Testing pH/ORP in frozen and thawed coconut cream using Hanna HI2002-01 meter on laboratory bench

Cara Sampling pH/ORP Frozen Coconut Cream: Pra-Beku & Thawing

Daftar Isi

Dalam industri manufaktur produk kelapa olahan—terutama frozen coconut cream—pengukuran pH dan Oxidation-Reduction Potential (ORP) menjadi parameter kritis yang belum memiliki protokol sampling standar. Perubahan suhu ekstrem selama pembekuan dan pencairan dapat menggeser keseimbangan kimiawi emulsi, memengaruhi stabilitas produk, dan akhirnya kualitas akhir yang sampai ke tangan konsumen. Artikel ini menyajikan panduan lengkap, berbasis bukti ilmiah, dan siap diimplementasikan oleh Quality Assurance Manager dan Food Technologist di fasilitas produksi Anda. Kami akan mengupas ilmu di balik perubahan pH/ORP, memberikan langkah-langkah sampling pra-beku dan pasca-thawing, serta merekomendasikan alat ukur yang tepat—seperti Hanna HI2002-01—untuk memastikan hasil akurat dan dapat direproduksi.

  1. Mengapa pH dan ORP Kritis untuk Kualitas Frozen Coconut Cream?
    1. Perbedaan pH dan ORP dalam Konteks Produk Beku
    2. Bagaimana Pembekuan Mengubah pH? Ilmu di Balik Cryoconcentration
    3. Studi Kasus: Pelajaran dari Industri Susu dan Emulsi
  2. Memilih Alat yang Tepat: Hanna HI2002-01 dan Elektroda untuk Coconut Cream
    1. Mengapa Bulb Electrode Lebih Unggul untuk Sampel Dingin dan Berlemak
    2. Perbandingan dengan Alat Lain (YSI, Hach, Mettler Toledo)
  3. Protokol Sampling pH/ORP Sebelum Pembekuan (Pre-Freeze Baseline)
    1. Persiapan Alat dan Kalibrasi
    2. Teknik Pengambilan Sampel dan Pengukuran
    3. Pencatatan Data dan Dokumentasi
  4. Protokol Thawing untuk Pengukuran Pasca-Beku yang Akurat
    1. Metode Thawing yang Direkomendasikan
    2. Homogenisasi Sampel Pasca-Thawing
    3. Pengukuran pH/ORP Pasca-Thawing
  5. Interpretasi Hasil: Apa Arti Perubahan pH/ORP Pasca-Thawing?
    1. Rentang pH Normal dan Tanda Peringatan
    2. ORP sebagai Indikator Oksidasi
    3. Korelasi dengan Parameter Kualitas Lain (FFA, Mikroba, Tekstur)
  6. Perawatan dan Kalibrasi Alat untuk Hasil Optimal
    1. Pembersihan Elektroda dari Lemak
    2. Penyimpanan yang Tepat
    3. Jadwal Kalibrasi dan Tanda Elektroda Rusak
  7. Kesimpulan
  8. Referensi

Mengapa pH dan ORP Kritis untuk Kualitas Frozen Coconut Cream?

Coconut cream adalah emulsi minyak-dalam-air dengan kandungan lemak >20%, sehingga sangat rentan terhadap destabilisasi selama siklus beku-cair. pH memengaruhi stabilitas emulsi melalui interaksi protein dan muatan permukaan globula lemak, sementara ORP mencerminkan potensi oksidasi yang berkorelasi dengan ketengikan. Sayangnya, Codex Alimentarius Standard for Aqueous Coconut Products (CXS 240-2003)[1] hanya menetapkan pH minimum 5,9 untuk coconut cream, tanpa menyertakan metode sampling untuk produk beku. Celah ini perlu diisi dengan protokol yang terstandarisasi.

Penelitian seminal oleh Williams-Smith (1977)[2] yang diterbitkan di Biochemical Journal (diindeks PubMed) menemukan bahwa proses pembekuan dapat mengubah pH nyata hingga 3 unit—tergantung komposisi buffer dan konsentrasi protein. Pada emulsi seperti coconut cream, fenomena cryoconcentration menyebabkan solut (garam, asam amino, protein) terkonsentrasi di fase cair yang tidak membeku, menggeser kesetimbangan ionik dan berpotensi memicu denaturasi protein. Studi terbaru oleh Laosam et al. (2022)[3] pada susu kambing—yang memiliki kemiripan karakteristik emulsi—menunjukkan bahwa pH awal yang diatur pada 6,89 meminimalkan perubahan partikel dan destabilisasi protein selama lima siklus beku-cair. Ini menjadi pelajaran berharga bagi pengelola kualitas frozen coconut cream.

Secara lebih luas, Comprehensive Review: Factors Influencing the Freeze-Thaw Stability of Emulsion-Based Foods[4] mengkonfirmasi bahwa pH, jenis buffer, dan konsentrasi protein merupakan determinan utama stabilitas emulsi saat pembekuan. Untuk coconut cream, parameter tersebut belum pernah diteliti secara spesifik—artinya peluang untuk menjadi pionir dalam penetapan standar industri sangat terbuka.

Perbedaan pH dan ORP dalam Konteks Produk Beku

pH mengukur konsentrasi ion hidrogen (skala 0–14), sedangkan ORP mengukur potensial redoks dalam milivolt (mV) yang menunjukkan kemampuan suatu larutan untuk mengoksidasi atau mereduksi senyawa lain. Keduanya saling terkait: ORP bersifat pH-dependent dan temperature-dependent, serta memerlukan waktu stabilisasi yang lebih lama (menit hingga jam) dibanding pH (detik).[5] Dalam konteks frozen coconut cream, ORP dapat menjadi indikator dini oksidasi lemak yang tidak terdeteksi oleh pH. Namun perlu diingat bahwa ORP tidak memiliki kompensasi suhu otomatis standar, sehingga pencatatan suhu pengukuran mutlak diperlukan.

Bagaimana Pembekuan Mengubah pH? Ilmu di Balik Cryoconcentration

Saat air membeku, molekul air membentuk kristal es murni, meninggalkan solut dalam konsentrasi tinggi di fase cair yang sangat kecil. Perubahan konsentrasi ion ini menggeser kesetimbangan asam-basa. Williams-Smith (1977)[2] mendokumentasikan penurunan 2–3 unit pH pada buffer fosfat dan buffer asam amino, sementara buffer piridin menunjukkan kenaikan. Efek ini bergantung pada komposisi buffer, konsentrasi, dan adanya protein. Pada coconut cream, keberadaan protein kelapa dan garam mineral membuat sistem ini rentan terhadap pergeseran pH yang ireversibel. Laosam et al.[3] mengonfirmasi bahwa pada susu kambing, diameter partikel meningkat dari 0,18 µm menjadi 0,22 µm dan volume partikel membesar dari 1,96 µm menjadi 5,47 µm pada perlakuan pH rendah, menandakan koalesensi lemak yang tidak diinginkan.

Studi Kasus: Pelajaran dari Industri Susu dan Emulsi

Laosam et al. (2022)[3] menggunakan rancangan acak lengkap dengan analisis variansi (ANOVA) dan uji LSD pada p<0,05. Hasilnya jelas: penyesuaian pH awal menjadi 6,89 secara signifikan mempertahankan stabilitas fisikokimia dibandingkan pH 6,49 dan 6,69. Walaupun susu kambing memiliki profil protein berbeda, prinsip yang sama—bahwa pH awal menentukan integritas emulsi selama beku-cair—dapat diekstrapolasi ke coconut cream. Degner et al. (2014)[4] dalam tinjauan komprehensifnya menekankan bahwa faktor seperti jenis pengemulsi, konsentrasi garam, dan pH interstisial sangat memengaruhi pembentukan kristal es dan rekristalisasi. Coconut cream, dengan kandungan lemak tinggi dan sistem pengemulsi alami (protein dan fosfolipida), memerlukan perhatian khusus pada pH sebelum dibekukan.

Memilih Alat yang Tepat: Hanna HI2002-01 dan Elektroda untuk Coconut Cream

Pemilihan pH/ORP meter yang andal menjadi fondasi keberhasilan protokol sampling. Hanna HI2002-01 edge Dedicated pH/ORP Meter menawarkan spesifikasi yang unggul untuk aplikasi industri pangan: rentang pH -2,000 hingga 16,000, akurasi ±0,01 pH (±0,002 pada 25°C), kalibrasi hingga 5 titik, dan pengenalan elektroda digital yang secara otomatis menyimpan data kalibrasi.6] [Sensor suhu terintegrasi memungkinkan kompensasi suhu otomatis pada pH, sementara data logging 1.000 titik dan konektivitas USB memudahkan audit trail dokumentasi mutu.

Untuk pengukuran pH yang akurat, pertimbangkan pH meter berikut:

USDA Specification for Frozen Fruit Purees (AA-20383)[7] memberikan contoh bahwa standar pengujian pH pada produk beku dapat diekstrapolasi: suhu sampel distandarisasi, kalibrasi dilakukan setiap hari, dan elektroda harus dirawat dengan benar. Hanna HI2002-01 memenuhi persyaratan tersebut dengan desain tablet yang dapat digunakan di meja, portable, atau dipasang di dinding.

Mengapa Bulb Electrode Lebih Unggul untuk Sampel Dingin dan Berlemak

Panduan dari Instrumart8] menegaskan bahwa bulb [electrode (misalnya HI11310 yang disertakan bersama HI2002-01) lebih responsif pada suhu di bawah 10°C dibandingkan flat electrode, yang memiliki impedansi tinggi dan rentan tersumbat lemak. HI11310 adalah elektroda kaca dengan ujung bulb yang memungkinkan kontak luas dengan sampel, serta mudah dibersihkan dari residu lemak. Sensor suhu terintegrasi (dalam bentuk sensor thermistor) memastikan pembacaan yang akurat meski suhu sampel belum sepenuhnya stabil.

Perbandingan dengan Alat Lain (YSI, Hach, Mettler Toledo)

ParameterHanna HI2002-01YSI ProQuattroHach HQ40d
Akurasi pH±0,01±0,02±0,02
Titik kalibrasi5 titik3 titik3 titik
Logging data1000 titik500 titik500 titik
Harga pasar (~USD)$561$700+$650+

Hanna HI2002-01 menawarkan value unggul dengan akurasi lebih tinggi dan fitur digital electrode ID yang memudahkan manajemen beberapa elektroda.[6] Untuk aplikasi frozen coconut cream, akurasi ±0,01 pH mampu mendeteksi perubahan pH kecil yang mungkin menandakan awal hidrolisis lemak.

Untuk pengukuran pH yang akurat, pertimbangkan pH meter berikut:

Protokol Sampling pH/ORP Sebelum Pembekuan (Pre-Freeze Baseline)

Protokol ini mengacu pada Codex Recommended Methods of Analysis and Sampling (CXS 234-1999)[9] yang merekomendasikan AOAC 981.12 untuk penentuan pH secara potensiometri pada buah dan sayur olahan, termasuk produk kelapa.

Persiapan Alat dan Kalibrasi

  1. Siapkan larutan buffer pH 4,01; 7,01; dan 10,01 (NIST-traceable). Gunakan buffer segar setiap hari.
  2. Nyalakan Hanna HI2002-01 dan pilih mode kalibrasi. Celupkan elektroda ke buffer pH 7,01 (nilai teoritis: 0,00 mV) dan tunggu hingga stabil. Ulangi untuk pH 4,01 (+177 mV) dan pH 10,01 (-177 mV). Sistem CAL Check akan mendeteksi masalah seperti elektroda kotor atau buffer rusak.[6]
  3. Verifikasi dengan buffer ketiga (misalnya pH 4,01 setelah kalibrasi dua titik). Deviasi >0,05 pH perlu investigasi.
  4. Catat nilai mV pada setiap buffer untuk pemantauan kondisi elektroda. Jika offset >50 mV dari teoritis, ganti elektroda.

Teknik Pengambilan Sampel dan Pengukuran

  1. Ambil sampel coconut cream segar minimal 100 mL dalam gelas beaker kering dan bersih.
  2. Stabilkan suhu sampel hingga 25 ± 0,5°C menggunakan water bath. Suhu standar penting karena pH dan ORP bergantung suhu.
  3. Aduk perlahan dengan pengaduk magnetik selama 1–2 menit untuk homogenisasi, hindari aerasi berlebihan.
  4. Celupkan elektroda hingga junction (lubang kecil di samping elektroda) terendam sepenuhnya.
  5. Tunggu pembacaan pH stabil (fluktuasi <0,01 per 10 detik), biasanya 30–60 detik. Untuk ORP, tunggu minimal 5–15 menit—atau lebih jika nilai masih berubah signifikan.[5]
  6. Catat pH, ORP (mV), suhu, waktu stabilisasi, dan tampilan visual (warna, konsistensi, ada tidaknya gumpalan).
  7. Lakukan duplo (dua pengukuran dari sampel terpisah). Jika selisih pH >0,05, ulangi.

Pencatatan Data dan Dokumentasi

Gunakan fitur data logging HI2002-01 yang mampu menyimpan 1.000 data point.[6] Buat formulir cetak yang mencakup:

  • Tanggal dan jam pengukuran
  • Kode batch dan tanggal produksi
  • pH, ORP (mV), suhu
  • Waktu stabilisasi
  • Keterangan visual
  • Nama operator

Data ini menjadi jejak audit yang diperlukan dalam sistem mutu FSSC 22000 dan HACCP.

Protokol Thawing untuk Pengukuran Pasca-Beku yang Akurat

Setelah penyimpanan beku (-18°C) selama periode tertentu (misalnya 8 minggu sesuai studi Lihinikadu Arachchi et al. (2016) dalam CORD journal[10]), sampel perlu dithawing dengan metode standar agar hasil pH/ORP dapat diperbandingkan dengan baseline.

Metode Thawing yang Direkomendasikan

Thawing lambat (refrigerator 4°C selama 12–24 jam) lebih disarankan untuk meminimalkan guncangan termal yang dapat mempercepat koalesensi lemak. Jika waktu terbatas, thawing cepat (water bath 25°C selama 30–60 menit) dapat digunakan, namun risiko terbentuknya gradien suhu dan koalesensi lebih tinggi. Hindari microwave karena pemanasan tidak merata dan dapat menyebabkan denaturasi protein lokal.[10]

Pastikan sampel telah mencapai suhu 25°C sebelum pengukuran. Gunakan water bath untuk menstabilkan suhu.

Homogenisasi Sampel Pasca-Thawing

Setelah thawing sempurna (tidak ada kristal es yang terlihat), aduk sampel dengan pengaduk magnetik selama 2–3 menit dengan kecepatan rendah. Tujuan: mendistribusikan kembali fase air dan lemak yang mungkin terpisah selama pembekuan. Biarkan gelembung udara menghilang (±1 menit) sebelum pengukuran.

Pengukuran pH/ORP Pasca-Thawing

Ikuti protokol yang identik dengan pra-beku: kalibrasi alat (gunakan buffer baru jika jeda sudah >4 jam), suhu 25°C, elektroda yang sama (setelah dibilas bersih), waktu stabilisasi pH 30–60 detik dan ORP 5–15 menit. Catat nilai dan hitung selisih terhadap baseline: ΔpH = pH pasca-thawing − pH pra-beku. ΔORP = ORP pasca-thawing − ORP pra-beku.

Interpretasi Hasil: Apa Arti Perubahan pH/ORP Pasca-Thawing?

Interpretasi yang tepat membutuhkan pemahaman terhadap spesifikasi industri dan data riset. Boiron Frères (produsen frozen coconut cream bersertifikat FSSC 22000) menetapkan pH target 6,1 dengan rentang 5,80–6,30.[11] Codex CXS 240-2003[1] menetapkan minimum pH 5,9. Sementara itu, Lihinikadu Arachchi et al. (2016)[10] menemukan bahwa Free Fatty Acid (FFA) meningkat selama 8 minggu penyimpanan beku, tetapi tetap di bawah 1% pada kemasan laminasi tiga lapis. Kenaikan FFA akan menurunkan pH karena asam lemak bebas bersifat asam.

Rentang pH Normal dan Tanda Peringatan

ParameterNilai NormalTanda WaspadaTanda Kritis
pH pra-beku6,0–6,3<5,9 atau >6,5<5,7 atau >6,8
ΔpH pasca-thaw<0,2 unit0,2–0,3 unit>0,3 unit
ORP pra-bekuTergantung baselineKenaikan >50 mV>400 mV

Perubahan pH >0,3 unit dari baseline memerlukan investigasi lebih lanjut, termasuk pengukuran FFA, uji mikrobiologi, dan evaluasi sensori. Penurunan pH yang signifikan (<5,7) dapat mengindikasikan hidrolisis lemak atau fermentasi mikroba. Sebagai perbandingan, susu segar memiliki pH sekitar 6,7; penurunan ke 6,0–6,5 sudah menandakan kerusakan.[12]

ORP sebagai Indikator Oksidasi

Nilai ORP yang rendah pada coconut cream segar mencerminkan lingkungan reduktif berkat adanya antioksidan alami (tokoferol, fitosterol). Peningkatan ORP >400 mV menandakan akumulasi senyawa oksidatif yang dapat berkorelasi dengan peroxide value (PV). Hach dalam panduan teknisnya menekankan bahwa ORP bersifat relatif dan harus selalu dibandingkan dengan baseline masing-masing batch.[5] Pada studi CORD, PV tetap stabil selama 8 minggu jika blansing dilakukan dengan benar (70°C selama 1,5 menit), menunjukkan bahwa blansing efektif menginaktivasi lipoksigenase. Namun lipase mikroba mungkin masih aktif, yang terdeteksi melalui kenaikan FFA dan penurunan pH.

Korelasi dengan Parameter Kualitas Lain (FFA, Mikroba, Tekstur)

pH/ORP bukanlah parameter tunggal. EU Regulation 2073/2005[13] menetapkan batas mikrobiologi untuk produk pangan: untuk coconut cream, diperlukan pengujian aerobic plate count (<5.000 CFU/g) dan Enterobacteriaceae (<10 CFU/g). Jika ORP meningkat drastis bersamaan dengan pH turun, kemungkinan besar terjadi pertumbuhan mikroba. Sebaliknya, jika pH turun namun ORP stabil, dugaan mengarah pada hidrolisis enzimatik (lipase). Kombinasikan dengan uji FFA (batas maksimum 1% per Codex) dan uji viskositas atau tekstur untuk keputusan akhir.[10]

Perawatan dan Kalibrasi Alat untuk Hasil Optimal

Elektroda pH/ORP adalah komponen paling rentan dalam sistem pengukuran. Perawatan yang tepat memastikan akurasi dan memperpanjang umur pakai (rata-rata 12 bulan pada suhu 25°C menurut Hach[5]).

Pembersihan Elektroda dari Lemak

Setelah setiap seri pengukuran coconut cream, bilas elektroda dengan air deionisasi, lalu rendam dalam larutan pembersih enzimatik atau deterjen non-abrasif (Hanna HI7061L atau setara) selama 10–15 menit. Gosok perlahan bulb dengan jari bersih untuk mengangkat sisa lemak, lalu bilas kembali. Jangan menyikat junction (lubang referensi) karena dapat merusak lapisan porous.

Penyimpanan yang Tepat

Simpan elektroda dalam larutan KCl 3M (Hanna HI70300) atau storage solution khusus. Jangan pernah menyimpan dalam air deionisasi atau suling karena ion K+ dan Cl- akan luntur, menyebabkan drift dan respons lambat. Jika elektroda akan digunakan kembali dalam 1–2 hari, dapat disimpan dalam buffer pH 4,01. Pastikan tutup pelindung selalu terpasang untuk mencegah penguapan.

Jadwal Kalibrasi dan Tanda Elektroda Rusak

  • Kalibrasi: Lakukan setiap hari sebelum seri pengukuran. Jika meter digunakan terus-menerus, kalibrasi ulang setiap 4–6 jam.
  • Uji offset: Setelah kalibrasi, catat nilai mV pada pH 7,01 (seharusnya 0 ± 20 mV) dan pH 4,01 (+177 ± 20 mV). Jika offset >50 mV, ganti elektroda.
  • Respons lambat: Jika waktu stabilisasi pH melebihi 2 menit, elektroda mungkin sudah jenuh atau kotor.
  • Drift: Jika pembacaan berubah >0,05 pH dalam 1 menit tanpa perubahan suhu, elektroda perlu dibersihkan atau diganti.

Sistem CAL Check pada Hanna HI2002-01 secara otomatis mendeteksi kondisi elektroda yang tidak memadai dan memberikan peringatan.[6]

Kesimpulan

Panduan ini menyajikan protokol sampling pH/ORP untuk frozen coconut cream yang pertama kali disusun secara komprehensif, menggabungkan riset ilmiah lintas disiplin (biokimia beku, teknologi emulsi, standar internasional) dan praktik terbaik industri. Dengan mengadopsi SOP ini, Quality Assurance Manager dan Food Technologist dapat:

  • Menetapkan baseline pH/ORP yang akurat sebelum pembekuan.
  • Melakukan thawing dan pengukuran pasca-beku secara reprodusibel.
  • Menginterpretasi perubahan pH/ORP sebagai indikator dini kerusakan produk.
  • Mengintegrasikan data pH/ORP ke dalam sistem mutu FSSC 22000, HACCP, dan standar kosher/organik.

Kami mendorong Anda untuk segera mengimplementasikan protokol ini di fasilitas produksi Anda. Untuk memastikan hasil yang optimal, gunakan alat ukur yang andal seperti Hanna HI2002-01 edge pH/ORP Meter yang tersedia di Alat-Test.com.

CV. Java Multi Mandiri adalah supplier dan distributor alat ukur dan instrumen pengujian—bukan penyedia jasa pengujian, kontraktor konstruksi, atau konsultan teknik. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, membantu perusahaan mengoptimalkan operasi dan memenuhi kebutuhan peralatan komersial terkait topik ini. Jika perusahaan Anda memerlukan pendampingan pemilihan alat, pelatihan penggunaan, atau solusi kalibrasi, jangan ragu untuk konsultasi solusi bisnis dengan tim teknis kami. Kami siap mendiskusikan kebutuhan spesifik perusahaan Anda.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan ahli laboratorium. Hasil pengukuran dapat bervariasi tergantung kondisi produk dan alat. Pastikan mengikuti prosedur keselamatan laboratorium yang berlaku.

Rekomendasi PH Meter

Referensi

  1. Codex Alimentarius Commission. (2003). Standard for Aqueous Coconut Products – Coconut Milk and Coconut Cream (CXS 240-2003). Food and Agriculture Organization. Diperoleh dari https://www.fao.org/input/download/standards/10401/CXS_240e.pdf
  2. Williams-Smith, D. L. (1977). Changes in apparent pH on freezing aqueous buffer solutions and their relevance to biochemical electron-paramagnetic-resonance spectroscopy. Biochemical Journal, 167(3), 593–600. Diperoleh dari https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23760/
  3. Laosam, P., Thongkaew, C., & Soottawat, B. (2022). Effects of initial pH adjustment on physicochemical and freeze-thaw stability of goat milk. Food Research, 6(3), 12–20. Diperoleh dari https://www.myfoodresearch.com
  4. Degner, B. M., Chung, C., Henson, L., & McClements, D. J. (2014). Factors influencing the freeze-thaw stability of emulsion-based foods. Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety, 13(2), 98–113. Diperoleh dari https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33412650/
  5. Hach Company. (n.d.). ORP Measurement Guide. Diperoleh dari https://cdn.hach.com
  6. Hanna Instruments. (n.d.). HI2002-01 edge Dedicated pH/ORP Meter Product Manual. Diperoleh dari https://www.hannainst.com
  7. U.S. Department of Agriculture, Agricultural Marketing Service. (2010). Specification for Frozen Fruit Purees (AA-20383). Diperoleh dari https://www.ams.usda.gov/sites/default/files/media/AA20383PureesFruitFrozen.pdf
  8. Instrumart. (n.d.). pH/ORP Technical Reference. Diperoleh dari https://www.instrumart.com
  9. Codex Alimentarius Commission. (1999). Recommended Methods of Analysis and Sampling (CXS 234-1999). Food and Agriculture Organization. Diperoleh dari https://www.fao.org/fileadmin/user_upload/agns/pdf/CXS_234e.pdf
  10. Lihinikadu Arachchi, K., Gunathilake, K. D. P. P., & Prasadi, V. P. N. (2016). Shelf life and quality evaluation of deep frozen coconut cream, coconut scrapings and coconut slices. CORD, 32(1), 34–40. Diperoleh dari https://journal.coconutcommunity.org/index.php/journalicc/article/view/44
  11. Boiron Frères SAS. (n.d.). Frozen Coconut Cream Technical Specification. FSSC 22000 Certified. Diperoleh dari www.webstaurantstore.com (specification sheet)
  12. Engineering Toolbox. (n.d.). pH Values of Common Foods and Ingredients. Diperoleh dari https://www.engineeringtoolbox.com/food-ph-d_403.html
  13. European Commission. (2005). Commission Regulation (EC) No 2073/2005 on microbiological criteria for foodstuffs. Official Journal of the European Union.

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.