“Teknisi laboratorium Indonesia menggunakan elektroda pH kaca P11-NA untuk mengukur pH sampel biofuel di pH meter bench-top.”

P11-NA: Elektroda pH Kaca Untuk Kontrol Kualitas Biofuel Yang Stabil Dan Andal

Daftar Isi

Di banyak pabrik biofuel, laboratorium kampus, maupun instalasi pengolahan air, pengukuran pH sering terasa “sepele” di atas kertas tetapi rumit di lapangan. Pada proses produksi biodiesel misalnya, pH memengaruhi konversi minyak menjadi ester metil, kestabilan emulsi, sampai korosivitas terhadap perpipaan dan tangki. Sedikit saja pH melenceng, rendemen turun, katalis boros, dan kualitas produk tidak lolos spesifikasi.

Masalahnya, biofuel dan sampel terkait (contoh: air proses, air limbah, fase gliserol, atau larutan pencuci) bukan larutan ideal. Ada yang kental, mengandung surfaktan, punya warna pekat, bahkan mengandung minyak dan partikel halus. Sensor pH yang umum dipakai di teaching lab sering kewalahan: respon jadi lambat, pembacaan tidak stabil, dan data sulit direproduksi antar hari maupun antar operator. Untuk QA/QC maupun riset, situasi seperti ini berarti:

  • Data pH sulit dipercaya saat audit atau validasi proses.

  • Waktu tunggu hasil analisis menjadi panjang karena harus mengulang pengukuran.

  • Biaya meningkat akibat sering mengganti elektroda yang cepat rusak.

  • Pengambilan keputusan proses (misalnya penyesuaian dosis katalis, bahan kimia netralisasi, atau blowdown WTP/WWTP) menjadi terlambat.

Di luar biofuel, persoalan serupa muncul di farmasi, F&B, bioteknologi, pengolahan air, hingga laboratorium lingkungan. Semua butuh elektroda pH yang cukup tangguh untuk menghadapi berbagai komposisi sampel, namun tetap memberikan respon cepat dan stabil. Di sinilah elektroda pH kaca khusus seperti P11-NA menjadi menarik: ia dirancang dengan kompromi yang pas antara kepekaan, ketahanan, dan kemudahan integrasi dengan berbagai pH meter laboratorium.

Prinsip Kerja Elektroda pH Kaca dan Perannya pada Aplikasi Biofuel

P11-NA adalah elektroda pH kaca dengan desain laboratorium klasik: bagian ujungnya berupa membran kaca tipis yang sensitif terhadap ion hidrogen. Ketika elektroda dicelupkan ke dalam sampel, permukaan kaca ini membentuk lapisan tipis yang berinteraksi dengan ion H+ di larutan. Perbedaan konsentrasi ion hidrogen antara dalam dan luar elektroda menghasilkan beda potensial listrik, yang kemudian dibaca oleh pH meter sebagai nilai pH.

Di dalam elektroda terdapat sistem referensi Ag/AgCl (perak/perak klorida) yang terendam dalam larutan elektrolit dan keluar ke sampel melalui junction (sambungan cairan) keramik berbentuk cincin. Double junction pada P11-NA memisahkan ruang referensi utama dan sekunder sehingga ion dari sampel (misalnya dari biofuel atau aditifnya) tidak mudah “mengkontaminasi” referensi. Hal ini membantu menjaga stabilitas potensial dalam jangka waktu lebih panjang, terutama ketika elektroda digunakan pada media yang bukan hanya air murni.

Mengapa prinsip ini penting untuk industri biofuel dan pengolahan air?

  • Biofuel sering mengandung komponen organik, sisa katalis basa/asam, dan garam terlarut. Double junction membantu mencegah difusi balik ion agresif ke ruang referensi.

  • Membran kaca pH memberikan resolusi tinggi dibanding metode konvensional seperti kertas lakmus atau indikator visual. Perubahan kecil (misalnya dari pH 6,8 ke 7,2) dapat terdeteksi jelas.

  • Sistem elektrode kaca memungkinkan kalibrasi berulang dengan buffer standar, sehingga hasil antar hari dan antar alat lebih konsisten.

Dibandingkan pendekatan kasar seperti strip pH, elektroda kaca memberi:

  • Kuantifikasi numerik, bukan sekadar “asam/netral/basa”.

  • Rekam jejak yang bisa ditelusuri (pH meter bisa menyimpan, mencetak, atau mengirim data).

  • Keandalan untuk keperluan regulasi, misalnya dokumentasi pH air limbah sebelum dibuang, atau kontrol pH media fermentasi di biotek.

Untuk jangka panjang, penggunaan elektroda pH yang tepat akan mengurangi frekuensi kalibrasi ulang, menekan biaya penggantian sensor, dan yang paling penting: menjaga mutu data yang menjadi dasar keputusan proses.

P11-NA: Elektroda pH Kaca yang Dioptimalkan untuk Sampel Biofuel

P11-NA adalah bagian dari seri elektroda pH laboratorium P-series dari Bante Instruments. Model ini secara spesifik ditujukan untuk pengukuran pH pada biofuel dan sampel terkait, namun juga tetap relevan untuk banyak aplikasi lain yang membutuhkan elektroda kaca laboratorium umum. Pada brosur resmi, P11-NA digambarkan sebagai “glass pH electrode, suitable for measuring biofuel”.

Beberapa karakter kunci P11-NA:

  • Rentang pengukuran 0–14 pH, mencakup seluruh rentang pH umum di laboratorium.

  • Rentang suhu operasi 0–60 °C, cukup untuk kebanyakan pengukuran laboratorium dan proses pendinginan sampel.

  • Referensi Ag/AgCl dengan double junction dan sambungan cairan keramik cincin yang meningkatkan stabilitas dan mengurangi risiko kontaminasi silang.

  • Badan elektroda dari kaca dengan konektor BNC dan kabel 1 m, memudahkan pemasangan ke berbagai tipe pH meter laboratorium.

Dari informasi pemasok lokal, elektroda ini memiliki waktu respon 95% dalam 30 detik, berat sekitar 80 g, panjang 120 mm dengan diameter 12 mm. Data ini menggambarkan bahwa P11-NA dirancang sebagai elektroda laboratorium standar yang mudah digenggam, namun cukup ringkas untuk dimasukkan ke beaker kecil maupun botol sampel.

Keistimewaan P11-NA dibanding elektroda pH generik terletak pada kombinasi desain double junction dan junction keramik cincin. Ini membuatnya lebih toleran terhadap sampel yang mengandung komponen organik atau ion yang berpotensi merusak referensi (misalnya beberapa aditif dalam biofuel, air limbah industri, atau formulasi kosmetik). Bagi QA/QC yang sering memeriksa berbagai jenis sampel, daya tahan referensi semacam ini bisa menghemat banyak biaya penggantian elektrode.

Desain Fisik dan Ergonomi P11-NA

Secara fisik, P11-NA mengikuti format elektroda pH laboratorium 12 mm yang sangat umum. Panjang totalnya sekitar 120 mm dengan diameter 12 mm. Ukuran ini cukup ramping sehingga dapat masuk ke sebagian besar botol sampel, tabung reaksi besar, maupun beaker volume kecil.

Badan elektroda terbuat dari kaca. Untuk pengguna, hal ini berarti:

  • Mudah dilihat: Anda bisa memeriksa apakah di dalam ruang referensi ada bubble udara atau endapan.

  • Permukaan halus sehingga mudah dibersihkan setelah mengukur sampel berminyak atau berwarna.

  • Namun tetap perlu perlakuan hati-hati agar tidak jatuh atau terbentur keras.

Di bagian ujung bawah, membran kaca berbentuk bulb menjadi area sensitif pH. Tepat di atasnya terdapat area sambungan cairan keramik berbentuk cincin. Desain ring-junction ini memberikan area kontak lebih besar antara elektrolit referensi dan sampel dibanding junction titik tunggal, sehingga aliran elektrolit lebih stabil dan respon elektroda cenderung lebih konstan dari waktu ke waktu.

Kabel sepanjang 1 m terintegrasi dengan konektor BNC standar. Panjang ini biasanya cukup untuk pengaturan meja laboratorium: pH meter dapat ditempatkan agak jauh dari sampel untuk menghindari tumpahan, sementara elektroda masih bebas bergerak. BNC adalah konektor yang sangat umum, sehingga P11-NA dapat dihubungkan ke berbagai pH meter portabel maupun bench-top dari banyak merek, selama kompatibel dengan elektroda kombinasi BNC.

Karena P11-NA adalah elektroda pasif, tidak ada tombol, baterai, maupun catu daya. Hal ini justru menguntungkan untuk kerja di lingkungan lembap atau dekat air, karena tidak ada komponen elektronik yang dapat rusak akibat kondensasi di badan elektroda.

Batas lingkungan operasi P11-NA didasarkan pada rentang suhu 0–60 °C. Untuk aplikasi di luar rentang ini, misalnya reaksi transesterifikasi suhu tinggi, disarankan mendinginkan sampel terlebih dahulu sebelum pengukuran untuk menjaga umur pakai membran kaca dan referensi.

Pengalaman Menggunakan P11-NA di Laboratorium

Dari sisi “antarmuka”, elektroda pH seperti P11-NA tidak memiliki layar ataupun menu internal. Semua interaksi pengguna terjadi melalui pH meter yang terhubung melalui konektor BNC. Namun demikian, ada beberapa aspek penggunaan yang memengaruhi kenyamanan operator:

  • Pegangan: diameter 12 mm dan panjang 120 mm membuat elektroda mudah digenggam, baik ketika digunakan di tangan maupun ditempatkan pada holder elektroda pH meter.

  • Visibilitas: badan kaca transparan memudahkan pengecekan kondisi internal, termasuk ada tidaknya gelembung udara atau kerusakan fisik.

  • Kebersihan: permukaan kaca dan keramik yang halus membuat sisa sampel mudah terbilas ketika dibilas dengan air suling atau larutan pembersih.

Fitur kualitas hidup sebenarnya banyak ditentukan oleh pH meter (auto-hold, auto-read, kompensasi suhu otomatis, memori data, dan sebagainya). P11-NA cukup fleksibel untuk dipasangkan dengan meter sederhana hingga unit penelitian yang kompleks. Selama pH meter menerima input elektroda kombinasi BNC dan menyediakan kompensasi suhu (manual atau melalui probe terpisah), P11-NA dapat bekerja dengan baik.

Pengguna di QA/QC biasanya menghargai konsistensi dan kemudahan perawatan. P11-NA, dengan desain double junction dan junction keramik cincin, mengurangi frekuensi masalah umum seperti drift yang besar atau respon yang terus melambat setelah beberapa minggu pemakaian intensif. Jika dikombinasikan dengan prosedur perawatan yang benar (pembersihan, penyimpanan dalam larutan rendam elektrode), pengalaman pengguna menjadi jauh lebih menyenangkan dan dapat diprediksi.

Keunggulan Desain P11-NA yang Mendukung Rutinitas Pengujian

Meski tidak memiliki “fitur pintar” digital, P11-NA membawa beberapa keunggulan desain yang sangat relevan untuk pengguna industri maupun akademik:

  1. Double junction reference Ag/AgCl

    • Mengurangi risiko kontaminasi ion dari sampel ke ruang referensi.

    • Bermanfaat pada sampel kompleks: biofuel, limbah industri, larutan kimia proses, atau formulasi kosmetik.

    • Membantu menjaga kestabilan offset dan slope pH sepanjang siklus hidup elektroda.

  2. Sambungan cairan keramik cincin

    • Memperbesar area kontak antara elektrolit referensi dan sampel.

    • Memberikan laju alir elektrolit yang relatif stabil sehingga respon sensor halus dan minim “loncatan” pembacaan.

    • Mengurangi kemungkinan tersumbat dibanding junction sempit pada sampel yang memiliki partikel halus.

  3. Badan kaca laboratorium

    • Tahan terhadap banyak pelarut dan bahan kimia umum di laboratorium (selama tidak ada benturan mekanik).

    • Memungkinkan inspeksi visual serta pembersihan yang menyeluruh.

  4. Integrasi luas dengan pH meter

    • Konektor BNC dengan kabel 1 m memudahkan penggunaan pada pH meter bench-top di QA/QC, teaching lab, atau laboratorium riset.

  5. Perawatan yang terdokumentasi dengan baik

    • Panduan resmi mencakup prosedur pembersihan untuk kontaminasi garam, minyak/lemak, protein, hingga aktivasi ulang bila membran mengering.

    • Ketersediaan larutan pendukung (buffer, soaking solution, cleaning solution) mempermudah standarisasi SOP di lab.

Semua unsur ini pada akhirnya bermuara pada aspek yang paling penting: hasil pengukuran yang lebih konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan, tanpa menambah kompleksitas kerja operator.

Integrasi P11-NA dengan Sistem dan Alur Data Laboratorium

Sebagai elektroda pasif, P11-NA sendiri tidak menyimpan atau mentransfer data. Fungsi ini diambil alih oleh pH meter yang menjadi “otak” sistem. Namun justru karena menggunakan konektor BNC standar dan sinyal analog pH yang universal, P11-NA sangat mudah diintegrasikan ke berbagai ekosistem alat:

  • pH meter bench-top dengan kemampuan data logging internal.

  • pH meter portabel yang dapat dihubungkan ke PC melalui USB atau RS-232.

  • Sistem akuisisi data atau PLC yang memiliki input pH dengan modul konversi yang sesuai.

Bagi laboratorium yang sudah menerapkan LIMS (Laboratory Information Management System), alur kerjanya biasanya seperti ini:

  1. P11-NA mengukur sampel dan sinyal pH dibaca pH meter.

  2. pH meter menyimpan data, lalu mengekspor ke PC melalui antarmuka yang disediakan (misalnya USB).

  3. Data kemudian diimpor ke spreadsheet atau langsung ke LIMS untuk analisis tren, verifikasi QA, dan pelaporan.

Fleksibilitas seperti ini memungkinkan organisasi memulai dari sistem pH meter sederhana, kemudian bertahap meningkatkan integrasi data tanpa perlu mengganti elektrodanya.

Spesifikasi Teknis P11-NA

Tabel Spesifikasi

Parameter Nilai / Deskripsi
Model P11-NA
Jenis Elektroda pH kaca kombinasi
Aplikasi utama Pengukuran pH biofuel dan sampel terkait
Rentang pengukuran pH 0 sampai 14 pH
Rentang suhu operasi 0 sampai 60 °C (32–140 °F)
Sistem referensi Ag/AgCl, double junction
Jenis junction Keramik berbentuk cincin
Material badan Kaca
Konektor BNC
Panjang kabel 1 m
Dimensi eksternal 120 mm (panjang) × 12 mm (diameter)
Waktu respon 95% dalam ≤ 30 detik (informasi pemasok)
Berat ± 80 g (informasi pemasok)

Secara sederhana, angka-angka ini bisa dibaca seperti spesifikasi kendaraan: rentang pH adalah “jalan” yang bisa dilalui, rentang suhu adalah “kondisi cuaca” yang aman, sementara sistem referensi, junction, dan material badan adalah “mesin dan rangka” yang menentukan seberapa nyaman perjalanan Anda di berbagai medan sampel.

Bagi pemula, hal penting yang perlu diingat: selama sampel Anda berada dalam rentang pH 0–14 dan suhunya tidak lebih dari 60 °C, P11-NA dapat digunakan. Untuk suhu lebih tinggi atau kondisi sangat ekstrem (misalnya pelarut sangat agresif), perlu dipertimbangkan model elektroda lain yang memang dirancang khusus untuk kondisi tersebut.

Panduan Memilih Aksesori dan Komponen Pendukung

Agar P11-NA bekerja optimal, beberapa komponen tambahan sangat membantu. Produsen menyediakan rangkaian larutan buffer, soaking solution, dan cleaning solution yang kompatibel.

Contoh Pemilihan Aplikasi dan Kondisi pH

Jenis Sampel / Aplikasi Rentang pH Tipikal Catatan Pemilihan dan Perawatan Elektroda
Biofuel (biodiesel, bioetanol) – QC proses 5–9 Bilas dengan air suling + soaking solution setelah pengukuran.
Air proses dan kondensat di pabrik biofuel 6–9 Ideal untuk monitoring rutin di WTP/utility plant.
Air limbah industri (WWTP) 5–11 Manfaatkan double junction untuk ketahanan terhadap ion agresif.
Media fermentasi biotek / etanol 4–8 Bersihkan dengan larutan pembersih protein bila banyak biomassa.
Produk F&B cair (minuman, dairy) 3–8 Gunakan prosedur pembersihan protein dan lemak secara berkala.
Formulasi kosmetik cair dan emulsi 4–8 Perhatikan pembersihan dari minyak dan surfaktan.

Aksesori yang Disarankan

Berdasarkan user guide resmi, beberapa larutan pendukung yang relevan antara lain:

  • Set buffer pH 4,01 – 7,00 – 10,01 (PHCS-USA) untuk kalibrasi umum.

  • Set buffer pH 4,01 – 6,86 – 9,18 (PHCS-NIST) untuk kebutuhan yang mengikuti standar NIST.

  • Larutan rendam elektrode (PHCS-ES) untuk penyimpanan tip elektroda saat tidak digunakan.

  • Larutan pembersih anorganik (PHCS-GC) untuk menghilangkan deposit garam.

  • Larutan pembersih protein (PHCS-PR) untuk sampel yang kaya biomolekul (media fermentasi, produk susu, dll.).

Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pengukuran

Beberapa hal yang sering “mengganggu” pembacaan pH:

  • Suhu sampel yang jauh berbeda dengan suhu kalibrasi.

  • Membran kaca mengering karena disimpan tanpa larutan rendam.

  • Junction tersumbat oleh partikel atau presipitat.

  • Sampel tidak dihomogenkan terlebih dahulu (misalnya campuran emulsi atau media yang mengendap).

  • Kalibrasi jarang dilakukan atau menggunakan buffer yang sudah kedaluwarsa.

Dengan mengendalikan faktor-faktor tersebut, P11-NA dapat memberikan hasil yang jauh lebih stabil dan dapat diulang.

Penerapan P11-NA di Lapangan: Studi Kasus

1. QA/QC Pabrik Biodiesel Skala Menengah

Bayangkan sebuah pabrik biodiesel di Jawa yang memproses minyak jelantah menjadi biodiesel untuk suplai ke sektor transportasi lokal. Tim QA/QC mereka awalnya menggunakan elektroda pH umum untuk air. Masalah muncul ketika mengukur pH fase metanol, campuran reaksi, dan air pencuci: pembacaan sering lambat dan berbeda jauh antara satu elektroda dan lainnya.

Setelah beralih ke P11-NA, tim melakukan beberapa penyesuaian:

  • Menyusun SOP kalibrasi harian dengan buffer pH 4,01 dan 7,00.

  • Mewajibkan pembersihan elektroda dengan larutan pembersih minyak/lemak setelah mengukur campuran kaya minyak.

  • Menggunakan larutan rendam elektrode ketika sensor tidak dipakai.

Dalam beberapa minggu, mereka melihat bahwa deviasi hasil pH antar shift berkurang. Operator melaporkan bahwa waktu respon menjadi lebih konsisten sekitar puluhan detik untuk sampel yang sebelumnya sulit. Pengendalian pH pada tahap netralisasi dan pencucian biodiesel menjadi lebih baik, sehingga frekuensi rework batch turun dan konsumsi bahan kimia netralisasi bisa dikurangi.

2. Teaching Lab dan Riset Bioenergi di Kampus

Skenario lain adalah laboratorium kimia di universitas yang membuka kelas praktikum bioenergi. Mahasiswa diminta menguji pH berbagai sampel: minyak nabati, biodiesel hasil praktikum, air limbah, serta media fermentasi bioetanol.

Dengan satu atau dua elektroda P11-NA, laboratorium dapat:

  • Menggunakan satu jenis elektroda untuk berbagai sampel tanpa perlu sering diganti, berkat double junction yang lebih tahan kontaminasi.

  • Menunjukkan secara langsung kepada mahasiswa bagaimana perbedaan prosedur pembersihan memengaruhi kualitas data pH.

  • Mengintegrasikan pH meter dengan PC untuk mengajarkan analisis data, misalnya memplot perubahan pH selama fermentasi.

Hasilnya, praktikum menjadi bukan sekadar “menghasilkan angka”, tetapi juga mengajarkan konsep keandalan sensor, perawatan, dan pentingnya dokumentasi dalam riset energi terbarukan.

Langkah Praktis Menggunakan P11-NA untuk Pengujian pH Biofuel

Berikut panduan ringkas jika Anda menggunakan P11-NA untuk memantau pH di instalasi produksi biofuel atau pengolahan air:

  1. Persiapan awal

    • Lepaskan penutup pelindung transparan pada ujung elektroda. Jika terlihat gelembung udara di dalam membran pH, goyangkan elektroda perlahan ke bawah sampai gelembung hilang.

    • Pastikan elektroda sebelumnya disimpan dalam larutan rendam, bukan air suling atau deionisasi murni.

  2. Kalibrasi

    • Hubungkan P11-NA ke pH meter dan ikuti prosedur kalibrasi meter tersebut. Biasanya menggunakan minimal dua buffer (misalnya pH 4,01 dan 7,00).

    • Bilas elektroda dengan air suling di antara tiap buffer, lalu keringkan ringan dengan tisu bebas serat.

  3. Pengukuran di lapangan atau laboratorium

    • Homogenkan sampel biofuel atau air proses terlebih dahulu.

    • Celupkan elektroda ke dalam sampel hingga melewati junction keramik.

    • Aduk pelan atau gunakan pengaduk magnetik pada kecepatan rendah untuk menghindari gradien pH lokal.

    • Tunggu hingga pembacaan stabil, lalu catat nilai pH atau gunakan fitur auto-hold pada pH meter jika tersedia.

  4. Setelah pengukuran

    • Bilas elektroda dengan air suling.

    • Jika terdapat endapan garam, rendam sebentar dalam air hangat lalu bilas kembali.

    • Untuk sampel berminyak atau mengandung protein (misalnya media fermentasi), gunakan larutan pembersih yang sesuai seperti deterjen lembut, etanol, atau larutan pembersih protein.

  5. Penyimpanan

    • Simpan elektroda dengan menambahkan larutan rendam ke dalam penutup pelindung dan menutupkannya kembali di ujung elektroda.

    • Hindari penyimpanan kering berkepanjangan karena dapat memperlambat respon dan membutuhkan proses aktivasi ulang (peredaman dalam HCl dan NaOH encer, lalu KCl 3 M).

Dengan mengikuti langkah di atas, P11-NA dapat digunakan berulang kali di berbagai titik sampling tanpa cepat rusak atau kehilangan akurasi.

Kesimpulan: Untuk Siapa P11-NA Paling Cocok?

P11-NA dapat dipandang sebagai elektroda pH kaca laboratorium serbaguna yang dioptimalkan untuk sampel biofuel, namun juga cukup fleksibel untuk dipakai di banyak sektor lain. Kombinasi double junction Ag/AgCl, junction keramik cincin, badan kaca, dan konektor BNC menjadikannya pilihan menarik bagi:

  • Laboratorium QA/QC di pabrik biodiesel, etanol, dan industri proses terkait.

  • Instalasi pengolahan air (WTP/WWTP) yang membutuhkan elektroda tahan terhadap sampel kompleks namun tetap mudah dirawat.

  • Laboratorium riset dan teaching lab yang menginginkan satu elektroda bisa dipakai untuk berbagai jenis sampel.

  • Industri F&B, farmasi, biotek, dan kosmetik yang membutuhkan pemantauan pH rutin pada formulasi cair atau semi-cair.

Jika Anda telah memiliki pH meter dengan konektor BNC dan membutuhkan elektroda pH kaca yang stabil, mudah dipelihara, serta terdokumentasi dengan baik prosedur perawatannya, P11-NA adalah kandidat yang patut dipertimbangkan.

FAQ Singkat

1. Apakah P11-NA bisa dipakai untuk sampel selain biofuel?
Ya. Meski dioptimalkan untuk biofuel, secara teknis P11-NA adalah elektroda pH kaca laboratorium dengan rentang 0–14 pH dan 0–60 °C, sehingga cocok juga untuk air proses, air limbah, media fermentasi, dan banyak sampel cair lainnya.

2. Seberapa sering elektroda perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi bergantung pada kebutuhan akurasi dan intensitas pemakaian. Untuk QA/QC industri, kalibrasi harian (atau sebelum setiap batch penting) dengan minimal dua buffer biasanya dianjurkan.

3. Bagaimana jika ujung elektroda mengering?
Membran yang mengering akan membuat respon sangat lambat. Panduan resmi menyarankan merendam elektroda dalam buffer pH 4,01 selama 30 menit dan, jika perlu, menjalankan prosedur aktivasi menggunakan HCl, NaOH, lalu KCl 3 M.

4. Apakah P11-NA tahan terhadap suhu di atas 60 °C?
Tidak dianjurkan. Spesifikasi menyatakan rentang operasi 0–60 °C. Untuk sampel lebih panas, dinginkan terlebih dahulu sebelum pengukuran atau gunakan model elektroda yang memang dirancang untuk suhu tinggi.

5. Apakah P11-NA memiliki sensor suhu bawaan?
Tidak. P11-NA adalah elektroda pH kaca kombinasi tanpa sensor suhu internal. Kompensasi suhu harus dilakukan secara manual atau dengan probe suhu terpisah yang dihubungkan ke pH meter.

6. Berapa umur pakai tipikal P11-NA?
Umur pakai sangat bergantung pada cara penggunaan dan perawatan. Dengan penyimpanan yang benar dalam larutan rendam, pembersihan yang rutin, dan penghindaran kondisi ekstrem, elektroda pH kaca laboratorium umumnya dapat digunakan berbulan-bulan hingga lebih dari satu tahun.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengukuran pH yang andal dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti elektroda pH kaca P11-NA dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan kontrol pH, menjaga konsistensi mutu, dan memenuhi standar regulasi yang ketat. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian pH pada biofuel, air proses, atau aplikasi industri lainnya, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

  • Clark, W. M., Medeiros, N. J., Boyd, D. J., & Snell, J. R. (2013). BIODIESEL TRANSESTERIFICATION KINETICS MONITORED BY PH MEASUREMENT. Bioresource Technology, 136, 771–774. Retrieved from https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0960852413004574

  • Bastkowski, F., Heering, A., Uysal, E., Liv, L., Leito, I., Quendera, R., Ribeiro, L., Deleebeeck, L., Snedden, A., Nagy, D., Nagyné Szilágyi, Z., Camões, F., Anes, B., Roziková, M., & Stoica, D. (2024). RIGOROUS PH MEASUREMENT IN NON-AQUEOUS SOLUTION: MEASUREMENT METHOD AND REFERENCE VALUES IN ETHANOL. Analytical and Bioanalytical Chemistry, 416, 461–465. Retrieved from https://link.springer.com/article/10.1007/s00216-023-05043-5

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.