Dalam industri makanan dan minuman, kontrol suhu bukan sekadar parameter teknis—melainkan bagian penting dari sistem keamanan pangan. Banyak proses seperti pasteurisasi, pemanggangan, pengeringan, hingga pendinginan cepat sangat bergantung pada suhu yang konsisten dan akurat. Ketidaktepatan pengukuran suhu dapat menyebabkan produk tidak memenuhi standar keamanan, berisiko kontaminasi mikrobiologis, hingga potensi recall produk yang merugikan.
Di sisi lain, pengukuran suhu secara kontak sering kali tidak praktis atau bahkan tidak memungkinkan, terutama pada proses yang berjalan cepat atau berada dalam sistem tertutup. Penggunaan alat yang tidak sesuai juga dapat memperlambat inspeksi dan meningkatkan risiko kesalahan operator. Dalam konteks ini, diperlukan solusi pengukuran suhu non-kontak yang cepat, stabil, dan dapat terintegrasi dengan sistem monitoring industri.
Deskripsi Singkat PCE-IRT 10-ICA
PCE-IRT 10-ICA merupakan thermometer inframerah untuk instalasi permanen yang dirancang untuk pemantauan suhu secara kontinu pada proses industri, termasuk industri makanan. Alat ini bekerja dengan prinsip pengukuran radiasi inframerah, memungkinkan pengukuran tanpa kontak langsung dengan objek.
Dengan rentang pengukuran 0 hingga 600°C, alat ini mampu menangani berbagai tahapan proses termal. Output analog 4–20 mA memungkinkan integrasi langsung ke sistem kontrol seperti PLC atau SCADA, sehingga cocok untuk condition monitoring yang membutuhkan data real-time.
Keunggulan utama alat ini terletak pada respon cepat (150 ms), emissivity yang dapat disesuaikan, serta desain stainless steel dengan perlindungan IP65. Hal ini menjadikannya relevan untuk lingkungan produksi makanan yang menuntut higienitas dan ketahanan terhadap kondisi operasional.
Fungsi & Kegunaan Produk
Fungsi Utama
- Mengukur suhu permukaan objek tanpa kontak langsung menggunakan sensor inframerah
- Mengirimkan sinyal output 4–20 mA untuk sistem monitoring industri
- Menyediakan pembacaan suhu secara real-time melalui display LCD
Kegunaan di Lapangan
- Monitoring suhu conveyor oven pada industri bakery
- Pengawasan suhu permukaan produk dalam proses pengeringan
- Kontrol suhu pada sistem pemanasan atau pendinginan otomatis
- Validasi suhu proses HACCP
Skenario Penggunaan
Sebelum proses
- Instalasi sensor pada posisi tetap menggunakan mounting bracket
- Penyesuaian emissivity sesuai jenis material makanan
Saat proses
- Sensor membaca suhu secara kontinu tanpa mengganggu proses
- Data dikirim ke sistem kontrol untuk monitoring dan alarm
Sesudah proses
- Data digunakan untuk analisis kualitas dan audit proses
Mode Kerja
- Non-contact infrared measurement
- Continuous monitoring dengan output analog
- Peak hold untuk menangkap suhu maksimum dalam interval tertentu
Bidang / Industri Pengguna
- Industri makanan dan minuman → sebagai alat monitoring suhu proses produksi
- Industri pengolahan hasil pertanian → kontrol suhu pengeringan
- Industri farmasi → pemantauan suhu non-kontak pada proses sensitif
- Industri manufaktur umum → pengawasan suhu mesin dan material
Keunggulan / Highlights
- Membantu teknisi memonitor suhu tanpa menghentikan proses produksi
- Meminimalkan risiko kontaminasi karena pengukuran non-kontak
- Mempercepat proses inspeksi dengan respon cepat 150 ms
- Memudahkan integrasi dengan sistem kontrol melalui output 4–20 mA
- Mengurangi potensi kesalahan operator dengan tampilan LCD langsung
- Tahan terhadap lingkungan industri berkat housing stainless steel dan IP65
Perbandingan / Posisi Produk
| Metode | Dampak ke Material | Kecepatan | Repeatability | Kesesuaian Commissioning |
|---|---|---|---|---|
| Termometer kontak manual | Kontak langsung | Lambat | Sedang | Terbatas |
| Sensor konvensional tanpa output analog | Non-kontak | Sedang | Sedang | Kurang fleksibel |
| PCE-IRT 10-ICA | Non-kontak | Cepat (150 ms) | Tinggi | Sangat sesuai (4–20 mA) |
Spesifikasi Teknis
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Measuring range | 0 … 600°C / 32 … 1112°F |
| Measurement accuracy | ±1.5°C atau 1% nilai ukur |
| Repeatability | ±1°C atau 0.5% |
| Optical resolution | 20:1 |
| Output signal | 4 … 20 mA |
| Spectral sensitivity | 8 … 14 µm |
| Emissivity | 0.100 … 1.000 adjustable |
| Power supply | 12 … 24V DC |
| Burden | 500 ohms |
| Protection class | IP65 |
| Material | Stainless steel |
| Operating temperature | 0 … 70°C |
| Relative humidity | 10 … 85% |
| Measurement time | 150 ms |
| Cable length | 1 m |
| Display | LCD |
| Dimensions | Ø59.5 x 63.5 mm |
| Weight | ±200 g |
Tata Cara Pemakaian
- Persiapkan alat dan pastikan koneksi kabel sesuai standar
- Pasang sensor pada posisi tetap menggunakan bracket
- Hubungkan ke power supply 12–24V DC
- Atur emissivity sesuai material objek
- Arahkan sensor ke target pengukuran
- Pantau hasil melalui display atau sistem kontrol
- Simpan data jika terhubung ke sistem monitoring
Catatan: Pastikan objek lebih besar dari spot size untuk menghindari error pengukuran
Cara Kerja / Metode Pengukuran
Alat ini bekerja dengan mendeteksi energi inframerah yang dipancarkan oleh objek. Sensor kemudian mengonversi energi tersebut menjadi nilai suhu berdasarkan emissivity yang telah diatur.
Semakin tinggi suhu objek, semakin besar energi inframerah yang dipancarkan. Sensor menggunakan panjang gelombang 8–14 µm untuk mendeteksi energi ini secara stabil.
Beberapa hal penting:
- Emissivity harus disesuaikan agar hasil akurat
- Objek harus berada dalam area spot sensor
- Hindari gangguan radiasi dari sumber lain seperti sinar matahari
Kelengkapan Produk
- Unit Thermometer PCE-IRT 10
- Mounting bracket
- Kabel koneksi 1 m
- Manual penggunaan
- Sertifikat kalibrasi ISO
Manfaat bagi Pengguna
- Efisiensi kerja meningkat karena monitoring otomatis
- Peningkatan kualitas produk melalui kontrol suhu yang konsisten
- Penghematan biaya karena minim rework dan reject
- Pengurangan kesalahan akibat pengukuran manual
- Mendukung audit HACCP dan standar ISO
FAQ
Apakah alat ini bisa digunakan tanpa menyentuh objek?
Ya, menggunakan teknologi inframerah sehingga tidak perlu kontak langsung.
Apakah cocok untuk industri makanan?
Cocok, terutama untuk monitoring proses suhu secara higienis.
Apakah bisa terhubung ke PLC?
Bisa, melalui output analog 4–20 mA.
Apakah perlu kalibrasi rutin?
Disarankan untuk menjaga akurasi, terutama pada aplikasi kritis.
Apakah bisa digunakan di lingkungan lembab?
Bisa, dengan perlindungan IP65.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengukuran suhu dalam menjaga kualitas dan keamanan proses industri, khususnya di sektor makanan dan manufaktur. Kami menyediakan berbagai instrumen berkualitas tinggi seperti PCE-IRT 10-ICA dan perangkat monitoring lainnya untuk membantu perusahaan Anda meningkatkan efisiensi operasional dan memastikan kepatuhan terhadap standar industri. Jika Anda ingin meningkatkan sistem monitoring suhu di lini produksi Anda, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Thermometer Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Thermometer PCE-HT 112
Lihat Produk★★★★★ -

Thermometer PCE-THT 10
Lihat Produk★★★★★ -

Thermometer PCE-EMD 5-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Thermometer PCE-CMM 8
Lihat Produk★★★★★ -

Thermometer PCE-T 330
Lihat Produk★★★★★ -

Thermometer PCE-AQD 50
Lihat Produk★★★★★ -

Thermometer PCE-RCM 8
Lihat Produk★★★★★ -

Thermometer PCE-895
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Brown, T., & Babbitt, C. (2014). Infrared Temperature Measurement in Food Safety and Quality Assurance Applications. Journal of Food Protection, 77(9), 1652–1657. Retrieved from https://meridian.allenpress.com/jfp/article-pdf/77/9/1652/1688594/0362-028x_jfp-13-480.pdf
- Ndraha, N., Hsiao, H. I., Vlajic, J., Yang, M. F., & Lin, H. T. V. (2018). Time–Temperature Abuse in the Food Cold Chain: Review of Issues, Challenges, and Recommendations. Food Control, 89, 12–21. Retrieved from https://doi.org/10.1016/j.foodcont.2018.01.027
- Koutsoumanis, K., Kendall, P., Sofos, J., & Taoukis, P. (2005). Application of Temperature Monitoring Systems in Food Safety Management. Food Control, 16(1), 79–89. Retrieved from https://doi.org/10.1016/j.foodcont.2003.10.010
- James, S. J., James, C., & Evans, J. A. (2006). Modelling of Food Transportation Systems – A Review. International Journal of Refrigeration, 29(6), 947–957. Retrieved from https://www.researchgate.net/profile/S-James/publication/222563210_Modelling_of_food_transportation_systems_A_review/links/0046352a9a9b7b1b2c000000/Modelling-of-food-transportation-systems-A-review.pdf

























