Di banyak instalasi pengolahan air minum, air limbah, hingga pabrik minuman, parameter ORP (oxidation–reduction potential) sering disebut, tapi tidak selalu benar-benar dipahami. Operator lapangan biasanya sibuk mengejar target debit, memenuhi standar regulasi, sekaligus menjaga konsumsi bahan kimia tetap efisien. Di tengah kesibukan itu, pengukuran ORP kadang dilakukan dengan alat seadanya, kurang terkalibrasi, atau pengambilan datanya tidak konsisten.
Contoh yang cukup sering terjadi di WTP/WWTP adalah kasus “overdosing” klorin atau oksidator lain hanya karena rasa “kurang yakin” terhadap kualitas desinfeksi. Tanpa data ORP yang andal, operator cenderung main aman dengan menambahkan bahan kimia lebih banyak dari yang sebenarnya dibutuhkan. Akibatnya, biaya bahan kimia membengkak, risiko korosi pada pipa meningkat, dan kualitas air yang sampai ke konsumen juga bisa terganggu (misalnya bau klorin yang tajam).
Di sisi lain, di laboratorium QA/QC dan riset, masalahnya sedikit berbeda. Analis sering bekerja dengan sampel yang sangat beragam: air proses, formulasi farmasi, media kultur, hingga larutan pembersih CIP. Untuk memastikan proses berjalan sesuai desain, mereka membutuhkan alat ORP yang:
Akurat dan stabil di berbagai jenis sampel
Mudah dibawa ke lapangan maupun digunakan di meja lab
Tidak menyita banyak waktu untuk pengaturan dan kalibrasi
Jika alat lambat menstabilkan pembacaan, sering “drift”, atau sulit digunakan di lingkungan yang sempit (misalnya di sumur sampling yang sempit, beaker kecil, atau tanki dengan akses terbatas), produktivitas turun dan data jadi kurang bisa dipercaya.
Di dunia pendidikan, teaching lab di kampus juga menghadapi tantangan serupa. Dosen ingin mahasiswa memahami konsep oksidasi–reduksi secara praktis, tapi alat yang terlalu rumit atau mudah rusak membuat praktikum jadi berisiko. Dibutuhkan tester ORP yang cukup tangguh, sederhana, namun tetap ilmiah.
ORPscan20 hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut: sebuah tester ORP portabel dengan probe terpisah, dirancang untuk bekerja di lapangan maupun lab, dengan rentang pengukuran –999 hingga 999 mV, resolusi 1 mV, dan akurasi ±2 mV.
Memahami Teknologi ORP: Dari Platinum Electrode ke Mode Relative mV
Sebelum membahas alatnya, penting memahami dulu teknologi di balik pengukuran ORP. Secara sederhana, ORP mengukur kecenderungan suatu larutan untuk bertindak sebagai oksidator atau reduktor. Nilainya dinyatakan dalam milivolt (mV). Semakin tinggi (positif) nilai ORP, semakin kuat kemampuan oksidasi larutan tersebut; semakin rendah (negatif), semakin kuat sifat reduksinya.
ORPscan20 menggunakan elektrode platina yang dipadukan dengan elektrode referensi (biasanya Ag/AgCl) sebagai pasangan pengukur. Ketika elektrode tersebut dicelupkan ke dalam larutan, terjadi perpindahan elektron di permukaan logam. Perbedaan potensial antara elektrode kerja dan referensi inilah yang dibaca sebagai nilai ORP. Platinum dipilih karena inert, stabil, dan mampu merespons berbagai pasangan redoks di dalam larutan.
Salah satu teknologi kunci di ORPscan20 adalah kemampuan untuk bekerja dalam dua mode:
Absolute mV (mV): pengukuran potensial sebagaimana adanya
Relative mV (R.mV): setelah dilakukan kalibrasi satu titik terhadap standar ORP, nilai akan ditampilkan relatif terhadap standar tersebut
Mode relative mV ini berguna ketika Anda ingin menyesuaikan pembacaan dengan standar kerja tertentu, misalnya larutan quinhydrone pada pH 4 atau 7, atau larutan standar 228 mV. Dalam jangka panjang, pendekatan ini membantu menjaga konsistensi antar alat dan antar lokasi sampling. Daripada mengandalkan metode konvensional seperti titrasi manual atau uji warna (yang sangat bergantung pada interpretasi mata manusia), pengukuran ORP dengan sensor platina memberikan:
Respon cepat terhadap perubahan kondisi oksidasi–reduksi
Pembacaan numerik yang mudah didokumentasikan
Kemampuan pemantauan kontinu (misalnya tren harian di titik kritis)
Bagi operator WTP, ini berarti bisa mengatur dosis desinfektan berdasarkan nilai target ORP tertentu, bukan sekadar “perkiraan”. Bagi peneliti dan QA/QC, ini berarti data yang lebih repeatable antar sesi pengujian.
Mengapa ORPscan20 Menjadi Pilihan Menarik Dibanding Tester ORP Lain
ORPscan20 adalah bagian dari seri ORPscan, namun memiliki perbedaan penting dibanding saudaranya ORPscan10. ORPscan20 menggunakan konektor BNC standar dengan elektrode eksternal (misalnya E501 ORP electrode), sehingga kepala sensornya bisa diganti atau dipilih sesuai aplikasi tanpa harus mengganti seluruh unit.
Beberapa poin yang membuat ORPscan20 menonjol:
Rentang ukur lebar, –999 sampai 999 mV, dengan resolusi 1 mV dan akurasi ±2 mV. Ini cukup untuk sebagian besar aplikasi air bersih, air limbah, proses kimia, dan riset.
Satu titik kalibrasi offset yang sederhana. Pengguna bisa menyesuaikan pembacaan terhadap standar referensi tanpa harus melalui prosedur kalibrasi multi titik yang rumit.
Tersedia mode relative dan absolute mV, memudahkan perbandingan antar titik atau antar hari pengukuran.
Fitur auto-read (auto-hold) yang mampu mendeteksi saat pembacaan sudah stabil dan mengunci nilai secara otomatis, mengurangi risiko salah catat di lapangan.
Baterai lithium 3,7 V yang dapat diisi ulang melalui USB dengan ketahanan sekitar 200 jam penggunaan kontinu—cukup lama untuk siklus kerja harian di industri.
Satu paket ORPscan20 umumnya sudah termasuk:
Tester ORPscan20
Elektrode ORP E501
Botol penyimpanan larutan
Kabel USB
Adaptor daya 5 V DC
Carrying case untuk transportasi yang aman
Kombinasi ini membuat ORPscan20 terasa “siap pakai” begitu keluar dari kotak, cocok untuk laboratorium yang ingin cepat mengoperasikan alat tanpa banyak tambahan aksesori.
Desain Fisik dan Ergonomi untuk Pengukuran di Lapangan
Secara tampilan, ORPscan20 mengadopsi desain pocket tester yang ramping. Panjang unit utama sekitar 175 mm dengan diameter badan 40 mm, dan bobot sekitar 120 g. Ukuran ini cukup nyaman digenggam dengan satu tangan, baik oleh teknisi lapangan maupun analis lab. Permukaan bodi plastiknya memberikan rasa kokoh, namun tetap ringan ketika dibawa bersama alat lain di tas sampling.
Unit utama dilengkapi konektor BNC di bagian bawah untuk menghubungkan elektrode ORP eksternal. Pendekatan ini memberi dua keuntungan besar: pertama, Anda bisa memilih jenis elektrode yang sesuai dengan jenis sampel (misalnya suhu tinggi, cairan korosif, atau media dengan redoks lemah); kedua, bila elektrode rusak, cukup mengganti sensornya saja.
Dari sisi perlindungan lingkungan, ORPscan20 memiliki rating IP54, artinya terlindung dari debu dalam jumlah terbatas dan percikan air dari segala arah. Ini sejalan dengan kebutuhan lapangan: aman untuk digunakan di area basah seperti dekat bak koagulasi, sumur sampling air limbah, atau ruang proses F&B, selama tidak benar-benar dicelupkan seluruh bodinya.
Unit ini bekerja optimal pada suhu lingkungan 0–50 °C dengan kelembapan relatif <80% tanpa kondensasi. Artinya, Anda dapat menggunakannya di banyak fasilitas di Indonesia—mulai dari ruang lab ber-AC hingga area produksi terbuka—selama tidak berada di lingkungan ekstrem seperti freezer industri atau dekat tungku sangat panas.
Untuk catu daya, ORPscan20 menggunakan baterai isi ulang 3,7 V yang diisi melalui konektor pada kompartemen baterai dengan adaptor 5 V DC, 500 mA. Ketahanan baterainya sekitar 200 jam pemakaian kontinu, sehingga dalam praktiknya Anda mungkin hanya perlu mengisi ulang beberapa minggu sekali, tergantung frekuensi pengukuran. Fitur auto-off setelah 8 menit tanpa aktivitas ikut membantu menghemat baterai.
Bagi pengguna lapangan, kombinasi dimensi ringkas, berat ringan, dan perlindungan IP54 ini berarti satu hal: lebih mudah melakukan inspeksi berkala tanpa merasa terbebani oleh peralatan.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
ORPscan20 menggunakan layar LCD dua baris berukuran 21 × 21 mm yang menampilkan nilai ORP besar di baris utama serta ikon status di sekitarnya. Ikon-ikon tersebut, seperti indikator mode MEAS, CAL, SETUP, ikon baterai, dan ikon HOLD, membantu pengguna memahami keadaan alat dalam sekali lihat. Ketika tegangan baterai turun di bawah batas minimum, ikon baterai akan berkedip memperingatkan bahwa alat perlu diisi ulang.
Tata letak tombol dibuat sederhana:
Tombol Meas: menyalakan/mematikan alat, sekaligus mengunci/melepas pembacaan (manual hold).
Tombol Cal: memulai kalibrasi; jika ditekan lama, masuk ke menu pengaturan.
Tombol Enter: mengonfirmasi pilihan di menu atau menyimpan nilai kalibrasi.
Untuk operator yang baru pertama kali menggunakan, alur kerjanya relatif intuitif:
Tekan dan tahan Meas selama beberapa detik untuk menyalakan tester.
Celupkan elektrode ke sampel.
Tunggu hingga pembacaan stabil dan auto-read mengunci nilai (ikon HOLD menyala), atau tekan Meas untuk mengunci secara manual.
Catat nilai atau foto layar jika diperlukan.
Jika dibiarkan tanpa input, alat akan mati otomatis setelah 8 menit.
Menu setup sederhana dan terdiri dari tiga item utama: pengaturan auto-hold, auto-power off, dan factory reset. Pilihan dilakukan dengan menekan Cal untuk berpindah item, lalu Enter untuk mengonfirmasi. Keterbatasan jumlah menu justru menjadi keunggulan bagi banyak pengguna industri yang menginginkan alat “langsung jalan” tanpa pengaturan berlapis.
Fitur Kunci yang Mempercepat Pekerjaan QC
Beberapa fitur di ORPscan20 secara langsung membantu efisiensi pekerjaan harian:
Auto-read / Auto-hold
Ketika fitur ini diaktifkan, alat akan mendeteksi saat pembacaan sudah stabil dan otomatis mengunci nilai. Dengan demikian, operator tidak perlu terus-menerus mengamati angka yang berubah-ubah. Ini sangat berguna ketika melakukan pengukuran berulang di beberapa titik sampling; cukup tunggu ikon HOLD muncul, lalu pindah ke titik berikutnya.Auto-power off
Fitur ini mematikan alat secara otomatis setelah 8 menit tanpa penekanan tombol. Bagi lab atau instalasi dengan banyak peralatan, hal kecil seperti ini mencegah baterai terkuras hanya karena alat lupa dimatikan.Kalibrasi satu titik (offset)
ORPscan20 memungkinkan kalibrasi satu titik untuk menyesuaikan pembacaan dengan standar referensi. Prosedurnya cukup sederhana: celupkan elektrode ke larutan standar, tekan tombol Cal, sesuaikan nilai ke standar yang diinginkan, lalu konfirmasi dengan Enter. Alat kemudian bekerja dalam mode relative mV yang telah tersesuaikan.Fungsi factory reset
Jika pengaturan dirasa “berantakan” atau ingin dikembalikan ke kondisi awal, menu reset akan menghapus nilai kalibrasi dan pengaturan pengguna, kembali ke setelan pabrik.
Untuk QA/QC, kombinasi fitur tersebut berarti:
Pengulangan pengukuran lebih konsisten
Risiko salah baca atau salah catat menurun
Waktu pengukuran per titik sampling berkurang
Integrasi Data: Dari Pembacaan Lapangan ke Sistem Laporan
Berbeda dengan beberapa meter proses atau benchtop yang dilengkapi antarmuka digital lengkap, ORPscan20 berfungsi terutama sebagai pocket tester portabel. Konektor USB-nya digunakan untuk pengisian baterai, bukan untuk transfer data terintegrasi ke PC atau LIMS.
Untuk banyak pengguna, hal ini bukan masalah besar. Pola kerja yang umum adalah:
Menggunakan lembar kerja print-out atau formulir check sheet untuk mencatat nilai ORP dan parameter lain di titik sampling.
Mengambil foto layar dengan smartphone untuk rekam jejak cepat, terutama saat audit internal atau inspeksi mendadak.
Memindahkan data manual ke spreadsheet atau sistem pelaporan rutin.
Pendekatan ini tetap memungkinkan analisis tren (misalnya grafik ORP harian di outlet desinfeksi) dengan sedikit disiplin pencatatan. Jika organisasi Anda membutuhkan integrasi data otomatis, ORPscan20 bisa ditempatkan sebagai alat verifikasi lapangan yang melengkapi sistem sensor online di pipa atau tangki.
Spesifikasi Teknis ORPscan20
| Parameter | Nilai ORPscan20 |
|---|---|
| Rentang pengukuran ORP | –999 hingga 999 mV |
| Resolusi | 1 mV |
| Akurasi | ±2 mV |
| Mode pengukuran | Absolute mV dan Relative mV |
| Titik kalibrasi | 1 titik (offset) |
| Sensor | Elektrode ORP platina (pin/band) dengan konektor BNC |
| Fungsi hold | Manual atau auto-lock endpoint (auto-read) |
| Auto-power off | 8 menit setelah tombol terakhir ditekan |
| Layar | LCD dua baris, 21 × 21 mm |
| Catu daya | Baterai isi ulang 3,7 V |
| Waktu operasi baterai | ±200 jam penggunaan kontinu |
| Suhu operasi | 0–50 °C |
| Suhu penyimpanan | 0–60 °C |
| Kelembapan operasi | <80% RH, non-condensing |
| Kelas perlindungan | IP54 (tahan debu terbatas dan percikan air) |
| Dimensi unit utama | 175 (L) × 40 (Ø) mm |
| Berat | 120 g |
| Aksesori standar | Elektrode E501, botol penyimpanan, kabel USB, adaptor 5 V, carrying case |
Bagi pengguna baru, angka-angka di atas bisa dibaca sebagai berikut: rentang –999 sampai 999 mV memastikan ORPscan20 mampu menangkap kondisi larutan yang sangat reduktif (misalnya proses fermentasi, beberapa reaktor biologis) hingga sangat oksidatif (larutan klorin kuat, ozonasi). Resolusi 1 mV dan akurasi ±2 mV sudah lebih dari memadai untuk kebutuhan kontrol proses dan QA/QC, mengingat banyak batas praktis ORP di lapangan berada pada rentang puluhan hingga ratusan mV (misalnya target desinfeksi klorin sekitar 650–750 mV untuk air minum yang relatif bersih).
Memilih Elektrode dan Aksesori Tambahan
Memetakan Jenis Sampel ke Pilihan Elektrode
Keunggulan ORPscan20 adalah fleksibilitas pemilihan elektrode. Beberapa opsi elektrode ORP yang disebutkan pabrikan antara lain:
| Kode Elektrode | Deskripsi singkat | Contoh aplikasi utama |
|---|---|---|
| E501 | Elektrode ORP umum, platina; untuk cairan dengan redoks kuat | Pengolahan air minum, air limbah terklorinasi, disinfektan kuat |
| E502 | Elektrode untuk cairan dengan redoks lemah | Media kultur mikroba, proses biologis, beberapa aplikasi makanan |
| E504 | Elektrode untuk cairan umum atau sedikit korosif, suhu hingga ±80 °C | Proses kimia, bath galvanis hangat, CIP dengan suhu tinggi |
Dengan kombinasi ORPscan20 + elektrode yang tepat, satu alat dapat melayani beberapa area: dari WTP hingga teaching lab kimia.
Daftar Aksesori yang Perlu Dipertimbangkan
Selain elektrode, beberapa aksesori berguna antara lain:
Larutan standar ORP (misalnya 228 mV pada 25 °C) untuk pengecekan berkala.
Larutan penyimpanan elektrode (4 M KCl dengan pH sekitar 4) untuk menjaga junction tidak kering.
Botol sampel kecil untuk membawa air dari titik sulit dijangkau ke lokasi pengukuran yang lebih aman.
Tisu bebas serat untuk mengeringkan elektrode tanpa menggores permukaan.
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pengukuran ORP
Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan agar hasil ORP lebih konsisten:
Kondisi permukaan elektrode: permukaan platina yang kotor oleh minyak, biofilm, atau endapan logam dapat memperlambat respon dan membuat pembacaan tidak stabil.
Suhu: meskipun ORP tidak dikompensasi suhu seperti pH, perubahan suhu bisa mempengaruhi sistem redoks. Upayakan kalibrasi dan pengukuran dilakukan pada suhu yang mirip.
Aliran dan pencampuran: larutan yang terlalu tenang atau berlapis (stratifikasi) bisa memberi pembacaan berbeda tergantung posisi elektrode; aduk pelan sebelum mengukur.
Kontak dengan udara: beberapa larutan redoks sensitif terhadap oksigen; samakan prosedur pengambilan sampel agar perbedaan antar pengulangan dapat dijelaskan.
Contoh Penerapan ORPscan20 di Lapangan
Studi Kasus 1 – WTP Kota Mengendalikan Dosis Klorin
Sebuah instalasi pengolahan air minum skala menengah menghadapi masalah fluktuasi kualitas air baku dari sungai. Pada musim hujan, permintaan dosis klorin meningkat, sementara di musim kemarau menurun. Sebelum menggunakan ORPscan20, operator hanya mengandalkan pengukuran residu klorin bebas menggunakan kit kolorimetri. Hasilnya sering terlambat, dan operator cenderung memberi dosis berlebih untuk menghindari risiko kontaminasi.
Setelah menerapkan rutinitas pengukuran ORP di beberapa titik kritis—misalnya setelah bak filtrasi dan di outlet WTP—operator menetapkan target ORP sekitar 700 mV sebagai indikator desinfeksi memadai untuk air dengan karakteristik tertentu. Dengan ORPscan20, setiap pergantian shift operator melakukan round check dan menyesuaikan set point pompa dosing klorin berdasarkan tren ORP, bukan hanya hasil uji residu klorin yang sesekali.
Dalam beberapa bulan, data menunjukkan dua hal: stabilitas ORP di outlet meningkat dan konsumsi klorin turun sekitar 15–20% dibanding periode sebelumnya, tanpa kejadian kegagalan desinfeksi yang signifikan. Secara finansial, penghematan bahan kimia dan peningkatan kepercayaan diri operator menjadi manfaat langsung.
Studi Kasus 2 – Teaching Lab Kimia Menghidupkan Praktikum Redoks
Di sebuah universitas swasta, dosen kimia analitik ingin mahasiswa memahami konsep potensial redoks bukan hanya di atas kertas. Sebelumnya, praktikum menggunakan voltmeter dan elektrode rakitan sendiri yang cukup rapuh dan kurang stabil. Hasil pengukuran antar kelompok mahasiswa sangat bervariasi, membuat diskusi di kelas sulit difokuskan.
Lab kemudian membeli beberapa unit ORPscan20 dengan elektrode E502 untuk aplikasi redoks yang relatif lemah. Mahasiswa diminta mengukur ORP sistem quinhydrone pada pH 4 dan 7, lalu membandingkan hasilnya dengan teori Nernst. Fitur auto-hold membantu mereka mencatat nilai stabil tanpa perlu khawatir angka berubah saat dicatat, sementara fungsi relative mV memudahkan diskusi tentang perbedaan potensial terhadap standar.
Hasilnya, variasi data antar kelompok mengecil, dosen lebih mudah menjelaskan deviasi praktis dari teori, dan mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung menggunakan instrumen yang mirip dengan yang akan mereka temui di industri.
Langkah Menggunakan ORPscan20 di Instalasi Pengolahan Air
Berikut contoh alur penggunaan ORPscan20 untuk uji ORP di instalasi pengolahan air minum:
Persiapan sebelum shift
Pastikan baterai cukup (ikon baterai tidak berkedip).
Bilas elektrode dengan air deion atau air proses yang bersih.
Jika diperlukan, cek pembacaan terhadap larutan standar ORP 228 mV untuk memastikan tidak ada penyimpangan besar.
Pengambilan sampel
Di tiap titik sampling (misalnya setelah koagulasi, setelah filtrasi, outlet), ambil sampel di beaker bersih.
Hindari gelembung besar dan aduk perlahan agar larutan homogen.
Pengukuran
Nyalakan ORPscan20 dengan menekan Meas beberapa detik.
Celupkan elektrode ke sampel, pastikan junction terendam.
Aduk pelan atau gerakkan elektrode sampai angka mendekati stabil.
Tunggu indikator HOLD (auto-read) muncul, atau tekan Meas sekali untuk mengunci pembacaan.
Pencatatan data
Catat nilai ORP, suhu sampel (jika ada termometer terpisah), dan waktu pengukuran di lembar kontrol.
Bila diperlukan, foto layar sebagai bukti tambahan.
Setelah selesai
Bilas elektrode dengan air bersih.
Simpan elektrode dalam larutan penyimpanan jika tidak digunakan dalam waktu lama.
Matikan alat, atau biarkan auto-off bekerja setelah selesai.
Dengan prosedur sederhana ini, ORPscan20 membantu operator memetakan kondisi desinfeksi di sepanjang proses, menyesuaikan set point dosing, dan menyiapkan data untuk keperluan audit.
Kesimpulan: Untuk Siapa ORPscan20 Paling Tepat?
ORPscan20 adalah tester ORP portabel yang menggabungkan desain ringkas, fleksibilitas elektrode eksternal, dan fitur praktis seperti auto-read, kalibrasi offset, dan baterai isi ulang dengan ketahanan panjang. Dengan rentang –999 hingga 999 mV dan akurasi ±2 mV, alat ini sangat memadai untuk:
Instalasi pengolahan air minum dan air limbah yang ingin mengontrol dosis oksidator secara lebih presisi
Laboratorium QA/QC di industri F&B, farmasi, dan kimia yang membutuhkan verifikasi ORP rutin
Teaching lab di kampus yang ingin memberikan pengalaman instrumen yang realistis kepada mahasiswa
Aplikasi proses dan plating/galvanis yang mengandalkan kontrol redoks di bath
Jika organisasi Anda memerlukan integrasi data digital penuh ke LIMS atau SCADA, ORPscan20 mungkin lebih cocok ditempatkan sebagai alat verifikasi lapangan yang melengkapi sensor proses permanen. Namun jika fokus Anda adalah mendapatkan pembacaan ORP yang andal, cepat, dan mudah dioperasikan di berbagai titik sampling, ORPscan20 adalah pilihan yang patut dipertimbangkan.
FAQ ORPscan20
1. Apakah ORPscan20 bisa digunakan untuk memonitor proses desinfeksi klorin di WTP?
Bisa. Rentang –999 hingga 999 mV dan sensor platina membuat ORPscan20 cocok untuk memantau ORP pada air berklorin. Penetapan set point ORP tertentu bisa membantu mengoptimalkan dosis klorin dan menjaga keamanan desinfeksi.
2. Seberapa sering elektrode ORP perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi bergantung pada intensitas pemakaian dan jenis sampel. Untuk penggunaan harian di WTP/WWTP, kalibrasi cek offset terhadap standar ORP biasanya dilakukan mingguan atau ketika hasil dirasa tidak konsisten. Untuk teaching lab, kalibrasi tiap awal praktikum sudah memadai.
3. Bisakah ORPscan20 mengirim data langsung ke komputer?
Tidak. Konektor USB digunakan untuk pengisian baterai, bukan untuk transfer data. Pencatatan data dilakukan manual (ditulis di lembar kerja) atau dengan memotret layar.
4. Apa perbedaan utama ORPscan20 dengan ORPscan10?
ORPscan10 memiliki sensor terintegrasi di bodi tester, sementara ORPscan20 menggunakan konektor BNC dengan elektrode eksternal yang dapat diganti. Ini memberikan fleksibilitas lebih dalam memilih elektrode dan memudahkan penggantian jika rusak.
5. Bagaimana cara menyimpan elektrode saat tidak digunakan lama?
Bersihkan elektrode, lalu simpan ujungnya dalam larutan penyimpanan (4 M KCl ber-pH sekitar 4) di botol khusus. Jangan menyimpan elektrode dalam keadaan kering, karena dapat merusak junction dan memperlambat respon.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan ORP yang andal dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti ORPscan20 Pocket ORP Tester dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan kontrol desinfeksi, menjaga stabilitas proses, dan memenuhi standar kualitas yang ketat. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian ORP di utilitas maupun proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Tube / Vial turbidity TB200
Rp2.565.000Lihat Produk★★★★★ -

PHscan30S-K – Pocket pH Tester
Rp3.875.000Lihat Produk★★★★★ -

PHscan30S-E – Pocket pH Tester
Rp2.845.000Lihat Produk★★★★★ -

PHscan30F-K – Pocket pH Tester
Rp4.160.000Lihat Produk★★★★★ -

PHscan30F-E – Pocket pH Tester
Rp3.190.000Lihat Produk★★★★★ -

PHscan20S-K – Pocket pH Tester Portabel
Rp3.315.000Lihat Produk★★★★★ -

PHscan20S-E – Pocket pH Tester
Rp2.345.000Lihat Produk★★★★★ -

PHscan20F-K – Pocket pH Tester
Rp3.625.000Lihat Produk★★★★★
Referensi
Rosvita, V., Fanani, Z., & Pambudi, I. A. (2019). Analisa kesadahan total (CaCO3) secara kompleksometri dalam air sumur di Desa Clering Kabupaten Jepara. Indonesia Jurnal Farmasi, 4(1), 17–21. Diambil dari https://ejr.umku.ac.id/index.php/IJF/article/download/661/463
Yuliani, N., & Widodo, S. (2018). Kajian potensi oksidasi–reduksi pada proses desinfeksi air minum menggunakan klorin. Jurnal Air Indonesia, 10(2), 45–53. Diambil dari https://jurnalairindonesia.or.id/index.php/jai/article/view/120
















