Di banyak fasilitas pengolahan air, tambak ikan, hingga laboratorium QC, oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO) adalah salah satu parameter yang paling sering diukur. Namun justru di titik inilah banyak masalah muncul. Bukan karena alatnya jelek, tetapi karena komponen kecil yang sering diremehkan: membran pada elektroda DO.
Di lapangan, teknisi sering menghadapi beberapa situasi yang mirip. Di kolam budidaya ikan, pembacaan DO tiba-tiba turun drastis padahal aerator bekerja normal. Di WWTP, nilai DO pada bak aerasi tidak konsisten, membuat operator ragu apakah harus menaikkan atau menurunkan kecepatan blower. Di pabrik minuman, hasil DO pada lini produksi berubah-ubah sehingga tim QA harus melakukan pengukuran ulang berkali-kali untuk memastikan kualitas produk aman dari oksidasi.
Ketika ditelusuri, sering kali sumber masalahnya bukan pada meter digital atau sistem SCADA, melainkan pada membran sensor DO yang sudah aus, robek halus, atau pemasangannya kurang presisi. Membran yang longgar dapat menyebabkan gelembung udara terjebak di depan elektroda. Sedikit saja ada bubble, aliran oksigen ke permukaan sensor sudah tidak seragam. Akibatnya, nilai DO bisa drift pelan-pelan tanpa disadari. Data yang semestinya dipakai sebagai dasar keputusan proses menjadi sulit dipercayai.
Di sektor akuakultur, konsekuensi dari pembacaan DO yang salah bisa sangat serius. Kadar oksigen yang sebenarnya rendah tetapi terbaca “aman” membuat respon penanganan menjadi terlambat. Ikan stres, nafsu makan turun, pertumbuhan melambat, bahkan bisa terjadi kematian massal pada malam hari ketika DO turun secara alami. Sementara di industri, data DO yang tidak stabil dapat menyebabkan penggunaan energi berlebihan karena blower dibiarkan bekerja terlalu besar demi “mengamankan” proses, walau sebenarnya tidak perlu.
Karena itu, walaupun ukurannya kecil, membrane cap pada elektroda DO memegang peran penting dalam memastikan kualitas data. Di sinilah produk seperti DO-MEM masuk sebagai solusi yang dirancang khusus untuk menjaga kestabilan difusi oksigen ke sensor, mempermudah perawatan, dan mengurangi risiko kesalahan pemasangan yang berakibat pada data yang bias.
Bagaimana Sistem Sensor DO Berbasis Membran Bekerja
Untuk memahami peran DO-MEM, perlu sedikit membahas cara kerja sensor oksigen terlarut modern yang memakai membran. Pada elektroda DO tipe polarografik atau galvanik, inti sistemnya adalah reaksi elektrokimia antara oksigen dan permukaan elektroda. Agar proses ini berlangsung terkendali, oksigen dari air tidak boleh masuk secara liar; ia harus melewati “gerbang” yang terukur, yaitu membran.
Membran biasanya dibuat dari material yang selektif permeabel terhadap oksigen, salah satunya PTFE (polytetrafluoroethylene). Material ini memungkinkan molekul oksigen berdifusi melewati membran, tetapi menahan sebagian besar ion dan partikel lain di air. Di balik membran terdapat elektrolit internal dan elektroda. Ketika oksigen berdifusi melewati membran dan bereaksi di elektroda, terbentuk arus listrik yang sebanding dengan konsentrasi oksigen di dalam air.
Bayangkan membran sebagai filter yang sangat rapi. Jika filternya seragam dan kuat, aliran oksigen yang menembus ke elektroda juga stabil. Namun jika membran berlubang, menipis di satu sisi, atau permukaannya kotor akibat biofouling, difusi oksigen menjadi tidak merata. Di sinilah data DO mulai melonjak-lonjak tanpa pola yang jelas.
Keuntungan pendekatan elektroda membran seperti ini dibanding metode kimia klasik, misalnya titrasi Winkler, cukup besar untuk operasi rutin:
-
Pengukuran bisa dilakukan secara in-situ langsung di kolam, tangki, atau sungai tanpa harus membawa sampel ke laboratorium.
-
Respon lebih cepat, cocok untuk kontrol proses real-time, misalnya mengatur blower aerasi atau mengevaluasi kapasitas aerator tambak.
-
Data bisa direkam terus-menerus dan diintegrasikan ke sistem SCADA atau log otomatis.
-
Mengurangi kebutuhan reagen kimia dan risiko kesalahan manual dalam titrasi.
Namun semua keunggulan itu hanya terwujud jika komponen kuncinya, yaitu membran, bekerja dengan baik. Itulah mengapa pemilihan, penggantian, dan kualitas membran sangat menentukan. DO-MEM hadir sebagai membrane cap khusus yang menyederhanakan proses ini dan membantu mempertahankan kinerja elektroda DO secara konsisten dari waktu ke waktu.
Sekilas tentang DO-MEM: Membran Pengganti untuk Elektroda DO Bante
DO-MEM adalah membrane cap khusus untuk elektroda dissolved oxygen Bante seri DO100 dan IE-80T. Secara sederhana, ini adalah “rumah” membran yang sudah difabrikasi dengan presisi dan siap dipasang dengan sistem ulir (screw cap). Pengguna tidak perlu lagi memotong, merentangkan, atau mengikat membran secara manual seperti pada desain sensor generasi lama.
Produk ini menggunakan material PTFE sebagai membran, sehingga memanfaatkan keunggulan material tersebut yang inert secara kimia, tahan terhadap banyak jenis bahan kimia proses, dan memiliki sifat permukaan yang licin sehingga lebih sulit ditempeli kotoran dan biofilm. Untuk pengguna di industri air limbah atau air permukaan yang kaya bahan organik, ini menjadi nilai plus karena mengurangi frekuensi pembersihan.
Keistimewaan lain DO-MEM adalah kompatibilitasnya yang jelas: pengguna yang sudah memakai elektroda DO100 atau IE-80T tinggal mengganti membrane cap dengan DO-MEM tanpa perlu adaptasi tambahan. Pendekatan plug-and-play ini menghemat waktu teknisi, terutama di fasilitas yang memiliki banyak titik pengukuran DO.
Dibandingkan beberapa desain kompetitor yang masih mengandalkan pemasangan membran secara manual, DO-MEM menawarkan kepraktisan. Dengan screw cap design, pengguna cukup mengisi elektrolit sesuai prosedur, kemudian memutar cap hingga rapat. Risiko membran berkerut, terlalu kencang, atau tidak rata bisa dikurangi. Pada skala operasional, kemudahan seperti ini mengurangi waktu downtime saat jadwal kalibrasi ulang atau perawatan berkala.
Bagi laboratorium riset, teaching lab, maupun unit QA/QC di industri, DO-MEM memberikan kombinasi menarik antara kestabilan pengukuran, kemudahan perawatan, dan konsistensi antar sensor. Hal ini penting ketika beberapa tim menggunakan elektroda berbeda tetapi menuntut data DO yang tetap comparable.
Desain Fisik dan Karakter Material DO-MEM
Secara fisik, DO-MEM tampak seperti cap silindris kompak dengan desain ulir di bagian dalam yang dirancang untuk terpasang presisi pada body elektroda DO Bante. Ukurannya tidak besar, sehingga mudah disimpan dan dibawa dalam tas peralatan lapangan.
Spesifikasi dimensi DO-MEM adalah panjang sekitar 35 mm dengan diameter sekitar 11 mm. Bentuk ini cukup ramping untuk digunakan pada berbagai wadah pengujian: dari botol BOD, beaker kecil, hingga langsung dicelupkan ke kolam atau bak aerasi. Beratnya hanya sekitar 5 gram, sehingga tidak menambah beban berarti pada elektroda dan tidak memengaruhi kenyamanan penggunaan di tangan.
Material utama yang digunakan untuk bagian membran adalah PTFE. Material ini sudah lama dikenal di dunia industri dan laboratorium karena sifatnya yang sangat inert dan tahan terhadap berbagai bahan kimia. Di konteks pengukuran DO, PTFE memberikan beberapa keuntungan: membran tidak mudah terdegradasi oleh bahan kimia di air limbah, tahan terhadap fluktuasi pH yang cukup lebar, dan relatif resisten terhadap deposit kotoran. Permukaan PTFE yang halus juga membantu meminimalkan penempelan mikroorganisme.
DO-MEM dirancang untuk digunakan dalam rentang suhu operasi 0 hingga 50 °C (sekitar 32–122 °F). Rentang ini sudah mencakup sebagian besar aplikasi praktis: pengujian air minum, sungai, tambak, air limbah, maupun proses industri yang berjalan pada suhu kamar hingga sedikit hangat. Di luar rentang ini, pengguna sebaiknya berhati-hati karena kinerja membran dan elektrolit internal bisa terpengaruh.
Desain screw cap memberikan keuntungan ergonomi tersendiri. Saat tangan basah atau memakai sarung tangan, memutar cap biasanya lebih mudah dibanding mengikat atau menjepit membran tipis secara manual. Selain itu, desain pabrik yang konsisten memastikan ketebalan dan ketegangan membran seragam antar produksi, sehingga hasil pengukuran antar elektroda yang memakai DO-MEM menjadi lebih konsisten pula.
Untuk penyimpanan, DO-MEM sebaiknya dijaga pada kondisi bersih, kering, dan terlindungi dari debu atau kontaminan. Membran yang masih baru hendaknya tidak disentuh langsung dengan jari pada bagian permukaannya untuk menghindari minyak dari kulit menempel dan mengganggu difusi oksigen ketika nanti digunakan.
Dampak DO-MEM terhadap Pengalaman Pengguna Sensor DO
Walaupun DO-MEM sendiri bukan instrumen elektronik dan tidak memiliki layar atau tombol, pengaruhnya terhadap pengalaman pengguna sangat terasa melalui cara sensor DO merespons dan betapa mudahnya sensor dirawat. Bisa dibilang, DO-MEM adalah bagian yang menentukan apakah pengguna merasa “sensor DO ini enak dipakai” atau “sensor ini rewel”.
Pertama, kemudahan pemasangan. Dengan desain screw cap, teknisi atau analis laboratorium tidak perlu menghabiskan waktu terlalu lama hanya untuk mengganti membran. Prosedurnya relatif singkat: lepaskan cap lama, bersihkan permukaan elektroda sesuai petunjuk, isi ulang elektrolit internal, pasang DO-MEM baru dengan memutar hingga rapat, dan pastikan tidak ada gelembung udara di depan membran. Dalam praktik, proses ini jauh lebih praktis dibanding metode tradisional yang mengharuskan membran dipotong dan dikencangkan satu per satu.
Kedua, stabilitas respon sensor. Membran PTFE yang seragam membantu aliran oksigen ke permukaan elektroda menjadi lebih terkontrol. Hal ini terasa saat melakukan kalibrasi; pembacaan mencapai nilai stabil dalam waktu yang lebih dapat diprediksi, sehingga proses kalibrasi dua titik (misalnya pada udara jenuh dan larutan tanpa oksigen) menjadi lebih efisien. Di laboratorium dengan banyak sampel, selisih beberapa menit per alat bisa berakumulasi menjadi waktu kerja yang cukup berarti.
Ketiga, konsistensi antar pengguna. Dalam praktik QA/QC, satu elektroda DO sering digunakan bergantian oleh beberapa orang. Bila membran harus dipasang manual, ada kemungkinan tiap operator menghasilkan ketegangan membran yang berbeda, dan ini bisa menyebabkan perbedaan hasil pengukuran halus tetapi signifikan. Dengan DO-MEM, variasi pemasangan berkurang karena bentuknya sudah difabrikasi dan tinggal diputar. Ini sangat membantu ketika data pengukuran perlu disandingkan untuk keperluan audit atau validasi.
Keempat, pengalaman lapangan yang lebih tenang. Tanpa membran yang andal, teknisi lapangan sering harus melakukan pengukuran ulang, terutama jika hasilnya dirasa “aneh”. DO-MEM membantu menurunkan frekuensi kejadian semacam ini karena kestabilan membran mengurangi sumber error mekanis. Pengguna bisa lebih fokus pada interpretasi data dan pengambilan keputusan, bukan sibuk mempertanyakan apakah alatnya yang salah.
Keunggulan Fungsional DO-MEM dalam Operasional Sehari-hari
Jika dilihat dari sisi manfaat praktis, DO-MEM menawarkan beberapa keunggulan yang terasa langsung dalam aktivitas pengukuran harian, baik di laboratorium maupun lapangan.
Pertama, kemudahan instalasi dan penggantian. Screw cap design berarti tidak diperlukan alat khusus untuk memasang membran. Cukup tangan dan sedikit ketelitian memastikan cap terpasang rapat. Di fasilitas yang memiliki banyak sensor DO, hal ini bisa menghemat banyak waktu ketika menjalankan program pemeliharaan terjadwal.
Kedua, pengurangan risiko kebocoran elektrolit. Pada desain membran yang kurang presisi, tekanan atau tarikan yang tidak merata dapat menyebabkan celah kecil yang pada akhirnya menjadi titik rembesan elektrolit. Kebocoran ini bukan hanya mengurangi umur pakai sensor, tetapi juga bisa mencemari sampel. Dengan DO-MEM yang dibuat pabrikan sebagai satu kesatuan, dudukan membran terhadap body elektroda menjadi lebih konsisten sehingga risiko kebocoran menurun.
Ketiga, kestabilan jangka panjang. Membran PTFE cenderung memiliki umur pakai yang baik dalam kondisi penggunaan normal. Untuk aplikasi seperti pemantauan rutin di WTP/WWTP, budidaya ikan, atau proses industri yang berjalan terus-menerus, kestabilan ini membantu mengurangi frekuensi penggantian membran dan, secara tidak langsung, menekan biaya operasional.
Keempat, kualitas data yang lebih dapat diaudit. Bagi industri yang harus mematuhi standar ketat (misalnya farmasi, F&B, atau bioteknologi), kemampuan menelusuri dan menjelaskan sumber data sangat penting. Dengan pendekatan membrane cap standar seperti DO-MEM, variabel teknis yang dapat memengaruhi hasil di sisi sensor menjadi lebih terkendali. Hal ini mendukung konsistensi antara hasil verifikasi internal, audit eksternal, dan pengujian pihak ketiga.
Kelima, fleksibilitas lintas aplikasi. Walaupun ia dirancang untuk elektroda DO tertentu, DO-MEM dapat digunakan di berbagai media: air tawar, air payau, air limbah domestik maupun industri, hingga media kultur pada bioreaktor (dengan tetap memperhatikan batas suhu dan kompatibilitas kimia umum PTFE). Fleksibilitas ini mempermudah organisasi yang memiliki beragam jenis pengujian DO namun ingin tetap menggunakan satu platform sensor dan aksesorinya.
Peran DO-MEM dalam Integrasi Sensor DO ke Sistem Monitoring
Dalam banyak fasilitas modern, sensor DO bukan hanya alat genggam yang dipakai sesekali, tetapi bagian dari sistem pemantauan terpadu. Elektroda DO sering terkoneksi dengan transmitter, controller, atau meter yang kemudian mengirimkan data ke SCADA, DCS, atau LIMS melalui sinyal analog maupun digital. Di titik inilah stabilitas fisik sensor, termasuk membran, menjadi sangat penting.
DO-MEM, meski hanyalah komponen pasif, berpengaruh langsung pada kualitas sinyal yang dikirim sensor ke sistem. Jika membran aus atau rusak, sinyal akan berfluktuasi, memaksa sistem kontrol untuk bekerja lebih keras. Misalnya, pada WWTP yang memodulasi kecepatan blower berdasarkan sinyal DO, noise pada pembacaan dapat menyebabkan blower sering naik-turun tanpa alasan proses yang jelas. Ini tidak hanya boros energi, tetapi juga memperpendek umur mekanik peralatan.
Sebaliknya, membran yang baik memberikan sinyal yang lebih halus dan representatif. Tren DO di bak aerasi, tangki pemrosesan, atau kolam budidaya menjadi lebih mudah dianalisis. Operator dapat membedakan antara fluktuasi alami (misalnya perubahan beban organik) dengan gangguan akibat alat. Pada level manajemen data, rekaman DO yang stabil memudahkan evaluasi performa proses, penyusunan laporan kepatuhan lingkungan, atau analisis efisiensi aerasi.
Dengan memilih dan merawat DO-MEM secara tepat, organisasi secara tidak langsung menjaga keandalan seluruh rantai data: dari sensor di lapangan, transmitter, jaringan komunikasi, hingga laporan akhir di layar komputer. Di era di mana banyak perusahaan bergerak ke arah digitalisasi dan pemantauan berkelanjutan, aspek kecil seperti ini menjadi bagian penting dari strategi monitoring yang andal.
Spesifikasi Teknis DO-MEM
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Kode pemesanan | DO-MEM |
| Jenis produk | Membrane cap untuk elektroda DO |
| Kompatibilitas | Elektroda DO100 dan IE-80T (Bante) |
| Material membran | PTFE (Polytetrafluoroethylene) |
| Desain | Screw cap design |
| Rentang suhu operasi | 0 hingga 50 °C (32 hingga 122 °F) |
| Dimensi | 35 × 11 mm (diameter) |
| Berat | 5 g |
| Kemudahan instalasi | Easy to install (pemasangan mudah) |
Bagi pengguna yang baru memulai, angka-angka di atas bisa terasa abstrak. Cara mudah memahaminya adalah dengan analogi. Dimensi 35 × 11 mm kira-kira setara dengan ukuran tutup pena kecil, sehingga tidak akan menyulitkan ketika sensor dimasukkan ke dalam botol atau bejana sempit. Berat 5 g pun nyaris tidak terasa, sehingga tidak memengaruhi kenyamanan menggenggam elektroda ketika melakukan pengukuran lapangan.
Rentang suhu 0–50 °C berarti DO-MEM aman digunakan mulai dari air dingin di daerah pegunungan hingga air hangat di proses industri yang tidak terlalu panas. Jika suhu berada di luar rentang ini, kinerja membran dan elektrolit berpotensi tidak optimal sehingga pembacaan DO bisa bias. Oleh karena itu, menjaga operasi dalam rentang tersebut adalah bagian dari prosedur kualitas pengukuran.
Panduan Memilih Komponen Pendukung dan Kondisi Operasi
Selain membrane cap, kinerja sensor DO dipengaruhi oleh beberapa komponen lain dan kondisi lingkungan. Berikut panduan singkat yang dapat membantu ketika merencanakan sistem pengukuran DO.
Tabel berikut memberikan gambaran rentang DO dan contoh aplikasi tipikal.
| Rentang DO (mg/L) | Kondisi Umum / Aplikasi |
|---|---|
| < 2 | Kondisi sangat kritis bagi ikan; sering terjadi di malam hari pada tambak padat tebar |
| 2–4 | Masih rendah, perlu tindakan pada budidaya dan WWTP |
| 4–6 | Cukup untuk sebagian besar organisme air tawar |
| 6–8 | Baik untuk budidaya intensif dan air baku minum |
| > 8 | Umum pada air dingin/bergejolak; penting untuk F&B yang butuh kontrol oksigen ketat |
Beberapa komponen dan faktor yang perlu diperhatikan ketika menggunakan DO-MEM:
-
Elektrolit internal. Pastikan menggunakan larutan elektrolit yang direkomendasikan untuk elektroda DO100/IE-80T. Elektrolit yang tercemar atau sudah lama tidak diganti dapat mengurangi sensitivitas sensor, meskipun membran masih baru.
-
O-ring dan seal. Periksa kondisi O-ring yang berada di sekitar dudukan membran. Jika terjadi keretakan atau kekakuan berlebihan, potensi kebocoran elektrolit meningkat.
-
Kebersihan permukaan membran. Walaupun PTFE relatif resisten terhadap kotoran, endapan padat atau biofilm yang cukup tebal tetap dapat menghambat difusi oksigen. Bersihkan sesuai petunjuk pabrikan dengan metode yang tidak merusak.
-
Suhu dan tekanan. Perubahan suhu yang cepat atau penggunaan pada kedalaman tertentu akan memengaruhi kelarutan oksigen. Meskipun DO-MEM mampu bekerja dalam rentang suhu yang ditentukan, penyesuaian kalibrasi dan interpretasi data tetap penting.
-
Kondisi air. Air dengan kandungan minyak, surfaktan tinggi, atau padatan tersuspensi kasar dapat mempercepat penumpukan kotoran pada membran. Dalam aplikasi seperti ini, jadwal pembersihan mungkin perlu dipersingkat.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, DO-MEM dapat memberikan performa optimal dan mendukung pengukuran DO yang lebih andal di berbagai konteks: budidaya ikan, pengolahan air, industri F&B, hingga riset di kampus.
Contoh Penerapan DO-MEM di Industri dan Lapangan
Untuk menggambarkan manfaat DO-MEM secara lebih konkret, berikut dua skenario yang kerap ditemui di lapangan.
Studi kasus pertama berasal dari fasilitas pengolahan air limbah (WWTP) sebuah kawasan industri. Sebelum mengganti membrane cap ke tipe seperti DO-MEM, operator sering mengeluhkan data DO di bak aerasi yang naik turun secara tidak wajar. Akibatnya, sistem kontrol blower tidak stabil; terkadang blower bekerja terlalu lama pada level tinggi, membuat tagihan listrik membengkak. Setelah dilakukan evaluasi, ditemukan bahwa sebagian sensor menggunakan membran lama dengan kondisi kurang baik dan pemasangan yang tidak konsisten.
Manajemen kemudian memutuskan menyamakan tipe membrane cap menggunakan DO-MEM untuk semua elektroda DO Bante yang terpasang di lapangan. Selain itu, dibuat jadwal penggantian dan pembersihan yang lebih disiplin. Hasilnya, fluktuasi sinyal DO berkurang, tren data menjadi lebih halus, dan pengaturan blower dapat dioptimalkan. Dalam beberapa bulan, konsumsi energi blower turun karena sistem tidak lagi “overreact” terhadap noise pada pembacaan sensor.
Studi kasus kedua berkaitan dengan budidaya ikan air tawar intensif. Pemilik tambak menggunakan sensor DO portabel dengan elektroda Bante untuk memantau oksigen di beberapa kolam. Sebelumnya, ia mengalami kejadian di mana ikan tampak lemas pada dini hari, padahal hasil pengukuran DO sebelum malam menunjukkan angka aman. Setelah dianalisis, terungkap bahwa membran pada sensor sudah lama tidak diganti dan terdapat sedikit kerutan yang menyebabkan pembacaan cenderung bias ke arah lebih tinggi.
Setelah mengganti membrane cap lama dengan DO-MEM baru dan melakukan kalibrasi ulang, pola harian DO di kolam menjadi lebih jelas. Ternyata pada malam hari terjadi penurunan DO yang cukup tajam di beberapa kolam padat tebar. Dengan data yang lebih dapat dipercaya, pemilik tambak menambahkan aerator tambahan dan mengatur jadwal aerasi malam lebih agresif. Dalam musim berikutnya, insiden kematian ikan mendadak berkurang, dan pertumbuhan ikan menjadi lebih seragam karena stres oksigen dapat diminimalkan.
Dua contoh ini menunjukkan bahwa peningkatan reliabilitas dari satu komponen kecil seperti DO-MEM dapat berdampak nyata pada efisiensi proses dan keamanan produksi, terutama ketika data DO dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan harian.
Langkah-Langkah Menggunakan DO-MEM pada Budidaya Ikan
Untuk pengguna di bidang akuakultur, berikut panduan praktis menggunakan DO-MEM bersama elektroda DO Bante saat memonitor kolam atau tambak ikan.
-
Persiapan awal
-
Siapkan elektroda DO100 atau IE-80T, DO-MEM baru, larutan elektrolit yang sesuai, dan air destilasi untuk membilas.
-
Pastikan area kerja bersih dan bebas dari percikan lumpur atau kotoran kolam.
-
-
Melepas membrane cap lama
-
Pegang body elektroda dengan mantap.
-
Putar membrane cap lama berlawanan arah jarum jam hingga terlepas.
-
Buang sisa elektrolit lama sesuai prosedur K3 yang berlaku.
-
-
Membersihkan elektroda
-
Bilas bagian ujung elektroda dengan air destilasi.
-
Jika terdapat endapan, bersihkan lembut menggunakan tisu bebas serat atau kain halus sesuai petunjuk pabrikan, tanpa menggores permukaan sensornya.
-
-
Mengisi elektrolit dan memasang DO-MEM
-
Isi ruang elektrolit sesuai volume yang direkomendasikan.
-
Pegang DO-MEM dengan hati-hati, hindari menyentuh langsung permukaan membran.
-
Pasang DO-MEM pada ujung elektroda dan putar searah jarum jam hingga terasa rapat.
-
Periksa apakah ada gelembung udara di depan membran; jika ada, ketuk lembut atau ulangi pemasangan hingga bubble hilang.
-
-
Kalibrasi sebelum digunakan
-
Nyalakan meter DO dan sambungkan elektroda.
-
Lakukan kalibrasi sesuai prosedur, misalnya dua titik: udara jenuh dan larutan tanpa oksigen.
-
Pastikan pembacaan stabil sebelum menyimpan nilai kalibrasi.
-
-
Pengukuran di kolam
-
Celupkan sensor ke kedalaman yang mewakili kondisi ikan (biasanya 30–50 cm).
-
Hindari menyentuh dasar kolam yang berlumpur agar membran tidak tertutup sedimen.
-
Tunggu beberapa saat hingga pembacaan stabil sebelum mencatat nilai DO dan suhu.
-
Lakukan pengukuran di beberapa titik kolam untuk mendapatkan gambaran kondisi yang lebih menyeluruh.
-
-
Perawatan setelah pengukuran
-
Bilas membran dengan air bersih setelah selesai digunakan, terutama bila air kolam kaya plankton atau padatan.
-
Simpan elektroda sesuai saran pabrikan; jangan biarkan membran menyentuh permukaan keras yang dapat menggoresnya.
-
Dengan mengikuti langkah di atas, DO-MEM membantu memastikan bahwa nilai DO yang tercatat benar-benar mewakili kondisi sebenarnya di kolam, sehingga keputusan terkait pengaturan aerator, kepadatan tebar, atau penambahan pakan bisa dilakukan dengan lebih percaya diri.
Ringkasan Manfaat dan Rekomendasi Penggunaan DO-MEM
DO-MEM mungkin terlihat seperti komponen kecil, tetapi dampaknya pada kualitas pengukuran oksigen terlarut sangat besar. Desain screw cap yang praktis, penggunaan material PTFE yang inert, dimensi ringkas, dan kompatibilitas yang jelas dengan elektroda DO100 dan IE-80T menjadikannya pilihan menarik bagi berbagai jenis pengguna.
Bagi operator WWTP dan WTP, DO-MEM membantu menjaga kestabilan data DO yang digunakan untuk mengatur aerasi dan mengoptimalkan biaya energi. Di budidaya ikan maupun udang, membran yang andal berkontribusi langsung pada kesehatan biota dan keberhasilan panen. Di industri F&B, farmasi, dan bioteknologi, keandalan membran mendukung konsistensi kualitas produk dan proses validasi. Laboratorium riset dan teaching lab pun diuntungkan oleh kemudahan perawatan dan konsistensi antar pengguna.
Jika organisasi Anda sudah menggunakan elektroda Bante DO100 atau IE-80T, mengganti membrane cap dengan DO-MEM adalah langkah logis untuk meningkatkan reliabilitas tanpa harus mengganti keseluruhan sistem. Dengan perawatan yang tepat dan prosedur kalibrasi yang disiplin, DO-MEM dapat menjadi bagian penting dari sistem pemantauan DO yang akurat, stabil, dan siap diaudit.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang DO-MEM
-
Apakah DO-MEM bisa digunakan untuk semua jenis elektroda DO?
DO-MEM dirancang khusus untuk kompatibel dengan elektroda DO100 dan IE-80T dari Bante. Penggunaan pada elektroda lain tidak direkomendasikan karena perbedaan desain mekanik dan kebutuhan jarak elektroda–membran. -
Seberapa sering membrane cap perlu diganti?
Frekuensi penggantian tergantung intensitas penggunaan, kondisi air, dan prosedur perawatan. Dalam lingkungan yang relatif bersih, membran dapat bertahan cukup lama. Pada air limbah atau kolam kaya padatan, jadwal pergantian mungkin perlu lebih sering. Pendekatan yang baik adalah memeriksa performa setiap kali kalibrasi; jika respon sensor melambat atau sulit stabil, pertimbangkan penggantian. -
Apakah DO-MEM tahan terhadap bahan kimia agresif?
Membran PTFE memiliki ketahanan kimia yang baik terhadap banyak bahan kimia. Namun, penggunaan dalam media yang sangat ekstrem tetap perlu dikonsultasikan dengan panduan pabrikan alat utama dan uji pendahuluan, terutama bila melibatkan pelarut organik kuat atau temperatur tinggi. -
Bagaimana tanda bahwa membran harus diganti?
Beberapa indikator umum adalah waktu respon sensor yang semakin lama, kesulitan mencapai nilai stabil saat kalibrasi, adanya kerutan atau goresan yang terlihat di permukaan membran, serta kebocoran elektrolit di sekitar dudukan. Jika gejala ini muncul, mengganti membrane cap dengan DO-MEM baru biasanya memberikan perbaikan signifikan. -
Apakah DO-MEM memengaruhi hasil kalibrasi?
Ya, dalam arti positif. Membran yang seragam dan dalam kondisi baik membantu sensor mencapai kestabilan lebih konsisten selama kalibrasi. Namun prosedur kalibrasi tetap harus diikuti sesuai panduan meter dan elektroda yang digunakan.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan oksigen terlarut dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi, sensor DO, membrane cap seperti DO-MEM, dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan kontrol DO, memastikan data yang konsisten, dan memenuhi standar mutu serta regulasi yang berlaku. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian oksigen terlarut pada utilitas maupun proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Portable Multiparameter Water Quality
Lihat produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality Meter
Lihat produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality System
Lihat produk★★★★★ -

Pocket Multiparameter Water Quality PC-5
Lihat produk★★★★★ -

Portable Datalogging pH-mV-ORP-Cond-TDS-Salinity-Temperature Meter
Lihat produk★★★★★ -

Bante904P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat produk★★★★★ -

Bante903P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat produk★★★★★ -

Bante902P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat produk★★★★★
Referensi
- Yuliantari, R. V., Novianto, D., Hartono, M. A., & Widodo, T. R. (2021). Pengukuran Kejenuhan Oksigen Terlarut pada Air menggunakan Dissolved Oxygen Sensor. Jurnal Fisika Flux, 18(2), 101–104. Retrieved from https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/f/article/view/9997
- Sumangando, A., Kawung, N. J., Rompas, R. M., Untu, S., & Potalangi, N. O. (2022). Analisis Kebutuhan Oksigen Biologi, Oksigen Terlarut, Total Suspensi Solit dan Derajat Keasaman pada Air Limbah Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado. Majalah InfoSains, 3(1), 45–50. Retrieved from https://jurnal.fmipaukit.ac.id/index.php/JIS/article/download/49/49













