Dalam industri percetakan komersial, konsistensi warna bukan sekadar persoalan estetika. Perbedaan kecil pada nilai ΔE dapat berdampak pada penolakan produk, klaim pelanggan, hingga pengulangan produksi yang menggerus margin. Tantangan semakin kompleks ketika produksi melibatkan berbagai substrat—kertas art paper, duplex, karton kemasan, hingga material berlapis UV—yang masing-masing memiliki karakter reflektansi berbeda.
Pengukuran warna secara visual atau mengandalkan perbandingan sampel manual sering kali tidak cukup. Faktor pencahayaan, sudut pandang, dan kelelahan mata operator dapat memicu inkonsistensi evaluasi. Tanpa alat ukur yang terstandarisasi dan repeatable, proses quality control menjadi rentan terhadap variasi. Di sinilah peran colorimeter/spektrofotometer portabel seperti PCE-CSM 20 menjadi krusial untuk memastikan warna tercetak sesuai standar referensi, baik dalam proses pre-press, running produksi, maupun final inspection.
Deskripsi Singkat PCE-CSM 20
PCE-CSM 20 adalah colorimeter berbasis prinsip spektrofotometri dengan geometri pengukuran 8°/d (diffuse illumination, 8° viewing angle). Alat ini dirancang untuk pengukuran warna reflektansi dengan aperture 8 mm dan mendukung mode SCI (Specular Component Included) serta SCE (Specular Component Excluded).
Dengan rentang panjang gelombang 400–700 nm dan interval 10 nm, perangkat ini mampu menampilkan data spektrum, nilai warna dalam berbagai color space (CIE Lab, XYZ, LCh, CIE LUV, Hunter Lab), serta perhitungan perbedaan warna seperti ΔEab, ΔE94, ΔEcmc, dan ΔE00. Data dapat ditransfer melalui USB ke perangkat lunak PC untuk analisis lebih lanjut.
Desainnya portabel dengan baterai Li-ion terintegrasi, layar TFT 3.5 inci sentuh kapasitif, serta kapasitas penyimpanan hingga 2.000 standar dan 20.000 sampel. Kombinasi ini menjadikannya relevan untuk lini produksi percetakan yang membutuhkan pengukuran cepat, konsisten, dan terdokumentasi.
Fungsi & Kegunaan Produk
Fungsi Utama
Mengukur spektrum reflektansi permukaan (400–700 nm).
Menghitung nilai warna dalam berbagai color space.
Menghitung perbedaan warna (ΔE) antara standar dan sampel.
Menampilkan hasil PASS/FAIL berdasarkan toleransi yang ditentukan.
Menyimpan dan mengelola data pengukuran.
Kegunaan Spesifik di Industri Percetakan
Sebelum Produksi (Pre-Press & Setup)
Verifikasi warna proof terhadap standar referensi.
Penyesuaian formulasi tinta berdasarkan nilai Lab dan ΔE.
Saat Produksi (In-Process Control)
Monitoring warna cetak secara periodik di mesin offset atau digital.
Membandingkan hasil cetak dengan standar master.
Penggunaan mode average measurement untuk area cetak besar atau tidak seragam.
Setelah Produksi (Final QC)
Validasi konsistensi warna antar batch.
Dokumentasi nilai warna untuk keperluan audit pelanggan.
Mode Pengukuran
Single Measurement: Pengukuran satu kali untuk evaluasi cepat.
Average Measurement: Pengukuran rata-rata 2–99 kali untuk permukaan besar atau variasi warna tidak homogen.
SCI / SCE:
SCI: Termasuk komponen kilap (cocok untuk evaluasi total reflektansi).
SCE: Mengabaikan kilap, lebih representatif terhadap persepsi visual pada permukaan glossy.
Bidang / Industri Pengguna
Percetakan komersial dan kemasan: Kontrol warna cetak pada karton, label, dan fleksibel.
Industri tinta dan coating: Validasi warna formulasi.
Industri plastik: Evaluasi warna masterbatch.
Tekstil: Kontrol kesesuaian warna kain.
Industri cat dan pelapis: Standarisasi warna finishing.
Keunggulan / Highlights
Beberapa keunggulan praktis bagi teknisi QC dan operator produksi:
Geometri 8°/d sesuai standar CIE untuk evaluasi warna industri.
Mendukung SCI & SCE untuk fleksibilitas evaluasi kilap dan non-kilap.
Repeatability hingga ΔE*ab ≤ 0.06 (MAV/SCI) pada model CSM 20.
Inter-instrument error ΔE*ab ≤ 0.4.
Waktu ukur sekitar 2.6 detik.
Kapasitas penyimpanan besar: 2.000 standar dan 20.000 sampel.
Baterai Li-ion untuk penggunaan lapangan tanpa ketergantungan listrik langsung.
Fungsi kamera untuk membantu penentuan titik ukur.
Keunggulan ini membantu:
Meminimalkan risiko salah evaluasi visual.
Mempercepat pengambilan keputusan di lini produksi.
Mengurangi rework akibat deviasi warna yang tidak terdeteksi.
Perbandingan / Posisi Produk
| Metode | Dampak ke Material | Kecepatan | Repeatability | Kesesuaian Commissioning |
|---|---|---|---|---|
| Visual manual | Tidak merusak | Cepat | Rendah (subjektif) | Tidak terstandarisasi |
| Color chart manual | Tidak merusak | Sedang | Terbatas | Terbatas |
| Spektrofotometer portabel (PCE-CSM 20) | Tidak merusak | ±2.6 detik | ΔE*ab ≤ 0.06 | Sesuai standar CIE & ASTM |
Pendekatan destruktif atau sampling laboratorium yang memerlukan potongan material tidak diperlukan karena pengukuran bersifat non-destruktif dan kontak langsung dengan permukaan.
Spesifikasi Teknis
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Geometri Pengukuran | 8° / d |
| Ukuran Integrating Sphere | 48 mm |
| Sumber Cahaya | Combined LED Light |
| Mode Spektrofotometri | Concave grating |
| Sensor | 256 Image Element Double Array CMOS |
| Rentang Panjang Gelombang | 400–700 nm |
| Interval Panjang Gelombang | 10 nm |
| Rentang Reflektansi | 0–200% |
| Aperture | Single aperture 8 mm |
| Komponen Spekular | SCI & SCE |
| Color Space | CIE Lab, XYZ, Yxy, LCh, CIE LUV, Hunter LAB |
| Formula ΔE | ΔEab, ΔEuv, ΔE94, ΔEcmc(2:1), ΔEcmc(1:1), ΔE00v, ΔE(Hunter) |
| Observer Angle | 2° / 10° |
| Illuminant | D65, A, C, D50 |
| Waktu Ukur | 2.6 s |
| Repeatability | MAV/SCI: ΔE* ≤ 0.06 |
| Inter-instrument Error | MAV/SCI: ΔE* ≤ 0.4 |
| Penyimpanan Data | 2.000 standar, 20.000 sampel |
| Dimensi | 184 × 77 × 105 mm |
| Berat | 600 g |
| Layar | 3.5-inch TFT color LCD, capacitive touchscreen |
| Antarmuka | USB |
| Kondisi Operasi | 0–40°C, 0–85% RH non-condensing |
Tata Cara Pemakaian
Persiapan Alat
Pastikan baterai terisi.
Nyalakan alat melalui power switch.
Kalibrasi
Lakukan white calibration menggunakan pelat putih.
Lanjutkan dengan black calibration menggunakan pelat hitam.
Pastikan kalibrasi masih dalam masa valid.
Pengaturan Mode
Pilih mode SCI atau SCE.
Tentukan color space dan illuminant sesuai standar produksi.
Proses Pengukuran
Tempelkan aperture 8 mm pada permukaan cetak.
Tekan tombol ukur, tunggu ±2.6 detik hingga hasil muncul.
Penyimpanan Data
Simpan otomatis atau manual sesuai pengaturan.
Beri nama standar/sampel untuk pelacakan.
Transfer Data
Hubungkan ke PC melalui USB untuk analisis lanjutan.
Catatan: Kalibrasi ulang direkomendasikan bila kondisi lingkungan berubah signifikan atau lebih dari 24 jam sejak kalibrasi terakhir.
Cara Kerja / Metode Pengukuran
PCE-CSM 20 menggunakan sistem pencahayaan difus (d/8) dengan concave grating untuk memisahkan panjang gelombang cahaya. Cahaya LED diproyeksikan ke permukaan sampel, kemudian cahaya pantul ditangkap oleh sensor CMOS 256 elemen.
Alat menganalisis intensitas reflektansi pada interval 10 nm dari 400–700 nm. Dari data spektral ini dihitung parameter warna dalam color space tertentu serta perbedaan warna terhadap standar.
Mode SCI menyertakan komponen kilap, sedangkan SCE mengecualikannya melalui mekanisme optical trap. Hal ini membantu teknisi membedakan perubahan warna akibat pigmen dari efek kilap permukaan.
Kelengkapan Produk
Unit utama PCE-CSM 20
Built-in Li-ion battery
Power adapter
White dan black calibration cavity
Dust cover
PC software
User manual
Manfaat bagi Pengguna
Efisiensi kerja: Waktu ukur singkat mempercepat approval warna.
Peningkatan kualitas: Data numerik objektif mengurangi subjektivitas.
Penghematan biaya: Mengurangi risiko cetak ulang akibat mismatch warna.
Pengurangan kesalahan: Sistem toleransi dan PASS/FAIL membantu keputusan cepat.
FAQ
Apakah alat ini bisa digunakan untuk kertas glossy?
Ya. Mode SCI dan SCE memungkinkan evaluasi dengan atau tanpa pengaruh kilap.
Apakah perlu kalibrasi rutin?
Ya. Disarankan kalibrasi ulang jika melewati 24 jam atau kondisi lingkungan berubah.
Apakah bisa menyimpan banyak data produksi?
Ya. Dapat menyimpan hingga 20.000 data sampel dan 2.000 standar.
Apakah alat ini portabel untuk dibawa ke mesin cetak?
Ya. Menggunakan baterai Li-ion internal dan berat sekitar 600 g.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya kontrol warna yang presisi dalam industri percetakan dan manufaktur. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti PCE-CSM 20 serta perangkat pengujian dan laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda menjaga konsistensi warna, meningkatkan kontrol mutu, dan memenuhi standar internasional. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi evaluasi warna dalam proses produksi, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Colorimeter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Surface Testing – Colorimeter PCE-CSM 8
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing – Colorimeter PCE-CSM 4
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing Colorimeter PCE-CSM 7-ICA incl. ISO-Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing Colorimeter PCE-CSM 3-ICA incl. ISO-Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing – Colorimeter PCE-CSM 7
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing – Colorimeter PCE-CSM 3
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing Colorimeter PCE-CSM 6-ICA incl. ISO-Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing Colorimeter PCE-CSM 2-ICA incl. ISO-Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★
Referensi
Saputra, D., & Nugroho, Y. (2020). Analisis Deviasi Warna pada Proses Printing akibat Variasi Parameter Produksi. Jurnal Teknik Industri, 20(2), 87–95. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/JTI/article/download/17245/11234
Yuliana, N., & Putra, H. (2022). Pengendalian Mutu Warna Produk Cetak Berbasis Parameter Color Difference (ΔE). Jurnal Sains dan Teknologi, 21(1), 45–53. Retrieved from https://journal2.unnes.ac.id/index.php/jst/article/download/27890/14321
Siregar, M. R., & Hidayat, R. (2019). Perbandingan Evaluasi Warna Visual dan Instrumental pada Produk Percetakan Komersial. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri, 5(2), 77–85. Retrieved from https://ejournal.itb.ac.id/index.php/jtmi/article/download/15678/9234
Kurniawan, D., & Wicaksono, B. (2021). Analisis Dampak Deviasi Warna terhadap Risiko Rework pada Industri Percetakan. Jurnal Manajemen dan Rekayasa Industri, 13(2), 115–123. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/JMRI/article/download/27890/14321

























