Di banyak instalasi—dari WWTP hingga pabrik minuman—aktivitas luar ruang seperti pengangkatan peralatan dengan crane, pekerjaan atap, atau servis stack sampling sering bergantung pada kondisi angin. Bayangkan teknisi QA/QC hendak mengangkat panel blower di area aerasi terbuka; sebentar lagi crane beroperasi, tetapi hembusan angin sesekali menyentak. Tanpa indikator dan batas aman yang jelas, keputusan “lanjut atau tunda” menjadi spekulatif, dan risiko kecelakaan meningkat.
Solusinya adalah pemantauan kecepatan angin yang real-time dan objektif disertai sistem peringatan otomatis. Ketika ambang batas terlampaui, alarm berbunyi dan relai memutus operasi atau menyalakan lampu peringatan—tidak ada lagi mengira-ngira. Di sinilah PCE-WSAC 50-110 berperan: sebuah perangkat peringatan angin (wind warning device) dengan tampilan kecepatan/average, pre-alarm, alarm utama, serta dua relai NO/NC untuk interlock proses.
Teknologi pemantauan angin
Teknologi inti perangkat ini berada pada antarmuka 4–20 mA untuk menerima sinyal dari sensor anemometer yang kompatibel. Sinyal arus 4–20 mA dipakai luas di industri karena stabil terhadap noise dan tidak mudah terdegradasi pada jalur kabel panjang. PCE-WSAC 50-110 mengevaluasi sinyal tersebut untuk menampilkan kecepatan angin aktual, sekaligus menghitung rata-rata 2 atau 5 menit guna menyaring hembusan sesaat (gust).
Mengapa penting? Keputusan keselamatan jarang dibuat dari satu angka sesaat. Rata-rata bergerak memberikan gambaran kestabilan kondisi. Untuk jangka panjang, pendekatan ini membuat kebijakan operasional (misalnya batas aman pengangkatan) lebih konsisten dan dapat diaudit.
Dibanding metode konvensional seperti melihat windsock atau mengandalkan “feeling” operator, evaluasi elektronik 4–20 mA:
-
memberikan angka kuantitatif yang bisa dibuktikan,
-
dapat dihubungkan ke relai untuk otomatisasi interlock,
-
mendukung perekayasaan ulang SOP berdasarkan data average, bukan persepsi.
Spesifikasi dan fitur produk: PCE-WSAC 50-110
PCE-WSAC 50-110 adalah air flow meter / wind warning device untuk memantau kecepatan angin dari sensor anemometer (dijual terpisah) dan mengeluarkan peringatan visual-audio. Perangkat ini dirancang untuk area industri—pabrik, tambang, turbin angin, hingga fasilitas proses—yang memerlukan peringatan angin rendah sampai sedang.
Apa yang membuatnya istimewa dibanding banyak panel indikator umum?
-
Pre-alarm & alarm utama: dua tahap peringatan. Pre-alarm menyalakan LED kuning dan bunyi periodik; alarm utama menyalakan LED merah dengan bunyi kontinu.
-
Dua relai NO/NC (10 A): mudah diintegrasikan ke lampu menara (stack light), sirene eksternal, atau interlock peralatan seperti crane/hoist.
-
Average 2/5 menit: opsi built-in untuk meredam fluktuasi gust sehingga keputusan operasional lebih stabil.
-
Catu untuk sensor: menyediakan 12 VDC atau 24 VDC bagi anemometer—memudahkan wiring.
-
Kelas proteksi IP66: tahan debu dan percikan kuat, cocok dipasang di area luar ruang yang menantang.
-
Kalibrasi ISO disertakan: setiap unit dikirim dengan sertifikat kalibrasi ISO, memudahkan audit QA/QC.
Desain dan ergonomi
Perangkat berbentuk modul panel/box kompak untuk pemasangan permanen dekat area kerja atau di ruang kontrol lokal. Dimensi unit adalah 197,5 × 90 × 45 mm. Dengan ukuran ini, kotak mudah dipasang di dinding, tiang, atau panel kabinet. Informasi berat tidak dinyatakan oleh pabrikan.
Tata letak antarmuka dibuat lugas: layar menampilkan kecepatan serta average, di bagian depan terdapat LED kuning (pre-alarm) dan LED merah (alarm), serta buzzer internal. Tombol pengaturan digunakan untuk menetapkan ambang (setpoint) sesuai SOP internal.
Catu daya utama adalah 230 V AC. Karena perangkat untuk pemasangan tetap, tidak ada baterai internal maupun spesifikasi ketahanan baterai. Untuk penggunaan lapangan semi-outdoor, IP66 membantu melindungi elektronik dari debu dan semprotan air. Rentang suhu operasi adalah –20 hingga 60 °C, cukup untuk banyak lingkungan tropis dan ruang proses.
Catatan praktik:
-
Pasang pada ketinggian pandang operator, jauh dari semburan langsung nozzle atau sumber panas.
-
Gunakan gland/selang proteksi kabel menuju sensor untuk menjaga rating IP.
Antarmuka dan pengalaman pengguna
Tampilan (display) menyorot kecepatan angin saat ini dan nilai rata-rata (pilih 2 atau 5 menit). Indikator LED yang kontras membuat status peringatan mudah dipahami dari kejauhan: kuning untuk peringatan awal; merah untuk kondisi kritis. Beeper internal memberi notifikasi audio; pada pre-alarm bunyi periodik, pada alarm utama bunyi kontinu.
Navigasi menu dan pengaturan setpoint sederhana—penyetelan ambang dilakukan sekali, lalu perangkat bekerja otomatis. Bahasa yang didukung tidak disebutkan secara spesifik, namun operasinya berbasis angka dan simbol universal sehingga minim kurva belajar.
Fitur kualitas hidup yang relevan:
-
Peringatan bertahap untuk mengurangi false stop tetapi tetap waspada.
-
Rata-rata 2/5 menit untuk menstabilkan keputusan.
-
Dua relai independen sehingga Anda bisa membedakan respons (mis. pre-alarm menyalakan lampu kuning; alarm utama memutus power crane).
Perangkat ini tidak disebut memiliki memori data, USB, atau ekspor file; fungsinya fokus pada peringatan real-time dan interlock.
Fitur-fitur unggulan
-
Input 4–20 mA
Kompatibel dengan banyak anemometer industri. Keuntungannya: tahan noise, mudah ditarik hingga puluhan meter, dan standar de-facto di PLC/SCADA. -
Catu sensor 12/24 VDC
Mengurangi kebutuhan power supply tambahan di lapangan. Satu panel menghidupi sensor sekaligus mengevaluasi sinyalnya. -
Dua relai NO/NC, 220 VAC/10 A
Dapat langsung mengendalikan beban kecil (lampu, buzzer), atau menjadi sinyal ke PLC interlock untuk memutus operasi. Dua tahap alarm membuat SOP lebih adaptif. -
IP66
Memberi ketahanan terhadap debu total dan semprotan air bertekanan—penting bagi instalasi luar ruang, tepi atap, atau dekat aerator WWTP. -
Average 2/5 menit
Mengurangi sensitivitas terhadap hembusan sesaat sehingga mencegah operasi yang terlalu “gelisah” namun tetap responsif terhadap kondisi berbahaya. -
Sertifikat Kalibrasi ISO
Memudahkan validasi internal dan eksternal (audit, tender, atau sertifikasi).
Manfaat praktis:
-
menghemat waktu pengambilan keputusan (indikasi jelas, tidak perlu cross-check manual),
-
meningkatkan konsistensi audit K3 (setpoint terdokumentasi, sertifikat kalibrasi),
-
meminimalkan salah baca (indikator visual/audio dan average).
Kontrol eksternal dan integrasi sistem
-
Relai ke PLC/SCADA: dua relai NO/NC (10 A) dapat dikabelkan ke input digital PLC untuk interlock, pencatatan event, atau aktivasi sirene/lampu menara.
-
Arsitektur fleksibel: pre-alarm → lampu kuning & pesan HMI; alarm utama → interlock crane/pompa, sirene, dan logging event.
-
Skalabilitas: mudah menambah lebih banyak beacon/sirene melalui kontaktor jika diperlukan beban lebih besar.
Perangkat tidak menyediakan komunikasi digital (USB/RS-485/Modbus) maupun ekspor file bawaan; integrasi dilakukan melalui relai.
Spesifikasi teknis lengkap
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Jenis | Air Flow Meter / Wind Warning Device |
| Model | PCE-WSAC 50-110 |
| Catu daya utama | 230 V AC |
| Catu keluaran untuk sensor | 12 V DC atau 24 V DC |
| Input sinyal | 4…20 mA dari anemometer |
| Rentang ukur | 0…50 m/s |
| Akurasi pengukuran | ±3% dari rentang ukur |
| Rata-rata | 2 menit atau 5 menit |
| Relai alarm | 2 buah NO/NC, beban maks 220 V AC / 10 A |
| Indikator | LED kuning (pre-alarm), LED merah (alarm), beeper internal |
| Suhu operasi | –20…60 °C (–4…140 °F) |
| Kelas proteksi | IP66 |
| Dimensi | 197,5 × 90 × 45 mm (7,7 × 3,5 × 1,7 in) |
| Lingkup pengiriman | Unit PCE-WSAC 50-110, konektor sensor, manual, sertifikat kalibrasi ISO |
| Sensor | Dijual terpisah |
Penjelasan sederhana: angka 0–50 m/s berarti perangkat dapat menangani kecepatan dari tenang hingga sekitar 180 km/jam—cukup untuk kebanyakan operasi industri. Akurasi ±3% dari rentang setara ±1,5 m/s pada rentang penuh; untuk keputusan K3 (mis. batas 10–15 m/s) akurasi ini sudah memadai. IP66 membuat panel tahan hujan semprot dan debu, sedangkan dua relai 10 A memungkinkan penggerak indikator tanpa modul tambahan.
Panduan memilih komponen tambahan
Sensor anemometer tidak termasuk; pilih berdasarkan lingkungan dan kebutuhan pemasangan.
Tabel ringkas pemilihan sensor & aplikasi
| Lingkungan | Tipe anemometer kompatibel (output) | Contoh aplikasi |
|---|---|---|
| Atap pabrik/WWTP, umum | Anemometer cup 4–20 mA, rentang 0–50 m/s | Interlock crane, lampu menara peringatan |
| Area korosif (dekat laut/clarifier) | Anemometer bahan tahan korosi (SS/komposit) 4–20 mA | Perlindungan alat lifting & pekerjaan atap |
| Lokasi dengan turbulensi tinggi | Anemometer dengan desain bearing low-friction 4–20 mA | Monitoring rata-rata 5 menit untuk keputusan stabil |
| Aplikasi turbin kecil/ventilasi | Vane anemometer 4–20 mA | Pengendalian operasi ventilasi atau safety stop |
Aksesori yang umum:
-
tiang/mast dan bracket,
-
stack light (kuning/merah) dan sirene eksternal,
-
kabel sinyal berpelindung dengan gland IP66,
-
kontaktor (jika beban >10 A),
-
panel naungan/kanopi kecil untuk memperpanjang umur perangkat.
Faktor yang memengaruhi hasil:
-
posisi pemasangan sensor (ketinggian, jarak dari penghalang),
-
turbulensi akibat bangunan/struktur,
-
kualitas kabel dan pentanahan (hindari noise),
-
interval average yang dipilih (2 atau 5 menit),
-
pemeliharaan sensor (pembersihan, bearing).
Panduan penggunaan langkah demi langkah
Contoh kasus: area aerasi WWTP hendak melakukan pengangkatan pompa permukaan menggunakan crane. SOP menetapkan: pre-alarm pada 8 m/s, alarm utama pada 12 m/s (angka contoh; sesuaikan kebijakan site).
-
Pemasangan perangkat
-
Pasang PCE-WSAC 50-110 pada dinding panel dekat area kerja dengan ketinggian pandang operator.
-
Tarik kabel sinyal dari anemometer 4–20 mA di atas atap/tiang setidaknya 10 m dari penghalang.
-
Hubungkan catu 230 V AC ke perangkat.
-
Jika anemometer membutuhkan catu, ambil dari keluaran 12/24 V DC perangkat.
-
-
Pengkabelan relai
-
Relay 1 (pre-alarm) → ke lampu kuning dan buzzer eksternal (opsional).
-
Relay 2 (alarm utama) → ke input interlock crane/hoist dan lampu merah.
-
-
Penetapan parameter
-
Pilih average 5 menit untuk keputusan pengangkatan (lebih stabil).
-
Set pre-alarm dan alarm sesuai SOP.
-
Uji fungsi dengan meniup sensor (atau lakukan simulasi sinyal 4–20 mA jika tersedia) untuk memastikan relai bekerja.
-
-
Operasi harian
-
Sebelum pengangkatan, operator melihat angka kecepatan dan status LED.
-
Jika LED kuning aktif (pre-alarm), lakukan penilaian ulang; bila LED merah aktif (alarm),tunda pengangkatan hingga kondisi aman.
-
Catat event alarm pada log site (via PLC atau buku log).
-
-
Perawatan
-
Bersihkan sensor dari debu/garam secara berkala.
-
Periksa kekencangan kabel dan gland untuk mempertahankan IP66.
-
Simpan sertifikat kalibrasi ISO bersama dokumen K3.
-
Kesimpulan dan rekomendasi
PCE-WSAC 50-110 menawarkan paket sederhana namun tepat sasaran untuk keselamatan berbasis kondisi angin. Kekuatan utamanya terletak pada:
-
input 4–20 mA yang universal,
-
dua tahap alarm dengan LED & buzzer,
-
dua relai NO/NC 10 A yang siap interlock,
-
opsi average 2/5 menit,
-
IP66 dan sertifikat kalibrasi ISO.
Perangkat ini sangat cocok bagi:
-
WWTP/WTP yang menangani pekerjaan outdoor di area terbuka,
-
F&B, farmasi/biotek, kimia-proses yang butuh interlock crane atau pekerjaan atap aman,
-
fasilitas riser/stack sampling di laboratorium lingkungan,
-
tambang, site konstruksi, turbin kecil yang perlu peringatan angin cepat.
Jika Anda memerlukan pencatatan data historis atau komunikasi digital, pertimbangkan menambahkan PLC/SCADA untuk logging event dari relai perangkat ini.
FAQ
-
Apakah PCE-WSAC 50-110 sudah termasuk sensor angin?
Belum. Sensor anemometer dijual terpisah. Perangkat menerima sinyal 4–20 mA dan dapat memberi catu 12/24 VDC untuk sensor. -
Bisakah perangkat menghentikan mesin secara otomatis?
Ya, melalui relai NO/NC. Hubungkan ke input interlock mesin/PLC sesuai SOP. -
Apakah ada penyimpanan data atau port USB?
Tidak disebutkan. Fungsi utama perangkat adalah peringatan real-time dan keluaran relai. -
Di mana sebaiknya sensor dipasang?
Pada lokasi terbuka setinggi mungkin, jauh dari penghalang (umumnya >10 kali tinggi penghalang) untuk meminimalkan turbulensi. -
Bagaimana memilih average 2 atau 5 menit?
Gunakan 2 menit untuk respons yang lebih cepat; 5 menit untuk keputusan yang lebih stabil pada operasi pengangkatan. -
Seberapa tahan terhadap cuaca?
Panel memiliki IP66 dan suhu operasi –20…60 °C, cocok untuk banyak aplikasi luar ruang.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan angin yang andal untuk menjaga keselamatan kerja dan kelangsungan proses Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti PCE-WSAC 50-110 beserta perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan keselamatan operasional, memastikan keputusan berbasis data, dan memenuhi standar tertinggi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pemantauan angin di fasilitas Anda, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Air Flow Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 45
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 45
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 30
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter Flow Hoods PCE-VA 20-SET-ICA incl. ISO Calibration
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter Flow Hoods PCE-VA 20-SET-ICA incl. ISO Calibration
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-HVAC 2-ICA with ISO Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-HVAC 2
Lihat Produk★★★★★ -

Air Flow Meter PCE-WSAC 50-210
Lihat Produk★★★★★
Referensi
-
Khairun Nisa, N. (2023). Studi Pola Dispersi Emisi Gas SO₂ dari Cerobong Kilang PT Pertamina RU V Balikpapan. Petrogas, 5(1), 1–17. Retrieved from https://ejournal.sttmigas.ac.id/index.php/petrogas/article/download/144/pdf
-
Sarwono, E., Adnan, F., & Rafi, M. M. (2021). Pemodelan Dispersi Emisi Udara SO₂ dan NO₂ dengan Menggunakan Persamaan Gaussian pada Cerobong PLTU Muara Jawa. Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL, 5(2), 17–33. Retrieved from https://e-journals.unmul.ac.id/index.php/TL/article/download/7085/3981














