Teknisi memeriksa sensor kecepatan angin PCE-WS V di atap instalasi WWTP, kepala sensor omnidireksional terpasang pada tiang stainless dengan latar kolam aerasi.

PCE-WS V: Air Flow Meter 0–10 V untuk otomasi & peringatan angin

Daftar Isi

Di banyak instalasi pengolahan air limbah (WWTP), penyemprot penetral bau atau sistem penutup kolam sering dioperasikan otomatis. Masalah muncul saat angin tiba-tiba kencang: semprotan bisa terbawa ke area publik, memenuhi lingkungan kerja dengan kabut bahan kimia, dan memicu komplain. Operator butuh sinyal ke PLC/BMS untuk menurunkan debit atau menghentikan penyemprotan ketika kecepatan angin melewati ambang batas—tanpa harus menunggu teknisi memeriksa anemometer manual.

Solusi praktisnya adalah sensor kecepatan angin yang bekerja terus-menerus, tahan cuaca, dan memberikan sinyal analog standar yang mudah dibaca PLC. Dengan sinyal tersebut, sistem dapat mengambil keputusan otomatis (misal, mengaktifkan alarm, menutup katup, atau mengubah mode kipas).

Di sinilah Air Flow Meter PCE-WS V relevan. Ini adalah sensor kecepatan angin untuk pemasangan tetap yang memberikan keluaran 0…10 V, dirancang untuk sistem peringatan angin, layanan bangunan (HVAC, atap, skylight), hingga otomasi fasilitas industri.

Teknologi pengukuran kecepatan angin

Prinsip kerja alat dalam keluarga ini adalah pengukuran kecepatan aliran udara (wind speed) secara langsung menggunakan kepala sensor omnidireksional. Desain “bintang” memastikan kecepatan terukur relatif independen dari arah hembusan. Ketika udara mengalir melalui kepala sensor, perubahan fisik/elektrik yang proporsional terhadap kecepatan dikonversi menjadi tegangan keluaran.

Mengapa teknologi ini penting jangka panjang?

  • Data kecepatan angin adalah variabel pengendali yang umum di PLC/BMS: 0–10 V mudah di-scale ke m/s.

  • Keputusan berbasis sensor (otomatis) mengurangi intervensi manual dan risiko kesalahan manusia.

  • Tren historis angin membantu perawatan prediktif (misal, jadwal inspeksi atap/kanopi setelah periode angin ekstrem).

Dibanding metode konvensional seperti pengamatan visual bendera angin atau anemometer genggam, pendekatan sensor tetap:

  • bekerja 24/7 di lokasi kritis,

  • bisa dihubungkan langsung ke logika kontrol,

  • memberi batasan alarm yang konsisten dan dapat diaudit.

Spesifikasi dan fitur product

PCE-WS V adalah varian “V” (Voltage) dari seri sensor angin PCE-WS. Ciri utamanya adalah keluaran analog 0…10 V yang mewakili rentang 0.8…50 m/s, cocok untuk input analog PLC, DDC HVAC, atau data logger.

Apa yang membuatnya istimewa?

  • Omnidireksional: pengukuran tidak bergantung pada arah angin, mempermudah pemasangan.

  • Rentang lebar: 0.8 sampai 50 m/s mencakup kondisi ringan hingga badai.

  • Akurasi jelas dan terkuantifikasi: ±0.27 m/s pada <4 m/s; ±3% pada ≥4 m/s.

  • Kelas proteksi IP65 dan housing plastik PA yang tangguh.

  • Kabel koneksi panjang (20 m) sudah termasuk—praktis untuk penarikan ke panel.

Varian seri lain (bukan PCE-WS V) tersedia dengan sinyal berbeda seperti 4–20 mA, pulsa, atau Modbus; namun artikel ini fokus pada model PCE-WS V (0–10 V).

Desain dan ergonomi

PCE-WS V adalah sensor untuk pemasangan tetap (fixed installation). Kepala sensor berbentuk “bintang” dengan kisi yang memungkinkan udara memasuki area penginderaan dari berbagai arah. Housing terbuat dari plastik PA (polyamide) yang resistan korosi, cocok untuk lingkungan luar ruang.

Dimensi dan berat tidak dicantumkan dalam ringkasan spesifikasi yang tersedia dari pabrikan; yang jelas, unit dirancang kompak untuk dipasang pada tiang/struktur. Pabrikan menyediakan kit pemasangan dari stainless steel (opsional) guna memastikan kekokohan di atap atau lokasi berangin.

Catu daya menggunakan 12…30 V DC—standar untuk panel industri dan kontrol bangunan. Karena ini sensor tetap, tidak ada baterai; unit dirancang untuk operasi berkelanjutan.

Batas lingkungan:

  • Suhu operasi −20 hingga +80 °C (≈ −4…+185 °F) pada kelembapan relatif ≤95%.

  • Kelas proteksi IP65: terlindung dari debu dan semburan air dari segala arah, ideal untuk atap gedung, area terbuka di WWTP, atau lokasi industri.

Saran penggunaan lapangan:

  • Tempatkan setidaknya 10× tinggi penghalang terdekat (mis. parapet) untuk meminimalkan turbulensi lokal.

  • Gunakan tiang/stand yang kokoh; hindari pemasangan persis di bawah exhaust yang dapat memalsukan pembacaan.

Antarmuka dan pengalaman pengguna

Berbeda dengan alat genggam, PCE-WS V tidak memiliki layar atau tombol. Antarmuka utamanya adalah jalur listrik dan sinyal analog 0–10 V yang stabil. Pengalaman pengguna bergeser ke sisi integrasi:

  • teknisi hanya memetakan scaling di PLC (contoh: 0.8 m/s = 0 V, 50 m/s = 10 V, atau sesuai mapping yang didokumentasikan),

  • menetapkan ambang alarm (mis. 8 m/s untuk menghentikan spray di WWTP, 15 m/s untuk menutup skylight otomatis).

Ketiadaan layar justru mengurangi potensi salah baca di lapangan. Untuk verifikasi cepat, cukup monitor tegangan dengan multimeter atau via kanal analog PLC dan bandingkan dengan konversi m/s.

Fitur kualitas hidup yang relevan:

  • Auto-off tidak diperlukan karena sensor beroperasi kontinu.

  • Memori data internal tidak tersedia; pencatatan dilakukan di PLC/SCADA/DAQ (lebih fleksibel untuk audit).

  • Output analog linear memudahkan pengujian menggunakan simulasi tegangan.

Fitur-fitur unggulan yang berdampak

  • Desain omnidireksional: menghilangkan kebutuhan orientasi terhadap arah angin, mempercepat pemasangan dan mengurangi titik kegagalan mekanis.

  • Keluaran 0–10 V: format universal untuk PLC, DDC HVAC, dan data logger; memudahkan integrasi ke LIMS/SCADA melalui konverter analog-digital.

  • Akurasi terbagi dua zona:

    • <4 m/s: ±0.27 m/s—baik untuk aplikasi indoor/kecepatan rendah (mis. ventilasi laboratorium, ruang bersih).

    • ≥4 m/s: ±3%—cukup untuk peringatan angin luar ruang/operasional.

  • Rentang 0.8–50 m/s dan “maximum wind speed” 55 m/s: toleransi kejadian ekstrem tanpa overload.

  • Housing PA + IP65: andal di lingkungan lembap/berdebu seperti area aerasi WWTP, atap pabrik minuman, hingga area pelabuhan.

  • Kabel 20 m disertakan: mengurangi biaya awal dan waktu instalasi.

  • Tegangan kerja 12–30 V DC: kompatibel dengan suplai panel industri umum.

Dampak ke pengguna:

  • Hemat waktu commissioning karena tidak perlu kalibrasi kompleks di lapangan—cukup scaling kanal analog.

  • Konsistensi dokumentasi audit karena pembacaan mengalir langsung ke SCADA/PLC, ter-timestamp rapi.

  • Efisiensi sampling dan keputusan real-time (kontrol kipas, interlock spray, alarm).

Kontrol eksternal dan integrasi sistem

PCE-WS V memberikan sinyal analog 0–10 V yang bisa langsung:

  • masuk ke input analog PLC (Siemens/Omron/Allen-Bradley),

  • ke DDC/BMS HVAC (Trend, Honeywell, Tridium),

  • ke data logger atau modul DAQ (via kanal AI 0–10 V).

Format ekspor data mengikuti sistem yang menampungnya:

  • dari PLC/SCADA ke CSV/Excel untuk analisis tren,

  • ke LIMS untuk pelaporan kepatuhan,

  • ke dashboard IoT melalui gateway analog-to-IP.

Skalabilitas workflow:

  • Beberapa sensor dapat dipasang di lokasi berbeda (atap, sisi barat/timur fasilitas) untuk membuat logika “max of sensors” atau rata-rata.

  • Ambang alarm berjenjang (warning/alarm) memudahkan diferensiasi respons operasional.

Spesifikasi teknis lengkap

Parameter Nilai
Rentang pengukuran 2.62…164.04 ft/s (≈ 0.8…50 m/s)
Ambang mulai ukur (measurement from) ≤2.62 ft/s (0.8 m/s)
Keluaran 0…10 V (analog)
Akurasi (<4 m/s) ±0.89 ft/s (±0.27 m/s)
Akurasi (≥4 m/s) ±3%
Tegangan kerja 12…30 V DC
Suhu operasi −4…+185 °F (−20…+80 °C) pada ≤95% RH
Kecepatan angin maksimum 180.45 ft/s (123 mph, 55 m/s)
Koneksi listrik Kabel 65 ft (20 m) termasuk
Kelas proteksi IP65
Material housing Plastik PA (polyamide)
Cakupan pengiriman 1× Air Flow Meter PCE-WS V, 1× buku petunjuk
Aksesori opsional Bracket/mounting kit stainless steel

Penjelasan awam: bayangkan skala voltase 0–10 V seperti pedal gas. Ketika angin “menginjak pedal” dari 0.8 m/s sampai 50 m/s, tegangan naik proporsional. PLC membaca voltase itu dan mengkonversinya ke m/s untuk menyalakan/mematikan perangkat sesuai ambang yang Anda tetapkan.

Panduan memilih komponen tambahan & contoh aplikasi

Pemilihan rentang dan contoh ambang kontrol

Skenario Ambang kontrol angin yang umum Tujuan
WWTP – sistem penyemprot penetral bau 6–10 m/s (stop semprot) Mencegah drift bahan kimia
HVAC atap – skylight/vent otomatis 12–15 m/s (tutup) Melindungi perangkat & mencegah kebocoran hujan
Fasilitas F&B – atap pabrik 8–12 m/s (mode kipas tinggi) Stabilkan tekanan ruang proses
Kampus/teaching lab – stasiun cuaca Logging penuh 0.8–50 m/s Edukasi & riset angin mikro
Area pelabuhan/galvanis – derek luar ruang 10–15 m/s (alarm), >20 m/s (lockout) Keselamatan operasi

Aksesori yang sering dibutuhkan:

  • Tiang/stand stainless atau galvanis + bracket pemasangan.

  • Junction box kedap air IP65 untuk transisi kabel.

  • Surge protector/arrester jika area rawan petir.

  • Modul AI 0–10 V (bila PLC belum menyediakan kanal kosong).

Faktor yang memengaruhi hasil:

  • Turbulensi lokal (penghalang, exhaust fan).

  • Getaran tiang saat angin kuat.

  • Penempatan terlalu dekat permukaan panas (atap seng) dapat memunculkan aliran termal lokal.

Panduan penggunaan langkah-demi-langkah (kasus WWTP – kendali semprot penetral bau)

  1. Survei lokasi pemasangan
    Pilih titik atap/area terbuka yang representatif terhadap arah angin dominan. Pastikan jarak memadai dari exhaust fan dan dinding (≥2 m) untuk mengurangi turbulensi.

  2. Pemasangan mekanis
    Pasang bracket stainless di tiang yang kokoh. Pastikan kepala sensor bebas halangan 360°. Kencangkan baut agar tidak ada gerakan relatif saat diterpa angin.

  3. Penarikan kabel
    Gunakan kabel 20 m bawaan menuju panel kontrol. Masukkan ke conduit/jalur kabel untuk melindungi dari UV dan air. Pastikan koneksi kedap air pada titik masuk panel.

  4. Penyambungan listrik
    Hubungkan suplai 12–30 V DC ke terminal power sensor. Sambungkan keluaran 0–10 V ke kanal analog-in PLC/DAQ. Periksa polaritas dan ground.

  5. Scaling di PLC/SCADA
    Terapkan pemetaan linear: 0.8 m/s = 0 V dan 50 m/s = 10 V (atau sesuai kurva pabrikan). Uji dengan simulasi tegangan jika tersedia.

  6. Penetapan ambang
    Atur ambang misalnya:

    • Warning: 6 m/s (alarm operator)

    • Trip: 8 m/s (otomatis hentikan semprot)
      Implementasikan keterlambatan (delay) 5–10 detik untuk menghindari switching cepat akibat hembusan sesaat.

  7. Verifikasi lapangan
    Bandingkan pembacaan PLC dengan multimeter (tegangan) dan anemometer referensi (opsional) untuk memastikan konsistensi.

  8. Dokumentasi & pelatihan
    Simpan konfigurasi di SCADA, buat SOP respon alarm, dan latih operator untuk pemeriksaan visual rutin (kondisi bracket, kebersihan sensor).

  9. Perawatan berkala
    Bersihkan kepala sensor dari debu/serangga secara periodik. Periksa kekencangan baut dan integritas kabel, terutama setelah badai.

Kesimpulan dan rekomendasi

PCE-WS V menghadirkan kombinasi yang pas untuk otomasi: keluaran 0–10 V yang universal, konstruksi IP65 tahan cuaca, rentang 0.8–50 m/s, akurasi yang jelas, dan kabel 20 m sudah termasuk. Untuk fasilitas yang perlu interlock berbasis angin—WWTP, atap pabrik F&B, HVAC gedung kampus/lab, hingga aplikasi keselamatan di area industri—model ini meminimalkan friksi integrasi ke PLC/BMS dan mempercepat penerapan kontrol berbasis kondisi.

Siapa yang paling diuntungkan?

  • Operator WWTP yang butuh kontrol drift semprotan.

  • Tim fasilitas kampus/lab untuk stasiun cuaca & otomasi skylight.

  • Pabrik proses/F&B yang ingin menstabilkan ventilasi dan tekanan ruang.

  • Pengelola bangunan/atap yang memerlukan alarm peringatan angin kencang.

Jika Anda memerlukan logging internal, komunikasi digital (Modbus), atau sinyal arus 4–20 mA, pertimbangkan varian lain dalam seri yang setara; namun untuk integrasi 0–10 V, PCE-WS V adalah pilihan sederhana dan efektif.

FAQ singkat

Apakah PCE-WS V memiliki layar?
Tidak. Ini adalah sensor tetap tanpa layar; pembacaan diambil melalui sinyal 0–10 V ke PLC/DAQ.

Bisakah sensor ini mengukur arah angin?
Tidak. PCE-WS V fokus pada kecepatan angin. Desainnya omnidireksional agar independen dari arah.

Apa perbedaan PCE-WS V dengan varian lain?
“V” berarti keluaran tegangan 0–10 V. Varian lain di seri yang sama menawarkan 4–20 mA, pulsa, atau Modbus.

Apakah sensor bisa dipasang di lingkungan korosif?
Housing PA dan IP65 membantu ketahanan. Untuk area sangat korosif/kimia agresif, gunakan bracket stainless dan periksa rutin.

Bagaimana cara menguji fungsinya tanpa angin?
Lakukan simulasi di PLC (pakai sumber tegangan 0–10 V) untuk memastikan scaling dan logika alarm sudah benar.

Apakah kabel bisa diperpanjang?
Bisa, dengan mempertimbangkan noise/penurunan tegangan. Gunakan kabel berkualitas dan jalur terproteksi, serta uji ulang pembacaan.

Sebagai pemasok dan distributor alat instrumen industri dan laboratorium, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan kecepatan angin untuk keselamatan, efisiensi proses, dan kepatuhan operasional. Kami memasok perangkat berkualitas seperti PCE-WS V Air Flow Meter beserta perangkat pendukung otomasi lainnya agar fasilitas Anda mampu mengoptimalkan kontrol berbasis kondisi, menjaga konsistensi, dan memenuhi standar tertinggi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pemantauan angin di utilitas maupun proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi Air Flow Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.