD 6000B
Lihat Produk★★★★★ -

Checkweighing Scale PCE-SD 60CR
Lihat Produk★★★★★ -

Shipping Scale PCE-RS 2000
Lihat Produk★★★★★ -

Heavy Duty Scale PCE-SD 1500 SST
Lihat Produk★★★★★ -

Platform Scale PCE-SD 300E SST
Lihat Produk★★★★★ -

Platform Scale PCE-PP 50-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★


























