Teknisi laboratorium Indonesia memeriksa suhu dan kelembaban ruang penyimpanan menggunakan PCE-THD 50 air humidity meter dengan data logger.

PCE-THD 50: Air Humidity Meter Data Logger untuk Kendali Iklim Ruang Simpan dan Laboratorium

Daftar Isi

Di banyak laboratorium dan fasilitas produksi, perhatian sering tertuju pada parameter proses utama: pH, konduktivitas, DO, atau konsentrasi bahan kimia. Tapi ada satu faktor lingkungan yang diam-diam memengaruhi semua itu: suhu dan kelembaban udara.

Di ruang penyimpanan bahan baku farmasi, perubahan kelembaban bisa mempercepat degradasi tablet dan kapsul. Di pabrik minuman dan dairy, kondensasi di dinding dan langit-langit akibat kelembaban tinggi dapat menjadi sumber kontaminasi mikroba. Di teaching lab kampus, alat gelas dan reagen higroskopis yang disimpan pada kelembaban tidak terkontrol membuat hasil praktikum sulit diulang.

Beberapa masalah yang sering muncul di lapangan:

  • Data suhu dan kelembaban hanya diukur sesekali dengan thermo-hygrometer sederhana, tanpa rekaman berkelanjutan.

  • Saat audit atau validasi (misalnya untuk ruang simpan farmasi atau chamber uji), tidak ada log data yang lengkap untuk menunjukkan tren harian.

  • Operator harus mencatat manual kelem­baban dan suhu beberapa kali sehari: memakan waktu dan rentan salah tulis.

  • Untuk aplikasi tertentu (HVAC, pengeringan, fermentasi), nilai dew point dan wet bulb jauh lebih berguna, tetapi tidak tersedia pada alat yang digunakan.

  • Di area proses panas (misalnya oven, duct udara panas, atau ruang sterilisasi), dibutuhkan sensor suhu yang mampu menahan temperatur sangat tinggi—di luar kemampuan thermo-hygrometer biasa.

Di sisi lain, tuntutan regulasi dan dokumentasi makin ketat:

  • QA/QC butuh rekaman kontinu yang bisa diekspor ke Excel atau LIMS.

  • Proses validasi memerlukan bukti bahwa suhu dan kelembaban berada dalam batas yang ditentukan, bukan hanya sesaat saat inspeksi.

  • Perusahaan ingin mengoptimalkan HVAC: tidak ingin overcooling atau over-dehumidification yang boros energi, tetapi juga tidak ingin risiko kondensasi dan jamur.

Di sinilah kebutuhan akan air humidity meter yang tidak hanya bisa membaca angka sesaat, tetapi juga menyimpan dan mentransfer data secara sistematis, menjadi sangat nyata.

Teknologi Sensor Kelembaban dan Termokopel dalam PCE-THD 50

PCE-THD 50 menggabungkan dua teknologi utama: sensor kelembaban–suhu udara internal dan input termokopel tipe K eksternal. Kombinasi ini membuat alat bukan hanya hygrometer biasa, tetapi juga termometer proses yang cukup fleksibel.

Pada bagian internalnya, alat ini menggunakan sensor suhu dan sensor kelembaban relatif (relative humidity, RH) yang bekerja secara elektronik. Secara umum, sensor kelembaban modern memanfaatkan perubahan sifat listrik (kapasitansi atau resistansi) dari material polimer tipis ketika menyerap uap air. Perubahan ini diubah menjadi sinyal listrik, kemudian diproses oleh mikrokontroler menjadi angka RH dalam persen. Sensor suhu internal biasanya berupa sensor resistif (NTC/RTD) yang mengubah resistansi seiring perubahan temperatur.

Dengan mengetahui suhu dan RH, PCE-THD 50 menghitung parameter turunan:

  • Dew point (titik embun): suhu di mana uap air di udara mulai mengembun. Sangat penting untuk menilai risiko kondensasi di permukaan dingin (misalnya panel cold storage, pipa, dinding ruang bersih).

  • Wet bulb temperature (suhu bola basah): berkaitan dengan potensi penguapan dan sering dipakai pada perancangan sistem HVAC dan pengeringan.

Input termokopel tipe K memungkinkan pengukuran suhu pada rentang yang jauh lebih lebar, dari -100 hingga 1372 °C. Termokopel bekerja berdasarkan efek Seebeck: ketika dua logam berbeda disambung dan diberi perbedaan suhu, akan timbul tegangan kecil yang sebanding dengan perbedaan suhu tersebut. Tipe K (Chromel–Alumel) populer karena:

  • Rentang ukur yang sangat lebar.

  • Ketahanan pada lingkungan proses yang keras.

  • Harga probe relatif ekonomis dan tersedia dalam banyak bentuk (probe permukaan, immersion, air, dan lain-lain).

Keunggulan pendekatan ini untuk jangka panjang:

  • Satu alat dapat mencakup pemantauan lingkungan (suhu + RH + dew point/wet bulb) sekaligus pengukuran suhu proses dengan termokopel.

  • Pengguna tidak perlu memiliki dua instrumen terpisah untuk kebutuhan yang berbeda.

  • Dengan logging data terintegrasi, analisis tren suhu/kelembaban dan suhu proses bisa dilakukan secara rapi.

Bila dibandingkan metode konvensional seperti termometer alkohol dan psychrometer manual, pendekatan digital seperti PCE-THD 50 jelas lebih praktis: tidak perlu membaca skala kaca, tidak perlu perhitungan chart psikrometri manual, dan data dapat disimpan otomatis. Hal ini sangat membantu ketika data harus digunakan sebagai bukti audit atau analisis energi HVAC.

PCE-THD 50 sebagai Solusi Lengkap Pengukuran Iklim Ruang

PCE-THD 50 adalah air humidity meter portabel dengan fungsi data logger dan input termokopel tipe K. Ia dirancang untuk mengukur:

  • Suhu udara: -20 hingga 60 °C.

  • Kelembaban relatif: 0 hingga 100 %RH.

  • Dew point dan wet bulb (dihitung dari suhu dan kelembaban).

  • Suhu proses via termokopel tipe K: -100 hingga 1372 °C.

Yang membuatnya menonjol di kelasnya adalah kombinasi beberapa hal sekaligus:

  1. Rentang pengukuran kelembaban dan suhu udara yang luas, cukup untuk aplikasi ruang simpan, laboratorium, dan HVAC.

  2. Input termokopel tipe K dengan rentang tinggi, sehingga bisa dipakai juga untuk memonitor suhu di oven, duct panas, atau proses termal lain.

  3. Fungsi logger dengan memori hingga 32.000 titik data yang bisa dibaca lewat PC.

  4. Baterai Li-ion isi ulang melalui micro USB, mengurangi ketergantungan pada baterai sekali pakai.

  5. Kemudahan dokumentasi: data dapat diekspor ke file CSV untuk diolah di Excel atau diimpor ke sistem lain.

Dibandingkan hygrometer sederhana tanpa logging, PCE-THD 50 lebih cocok untuk pengguna yang berurusan dengan:

  • Validasi ruang simpan obat dan bahan baku (farmasi, biotek).

  • Monitoring ruang produksi makanan dan minuman, ruang fermentasi, atau ruang pengemasan.

  • Laboratorium riset yang memerlukan pencatatan berkala selama eksperimen (misalnya studi pengeringan, penyimpanan biji-bijian, atau uji stabilitas).

  • Pengelolaan HVAC pada fasilitas industri maupun gedung komersial.

Dengan kata lain, alat ini memosisikan diri di antara hygrometer portabel sederhana dan sistem monitoring tetap (fixed system). Untuk banyak fasilitas menengah yang belum membutuhkan sistem jaringan sensor penuh, PCE-THD 50 dapat menjadi solusi yang ekonomis namun tetap terdokumentasi.

Desain dan ergonomi

Secara fisik, PCE-THD 50 dirancang sebagai perangkat genggam portabel. Dimensinya sekitar 162 × 88 × 32 mm dengan berat sekitar 248 gram. Ukuran ini cukup ringkas untuk dipegang satu tangan, namun masih memberikan area layar yang nyaman dibaca. Tebal 32 mm membuatnya terasa mantap, tidak terlalu tipis sehingga mudah terjatuh saat digunakan di lapangan.

Bodi umumnya berbahan plastik teknik yang kokoh dan ringan, dengan desain depan berupa layar LC di bagian atas dan area tombol di bawahnya. Port micro USB ditempatkan di sisi bawah atau samping (berdasarkan kebiasaan desain PCE) sehingga mudah dihubungkan ke komputer saat pengunduhan data dan pengisian ulang baterai.

Beberapa aspek desain yang relevan untuk penggunaan lapangan:

  • Tombol-tombol fisik berukuran cukup besar dan memiliki label yang jelas, memudahkan pengoperasian menggunakan sarung tangan tipis (misalnya di fasilitas pengolahan makanan atau lab mikrobiologi).

  • Posisi sensor udara berada di bagian atas, sehingga tidak tertutup tangan saat pengguna menggenggam alat.

  • Input termokopel tipe K tersedia, sehingga probe dapat disambungkan dengan mudah saat ingin mengukur suhu proses.

PCE-THD 50 menggunakan baterai Li-ion 3,7 V yang dapat diisi ulang melalui port micro USB. Pengguna tidak perlu mengganti baterai alkaline secara berkala, yang sering menjadi masalah di laboratorium dengan penggunaan intensif. Cukup sambungkan ke adaptor USB standar atau port USB komputer hingga baterai penuh.

Kondisi lingkungan operasi yang disarankan adalah:

  • Suhu 0 hingga 40 °C.

  • Kelembaban relatif di bawah 80 %RH, non-kondensasi.

Artinya, alat ini cocok untuk lingkungan laboratorium, ruang simpan, ruang produksi, hingga area teknis HVAC selama tidak berada di kondisi ekstrem (misalnya uap panas langsung atau kondensasi kuat). Untuk penggunaan di lingkungan sangat basah atau terbuka, sebaiknya alat tetap dilindungi karena informasi mengenai IP rating tidak disebutkan secara spesifik.

Antarmuka dan pengalaman pengguna

PCE-THD 50 dilengkapi dengan layar LC yang cukup lebar dengan backlight. Backlight membantu pembacaan di ruang kurang cahaya, seperti ruang penyimpanan tertutup, ruang produksi dengan pencahayaan redup, atau inspeksi pada malam hari.

Antarmuka tampilan biasanya memuat:

  • Nilai suhu udara.

  • Nilai kelembaban relatif.

  • Nilai dew point atau wet bulb (bergantian, tergantung mode).

  • Indikator status logging dan baterai.

Tata letak tombol dirancang agar pengguna bisa dengan cepat:

  • Menghidupkan/mematikan alat.

  • Memilih parameter tampilan (misalnya beralih antara dew point dan wet bulb).

  • Mengatur fungsi logging: mulai, berhenti, dan memeriksa jumlah data tersimpan.

  • Mengakses menu konfigurasi dasar seperti satuan suhu (°C/°F).

Untuk penyimpanan data, alat ini menyediakan dua jenis memori:

  • Memori internal alat: 99 titik pengukuran yang bisa ditinjau langsung di layar. Ini berguna untuk pengukuran cepat di beberapa titik lokasi tanpa harus langsung mengunduh ke PC.

  • Memori logger untuk PC: hingga 32.000 titik data, yang hanya bisa dibaca melalui perangkat lunak komputer. Cocok untuk pemantauan jangka panjang, misalnya selama beberapa hari atau minggu.

Backlit LC display dan kombinasi tombol fisik ini membuat pengalaman penggunaan cukup intuitif, bahkan bagi teknisi baru. Bagi lab teaching atau operator baru di WTP/WWTP dan F&B, hal ini membantu mengurangi kesalahan baca dan mempercepat proses training.

Fitur Kunci yang Paling Bernilai di Lapangan

Beberapa fitur PCE-THD 50 yang paling relevan untuk pengguna industri dan laboratorium:

  1. Pengukuran suhu dan kelembaban luas

    • Suhu udara: -20 hingga 60 °C dengan resolusi 0,01 °C.

    • Kelembaban relatif: 0 hingga 100 %RH dengan resolusi 0,1 %RH.
      Rentang ini cukup untuk hampir semua aplikasi ruang simpan, kamar uji, laboratorium, dan area produksi umum.

  2. Akurasi yang memadai untuk QA/QC

    • Suhu: ±0,5 °C pada 0–45 °C (kisaran penggunaan umum di ruangan) dan ±1,0 °C pada rentang lainnya.

    • RH: ±2,2 %RH (10–90 %RH) pada 23 °C dan ±3,2 %RH di area sangat kering atau sangat lembab.
      Ini sudah sesuai untuk dokumentasi lingkungan di laboratorium, gudang, serta audit rutin.

  3. Perhitungan dew point dan wet bulb
    Bagi engineer HVAC atau teknisi proses pengeringan dan fermentasi, dew point dan wet bulb sering lebih bermakna dibanding sekadar RH. Dengan nilai dew point, pengguna dapat menilai risiko kondensasi pada pipa dingin atau dinding ruang simpan. Wet bulb penting untuk menganalisis efisiensi pendinginan evaporatif dan proses pengeringan.

  4. Input termokopel tipe K sampai 1372 °C
    Ini memberi fleksibilitas untuk:

    • Memantau suhu oven pengering sample.

    • Mengukur suhu udara di duct panas atau chamber uji suhu tinggi.

    • Mengukur suhu permukaan tangki atau pipa.
      Dengan satu alat, teknisi bisa melakukan pemantauan lingkungan dan pengecekan titik panas kritis.

  5. Data logger 32.000 titik
    Fungsi ini memungkinkan pemantauan otomatis tanpa kehadiran operator terus-menerus. Misalnya:

    • Logger ditempatkan di ruang simpan obat selama 7 hari.

    • Setelah periode pengujian, data diunduh ke PC, dianalisis tren suhu dan kelembabannya, kemudian dilampirkan ke laporan validasi.

  6. Baterai Li-ion isi ulang via micro USB
    Mengurangi biaya operasional serta menghindari masalah baterai melemah mendadak saat inspeksi. Di banyak fasilitas, port USB sudah tersedia sehingga pengisian ulang lebih praktis.

  7. Opsi sertifikat kalibrasi ISO
    Bagi pengguna yang membutuhkan jejak kalibrasi formal untuk keperluan audit (misalnya di farmasi, laboratorium terakreditasi), adanya opsi sertifikat kalibrasi ISO menjadi nilai tambah.

Secara keseluruhan, fitur-fitur ini diterjemahkan menjadi manfaat nyata: hemat waktu pencatatan, memudahkan dokumentasi audit, dan membantu pengambilan keputusan teknis terkait HVAC, penyimpanan, dan stabilitas produk.

Kontrol eksternal dan integrasi sistem

PCE-THD 50 dilengkapi antarmuka micro USB yang berfungsi ganda:

  • Mengisi ulang baterai Li-ion.

  • Menghubungkan alat ke PC untuk mengunduh data logger.

Paket pengiriman sudah termasuk kabel USB dan perangkat lunak PC. Dengan software ini, pengguna dapat:

  • Mengunduh seluruh data dari memori logger (hingga 32.000 titik).

  • Menyimpan data dalam format file yang dapat diekspor, biasanya CSV.

  • Membuat grafik tren suhu, kelembaban, dew point, atau suhu termokopel.

  • Menandai interval waktu tertentu (misalnya periode percobaan, shift produksi, atau fase proses pengeringan).

Dari sisi workflow data, hal ini mempermudah:

  • Pembuatan laporan validasi ruang simpan dengan grafik suhu–kelembaban per hari.

  • Analisis dew point untuk melihat kapan risiko kondensasi meningkat.

  • Integrasi data ke sistem pelaporan internal, baik di lab QA/QC maupun di departemen teknik.

Bagi fasilitas yang belum menggunakan sistem monitoring jaringan penuh, pendekatan “logger portabel + ekspor CSV” ini merupakan kompromi menarik: biaya investasi rendah, tetapi data tetap terdokumentasi rapi dan bisa dikaji ulang saat audit.

Spesifikasi product

Parameter Spesifikasi
Pengukuran suhu udara -20 hingga 60 °C (-4 hingga 140 °F)
Resolusi suhu udara 0,01 °C/°F
Akurasi suhu udara ±0,5 °C pada 0–45 °C; ±1,0 °C di rentang lain. Setara ±1,0 °F pada 32–113 °F; ±2,0 °F di rentang lain
Laju pengukuran suhu 3 Hz
Pengukuran kelembaban relatif 0 hingga 100 %RH
Resolusi kelembaban 0,1 %RH
Akurasi kelembaban ±2,2 %RH (10–90 %RH) pada 23 °C; ±3,2 %RH pada <10 %RH atau >90 %RH pada 23 °C
Waktu respons kelembaban <10 detik (90 %RH, 25 °C, tanpa angin)
Sensor eksternal Termokopel tipe K
Rentang suhu termokopel -100 hingga 1372 °C (-148 hingga 2501 °F)
Resolusi termokopel 0,01 °C/°F; 0,1 °C/°F; 1 °C/°F (dapat dipilih)
Akurasi termokopel ±(1 % dari pembacaan ±1 °C)
Nilai turunan Wet bulb: -20 hingga 60 °C (-4 hingga 140 °F); Dew point: -50 hingga 60 °C (-58 hingga 140 °F)
Memori internal di alat 99 titik pengukuran
Memori data logger (PC) 32.000 titik pengukuran
Catu daya Baterai Li-ion 3,7 V isi ulang
Kondisi operasi 0 hingga 40 °C (32 hingga 104 °F), <80 %RH non-kondensasi
Kondisi penyimpanan -10 hingga 60 °C (14 hingga 140 °F), <80 %RH non-kondensasi
Dimensi 162 × 88 × 32 mm
Berat 248 g (8,74 oz)
Antarmuka Micro USB ke PC
Sertifikasi opsional Sertifikat kalibrasi ISO (opsi)
Isi paket PCE-THD 50, termokopel tipe K, kabel USB, perangkat lunak PC, manual

Untuk membantu membayangkan angka-angka di atas:

  • Rentang suhu udara -20 hingga 60 °C mencakup situasi dari cold room ringan hingga ruang produksi yang agak panas. Jadi, baik ruang simpan farmasi 15–25 °C maupun gudang pangan 5–10 °C masih dalam batas alat.

  • Akurasi ±0,5 °C dan ±2,2 %RH sudah cukup untuk sebagian besar kebutuhan pemantauan lingkungan. Jika set point kelembaban Anda 60 %RH, alat ini dapat mengindikasikan apakah kondisi berada sekitar 58–62 %RH dengan cukup andal.

  • Rentang suhu termokopel hingga 1372 °C jauh melampaui kebutuhan harian lab; ini lebih dari cukup untuk oven pengering, sterilisasi panas kering, atau pemantauan duct udara panas.

Panduan memilih komponen tambahan

Walau PCE-THD 50 sudah langsung siap pakai, beberapa komponen tambahan dapat dipertimbangkan untuk mengoptimalkan aplikasi di lapangan.

Rentang aplikasi dan fokus pengukuran

Kategori aplikasi Rentang suhu/RH yang umum Fokus penggunaan PCE-THD 50 Saran tambahan
Gudang farmasi dan bahan baku 15–30 °C, 40–65 %RH Monitoring suhu–RH dan dew point, pencatatan untuk audit Tripod atau bracket untuk penempatan tetap; sesi logging jangka panjang
Produksi makanan & minuman (ruang pengemasan, fermentasi) 10–35 °C, 50–80 %RH Kontrol kelembaban untuk mencegah kondensasi dan kontaminasi; kontrol proses fermentasi berbasis RH Pelindung sensor dari percikan; jadwal logger berkala
Laboratorium riset & teaching lab 20–27 °C, 40–70 %RH Dokumentasi kondisi lingkungan eksperimen dan ruang praktikum Penggunaan bersama software untuk arsip data per proyek/kelas
WTP/WWTP & ruang blower/HVAC 10–40 °C, kelembaban tinggi Penilaian dew point untuk mencegah korosi dan jamur; monitoring ruang blower/duct Termokopel tipe K tambahan untuk mengukur duct udara panas
Proses pengeringan, oven, atau sterilisasi 40–250 °C (atau lebih tinggi) Pengukuran suhu proses dengan termokopel, sementara RH ruang sekitar tetap dipantau Probe termokopel tipe K khusus oven atau immersion

Aksesori yang lazim dipertimbangkan

  • Termokopel tipe K tambahan atau dengan desain spesifik (probe permukaan, probe udara, probe penetration).

  • Tripod atau bracket untuk penempatan semi permanen di ruang simpan atau ruang produksi.

  • Hard case atau tas pelindung untuk mobilitas antar lokasi.

  • Komputer/laptop dengan software terpasang untuk pengunduhan data berkala.

Faktor yang memengaruhi hasil pengukuran

  • Aliran udara: sensor kelembaban merespons lebih cepat bila ada aliran udara ringan; di area stagnan, waktu stabilisasi bisa lebih lama.

  • Kondensasi: sensor kelembaban tidak boleh terkena kondensasi berkepanjangan; kondisi ini melampaui batas “non-kondensasi” yang disarankan.

  • Penempatan: hindari menempatkan alat tepat di dekat sumber panas (lampu, motor listrik, panel kontrol), karena bisa membuat pembacaan suhu lingkungan bias.

  • Stabilitas suhu: saat melakukan logging, usahakan alat ditempatkan pada posisi tetap agar data lebih representatif.

Penerapan Nyata PCE-THD 50 di Industri dan Laboratorium

Studi kasus 1: Validasi ruang simpan bahan baku farmasi

Sebuah perusahaan farmasi skala menengah ingin memvalidasi ruang penyimpanan bahan baku yang baru direnovasi. Sebelumnya, mereka hanya mengandalkan thermo-hygrometer dinding tanpa fungsi logging. Saat audit, auditor meminta bukti tren suhu–kelembaban selama minimal tujuh hari.

Dengan PCE-THD 50, tim QA melakukan langkah berikut:

  • Mengaktifkan mode logger dengan interval rekam tertentu (misalnya setiap 5–10 menit).

  • Menempatkan alat pada titik representatif di ruang simpan, jauh dari pintu dan sumber panas langsung.

  • Setelah satu minggu, data diunduh ke PC dan divisualisasikan dalam bentuk grafik suhu–RH–dew point.

Hasilnya, mereka dapat menunjukkan bahwa suhu ruang berada dalam rentang 22–25 °C, sedangkan kelembaban relatif stabil di 50–60 %RH. Titik embun (dew point) tetap berada di bawah suhu permukaan dinding yang diukur dengan termokopel tipe K, sehingga risiko kondensasi dinilai rendah. Laporan ini dilampirkan sebagai bagian dari berkas validasi yang kemudian disetujui auditor.

Selain itu, data tren membantu tim teknik menyesuaikan set point HVAC sehingga tidak terjadi overcooling yang sebelumnya menyebabkan fluktuasi suhu.

Studi kasus 2: Optimalisasi kelembaban pada ruang pengemasan minuman

Di pabrik minuman, bagian QA mengamati adanya kondensasi pada beberapa titik di ruang pengemasan ketika produksi berjalan penuh. Kondensasi ini berpotensi menetes ke permukaan kemasan dan menjadi titik kritis higienitas.

PCE-THD 50 digunakan untuk:

  • Mengukur suhu udara dan RH di beberapa titik ruang pengemasan.

  • Mengambil data dew point dan membandingkannya dengan suhu permukaan panel dan pipa dingin yang diukur dengan termokopel tipe K.

  • Melakukan logging selama beberapa jam pada jam sibuk produksi.

Analisis data menunjukkan bahwa dew point udara pada jam produksi puncak mendekati suhu permukaan beberapa pipa dingin, sehingga kondensasi mudah terbentuk. Dengan informasi ini, tim engineering menyesuaikan aliran udara dan menambah insulasi pada pipa terkait.

Beberapa minggu kemudian, inspeksi visual menunjukkan kondensasi berkurang signifikan. Walau angka “penurunan downtime” hanya estimasi internal, jelas bahwa dokumentasi dari PCE-THD 50 menjadi dasar objektif untuk keputusan teknis tersebut.

Panduan cara menggunakan produk langkah demi langkah

Sebagai contoh, bayangkan skenario laboratorium QA pada pabrik farmasi yang ingin memonitor suhu dan kelembaban ruang simpan bahan baku selama satu minggu. Berikut langkah praktis menggunakan PCE-THD 50:

  1. Persiapan alat

    • Isi penuh baterai PCE-THD 50 dengan menghubungkannya ke port USB.

    • Pastikan jam dan tanggal pada alat atau software PC sudah sesuai (jika pengaturan waktu dilakukan via software).

  2. Penentuan lokasi pengukuran

    • Pilih titik representatif di ruang simpan: tidak terlalu dekat pintu, tidak menempel dinding, dan tidak tepat di bawah diffuser AC.

    • Bila perlu, gunakan bracket atau tripod untuk menempatkan alat pada ketinggian sekitar 1,2–1,5 meter dari lantai.

  3. Pengaturan parameter logging

    • Atur interval pengambilan data sesuai kebutuhan, misalnya setiap 5, 10, atau 15 menit. Interval yang lebih rapat memberikan detail lebih tinggi tetapi menghabiskan memori lebih cepat.

    • Pilih parameter yang ingin direkam (minimal suhu dan RH, plus dew point jika tersedia di mode logging).

  4. Memulai pengukuran

    • Nyalakan PCE-THD 50 dan pastikan tampilan suhu–RH stabil.

    • Aktifkan mode logger. Pastikan ada indikator di layar bahwa logging sedang berjalan.

    • Tinggalkan alat pada posisinya dan hindari memindahkannya selama periode pemantauan.

  5. Memantau proses (opsional)

    • Secara berkala, petugas dapat mengecek alat untuk memastikan baterai masih cukup dan logger masih aktif.

    • Untuk pengukuran cepat di titik lain, operator bisa menggunakan memori 99 titik internal (manual log) di luar sesi logger utama.

  6. Mengunduh data setelah periode pengukuran

    • Setelah satu minggu, matikan mode logger.

    • Hubungkan PCE-THD 50 ke PC menggunakan kabel USB yang disertakan.

    • Buka software PC dan unduh data dari memori logger (32.000 titik).

  7. Analisis dan pelaporan

    • Simpan data dalam format CSV lalu buka di Excel atau software statistik.

    • Buat grafik suhu, kelembaban, dan dew point terhadap waktu.

    • Tandai peristiwa penting (misalnya buka-tutup pintu besar, pemadaman listrik, atau perubahan set point AC).

    • Sertakan grafik dan ringkasan statistik (min, maks, rata-rata) dalam laporan validasi atau laporan QA.

Dengan langkah-langkah ini, PCE-THD 50 menjadi bukan hanya alat ukur, tetapi bagian dari sistem dokumentasi mutu yang siap diaudit.

Kesimpulan dan rekomendasi

PCE-THD 50 menempatkan diri sebagai air humidity meter portabel dengan kemampuan data logger dan input termokopel tipe K. Ia mengisi celah antara hygrometer sederhana dan sistem monitoring tetap yang mahal.

Beberapa poin kunci:

  • Mengukur suhu udara, kelembaban, dew point, dan wet bulb dalam satu perangkat.

  • Rentang pengukuran luas dan akurasi memadai untuk kebutuhan QA/QC dan riset.

  • Input termokopel tipe K memungkinkan pemantauan suhu proses hingga 1372 °C.

  • Data logger 32.000 titik, memori internal 99 titik, dan ekspor data ke PC melalui micro USB dan software bawaan.

  • Baterai Li-ion isi ulang memudahkan penggunaan intensif tanpa sering membeli baterai baru.

Alat ini cocok untuk:

  • Laboratorium QA/QC farmasi, F&B, kosmetik, dan kimia yang membutuhkan dokumentasi suhu–RH ruang simpan dan ruang produksi.

  • Laboratorium riset dan teaching lab yang ingin mencatat kondisi lingkungan eksperimen secara sistematis.

  • Fasilitas WTP/WWTP dan akuakultur yang perlu memonitor kelembaban ruangan, ruang blower, atau panel kontrol HVAC untuk mencegah kondensasi dan korosi.

  • Engineer HVAC dan maintenance gedung yang memerlukan alat praktis dengan logging dan perhitungan dew point.

Jika kebutuhan Anda sudah mengarah ke dokumentasi jangka panjang, audit, atau validasi, PCE-THD 50 adalah salah satu opsi yang layak dipertimbangkan dalam portofolio instrumen lingkungan.

FAQ

1. Apakah PCE-THD 50 bisa digunakan di cold room bersuhu di bawah 0 °C?
Rentang suhu udara alat ini adalah -20 hingga 60 °C, sehingga secara teknis dapat dipakai di cold room ringan yang suhunya turun sedikit di bawah 0 °C. Namun, pastikan kelembaban tetap non-kondensasi dan ikuti rekomendasi pabrikan agar sensor tidak terpapar kondensasi berkepanjangan.

2. Seberapa sering PCE-THD 50 perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi bergantung pada kebijakan mutu masing-masing organisasi. Untuk aplikasi QA/QC dan laboratorium terakreditasi, umumnya kalibrasi dilakukan setiap 12 bulan. Opsi sertifikat kalibrasi ISO dari pihak berwenang dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan audit.

3. Apakah data logger dapat merekam baik suhu udara dan RH sekaligus?
Ya. Logger alat ini dirancang untuk merekam parameter utama yang diukur, termasuk suhu dan kelembaban, serta biasanya nilai turunan seperti dew point. Detail pengaturan parameter dapat diatur melalui software atau menu alat sesuai instruksi manual.

4. Bisakah PCE-THD 50 menggantikan sistem monitoring permanen dengan alarm?
PCE-THD 50 lebih tepat dianggap sebagai logger portabel. Ia sangat berguna untuk studi tren, validasi, atau monitoring berkala, tetapi tidak menggantikan sistem monitoring permanen dengan alarm real-time dan jaringan sensor yang selalu online.

5. Apakah termokopel tipe K lain bisa digunakan, atau harus memakai probe bawaan?
Secara umum, PCE-THD 50 kompatibel dengan termokopel tipe K standar. Namun, untuk memastikan kesesuaian konektor dan akurasi, sebaiknya menggunakan probe yang direkomendasikan atau setidaknya diverifikasi dulu melalui perbandingan dengan referensi.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan suhu dan kelembaban udara dalam menjamin mutu produk dan keandalan proses Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti PCE-THD 50 Air Humidity Meter dengan data logger beserta perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan kendali iklim ruang simpan, mencegah kondensasi, dan memenuhi persyaratan regulasi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pemantauan suhu–kelembaban di fasilitas Anda, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi Humidity Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.