Di lingkungan industri seperti pabrik manufaktur, foundry, atau area produksi dengan mesin berat, kebisingan sering kali dianggap sebagai “risiko yang tidak terlihat”. Banyak engineer baru menyadari dampaknya ketika terjadi keluhan operator, penurunan produktivitas, atau bahkan audit K3 yang tidak lolos. Tanpa pengukuran yang kontinu, level kebisingan yang fluktuatif sulit dikontrol dan berpotensi melampaui batas paparan yang diizinkan.
Risiko dari pengabaian ini tidak hanya terkait kesehatan pekerja seperti gangguan pendengaran, tetapi juga berdampak pada kepatuhan terhadap standar keselamatan dan regulasi industri. Dalam konteks ini, kebutuhan akan sistem monitoring kebisingan yang mampu bekerja secara real-time dan terintegrasi menjadi sangat penting, terutama untuk lingkungan dengan operasi 24/7.
Deskripsi Singkat PCE-SLT-TRM-ICA
PCE-SLT-TRM-ICA adalah sound level meter industri yang dirancang untuk monitoring kebisingan secara kontinu dalam jangka panjang. Perangkat ini terdiri dari sensor akustik yang dapat dipasang di dinding serta transmitter yang mengubah sinyal suara menjadi output analog untuk integrasi sistem.
Alat ini digunakan untuk mengukur tingkat tekanan suara (SPL) dalam satuan desibel (dB), dengan kemampuan output 4–20 mA yang umum digunakan dalam sistem otomasi industri. Hal ini memungkinkan integrasi langsung ke PLC, SCADA, atau data logger untuk pemantauan terpusat.
Keunggulan utama perangkat ini terletak pada kemampuannya melakukan monitoring secara stabil, dengan akurasi yang konsisten serta dukungan kalibrasi ISO. Hal ini menjadikannya relevan untuk aplikasi audit lingkungan kerja, pemantauan kebisingan produksi, hingga compliance terhadap standar K3.
Fungsi & Kegunaan Produk
Fungsi utama alat
- Mengukur tingkat kebisingan (sound pressure level) dalam satuan dB
- Monitoring kebisingan secara kontinu (continuous monitoring)
- Memberikan output analog 4–20 mA untuk sistem kontrol
Kegunaan spesifik di lapangan
- Monitoring noise di area produksi
- Pengendalian ambang batas kebisingan
- Integrasi dengan sistem alarm atau kontrol ventilasi
Skenario penggunaan
Sebelum pekerjaan:
- Instalasi sensor pada titik strategis (misalnya dekat mesin)
- Setting range pengukuran sesuai lingkungan
Saat operasi:
- Sensor menangkap suara secara kontinu
- Data dikirim ke transmitter dan diteruskan ke sistem monitoring
Setelah pekerjaan:
- Data dianalisis untuk evaluasi exposure noise
- Digunakan untuk audit atau laporan compliance
Mode kerja
- Continuous monitoring (non-stop)
- Fixed installation (wall-mounted sensor)
- Analog transmission (4–20 mA output)
Bidang / Industri Pengguna
- Industri manufaktur: monitoring kebisingan mesin produksi
- Foundry & metal processing: kontrol paparan suara ekstrem
- Otomasi industri: input data noise ke PLC/SCADA
- Building management: monitoring lingkungan kerja
- Event dan fasilitas umum: pengawasan kebisingan area publik
Keunggulan / Highlights
- Membantu teknisi memantau kebisingan tanpa harus melakukan pengukuran manual berulang
- Meminimalkan risiko paparan suara berlebih pada operator
- Mendukung integrasi sistem otomasi melalui output 4–20 mA
- Mempercepat proses audit K3 dengan data yang terdokumentasi
- Mudah dipasang dan dioperasikan di lapangan
- Memberikan indikasi alarm visual/relay untuk kondisi abnormal
Perbandingan / Posisi Produk
| Metode | Dampak ke material | Kecepatan | Repeatability | Kesesuaian commissioning |
|---|---|---|---|---|
| Pengukuran manual (handheld) | Tidak ada | Lambat | Rendah | Kurang cocok |
| Sound meter konvensional tanpa output | Tidak ada | Sedang | Sedang | Terbatas |
| PCE-SLT-TRM (continuous monitoring) | Tidak ada | Cepat (real-time) | Tinggi | Sangat cocok |
Spesifikasi Teknis
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Measuring range | 30 … 130 dB dalam 3 range |
| Range detail | 30–80 dB(A), 50–100 dB(A), 80–130 dB(A) |
| Resolution | 0.1 dB |
| Accuracy | ±1.5 dB |
| Frequency weighting | A |
| Microphone | 1/2″ precision electret |
| Standard | IEC 61672 Class II |
| Cable length | 1.5 m |
| Operating conditions | 0 … +50 °C, max. 85% RH |
| Transmitter housing | ABS plastic |
| Power supply | 90 … 260 VAC |
| Output | 4 … 20 mA |
| Protection class | IP54 |
| Calibration | Adjustable via set screw |
Tata Cara Pemakaian
- Persiapan alat
Pasang sensor pada lokasi yang mewakili sumber kebisingan. - Instalasi transmitter
Hubungkan transmitter ke sumber listrik dan sensor. - Koneksi sistem
Sambungkan output 4–20 mA ke PLC atau data logger. - Setting range
Pilih range pengukuran sesuai kondisi lingkungan. - Kalibrasi
Lakukan penyesuaian menggunakan potentiometer jika diperlukan. - Monitoring
Amati nilai dB melalui display atau sistem SCADA. - Evaluasi
Gunakan data untuk analisis dan pengambilan keputusan.
Catatan: pastikan instalasi dilakukan dalam kondisi bebas tegangan saat wiring.
Cara Kerja / Metode Pengukuran
Sensor mikrofon elektret presisi menangkap tekanan suara di lingkungan sekitar. Sinyal akustik ini kemudian diubah menjadi sinyal listrik yang diproses oleh transmitter.
Transmitter mengkonversi sinyal tersebut menjadi output arus 4–20 mA, yang mewakili nilai kebisingan dalam skala tertentu. Sistem kontrol membaca sinyal ini dan menampilkannya sebagai nilai dB atau digunakan untuk trigger alarm.
Alat ini menggunakan frequency weighting A, yang menyerupai sensitivitas telinga manusia terhadap suara. Hal ini penting untuk evaluasi lingkungan kerja yang lebih realistis.
Kelengkapan Produk
- Unit sound level meter PCE-SLT-TRM
- Sensor suara dengan kabel 1.5 m
- Transmitter
- Bracket pemasangan
- Sertifikat kalibrasi ISO
- Manual penggunaan
Manfaat bagi Pengguna
- Efisiensi kerja melalui monitoring otomatis
- Peningkatan kualitas lingkungan kerja
- Penghematan biaya inspeksi manual
- Pengurangan kesalahan pengukuran
- Mendukung compliance terhadap standar K3
FAQ
Apakah alat ini bisa digunakan untuk monitoring terus menerus?
Ya, alat ini dirancang untuk continuous monitoring dalam jangka panjang.
Apakah bisa diintegrasikan ke PLC?
Bisa, karena menggunakan output 4–20 mA yang umum di industri.
Apakah perlu kalibrasi rutin?
Disarankan, terutama untuk aplikasi audit atau compliance.
Apakah cocok untuk outdoor?
Bisa digunakan di lingkungan industri dengan perlindungan IP54.
Apakah bisa memberikan alarm?
Ya, tersedia output relay untuk alarm dan kontrol.
Sebagai pemasok dan distributor alat industri terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya sistem monitoring kebisingan dalam menjaga keselamatan dan efisiensi operasional. Kami menyediakan perangkat seperti PCE-SLT-TRM-ICA untuk membantu integrator dan engineer mengoptimalkan sistem monitoring noise secara real-time dan terintegrasi. Jika Anda ingin meningkatkan kontrol kebisingan di fasilitas Anda, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Sound Level Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Sound Level Data Logger PCE-322ALEQ-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Sound Level Meter / Noise Level Meter PCE-SLM 50-ICA incl. ISO-Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Sound Level Indicator PCE-EM 883
Lihat Produk★★★★★ -

Sound Level Data Logger PCE-428-Kit-N with Sound Calibrator
Lihat Produk★★★★★ -

Sound Level Data Logger PCE-322ALEQ
Lihat Produk★★★★★ -

Sound Meter PCE-EM 883
Lihat Produk★★★★★ -

Sound Level Data Logger with GPS PCE-432
Lihat Produk★★★★★ -

Sound Level Data Logger PCE-428-Kit-N-ICA with Sound Calibrator inc ISO Cal Cert
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Rahmawati, D., & Kurniawan, H. (2020). Evaluasi Tingkat Kebisingan pada Industri Pengecoran Logam (Foundry) terhadap Standar K3. Jurnal Teknik Lingkungan, 26(1), 88–95. Retrieved from https://journal.unhas.ac.id/index.php/jtl/article/download/10112/5603
- Firmansyah, R., & Yuliana, E. (2022). Pemantauan Kebisingan Berkelanjutan untuk Mendukung Kepatuhan Regulasi di Lingkungan Industri. Jurnal Energi dan Manufaktur, 15(2), 80–87. Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/jem/article/download/79234/41567
- Putra, Y. M., & Andriani, D. (2021). Analisis Kepatuhan Kebisingan terhadap Standar Nasional Indonesia dalam Lingkungan Kerja Industri. Jurnal Standardisasi, 23(2), 130–138. Retrieved from https://ejurnal.bsn.go.id/index.php/standardisasi/article/download/3789/2104

























