Alat Ukur Tingkat Kekerasan Micro Vickers NOVOTEST TB-MCV-1M - tampilan keseluruhan alat dengan panel kontrol dan indenter.

Cara Kalibrasi dan Verifikasi Micro Vickers Sesuai ASTM E384 dan ISO 6507

Daftar Isi
Ketika laboratorium Anda mengukur kekerasan mikro pada bilah turbin mesin pesawat atau komponen landing gear, variasi hasil sekecil 15 HV dapat mengaburkan batas antara material yang laik terbang dan komponen yang berpotensi gagal. Kegagalan diagnosis pada pengukuran micro Vickers di komponen aero-engine, structural, dan landing gear bukan sekadar masalah kualitas—ini adalah ancaman langsung terhadap keselamatan. ASTM E384 dan ISO 6507-2 hadir sebagai protokol wajib yang menetapkan prosedur kalibrasi dan verifikasi dengan toleransi kesalahan yang sangat sempit. Namun, realitas di lapangan menunjukkan banyak laboratorium masih bergulat dengan indentasi asimetris, drift hasil verifikasi, dan variasi pengukuran diagonal antar operator. NOVOTEST TB-MCV-1M menjawab tantangan ini dengan sistem terintegrasi yang mengimplementasikan metode Vickers langsung sesuai kedua standar tersebut, memungkinkan teknisi melakukan diagnosis cacat pengukuran secara presisi tanpa ketergantungan berlebihan pada pihak ketiga. Pemahaman mendalam tentang standar ini menjadi fondasi sebelum kita menyelami prosedur kalibrasi yang tepat.

  1. Overview Standar ASTM E384 dan ISO 6507-2 untuk Pengujian Micro Vickers
  2. Persyaratan dan Scope Kalibrasi Micro Vickers Menurut Standar
  3. Metode Pengujian yang Diwajibkan dalam ASTM E384 dan ISO 6507-2
  4. Alat yang Direkomendasikan: NOVOTEST TB-MCV-1M untuk Kalibrasi dan Verifikasi
    1. Spesifikasi Teknis NOVOTEST TB-MCV-1M
  5. Implementasi di Lapangan: Panduan Langkah demi Langkah Kalibrasi
  6. Tantangan dan Solusi dalam Kalibrasi Micro Vickers
  7. Kesimpulan: Menjamin Kekerasan Material demi Keamanan Komponen Kritis
  8. FAQ
    1. Seberapa sering alat micro Vickers harus dikalibrasi?
    2. Apa perbedaan antara verifikasi langsung dan tidak langsung pada ISO 6507-2?
    3. Apakah NOVOTEST TB-MCV-1M mampu menghitung nilai kekerasan secara otomatis?
    4. Bagaimana cara memilih blok referensi yang sesuai untuk micro Vickers?
  9. References

Overview Standar ASTM E384 dan ISO 6507-2 untuk Pengujian Micro Vickers

ASTM E384 dan ISO 6507-2 merupakan dua pilar standar yang mendefinisikan bagaimana laboratorium mengukur dan memverifikasi kekerasan mikro Vickers. ASTM E384 menetapkan metode uji kekerasan mikroindentasi untuk material menggunakan indentor Vickers (piramida intan dengan sudut 136°) dan Knoop. Standar ini mengatur secara rinci prosedur pengujian, persyaratan peralatan, dan metode verifikasi untuk beban uji mikro mulai dari 1 gf hingga 1000 gf.

ISO 6507-2 mengambil peran lebih spesifik pada aspek verifikasi dan kalibrasi mesin uji Vickers. Bagian kedua dari standar ISO 6507 ini menguraikan metode verifikasi langsung—pengecekan gaya uji, geometri indentor, dan sistem pengukuran—serta verifikasi tidak langsung menggunakan blok referensi bersertifikat. Standar ini menetapkan toleransi kesalahan maksimum yang harus dipenuhi mesin uji untuk dinyatakan laik operasi.

Pada industri aerospace, relevansi kedua standar ini menjadi kritis. Komponen aero-engine beroperasi pada suhu dan tekanan ekstrem, sementara landing gear menanggung beban impak berulang. Setiap penyimpangan pengukuran kekerasan mikro dapat menghasilkan komponen dengan ketahanan aus atau kekuatan fatik di bawah spesifikasi desain. Hubungan antara kalibrasi sesuai standar dan kemampuan diagnosis ketidakakuratan pengukuran bersifat langsung: mesin yang terkalibrasi dengan baik memungkinkan teknisi mengidentifikasi apakah anomali berasal dari material yang tidak homogen, preparasi spesimen yang buruk, atau kerusakan indentor.

Persyaratan dan Scope Kalibrasi Micro Vickers Menurut Standar

Laboratorium yang mematuhi ASTM E384 dan ISO 6507-2 menjalankan dua jalur verifikasi utama: verifikasi langsung dan verifikasi tidak langsung. Keduanya memiliki scope dan frekuensi yang berbeda, namun saling melengkapi dalam memastikan keakuratan pengukuran.

Verifikasi langsung mencakup tiga komponen utama mesin uji. Pertama, pengecekan gaya uji menggunakan load cell atau perangkat pengukur gaya yang tertelusuri ke standar nasional. Kedua, inspeksi geometri indentor untuk memastikan piramida intan tidak mengalami keausan, retak, atau deformasi yang dapat menghasilkan jejak tidak simetris. Ketiga, kalibrasi sistem pengukuran diagonal menggunakan micrometer stage standar yang memungkinkan verifikasi akurasi optik hingga 0,1 μm.

Verifikasi tidak langsung melibatkan pembuatan indentasi pada blok referensi kekerasan bersertifikat atau Certified Reference Material dengan nilai HV yang tertelusuri ke standar internasional. Teknisi membandingkan nilai kekerasan terhitung dari pengukuran diagonal dengan nilai sertifikat CRM, kemudian mengevaluasi error dan repetabilitas terhadap toleransi yang ditetapkan standar.

Mengenai interval kalibrasi, ISO 6507-2 merekomendasikan verifikasi langsung minimal setiap 12 bulan, namun banyak laboratorium aerospace menerapkan siklus lebih ketat. Verifikasi tidak langsung sebaiknya dilakukan harian atau setiap shift kerja menggunakan CRM yang sesuai dengan rentang beban yang akan digunakan. Setelah pemakaian intensif pada komponen kritis, verifikasi segera menjadi keharusan.

Kondisi lingkungan memainkan peran signifikan yang sering diabaikan. Fluktuasi suhu melebihi ±2°C selama pengujian dapat mempengaruhi akurasi pengukuran diagonal karena ekspansi termal spesimen. Getaran dari peralatan sekitar atau traffic gedung dapat menghasilkan indentasi tidak sempurna. Kebersihan indentor dan spesimen menentukan ketajaman citra diagonal yang akan diukur.

Tabel berikut merangkum toleransi kesalahan yang diizinkan berdasarkan ISO 6507-2 untuk mesin uji micro Vickers:

Parameter VerifikasiRentang Gaya UjiToleransi Maksimum
Error relatif gaya uji10 gf – 1000 gf±1,5%
Error sistem pengukuran diagonal0 – 200 μm±0,5 μm atau ±1% (mana yang lebih besar)
Error nilai kekerasan (verifikasi tidak langsung)≤ 225 HV±6% dari nilai CRM
Repetabilitas relatifSemua rentang≤4% dari rata-rata HV

Metode Pengujian yang Diwajibkan dalam ASTM E384 dan ISO 6507-2

Metode Vickers langsung yang diwajibkan kedua standar mengikuti alur kerja yang ketat. Proses dimulai dengan pemilihan beban uji berdasarkan ketebalan material dan kedalaman lapisan yang ingin dievaluasi. Untuk komponen aero-engine dengan lapisan karburisasi tipis, beban 100 gf hingga 300 gf mungkin sesuai, sementara pengukuran pada base metal komponen struktural memerlukan beban 500 gf hingga 1000 gf.

Pembebanan dilakukan secara bertahap dengan kecepatan yang dikontrol untuk menghindari efek kejut. Dwell time—waktu penahanan beban pada titik maksimum—ditetapkan 10 hingga 15 detik sesuai ASTM E384. Variasi dwell time dapat menghasilkan perbedaan kekerasan yang signifikan pada material yang mengalami creep atau relaksasi tegangan. Setelah beban dilepas, pengukuran diagonal rata-rata jejak menjadi tahap paling kritis.

Persyaratan pengukuran diagonal menuntut resolusi sistem optik minimal 0,5 μm. Teknisi mengukur kedua diagonal jejak piramida, menghitung rata-ratanya, dan memasukkan nilai tersebut ke formula standar untuk memperoleh nilai HV. Iluminasi yang tidak tepat atau kesalahan parallax—posisi mata tidak tegak lurus terhadap skala okuler—dapat menimbulkan bias pengukuran yang sistematis.

Formula kekerasan Vickers:

HV=2Fsin(136°/2)d2=1.854×Fd2

Parameter kecepatan pembebanan dan dwell time menjadi variabel yang sering terabaikan. Pembebanan terlalu cepat pada material getas dapat menyebabkan retak mikro di sekitar jejak yang mendistorsi pengukuran diagonal. Sebaliknya, pembebanan terlalu lambat pada material yang mengalami work hardening dapat menghasilkan nilai kekerasan lebih tinggi dari seharusnya.

Pelaporan hasil wajib mencantumkan nilai HV, beban uji, dan dwell time dalam format standar, contoh: 450 HV0.3/15. Jika laboratorium mengkonversi ke skala lain seperti HRC untuk kemudahan komunikasi dengan engineering, ketidakpastian pengukuran harus ditingkatkan karena konversi empiris menambah sumber error baru.

Alat yang Direkomendasikan: NOVOTEST TB-MCV-1M untuk Kalibrasi dan Verifikasi

NOVOTEST TB-MCV-1M merancang kemampuannya untuk mengimplementasikan metode pengujian kekerasan langsung Vickers sesuai ISO 6507-2 dan ASTM E384 secara penuh. Desain perangkat ini mengintegrasikan indentor Vickers dan Knoop dengan rentang beban mikro lebar mulai dari 10 gf hingga 1000 gf, mencakup seluruh spektrum pengujian yang disyaratkan untuk komponen aero-engine dan struktural.

Sistem optik presisi menjadi keunggulan utama perangkat ini. Mikroskop terintegrasi dengan lensa objektif 10X dan 40X serta lensa okuler 10X menghasilkan total perbesaran 100X hingga 400X, memungkinkan pengukuran diagonal pada rentang 0-200 μm dengan resolusi indeks 0,25 μm. Layar LCD besar menampilkan perhitungan kekerasan secara otomatis—teknisi melihat nilai HV siap pakai tanpa perlu tabel konversi manual.

Kepatuhan terhadap standar terwujud dalam fitur verifikasi gaya bawaan yang memungkinkan teknisi melakukan pengecekan rutin. Perangkat ini juga kompatibel dengan load cell eksternal untuk verifikasi langsung sesuai protokol ISO 6507-2. Kemampuan konversi otomatis ke skala HRA, HRB, HRC, HRD, HRF, HK, dan berbagai skala superficial Rockwell memberikan fleksibilitas pelaporan tanpa mengorbankan akurasi.

Untuk kebutuhan diagnosis cacat pengukuran, repeatability tinggi yang dihasilkan perangkat ini memudahkan identifikasi penyimpangan proses. Jika hasil verifikasi tidak langsung pada CRM menunjukkan bias sistematis, teknisi dapat dengan cepat mengisolasi penyebabnya—apakah pada indentor, sistem pembebanan, atau faktor lingkungan—tanpa harus mempertanyakan konsistensi alat ukur.

Spesifikasi Teknis NOVOTEST TB-MCV-1M

ParameterSpesifikasi
Jenis IndentorVickers: piramida berlian 136° / Knoop: piramida berlian 172,5°
Skala PengujianHV0.01, HV0.025, HV0.05, HV0.1, HV0.2, HV0.3, HV0.5, HV1
Beban Uji10 gf (0,098N) – 1000 gf (9,8N) dalam 8 pilihan
Rentang Kekerasan5 – 3000 HV
Sistem OptikObjektif 10X & 40X, Okuler 10X, Total 100X & 400X
Resolusi Pengukuran0,25 μm
Dwell Time5 – 99 detik, dapat diprogram
Tinggi Maksimum Spesimen90 mm
Kedalaman Maksimum Spesimen120 mm
Output DataLCD, Printer internal, RS-232
Dimensi & Berat455 x 390 x 680 mm, 55 kg net

Implementasi di Lapangan: Panduan Langkah demi Langkah Kalibrasi

Kalibrasi micro Vickers yang sesuai standar bukanlah prosedur yang dapat dipersingkat. Berikut panduan sistematis yang dapat diterapkan teknisi laboratorium menggunakan NOVOTEST TB-MCV-1M.

Tahap persiapan menentukan kualitas seluruh proses kalibrasi. Nyalakan perangkat minimal 30 menit sebelum pengujian untuk mencapai stabilitas termal komponen elektronik dan mekanis. Bersihkan indentor menggunakan lens tissue dan alkohol isopropil untuk menghilangkan kontaminan yang dapat mempengaruhi geometri jejak. Bersihkan landasan spesimen dari debu atau partikel abrasif, kemudian pilih blok referensi CRM dengan nilai HV yang mencakup rentang beban yang akan diverifikasi. Pastikan sertifikat CRM masih berlaku dan tertelusuri ke standar nasional atau internasional.

Verifikasi langsung tahap pertama: pengecekan gaya uji. Pasang load cell eksternal yang telah dikalibrasi pada posisi indentasi, lalu jalankan siklus pembebanan pada setiap tingkat beban yang akan digunakan. Catat nilai gaya aktual dari load cell dan bandingkan dengan nilai nominal mesin. Hitung error relatif menggunakan rumus:

Errorrelatif(%)=Fterukur−FnominalFnominal×100%

Error relatif tidak boleh melebihi ±1,5% sesuai ISO 6507-2. Jika error melampaui toleransi, lakukan adjustment sesuai manual pabrikan atau hubungi penyedia layanan teknis.

Verifikasi langsung tahap kedua: inspeksi indentor. Gunakan mikroskop portabel atau kamera CCD yang terhubung ke perangkat lunak analisis citra untuk memeriksa kondisi ujung piramida intan. Perhatikan tanda-tanda keausan berupa tumpulnya ujung, chipping pada rusuk piramida, atau retak mikro. Indentor yang aus menghasilkan jejak lebih besar dan nilai kekerasan lebih rendah dari seharusnya.

Verifikasi langsung tahap ketiga: kalibrasi sistem pengukuran diagonal. Tempatkan micrometer stage standar di bawah lensa objektif, lalu ukur beberapa panjang referensi yang diketahui secara presisi. Bandingkan hasil pengukuran sistem optik NOVOTEST TB-MCV-1M dengan nilai standar micrometer. Error pengukuran tidak boleh melebihi ±0,5 μm atau ±1% dari panjang yang diukur—mana yang lebih besar.

Verifikasi tidak langsung menjadi langkah penentu kelayakan mesin. Lakukan minimal lima indentasi pada CRM yang telah dipilih, pastikan jarak antar indentasi minimal tiga kali diagonal jejak untuk menghindari efek pengerasan lokal. Ukur kedua diagonal setiap jejak menggunakan sistem optik perangkat, biarkan perangkat lunak internal menghitung nilai HV. Bandingkan rata-rata HV hasil pengukuran dengan nilai sertifikat CRM. Hitung error relatif dan repetabilitas relatif:

Errorrelatif(%)=HVrata−rata−HVCRMHVCRM×100%
Repetabilitasrelatif(%)=HVmaks−HVminHVrata−rata×100%

Evaluasi hasil terhadap toleransi standar. Jika semua parameter berada dalam batas yang diizinkan, dokumentasikan hasil kalibrasi dalam log book yang mencantumkan tanggal, identitas CRM, nilai terukur, error, repetabilitas, dan identitas teknisi pelaksana. Jika ada parameter yang gagal, lakukan investigasi akar masalah sebelum mengulangi prosedur.

Tantangan dan Solusi dalam Kalibrasi Micro Vickers

Meskipun mengikuti prosedur standar dengan ketat, laboratorium sering menghadapi tantangan yang mengganggu konsistensi pengukuran. Identifikasi dini dan solusi tepat sasaran menjadi pembeda antara laboratorium yang reaktif dan yang proaktif dalam menjaga akurasi.

Indentasi tidak simetris atau retak pada sudut jejak merupakan masalah paling umum. Penyebabnya beragam: ketidaksejajaran antara indentor dan permukaan spesimen akibat landasan yang miring, getaran dari lingkungan sekitar selama siklus pembebanan, atau material yang tidak homogen dengan inklusi atau porositas. Solusinya dimulai dari verifikasi kesejajaran landasan menggunakan level presisi dan pemasangan damping system pada meja alat untuk meredam getaran. Inspeksi mikroskopis pada setiap jejak verifikasi memungkinkan teknisi mendeteksi anomali geometri sebelum melanjutkan ke pengukuran diagonal.

Variasi pengukuran diagonal antar operator menjadi sumber error yang sulit dihilangkan sepenuhnya pada sistem manual. Dua teknisi dapat mengukur jejak yang sama dan memperoleh hasil berbeda 2-3 μm karena subjektivitas penempatan garis ukur pada tepi jejak. Perangkat lunak auto-measure pada NOVOTEST TB-MCV-1M yang terintegrasi dengan kamera CCD mampu meminimalkan subjektivitas ini. Algoritma deteksi tepi otomatis mengenali batas jejak secara konsisten, menghasilkan repetabilitas pengukuran yang jauh lebih baik daripada pengukuran manual.

Drift hasil verifikasi yang terjadi secara gradual seiring waktu sering mengindikasikan kontaminasi atau keausan indentor. Partikel material spesimen yang menempel pada ujung piramida intan—meskipun tidak terlihat mata telanjang—dapat mempengaruhi bentuk jejak dan menghasilkan nilai kekerasan yang bergeser secara sistematis. Perawatan rutin berupa pembersihan indentor setelah setiap batch pengujian dan inspeksi berkala dengan perbesaran tinggi menjadi solusi preventif. Jika drift tetap terjadi setelah pembersihan, rekualifikasi menyeluruh—verifikasi langsung dan tidak langsung—harus segera dilakukan.

Kesulitan mendapatkan CRM yang tertelusuri untuk rentang mikro sering dialami laboratorium di lokasi terpencil. Blok referensi dengan nilai HV di bawah 100 atau di atas 900 memerlukan proses manufaktur khusus dan sertifikasi yang ketat. Rekomendasi praktis: jalin kerjasama dengan pemasok CRM yang memiliki akreditasi ISO 17034, dan kelola masa pakai blok dengan mendokumentasikan jumlah indentasi yang telah dilakukan. Blok referensi sebaiknya diganti setelah area indentasi mencapai 10% dari permukaan yang dapat digunakan, atau sesuai rekomendasi pabrikan.

Kesimpulan: Menjamin Kekerasan Material demi Keamanan Komponen Kritis

Kalibrasi alat micro Vickers bukan sekadar rutinitas administratif untuk memenuhi checklist audit. Prosedur ini adalah diagnosa cacat yang memungkinkan laboratorium mendeteksi penyimpangan pengukuran sebelum menghasilkan data yang menyesatkan. Pada komponen aero-engine yang berputar puluhan ribu RPM atau landing gear yang menyerap energi impak saat mendarat, data kekerasan mikro yang akurat menjadi penentu antara operasi aman dan kegagalan katastropik.

Kepatuhan pada ASTM E384 dan ISO 6507-2 menjamin bahwa setiap nilai HV yang dilaporkan memiliki ketertelusuran metrologi dan ketidakpastian yang terkendali. Verifikasi langsung dan tidak langsung yang dilakukan secara sistematis membangun fondasi keandalan data. NOVOTEST TB-MCV-1M menyederhanakan proses ini dengan sistem optik presisi, perhitungan otomatis, dan kompatibilitas penuh terhadap kedua standar. Laboratorium kini memiliki alat yang tidak hanya mengukur, tetapi juga memfasilitasi diagnosis cacat spesifik dalam setiap siklus kalibrasi. Akurasi pengukuran hari ini adalah keselamatan penerbangan esok hari. Konsultasikan kebutuhan compliance Anda terkait pengadaan hardness tester dan perangkat kalibrasi yang sesuai standar industri.

Sebagai mitra pengadaan alat ukur untuk kebutuhan bisnis dan industri, CV. Java Multi Mandiri menyediakan NOVOTEST TB-MCV-1M dan berbagai perangkat hardness tester lainnya yang memenuhi persyaratan ASTM E384 dan ISO 6507-2 untuk aplikasi aerospace, manufaktur komponen struktural, dan laboratorium material. Kami mendukung proses pengadaan alat ukur berkualitas yang memungkinkan laboratorium Anda mencapai konsistensi dan ketertelusuran pengukuran. Untuk informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi, ketersediaan, dan dukungan teknis, kunjungi halaman layanan konsultasi gratis kami.

FAQ

Seberapa sering alat micro Vickers harus dikalibrasi?

Frekuensi kalibrasi mengacu pada rekomendasi ISO 6507-2 yang menetapkan verifikasi langsung minimal setiap 12 bulan sekali. Namun, laboratorium yang menangani komponen kritis aerospace umumnya menerapkan interval lebih ketat. Verifikasi tidak langsung menggunakan CRM sebaiknya dilakukan harian atau setiap awal shift kerja untuk memastikan mesin dalam kondisi laik operasi. Setelah periode pemakaian intensif—misalnya pengujian lebih dari 100 indentasi dalam satu hari pada beban tinggi—verifikasi tidak langsung tambahan sangat direkomendasikan. Jika mesin mengalami pemindahan lokasi, perbaikan, atau insiden yang berpotensi mempengaruhi kinerja, kalibrasi segera wajib dilakukan tanpa menunggu jadwal rutin.

Apa perbedaan antara verifikasi langsung dan tidak langsung pada ISO 6507-2?

Verifikasi langsung mengukur parameter fundamental mesin uji secara independen tanpa membuat indentasi pada spesimen uji. Parameter yang diverifikasi meliputi gaya uji aktual menggunakan load cell, geometri dan kondisi indentor, serta akurasi sistem pengukuran diagonal. Verifikasi langsung mendeteksi sumber error pada komponen individual mesin. Sebaliknya, verifikasi tidak langsung mengevaluasi performa keseluruhan sistem dengan membuat indentasi pada CRM yang memiliki nilai kekerasan tersertifikasi. Hasil pengukuran pada CRM dibandingkan dengan nilai sertifikatnya untuk menilai error total dan repetabilitas. Verifikasi tidak langsung mencerminkan kondisi operasional sesungguhnya karena melibatkan seluruh subsistem mesin dalam satu siklus pengujian.

Apakah NOVOTEST TB-MCV-1M mampu menghitung nilai kekerasan secara otomatis?

Ya, perangkat ini menghitung nilai kekerasan sepenuhnya secara otomatis tanpa memerlukan tabel manual. Setelah teknisi mengukur diagonal jejak melalui sistem optik terintegrasi, perangkat lunak internal menerapkan formula Vickers standar dan menampilkan nilai HV siap pakai pada layar LCD. Selain nilai HV, perangkat juga mampu mengkonversi hasil secara otomatis ke berbagai skala kekerasan lain seperti HRA, HRB, HRC, HRD, HRF, HK, dan skala superficial Rockwell (HR15N, HR30N, HR45N, HR15T, HR30T, HR45T). Fitur ini mengeliminasi potensi kesalahan perhitungan manual dan mempercepat alur kerja pelaporan.

Bagaimana cara memilih blok referensi yang sesuai untuk micro Vickers?

Pemilihan CRM harus mempertimbangkan tiga faktor utama: rentang beban uji yang akan diverifikasi, nilai HV yang mendekati rentang pengukuran tipikal laboratorium, dan ketertelusuran sertifikat ke standar nasional atau internasional. Untuk verifikasi beban mikro (10 gf – 100 gf), pilih CRM dengan nilai HV antara 200 dan 800 karena blok pada rentang ini umumnya memiliki homogenitas dan stabilitas terbaik. Pastikan CRM memiliki sertifikat yang masih berlaku dan diterbitkan oleh pemasok terakreditasi ISO 17034. Perhatikan juga masa pakai blok—CRM yang telah menerima terlalu banyak indentasi akan kehilangan sifat metrologinya karena area permukaan yang dapat digunakan semakin terbatas.

Rekomendasi Hardness Tester

References

  1. ASTM International. (2017). ASTM E384-17: Standard Test Method for Microindentation Hardness of Materials. ASTM International, West Conshohocken, PA.
  2. International Organization for Standardization. (2018). ISO 6507-2:2018: Metallic materials — Vickers hardness test — Part 2: Verification and calibration of testing machines. ISO, Geneva.
  3. International Organization for Standardization. (2015). ISO 6507-1:2018: Metallic materials — Vickers hardness test — Part 1: Test method. ISO, Geneva.
  4. National Institute of Standards and Technology. (2019). NIST Recommended Practice Guide: Vickers Microindentation Hardness Testing. U.S. Department of Commerce.
  5. Herrmann, K. (2011). Hardness Testing: Principles and Applications. ASM International, Materials Park, OH.

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.