Dari Mana Kebisingan Lalu Lintas Berasal?
Suara lalu lintas bukan satu sumber tunggal. Mesin kendaraan, sistem pembuangan, kontak ban dengan permukaan jalan, klakson, akselerasi, pengereman, kendaraan berat, serta interaksi kendaraan pada persimpangan membentuk lingkungan akustik yang terus berubah.
Pada jalan dengan arus stabil, kebisingan dapat terdengar seperti suara latar yang relatif konstan. Di sekitar lampu lalu lintas atau simpang, karakter kebisingan lebih fluktuatif karena kendaraan berhenti, menunggu, kemudian berakselerasi kembali. Truk dan bus juga dapat menghasilkan karakter suara yang berbeda dibandingkan kendaraan ringan.
Direktorat Jenderal Bina Marga masih mencantumkan Pedoman Mitigasi Dampak Kebisingan Akibat Lalu Lintas Jalan Pd T 16 2005 B sebagai dokumen berstatus berlaku. Pedoman tersebut menempatkan pengukuran langsung dengan sound level meter sebagai salah satu metode penetapan tingkat kebisingan lalu lintas serta membahas penanganan pada sumber, jalur perambatan, dan titik penerima.
Mengapa Angka Desibel Tidak Boleh Dibaca Seperti Angka Biasa?
Desibel menggunakan skala logaritmik. Artinya, perbedaan antara 60 dan 70 dB bukan sekadar “bertambah 10 angka” seperti pada penggaris. Kenaikan 10 dB berkaitan dengan peningkatan sepuluh kali pada intensitas akustik. Karena itulah perubahan beberapa desibel saja dapat berarti perubahan energi suara yang cukup berarti.
Dalam pengukuran lingkungan, kita juga sering menemukan satuan dB(A). Huruf A menunjukkan pembobotan frekuensi yang dirancang agar respons alat lebih mendekati sensitivitas pendengaran manusia pada berbagai frekuensi.
Selain dBA, ada istilah Leq atau equivalent continuous sound level. Leq merangkum energi suara yang berubah selama periode tertentu menjadi satu nilai kontinu setara. Konsep ini penting karena kebisingan lalu lintas jarang konstan. Sepeda motor dapat lewat dengan suara tinggi selama beberapa detik, kemudian jalan menjadi lebih tenang, lalu bus atau truk melintas kembali.
| Istilah | Arti sederhana | Kegunaan |
|---|---|---|
| dB | Satuan logaritmik tingkat suara | Menggambarkan besarnya tingkat tekanan suara |
| dB(A) | Desibel dengan pembobotan frekuensi A | Umum digunakan untuk evaluasi kebisingan lingkungan |
| Leq | Tingkat suara kontinu setara selama periode pengukuran | Meringkas kebisingan yang naik turun menjadi satu nilai representatif |
| Lden | Indikator paparan siang, sore, dan malam dengan penalti untuk periode tertentu | Digunakan WHO untuk rekomendasi paparan jangka panjang kebisingan transportasi |
| Lnight | Indikator paparan kebisingan malam | Digunakan untuk menilai risiko gangguan tidur dan paparan malam |
Berapa Tingkat Kebisingan yang Menjadi Acuan?
Di Indonesia, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP 48 MENLH 11 1996 menetapkan baku tingkat kebisingan berdasarkan peruntukan kawasan dan lingkungan kegiatan. Untuk kawasan perumahan dan permukiman, nilainya adalah 55 dBA. Sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah juga dicantumkan pada angka 55 dBA.
Nilai tersebut kembali digunakan dalam Laporan Akhir Pemantauan Kebisingan DKI Jakarta 2024 sebagai acuan evaluasi menurut peruntukan kawasan.
| Peruntukan kawasan atau kegiatan | Baku tingkat kebisingan Indonesia |
|---|---|
| Perumahan dan permukiman | 55 dBA |
| Perkantoran dan perdagangan | 65 dBA |
| Perdagangan dan jasa | 70 dBA |
| Pemerintahan dan fasilitas umum | 60 dBA |
| Sekolah atau sejenisnya | 55 dBA |
| Rumah sakit atau sejenisnya | 55 dBA |
Angka tersebut tidak boleh dibandingkan secara sembarangan dengan satu pembacaan puncak selama satu atau dua detik. Regulasi mempunyai metode pengukuran dan evaluasi sendiri. Karena itu, jika tujuan pengukuran adalah audit lingkungan, pembuktian kepatuhan, atau dokumen resmi, prosedur, durasi, posisi mikrofon, waktu pengukuran, kalibrasi alat, dan metode perhitungan harus mengikuti ketentuan yang berlaku.
WHO menggunakan indikator berbeda untuk pedoman kesehatan jangka panjang. WHO merekomendasikan paparan lalu lintas jalan di bawah 53 dB Lden untuk rata-rata paparan dan di bawah 45 dB Lnight pada malam hari. Dengan demikian, angka WHO dan baku mutu Indonesia tidak seharusnya diperlakukan sebagai dua angka yang dapat dibandingkan langsung tanpa memahami metrik dan periode waktunya.
Apakah Rumah yang Lebih Dekat dengan Jalan Pasti Lebih Bising?
Secara umum, suara akan melemah ketika jarak dari sumber bertambah. Namun jarak bukan satu-satunya faktor. Dua rumah dengan jarak yang hampir sama dari jalan dapat mempunyai tingkat kebisingan berbeda karena orientasi bangunan, ketinggian, keberadaan pagar atau dinding, vegetasi, posisi kamar, lebar jalan, jenis kendaraan, serta bentuk area di antara jalan dan bangunan.
Rumah yang langsung menghadap jalan tanpa penghalang memiliki jalur rambat suara yang lebih terbuka. Sebaliknya, dinding padat, bangunan lain, tanggul, atau barrier yang ditempatkan secara tepat dapat mengurangi suara yang mencapai titik penerima.
Bina Marga membagi strategi mitigasi menjadi penanganan pada sumber, jalur perambatan, dan titik penerima. Pembagian ini penting karena masalah kebisingan tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan menutup jendela. Jika sumber dan jalur perambatan tidak ditangani, penghuni tetap menerima paparan tinggi ketika berada di teras, halaman, sekolah, atau ruang dengan bukaan ke arah jalan.
Mengapa Kebisingan yang Diterima Berubah Sepanjang Hari?
Lalu lintas mengikuti ritme aktivitas manusia. Pagi hari dapat didominasi perjalanan ke sekolah dan tempat kerja. Siang hari dipengaruhi perdagangan, angkutan barang, dan mobilitas lokal. Sore hari biasanya kembali meningkat ketika orang pulang dari aktivitas harian.
Namun jumlah kendaraan bukan satu-satunya penentu. Penelitian lapangan menunjukkan bahwa periode dengan kendaraan lebih sedikit dapat menghasilkan tingkat kebisingan lebih tinggi jika komposisinya berbeda atau terdapat kendaraan yang berakselerasi, menggunakan klakson, atau memiliki suara mesin dan knalpot lebih tinggi.
Itulah mengapa satu pembacaan pada pukul 10 pagi tidak cukup untuk menjawab pertanyaan “seberapa bising tempat ini setiap hari?”. Pemantauan yang dilakukan pada beberapa periode atau menggunakan data logger akan memberikan gambaran yang lebih representatif.
Apa Dampak Paparan Kebisingan Lalu Lintas?
Kebisingan lingkungan bukan hanya persoalan telinga merasa tidak nyaman. WHO mengaitkan paparan kebisingan berlebihan dengan gangguan, gangguan tidur, peningkatan risiko penyakit jantung iskemik dan hipertensi, gangguan pendengaran, tinnitus, serta gangguan kognitif.
Efek tersebut perlu dibedakan dari kerusakan pendengaran akibat paparan suara sangat tinggi di tempat kerja atau kegiatan rekreasi. Kebisingan lalu lintas di lingkungan permukiman sering menjadi persoalan karena sifatnya kronis. Suara mungkin tidak selalu sangat keras, tetapi terjadi berulang dalam periode panjang dan dapat mengganggu tidur atau memicu respons stres.
Penelitian Prospektif tentang Hipertensi
Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2023 di JACC: Advances menganalisis lebih dari 246 ribu peserta UK Biobank yang tidak memiliki hipertensi pada awal penelitian. Selama median tindak lanjut 8,1 tahun, ditemukan 21.140 kasus hipertensi primer baru.
Penelitian tersebut menemukan hubungan dosis respons antara paparan kebisingan lalu lintas jalan jangka panjang dan kejadian hipertensi. Peserta dengan paparan Lden di atas 65 dB(A) memiliki hazard ratio 1,13 dibandingkan kelompok dengan paparan hingga 55 dB(A), setelah penyesuaian terhadap berbagai faktor. Hubungan tersebut juga tetap terlihat setelah penyesuaian terhadap PM2.5 dan NO2.
Temuan ini tidak berarti bahwa kebisingan lalu lintas otomatis menyebabkan hipertensi pada setiap individu. Penelitian epidemiologis menunjukkan hubungan pada tingkat populasi. Risiko kesehatan seseorang tetap dipengaruhi banyak faktor. Nilai penting penelitian ini adalah menunjukkan bahwa suara lalu lintas layak diperlakukan sebagai paparan lingkungan tersendiri, bukan sekadar efek samping yang mengganggu kenyamanan.
Studi Kasus Nyata: Kebisingan Jalan Raya Jenggik Terara, Lombok Timur
Gambaran yang sangat relevan untuk kondisi Indonesia datang dari penelitian Baiq Nur Pathi Nova Rina, Muhammad Iman Darmawan, dan Dwi Rahayu Susanti yang dipublikasikan pada Desember 2024 dalam Jurnal Teknologi Lingkungan.
Peneliti mengukur kebisingan lalu lintas di tiga lokasi pada Jalan Raya Jenggik Terara, Kabupaten Lombok Timur, yaitu Simpang Empat Desa Rarang, Simpang Empat Desa Kalianyar, dan area depan SMAN 1 Terara. Pengukuran dilakukan selama lima hari, dari 16 sampai 20 September 2024, pada tiga rentang waktu, yaitu pukul 06.00 sampai 08.00, 12.00 sampai 14.00, serta 16.00 sampai 18.00 WITA. Instrumen yang digunakan adalah sound level meter dan hasilnya diolah menjadi Leq.
Lokasi I: Simpang Empat Desa Rarang
Di lokasi pertama, tingkat kebisingan terendah tercatat sebesar 60,5 dBA pada Senin siang, sedangkan nilai tertinggi mencapai 78,2 dBA pada Jumat sore. Peneliti mencatat bahwa periode dengan volume kendaraan lebih tinggi cenderung menghasilkan kebisingan lebih tinggi, terutama ketika kendaraan berat seperti truk dan bus melintas.
Lokasi II: Simpang Empat Desa Kalianyar
Lokasi kedua menghasilkan nilai terendah 63,3 dBA pada Jumat siang dan nilai tertinggi 80,6 dBA pada Selasa sore. Peneliti menyoroti keberadaan lampu lalu lintas sebagai salah satu faktor penting. Kendaraan berhenti kemudian berakselerasi kembali, sehingga suara mesin dan penggunaan klakson dapat meningkatkan kebisingan.
Lokasi III: Depan SMAN 1 Terara
Pada lokasi ketiga, yang berada di sekitar sekolah dan permukiman, nilai terendah tercatat 71,1 dBA, sedangkan nilai tertinggi mencapai 83,9 dBA pada Jumat sore. Seluruh nilai yang dilaporkan pada lokasi ini berada di atas acuan 55 dBA yang digunakan peneliti untuk kawasan sekolah dan permukiman.
Ada temuan menarik. Pada Rabu sore, volume kendaraan mencapai 10.470 kendaraan tetapi tingkat kebisingan tercatat 72,8 dBA. Pada Jumat sore, volume kendaraan lebih rendah, yaitu 8.953 kendaraan, tetapi kebisingan justru mencapai 83,9 dBA. Peneliti mengaitkannya dengan suara mesin, klakson, akselerasi, dan pengereman.
So what? Data tersebut menunjukkan bahwa menghitung kendaraan saja tidak cukup untuk menilai paparan kebisingan. Komposisi kendaraan dan perilaku lalu lintas dapat mengubah lingkungan akustik secara besar. Bagi penghuni rumah, sekolah, atau kantor di tepi jalan, pengukuran langsung menjadi penting karena tingkat suara yang diterima tidak dapat diprediksi hanya dari kesan bahwa jalan sedang “ramai” atau “tidak terlalu ramai”.
Bagaimana Mengukur Kebisingan di Dekat Rumah atau Bangunan?
Untuk pemeriksaan awal, sound level meter dapat digunakan untuk mengetahui pola tingkat suara. Namun pengukuran sebaiknya dilakukan secara sistematis agar data tidak menyesatkan.
- Tentukan tujuan pengukuran. Bedakan antara screening pribadi, pemetaan lingkungan, evaluasi sebelum dan sesudah mitigasi, serta pengukuran untuk kepatuhan regulasi.
- Tentukan titik penerima. Titik dekat pagar dapat menggambarkan paparan di batas properti, sedangkan titik dekat jendela atau teras dapat menggambarkan paparan yang lebih relevan terhadap penghuni.
- Catat waktu pengukuran. Bandingkan pagi, siang, sore, dan jika diperlukan malam hari.
- Gunakan pembobotan yang sesuai. Untuk kebisingan lingkungan, pembobotan A lazim digunakan.
- Catat kejadian khusus. Klakson panjang, truk berat, sepeda motor dengan suara tinggi, konstruksi, sirene, atau aktivitas lain perlu dicatat karena dapat memengaruhi hasil.
- Gunakan windscreen di luar ruangan. Angin yang langsung mengenai mikrofon dapat memengaruhi pembacaan.
- Jangan hanya melihat nilai maksimum. Untuk menilai paparan yang berubah sepanjang waktu, Leq atau logging data lebih informatif daripada satu nilai puncak.
- Lakukan kalibrasi dan ikuti metode resmi jika data digunakan untuk kepatuhan. Data lingkungan formal harus dapat ditelusuri dan dihasilkan melalui prosedur yang sesuai.
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996 menjelaskan metode sederhana menggunakan sound level meter dengan pengukuran selama 10 menit dan pembacaan setiap 5 detik. Regulasi tersebut juga menjelaskan metode langsung menggunakan integrating sound level meter. Untuk kebutuhan resmi, pengguna tetap perlu membaca ketentuan lengkap dan memastikan metode yang digunakan sesuai tujuan evaluasi.
Apakah Aplikasi Ponsel Bisa Menggantikan Sound Level Meter?
Aplikasi ponsel dapat berguna untuk mendapatkan gambaran kasar atau membandingkan perubahan relatif pada perangkat yang sama. Namun kualitas mikrofon, kalibrasi, pemrosesan audio, rentang dinamis, casing, dan sistem operasi berbeda antarperangkat.
Karena itu, aplikasi ponsel tidak sebaiknya dianggap setara dengan sound level meter terkalibrasi untuk pengukuran yang membutuhkan keterlacakan, akurasi, logging yang andal, atau dokumentasi profesional. Jika tujuan hanya ingin mengetahui apakah suatu intervensi membuat ruangan terasa lebih tenang, aplikasi dapat membantu sebagai screening. Jika angka tersebut akan digunakan untuk keputusan teknis atau kepatuhan, gunakan instrumen yang sesuai.
Apa yang Dapat Dilakukan Jika Rumah Terlalu Bising?
Mitigasi paling efektif biasanya mengikuti jalur perjalanan suara. Pendekatannya dapat dilakukan pada sumber, jalur rambat, atau bangunan penerima.
- Pada sumber: pengaturan lalu lintas, pengendalian kendaraan dengan suara tidak wajar, perawatan kendaraan, dan pengurangan akselerasi serta pengereman agresif.
- Pada jalur rambat: barrier akustik, tanggul, penataan jarak, serta desain lanskap yang dikombinasikan dengan elemen penghalang yang efektif.
- Pada bangunan: memperbaiki insulasi fasad, menggunakan jendela dengan kinerja akustik yang sesuai, menutup celah, serta menempatkan ruang tidur menjauh dari sisi jalan bila desain memungkinkan.
- Pada tata ruang: ruang servis, tangga, gudang, atau area non sensitif dapat ditempatkan pada sisi yang menghadap jalan untuk membantu melindungi ruang yang membutuhkan ketenangan.
Pedoman Bina Marga juga membahas bangunan peredam bising, vegetasi, timbunan tanah, penghalang buatan, orientasi bangunan, dan insulasi fasad sebagai bagian dari strategi mitigasi. Tidak semua solusi memberikan efek yang sama. Penghalang harus dirancang berdasarkan jalur suara, ketinggian, jarak, dan karakter lokasi.
Jika selain suara lalu lintas Anda juga ingin memahami kondisi udara yang masuk dari jalan ke dalam rumah atau kantor, baca juga artikel Kualitas Udara Dalam Ruangan Bisa Lebih Buruk daripada di Luar, Mengapa?. Untuk persoalan kenyamanan termal yang sering muncul bersamaan di bangunan perkotaan, lihat Udara Terasa Panas Padahal Suhu Tidak Tinggi, Apa Penyebabnya?.
Instrumen yang Berkaitan dengan Pengukuran Kebisingan Lalu Lintas
Instrumen yang dipilih sebaiknya mengikuti tujuan pengukuran. Untuk pemeriksaan lingkungan yang membutuhkan penyimpanan data, perangkat dengan fungsi logging dan perhitungan Leq akan lebih berguna dibandingkan alat yang hanya menampilkan nilai sesaat.
1. PCE 322ALEQ ICA untuk Logging Kebisingan dan Analisis Leq
PCE 322ALEQ ICA merupakan sound level meter kelas II dengan rentang 30 sampai 130 dB, pembobotan frekuensi A dan C, serta fungsi data logger yang dapat menyimpan hingga 32.700 pembacaan. Data dapat dipindahkan melalui USB dan dianalisis menggunakan perangkat lunak untuk memperoleh Leq serta visualisasi grafik atau tabel.
Fungsi tersebut relevan untuk memantau perubahan kebisingan pada beberapa periode waktu, misalnya membandingkan pagi, siang, dan sore di sekitar rumah, sekolah, kantor, atau area komersial yang berada dekat jalan.
Lihat spesifikasi PCE 322ALEQ ICA di Alat-Test.Com
2. PCE 432 ICA untuk Survei Akustik Profesional dengan GPS
Untuk kebutuhan survei yang lebih kompleks, PCE 432 ICA merupakan sound level meter kelas 1 dengan fungsi data logging dan GPS. Perangkat ini mendukung pembobotan frekuensi A, B, C, dan Z, memiliki filter oktaf, serta dapat menyimpan data untuk analisis melalui perangkat lunak.
Fitur GPS relevan ketika pengukuran dilakukan di banyak titik dan hasil perlu dikaitkan dengan lokasi. Kelas 1 juga ditujukan untuk kebutuhan pengukuran dengan tuntutan ketelitian instrumen yang lebih tinggi.
Lihat spesifikasi PCE 432 ICA di Alat-Test.Com
Catatan: Kepemilikan alat kelas tertentu tidak otomatis membuat sebuah pengukuran sah untuk seluruh tujuan regulasi. Kepatuhan juga bergantung pada metode, kalibrasi, posisi alat, durasi, kondisi lingkungan, pengolahan data, dan ketentuan teknis yang digunakan.
Kesimpulan
Tinggal dekat jalan raya dapat berarti menerima paparan kebisingan yang cukup tinggi, tetapi besar paparan tidak dapat ditentukan hanya dari jarak rumah. Jumlah kendaraan, komposisi kendaraan, persimpangan, klakson, akselerasi, waktu, posisi bangunan, dan jalur rambat suara ikut menentukan tingkat yang sampai ke penghuni.
Studi 2024 di Jalan Raya Jenggik Terara menunjukkan rentang yang sangat lebar. Pada beberapa titik, kebisingan terukur dari sekitar 60,5 dBA hingga 83,9 dBA. Bahkan volume kendaraan yang lebih rendah pada satu periode dapat menghasilkan kebisingan lebih tinggi daripada periode dengan volume kendaraan lebih banyak. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa paparan sehari hari perlu dinilai dengan data akustik, bukan hanya jumlah kendaraan.
Untuk pemeriksaan awal, pengukuran dBA pada beberapa waktu sudah dapat memperlihatkan pola. Untuk analisis yang lebih representatif, gunakan logging dan Leq. Jika pengukuran akan digunakan sebagai dasar audit, penanganan lingkungan, atau kepatuhan regulasi, ikuti prosedur resmi serta gunakan instrumen yang sesuai dan terkalibrasi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa dB kebisingan yang diperbolehkan di kawasan perumahan?
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996 mencantumkan baku tingkat kebisingan 55 dBA untuk kawasan perumahan dan permukiman. Evaluasi resmi harus mengikuti metode pengukuran dan perhitungan yang ditentukan, bukan hanya membandingkan angka tersebut dengan pembacaan sesaat.
Apakah suara kendaraan 70 dBA berarti dua kali lebih bising daripada 35 dBA?
Tidak. Skala desibel bersifat logaritmik, sehingga tidak dapat dibandingkan dengan pembagian aritmetika biasa. Kenaikan 10 dB berkaitan dengan peningkatan sepuluh kali pada intensitas akustik.
Apakah rumah yang lebih jauh dari jalan selalu lebih tenang?
Jarak biasanya membantu mengurangi tingkat suara, tetapi pengaruhnya dipengaruhi jalur rambat, penghalang, topografi, orientasi bangunan, jenis kendaraan, dan kondisi jalan. Dua rumah pada jarak serupa dapat menerima tingkat kebisingan berbeda.
Kapan waktu terbaik mengukur kebisingan lalu lintas?
Jika ingin mengetahui pola harian, pengukuran sebaiknya dilakukan pada beberapa periode, misalnya pagi, siang, sore, dan malam sesuai tujuan. Untuk evaluasi regulasi, ikuti periode dan metode yang ditetapkan dalam ketentuan terkait.
Apa bedanya nilai maksimum dengan Leq?
Nilai maksimum menunjukkan tingkat tertinggi yang terekam selama periode tertentu. Leq merangkum energi suara yang berubah selama periode pengukuran menjadi satu nilai kontinu setara. Untuk kebisingan lalu lintas yang fluktuatif, Leq sering lebih informatif daripada hanya melihat nilai maksimum.
Apakah sound level meter perlu dikalibrasi?
Ya, terutama ketika data digunakan untuk survei profesional, evaluasi lingkungan, atau kepatuhan. Kalibrasi membantu memastikan hasil alat dapat ditelusuri dan tetap berada dalam spesifikasi pengukuran yang dipersyaratkan.
Sumber dan Referensi
- World Health Organization Regional Office for Europe. Environmental Noise Guidelines for the European Region.
- World Health Organization. Guidance on Environmental Noise.
- Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta. Laporan Akhir Pemantauan Kebisingan DKI Jakarta 2024.
- Direktorat Jenderal Bina Marga. Pd T 16 2005 B, Pedoman Mitigasi Dampak Kebisingan Akibat Lalu Lintas Jalan.
- Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP 48 MENLH 11 1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan.
- Rina, B. N. P. N., Darmawan, M. I., dan Susanti, D. R. 2024. Analisis Tingkat Kebisingan Lalu Lintas di Jalan Raya Jenggik Terara Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Teknologi Lingkungan, 2(2), 22 sampai 33.
- Huang, J., Yang, T., Gulliver, J., Hansell, A. L., Mamouei, M., Cai, Y. S., dan Rahimi, K. 2023. Road Traffic Noise and Incidence of Primary Hypertension: A Prospective Analysis in UK Biobank. JACC: Advances, 2(2), 100262.
-

Sound Level Data Logger PCE-322ALEQ-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Sound Level Meter / Noise Level Meter PCE-SLM 50-ICA incl. ISO-Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Sound Level Indicator PCE-EM 883
Lihat Produk★★★★★ -

Sound Level Data Logger PCE-428-Kit-N with Sound Calibrator
Lihat Produk★★★★★ -

Sound Level Data Logger PCE-322ALEQ
Lihat Produk★★★★★ -

Sound Meter PCE-EM 883
Lihat Produk★★★★★ -

Sound Level Data Logger with GPS PCE-432
Lihat Produk★★★★★ -

Sound Level Data Logger PCE-428-Kit-N-ICA with Sound Calibrator inc ISO Cal Cert
Lihat Produk★★★★★

























