teknisi Indonesia memeriksa sensor arah angin PCE-WV A bermaterial plastik PA di atap gedung, terhubung ke konduit kabel 20 m, dengan latar kota dan langit berawan.

PCE-WV A: Sensor Arah Angin 4–20 mA Untuk Otomasi Bangunan

Daftar Isi

Pada proyek crane pelabuhan, operator sering dihantui satu pertanyaan sederhana: “Angin bergerak dari mana sekarang—dan apakah aman untuk mengangkat beban?” Pada kecepatan tertentu, perubahan arah angin beberapa derajat saja bisa memicu ayunan beban, merusak material, bahkan menghentikan operasi. Situasi kritis serupa juga muncul di gedung bertingkat dengan façade maintenance unit, atap dengan panel surya yang dapat berputar, hingga stasiun cuaca di kawasan industri. Solusi yang paling masuk akal bukan sekadar menebak dari bendera penunjuk angin, melainkan membaca arah angin secara kontinu dan menyalurkannya ke PLC/SCADA agar sistem bisa memperingatkan, mencatat, atau mengambil tindakan otomatis.

Di sinilah PCE-WV A hadir. Ini adalah sensor arah angin (kategori: sensor/anemometer arah) untuk pemasangan tetap dengan keluaran 4–20 mA—format sinyal industri yang andal—yang dirancang untuk wind warning system, building services, dan building automation. Dengan rentang 0–360°, rating IP65, kabel sambungan 20 m, dan akurasi ±3°, PCE-WV A menawarkan pembacaan arah angin yang bersih untuk integrasi ke data logger, PLC, atau panel indikator Anda.

Teknologi arah angin 4–20 mA

Prinsip kerja sensor arah angin tipe vane cukup intuitif. Sebuah sirip (vane) akan menyelaraskan diri terhadap aliran udara: ujung yang lebih luas menangkap dorongan angin dan memosisikan sirip sehingga menunjuk ke arah datangnya angin. Posisi sudut 0–360° kemudian dikonversi menjadi sinyal listrik analog 4–20 mA—arus yang berubah linear terhadap sudut—untuk dibaca sistem kendali.

Mengapa 4–20 mA? Di lingkungan industri, arus lebih kebal terhadap gangguan noise, drop tegangan kabel panjang, dan memberikan deteksi “kabel putus” (karena 4 mA menandakan kondisi minimum, bukan nol). Untuk pemasangan luar ruang dengan kabel puluhan meter, ini jauh lebih andal dibanding tegangan analog 0–10 V.

Dalam jangka panjang, pendekatan ini memberi beberapa keuntungan:

  • Stabil & mudah diintegrasikan: langsung ke PLC, RTU, atau data logger standar industri.

  • Fleksibel untuk otomasi: batas arah angin bisa memicu sirene peringatan, menghentikan proses, atau mengubah orientasi panel surya/tracker.

  • Skalabel: satu loop arus per sensor; jarak kabel hingga puluhan meter tanpa perlu penguat sinyal.

Jika dibanding “metode konvensional” seperti melihat windsock manual atau kompas sederhana, sensor arah angin ber-arus loop:

  • memberi data kuantitatif kontinu (0–360°), bukan perkiraan visual,

  • tercatat dan diaudit (via logger/SCADA),

  • dapat ditindaklanjuti otomatis (alarm, interlock proses).

Spesifikasi dan fitur produk: PCE-WV A

PCE-WV A adalah sensor arah angin untuk instalasi tetap di lingkungan industri. Pabrikan menggarisbawahi penggunaan di sistem peringatan angin, jasa bangunan, dan otomasi bangunan, serta aplikasi lain yang memerlukan pemantauan arah angin yang presisi sepanjang 0–360°.

Apa yang membuatnya menonjol dibanding banyak vane komersial?

  • Keluaran 4–20 mA: standar industri yang siap plug-in ke PLC dan data logger.

  • Rating IP65: terlindung dari debu dan semprotan air—cukup untuk atap gedung, area pabrik, dan stasiun cuaca ringan.

  • Batas lingkungan luas: operasi -20 … +80 °C pada kelembapan ≤95% RH; cocok iklim tropis yang panas dan lembap.

  • Kabel 20 m terpasang: memudahkan penempatan sensor pada titik paling representatif tanpa beli kabel khusus.

  • Akurasi & resolusi yang jelas: ±3° akurasi, resolusi ±2,5°, memadai untuk otomatisasi dan alarm arah.

Desain dan ergonomi

Secara fisik, PCE-WV A menggunakan housing plastik PA (polyamide) yang dikenal ringan dan kuat, sesuai untuk perangkat yang sering terpapar panas dan UV. Rumah sensor berprofil aerodinamis dengan vane yang menyeimbangkan respons cepat namun stabil—cukup peka untuk mulai bekerja pada aliran ≥0,8 m/s (≈2,62 ft/s).

Poin desain penting:

  • material: plastik PA yang robust,

  • perlindungan: IP65—tahan debu dan semprotan air,

  • koneksi: kabel 20 m terpasang untuk sambungan ke panel/PLC,

  • catu daya: 12 … 30 V DC (loop-powered),

  • kecepatan angin maksimum yang masih dapat diikuti: 55 m/s (≈123 mph).

Dimensi dan berat spesifik tidak disebutkan oleh pabrikan dalam ringkasan yang tersedia. Namun berdasarkan kelas perangkat, umumnya compact untuk pemasangan di tiang atau braket atap. Saran penggunaan lapangan:

  • Pasang pada tiang bebas turbulensi, jauh dari halangan (dinding, atap miring) minimal 10× tinggi penghalang.

  • Rute kabel 20 m melalui duct/konduit untuk proteksi mekanis dan UV.

  • Pastikan arah referensi (mis. “Utara”) terkalibrasi saat pemasangan agar pembacaan 0–360° sesuai kompas situs.

Batas lingkungan:

  • suhu operasi -20 … +80 °C,

  • kelembapan hingga ≤95% RH,

  • IP65 memberi ketahanan hujan ringan hingga semprotan, namun hindari perendaman.

Antarmuka dan pengalaman pengguna

PCE-WV A bukan perangkat handheld dengan layar; ia adalah sensor prosess yang mengeluarkan sinyal arus 4–20 mA mewakili 0–360°. “Antarmuka” terjadi lewat:

  • terminal logger/PLC yang membaca arus,

  • panel indikator (jika ada) yang mengubah arus menjadi derajat/kompas,

  • software SCADA/RTU yang menampilkan sudut dan mencatat tren.

Fitur quality-of-life akan sangat tergantung pada perangkat pembaca (logger/PLC). Namun dari sisi sensor:

  • start threshold rendah (≥0,8 m/s) membantu sensor “hidup” pada angin lemah,

  • keluaran analog kontinu memudahkan pemfilteran median/moving average di PLC untuk stabilitas tampilan,

  • auto-off tidak relevan (sensor 24/7).

Jika Anda perlu memori internal, export USB, atau tampilan on-board, pasangan idealnya adalah data logger/PLC yang menyediakan fungsi tersebut. PCE-WV A menyuplai data mentah yang stabil dan linier.

Fitur-fitur unggulan

Berikut fitur inti yang relevan dalam praktik:

  • Keluaran 4–20 mA linier 0–360°
    Memudahkan kalibrasi skala di PLC (0° → 4 mA, 360° → 20 mA). Manfaat: integrasi cepat, bisa di-scaling untuk menyalakan relai/alarms pada rentang arah tertentu (mis. 210–260° berbahaya untuk crane).

  • Ketahanan IP65 & housing PA
    Untuk operasi outdoor jangka panjang yang terpapar debu, hujan, dan radiasi UV—mengurangi downtime akibat kerusakan mekanik.

  • Ambang start 0,8 m/s & kecepatan maksimum 55 m/s
    Mencakup mayoritas kondisi lapangan dari angin lemah hingga badai tropis; penting untuk aplikasi keselamatan.

  • Akurasi ±3°, resolusi ±2,5°
    Cukup presisi untuk otomasi bangunan, alarm keselamatan, dan pengamatan meteorologi industri ringan.

Catatan: fitur seperti ATC, kalibrasi multi-titik, atau logging internal tidak berlaku pada sensor arah angin ini (itu tipikal di meteran elektrokimia). Semua penanganan data/kompensasi dilakukan di sisi sistem pembaca.

Kontrol eksternal dan integrasi sistem

Skema integrasi umum:

  • PLC/RTU/SCADA: masukkan 4–20 mA ke analog input; scaling linear ke 0–360°.
    Output dapat memicu sirene, lampu, interlock motor, atau menyetir variabel proses lain.

  • Data logger: merekam tren arah angin untuk audit dan analisis risiko; ekspor ke Excel/LIMS via CSV dari logger.

  • Sistem otomasi bangunan (BMS): atur shading façade, tirai luar, atau stasiun pencuci kaca berdasarkan arah angin.

Dengan kabel 20 m, pemasangan fleksibel tanpa harus menambah junction di dekat sensor, yang sering menjadi sumber gangguan. Jika jarak ke panel lebih jauh, gunakan perpanjangan kabel berkualitas industri dan periksa rekomendasi tegangan catu 12…30 V DC agar loop arus tetap stabil.

Spesifikasi teknis lengkap

Parameter Nilai
Rentang pengukuran 0 … 360° (arah angin)
Ambang mulai pengukuran ≥2,62 ft/s (≈0,8 m/s)
Keluaran 4 … 20 mA
Akurasi ±3°
Resolusi ±2,5°
Kecepatan angin maksimum 123 mph (≈180 ft/s, 55 m/s)
Suhu operasi −4 … +176 °F (≈ −20 … +80 °C)
Kelembapan operasi ≤95% RH
Sambungan listrik Kabel 65,6 ft (20 m) terpasang
Tegangan operasi 12 … 30 V DC
Kelas proteksi IP65
Material housing Plastik PA (polyamide)
Aplikasi yang dianjurkan Wind warning system, layanan bangunan, otomasi bangunan, stasiun cuaca industri, crane, solar tracker, irigasi

Penjelasan singkat untuk pemula: bayangkan kompas yang menunjuk ke arah datangnya angin. Kompas itu diubah menjadi arus listrik. Saat penunjuk di 0° (mis. utara), arusnya 4 mA; saat berputar hingga 360°, arus naik linier sampai 20 mA. PLC membaca angka arus tersebut dan mengkonversi kembali ke derajat untuk ditampilkan, dicatat, atau dipakai memicu alarm.

Panduan memilih komponen tambahan

Walau PCE-WV A fokus pada arah, sistem lengkap biasanya membutuhkan aksesori berikut.

Tabel ringkas rentang & contoh aplikasi

Komponen Rentang/Fungsi Contoh penggunaan
PCE-WV A (arah angin) 0–360° Alarm arah angin untuk crane, kontrol orientasi panel surya, validasi arah hembusan untuk ventilasi atap
Anemometer kecepatan (terpisah) 0–60 m/s (tergantung model) Menentukan batas kecepatan angin aman untuk operasi
Data logger analog 4–20 mA 1–8 kanal+ Pencatatan tren arah (dan kecepatan bila ada sensor kedua)
Tiang/braket & konduit kabel Pemasangan stabil & proteksi kabel
Panel indikator/kompas digital 0–360° tampilan Visualisasi real-time di ruang kontrol

Aksesori yang disarankan:

  • tiang stainless/braket atap dengan isolasi vibrasi,

  • konduit UV-resistant untuk kabel,

  • kotak sambung bertingkat IP65/IP66,

  • lightning/surge protection untuk jalur analog outdoor,

  • data logger atau PLC dengan input 4–20 mA.

Faktor yang memengaruhi kualitas hasil:

  • turbulensi lokal (dinding, atap, kipas besar),

  • mis-alignment saat kalibrasi arah referensi,

  • degradasi mekanis vane karena kotoran/garam/UV,

  • kondisi kabel (konektor lembap atau korosi).

Panduan penggunaan langkah demi langkah (contoh: operasi crane pelabuhan)

  1. Survei lokasi pemasangan di puncak tiang yang bebas turbulensi dan terekspos angin dominan. Pastikan jarak aman dari crane jib agar tidak terhalang.

  2. Pasang tiang dan braket; kunci PCE-WV A secara tegak lurus. Arahkan referensi “0°” sensor ke utara magnetik (atau geografis sesuai standar lokasi).

  3. Tarik kabel 20 m menuju panel kontrol melalui konduit. Segel semua masuk-keluar konduit untuk mencegah air.

  4. Sambungkan dua kabel loop arus ke input analog 4–20 mA pada PLC/data logger. Beri catu 12–30 V DC sesuai diagram pemasangan.

  5. Lakukan scaling di PLC: 4 mA = 0°, 20 mA = 360°. Uji dengan memutar vane secara manual (jika aman) dan cocokkan bacaan.

  6. Tentukan zona arah berbahaya pada PLC, misalnya 210–260° (angin dari laut ke dermaga). Buat logika alarm untuk menyalakan sirene/lampu saat arah masuk rentang tersebut, ditambah interlock bila dikombinasi sensor kecepatan angin.

  7. Konfigurasikan logging (di data logger/SCADA) untuk menyimpan arah setiap 1–10 detik dan rata-ratanya per menit. Ekspor ke CSV untuk audit keselamatan.

  8. Perawatan berkala: bersihkan vane dari garam/debu, cek kekencangan braket, verifikasi skala arah minimal tiap 6 bulan atau setelah badai.

Panduan ini bisa dengan mudah diadaptasi untuk otomasi bangunan (mengatur tirai luar atau jendela otomatis), stasiun cuaca industri, dan solar tracker.

Kesimpulan dan rekomendasi

PCE-WV A adalah pilihan praktis ketika Anda membutuhkan data arah angin 0–360° yang stabil, mudah diintegrasikan, dan tahan lingkungan. Keluaran 4–20 mA, IP65, dan kabel 20 m membuatnya siap dipasang di atap gedung, tiang dermaga, ataupun menara kecil stasiun cuaca industri. Akurasi ±3° serta operasi -20 … +80 °C memadai untuk kontrol otomatis dan alarm keselamatan.

Siapa yang paling diuntungkan?

  • Otomasi bangunan & fasilitas: mengendalikan shading, bukaan jendela, atau peringatan kerja di ketinggian.

  • Keselamatan operasi crane/rigging: alarm arah angin dan dokumentasi keputusan berhenti operasi.

  • Stasiun cuaca industri & pertanian: pemantauan dasar arah angin untuk strategi irigasi penyemprotan atau dispersi bau.

  • Energi surya & solar tracker: memposisikan panel terhadap arah/hembusan untuk proteksi.

Jika Anda memerlukan tampilan lokal atau rekaman internal, padukan dengan data logger/PLC yang sesuai. Untuk pengukuran kecepatan angin, tambahkan anemometer kecepatan sebagai sensor kedua.

FAQ singkat

Apakah PCE-WV A mengukur kecepatan angin?
Tidak. Perangkat ini mengukur arah angin 0–360°. Ia membutuhkan aliran minimal sekitar 0,8 m/s agar vane bisa berorientasi.

Bagaimana memetakan 4–20 mA ke derajat?
Gunakan scaling linear: 4 mA = 0°, 20 mA = 360°. Banyak PLC memiliki fungsi scale with parameters untuk ini.

Apakah sensor ini punya memori atau layar?
Tidak. Ia sensor proses. Gunakan panel indikator atau data logger untuk tampilan dan pencatatan.

Di mana sebaiknya dipasang?
Pada tiang/braket yang bebas turbulensi dan penghalang. Hindari dekat dinding, ventilator besar, atau struktur yang memantulkan angin.

Apakah tahan hujan tropis?
Rating IP65 melindungi dari debu dan semprotan air. Untuk badai deras yang berkepanjangan, pastikan pemasangan, konduit, dan sealing kabel baik.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan arah angin dalam mendukung keselamatan kerja dan otomasi fasilitas Anda. Kami melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti PCE-WV A beserta perangkat pendukung lainnya (data logger, PLC, panel indikator) untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian risiko angin, meningkatkan efisiensi, dan memenuhi standar operasional tertinggi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pemantauan arah angin pada utilitas maupun proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi Air Flow Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.