Operator Indonesia memeriksa sensor angin PCE-FST-200-201-H-U di atap WWTP, anemometer cangkir terpasang pada tiang stainless dengan kabel M12, latar kolam aerasi dan gedung pabrik, kondisi cuaca cerah berawan.

PCE-FST-200-201-H-U: Sensor Angin 0–10V Untuk Proses

Daftar Isi

Di sebuah instalasi pengolahan air limbah, alarm bau H₂S menyala saat jam operasional sore. Operator butuh keputusan cepat: tutup area tertentu, atau alihkan aliran udara ke cerobong yang lebih tinggi. Tanpa data kecepatan angin yang akurat, keputusan berisiko—arah penyebaran gas bisa salah prediksi dan prosedur evakuasi terlambat beberapa menit. Dalam skenario seperti ini, sumber data real-time yang stabil, tahan cuaca, dan mudah diintegrasikan ke PLC/SCADA menjadi krusial.

Solusinya adalah memasang sensor angin permanen yang memberikan sinyal analog terstandarisasi—mudah dibaca oleh pengendali apa pun—serta siap bekerja di kondisi ekstrem (dingin, hujan, kabut garam). Itulah niche dari PCE-FST-200-201-H-U: sebuah anemometer cangkir (cup anemometer) untuk instalasi permanen, dengan keluaran 0–10 V DC, dilengkapi pemanas internal dan perlindungan segel. Artikel ini mengulas teknologi, desain, cara integrasi, serta spesifikasi resmi yang relevan bagi QA/QC lab, WTP/WWTP, F&B, farmasi & biotek, proses kimia, hingga pertanian modern.

Teknologi dari produk PCE-FST-200-201-H-U

Prinsip dasar sensor ini adalah anemometer cangkir. Tiga cangkir ringan dipasang pada poros vertikal; saat angin bertiup, cangkir berputar proporsional dengan kecepatan aliran udara. Putaran tersebut diterjemahkan oleh transduser internal menjadi sinyal listrik analog. Pada model PCE-FST-200-201-H-U, konversi akhirnya menghasilkan output 0–10 V DC yang linier terhadap kecepatan angin dalam rentang terukur.

Mengapa pendekatan ini relevan jangka panjang? Karena teknologi cup anemometer sudah mapan, teruji puluhan tahun di meteorologi dan industri. Komponen mekanisnya sederhana, responsnya stabil pada rentang kecepatan rendah–tinggi, dan proses kalibrasi relatif lurus. Untuk pemantauan permanen—misalnya di cerobong, atap pabrik, area aerasi WWTP, atau sekitar gudang bahan kimia—keunggulan utama adalah keberlanjutan: sensor terus menyediakan data tanpa interaksi operator, cukup dengan perawatan berkala sederhana (pembersihan mekanik, inspeksi bearing).

Dibanding metode pengukuran sesekali memakai anemometer genggam, sistem permanen memberi tren waktu nyata, sehingga:

  • alarm dan interlock dapat diotomasi,

  • pelaporan kepatuhan (mis. kontrol bau atau dispersi emisi) menjadi objektif,

  • keputusan operasional (buka/tutup damper, atur kecepatan blower, jadwal spraying deodorizer) berbasis data, bukan perkiraan.

Spesifikasi dan fitur product

PCE-FST-200-201-H-U adalah sensor kecepatan angin untuk instalasi permanen dengan keluaran analog 0…10 V DC. Menurut informasi resmi pabrikan (PCE Instruments), model ini:

  • menggunakan material paduan antikarat (corrosion-resistant alloy),

  • kedap cuaca melalui penggunaan seal,

  • dilengkapi pemanas internal agar tidak membeku,

  • sensitif hingga pergerakan udara yang sangat kecil (mendeteksi dari <0,5 m/s),

  • tersedia dengan kelas perlindungan IP55,

  • dirancang untuk lingkungan suhu -20 hingga 85 °C dengan kelembapan relatif hingga 95%.

Apa yang membuatnya istimewa? Kombinasi “weatherproof + pemanas + analog 0–10 V + sensitivitas rendah” memperluas aplikasi dari meteorologi umum ke kontrol proses industri. Banyak sensor angin tanpa pemanas akan gagal atau macet pada suhu rendah; model ini menjaga poros dan sensor tetap berfungsi lewat pemanas 10 W (pada 24 V DC). Sinyal 0–10 V memudahkan integrasi lintas platform—PLC, pengontrol HVAC, data logger, atau modul AI analog di DCS—tanpa perlu protokol digital khusus.

Desain dan ergonomi

Sebagai sensor stasioner, PCE-FST-200-201-H-U tidak memiliki layar atau tombol fisik; bentuknya dome/rotor anemometer cangkir yang dipasang pada tiang/braket. Material utama berupa paduan tahan korosi untuk memastikan ketahanan outdoor. Informasi berat dan dimensi spesifik tidak disebutkan pada sumber pabrikan yang dirujuk dalam ulasan ini; untuk keperluan rekayasa detail (misalnya perhitungan beban angin di tiang), pengguna biasanya mengacu pada gambar teknik dari vendor saat pemesanan.

Catu daya menggunakan DC 12…36 V (operasi), dengan pemanas 10 W pada 24 V DC. Karena ada pemanas, disarankan suplai 24 V DC yang stabil pada lokasi dengan risiko embun beku atau suhu rendah—umum pada plant di dataran tinggi atau dekat ruang pendingin. Untuk penggunaan lapangan:

  • pasang pada lokasi bebas turbulensi lokal (minimal 10× tinggi penghalang terdekat),

  • gunakan kabel M12 dengan rating outdoor,

  • perhatikan proteksi surge dan ground yang baik, terutama bila menara berada di area petir.

Lingkungan operasi resmi: -20…85 °C, kelembapan hingga 95% RH, dan IP55. IP55 berarti terlindung dari debu dalam jumlah yang mengganggu dan dari semburan air dari segala arah—cukup untuk hujan lebat, tetapi bukan perendaman.

Antarmuka dan pengalaman pengguna

Karena ini adalah transduser, antarmukanya bukan pada perangkat, melainkan pada sistem yang menerimanya. Output 0…10 V DC bisa langsung dibaca:

  • modul analog PLC/DCS (mis. 0–10 V),

  • data logger industri,

  • konverter ke jaringan (mis. modul analog-to-Modbus/TCP),

  • panel indicator/recorder 0–10 V.

Tidak ada layar, menu, bahasa, memori, maupun fitur auto-hold pada sensor ini—semua kualitas hidup ditempatkan di sisi sistem penerima data. Keuntungan pendekatan ini: instalasi sangat sederhana, latensi hampir nol, dan kompatibilitas luas.

Fitur-fitur cerdas/unggulan

  • Pemanas internal 10 W (pada 24 V DC): menghambat pembekuan dan kondensasi pada poros/komponen, menjaga sensor tetap berputar di lingkungan bersalju atau sangat lembap. Manfaat: kontinuitas data dan pengurangan perawatan di musim dingin.

  • Perlindungan segel (weatherproof + seals): mencegah masuknya air/partikel halus ke bagian sensitif. Manfaat: umur pakai panjang, stabilitas jangka panjang untuk audit.

  • Bahan paduan antikarat: tahan oksidasi/korosi, cocok untuk area maritim, dekat cooling tower, atau plant kimia dengan aerosol agresif. Manfaat: biaya total kepemilikan lebih rendah.

  • Sensitivitas kecepatan rendah: mendeteksi pergerakan udara sangat kecil (<0,5 m/s). Manfaat: berguna untuk fume hood monitoring, area penyimpanan gas, ruang lab, dan studi ventilasi.

  • Keluaran analog 0–10 V: standar industri, mudah dikonversi ke satuan teknik (m/s atau mph). Manfaat: integrasi cepat ke PLC/SCADA tanpa gateway khusus.

Catatan: fitur seperti memori internal, software PC, logging terintegrasi, atau ATC tidak berlaku untuk sensor ini karena memang didesain sebagai transduser analog sederhana dan tangguh.

Kontrol eksternal dan integrasi sistem

Integrasi tipikal:

  • Sambungkan output 0–10 V ke input analog PLC/SCADA.

  • Terapkan scaling linier sesuai rentang (mis. 0 V = 0 m/s, 10 V = 50 m/s).

  • Terapkan filter digital (moving average) pada PLC bila diperlukan untuk meredam fluktuasi turbulensi.

  • Untuk pelaporan, ekspor data dari historian/SCADA ke Excel, LIMS, atau sistem pelaporan lingkungan.

Dalam workflow modern, data kecepatan angin bisa digabungkan dengan sensor gas H₂S/NH₃, status damper, dan laju blower untuk analitik: tren harian, korelasi cuaca vs keluhan bau, sampai penentuan batas operasional aman (alarm, interlock).

Spesifikasi teknis lengkap

Parameter Nilai
Sinyal keluaran 0…10 V DC
Tegangan operasi 12…36 V DC
Rentang pengukuran 0,5…50 m/s (≈ 1,1…111,8 mph)
Sensitivitas/ambang deteksi ≤ 0,5 m/s (≈ 1,1 mph)
Akurasi ±0,5 m/s (< 5 m/s / 11,2 mph) dan ±3% dari nilai skala untuk >5 m/s
Daya pemanas 10 W pada 24 V DC
Suhu operasi -20…85 °C (≈ -4…185 °F), ≤ 95% RH
Kecepatan angin maksimum 70 m/s (≈ 156,6 mph) selama maks. 30 menit
Koneksi daya/sinyal M12
Kelas perlindungan IP55
Material Paduan tahan korosi (corrosion-resistant alloy)
Fitur ketahanan Seal pelindung, pemanas anti-beku
Cakupan pengiriman 1× sensor PCE-FST-200-201-H-U, 1× plug M12, 1× kabel 3 m (9,8 ft), 1× manual

Penjelasan awam: keluaran 0–10 V adalah “bahasa umum” bagi perangkat kontrol. PLC membaca tegangan ini dan mengonversinya menjadi kecepatan angin. Misalnya, jika skala diset 0–10 V = 0–50 m/s, maka 5 V ≈ 25 m/s. Ambang deteksi ≤0,5 m/s berarti sensor sudah mampu merespons hembusan pelan (sekitar standar face velocity fume hood). Kecepatan maksimum 70 m/s selama 30 menit memberi margin keselamatan untuk badai sementara.

Panduan memilih komponen tambahan

Memilih rentang & contoh aplikasi

Kebutuhan Aplikasi Skema Scaling di PLC Contoh Lokasi
Pemantauan ventilasi lab/fume hood (0–5 m/s) 0–10 V = 0–10 m/s (resolusi lebih halus pada kecepatan rendah) Tepi sash fume hood, exhaust duct
Dispersi bau & emisi WWTP (0–20 m/s) 0–10 V = 0–20 m/s Atap plant, dekat kolam aerasi (menara)
Monitoring cuaca pabrik/proses umum (0–50 m/s) 0–10 V = 0–50 m/s (default) Menara meteorologi di area industri
Proteksi proses sensitif (0–8 m/s) 0–10 V = 0–8 m/s Ruang fermentor/ruang penyimpanan gas

Aksesori yang berguna:

  • Kabel M12 tambahan (IP-rated) dengan panjang sesuai jalur.

  • Braket/tiang pemasangan stainless.

  • Power supply 24 V DC stabil untuk pemanas.

  • Modul input analog PLC/DCS 0–10 V.

  • Data logger analog atau IoT gateway (untuk integrasi awan).

  • Penangkal petir & grounding yang baik untuk menara.

Faktor yang memengaruhi hasil:

  • Turbulensi lokal karena bangunan/penghalang (place sensor di lokasi terbuka).

  • Ketinggian pemasangan (idealnya di atas atap terdekat, bersih dari wake eddies).

  • Kondensasi/icing (aktifkan pemanas pada 24 V).

  • Kabel panjang (jaga drop tegangan dan noise; gunakan shielded cable).

  • Perawatan bearing (pembersihan berkala di lingkungan berdebu/korosif).

Panduan cara menggunakan produk langkah demi langkah

Skenario: Unit WWTP menghadapi keluhan bau saat shift malam. Plant ingin mengotomasi pengaktifan sistem spraying deodorizer berdasarkan kecepatan angin dan arah dominan (arah ditangani oleh sensor arah terpisah; di sini kita fokus pada kecepatan dengan PCE-FST-200-201-H-U).

  1. Survei lokasi
    Identifikasi titik terbuka di atap atau menara kecil dengan jarak aman dari penghalang. Upayakan tinggi minimal 10 m atau setidaknya 10× tinggi penghalang terdekat.

  2. Pemasangan tiang & braket
    Pasang tiang stainless/galvanis. Pastikan tegak lurus (gunakan waterpass). Siapkan braket sesuai pola baut sensor. Kencangkan dengan torque yang memadai.

  3. Pemasangan sensor
    Tempatkan PCE-FST-200-201-H-U pada braket. Pastikan rotor cangkir berputar bebas. Periksa kembali orientasi dan clearance dari kabel.

  4. Koneksi kelistrikan
    Sambungkan konektor M12 ke kabel IP-rated (termasuk dalam paket 3 m; gunakan kabel tambahan bila jarak lebih). Tarik kabel ke panel kontrol/PLC.

    • Pasok 24 V DC (disarankan) ke sensor agar pemanas siap.

    • Hubungkan output 0–10 V ke input analog PLC (AI 0–10 V, common ground).

  5. Scaling di PLC/SCADA
    Terapkan konversi linier: misalnya 0–10 V = 0–50 m/s. Tambahkan filter rata-rata 5–10 detik untuk meredam fluktuasi.

  6. Kalibrasi/validasi lapangan
    Bandingkan bacaan dengan anemometer referensi portabel pada hari berangin tenang untuk sanity check, atau gunakan prosedur validasi internal (simulasi sinyal 0–10 V untuk memeriksa skalasi). Catat hasil di lembar validasi.

  7. Logika kontrol deodorizer
    Buat aturan: jika kecepatan 3–6 m/s menuju pemukiman (arah dari sensor terpisah), aktifkan nozzle deodorizer otomatis. Jika >10 m/s, naikkan duty cycle. Semua kejadian tercatat di historian.

  8. Pemeliharaan berkala
    Setiap 1–3 bulan: bersihkan cangkir/poros dari debu atau sarang serangga, cek kekencangan baut, dan uji fungsi pemanas. Lakukan inspeksi ekstra setelah badai besar.

Dengan alur ini, plant memperoleh data real-time yang konsisten untuk keputusan cepat saat keluhan bau muncul, sekaligus arsip bukti kepatuhan.

Kesimpulan dan rekomendasi

PCE-FST-200-201-H-U memadukan hal yang paling dibutuhkan pengguna industri: robust di luar ruang, sensitif pada kecepatan rendah, dan mudah diintegrasikan. Pemanas 10 W mencegah pembekuan, segel weatherproof menjaga keandalan, dan output 0–10 V membuatnya “bahasa universal” untuk PLC/SCADA. Sensor ini sangat cocok bagi:

  • WWTP/WTP: kontrol bau, keselamatan operator, korelasi cuaca–proses.

  • QA/QC & riset: eksperimen ventilasi ruang, monitoring fume hood/exhaust.

  • Proses kimia & F&B: otomasi damper/blower berbasis angin luar.

  • Pertanian/aquaculture: pemetaan ventilasi rumah kaca atau area budidaya terbuka.

Jika Anda membutuhkan logging lokal, tampilan, atau konektivitas digital native (Modbus, RS-485), siapkan perangkat penerima (PLC/data logger/gateway). Namun jika prioritas Anda adalah ketahanan outdoor, respons yang stabil, dan integrasi cepat, model ini adalah kandidat kuat.

FAQ singkat

  1. Apakah PCE-FST-200-201-H-U memiliki display atau memori internal?
    Tidak. Ini adalah sensor analog 0–10 V untuk integrasi ke PLC/SCADA atau data logger.

  2. Bisakah dipakai di daerah bersalju?
    Ya, terdapat pemanas 10 W (pada 24 V DC) untuk mencegah pembekuan; suhu operasi -20…85 °C.

  3. Seberapa rendah kecepatan angin yang bisa dideteksi?
    Sensor sensitif terhadap pergerakan udara kecil, dengan kemampuan membaca mulai dari <0,5 m/s.

  4. Bagaimana akurasinya?
    ±0,5 m/s untuk kecepatan <5 m/s dan ±3% dari nilai untuk >5 m/s (mengacu pada spesifikasi resmi).

  5. Apa kelas perlindungannya?
    IP55—tahan debu dalam tingkat tertentu dan semburan air, cocok untuk outdoor (bukan perendaman).

  6. Apakah tersedia versi 4–20 mA?
    Seri ini tersedia dalam berbagai versi output; model yang dibahas di sini adalah 0–10 V. Untuk varian lain, cek katalog resmi PCE Instruments.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan kecepatan angin dalam mendukung keselamatan proses, kontrol bau, dan validasi ventilasi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti PCE-FST-200-201-H-U dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian emisi dan ventilasi, memastikan kontrol yang konsisten, dan memenuhi standar tertinggi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pemantauan angin pada utilitas dan proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi Air Flow Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.