Di banyak perusahaan dan institusi, regulasi terkait alkohol sudah tertulis rapi di SOP: dilarang bekerja dalam pengaruh alkohol, dilarang mengemudi kendaraan operasional jika baru minum, dan sebagainya. Namun di lapangan, menegakkan aturan ini tidak selalu mudah.
Manajer K3 atau HR sering berada di posisi serba salah. Di satu sisi, mereka harus melindungi keselamatan karyawan, menjaga kualitas produksi, dan memenuhi kewajiban hukum. Di sisi lain, pengecekan alkohol tidak boleh mengganggu kenyamanan dan privasi karyawan. Pemeriksaan juga perlu dilakukan cepat, objektif, dan terdokumentasi dengan baik untuk kebutuhan audit internal maupun eksternal.
Tantangan praktis yang sering muncul antara lain:
-
Pemeriksaan manual (misalnya hanya observasi visual) sangat subjektif dan mudah diperdebatkan.
-
Tes laboratorium darah atau urin memang akurat, tetapi mahal, tidak praktis untuk screening rutin, dan membutuhkan waktu tunggu lama.
-
Alat breathalyzer murah dengan kualitas meragukan sering memberikan hasil tidak konsisten, sulit dikalibrasi, atau tidak mempunyai jejak data yang bisa ditelusuri.
-
Dalam situasi insiden (misalnya kecelakaan kerja atau kendaraan), perusahaan membutuhkan hasil cepat untuk pengambilan keputusan dan pelaporan resmi.
Untuk laboratorium riset, teaching lab di kampus, atau institusi yang mempelajari toksikologi dan keselamatan berkendara, pengukuran kadar alkohol napas juga menjadi topik praktikum menarik. Di sini kebutuhan utamanya adalah alat yang mudah digunakan, cepat, dan cukup akurat untuk keperluan pengajaran tanpa prosedur invasif.
Dalam konteks inilah alcohol meter / breathalyzer PCE-ALC 10 menjadi relevan. Alat ini dirancang sebagai solusi kompromi antara akurasi yang cukup untuk screening, kecepatan baca, kenyamanan pengguna, dan kemudahan pelacakan data.
Prinsip Kerja Breathalyzer Digital: Dari Napas ke Angka BAC
Meski spesifikasi PCE-ALC 10 tidak secara eksplisit menyebut jenis sensornya, prinsip kerja breathalyzer modern pada dasarnya mirip. Alat mendeteksi konsentrasi etanol dalam sampel napas, kemudian mengonversinya menjadi estimasi kadar alkohol darah (BAC – blood alcohol content) dalam persen.
Secara sederhana alurnya seperti ini:
-
Pengguna meniup melalui mouthpiece selama beberapa detik.
-
Udara napas dialirkan ke ruang sensor di dalam alat.
-
Molekul etanol dalam napas bereaksi pada permukaan sensor (misalnya sensor kimia atau elektro-kimia).
-
Reaksi ini menghasilkan perubahan sinyal listrik yang sebanding dengan kadar etanol.
-
Mikrokontroler mengolah sinyal tersebut menjadi angka BAC yang ditampilkan di layar.
Konsepnya mirip seperti menimbang berat badan dengan timbangan digital: Anda tidak melihat mekanisme di dalamnya, tetapi alat mengonversi gaya tekan menjadi angka yang mudah dipahami.
Mengapa teknologi breathalyzer penting dalam jangka panjang?
-
Membantu perusahaan membangun budaya keselamatan yang berbasis data, bukan sekadar asumsi.
-
Memungkinkan evaluasi objektif setelah insiden, sehingga investigasi lebih transparan.
-
Mendukung program edukasi dan riset terkait dampak alkohol terhadap performa kerja dan fungsi kognitif.
-
Meminimalkan potensi sengketa antara manajemen dan karyawan karena hasil pengukuran terdokumentasi jelas.
Dibanding metode konvensional seperti tes darah di rumah sakit, breathalyzer digital menawarkan:
-
Proses jauh lebih cepat (hitungan detik).
-
Tidak invasif (tidak perlu jarum atau sampel biologis lain).
-
Bisa dilakukan di tempat (on-site) di area pabrik, gudang, atau pos keamanan.
-
Biaya operasional per tes yang rendah, terutama jika digunakan untuk screening massal.
Dengan catatan penting: breathalyzer seperti PCE-ALC 10 sangat ideal untuk screening lapangan dan kontrol internal. Untuk kebutuhan forensik atau penegakan hukum formal, biasanya tetap diperlukan alat dengan sertifikasi khusus dan prosedur kalibrasi ketat sesuai regulasi lokal.
PCE-ALC 10 Sebagai Solusi Screening Alkohol Portabel
PCE-ALC 10 adalah alcohol meter / breathalyzer portabel yang dirancang untuk pengecekan kadar alkohol dalam napas dengan cepat dan praktis. Alat ini cocok untuk:
-
Screening karyawan sebelum memasuki area kerja berisiko tinggi (misalnya pabrik, area konstruksi, gudang logistik).
-
Pengecekan pengemudi kendaraan operasional (logistik, sopir proyek, armada perusahaan).
-
Penggunaan di institusi pendidikan dan laboratorium untuk praktikum terkait alkohol dan keselamatan.
-
Pemeriksaan pribadi untuk individu yang ingin memantau kadar alkohol sebelum berkendara.
Apa yang membuat PCE-ALC 10 menarik dibanding banyak breathalyzer generik di pasaran?
-
Mengukur kadar alkohol dalam rentang 0,00 hingga 0,400% BAC dengan resolusi 0,001% BAC. Jadi perubahan kecil tetap dapat terlihat.
-
Waktu pengukuran singkat, sekitar 5 detik setelah pemanasan awal 10 detik. Cocok untuk screening banyak orang secara berurutan.
-
Tampilan visual dilengkapi sistem “lampu lalu lintas” (traffic light display): hijau, kuning, merah. Ini membantu petugas cepat menginterpretasikan hasil tanpa harus selalu membaca angka detail.
-
Terdapat voice output yang memandu proses pengukuran, mempermudah pengguna baru atau pemeriksaan di lingkungan ramai.
-
Memori internal hingga 100 data hasil pengukuran, sehingga tren dan riwayat bisa ditelusuri secara langsung di alat.
-
Daya menggunakan baterai lithium-ion internal yang dapat diisi ulang melalui USB-C, mengurangi kebutuhan ganti baterai sekali pakai.
Dalam banyak organisasi, kombinasi antara ukuran yang ringkas, indikator warna, dan memori ini cukup untuk mendukung SOP screening harian maupun pemeriksaan insidental.
Desain, Dimensi, dan Ergonomi untuk Penggunaan Lapangan
Desain fisik breathalyzer sangat menentukan kenyamanan petugas maupun orang yang diperiksa. PCE-ALC 10 dirancang sebagai perangkat genggam yang cukup kompak:
-
Dimensi sekitar 126 × 62 × 25 mm.
-
Berat hanya sekitar 118 gram.
Ukuran ini kira-kira setara dengan smartphone kecil yang cukup tebal. Artinya, alat mudah dimasukkan ke saku jaket teknisi, tas operator, atau dibawa berkeliling area kerja tanpa terasa membebani.
Permukaan depan diisi oleh layar LCD berwarna dengan diagonal 1,4 inci, tombol pengoperasian, serta area pemasangan mouthpiece di sisi atas. Layar kecil namun cukup jelas menampilkan angka BAC, status baterai, serta indikator warna.
Beberapa aspek ergonomi penting:
-
Bobot ringan membuat alat nyaman digenggam dengan satu tangan, termasuk untuk petugas yang harus melakukan pemeriksaan puluhan kali per shift.
-
Penempatan mouthpiece di bagian atas memudahkan pengguna untuk meniup tanpa memiringkan alat berlebihan.
-
Tombol yang terbatas membuat pengoperasian mudah dipahami, bahkan untuk operator yang baru pertama kali menggunakan breathalyzer.
Soal catu daya, PCE-ALC 10 menggunakan baterai lithium-ion internal 3,7 V dengan kapasitas 800 mAh. Pengisian daya dilakukan melalui konektor USB-C yang sudah umum digunakan di banyak perangkat modern. Keuntungan pendekatan ini:
-
Bisa diisi dari adaptor USB standar, power bank, atau port laptop.
-
Mengurangi ketergantungan pada baterai AA/AAA sekali pakai.
-
Memudahkan penggunaan di lapangan karena kabel USB-C relatif mudah ditemukan.
Dari sisi lingkungan operasi, spesifikasi menyebut:
-
Suhu operasi: -5 hingga 40 °C.
-
Kelembapan relatif: 0 hingga 95% RH (tanpa kondensasi).
-
Kelas proteksi IP20, artinya alat terlindungi dari benda padat berukuran >12,5 mm tetapi tidak tahan cipratan air.
Konsekuensinya, PCE-ALC 10 ideal digunakan di area indoor atau semi-indoor: pos keamanan, ruang kontrol, ruangan HR/K3, atau ruang laboratorium. Untuk penggunaan outdoor di lingkungan sangat lembap, berdebu, atau hujan, sebaiknya tetap diberi perlindungan tambahan dan dihindari kontak langsung dengan air.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
Pengalaman pengguna menjadi faktor kunci agar alat benar-benar dipakai, bukan hanya tersimpan di lemari. PCE-ALC 10 memadukan layar kecil namun informatif dengan sistem panduan suara dan indikator warna.
Layar LCD berwarna 1,4 inci memiliki backlight sehingga tetap terbaca di ruangan redup maupun terang. Di layar, pengguna akan melihat:
-
Nilai BAC dalam persen (%BAC) dengan resolusi tiga desimal.
-
Indikator status pengukuran (misalnya siap tiup, sedang mengukur).
-
Indikator “traffic light” yang menandai level risiko hasil pengukuran.
Sistem lampu lalu lintas bekerja kira-kira sebagai berikut (range pastinya mengikuti pengaturan pabrik):
-
Zona hijau: nilai di bawah batas aman yang ditentukan (misalnya di bawah 0,020% BAC).
-
Zona kuning: rentang waspada, misalnya 0,020–0,080% BAC.
-
Zona merah: di atas ambang tertentu (di atas sekitar 0,080% BAC) yang menunjukkan potensi pengaruh alkohol signifikan.
Untuk operator yang tidak setiap hari membaca angka BAC, indikator warna ini sangat membantu. Dalam situasi lapangan yang sibuk, keputusan awal “boleh lanjut bekerja / harus evaluasi” bisa dibuat lebih cepat.
Menu dan panduan alat tersedia dalam bahasa Inggris. Navigasi menu dilakukan melalui beberapa tombol sederhana, biasanya untuk:
-
Menyalakan dan mematikan alat.
-
Melihat kembali data pengukuran yang tersimpan.
-
Mengakses pengaturan dasar seperti suara atau opsi tampilan.
Beberapa fitur kualitas hidup yang bermanfaat:
-
Pemanasan awal sekitar 10 detik sebelum alat siap digunakan, dengan panduan suara sehingga pengguna tidak menebak-nebak.
-
Waktu pengukuran sekitar 5 detik, membuat satu siklus tes cukup singkat.
-
Fungsi auto power-off setelah sekitar 115 detik tanpa aktivitas, membantu menghemat baterai ketika operator lupa mematikan alat.
-
Memori internal hingga 100 hasil pengukuran, yang dapat di-scroll kembali saat dibutuhkan.
Kombinasi tampilan angka, warna, dan suara membuat PCE-ALC 10 ramah bagi pengguna dengan berbagai latar belakang—baik petugas keamanan, staf HR, maupun asisten laboratorium.
Fitur Praktis yang Mendukung Proses Screening
Selain desain dan antarmuka, ada beberapa fitur spesifik yang menjadikan PCE-ALC 10 efektif di lapangan:
-
Rentang dan resolusi pengukuran
-
Rentang 0,00 hingga 0,400% BAC mencakup mayoritas situasi praktis, dari kondisi nol alkohol hingga kadar yang sangat tinggi.
-
Resolusi 0,001% BAC memungkinkan deteksi perubahan kecil—misalnya untuk melihat tren penurunan kadar alkohol seseorang dari waktu ke waktu.
-
-
Akurasi yang memadai untuk screening
-
Akurasi dinyatakan ±0,015% BAC. Bagi kebanyakan aplikasi K3 dan HR, ini sudah cukup untuk memutuskan apakah seseorang perlu evaluasi lanjut atau tidak.
-
Untuk konteks edukasi dan riset dasar, nilai ini memungkinkan perbandingan antar sampel yang cukup konsisten.
-
-
Traffic light display dengan sinyal peringatan
-
Selain warna, alat memberikan sinyal suara ketika batas tertentu terlampaui.
-
Ini mengurangi risiko salah baca pada kondisi pencahayaan buruk atau saat operator sedang terburu-buru.
-
-
Voice output
-
Fitur ini memandu pengguna selama proses, misalnya kapan mulai meniup dan kapan selesai.
-
Sangat membantu ketika breathalyzer digunakan oleh banyak orang yang baru pertama kali menggunakannya, misalnya pada sesi edukasi atau pemeriksaan massal.
-
-
Automatic reset setelah nilai tinggi
-
Setelah mendeteksi konsentrasi tinggi, alat akan melakukan reset otomatis dalam waktu kurang dari 10 detik.
-
Hal ini penting untuk menghindari sisa alkohol di ruang sensor mempengaruhi pengukuran berikutnya, terutama saat melakukan tes berurutan pada banyak orang.
-
-
Memori 100 data
-
Data yang tersimpan bisa digunakan untuk rekam jejak internal: misalnya mencatat hasil pemeriksaan acak atau setelah insiden.
-
Untuk laboratorium pendidikan, memori ini mendukung praktikum di mana beberapa kelompok mahasiswa melakukan pengukuran beruntun.
-
Secara keseluruhan, fitur-fitur ini lebih fokus pada kepraktisan dan konsistensi hasil dibanding gimmick. Itu yang biasanya dihargai oleh departemen K3, HR, dan laboratorium.
Integrasi dengan Prosedur K3 dan Sistem Pencatatan
Dalam spesifikasi resmi, PCE-ALC 10 memiliki antarmuka USB-C. Keterangan pabrikan menekankan bahwa port ini digunakan untuk pengisian daya baterai. Tidak disebutkan adanya software pendamping atau fungsi ekspor data otomatis ke komputer.
Artinya, integrasi ke sistem pencatatan formal (misalnya LIMS atau database HR) umumnya dilakukan dengan cara:
-
Membaca hasil langsung dari layar, kemudian memasukkannya ke form inspeksi atau spreadsheet.
-
Menggunakan memori 100 data sebagai cadangan ketika pencatatan manual tertunda, lalu memindahkannya ke sistem internal di akhir shift.
Meskipun tidak terhubung langsung ke PC, PCE-ALC 10 tetap dapat menjadi bagian dari workflow K3 jika dikombinasikan dengan prosedur yang jelas, misalnya:
-
Form pemeriksaan pre-shift yang mencatat ID karyawan, waktu, dan hasil BAC dari alat.
-
SOP khusus ketika nilai masuk zona kuning atau merah: apakah perlu re-test, istirahat, atau rujukan ke fasilitas medis.
-
Rekap berkala untuk melihat pola, misalnya waktu-waktu tertentu dengan peningkatan kasus.
Untuk laboratorium atau institusi pendidikan, data dapat dicatat ke lembar kerja manual atau spreadsheet yang disiapkan sebelum praktikum. Fokusnya bukan hanya pada angka BAC, tetapi juga pada interpretasi hasil dan diskusi ilmiah.
Spesifikasi Teknis PCE-ALC 10
Tabel Spesifikasi
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Model | PCE-ALC 10 Alcohol meter / Breathalyzer |
| Rentang pengukuran alkohol | 0,00 … 0,40 %BAC |
| Resolusi | 0,001 %BAC |
| Akurasi | ±0,015 %BAC |
| Tipe display | LC colour display dengan backlight |
| Ukuran display | 1,4 inci |
| Media penyimpanan | Memori internal |
| Kapasitas penyimpanan | 100 nilai pengukuran |
| Antarmuka | USB-C (pengisian daya) |
| Waktu pemanasan | 10 detik |
| Waktu pengukuran | 5 detik |
| Waktu auto power-off | 115 detik (tanpa aktivitas) |
| Bahasa menu | Inggris |
| Kelas proteksi perangkat | IP20 |
| Jenis baterai | Baterai lithium-ion internal 3,7 V |
| Kapasitas baterai | 800 mAh |
| Umur pakai (service life) | Sekitar 2 … 3 tahun |
| Kondisi operasi | -5 … 40 °C; 0 … 95% RH |
| Kondisi penyimpanan | -20 … 70 °C; 0 … 95% RH |
| Dimensi (P × L × T) | 126 × 62 × 25 mm |
| Berat | 118 g |
| Isi paket (delivery scope) | PCE-ALC 10, kabel USB-C, 5 mouthpiece, manual |
Bagaimana membaca angka-angka di atas bagi pengguna baru?
-
Rentang 0,40% BAC berarti alat mampu mengukur hingga konsentrasi tinggi; untuk konteks berkendara, banyak regulasi di dunia menetapkan batas legal sekitar 0,03–0,08% BAC. Jadi sebagian besar kasus harian akan berada jauh di bawah batas maksimum alat.
-
Resolusi 0,001% BAC bisa dianalogikan seperti penggaris dengan skala milimeter. Anda bisa melihat perubahan kecil yang mungkin terlewat jika skala hanya per 0,01.
-
Akurasi ±0,015% BAC berarti jika alat menunjukkan angka 0,050% BAC, nilai sebenarnya secara praktis berada di kisaran 0,035–0,065% BAC. Untuk screening, ini cukup untuk menentukan apakah seseorang mendekati zona risiko.
-
Memori 100 nilai cocok untuk misalnya satu atau dua minggu operasi di satu departemen, tergantung frekuensi tes. Setelah itu data sebaiknya dipindahkan ke catatan eksternal.
Memilih Aksesori dan Mengoptimalkan Hasil Pengukuran
PCE-ALC 10 sudah dikirim lengkap dengan:
-
5 buah mouthpiece.
-
Kabel USB-C untuk pengisian daya.
Untuk penggunaan intensif di perusahaan atau laboratorium, biasanya dibutuhkan mouthpiece tambahan. Praktiknya, banyak organisasi memilih mouthpiece sekali pakai untuk menjaga kebersihan dan mencegah kontaminasi silang.
Contoh Rentang BAC dan Interpretasinya
Walau regulasi tiap negara berbeda, tabel berikut memberi gambaran umum interpretasi nilai BAC untuk keperluan edukasi dan screening internal:
| Rentang BAC (%BAC) | Interpretasi umum | Contoh tindakan di perusahaan* |
|---|---|---|
| 0,000 – 0,020 | Umumnya dianggap nol atau sangat rendah | Diizinkan bekerja; tetap pantau jika ada gejala lain |
| 0,021 – 0,050 | Paparan ringan, bisa mulai mempengaruhi kewaspadaan | Evaluasi; mungkin perlu re-test setelah beberapa menit |
| 0,051 – 0,080 | Pengaruh sedang; di banyak negara mendekati/di atas batas | Tidak diizinkan berkendara/operasi alat berat; investigasi |
| > 0,080 | Pengaruh kuat; risiko tinggi | Larangan bekerja/berkendara; rekomendasi evaluasi medis |
*Tindakan nyata harus mengikuti regulasi, kebijakan internal, dan konsultasi dengan tim hukum/K3 masing-masing organisasi.
Beberapa faktor yang memengaruhi hasil pengukuran:
-
Waktu sejak terakhir kali minum alkohol. Pengukuran terlalu cepat setelah minum bisa membaca alkohol yang masih tertinggal di mulut, bukan di napas alveolar.
-
Suhu lingkungan yang terlalu ekstrem dapat memengaruhi sensor; usahakan berada dalam rentang operasi yang dianjurkan.
-
Napas yang terlalu lemah atau terlalu singkat bisa membuat hasil kurang representatif. Ikuti instruksi alat dan pastikan subjek meniup dengan stabil.
-
Kebersihan mouthpiece dan alat; mouthpiece kotor atau berulang kali dipakai bisa mengganggu aliran napas.
Untuk organisasi yang mengandalkan alat ini secara rutin, beberapa praktik baik yang bisa dipertimbangkan:
-
Menetapkan jadwal pengecekan fungsi rutin (misalnya tes kontrol dengan subjek yang diketahui tidak mengonsumsi alkohol).
-
Menyimpan alat di tempat yang kering dan terlindung dari debu ketika tidak digunakan.
-
Mengelola stok mouthpiece cadangan dan mencatat jumlah pemakaian.
Ilustrasi Penerapan PCE-ALC 10 di Lapangan
Studi Kasus 1 – Program K3 di Pabrik Minuman
Sebuah pabrik minuman dengan lebih dari 300 karyawan memiliki beberapa area kerja berisiko tinggi, seperti ruang boiler, area pengisian botol otomatis, dan gudang forklift. Manajemen K3 ingin memastikan tidak ada operator yang memasuki area tersebut dalam kondisi dipengaruhi alkohol, tanpa menciptakan suasana saling curiga.
Solusi yang diterapkan:
-
PCE-ALC 10 ditempatkan di pos keamanan utama, dioperasikan oleh petugas yang telah dilatih.
-
Pemeriksaan dilakukan secara acak dan juga saat ada indikasi perilaku tidak biasa.
-
Hasil pengukuran dicatat ke formulir sederhana (tanggal, jam, departemen, nilai BAC, tindakan).
-
Data rekap bulanan digunakan bukan untuk menghukum, tetapi untuk edukasi—misalnya sesi sosialisasi tambahan di departemen dengan insiden tertinggi.
Dalam beberapa bulan, manajemen melihat penurunan signifikan dalam jumlah pelanggaran terkait alkohol. Selain itu, perusahaan memiliki dokumentasi yang jelas jika terjadi insiden keselamatan, sehingga proses investigasi menjadi lebih terstruktur. PCE-ALC 10 berperan sebagai alat bantu objektif dalam dialog antara karyawan dan perusahaan.
Studi Kasus 2 – Teaching Lab tentang Alkohol dan Keselamatan Berkendara
Di sebuah fakultas kesehatan masyarakat, dosen ingin mengajarkan kepada mahasiswa bagaimana kadar alkohol berdampak pada kemampuan mengemudi. Alih-alih hanya ceramah, mereka merancang praktikum demonstratif.
Langkah yang dilakukan:
-
Menggunakan PCE-ALC 10 sebagai alat utama pengukuran napas.
-
Mahasiswa diminta melakukan simulasi tanpa konsumsi alkohol (misalnya menggunakan larutan beraroma alkohol non-etanol atau simulasi dengan data), kemudian mempelajari bagaimana alat menampilkan nilai nol.
-
Data yang tersimpan di memori (hingga 100 data) digunakan untuk latihan analisis statistik sederhana: distribusi nilai, variasi antar subjek, dan interpretasi zona warna.
Karena praktikum tidak menggunakan darah atau sampel invasif, prosedur administrasi menjadi lebih ringan. Sementara itu, mahasiswa mendapatkan gambaran nyata bagaimana alat screening di lapangan bekerja dan apa keterbatasannya.
Langkah-Langkah Menggunakan PCE-ALC 10
Berikut panduan umum penggunaan PCE-ALC 10 untuk skenario screening di pos keamanan perusahaan:
-
Siapkan alat dan lingkungan
-
Pastikan baterai cukup terisi (indikator di layar).
-
Gunakan di area yang terlindung dari hujan dan angin kencang, dalam rentang suhu yang dianjurkan.
-
-
Pasang mouthpiece baru
-
Ambil satu mouthpiece dari kemasan bersih.
-
Pasangkan ke port tiup di bagian atas alat hingga terpasang kokoh.
-
-
Nyalakan alat
-
Tekan tombol power.
-
Tunggu proses pemanasan selama sekitar 10 detik. Panduan suara dan indikator di layar akan menunjukkan ketika alat siap.
-
-
Instruksikan orang yang akan dites
-
Minta orang tersebut untuk tidak makan, minum, atau merokok beberapa menit sebelum tes guna mengurangi efek residu di mulut.
-
Jelaskan bahwa mereka perlu meniup secara stabil sampai instruksi selesai.
-
-
Lakukan pengukuran
-
Saat alat menunjukkan status siap, minta subjek meniup melalui mouthpiece.
-
Voice output akan memberi tahu kapan mulai dan kapan boleh berhenti.
-
Setelah sekitar 5 detik, hasil BAC akan muncul di layar bersama indikator warnanya.
-
-
Catat hasil
-
Jika digunakan untuk kepentingan K3, catat nilai BAC, ID karyawan, tanggal, dan waktu ke formulir atau sistem yang digunakan.
-
Jika hasil masuk zona kuning atau merah, ikuti prosedur internal (misalnya re-test setelah beberapa menit atau rujukan ke atasan).
-
-
Setelah selesai
-
Lepas dan buang mouthpiece sekali pakai di tempat sampah yang sesuai.
-
Jika hari penggunaan sudah selesai, matikan alat. Jika lupa, auto power-off akan bekerja setelah sekitar 115 detik.
-
Simpan alat di tempat yang kering dan aman.
-
Untuk laboratorium atau teaching lab, alurnya mirip, hanya saja pencatatan data biasanya dilakukan dalam lembar kerja eksperimen dan digunakan untuk analisis ilmiah.
Kesimpulan: Siapa yang Paling Diuntungkan dari PCE-ALC 10?
PCE-ALC 10 menempati posisi menarik di antara breathalyzer portabel: tidak seekstrem alat forensik profesional dengan harga tinggi dan prosedur rumit, tetapi jauh lebih serius dibanding gadget hiburan.
Keunggulan utamanya:
-
Pengukuran cepat dan cukup akurat (0,00–0,40% BAC, resolusi 0,001% BAC, akurasi ±0,015% BAC).
-
Desain kompak, ringan, dengan baterai isi ulang USB-C.
-
Indikator warna “traffic light”, voice output, dan memori 100 data yang mendukung screening massal dan edukasi.
-
Rentang kondisi operasi dan feature set yang sesuai untuk penggunaan indoor di perusahaan, institusi pendidikan, ataupun lembaga riset.
PCE-ALC 10 sangat cocok untuk:
-
Departemen K3 dan HR yang membutuhkan alat screening alkohol yang praktis untuk menjaga keselamatan kerja.
-
Perusahaan dengan armada kendaraan operasional yang ingin memastikan pengemudi bebas alkohol.
-
Teaching lab dan program pendidikan yang ingin mendemonstrasikan teknologi breathalyzer dan konsep BAC.
-
Individu yang ingin melakukan pengecekan mandiri sebelum berkendara, dengan catatan tetap mematuhi regulasi dan tidak menjadikan alat ini satu-satunya dasar keputusan.
Jika organisasi Anda membutuhkan alat pendukung program keselamatan terkait alkohol yang mudah dioperasikan, mudah dibawa, dan cukup andal untuk screening harian, PCE-ALC 10 layak dipertimbangkan sebagai bagian dari sistem K3 yang lebih besar.
FAQ Singkat PCE-ALC 10
1. Apakah PCE-ALC 10 bisa digunakan sebagai bukti hukum resmi?
PCE-ALC 10 sangat baik untuk screening internal dan edukasi. Namun, untuk keperluan penegakan hukum formal biasanya diperlukan perangkat yang tersertifikasi khusus dan prosedur kalibrasi yang mengikuti regulasi nasional. Selalu konsultasikan dengan pihak berwenang jika ingin menggunakan hasil sebagai bukti hukum.
2. Seberapa sering alat perlu dikalibrasi?
Pabrikan tidak merinci interval kalibrasi dalam potongan spesifikasi yang tersedia. Sebagai praktik umum, banyak organisasi menetapkan pemeriksaan fungsi berkala (misalnya setiap beberapa bulan) dan mengacu pada rekomendasi pabrikan lengkap yang tersedia saat pembelian.
3. Apakah USB-C pada PCE-ALC 10 dapat digunakan untuk transfer data ke komputer?
Spesifikasi menekankan fungsi USB-C sebagai antarmuka pengisian daya. Tidak disebutkan adanya software atau fitur ekspor data otomatis. Karena itu, anggap port ini terutama untuk charging dan lakukan pencatatan hasil secara manual.
4. Berapa lama baterai bisa bertahan dalam penggunaan normal?
Kapasitas baterai adalah 800 mAh. Lama pakai aktual bergantung pada frekuensi pengukuran dan seberapa sering backlight serta voice output aktif. Dengan fungsi auto power-off, alat dirancang agar satu kali pengisian cukup untuk banyak sesi pengukuran ringan.
5. Bisakah mouthpiece digunakan berulang kali?
Secara teknis bisa jika dibersihkan, tetapi untuk alasan higienis dan menghindari kontaminasi silang, banyak organisasi memilih menggunakan mouthpiece sekali pakai untuk setiap orang.
6. Apakah alat ini bisa digunakan di luar ruangan?
Selama kondisi suhu dan kelembapan masih dalam rentang operasi (-5 hingga 40 °C, 0–95% RH) dan alat terlindung dari hujan langsung, PCE-ALC 10 dapat digunakan di luar ruangan. Namun, kelas proteksi IP20 berarti alat tidak tahan air, sehingga perlu perlindungan tambahan.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium dan instrumen industri, CV. Java Multi Mandiri memahami bahwa pengelolaan risiko alkohol adalah bagian penting dari keselamatan kerja, kualitas produksi, dan kepatuhan regulasi. Kami melayani klien bisnis di berbagai sektor—industri manufaktur, pabrik minuman, perusahaan logistik, institusi pendidikan, hingga laboratorium riset—dengan menyediakan instrumen berkualitas seperti PCE-ALC 10 Alcohol Meter / Breathalyzer dan perangkat pendukung lainnya.
Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan konsistensi program screening alkohol di perusahaan, menyusun SOP pemeriksaan yang lebih terstruktur, atau merancang praktikum edukatif terkait alkohol dan keselamatan, mari diskusikan kebutuhan organisasi Anda bersama kami untuk menemukan konfigurasi perangkat dan layanan yang paling sesuai.
Rekomendasi Alcohol Meter Breathalyzer Unggulan untuk Kebutuhan Anda
Referensi
-
Simatupang, G. H. N., Sompie, S. R. U. A., & Tulung, N. M. (2015). RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI KADAR ALKOHOL MELALUI EKHALASI MENGGUNAKAN SENSOR TGS2620 BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO. E-Journal Teknik Elektro dan Komputer, 4(7), 15–24. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/elekdankom/article/download/10590/10177
-
‘Ulum, A., Nugroho, S., Rahayu, C. P., & Wibowo, A. (2024). RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI KANDUNGAN ALKOHOL BERBASIS ARDUINO MELALUI HEMBUSAN NAFAS MANUSIA. Jurnal Politeknosains, 23(2). Retrieved from https://jurnal.politama.ac.id/index.php/politeknosains/article/download/312/262/326


















