NOVOTEST UD2301 Ultrasonic Flaw Detector - perangkat genggam dengan layar menampilkan grafik deteksi cacat las

Alat Ukur Keretakan Ultrasonic Flaw Detector NOVOTEST UD2301: Analisis Penyebab Porositas Las Rangka Pesawat

Daftar Isi

Integritas struktural sebuah pesawat terbang bertumpu pada kualitas setiap sambungannya. Sebuah cacat mikroskopis yang tidak terlihat oleh mata telanjang pada las rangka pesawat dapat berkembang menjadi titik awal kegagalan katastrofik saat pesawat mengalami tekanan siklikal di ketinggian. Di antara berbagai jenis cacat las, porositas merupakan salah satu yang paling sering dijumpai dan sekaligus paling sulit dinilai tingkat bahayanya. Rongga-rongga gas yang terperangkap ini tidak hanya mengurangi kekuatan material, tetapi juga menciptakan konsentrasi tegangan yang mempercepat inisiasi retakan.

Industri penerbangan, dengan standar keselamatannya yang sangat ketat, membutuhkan metode inspeksi yang tidak hanya akurat, tetapi juga mampu membedakan antara cacat kritis dan indikasi palsu. Di sinilah Alat Ukur Keretakan Ultrasonic Flaw Detector NOVOTEST UD2301 memainkan peranan penting. Artikel ini akan melakukan analisis penyebab porositas las pesawat UD2301 secara mendalam, mengupas bagaimana teknologi inspeksi ultrasonik modern dengan fitur DAC mampu mengidentifikasi dan mengkarakterisasi cacat ini, serta memberikan panduan pencegahan untuk memastikan setiap lasan memenuhi standar kelaikan udara tertinggi.

  1. Apa Itu Porositas Las pada Rangka Pesawat?
    1. Definisi dan Karakteristik Porositas
    2. Jenis-Jenis Porositas pada Sambungan Las
  2. Penyebab Porositas Las pada Rangka Pesawat
    1. Faktor Lingkungan dan Kontaminasi
    2. Parameter Pengelasan yang Tidak Tepat
  3. Dampak Porositas Terhadap Integritas Rangka Pesawat
    1. Pengaruh Terhadap Kekuatan Struktural
    2. Risiko Keselamatan dan Regulasi Penerbangan
  4. Cara Mendeteksi dan Mencegah Porositas Las
    1. Metode Inspeksi Non-Destruktif untuk Porositas
    2. Keunggulan Ultrasonic Flaw Detector dalam Identifikasi Porositas
    3. Teknik DAC untuk Membedakan Porositas dari Indikasi Palsu
    4. Tips Pencegahan Porositas pada Las Rangka Pesawat
  5. Peran Alat Ukur Keretakan Ultrasonic Flaw Detector NOVOTEST UD2301 dalam Solusi
    1. Fitur-Fitur NOVOTEST UD2301 yang Mendukung Inspeksi Porositas
    2. Interpretasi Sinyal Porositas dengan UD2301
  6. Studi Kasus: Identifikasi Porositas pada Rangka Pesawat dengan NOVOTEST UD2301
    1. Skenario dan Prosedur Inspeksi
    2. Hasil dan Tindakan Perbaikan
  7. Kesimpulan
  8. FAQ
  9. References

Apa Itu Porositas Las pada Rangka Pesawat?

Porositas las pada dasarnya adalah sebuah diskontinuitas yang terbentuk ketika gelembung gas terperangkap selama proses pembekuan logam las. Pada konteks rangka pesawat, yang mayoritas menggunakan paduan aluminium dan titanium, kehadiran porositas menjadi perhatian serius karena aplikasi beban dinamis yang konstan. Memahami karakteristik dan jenis-jenis porositas merupakan langkah fundamental dalam setiap program inspeksi non-destruktif.

Definisi dan Karakteristik Porositas

Porositas las didefinisikan sebagai rongga atau lubang yang terbentuk akibat terperangkapnya gas dalam logam las cair sebelum membeku. Secara fisik, porositas dapat tampak sebagai lubang-lubang kecil pada permukaan lasan, namun seringkali lokasinya tersembunyi di bawah permukaan (sub-surface), menjadikannya tidak terdeteksi oleh inspeksi visual biasa. Karakteristik utama dari porositas meliputi bentuknya yang umumnya sferis (bulat) atau silindris memanjang. Dalam pengujian ultrasonik, karakter geometris ini sangat krusial. Berbeda dengan retakan yang memiliki permukaan reflektif tajam dan terarah, porositas yang bulat bertindak sebagai reflektor titik. Akibatnya, gelombang ultrasonik yang mengenainya akan dihamburkan ke segala arah, menghasilkan pola sinyal yang khas pada layar A-scan: amplitudo yang relatif rendah dengan bentuk yang melebar, sangat kontras dengan sinyal dari retakan yang biasanya tinggi dan curam.

Jenis-Jenis Porositas pada Sambungan Las

Mengacu pada standar American Welding Society (AWS), porositas pada sambungan las dapat diklasifikasikan berdasarkan distribusi dan bentuknya. Pemahaman ini membantu teknisi NDT untuk memprediksi pola indikasi yang akan muncul pada alat uji ultrasonik.

Pertama, Porositas Tersebar Seragam (Uniformly Distributed Porosity), yaitu sejumlah pori-pori kecil yang tersebar relatif merata di sepanjang logam las. Penyebabnya seringkali adalah kontaminasi menyeluruh atau pengaturan gas pelindung yang buruk secara konsisten. Kedua, Porositas Terkluster (Clustered Porosity), merupakan kumpulan pori-pori yang terlokalisasi pada satu area. Pada layar ultrasonic flaw detector, porositas kluster ini seringkali menampilkan banyak puncak sinyal yang saling tumpang tindih dan muncul secara simultan di berbagai posisi kedalaman. Ketiga, Porositas Memanjang atau Cacing (Wormhole Porosity), yaitu rongga memanjang yang terbentuk ketika gas terperangkap dan ikut bergerak mengikuti aliran pembekuan. Jenis ini paling berbahaya karena bentuknya yang tidak sferis dapat menciptakan konsentrasi tegangan yang lebih tinggi. Material rangka pesawat seperti aluminium 2024 atau titanium Ti-6Al-4V sangat rentan terhadap porositas gas hidrogen jika tidak dibersihkan dengan sempurna sebelum pengelasan.

Penyebab Porositas Las pada Rangka Pesawat

Analisis akar masalah porositas membutuhkan investigasi multifaktor. Pada praktik pengelasan di industri penerbangan, penyebab utamanya dapat dipilah menjadi faktor kontaminasi lingkungan dan kesalahan parameter teknis pengelasan.

Faktor Lingkungan dan Kontaminasi

Penyebab paling dominan dari porositas pada las rangka pesawat adalah kontaminasi. Material dasar seperti aluminium sangat reaktif dan secara alami membentuk lapisan oksida hidroskopis yang menyerap kelembapan dari udara. Jika lapisan oksida ini tidak dihilangkan secara mekanis dan kimiawi sebelum pengelasan, uap air akan terurai menjadi gas hidrogen dan oksigen pada suhu busur listrik yang ekstrem. Gas-gas ini memiliki kelarutan yang jauh lebih rendah dalam logam beku, sehingga terpresipitasi dan membentuk pori-pori. Selain itu, kontaminasi dari minyak, gemuk, cat, atau residu pelumas pemotong pada permukaan material atau filler rod juga menjadi sumber gas. Kebersihan bengkel kerja, kelembapan udara, dan penanganan filler rod yang tidak tepat (misalnya, menyentuh dengan tangan telanjang yang berkeringat) adalah kontributor signifikan terhadap masalah ini.

Parameter Pengelasan yang Tidak Tepat

Selain kebersihan, kegagalan mengontrol parameter pengelasan merupakan penyebab utama lainnya. Pada pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW/TIG) yang paling lazim di pabrikasi pesawat, laju aliran gas pelindung (argon atau helium) yang terlalu rendah atau terlalu tinggi keduanya berbahaya. Aliran rendah menyebabkan perisai gas tidak efektif menahan udara atmosfer. Sebaliknya, aliran turbulen yang terlalu tinggi justru dapat menarik udara masuk melalui efek venturi. Kecepatan pengelasan yang terlalu cepat menghalangi gas untuk keluar dari kolam las sebelum membeku. Demikian pula, arus pengelasan yang tidak sesuai atau sudut torch yang keliru dapat menyebabkan gejolak pada kolam las, mencampurkan gas atmosfer ke dalam logam cair. Porositas sering muncul di ujung pengelasan (crater pipe) akibat pendinginan yang terlalu cepat sebelum kolam dipenuhi oleh logam pengisi.

Dampak Porositas Terhadap Integritas Rangka Pesawat

Dalam dunia penerbangan, tidak ada toleransi untuk kompromi terhadap kualitas. Dampak porositas melampaui sekadar cacat kosmetik atau pengurangan area penampang; dampak ini menyasar pada performa mekanis di bawah tekanan operasional yang berulang.

Pengaruh Terhadap Kekuatan Struktural

Kehadiran porositas menurunkan kekuatan tarik dan terutama kekuatan lelah (fatigue strength) sambungan las secara signifikan. Dalam struktur pesawat yang mengalami siklus pressurisasi dan de-pressurisasi kabin, getaran mesin, dan manuver turbulensi, setiap pori bertindak sebagai konsentrator tegangan (stress raiser). Retakan mikro dapat dengan mudah berinisiasi dari tepian pori, kemudian merambat secara progresif ke material di sekitarnya. Penelitian menunjukkan bahwa penurunan kekuatan lelah bisa mencapai 10-50% tergantung pada volume, ukuran, dan distribusi porositas. Pada material paduan aluminium yang getas, fenomena ini menjadi lebih kritis karena kemampuan deformasi plastisnya yang rendah untuk menyerap konsentrasi tegangan.

Risiko Keselamatan dan Regulasi Penerbangan

Konsekuensi dari kegagalan lelah yang diinisiasi porositas adalah potensi kegagalan katastrofik pada komponen kritis seperti rangka badan pesawat, spar sayap, atau engine mount. Oleh karena itu, otoritas penerbangan dan lembaga standar internasional memberlakukan kriteria akseptansi yang sangat ketat. Standar seperti AWS D17.1 untuk pengelasan di industri aerospace mengklasifikasikan porositas secara rinci berdasarkan diameter dan kepadatan, menetapkan batasan apakah sebuah cacat harus diperbaiki (rework) atau dapat diterima. Alat ukur keretakan ultrasonik seperti NOVOTEST UD2301 menjadi instrumen vital untuk memastikan bahwa setiap lasan memenuhi spesifikasi kelaikan udara yang diamanatkan regulasi ini, melindungi keselamatan awak dan penumpang.

Cara Mendeteksi dan Mencegah Porositas Las

Strategi terbaik dalam manufaktur penerbangan adalah kombinasi antara pencegahan proaktif dan deteksi reaktif yang sangat sensitif. Metode non-destruktif (NDT) memungkinkan identifikasi cacat tanpa merusak komponen yang bernilai tinggi.

Metode Inspeksi Non-Destruktif untuk Porositas

Beberapa metode NDT dapat digunakan untuk mendeteksi porositas. Inspeksi visual hanya efektif untuk porositas permukaan yang terbuka. Radiografi (sinar-X atau gamma) dapat mendeteksi porositas internal dengan merekam gambar bayangan, namun metode ini memiliki risiko radiasi, memerlukan akses dua sisi, dan seringkali kurang sensitif terhadap pori-pori yang sangat halus atau retakan planar. Di sinilah ultrasonic testing (UT) menawarkan keunggulan komparatif. Metode UT menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang dipantulkan oleh diskontinuitas. Metode ini sangat sensitif terhadap berbagai jenis cacat internal, real-time, portabel, dan sepenuhnya aman karena tidak melibatkan radiasi pengion. Alat ukur keretakan modern memungkinkan inspeksi dilakukan hanya dari satu sisi komponen, ideal untuk struktur pesawat yang kompleks.

Keunggulan Ultrasonic Flaw Detector dalam Identifikasi Porositas

Dibandingkan radiografi, ultrasonic flaw detector memberikan informasi kedalaman cacat yang presisi, sebuah keuntungan besar saat menentukan apakah porositas berada di dekat permukaan kritis atau di tengah lasan. Kemampuan UT untuk mendeteksi cacat tipe retakan juga melampaui radiografi. Dalam konteks porositas, gelombang ultrasonik sangat efektif karena perubahan impedansi akustik yang drastis antara logam padat (aluminium/titanium) dan rongga gas. Setiap pori, sekecil apa pun, akan memantulkan kembali sebagian energi gelombang. Teknisi NDT yang berpengalaman dapat membedakan antara kumpulan porositas halus dari struktur butir material yang kasar melalui analisis noise latar belakang dan pola puncak sinyal.

Teknik DAC untuk Membedakan Porositas dari Indikasi Palsu

Salah satu tantangan terbesar dalam inspeksi UT adalah membedakan cacat sejati dari indikasi geometris atau “indikasi palsu”. Di sinilah Teknik Distance Amplitude Correction (DAC) memainkan peran krusial. Saat gelombang ultrasonik merambat, energinya melemah (attenuasi). Pantulan dari cacat identik di kedalaman berbeda akan menghasilkan sinyal dengan amplitudo berbeda. DAC membangun sebuah kurva referensi yang mengkompensasi atenuasi ini, sehingga semua sinyal dievaluasi secara adil relatif terhadap jarak tempuh gelombang. Lebih penting lagi, DAC memungkinkan teknisi mengesampingkan pantulan dari fitur geometris normal seperti akar las atau perubahan profil. Porositas asli akan muncul sebagai sinyal yang melampaui ambang batas kurva DAC pada rentang kedalaman spesifik, sementara pantulan akar las yang ekspektasi geometrinya sudah dipetakan dapat diabaikan. Ini meningkatkan probabilitas deteksi (POD) sekaligus mengurangi false call.

Tips Pencegahan Porositas pada Las Rangka Pesawat

Mencegah porositas selalu lebih efisien daripada memperbaikinya. Beberapa langkah kritis meliputi: pertama, pembersihan material dasar secara menyeluruh menggunakan sikat kawat stainless steel yang didedikasikan dan pelarut aseton hingga tidak ada residu yang tertinggal. Kedua, penyimpanan dan penanganan filler rod dalam kondisi bersih dan kering, idealnya dalam kabinet pemanas jika diperlukan. Ketiga, pastikan kebocoran pada sistem gas pelindung diperiksa secara rutin dan gunakan gas dengan kemurnian tinggi. Keempat, optimalkan parameter pengelasan seperti menurunkan kecepatan gerak dan memastikan sudut torch memberikan cakupan gas yang optimal. Terakhir, pemanasan awal (preheat) ringan dapat membantu mengusir kelembapan dan memperlambat laju pembekuan, memberikan waktu lebih banyak bagi gas untuk keluar dari kolam las.

Peran Alat Ukur Keretakan Ultrasonic Flaw Detector NOVOTEST UD2301 dalam Solusi

NOVOTEST UD2301 dirancang sebagai solusi portabel yang tangguh untuk mengubah tantangan inspeksi di lapangan menjadi prosedur yang efisien dan akurat. Alat ini menjawab kebutuhan spesifik industri penerbangan akan presisi, portabilitas, dan keandalan data.

Fitur-Fitur NOVOTEST UD2301 yang Mendukung Inspeksi Porositas

NOVOTEST UD2301 membawa serangkaian fitur yang tepat untuk analisis porositas las pesawat UD2301. Layar TFT transflektifnya yang cerah memastikan visibilitas sempurna baik di hanggar yang remang-remang maupun di bawah sinar matahari langsung di landasan pacu, krusial saat menginspeksi pesawat di lokasi. Fitur utamanya, Distance Amplitude Correction (DAC), dapat diprogram hingga 16 titik untuk membuat kurva kompensasi yang sangat presisi sesuai dengan blok referensi material spesifik. Data kurva ini dapat disimpan dalam memori internal alat untuk berbagai set-up probe dan ketebalan material, memungkinkan standardisasi inspeksi di seluruh armada. Mode B-scan menyediakan tampilan penampang dua dimensi dari area inspeksi, sangat membantu untuk memvisualisasikan distribusi dan kedalaman kluster porositas dalam logam las. Fitur Dual Independent Gates dengan alarm yang dapat disetel memberikan peringatan audio dan visual instan ketika amplitudo sinyal dari porositas melampaui ambang batas yang telah ditentukan.

Interpretasi Sinyal Porositas dengan UD2301

Menginterpretasi layar NOVOTEST UD2301 untuk porositas membutuhkan pemahaman tentang pola A-scan. Saat probe menemukan porositas gas tunggal yang kecil, layar A-scan akan menampilkan puncak tunggal dengan kenaikan dan penurunan yang relatif landai, serta amplitudo yang rendah hingga menengah. Ketika probe dipindai di atas area porositas terkluster, layar akan menunjukkan serangkaian puncak kecil yang fluktuatif dan saling berdekatan, sebuah pola yang sering digambarkan sebagai “rumput laut” (grass). Berbeda dengan sinyal retakan yang tajam dan bersih, pola porositas cenderung lebih kacau dan lebar. Dengan mengaktifkan fungsi Envelope pada UD2301, puncak-puncak ini dapat digabungkan menjadi satu kontur untuk memudahkan identifikasi zona cacat. Menggunakan kurva DAC yang telah dikalibrasi, teknisi dapat langsung menilai apakah kluster porositas ini signifikan (yaitu, melebihi kurva DAC pada persentase tertentu) atau masih dalam batas akseptansi standar.

Fitur / SpesifikasiDeskripsi TeknisManfaat untuk Inspeksi Porositas
Rentang Pengukuran0 hingga 9.999 mm (baja)Mampu menginspeksi pelat tipis rangka pesawat maupun komponen tempa yang tebal.
Mode TampilanA-Scan, B-ScanA-scan untuk analisis amplitudo presisi; B-scan untuk visualisasi distribusi spasial kluster porositas.
Koreksi AmplitudeDAC (Distance Amplitude Correction) hingga 16 titik; TVG (Time Varied Gain)Membedakan porositas dari pantulan geometri akar las, mengkompensasi atenuasi material.
Gerbang (Gates)Dual Independent Gates dengan alarmMemonitor dua zona berbeda (misalnya, akar dan pengisi las) secara simultan untuk porositas.
Layar4.3″ TFT Transflective, Rotasi 360°Visibilitas tinggi di hanggar gelap atau apron terang; kemudahan operasi bagi teknisi kidal/kidal.
Catu Daya3 x Baterai AA, Isi ulang USB/Power BankOperasi lapangan yang panjang tanpa perlu outlet listrik, ideal untuk inspeksi pesawat di remote area.

Studi Kasus: Identifikasi Porositas pada Rangka Pesawat dengan NOVOTEST UD2301

Sebuah skenario nyata menggambarkan efektivitas alat ini dalam memastikan kelaikan udara. Sebuah fasilitas MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) menerima pesawat untuk inspeksi rutin, termasuk sambungan las antara spar sayap dan skin aluminium.

Skenario dan Prosedur Inspeksi

Teknisi NDT pertama-tama melakukan inspeksi visual dan menemukan sedikit perubahan warna di sepanjang jalur las. Meskipun tidak ada retakan terbuka, prosedur mengharuskan inspeksi sub-permukaan dengan ultrasonik. Teknisi menggunakan NOVOTEST UD2301 dengan probe sudut 5 MHz yang telah dikalibrasi pada blok referensi DAC yang sesuai dengan spesifikasi material spar. Setelah mengaplikasikan couplant, pemindaian dimulai di sepanjang Heat Affected Zone (HAZ) dan logam las. Selama pemindaian, alarm gate A yang disetel untuk sensitivitas tinggi mulai berbunyi pada area tertentu.

Hasil dan Tindakan Perbaikan

Pada layar UD2301, tampilan A-scan menunjukkan serangkaian sinyal kecil dengan amplitudo di atas 40% kurva DAC, namun dengan bentuk yang lebar dan tidak stabil. Pola “rumput laut” ini langsung dikenali oleh teknisi sebagai porositas gas terkluster sub-permukaan. Penggunaan mode B-scan mengonfirmasi sebuah zona oval sepanjang 15 mm pada kedalaman 2 mm dari permukaan yang dipenuhi banyak reflektor titik. Berdasarkan data ini, tim inspeksi menyimpulkan bahwa porositas kluster tersebut melampaui batas akseptansi standar AWS D17.1 untuk komponen struktur primer. Area cacat ditandai, kemudian digerinda secara presisi dan dilakukan pengelasan ulang dengan kontrol parameter yang lebih ketat untuk mencegah terulangnya porositas. Setelah perbaikan, area tersebut diinspeksi ulang dengan UD2301 yang sama, mengonfirmasi bahwa kurva DAC kini bersih dari sinyal abnormal, dan integritas struktur dikembalikan ke standar penuh.

Kesimpulan

Analisis porositas las pesawat UD2301 menegaskan bahwa deteksi dan karakterisasi cacat ini adalah pilar keselamatan dalam industri penerbangan. Porositas, meskipun tampak sederhana, menyimpan potensi bahaya yang mampu menginisiasi kegagalan lelah struktural. Metode ultrasonik, khususnya dengan memanfaatkan teknik DAC, menjadi pilihan unggul karena akurasinya, keamanan, dan kemampuannya membedakan cacat kritis dari indikasi non-relevan. NOVOTEST UD2301 hadir sebagai instrumen portabel yang memberdayakan teknisi NDT di lini depan. Dengan fitur DAC dan B-scan-nya, alat ini mentransformasi gelombang suara yang abstrak menjadi data kuantitatif untuk pengambilan keputusan yang solid: menerima, memperbaiki, atau menolak sebuah sambungan las. Untuk mendukung program jaminan kualitas dan keselamatan Anda, keandalan alat ini merupakan investasi yang tidak bisa ditawar.

Dalam memenuhi kebutuhan alat ukur dan pengujian yang presisi untuk industri, CV. Java Multi Mandiri berperan sebagai mitra tepercaya. Sebagai supplier dan distributor alat ukur, perusahaan ini menyediakan berbagai instrumen NDT berkualitas tinggi, termasuk NOVOTEST UD2301, yang mendukung proses pengendalian kualitas Anda dari tahap pabrikasi hingga perawatan. Pelajari lebih lanjut aplikasi produk ini untuk memastikan setiap komponen kritis yang Anda inspeksi memenuhi standar tertinggi.

FAQ

Apa itu porositas las dan mengapa berbahaya bagi pesawat?

Porositas las adalah rongga gas yang terperangkap dalam logam las yang membeku. Ini berbahaya bagi pesawat karena bertindak sebagai titik konsentrasi tegangan yang secara signifikan mempercepat inisiasi retakan lelah di bawah beban siklik penerbangan, berpotensi menyebabkan kegagalan struktural.

Bagaimana ultrasonic flaw detector bisa mendeteksi porositas?

Ultrasonic flaw detector mengirimkan gelombang suara frekuensi tinggi ke dalam material. Ketika gelombang ini mengenai pori (rongga gas), terjadi perubahan impedansi akustik yang drastis, menyebabkan sebagian energi gelombang dipantulkan kembali ke probe. Pantulan ini ditampilkan sebagai sinyal pada layar A-scan.

Apakah NOVOTEST UD2301 cocok untuk inspeksi las pesawat kecil?

Ya, sangat cocok. NOVOTEST UD2301 adalah alat yang portabel dan ringkas, bertenaga baterai, dan memiliki layar yang dapat disesuaikan. Kemampuannya memproses sinyal dengan DAC dan B-scan membuatnya ideal untuk menginspeksi geometri kompleks dan las kecil pada struktur pesawat ringan secara akurat di lapangan.

Apa perbedaan porositas dengan cacat las lainnya pada layar A-scan?

Pada layar A-scan, retakan biasanya menghasilkan puncak sinyal yang tunggal, tajam, dan beramplitudo tinggi karena orientasi planar reflektifnya. Sebaliknya, porositas, terutama yang terkluster, menghasilkan banyak puncak sinyal rendah hingga menengah yang saling berdekatan dengan bentuk lebih lebar, sering membentuk pola seperti “rumput laut”.

Bagaimana cara mencegah porositas saat pengelasan rangka pesawat?

Pencegahan kunci meliputi: pembersihan material dasar secara ketat dari oksida, minyak, dan kelembapan; menggunakan dan menyimpan filler rod dengan benar; memastikan kemurnian dan laju aliran gas pelindung (argon/helium) yang tepat; serta mengoptimalkan parameter pengelasan untuk memberikan waktu bagi gas keluar dari kolam las cair sebelum membeku.

Rekomendasi Flaw Detector

References

  1. American Welding Society (AWS). (2017). AWS D17.1/D17.1M:2017, Specification for Fusion Welding for Aerospace Applications. Miami, FL: American Welding Society.
  2. ASM International. (1994). ASM Handbook, Volume 06 – Welding, Brazing, and Soldering. Materials Park, OH: ASM International.
  3. Raj, B., Jayakumar, T., & Thavasimuthu, M. (2002). Practical Non-Destructive Testing. Cambridge, UK: Woodhead Publishing.
  4. Boyer, H. E., & Gall, T. L. (1985). Metals Handbook, Desk Edition. American Society for Metals.
  5. Federal Aviation Administration (FAA). (2018). Advisory Circular 43-1-3, Nondestructive Testing in Aircraft. U.S. Department of Transportation.

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.