Di banyak laboratorium, instalasi pengolahan air, hingga kebun dan kolam ikan, pengukuran pH sering terasa seperti pekerjaan kecil yang menyita banyak waktu. Di atas kertas, mengukur pH hanya soal mencelupkan elektroda ke sampel dan membaca angka. Di lapangan, ceritanya jauh lebih rumit.
Teknisi QA/QC di WTP atau WWTP, misalnya, tidak hanya berurusan dengan air jernih. Ada lumpur, busa, partikel tersuspensi, dan akses titik sampling yang sempit. Membawa pH meter benchtop jelas tidak praktis; sementara pH kertas lakmus terlalu kasar untuk kebutuhan laporan resmi dan audit. Hasil yang tidak stabil dan sulit diulang membuat tim bingung ketika harus menjelaskan perbedaan data antara shift pagi dan malam.
Di industri makanan dan minuman, masalahnya lain lagi. pH adonan roti, keju, yoghurt, atau saus harus dikontrol ketat. Namun sampelnya kental dan semi-padat. Elektroda pH biasa sering “macet” di permukaan, sulit menembus produk, dan mudah rusak jika dipaksa. Operator produksi akhirnya mengambil sampel, mencampurnya dengan air, lalu mengukur pH larutan. Praktik ini menghabiskan waktu dan berisiko mengubah nilai pH asli produk.
Di pertanian dan akuakultur, pengukuran pH tanah dan media budidaya juga menentukan produktivitas. Petani hidroponik perlu tahu pH larutan nutrisi, sementara pH tanah dan lumpur kolam memengaruhi ketersediaan nutrisi dan kesehatan ikan. Mengirim sampel ke laboratorium berarti menunggu hasil, padahal keputusan pemberian kapur pertanian, penyesuaian pupuk, atau aerasi harus diambil cepat.
Di laboratorium riset, farmasi, maupun kosmetik, isu utamanya adalah konsistensi dan keterlacakan data. pH sediaan farmasi atau kosmetik tidak boleh menyimpang dari spesifikasi; namun pengujian sering dilakukan di banyak titik proses oleh beberapa operator. Tanpa alat yang stabil dan mudah dikalibrasi, data antar-operator biasa “ngambang”, dan ini menyulitkan validasi maupun audit.
Singkatnya, kebutuhan utama para pengguna di berbagai sektor adalah:
Alat pH portabel yang cukup kecil untuk dibawa ke mana-mana, tapi akurat seperti instrumen laboratorium.
Elektroda yang bisa menangani sampel cair sampai semi-padat (tanah, adonan, keju, krim) tanpa banyak trik tambahan.
Pengoperasian sederhana, kalibrasi cepat, dan hasil yang konsisten sehingga nyaman dipakai oleh teknisi berpengalaman maupun operator baru.
Di titik inilah PHscan30P hadir sebagai solusi praktis yang menjembatani kebutuhan lapangan dan ketelitian laboratorium.
Prinsip Kerja Pocket pH Tester dan Mengapa Penting
PHscan30P termasuk kategori pocket pH tester: instrumen genggam dengan elektroda pH terintegrasi dan sensor suhu internal. Secara prinsip, alat ini bekerja sama seperti pH meter laboratorium:
Di ujung elektroda terdapat membran kaca sensitif pH. Ketika menyentuh sampel, membran ini merespon konsentrasi ion hidrogen (H⁺) dan menghasilkan beda potensial listrik.
Beda potensial tersebut diolah oleh rangkaian elektronik di dalam alat dan dikonversi menjadi nilai pH yang ditampilkan di layar.
PHscan30P juga dilengkapi sensor suhu internal. Nilai suhu ini digunakan untuk melakukan automatic temperature compensation (ATC) 0–60 °C sehingga pembacaan pH tetap akurat meskipun sampel tidak berada pada suhu kamar .
Teknologi kunci pada PHscan30P adalah kombinasi:
Elektroda spear-tip yang runcing untuk menembus sampel lunak seperti tanah basah, keju, daging, atau adonan.
ATC otomatis yang mengoreksi pengaruh suhu terhadap respon elektroda.
Kalibrasi 1–3 titik dengan pengenalan otomatis buffer standar USA atau NIST sehingga pengguna bisa menyesuaikan akurasi dengan kebutuhan aplikasi .
Dibanding metode konvensional seperti kertas lakmus atau titrasi manual, pocket pH tester seperti PHscan30P menawarkan beberapa keunggulan penting:
Respon cepat dan kuantitatif. Nilai pH ditampilkan langsung dengan resolusi 0,01 pH dan akurasi hingga ±0,01 pH .
Dapat digunakan langsung di titik proses. Tidak perlu membawa sampel jauh ke laboratorium, sehingga kondisi sampel tetap representatif.
Lebih mudah distandarkan. Dengan prosedur kalibrasi yang terdokumentasi, hasilnya bisa dipertanggungjawabkan dalam audit maupun validasi metode.
Dalam jangka panjang, teknologi pocket tester yang akurat seperti ini membantu mengurangi variasi data, mempercepat pengambilan keputusan proses, dan menjaga konsistensi mutu produk maupun kualitas lingkungan.
PHscan30P: Pocket pH Tester Spear-Tip untuk Sampel Cair dan Semi-Padat
Secara sederhana, PHscan30P adalah varian PHscan30 yang dikemas dengan elektroda spear tip khusus untuk sampel lunak seperti tanah, makanan semi-padat, dan bahan serupa. Instrumen utamanya sama dengan PHscan30, tetapi jenis elektroda yang terpasang sejak awal membuatnya sangat cocok untuk aplikasi lapangan di pertanian, pangan, dan lingkungan.
Berdasarkan spesifikasi resmi, PHscan30 memiliki rentang pengukuran –1,00 hingga 15,00 pH dengan resolusi 0,01 dan akurasi ±0,01 pH. Kalibrasi dapat dilakukan pada 1 hingga 3 titik, dengan opsi buffer USA (pH 4,01; 7,00; 10,01) atau NIST (pH 4,01; 6,86; 9,18) dan pengenalan buffer otomatis . Teknologi yang sama digunakan pada PHscan30P, sehingga performa metrologinya identik.
Keistimewaan varian “P” ada pada elektroda spear-tip yang memang dirancang untuk:
Menembus tanah basah, lumpur, keju, daging, buah, adonan roti, dan soft solid lain tanpa perlu memotong atau menghancurkan sampel terlebih dahulu .
Mengurangi risiko kerusakan membran kaca karena gaya tekan yang berlebihan saat menusuk sampel.
Mempercepat homogenisasi kontak antara membran pH dengan bagian dalam sampel, sehingga waktu stabilisasi lebih cepat dibanding elektroda datar.
Bagi pengguna di:
Lab QA/QC pangan dan minuman, PHscan30P memungkinkan uji pH di line produksi, langsung pada produk akhir atau WIP (work in process).
Pertanian & hidroponik, alat ini berguna untuk memantau pH tanah, media tanam, serta larutan nutrisi di rumah kaca.
Akuakultur, spear tip dapat digunakan untuk menguji pH sedimen kolam, pakan basah, maupun probiotik cair.
Kosmetik dan farmasi, elektroda dapat menembus krim, gel, dan sediaan semi-padat lain tanpa harus mengencerkan terlebih dulu, sehingga pH yang diukur lebih representatif.
Kombinasi kemampuan bekerja di cairan dan semi-padat membuat PHscan30P terasa seperti “satu alat untuk banyak kasus”, cocok bagi institusi yang ingin menghemat investasi instrumen tetapi tetap menjaga mutu pengukuran.
Desain dan Ergonomi PHscan30P
Secara fisik, PHscan30P berbentuk silinder memanjang dengan diameter sekitar 40 mm. Panjang bodi instrumen standar PHscan30 adalah 185 mm, sementara total panjang kit dengan elektroda spear-tip sekitar 205 mm, sehingga masih nyaman digenggam satu tangan, bahkan oleh operator dengan tangan kecil . Bobotnya ringan, sekitar 120 g, sehingga tidak membuat tangan cepat lelah ketika digunakan berulang di lapangan.
Bagian atas alat memuat:
Layar LCD dua baris berukuran 21 × 21 mm yang menampilkan nilai pH dan suhu secara bersamaan .
Tombol-tombol membran yang rata dengan permukaan, mudah dibersihkan jika terkena cipratan sampel.
Di bagian bawah terdapat rumah elektroda dengan mekanisme collar berputar. Elektroda spear-tip bisa dilepas–pasang dengan memutar cincin pengunci, sehingga mudah diganti jika sudah habis umur pakainya atau ingin berganti tipe elektroda .
Dari sisi pasokan daya, PHscan30P menggunakan baterai isi ulang 3,7 V. Pengisian dilakukan melalui konektor USB di bagian belakang; spesifikasi manual menyebut kebutuhan adaptor DC 5 V, 500 mA, dan waktu pengisian penuh sekitar dua jam . Setelah penuh, baterai mampu menopang sekitar 200 jam pemakaian kontinu , cukup untuk banyak hari kerja lapangan tanpa sering di-charge.
Batas lingkungan operasi PHscan30 mencakup:
Suhu operasi 0–50 °C,
Suhu penyimpanan 0–60 °C,
Kelembapan relatif < 80% non-kondensasi, serta
IP rating IP54, yang berarti terlindungi dari debu dalam jumlah terbatas dan percikan air dari segala arah .
Dengan kombinasi ini, PHscan30P aman digunakan di area produksi basah, kolam, atau lahan pertanian selama tidak benar-benar dicelupkan seluruh bodinya ke dalam air.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
Antarmuka PHscan30P dirancang sederhana agar operator baru cepat beradaptasi. Terdapat tiga tombol utama:
Meas – menyalakan/mematikan alat, mengunci/membuka kunci hasil baca, dan keluar dari mode kalibrasi atau pengaturan.
Cal – memulai kalibrasi, berpindah pilihan menu, dan masuk ke setup menu ketika ditekan lama.
Enter – mengonfirmasi pilihan menu dan menyimpan nilai kalibrasi .
Layar LCD dua baris menampilkan:
Nilai pH pada baris utama.
Suhu sampel di baris kedua.
Ikon mode (MEAS, CAL, SETUP), indikator ATC, status HOLD ketika auto-read aktif, dan ikon baterai ketika tegangan rendah .
Menu pengaturan memuat tujuh item utama, antara lain:
pemilihan grup buffer (USA/NIST),
jumlah titik kalibrasi (1–3 titik),
unit suhu (°C/°F),
kalibrasi suhu,
fitur auto-hold (auto-read),
auto-power-off, dan
factory reset .
Navigasinya linear: tombol Cal untuk berpindah opsi, Enter untuk menyimpan. Pola ini memudahkan operator yang sudah terbiasa dengan alat ukur lain.
Dari sisi kenyamanan kerja:
Fitur Auto-Read / Auto-Hold memungkinkan alat secara otomatis mendeteksi ketika pembacaan sudah stabil, lalu mengunci nilai dan menampilkan ikon HOLD. Ini sangat membantu ketika bekerja di titik sampling sulit atau saat operator harus mencatat nilai di buku log sambil tetap memegang alat .
Auto-off setelah 8 menit tidak digunakan menghemat baterai, terutama di fasilitas yang sering lupa mematikan alat setelah digunakan .
Secara keseluruhan, pengalaman pengguna PHscan30P cukup intuitif: nyalakan alat, bilas elektroda, celup atau tusukkan ke sampel, tunggu stabil, baca atau kunci hasil, lalu bilas kembali. Prosedur kalibrasinya pun dijelaskan rinci dalam manual, sehingga cocok untuk lingkungan yang membutuhkan SOP tertulis.
Fitur Kunci yang Membuat PHscan30P Efisien di Lapangan
Beberapa fitur teknis PHscan30P terlihat sederhana, tetapi sangat berpengaruh pada efisiensi kerja sehari-hari:
Kalibrasi 1–3 titik dengan pengenalan buffer otomatis
Pengguna dapat memilih 1 titik (pH 7,00/6,86), 2 titik, atau 3 titik sesuai kebutuhan akurasi.
Alat secara otomatis mengenali nilai buffer (4,01; 7,00; 10,01 atau 4,01; 6,86; 9,18) sehingga mengurangi risiko salah memasukkan nilai kalibrasi .
Bagi lab QA/QC, hal ini membantu menjaga konsistensi antar-operator dan memudahkan pelacakan saat audit.
Automatic Temperature Compensation (ATC) 0–60 °C
Dalam banyak aplikasi (air limbah hangat, media fermentasi, atau produk makanan panas), suhu sampel jarang 25 °C. ATC memastikan respon elektroda dikoreksi berdasarkan suhu aktual, sehingga nilai pH tetap akurat tanpa perhitungan manual.
Auto-Read / Auto-Hold
Ketika fitur ini diaktifkan dari menu, alat akan mendeteksi ketika pembacaan sudah stabil lalu mengunci angka. Operator bisa dengan tenang menarik alat dari sampel tanpa takut angka bergeser saat tangan bergerak. Ini mengurangi salah catat dan mempercepat pengambilan banyak titik sampel sekaligus .
Elektroda spear-tip yang dapat diganti
Elektroda pada PHscan30P dapat dilepas dan diganti saat performanya mulai menurun. Proses penggantian cukup memutar collar, menarik elektroda lama, kemudian memasang yang baru sampai terasa terkunci .
Fitur ini menurunkan biaya siklus hidup alat karena pengguna tidak perlu mengganti keseluruhan instrumen ketika elektroda habis umur.
IP54 dan desain tahan percikan
Dengan perlindungan terhadap debu dan percikan air, PHscan30P cocok dibawa ke area basah seperti samping kolam, area CIP di pabrik minuman, atau lahan pertanian yang becek .
Baterai isi ulang 3,7 V dengan waktu pakai panjang
Durasi operasi sekitar 200 jam membantu mengurangi frekuensi pengisian dan biaya penggantian baterai sekali pakai .
Gabungan fitur tersebut membuat PHscan30P menjadi alat yang realistis untuk dipakai sehari-hari, bukan hanya “bagus di atas kertas”.
Kontrol Eksternal dan Integrasi Sistem
Berbeda dengan beberapa pH meter laboratorium yang dilengkapi port data khusus, PHscan30P fokus sebagai pocket tester mandiri. USB yang disertakan pada paket PHscan30 digunakan untuk pengisian baterai, bukan sebagai antarmuka transfer data hasil pengukuran ke komputer .
Implikasinya:
Pencatatan hasil tetap dilakukan secara manual ke lembar kerja, buku log, atau langsung ke sistem LIMS melalui input operator.
Untuk keperluan tren jangka panjang, pengguna biasanya menggabungkan PHscan30P dengan template Excel sederhana atau formulir digital di tablet/ponsel.
Meski tidak ada integrasi data otomatis, kelebihan pendekatan ini adalah kesederhanaan: tidak perlu instalasi driver atau software khusus. Bagi banyak fasilitas yang hanya membutuhkan pH spot-check atau verifikasi cepat, pendekatan manual ini sudah memadai dan justru mengurangi kompleksitas infrastruktur IT.
Spesifikasi Teknis PHscan30P
Tabel di bawah merangkum spesifikasi utama PHscan30/PHscan30P berdasarkan brosur dan manual resmi pabrikan.
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Model | PHscan30P (berbasis PHscan30 dengan elektroda spear-tip) |
| Rentang pH | –1,00 sampai 15,00 pH |
| Resolusi pH | 0,01 pH |
| Akurasi pH | ±0,01 pH |
| Titik kalibrasi | 1–3 titik (pH 4,01 / 7,00 / 10,01 atau 4,01 / 6,86 / 9,18) |
| Opsi buffer | USA atau NIST dengan pengenalan buffer otomatis |
| Rentang suhu pengukuran | 0–60 °C (32–140 °F) |
| Resolusi suhu | 0,1 °C / 0,1 °F |
| Akurasi suhu | ±1 °C (±1,8 °F) |
| Titik kalibrasi suhu | 1 titik, rentang koreksi ±10 °C/°F |
| Kompensasi suhu | 0–60 °C otomatis (ATC) |
| Fungsi Auto-Read | Manual atau auto-lock endpoint |
| Auto-off | 8 menit setelah tombol terakhir ditekan |
| Layar | LCD dua baris, 21 × 21 mm |
| Catu daya | Baterai isi ulang 3,7 V |
| Umur baterai | ±200 jam penggunaan kontinu |
| Suhu operasi | 0–50 °C (32–122 °F) |
| Suhu penyimpanan | 0–60 °C (32–140 °F) |
| Kelembapan relatif | < 80% RH, non-kondensasi |
| IP rating | IP54 (tahan debu terbatas dan percikan air) |
| Dimensi bodi | 185 (L) × 40 (Ø) mm; panjang total dengan spear-tip sekitar 205 mm |
| Berat | 120 g |
| Jenis elektroda (PHscan30P) | Spear tip pH-sensitive membrane untuk tanah, keju, dough, dan soft solid lain |
Untuk pengguna pemula, cara termudah memahami angka-angka di atas adalah dengan analogi kamera:
Rentang pH ibarat rentang ISO kamera—semakin lebar rentangnya, semakin banyak situasi yang bisa ditangani. –1 hingga 15 pH berarti hampir semua sampel sehari-hari tercakup.
Resolusi 0,01 pH seperti resolusi tinggi pada sensor kamera: detail kecil (perubahan pH halus) dapat terlihat.
Akurasi ±0,01 pH menggambarkan seberapa dekat hasil ukur dengan “kebenaran” referensi. Untuk aplikasi QA/QC, akurasi ini sudah tergolong baik untuk kelas pocket tester.
Panduan Memilih Elektroda dan Komponen Tambahan
Karena PHscan30P menggunakan sistem elektroda yang dapat diganti, penting untuk memilih tipe elektroda dan larutan pendukung yang sesuai dengan aplikasi.
Tabel Ringkas Jenis Elektroda dan Aplikasi
| Kode Elektroda | Bentuk Membran | Contoh Aplikasi Utama | Keterangan |
|---|---|---|---|
| E-PHscan-ST-10K | Circular (bulat) | Air minum, air limbah jernih, larutan kimia encer | Pilihan umum untuk sampel cair non-viskos dan tidak korosif berat. |
| E-PHscan-FT-10K | Flat surface (datar) | Krim, salep, gel, pasta gigi, permukaan kertas atau tekstil | Cocok untuk sampel semi-padat yang tidak perlu ditusuk. |
| E-PHscan-LT-10K | Circular kecil (panjang) | Sampel dalam tabung reaksi atau botol kecil (diameter >15 mm) | Memudahkan pengukuran di bejana sempit. |
| E-PHscan-PT-10K (paket PHscan30P) | Spear tip (runcing) | Tanah, keju, daging, buah, dough, sedimen kolam, bahan lunak lain | Memungkinkan penusukan langsung ke dalam sampel. |
Aksesori Larutan Pendukung
Bante juga menyediakan beberapa larutan yang memudahkan perawatan elektroda :
Larutan buffer pH 4,01; 7,00; 10,01 (PHCS-USA) untuk kalibrasi.
Larutan penyimpanan elektroda (PHCS-ES) agar membran kaca tetap terhidrasi.
Larutan pembersih khusus (PHCS-A, B, G, O, P) untuk menghilangkan deposit asam, kontaminasi bakteri, minyak/lemak, senyawa organik, dan protein.
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pengukuran
Beberapa hal yang sering diabaikan namun sangat memengaruhi stabilitas dan akurasi pH:
Kebersihan elektroda. Membran yang kotor akan merespon lambat dan menyebabkan drift. Biasakan membilas dengan air suling dan membersihkan secara berkala dengan larutan pembersih yang sesuai.
Kondisi buffer kalibrasi. Buffer yang sudah sering dipakai atau terkontaminasi sampel sebaiknya dibuang. Manual merekomendasikan untuk tidak menggunakan kembali larutan buffer setelah kalibrasi .
Suhu sampel. Walaupun ada ATC, kalibrasi sebaiknya dilakukan pada suhu mendekati suhu pengukuran sehari-hari, terutama untuk aplikasi presisi tinggi.
Penyimpanan elektroda. Jangan menyimpan elektroda pH di air deionisasi; gunakan larutan KCl 3 M atau larutan penyimpanan khusus agar lapisan hidrasi membran tetap terjaga .
Contoh Nyata Pemakaian PHscan30P di Industri dan Lapangan
1. QA Pabrik Keju Mengurangi Variasi Batch
Sebuah pabrik dairy skala menengah ingin memperbaiki konsistensi rasa dan tekstur keju semi-keras yang mereka produksi. Selama ini, pH adonan keju hanya diuji di laboratorium menggunakan pH meter benchtop dengan sampel yang sudah diencerkan. Hasil pH antar-batch sering kali bervariasi, dan teknolog pangan sulit menghubungkan parameter proses dengan mutu akhir produk.
Mereka mulai menggunakan PHscan30P di area produksi, dengan prosedur:
Operator menusukkan elektroda spear-tip langsung ke adonan keju pada beberapa titik proses kritis (setelah inokulasi starter, sebelum pengemasan).
Fitur auto-read membantu mengunci pembacaan ketika adonan masih bergerak di dalam bak.
Data dicatat di lembar kontrol proses harian dan dibandingkan dengan hasil uji laboratorium.
Dalam beberapa minggu, tim QA menemukan bahwa pH pada tahap tertentu sering turun lebih rendah dari target karena variasi waktu inkubasi. Dengan informasi real-time, operator dapat segera menyesuaikan waktu pengolahan. Hasilnya, keluhan konsistensi tekstur dari pelanggan berkurang dan rework produk menurun signifikan.
2. Monitoring pH Tanah dan Air Irigasi di Kebun Hortikultura
Di sebuah kebun hortikultura yang menerapkan sistem fertigasi, pH tanah dan air irigasi sangat berpengaruh pada penyerapan nutrisi tanaman sayur daun. Sebelumnya, pengelola kebun hanya mengandalkan hasil analisis tanah berkala dari laboratorium eksternal. Namun, perubahan cuaca dan jenis pupuk membuat kondisi lapangan sering berubah lebih cepat daripada laporan datang.
Dengan PHscan30P, teknisi lapangan dapat:
Mengukur pH air irigasi langsung di saluran, beberapa kali dalam sehari.
Menusukkan elektroda ke tanah basah di beberapa titik bedengan untuk melihat distribusi pH setelah aplikasi kapur atau pupuk tertentu.
Mencatat data pH, lokasi, dan waktu pengukuran dalam formulir digital sederhana.
Dalam satu musim tanam, mereka menemukan pola bahwa pH tanah di beberapa bagian kebun cenderung turun drastis setelah hujan lebat, sehingga pemberian kapur perlu disesuaikan secara lokal, bukan merata. Hal ini membantu menjaga pH di kisaran optimal bagi tanaman dan menurunkan kejadian defisiensi nutrisi mikro.
Panduan Penggunaan PHscan30P Langkah demi Langkah
Contoh berikut menggambarkan penggunaan PHscan30P untuk memonitor pH tanah dan air di lahan pertanian atau kebun hidroponik.
Persiapan Awal
Isi ulang baterai jika diperlukan. Sambungkan kabel USB ke adaptor 5 V, 500 mA hingga indikator penuh muncul di layar .
Siapkan larutan buffer pH 4,01; 7,00; dan 10,01 dalam beaker bersih untuk kalibrasi.
Bilas elektroda dengan air suling sebelum digunakan.
Kalibrasi
Nyalakan alat dengan menekan dan menahan tombol Meas.
Tekan tombol Cal; layar akan menampilkan pH 7,00/CAL 1.
Celupkan elektroda ke buffer pH 7,00, aduk pelan, lalu tekan Enter untuk memulai kalibrasi. Tunggu hingga muncul indikasi selesai.
Bilas elektroda, kemudian pindahkan ke buffer pH 4,01 dan ulangi proses untuk CAL 2.
Jika ingin kalibrasi 3 titik, lanjutkan ke buffer pH 10,01 hingga alat menampilkan slope elektroda dan pesan akhir kalibrasi .
Pengukuran pH Air
Bilas elektroda dengan air suling.
Celupkan ujung elektroda ke air irigasi atau sampel air proses. Jangan sampai seluruh bodi alat terendam.
Aduk perlahan untuk memastikan sampel homogen.
Tunggu pembacaan stabil; aktifkan auto-read jika ingin alat mengunci hasil secara otomatis.
Catat nilai pH dan suhu, lalu bilas elektroda.
Pengukuran pH Tanah atau Soft Solid
Basahi sedikit permukaan tanah atau sampel soft solid dengan air bersih agar kontak dengan membran lebih baik, sesuai petunjuk manual .
Tusukkan elektroda spear-tip secara perlahan hingga membran benar-benar tertutup sampel.
Tunggu sampai nilai stabil atau sampai ikon HOLD muncul bila auto-read aktif.
Catat nilai pH, tarik elektroda, dan bilas dengan air untuk menghilangkan residu.
Setelah Pengukuran
Jika alat tidak akan digunakan dalam waktu lama, simpan elektroda dalam larutan penyimpanan KCl atau PHCS-ES, bukan air deionisasi .
Matikan alat secara manual atau biarkan auto-off bekerja setelah 8 menit.
Kesimpulan dan Rekomendasi
PHscan30P memadukan akurasi khas alat laboratorium dengan kepraktisan alat genggam. Dengan rentang pH luas, akurasi ±0,01 pH, ATC otomatis, serta pilihan kalibrasi hingga 3 titik, alat ini cukup andal untuk kebutuhan QA/QC di berbagai sektor. Varian spear-tip membuatnya unggul untuk pengukuran pada tanah dan sampel semi-padat seperti adonan, keju, daging, atau krim.
Bagi:
Laboratorium QA/QC pangan, minuman, dan dairy, PHscan30P membantu memonitor pH produk langsung di line produksi tanpa perlu pengenceran berlebihan.
Pertanian, hidroponik, dan akuakultur, alat ini mempermudah pemantauan pH tanah, sedimen, dan air sehingga penyesuaian nutrisi atau perlakuan kapur bisa dilakukan lebih tepat waktu.
Farmasi, biotek, dan kosmetik, PHscan30P bisa digunakan sebagai alat verifikasi cepat di area produksi, sementara alat benchtop tetap menjadi rujukan utama untuk pengujian formal.
Instalasi pengolahan air (WTP/WWTP), alat ini berguna sebagai spot checker portable yang mendukung pengukuran rutin di titik-titik lapangan.
Jika organisasi Anda membutuhkan pH tester portabel yang mampu menangani kombinasi sampel cair dan semi-padat dengan prosedur kalibrasi jelas dan perawatan sederhana, PHscan30P layak dipertimbangkan sebagai bagian dari toolbox lapangan maupun teaching lab.
FAQ Singkat
1. Apakah PHscan30P bisa digunakan untuk air limbah yang sangat keruh?
Bisa, selama partikel padat tidak merusak membran elektroda. Untuk lumpur yang sangat kental, sebaiknya gunakan beaker dan ukur pada supernatan atau gunakan elektroda spear-tip dengan hati-hati.
2. Seberapa sering PHscan30P perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi tergantung intensitas pemakaian dan tuntutan akurasi. Untuk QA/QC rutin, kalibrasi harian atau setiap kali pergantian operator adalah praktik yang umum. Jika alat jarang digunakan, kalibrasi minimal dilakukan sebelum sesi pengukuran penting.
3. Apakah elektroda spear-tip PHscan30P kompatibel dengan model PHscan lain?
Elektroda PHscan seri 30 menggunakan sistem koneksi yang sama, sehingga spear-tip (E-PHscan-PT-10K) dapat digunakan pada bodi PHscan30 sepanjang spesifikasi pabrikan diikuti .
4. Bisakah data dari PHscan30P diekspor langsung ke komputer?
Tidak. USB pada PHscan30 terutama digunakan untuk pengisian baterai. Pencatatan hasil perlu dilakukan secara manual ke lembar kerja atau sistem LIMS.
5. Bagaimana tanda bahwa elektroda harus diganti?
Jika kalibrasi sering gagal, waktu stabilisasi menjadi sangat lama, atau pembacaan cenderung drift meski prosedur perawatan sudah benar, kemungkinan besar elektroda sudah mendekati akhir masa pakainya dan perlu diganti .
6. Apakah PHscan30P cocok untuk teaching lab di kampus?
Cocok. Desainnya ringkas, prosedur kalibrasi jelas, dan elektroda dapat diganti terpisah, sehingga biaya operasional untuk praktikum relatif terkendali.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengukuran pH yang andal dalam mendukung berbagai proses penelitian, produksi, dan pengendalian mutu Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti PHscan30P Pocket pH Tester beserta perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pemantauan pH pada air, tanah, pangan, kosmetik, maupun proses industri. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pengujian pH di lapangan ataupun di laboratorium, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang paling tepat.
Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Portable Multiparameter Water Quality
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality System
Lihat Produk★★★★★ -

Pocket Multiparameter Water Quality PC-5
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Datalogging pH-mV-ORP-Cond-TDS-Salinity-Temperature Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante904P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante903P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante902P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★
Referensi
Fidia Ningsih, Mijani Rahman, Abdur Rahman dkk. (2022). “Analisis Kesesuaian Kualitas Air Kolam Berdasarkan Parameter pH, DO, Amonia, CO₂ dan Alkalinitas di Balai Benih dan Induk Ikan Air Tawar (BBI-IAT) Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar.” FS Journal, (vol/edisi). https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/fs/article/download/6723/5367
Supriyono, W., Nurussalam, G.P. Rirojoyo, I. Faturochman, Rohman, S., & Hastuti, M.B. Mahmud (2025). “Kelayakan kualitas air dan tanah sebagai lokasi budidaya perikanan di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.” Jurnal Sains Akuakultur Tropis, 9(1), 62–78. https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/sat/article/download/26209/pdf_1
























