Dalam industri plastik dan polimer, konsistensi warna bukan sekadar aspek estetika. Warna yang melenceng dari standar dapat berdampak pada penolakan produk oleh pelanggan, klaim kualitas, hingga gangguan reputasi merek. Pada proses injection molding, extrusion, maupun compounding, sedikit variasi pada rasio masterbatch, suhu barrel, atau waktu tinggal material dapat memicu pergeseran warna yang sulit dideteksi dengan mata.
Masalahnya, inspeksi visual sangat bergantung pada pencahayaan dan persepsi individu. Dua operator bisa menilai warna yang sama secara berbeda, terutama pada warna-warna netral atau shade tipis. Jika deviasi warna tidak terkontrol sejak awal produksi, risiko scrap, rework, dan ketidaksesuaian spesifikasi warna terhadap standar pelanggan akan meningkat. Di sinilah kebutuhan akan alat ukur warna yang objektif, repeatable, dan sesuai standar internasional menjadi krusial.
Colorimeter PCE-CSM 10 hadir sebagai solusi pengendalian warna yang terukur dan konsisten untuk kebutuhan quality control di industri plastik dan polimer.
Deskripsi Singkat PCE-CSM 10
PCE-CSM 10 adalah colorimeter dengan sistem iluminasi/observasi 8°/d (diffused illumination, 8-degree viewing angle) yang dirancang untuk pengukuran warna secara presisi dalam kontrol kualitas. Alat ini menggunakan integrating sphere berdiameter 58 mm, aperture pengukuran 8 mm, serta sensor silicon photodiode array untuk membaca reflektansi spektral pada rentang 400–700 nm.
Instrumen ini mendukung berbagai color space seperti CIE LAB, XYZ, Yxy, LCh, CIE LUV, hingga HunterLAB dan berbagai indeks perbedaan warna (ΔE) termasuk CIE1976, CIE94, CMC, hingga CIE2000. Dengan layar sentuh TFT 3,5 inci dan penyimpanan hingga 1.000 standar serta 15.000 sampel, PCE-CSM 10 mendukung proses dokumentasi dan pelacakan warna secara sistematis.
Bagi profesional plastik dan polimer, alat ini membantu memastikan warna produk akhir sesuai dengan master standard, baik pada tahap trial, produksi massal, maupun inspeksi akhir.
Fungsi & Kegunaan Produk
Fungsi Utama
Mengukur nilai warna dalam berbagai color space (CIE LAB, XYZ, Yxy, LCh, LUV, HunterLAB).
Menghitung perbedaan warna (ΔE) antara standar dan sampel.
Menampilkan kurva reflektansi spektral 400–700 nm dengan interval 10 nm.
Menentukan PASS/FAIL berdasarkan batas toleransi ΔE yang ditetapkan.
Kegunaan Spesifik di Industri Plastik & Polimer
Kontrol Warna Masterbatch
Memastikan konsentrasi pigmen dalam compound sesuai standar sebelum diproses lebih lanjut.Verifikasi Warna Produk Injection / Extrusion
Mengukur deviasi warna pada produk jadi seperti housing plastik, tutup botol, panel otomotif, atau film plastik.Audit Kesesuaian Warna Supplier
Membandingkan sampel material dari vendor terhadap color standard internal perusahaan.Analisis Metamerisme
Menguji perubahan persepsi warna di bawah berbagai iluminan (D65, D50, A, F-series, dll.).
Skenario Penggunaan
Sebelum Produksi:
Input atau ukur standar warna referensi.
Lakukan kalibrasi putih dan hitam.
Tentukan toleransi ΔE sesuai spesifikasi pelanggan.
Saat Produksi:
Ukur sampel berkala dari line.
Bandingkan dengan standar.
Evaluasi PASS/FAIL secara langsung di layar.
Setelah Produksi:
Simpan data untuk dokumentasi audit.
Transfer data ke PC melalui USB/RS-232.
Mode Kerja
Standard Measurement: Menyimpan nilai referensi.
Sample Measurement: Menghitung deviasi terhadap standar.
Spectral Reflectance View: Menampilkan grafik reflektansi spektral.
Tolerance Mode: Evaluasi kelulusan berdasarkan ΔE.
Bidang / Industri Pengguna
Industri plastik dan injection molding – sebagai alat kontrol warna produk jadi.
Industri compounding & masterbatch – sebagai verifikasi formula warna.
Industri kemasan (packaging) – memastikan konsistensi warna antar batch.
Industri otomotif (komponen plastik interior/eksterior) – validasi shade dan konsistensi panel.
Laboratorium R&D polimer – analisis perubahan warna akibat aditif atau degradasi termal.
Keunggulan / Highlights
Beberapa fitur teknis PCE-CSM 10 mendukung efisiensi dan akurasi di lapangan:
Geometri 8°/d dengan integrating sphere Φ58 mm membantu meminimalkan pengaruh tekstur permukaan.
Repeatability ΔE*ab ≤ 0.04 pada nilai kolorimetrik membantu teknisi mendapatkan hasil yang konsisten.
Error antar instrumen dalam ΔE*ab ≤ 0.2 memudahkan standardisasi antar site produksi.
Waktu antar pengukuran minimum 1,5 detik mempercepat proses sampling.
Layar sentuh 3,5 inci mempermudah pengoperasian di lantai produksi.
Penyimpanan internal besar: 1.000 standar dan 15.000 sampel.
Keunggulan ini membantu teknisi:
Meminimalkan risiko salah interpretasi warna.
Mempercepat proses approval batch.
Mengurangi potensi scrap akibat deviasi warna yang tidak terdeteksi.
Perbandingan / Posisi Produk
| Metode | Dampak ke Material | Kecepatan | Repeatability | Kesesuaian Commissioning |
|---|---|---|---|---|
| Inspeksi visual manual | Non-destruktif | Cepat | Rendah (subjektif) | Kurang konsisten |
| Colorimeter sederhana tanpa ΔE lengkap | Non-destruktif | Sedang | Sedang | Terbatas |
| Metode laboratorium destruktif | Destruktif | Lambat | Tinggi | Kurang praktis |
| PCE-CSM 10 (8°/d, multi color space) | Non-destruktif | Cepat (≥1.5 s) | Tinggi (ΔE≤0.04) | Cocok untuk QC & commissioning |
Spesifikasi Teknis
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Model | PCE-CSM 10 |
| Sistem iluminasi/observasi | D/8 (Diffused illumination, 8-degree viewing angle) |
| Integrating sphere | Φ58 mm |
| Sensor | Silicon photodiode array |
| Rentang panjang gelombang | 400–700 nm |
| Interval panjang gelombang | 10 nm |
| Aperture pengukuran | Φ8 mm |
| Color Space | CIE LAB, XYZ, Yxy, LCh, CIE LUV, HunterLAB |
| Color Index | ΔEab, ΔEuv, ΔE94, ΔEcmc(2:1), ΔEcmc(1:1), ΔE00, ΔE(h) |
| Observer | 2° / 10° |
| Illuminant | D65, D50, A, C, D55, D75, F1–F12 |
| Minimum interval antar pengukuran | 1.5 s |
| Repeatability | ΔE*ab ≤ 0.04 |
| Dimensi | 90 × 77 × 230 mm |
| Berat | 600 g |
| Penyimpanan | 1000 standar, 15000 sampel |
| Layar | TFT 3.5 inch capacitive touch screen |
| Port | USB / RS-232 |
| Suhu operasi | 0–40°C |
Tata Cara Pemakaian
Persiapan Alat
Pastikan baterai terpasang dan alat dalam kondisi bersih.Nyalakan Alat
Geser power switch ke posisi “1”.Kalibrasi Putih & Hitam
Masuk ke menu Calibration, lakukan white calibration dan black calibration sesuai prosedur.Set Standar
Ukur atau input nilai standar warna.Ukur Sampel
Tempelkan aperture 8 mm ke permukaan sampel dan tekan tombol pengukuran.Evaluasi ΔE
Periksa nilai ΔE dan status PASS/FAIL.Simpan / Transfer Data
Simpan hasil dan transfer ke PC bila diperlukan.
Catatan: Pastikan permukaan sampel bersih dan rata untuk hasil yang konsisten.
Cara Kerja / Metode Pengukuran
PCE-CSM 10 menggunakan sistem D/8 dengan iluminasi difus dan sudut observasi 8°. Cahaya dari LED internal diarahkan ke integrating sphere, kemudian dipantulkan ke permukaan sampel. Pantulan cahaya ditangkap oleh silicon photodiode array untuk dianalisis pada rentang 400–700 nm.
Data reflektansi spektral kemudian dikonversi menjadi koordinat warna (misalnya L*, a*, b*) berdasarkan iluminan dan sudut pengamat (2° atau 10°). Selanjutnya, alat menghitung selisih warna (ΔE) antara standar dan sampel menggunakan formula yang dipilih (CIE1976, CIE94, CIE2000, dll.).
Karena menggunakan sistem difus, alat ini cocok untuk berbagai jenis permukaan plastik, termasuk semi-gloss dan matte.
Kelengkapan Produk
1 x Colorimeter PCE-CSM 10
1 x Aluminium carrying case
1 x Mains adapter
1 x Lithium-ion battery
1 x Calibration plate (white)
1 x Calibration plate (black)
1 x Protective cover
1 x USB cable
1 x Wrist band
1 x PC software
1 x Instruction manual
Manfaat bagi Pengguna
Meningkatkan konsistensi warna antar batch produksi.
Mengurangi scrap akibat deviasi warna.
Mempercepat proses approval QC.
Mendukung dokumentasi audit kualitas.
Membantu komunikasi teknis dengan pelanggan berbasis data objektif.
FAQ
Apakah alat ini bisa digunakan untuk plastik glossy?
Ya, sistem D/8 dengan integrating sphere membantu mengurangi pengaruh kilap pada hasil pengukuran.
Apakah perlu kalibrasi rutin?
Disarankan melakukan kalibrasi putih dan hitam sebelum sesi pengukuran untuk menjaga akurasi.
Berapa cepat waktu pengukuran?
Minimum interval antar pengukuran adalah 1,5 detik.
Apakah data bisa dipindahkan ke komputer?
Ya, tersedia port USB/RS-232 untuk transfer data.
Apakah bisa menyimpan banyak data?
Ya, hingga 1000 standar dan 15000 sampel.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya kontrol warna dalam proses produksi plastik dan polimer. Kami menyediakan instrumen pengukuran warna seperti PCE-CSM 10 dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda menjaga konsistensi kualitas produk, mengurangi risiko deviasi warna, serta memenuhi standar pelanggan dan regulasi industri. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengendalian warna di lini produksi, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Colorimeter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Surface Testing – Colorimeter PCE-CSM 8
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing – Colorimeter PCE-CSM 4
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing Colorimeter PCE-CSM 7-ICA incl. ISO-Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing Colorimeter PCE-CSM 3-ICA incl. ISO-Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing – Colorimeter PCE-CSM 7
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing – Colorimeter PCE-CSM 3
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing Colorimeter PCE-CSM 6-ICA incl. ISO-Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing Colorimeter PCE-CSM 2-ICA incl. ISO-Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★
Referensi
Hidayati, N., & Prasetyo, A. (2019). Pengaruh Konsentrasi Masterbatch terhadap Stabilitas Warna Produk Plastik Injection Molding. Jurnal Rekayasa Mesin, 10(3), 145–152. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/index.php/jrm/article/download/19876/10345
Saputra, D., & Nugroho, Y. (2020). Analisis Pengaruh Temperatur Proses terhadap Perubahan Warna pada Produk Polimer Termoplastik. Jurnal Teknik Kimia Indonesia, 19(2), 87–95. Retrieved from https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jtki/article/download/25432/14321
Wibowo, E., & Santoso, B. (2018). Evaluasi Kualitas Warna Produk Plastik Menggunakan Metode Color Difference (ΔE). Jurnal Teknologi Industri, 18(1), 55–63. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/JTI/article/download/15234/9876
Rahmawati, F., & Kurniawan, A. (2021). Implementasi Colorimeter dalam Pengendalian Mutu Warna pada Industri Plastik. Jurnal Instrumentasi dan Metrologi Indonesia, 3(2), 25–33. Retrieved from https://jurnalinstrumentasi.bsn.go.id/index.php/ji/article/download/298/167

























